SPANDUK
.
Sabtu, 26 Mei 2012
Saya mendapat undangan dari Sekolah si Sulung. Undangan untuk menyaksikan pengumuman kelulusan Madrasah Aliyah Pembangunan (setingkat SMU). Tempat si Sulung bersekolah.
Tempat pengumumannya adalah di Masjid Andalusia. Masjid yang megah ini memang khusus dibangun di dalam lingkungan sekolah. Untuk sarana murid-murid beribadah … belajar … dan juga untuk keperluan-keperluan pertemuan sekolah lainnya.
Acara dimulai dengan Sholat dhuha. (sudah menjadi kebiasaan di Sekolah ini … bahwa kegiatan selalu dimulai dengan sholat dhuha). Lalu dilanjutkan dengan lantunan Sholawat … Asma’ul Husna … puji-pujian dan bacaan doa-doa yang lainnya. Khusyuk sekali anak-anak muda ini mengikuti semuanya. Tenang … tetapi tetap riang, ceria dan optimis. Wajah khas anak muda. Dan mereka melantunkannya … tanpa catatan apa-apa … mereka hafal … ini sudah menjadi keseharian mereka. (dan saya malu … karena saya tidak bisa sehafal mereka).
Orang tua mengikuti seluruh kegiatan ini … di shaf-shaf belakang. Semua duduk di bawah … di karpet masjid itu. Anak-anak, Orang Tua, Kepala Sekolah … juga para guru-guru.
Singkat kata acara inti pagi itu dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah. Lalu dilanjutkan sepatah dua patah kata dari wakil orang tua wali murid.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Kita para orang tua, yang tadinya berada di shaf belakang … diminta untuk membaur dengan anak-anak. Masing-masing orang tua diminta untuk duduk bersila di lantai berdampingan dengan anaknya. Saya lihat di sekeliling saya … banyak anak-anak yang didampingi oleh kedua orang tuanya. Ada juga yang didampingi oleh ibunya saja. Ada juga yang oleh Ayahnya saja (Termasuk si sulung tentu). Anak-anak yang kebetulan orang tuanya tidak datang segera didampingi oleh guru-guru. Ah guru-guru itu … begitu tanggap dengan perasaan anak didiknya.
Amplop keputusan dibagikan kepada orang tua … dan diminta untuk dibuka bersama.
Saya berikan amplop itu kepada Mas Tyo … si Sulung saya. Biar dia yang membukanya sendiri. Hasilnya Alhamdulillah … LULUS … dengan nilai yang sangat baik. Dan seperti biasa … jika ada pengumuman kelulusan .. yang saya lakukan terhadap anak-anak saya adalah … Menampar mereka … hahahaha … (Tamparan perlahan penuh sayang dan bangga tentu saja … dan anak-anak saya sudah tau betul perangai saya itu…).
Ruangan Masjid seketika jadi riuh … Sebab … SEMUA ANAK-ANAK MADRASAH ALIYAH PEMBANGUNAN … Total 74 Orang … dinyatakan LULUS … 100 % … !!!
Rangkaian acara ditutup dengan Sujud syukur, yang dipimpin oleh seorang Guru. Lalu dilanjut acara silaturahmi dan bersalam-salaman.
Acara yang singkat … hangat … bermakna … penuh kekeluargaan. Ada keceriaan … ada kebahagiaan … ada rasa syukur. Dan semua itu dirayakan dengan sangat manis dan eiylekhan … tidak berlebihan … tetapi juga tidak dingin …
Sebuah perayaan rasa syukur … tanpa coret-coret … tanpa konvoi motor …
Ketika saya berjalan keluar sekolah … Ada kejutan manis lagi dari sekolah …
Ternyata di depan pintu gerbang sekolah … telah terpampang … spanduk besar … Berisi ucapan selamat kepada para Lulusan … Dilengkapi dengan foto-foto wajah close up ke 74 murid yang baru saja dinyatakan lulus itu. Sepertinya foto-foto wajah ini adalah hasil cropping-an dari foto-foto dokumentasi beberapa kegiatan sekolah yang telah dilakukan selama ini. Ya … satu persatu … lengkap sodara-sodara … 74 Foto … berikut nama-namanya … cakep-cakep dan cantik-cantik sekali mereka.
(Tadi pagi ketika kami datang … spanduk ini belum ada lho …!!!)
Aaahhhh bangga rasanya …
Dan saya rasa … anak-anak itu juga pasti bangga … Banyak yang berfoto di depan spanduk besar tersebut … Sebuah ikhtiar kecil dari Guru-guru Sekolah yang sangat saya pujikan.
Ada harapan yang tersirat.
Sebuah harapan sederhana … agar anak-anak didik mereka tersebut … tetap terus optimis untuk menghadapi kehidupannya … Tetap optimis meraih cita-cita masa depannya … !!!
.
.
MENUTUP REJEKI ORANG
.
Orang bilang rejeki itu ada yang mengatur. Sebagai manusia biasa kita wajib berikhtiar untuk mencari rejeki yang halal. Semua orang tau itu.
Tetapi mungkin ada pernyataan lain yang saya rasa patut direnungkan bersama. (atau paling tidak oleh saya sendiri).
Selain kita harus berikhtiar untuk mencari rejeki yang halal … sebaiknya …
Kita juga harus membantu orang lain untuk mencari rejekinya yang halal pula.
Kalaupun kita belum mampu membantu orang lain mencari rejeki halal … yaaa … paling tidak …
Kita jangan sampai menghalangi atau mempersulitnya … membuat ikhtiar orang lain tersebut menjadi terhambat. Istilah sehari-harinya mungkin … Menutup Rejeki Orang.
.
Maksudnya apa nih om ?
Ambil contoh sederhana. Sore-sore … hari Sabtu … hari libur. Enaknya makan bakso hangat-hangat nih. Tok-tok-tok tukang bakso lewat di depan rumah kita. Kita panggil … lalu kita pesan 4 mangkuk bakso. Kita memakai mangkuk bakso abangnya. Senang riang ria … bersenda gurau di sore hari nan indah bersama keluarga. Ngobrol sambil makan Bakso … haha-hihi … Gayeng enak sekali. Tidak sadar … bakso sudah habis dari tadi … Mangkuk masih teronggok di rumah … Tukang Bakso masih setia menunggu di depan. Jongkok di pojokan halaman. Menunggu lama. Sementara kita bersenda gurau di rumah.
Apa salahnya Om ?
Tidak … tidak salah … kita toh akan membayar 4 mangkuk bakso tersebut tunai bukan ? …
Tetapi sadarkah kita semua bahwa … inilah yang saya sebut … Kita telah menghambat … memperlambat ikhtiar Si Abang Bakso mencari rejeki halalnya. Si Abang bakso menjadi stuck … diam … di depan rumah kita … dalam waktu yang cukup lama. Menunggu mangkok … dan menunggu kita membayar. Sehingga habis lah waktunya … jarum jam sudah keburu bergerak ke malam hari … sudah waktunya orang-orang makan malam. Dagangan baksonya pun bisa jadi … urung dibeli orang. Masa nikmat-nikmatnya makan bakso sudah lewat. Kasihan si Abang.
Alangkah lebih baik kalau kita … kalau mau makan Bakso di rumah … memakai mangkuk kita sendiri … mangkuk dari dapur kita di rumah. Si Abang segera membuatkan … baksonya jadi … Segera bayar … Si Abang bisa ngider lagi ke tetangga-tetangga sebelah rumah. Kembali berikhtiar untuk menjemput keping-keping rejeki halalnya ditempat –tempat lain.
Sementara kita pun masih tetap bisa bersenda gurau … haha hihi di sore hari nan indah itu … sambil menikmati Bakso yang terhidang di mangkuk kita sendiri … !!! Win – win solution !!!
Sederhana bukan ???
So … Jangan hambat orang lain untuk mencari rejeki halalnya … !!!
Jangan Tutup Rejeki Orang !
.
.(sebuah postingan pengingat … untuk diri sendiri !!!)
BATU
.
Terus terang saya bingung memilih judul postingan kali ini. Kita sebut saja judulnya Batu … sekedar sebuah perlambang saja.
Begini …
Di dalam lingkungan pekerjaan … kehidupan di masyarakat … dan juga situasi-situasi sosial lainnya, sering kita jumpai ironi seperti yang akan saya ilustrasikan di bawah ini.
Ilustrasi pertama.
Ada seseorang … sebut saja namanya Fulan … Berhasil membawa sebongkah besar Batu seberat 100 kilogram … sejauh 50 kilometer … dalam waktu 1 hari. Fulan melakukannya dengan segala tenaga … daya upaya dan ikhtiar … akal … ilmu … keringat … darah … korbanan yang tidak sedikit. Sebuah pencapaian besar yang luar biasa sebetulnya. Namun ironisnya … tidak banyak orang yang tau. Tidak banyak orang mendengar. Tidak banyak orang yang mengapresiasi pencapaian besar itu. Lebih tepatnya adalah … orang tidak sadar akan hal ini. Bahwa Fulan telah melakukan pekerjaan yang besar.
Sebaliknya … Ilustrasi kedua.
Ada seorang yang lain lagi … sebut saja namanya Falun. “Berhasil” membawa batu dengan jenis yang sama, seberat 1 kilogram … sejauh 10 meter saja … dalam waktu 1 hari ... Dan hebatnya … Semua orang histeris menyambut “keberhasilan” tersebut. Semua orang tau ikhtiar yang telah dilakukannya tersebut. Banyak orang membicarakannya. Apresiasi dimana-mana. Seakan sebuah pencapaian besar yang luar biasa … dan (seolah) sangat layak sekali untuk mendapatkan award penghargaan.
Sekali lagi ini hanya perumpamaan saja. Saya berharap para pembaca mengerti intisari pesan di dalamnya. Mudah-mudahan para pembaca mengerti apa yang saya maksud. 100 kilogram, 1 kilogram, 1 Kilometer, 50 kilometer, 1 hari … itu hanya perlambang saja.
Falun … (tokoh di ilustrasi #2) berhasil memberi tahu semua orang. Dengan kepiawaiannya, dia mampu mempengaruhi semua orang untuk percaya bahwa dia telah melakukan sebuah pekerjaan besar dengan pencapaian yang luar biasa. Sebelum memulai pekerjaannya dia sudah aktif berbicara kemana-mana tentang rencana apa yang akan dilakukannya. Di sepanjang perjalanan (yang hanya 10 meter itu) dia aktif “berkomunikasi” (tepatnya berpromosi) tentang apa yang sedang dia lakukan. Plus disertai demonstrasi unjuk gigi … bagaimana dia beraksi membawa batu seberat 1 kilogram tersebut dengan berbagai macam pose. Dan di akhir perjalanan dia pun membuat laporan dengan data dan informasi yang lengkap dan akurat serta tinjauan SWOT yang sangat analitis dan terstuktur sekali. Laporan ini pun dia kemas dengan baik plus di CC kan sampai ke puncak penguasa tertinggi. Kalau perlu copynya pun dia kirimkan ke divisi Humas. Untuk disebar luaskan.
—
Ya … mungkin cerita saya terkesan agak dilebih-lebihkan … namun … saya rasa di banyak situasi nyata … entah di lingkungan sosial maupun di lingkungan pekerjaan … hal mirip seperti ini sering kali terjadi. Dan ini kenyataan …
Saya sama sekali tidak berkata bahwa FALUN melakukan hal yang salah. FALUN sama sekali tidak salah. Dia melakukan dan menceritakan sesuatu yang benar. Bahwa memang dia telah mengangkat batu seberat 1 kilogram sejauh 10 meter.
FULA N apalagi … dia pun sama sekali tidak salah … dia pun sudah melakukan hal besar yang benar pula.
.
Masalahnya hanyalah terletak pada …
FALUN memastikan bahwa semua orang mengetahui apa yang dilakukannya …
sementara …
FULAN mungkin tetap berprinsip … “Rame ing gawe … sepi ing pamrih … !!!”
Kelihatannya memang ini IRONIS … !!!
Adil atau tidak … itu saya serahkan pada penilaian para pembaca semuanya !
Tapi sekali lagi … someway … somehow … Ini kenyataan !!!
And … THAT’S LIFE !!!
.
AKTE KELAHIRAN
.
Surat identitas resmi pertama yang dipunyai oleh seorang manusia di dunia ini adalah Akte Kelahiran. Akte kelahiran itu dibuat dengan berpatokan pada surat keterangan kelahiran yang dikeluarkan oleh rumah sakit bersalin tempat bayi tersebut dilahirkan.
Ada apa dengan Akte Kelahiran ?
Begini …
Ini semua berangkat dari kenyataan bahwa ada banyak orang yang seketika berubah namanya karena akte kelahirannya salah ketik. Ya … salah ketik sodara-sodara. Salah ketik yang mengakibatkan bayi yang bersangkutan menjadi berubah namanya, dan nama itu terbawa terus sampai dia dewasa.
Mengapa demikian ?
Sebab akte kelahiran tersebut digunakan sebagai dasar penulisan surat-surat resmi penting yang lain. Mulai dari Ijazah Sekolah, KTP, Pasport, sampai ke Buku Nikah dan sebagainya. Anda pasti tau kan ? jika ada ejaan atau tulisan yang berbeda diantara surat-surat pengenal resmi tersebut … maka akan panjang urusannya. Bahkan tidak jarang urusan akan macet buntu tidak keruan. Hanya gara-gara tulisan yang salah. Sehingga penulisan nama yang benar di dalam akte kelahiran menjadi sangat krusial sifatnya.
Kembali ke soal tulisan yang salah di Akte Kelahiran.
Saya ambil beberapa contoh imajiner. Bukan kejadian yang sebenarnya.
Ada seorang bayi lahir. Laki-laki. Orang tua dan atau keluarganya memberinya nama Novi Hendriyanto. Tapi entah salah siapa … mungkin ada tulisan yang tidak jelas … atau ada ketikan yang salah, Ketika diurus Akte Kelahirannya … ujuk-ujuk … Nama di akte kelahirannya berubah menjadi Nopi Hendriyanti. Seperti nama perempuan bukan ?. Akhirnya … Sampai besar … sekolah, kuliah … menikah pun … dia tetap memakai nama Nopi Hendriyanti ini.
Ada lagi contoh imajiner … nama aslinya sebetulnya adalah : Dewi Anggraini Kusumawati. Tapi yang tertulis di akte kelahirannya adalah Adek Anggraini Kusumawati. Ini gara-gara yang bersangkutan adalah anak terkecil, dan panggilan sayangnya adalah Adek … Jadi mungkin yang ngurus akte kelahiran lupa … bahwa nama sebenarnya adalah Dewi … bukan Adek.
Apa nggak bisa direvisi Om ?
Mmm … saya kurang tau. Saya rasa sih bisa … namun mungkin saja birokrasinya panjang dan proses mengurusnya pun tidak semudah yang kita duga. Mengapa saya berpraduga demikian ? Sebab dibanyak kejadian … ketika saya ngobrol dengan teman-teman handai taulan yang mengalami kejadian salah ketik ini. Pada umumnya mereka membiarkan hal ini. Tidak mengurus perubahannya. Jadilah nama yang salah itu terus melekat di dirinya sampai dia dewasa.
Jadi demikianlah …
Hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Bahwa kalau akan mengurus Akte kelahiran please make sure EJAAN kata per kata untuk nama anak-anak kita itu benar adanya. Kalau perlu … kita cetak besar-besar dengan menggunakan komputer ber font besar pula … nama sebenarnya yang kita berikan untuk nama bayi kita itu. Lalu kita tempelkan kertas tersebut di setiap sampul map, amplop atau berkas surat-surat untuk mengurus Akte kelahiran ini. Apalagi kalau nama anak kita itu panjang dan mempunyai ejaan konsonan yang banyak …
Ini untuk berjaga-jaga agar mereka, petugas yang mengetikkan nama di Akte itu tidak salah … tidak salah satu karakter pun jua … !!!
Sebab nama yang tertulis dalam Akte Kelahiran tersebut akan dibawa terus sampai dia Dewasa !
BTW
Apa teman teman pernah punya cerita mengenai hal ini ?
Yang namanya salah tertulis di Akte Kelahiran ?
Entah kejadian di keluarga … kenalan … handai taulan … atau mungkin anda sendiri ?
Boleh sharingkah ?
.
STOP PRESS :
Ternyata cerita tentang AKTE KELAHIRAN itu tidak sesederhana yang saya duga. Adalah Ibu Alifia … seorang blogger yang juga seorang Ibu Guru … berkenan menceritakan pengalamannya, yang berkaitan dengan AKTE KELAHIRAN dari murid-muridnya.
Terima Kasih Bu Al … atas sharingnya
SIMPLE ACTS
.
Seberapa sering anda menemui tukang koran ?
Seberapa sering anda membeli minuman di kios emperan ?
Adakah iuran kebersihan dan keamanan di RT anda ?
Jika ya …
Maka saya mengajak diri saya sendiri … dan juga teman-teman sekalian jika berkenan, untuk melakukan tiga macam langkah kecil sederhana. Tiga langkah sederhana yang diharapkan dapat mempunyai dampak yang tidak bisa dikatakan kecil bagi yang menerimanya. Tukang Koran, Tukang minuman di emperan dan juga Petugas Kebersihan dan Petugas Keamanan. Mereka adalah orang-orang yang berikhtiar untuk menghidupi keluarganya masing-masing dengan cara yang baik dan halal.
Tiga langkah kecil sederhana yang saya maksudkan tersebut adalah :
.
1. DOUBLE THE PRICE
Jika anda membeli koran di abang penjual koran yang menjajakan koran di pinggir jalan. Maka bayarlah dua kali lipat. Seolah anda membeli dua exemplar. Tapi yang anda ambil hanya satu exemplar. Dengan demikian si abang penjual koran punya sedikit keuntungan lebih. Disamping keuntungan normal dari penjualan satu exemplarnya. Jika ada banyak orang yang melakukan hal ini … saya percaya … Modal dari si abang bisa bertambah. Hari ini dia hanya bisa jual 10 koran … besok bisa 11 koran. Besoknya lagi bertambah lagi. Dan usahanya secara bertahap diharapkan bisa berkembang. Dari berkeliaran di jalanan … jadi menetap buka kios. Dari kios … berkembang menjadi loper kecil dan seterusnya. Dan seterusnya. Dia pun diharapkan dapat mempekerjakan penjaja-penjaja baru lainnya. Membuka lapangan kerja bagi yang lain. A multiplier effect.
.
2. JANGAN AMBIL KEMBALIANNYA
Hal yang sama kita berlakukan kepada para penjual Air Mineral atau Minuman ringan dalam kemasan lainnya. Harga minuman yang 2000 – 3000 itu. Kita bayar dengan 5000. Harga minuman yang mungkin 5500 atau 6000 … kita bayar 10.000. Dan jangan ambil uang kembaliannya. Berikan kepada abang penjual tersebut. Dengan demikian, sama seperti kasus penjual koran, ini bisa menambah modal dasarnya. Kalau satu orang yang melakukan mungkin kurang terasa dampaknya. Tapi kalau banyak orang yang melakukan hal ini. Saya rasa omset dagangnya bisa dia kembangkan … entah untuk menyediakan minuman lebih banyak atau untuk diversifikasi jualan. Menjual produk lainnya. Syukur-syukur dari pedagang kecil … mereka bisa menjadi pedagang menengah, partai menengah atau bahkan partai besar.
.
3. LEBIHKAN BAYARANNYA
Untuk iuran petugas kebersihan atau petugas keamanan. Saya menyarankan untuk dilebihkan bulannya. Yang biasanya membayar iuran untuk 13 bulan (yaitu 12 bulan + 1 bulan THR). Maka kita coba untuk kita bayar 15 – 16 Bulan. Tentu saja ini disesuaikan dengan kemampuan kita.
Jika kita rasakan terlalu berat untuk melakukan hal yang satu ini mungkin bisa dikompensasi dengan melakukan hal yang lain. Saya rasa dengan cara membelikan mereka 10 saset kopi secara periodik misalnya … akan sangat membantu pengurus RT/RW untuk bisa mengelola dana dengan baik. Atau menyediakan batu baterai untuk senternya, membelikan beberapa bungkus Mie Instant, beberapa potong gorengan ? … pasti akan diterima mereka dengan hati terbuka.
Jika dirasakan berat juga … bagaimana kalau … sekali sekala … kita memakai jasa mereka untuk membersihkan rumah ? membersihkan halaman ? membetulkan genteng ? memasang lampu ?. Atau mungkin istri mereka ada yang berkenan untuk membantu kita menyetrika pakaian dirumah ? Mencuci ? … ada banyak hal sodara-sodara. Saya rasa ini lebih baik dari pada kita memakai jasa orang lain.
Ya … pasti … tentu saja kita akan memilih mereka yang betul-betul menjalankan tugas mereka dengan amanah, jujur dan bertanggung jawab.
——-
Saya tau pasti … Ini bukan hal baru … Ini bukan hal yang istimewa.
Beberapa … atau bahkan mungkin hampir semua pembaca pernah melakukan salah satu … salah dua atau bahkan salah tiga dari tindakan-tindakan tersebut diatas …
So … Mari kita gelorakan terus … semangat berbagi ini …
Tiga langkah sederhana … Three Simple Acts … that (hopefully) makes a big differences.
Three simple acts for BETTER INDONESIA … !!!
(postingan ini ditujukan untuk diri sendiri)
Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp
TOO PERFECT
.
Terlalu sempurna !
Bagi para pecinta film drama, sinetron, fiksi atau juga lagu-lagu romantis, pasti pernah mendengar, membaca atau mengetahui tentang kata-kata ini.
“Maaf aku tak bisa menerimamu, engkau terlalu sempurna untuk ku … “
“Kamu tuh terlalu baik untuk saya. Maaf Saya sungguh tak pantas mendampingimu … “
Atau yang semacamnya lah …
Intinya semua sama. Sebuah penolakan, tapi pake acara memuji-muji segala. Kalimat tersebut biasanya memang diucapkan oleh seorang Lelaki atau Perempuan ketika menolak pernyataan cinta seseorang yang “menembak” atau bahkan melamarnya.
Sejatinya ini adalah cara menolak cowok atau cewek yang paling sopan. Menolak tetapi dengan tetap menjunjung tinggi harga diri dari lawan bicara kita. Agar tidak terlalu menyakiti.
.
Pertanyaannya ?
What’s wrong dengan manusia yang “Too Perfect” ?
Apa ada yang salah dengan on “becoming too perfect ???
Apakah tidak mau mempunyai suami atau istri yang sempurna ?
Bukankah itu idaman setiap wanita atau pria … untuk mendapatkan pasangan yang sempurna ? Lalu kenapa kok ada kata-kata penolakan yang menyatakan … “Kamu terlalu sempurna untuk ku ?” “Kamu tidak pantas untuk ku ?”
Berarti ada banyak sekali orang yang sama sekali tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang yang sempurna dong ya ?
Kenapa ya ?
Jawabannya mungkin hanya satu. Sebab kita manusia biasa. Penuh dengan kekurangan … penuh dengan keterbatasan. Justru ketidak sempurnaan itulah yang membuat hidup seseorang … menjadi lebih hidup. Lebih manusiawi. Lebih berarti. Kadangkala hidup dengan seseorang yang NOT too perfect merupakan kebahagiaan tersendiri. Sebab kita akan merasa hidup dengan manusia … apa adanya. Kita jadi bisa saling mengisi. Dan disitulah indahnya.
Kembali ke statement …
Pernyataan “You are too perfect for me” yang digunakan untuk menolak seseorang.
Menurut saya … karena kita semua sudah keseringan mendengarnya … Pernyataan ini akhirnya menjadi sebuah pembenaran yang penuh dengan basa-basi. Cara penolakan yang halus ! (tapi klise !!!).
Hahaha … Tolak-tolak aja lah … nggak udah pake ada embel-embel … “You are too perfect for me” segala.
Bagaimana menurut anda ???
.
.
FILM ASIA 2
.
Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, minggu ini, dalam sehari saya menonton dua Film Asia berturut-turut.
Makassar, 16 Mei 2012 : di Kamar sebuah Hotel.
Sekitar jam 4.30 pagi … Selepas Subuh … saya nonton film di TV, di jaringan “Rumah Kotak Kantor” itu. Ada film Asia diputar disana. Kebetulan saya nonton dari awal. Judul filmnya … TURN LEFT, TURN RIGHT. Sebuah film Taiwan …
Cerita Lengkapnya ada di FILM ASIA 1
.
Langit Makassar-Jakarta, 16 Mei 2012 : di Kabin Pesawat GA 641
Dua jam perjalanan Makassar-Jakarta … tidak terasa. Di pesawat saya menonton lagi sebuah Film Asia …
Saya untuk pertama kalinya nonton …. Film KOREA … !!!
Sebuah film bergenre romantik berjudul : “NEVER ENDING STORY”
Ceritanya bagus. Menceritakan dua anak manusia … yang sama-sama sedang mencari pasangan. Dan kebetulan sama-sama menderita Tumor Otak. Diprediksikan hidup mereka sudah tidak lama lagi … sekitar Tiga sampai Enam Bulan saja.
Yang lelaki adalah seorang instruktur tae kwon do di sanggar beladiri milik adiknya. Sementara si Wanita adalah seorang researcher, customer service di sebuah Bank (kalau tidak salah)
Pemeran Prianya … berwajah biasa saja …
Tetapi sumpah … Pemeran Wanitanya cantik banget !!!
Keduanya mempunyai sifat yang sangat berbeda … Yang lelaki cenderung slengean dan suka sekali membeli Lotere. Sementara yang wanita hidup sangat teratur dan penuh rencana. Tapi kadang-kadang suka nekat.
Jalinan cerita yang sesungguhnya … dimulai saat mereka berdua dipersatukan oleh persamaan nasib yang sama-sama diprediksi berusia pendek itu. Diceritakan bagaimana mereka berdua melewati masa-masa sisa hidup mereka. Yang wanita sibuk mencari pakaian, peti mati, dan juga lahan pekuburan. Untuk dirinya sendiri. Sementara sang lelaki mengantarkannya kesana kemari. Dan sudah bisa diprediksi … akhirnya diantara mereka pun timbul bibit-bibit saling mencintai.
Alur cerita intinya sebetulnya ya … hanya itu … Kisah dua anak manusia yang jatuh cinta … dan berjuang mengisi sisa hidup mereka.
Sekalipun intinya sederhana … Namun film ini berhasil menyajikan lika-liku romantika kedua insan ini mengisi sisa hidup mereka. Pergulatan perasaan mereka. Konflik diantara mereka. Dan juga saling memberi semangat satu sama lain. Ada banyak scene yang menyentuh … lucu … dan juga melow tentu saja. Dialognya juga … menurut saya sangat sederhana namun indah.
Akhir ceritanya gimana ??? Pasti Sedih deh ??? menguras air mata …
No … You are wrong … do not worry … ini cerita yang Happy Ending kok …
Demikian laporan pandangan mata saya,
Dalam waktu 6 jam …. saya berhasil nonton 2 Film Asia berturut-turut.
Apakah saya akan ketagihan setelah ini ???
Mmmmm … entah ya … !!!
Salam saya
FILM ASIA 1
.
Hari ini … saya menonton DUA FILM ASIA. Berturut-turut. Yes indeed … dua-duanya bergenre melodrama … roman-romanan gitu deehh ….
Makassar, 16 Mei 2012 : di Kamar sebuah Hotel.
Sekitar jam 4.30 pagi … Selepas Subuh … saya bersiap-siap mengemasi pakaian saya. Saya memang berada di Makassar sejak Senin kemarin. Hari ini rencananya saya akan pulang ke Jakarta memakai pesawat jam 10 pagi. Masih banyak waktu. Sambil berkemas santai saya nonton film di TV, di jaringan “Rumah Kotak Kantor” itu. Ada film Asia diputar disana. Kebetulan saya nonton dari awal. Judul filmnya … TURN LEFT, TURN RIGHT. Ini film Taiwan. Ada yang sudah pernah nonton filmnya ? (Pemeran Utama laki-lakinya kalau tidak salah blasteran Jepang – Taiwan)
Ini film (menurut saya) jalan ceritanya agak-agak mustahil … tetapi mungkin saja terjadi.
Kisah cinta pada pandangan pertama dua anak manusia. Yang dimulai dari sejak mereka kecil. Yang lucu adalah mereka sama sekali tidak tau nama satu sama lain. Yang mereka tau adalah nomer siswa yang tersemat di dada seragam sekolah masing-masing…
Beberapa tahun kemudian … dengan berjalannya waktu … mereka bertemu kembali setelah pra dewasa. Yang lelaki seorang calon musisi … dan yang wanita seorang calon penulis. Mereka akhirnya bertukar nomer telfon, dan tetap … tidak tau nama masing-masing. Mereka tetap memanggil dengan nomer siswa yang mereka hafal dengan baik. Namun apa mau dikata … nomer telfon yang dicatat di secarik kertas tersebut kehujanan … tulisannya menjadi blur dan susah dibaca. Akibatnya mereka tidak bisa saling menghubungi satu sama lain.
Dari sinilah … alur cerita dimainkan. Bagaimana lika liku mereka saling mencari … saling berusaha menelfon … tetapi selalu saja salah sambung (karena catatan nomer mereka sama-sama lecek dan tintanya kabur terkena hujan itu tadi). Selain menelfon … mereka juga berusaha mengunjungi beberapa tempat dengan harapan mereka dapat bertemu kembali … namun tetap tidak bertemu.
Yang seru adalah di beberapa kesempatan … sebetulnya mereka ditakdirkan untuk berada disuatu tempat secara bersamaan … diwaktu yang sama … saling berdekatan … tetapi anehnya … tidak saling mengetahui … (istilah orang jawanya … Tlisipan terus …) hehehe …
Film ini banyak disisipi kata-kata yang puitis khas film romantic. Saya tidak bisa menggambarkan satu per satu kata-kata tersebut … Tetapi … sumpah … kata-katanya Indah …
Ini film Happy ending … akhirnya dua-duanya bisa ketemuan … secara dramatis …
(Daaannn … you know what … sebetulnya … alamat apartemen tempat mereka tinggal itu … BERSEBELAHAN sodara-sodara …)
Hah … kok bisa begitu ya ???
(namanya juga pelem )
—
FILM ASIA 2 :
Langit Makassar-Jakarta, 16 Mei 2012 : di Pesawat
Dua jam perjalanan Makassar-Jakarta … tidak terasa. Di pesawat … kali ini saya menonton lagi-lagi Film Asia …
Bibi di Bandung dan Kakaakin di Samarinda berhasil meracuni saya …
Saya untuk pertama kalinya nonton …. Film KOREA … !!!
Judulnyaaa …. ??? … eng ing eng …
… to be continued … di postingan berikutnya ….
MENOLAK TELPON
.
Pernahkah anda menerima telpon dari tele-sales-marketing yang menawarkan suatu produk atau jasa tertentu ? Entah Asuransi, Kartu Anggota tertentu, Produk Perbankan, Jaringan Wisata, kartu diskon-diskonan dan sebagainya ?
.
Apakah anda mendengarkan mereka sampai habis ?
Apakah anda menutup telpon segera ketika tau mereka menawarkan sesuatu ?
Apakah anda akhirnya menyerah ? supaya cepat selesai ?
Apakah anda bisa menolaknya ?
Bagaimana cara penolakan anda ?
Pakai cara halus ?
Pakai cara kasar ?
.
Apapun jawaban anda ? saya rasa setiap orang pasti punya cara sendiri untuk menghadapinya.
Di satu sisi … jujur saja telpon tersebut kadang kala sangat mengganggu. Datang pada saat yang tidak tepat. Telpon tersebut masuk ke gadget/pesawat telpon kita, ketika kita sedang asik beraktifitas … entah nyetir … ketika kita meeting … sedang konsentrasi bekerja … ketika mengajar di depan kelas … dan sebagainya. Kadang kala, mereka itu mempunyai kemampuan bicara … nyerocos-ability yang sangat prima sekali. Kadang susah banget untuk distop. Susah untuk disela. Dan ketika kita minta maaf kalau belum berminat untuk membeli atau ikut serta dalam program yang ditawarkan. Mereka akan dengan gigihnya memojokkan kita dengan pertanyaan-pertanyaan yang sporadis (dan kadang bersifat pribadi).
Biasanya mereka akan bertanya : “Alasannya apa pak kok nggak mau ikut ?“
(menurut saya … mau ikut atau tidak itu adalah pilihan saya … urusan pribadi saya … dan saya rasa itu bukan urusan dia … dan dia tidak perlu tau).
Dan kalau sudah begitu … kadang kala kita (i.e saya) jadi terpancing untuk bicara agak meninggi … (karena meradang … kesabaran saya habis). Udah ditolak tapi tetap ngeyel … bahkan bertanya hal yang notabene bukan urusannya.
Namun … di sisi yang lain … mereka sebetulnya juga tidak salah … mereka hanya menawarkan sesuatu. Mereka tidak melanggar hukum. Tidak melakukan hal yang dilarang. Dan pada umumnya mereka juga menyapa dan menggunakan kata-kata / kalimat manis yang cukup baik. Natings rong ekcuali !.
.
Saya selalu berusaha untuk menempatkan diri menjadi mereka. Bagaimana kalau saya jadi mereka ?. Pasti sedih jika prospek customernya berkata kasar, marah-marah dan tidak sopan. Sehingga saya mencoba untuk berempathi. Saya berusaha untuk menjawab atau melayani telpon tersebut dengan sesopan mungkin. Menolak mereka dengan sesopan mungkin …
Tetapi ya itu tadi …
Kesopanan saya ini justru dimanfaatkan oleh mereka. Sering kali mereka sangat gigih, dan pantang menyerah. (Mungkin ini salah satu bagian dari Modul Training mereka). Saya kadang tidak tega untuk membentak atau berkata keras untuk menyetop pembicaraan.
Dan akhirnya … Senjata pamungkasnya adalah …
“Mohon maaf ya … mas … mbak … saya sedang mengajar ini … !!!“
“Terus terang telpon mas dan mbak ini agak mengganggu aktifitas training saya nih … “
(walaupun sebetulnya saat itu saya tidak sedang mengajar)
Akhirnya saya jadi berbohong deh … !!!
(Ampuni hambaMU ini ya ALLAH)
.
Nah … bagaimana dengan anda ?
Pernahkah mengalami peristiwa seperti yang saya alami ?
Bagaimana cara anda menghadapi hal seperti ini ?
.
.
.
ALERGI
.
Saya tidak mempunyai latar belakang pendidikan ataupun pengetahuan yang cukup di bidang kesehatan.
Namun kali ini saya mau menulis sedikit mengenai ALERGI
Pengertian awam saya tentang alergi adalah … reaksi badan yang tidak semestinya ketika indera kita mengkonsumsi, bersentuhan, dikenai, atau kemasukan suatu zat tertentu. Bisa karena cuaca tertentu, bisa pula berupa makanan, minuman atau obat yang kita konsumsi.
Saya pernah bercerita bahwa saya ini alergi PENISILIN (dan juga mungkin turunan-turunannya). Dulu waktu saya kelas 3 – 4 SD saya pernah luka di kaki karena tertusuk beling. Lalu saya berobat ke Dokter dan disuntik PENISILIN oleh dokter. Sontak badan saya bereaksi. kuping saya berdenging, kepala saya pusing, serasa berputar, mata berkunang-kunang, keluar keringat dingin … lalu pingsan. Untung waktu itu langsung segera diberi obat penawar. Sehingga saya bisa siuman kembali.
Dengan udara berdebu, Suhu Panas / Dingin ?
Alhamdulillah, saya tidak alergi terhadap suhu. Ada kawan saya yang kalau dia kedinginan maka sekujur tubuhnya akan bentol-bentol. Saya tidak tau apa ini disebabkan oleh suhu atau hal yang lain. Namun setiap kali ada di tempat yang berudara dingin langsung gatal-gatal. Debu pun demikian … ada beberapa teman yang langsung bersin-bersin dan juga gatal-gatal jika disekitarnya penuh debu,
Lalu bagaimana halnya dengan makanan ?
Duluuuu sekali … saya ini alergi dengan Udang dan makanan laut. Jika saya makan udang, maka beberapa jam kemudian kulit saya pasti memerah … mruntus-mruntus … timbul gelembung-gelembung kecil mirip keringet buntet yang rasanya gatal sekali. Terutama di bagian sela-sela jari tangan.
Namun Alhamdulillah … kondisi itu tidak terjadi lagi ketika saya beranjak remaja dan dewasa. Sekarang saya oke-oke saja makan Udang, Seafood dan yang sejenisnya. Sudah tidak alergi lagi. Setahu saya … saya tidak alergi terhadap makanan apapun …
(Kecuali … makanan yang keras-keras tentunya …)(aaahhh itu mah bukan alergi Om …)(Itu sih namanya … emang giginya udah nggak kuat lagi …)
.
Sekarang saya mau tanya sama pembaca semuanya …
Apakah anda semua mempunyai Alergi terhadap makanan/obat/kondisi udara tertentu ???
Bagaimana menanggulanginya ?
Boleh sharing ?
Salam saya
.
.


THEY SAID ...