UP DATE

14 05 2008

Cuma mau meng update saja Kegiatan anak-anakku pada Hari ini 14 Mei 2008

Si Sulung …(Tsanawiyah kelas 9 )
Ke Ancol … bersama Kelompok Ilmiah Remajanya. Katanya sih ada kegiatan disana … ada Lomba.
Dia mendapat Izin dari sekolahnya untuk tidak belajar hari ini bersama 6 orang teman satu KIR nya.

Si Tengah … (Ibtidaiyah kelas 6)
Ke Sekolah … mengikuti UASBN … Hari ini mata pelajaran Matematika …
Ah dia yang ujian aku yang deg-degan …
Aku selalu berdoa semoga Tengah diberi kelancaran dan kemudahan dalam menghadapi ujian ini.

Si Bungsu … (Ibtidaiyah kelas 2)
Tidur dirumah … :)
Hari ini dia LIBUR … sampai dengan minggu depan …. karena lokal kelasnya dipakai anak kelas 6 Ujian … aaaahhh enak sekali dia …

(Pasti banyak yang ngomong … hhhmmm pasti si Trainer lagi buntu nih ide nya …!!!)
(Hehehe … maap ya … Naskah yang belum diterbitkan masih ada sekitar 18 judul lagi …)

(halah ujungnya Narcis lagi …)(memang si Trainer sudah … “narcisus accut” ini )




JA-MIN

13 05 2008

 

 

Keluarga JA-MIN.  Itu julukan yang sering ditujukan kepada keluarga kami.  Keluarga JAWA – MINANG.  Saya dari Jawa dan Bunda dari Minang.

 

Meskipun Peranakan JAMIN. Namun kami memanggil anak kami si Sulung dan si Tengah …  dengan panggilan “Mas” … (bukan Uda).  Panggilan itu atas inisiatif Bunda sendiri.  Mungkin karena Sulung dan Tengah kedua-duanya lahir di Surabaya. (Hanya si Bungsu yang kelahiran Jakarta).

 

Lalu bagaimana dengan selera makanan kami ? … Lebih ke JAWA kah atau ke MINANG kah ?

Nah Ini seru nih.  Kegemaran anak-anakku adalah : SATE AYAM dan SATE PADANG …

halah … kombinasi Jawa dan Minang pula …  Kalau ada dua makanan ini … pasti disikat habis oleh mereka. 

Sementara Bunda adalah penggemar Bakso Jawa dan Pecel Lele … (tentu dengan Sambel yang lumayan).  (lumayan puedes maksude …). 

Dan Si Trainer ini kedoyanannya adalah … Rendang, Gulai Otak dan Dendeng Balado.  Bahkan kalau keluar kota … kemanapun … yang dicari pertama kali adalah Restoran Padang. (pasti halal dan sasuai salero ambo).  Ah Indah sangat … urusan menyesuaikan selera makan ini.  (memang benar cinta itu juga bisa datang dari urusan perut)

 

Dekorasi rumah ?? … Hmm ini juga campur.  Konsep rumah tradisionalis campurisme lah. Di ruang tamu ada hiasan dinding Batik Prada bermotif Wayang Pandawa Lima dari Yogya.  Sementara dikamar Tidur ada hiasan dinding Kain Tenun Songket (benang 4 kalau tidak salah) yang dipigura … (maaf aku lupa ini dari Pandai Sikek atau dari Silungkang …).  (Kami beli di toko Abunawas di Bandara Tabing Padang). (dulu Bandaranya masih di Tabing …)

 

Bagaimana dengan Bahasa Komunikasi …???

Anak-anakku tidak ada yang bisa berbahasa Minang maupun berbahasa Jawa. Mereka hanya bisa berbahasa Indonesia … (sedikit Inggris dan sedikit Arab). (anak Madrasah soale …).

Bunda ??? … Bunda mengerti bahasa Jawa Pasif, untuk hal-hal yang umum saja.

Si Trainer ini …???  Alhamdulillah … Selain bahasa Jawa, aku juga bisa berbahasa Minang.  Almarhumah Ibu Mertuaku lah yang berjasa, secara tidak langsung mengajariku berbahasa Minang aktif.  Beliau menggunakan bahasa Minang untuk komunikasi sehari-hari.  Beliau sempat tinggal bersama kami selama 8 tahun.   Sebelum akhirnya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa thn 2002 … (Trainer selalu berdoa semoga beliau bahagia di surga).

 

Jadi begitulah … uniknya salero lidah dan bebosoan coro kaluwargo JA-MIN iko ..

 

(Onde mande … lho kok ndilalah mak jegagik ….ambo taragak kangen jo Dendeng Balado lan Pecel Lele Suroboyoan …)




SENIN MALAM DI BANDARA

13 05 2008

(terinspirasi dari gaya penuliasan Blog : pak Anto S Nugroho)

 

Senin malam 12 Mei 2008 aku pergi ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng …

Ada 2 hal yang ingin aku ceritakan.

 

1. PESING …

Aku sampai di bandara jam 7 malam.  Mau menjemput Bunda yang habis pulang kampuang dari Padang.  Pesawat Istriku didelay dua jam.  Jam 7.30 baru berangkat dari Padang.  (wah masih menunggu lama ini). 

Aku memutuskan ke terminal 2.  Mau makan dulu ditempat favoritku sambil santai nunggu. 

Mobil masuk parkiran terminal dua.  Parkir disana. Buka pintu … ternyata Mak Breng … aduuuuhhh baunya kok PESING sekali di parkiran Terminal 2 ini … Sudah menjadi WC terluas rupanya lapangan parkiran ini …  

Satu jam kemudian selesai makan malam …

Aku pindah parkir ke Terminal 1 … Bunda dijadwalkan akan tiba disana, dia memakai penerbangan domestik selain Garuda.  Mobil masuk lahan parkir.  Cari tempat kosong. Atret. Buka Pintu …. Mak Breng … PESING lagi … bau khas yang sama teruar dari lahan parkir terminal 1 juga … HAH …   : WC terluas dikali dua jadinya … !!!.  

 

Aku tidak menyalahkan para empunya sumber kepesingan ini … karena memang WC yang sebenarnya terletak cukup jauh dari lahan parkir ini … Mungkin para sopir atau penjemput malas jalan jauh … sementara kebutuhan sudah sedemikian mendesak.  Jadi langsung berhajat kecillah dibalik mobil-mobil yang diparkir … lebih praktis.

Inilah lahan parkir Bandara Internasional beraroma “khas” … !!!

 

 

2. NASIONALISME ITU MASIH ADA …

Bunda masih lama landingnya.  Untuk menghilangkan kebosanan … sambil menunggu aku sempatkan jalan-jalan di seputaran pelataran terminal kedatangan. 

Mau tidur di mobil … ah parkiran gelap sangat … dan juga pesing sangat … (tidak nyaman lahir-bathin).

Ternyata di pelataran terminal kedatangan tersebut banyak orang yang teriak-teriak.  Orang berkumpul di depan TV.  Rupanya TV sedang menyiarkan siaran langsung Babak Penyisihan Uber Cup … Tim Indonesia melawan Belanda.  Mereka : para penjemput, sopir taksi resmi, sopir taksi tak resmi, tukang ojek, satpam, portir dan banyak lagi yang lain … bersatu kompak menyemangati Tim Indonesia dari depan TV … Betul-betul seperti nonton Misbar di lapangan… Memang pihak bandara memasang TV di pelataran tersebut.  Ada beberapa pesawat TV di lokasi lainnya. Juga menyiarkan pertandingan … dan suasananya pun nyaris sama … Ramai banyak orang berkumpul, menyemangati dan mendukung tim srikandi bulutangkis merah putih yang sedang berlaga disana …

 

Ah aku bangga … Nasionalisme itu ternyata masih ada … !!!




YLKI

12 05 2008

(yess … “hat trick” lagi hari ini) (12 Mei 2008…)

 

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.  Sebuah yayasan yang gigih memperjuangkan hak-hak dan perlindungan konsumen untuk mendapatkan Produk atau jasa layanan dengan mutu yang sesuai dengan apa yang dijanjikan.  Jangan sampai konsumen hanya dijadikan obyek sumber penghasilan yang bisa diperlakukan seenaknya saja oleh Produsen.  Tanggal 11 Mei kemarin adalah hari ulang tahun YLKI yang ke 35.

 

Minggu lalu dirubrik Sosok, Kompas 9 Mei 2008 halaman 16,  ditampilkan profil seorang HUZNA GUSTIANA ZAHIR … Ketua Pengurus Harian YLKI.

 

Wanita yang sangat bersahaja.  Telah 20 tahun mengabdi di yayasan ini.  Masih suka berangkat dan pulang kerja naik Kopaja.  Gaji pas-pasan pula.  Menurutku bahkan sangat kecil untuk standart Pejabat Ketua harian disebuah yayasan penting berskala Nasional.  Fasilitas dan dana pun sangat minim.  Mesti putar otak setiap bulan untuk menghidupi seluruh karyawan YLKI.  Dia pernah terserang kanker pada tahun 1998, dan sampai sekarang harus menjalani pemeriksaan rutin, yang tidak murah.  Menyapu, Mencuci dan menyetrika sendiri dirumah karena tidak punya pembantu.  Tanpa bermaksud untuk kultus individu, … cerita lengkap perjuangannya … anda bisa baca sendiri di rubrik sosok halaman 16 Kompas terbitan 9 Mei 2008 itu. (agar bisa menjadi pelajaran bagi kita semua)

 

Ah benar-benar sosok wanita BERSAHAJA yang sangat hebat.  Aku kagum.

 

BTW : Masih ingat tulisanku mengenai “MERGER” ? ceritaku ketika masa SMA dulu.

Believe it or not Huzna ini adalah salah satu ex murid III IPA 13, yang kelasnya bersebelahan lokalnya dengan kelasku.  Yang Walikelasnya adalah Ibuku.  Yang gara-gara Merger kita jadi satu sekolah. 

 

Huzna ini adalah salah satu murid kesayangan Ibuku.  Ibuku pernah bilang Huzna itu murid yang santun dan memang pintar.  Termasuk yang terbaik di kelasnya.  Kebetulan pula dia meneruskan kuliah ke perguruan tinggi yang sama denganku di Bogor.  Alhamdulillah kami sama-sama beruntung bisa masuk IPB tanpa test waktu itu …

 

Maju terus YLKI …!!! berjuang terus Huzna … !!!

 

(BTW … masih kenalkah Huzna dengan aku … anak Ibu M—-, mantan guru Walikelasnya dulu ???)




ESCAPISM

12 05 2008

(artinya : Pelarian)

Setiap orang pasti punya cara untuk menanggulangi rasa jenuh, stress dan betenya.  “Lari” dari rutinitas sejenak untuk mengumpulkan energi positif yang mungkin sempat tergerus oleh beban pekerjaan atau beban-beban pribadi lainnya …

 

Beribadah merupakan cara yang paling JITU dan PATEN untuk menghilangkan segala stress dan kegalauan itu.  Namun Beribadah itu menurutku bukanlah Pelarian semata.  Ibadah adalah suatu Kebutuhan !!! (di segala suasana hati … baik disaat “lapang” maupun disaat “sempit”).  ( saat “kenyang”  maupun saat “sembelit”). (saat “senang” maupun “sulit”).

 

Yang ingin aku ceritakan disini adalah cara-cara lain orang untuk memupuk kembali energi positifnya.  Cara pelarian ini disebut juga ESCAPISM.  Cara orang untuk “lari” sejenak, supaya tidak semakin terpuruk di dera stress berkepanjangan …  caranya antara lain adalah : berolah raga, gaming, bloging, karaoke, bermain dengan anak-anak, berkebun, berwisata, baca buku, nulis diary, jalan-jalan, melukis, nonton, curhat dengan Teman, ke salon, merawat akuarium, atau bahkan Makan.  (adapula yang justru … Tidur …)

 

Nah … Mau tau tempat pelarian si Trainer jika lagi suntuk ???

Si Trainer ini biasanya lari ke “studio gudang pribadinya” …  Ini foto TKP nya …

 

 

 

Bertapa disana dan bermain musik dengan KORG 707(atas) dan TECHNICS KN 901(bawah).

 

Yang pertama si Korg aku dapat hibah, hadiah dari seorang Bule pelatih tim Drum Band perusahaanku di tahun di 1992.  Yang kedua si Technics aku beli tahun 1996.

Kedua keyboard tua ini adalah teman yang selalu menemaniku jika aku sedang jenuh dan stress.  “Ngamuk” memainkan barang dua atau tiga lagu, niscaya bisa melepas segala rasa penat, jenuh, bete dan stress.  Kedua type alat musik ini sudah tidak diproduksi lagi oleh pabriknya.   Sudah kuno dan kedaluarsa.  Fiturnya pun sudah ketinggalan jaman.  Sempat ada niatan untuk membeli yang baru.  Namun propposalnya belum diapprove oleh “Menteri Keuangan”.  Diperlukan upaya “persuasif” yang gigih untuk menggolkan proposal ini J

 

So … Bagaimanakah cara ESCAPISM anda …???

 

(Apapun bentuk Escapism tersebut … seyogyanya haruslah yang POSITIF …)

(Karena seperti halnya dua sisi mata uang .. ESCAPISM  juga banyak yang negatif dan semu … Narkoba adalah salah satu diantaranya …). (naudzubiillahi min dzalik). (*makasih Hangga*)

(Semoga kita semua terhindar dari escapisme terkutuk itu … !!!)

 

SAY NO TO DRUGS … !!!




IGA – SUNDARI – FIKA – SULIS – ANING dan SITI …

12 05 2008

(tulisan ini adalah request dari ibu Nina di Lombok … please lihat postingan yang ini)

 

ditulis 21 April 2008

Kartini-kartini musik Indonesia …

Enam orang penyanyi favoritku.  Yang bukan saja sangat piawai di bidang berkesenian tetapi juga mempunyai latar belakang intelektualitas dan musikalitas yang baik.

 

Iga Mawarni di jalur Jazz … seorang ibu lembut, tinggi semampai, cantik dengan warna vokal khas. Aktif di kegiatan-kegiatan sosial.

 

Sundari Sukotjo srikandi Keroncong yang tetap eksis, sarjana pendidikan, seorang ibu guru … yang juga cantik dan anggun. 

 

Rafika duri … biduanita Pop yang dulu pernah merajai ajang pemilihan penyanyi bintang radio dan televisi … jauh dari gosip … tidak banyak tingkah pecicilan … kalem, anggun dan sangat terhormat …

 

Sulis … si manis bersuara bening yang sanggup menyayat hati … menggugah rasa dengan tembang-tembang Nasyid yang menyentuh hati … suara yang keluar dari hati yang bersih … Bisa menangis kita mendengar alunannya.

 

Aning Katamsi … penyanyi sopran sarjana UI.  Kini berjilbab.  Konsisten dengan jalur Seriosa sejak dulu.  Tidak usah ditanya teknik menyanyinya.  Perfect.  Buah latihan terus menerus dari almarhumah ibundanya.  Belum ada yang bisa menandingi dia di jalur ini.

 

Yang terakhir Siti Rahmawati … sarjana hukum, jawarawati Dangdut yang baik, rendah hati dan juga Ayu mempesona … tanpa harus goyang kebablasan …

 

Mereka lah Kartini-Kartini musik masa kini … Saya sangat kagum dengan mereka …

 

Mungkin ada yang bertanya dari aliran musik Rock mana ??? kok gak ada ??

Aduh saya harus jujur … saya tidak mendapatkan nama siapa-siapa disini ..

Entah karena saya tidak suka aliran musik ini … atau memang tidak ada penyanyi rock wanita yang bisa sedemikian mempesona saya … seperti ke enam wanita tadi …?

 

(Leila Komalasari mungkin ???)(entahlah …)

(Trainer berteriak keras … “I can’t stop loooving you ….”)




OUR BACKYARD

9 05 2008

Rumah kami tidak mempunyai halaman belakang.  Hanya ada ruang kosong dengan lebar tak lebih dari 1 meter dan panjangnya sekitar 3 meteran.

Halaman belakang tersebut kami sulap dengan gaya-gayaan niru-niru Air ngalir di dinding merambat di batu bersirip-sirip meluncur dari atas macam di Bali … dan ada kolam kecil dibawah. (Biasalah gara-gara liat majalah-majalah design rumah dan interior gitu deh …).  Rasanya mungkin nyaman sekali memandang air merambat didinding dan mendengar suara gemericik yang dihasilkannya.  Plus efek kilatan lampu sorot yang eksotis tentu … (Pake patung bangau pula …)

Dulu impian kami OUR (small) BACK YARD ini akan menjadi oase yang sangat mengasikkan.  Namun ternyata eh ternyata hal ini hanya berlangsung 2 bulan saja … Kami mirip anak kecil yang baru norak-noraknya dapat mainan baru … setelah itu bosan.  Dinding tsb praktis tidak kami lihat lagi … airpun sudah tidak merambat lagi … kolam sudah tidak berisi air … Patung Bangau sudah lumutan … HAH … (korban mode nih)

Padahal kami sudah mengeluarkan dana yang “lumayan” untuk membangun air ngerambat didinding model Bali itu …

 

Kira-kira bentuknya begini.  Ini foto diambil waktu “zaman” keemasan kami mengelu-elukan OUR BACKYARD yang satu ini … (yang hanya berlangsung 2 bulan itu saja …)

 

  

 

Lalu kemanakah Oase tempat kami nongkrong sekarang ???

Beda-beda …

Anak-anak di ruang TV yang ada Play Stationnya …

Bunda … tempat favoritnya … semedi di kamar mandi …

Si Trainer … ke gudang studionya … di lantai atas … Kalo nggak main keyboard ya nulis naskah blog … (termasuk nulis tulisan ini …)

 

 

 




IBU WALIKOTA vs IBU-IBU WALI MURID.

9 05 2008

(Ini adalah pesanan dari Bunda Menyik … please lihat postingan yang ini yah )

Dari Kompas Minggu, 20 April 2008. 

Walikota Jakarta Pusat (yang kebetulan seorang Ibu) di omelin Ibu-ibu orang tua murid sebuah SD negeri di Jakarta Pusat.

 

Bermula dari laporan masyarakat yang terganggu dengan banyaknya mobil yang diparkir seharian sehingga menutup jalan dan mengganggu lalulintas.  Mobil itu milik ibu-ibu orang tua wali murid SD Negeri di wilayah tersebut.  Ibu Walikota berniat menertibkannya, dengan jalan menghimbau para ibu-ibu itu untuk parkir agak jauh dari lokasi sekolah tersebut.  Agar tidak mengganggu lalulintas dan masyarakat sekitar situ.  Namun upaya ini justru diprotes balik oleh Ibu-ibu orang tua murid SD itu …

 

Aku tersenyum membayangkan kejadian tersebut … Pasti ramai tuh .. protes ibu-ibu dan disampaikan dengan gaya ibu-ibu pula … pake ngomel-ngomel pasti … mungkin persis seperti kalo lagi ngomelin tukang sayur yang pasang harga kemahalan.

 

Himbauan Walikota untuk hanya mengedrop saat mengantar dan menjemput saja,  juga ditolak mentah –mentah oleh ibu-ibu itu …  Mereka inginnya bisa parkir selama jam pelajaran sekolah … dan tetap didekat sekolah … .

 

Ini SD Negeri lho padahal ? … hmm orang Jakarta kaya-kaya ternyata ya … mobil yang dipakai ibu-ibu itu pasti mobil kedua … sebab mobil pertama pasti dipakai oleh para bapak-bapaknya … (pantes Jakarta Macet terus)

 

Kok ibu-ibu itu ngotot dibolehkan parkir di depan sekolah sepanjang hari yah ???

Alasannya sih sepertinya karena kalo pulang kerumah males bermacet-macet lagi.  Alasan yang cukup masuk akal juga sebetulnya.

 

Ngomong-ngomong … selama menunggui anak sekolah itu.  Ngapain aja ya Ibu-ibu itu  ? Gelar dagangan ? Jualan ? Arisan ? Gosip ? Ngredit ? Pamer ? atau sekedar ngobrol ngalor ngidul ?. 

 

(Atau mungkin Tidur ? Bengong ? Baca Buku ? Belajar ?)

 

HHHmmmm … The orther side of potret Kartini masa kini …

Ibu-ibu jangan marah dulu … andaikan bapak-bapak mengalami hal seperti ini … aku yakin mereka juga akan berbuat serupa … (Saya kalo disuruh pulang balik antar jemput ditengah kota Jakarta Pusat yang macet parah ??? … Ya mikir juga saya … ) (mending nungguin di Sekolah)

(untung rumah saya di pinggiran (banget) Jakarta …, sekolah anak dekat pula … )(Alhamdulillah)