NYANYIAN DI KAMAR MANDI

31 03 2008

Mendengarkan anak kecil usia delapan tahun menyanyi tentu sangat menggemaskan sekali.  Anak bungsuku adalah salah satu diantaranya … dia suka sekali menyanyi. Dia mempunyai kebiasaan untuk selalu bernyanyi jika sedang mandi … Tidak peduli apakah dia mandi sendiri atau dimandikan oleh asisten rumah tangga ku … pokoknya nyanyi. (Niru sapa hayouw) 

Kemarin sore aku agak sedikit mengernyitkan dahi … karena kali ini aku tidak begitu jelas menangkap lagu apa yang sedang dia nyanyikan ditengah ritual mandi sorenya itu.  Tidak jelas syairnya dan juga tidak jelas nadanya …  Aku mendekatkan kupingku ke pintu kamar mandi.  Yang aku dengar cuma kata-kata …”lo te lo te lo …” … lo te lo te lo “ … demikian seterusnya.  Dia selalu mengulang-ulang kata-kata itu … adu keras dengan suara gemericik air dari shower. 

Dan malamnya ketika kami menonton TV.  Aku baru “ngeh” kalau itu sebetulnya adalah lagunya DI3VA yang baru … A LOTTA LOVE …. Anak bungsuku menyimak serius Titi DJ, KD dan Uthe … 3 Diva penyanyi kenamaan itu bernyanyi di video klipnya sambil sedikit-sedikit mengikuti lagu itu.  Rupanya A LOTTA LOVE … dilafalkan oleh anak bungsuku menjadi … LO TELO TELO … (huahahhaa) 

Addduuuhhh nak … kamu itu ada-ada saja … Ini kan lagu orang gede nak.  Anak-anak memang cepat sekali menangkap lagu … tak peduli lagu orang gede atau lagu anak-anak.  Mau aku larang tetapi tidak tega …  

Karena syairnya tidak ada yang “aneh-aneh” … ambitus lagunya juga tidak terlalu lebar dan lagunya pun simple .. riang … ringan … Jadi aku biarkan saja dia menyanyi lagu itu … Sambil aku bilang … nak ini bunyinya A LOTTA LOVE yang artinya “banyak cinta untuk semua”.   

Dan dia pun tetap bernyanyi : “Ev’rybody need … a lotta love …”.  La la la la la la … 

But sayangnya Indonesia kita ini masih banyak yang … “Ev’ry body eat … TELO …”.  Masih adakah cinta buat mereka …??? 

(halah jayus … Trainer sok tau luh … mau jadi kayak anggota DPR di Tipi ya …, sok ngritik pemerentah melulu, … kalo disorot kamera)





PANYUTRAN

31 03 2008

Hari minggu kemarin saya sempat beres-beres “studio pribadi” di  rumah.  … Tidak sengaja saya menemukan album berdebu.  Ketika dibuka aaahhh ternyata ini foto waktu saya KKN dulu tahun 1986.  Saya buka lembar demi lembar.  Langsung memoriku bernostalgia, menuju ke PANYUTRAN. 

Panyutran adalah nama sebuah desa kecil di pelosok Kecamatan Padaherang.  Dan Padaherang itu adalah nama suatu kecamatan di Kabupaten Ciamis.  Di Priangan Timur …   Ya … saya mendapat tugas tiga bulan KKN di desa Panyutran itu.

Sebuah desa diatas gunung yang sangat tertinggal dan miskin.  Kami satu tim berempat.  2 Mahasiswa serta 2 Mahasiswi IPB tingkat akhir yang beruntung ditempatkan disana.   Untuk menuju kesana diperlukan usaha yang tidak bisa dibilang mudah.  Dari kota Ciamis anda harus berkendara selama 2 jam lebih kearah pantai Pangandaran.  Melewati kota Banjar. Terus kearah selatan.  Turun di kecamatan Padaherang lalu kita akan mendaki selama kurang lebih 2 jam lagi keatas.  Menuju ke desa Panyutran.  Dan hanya Ojek yang bisa membawa kita ke atas.  Ojeknya bukan ojek bebek atau ojek RX king biasa … tetapi harus ojek TRAIL … saking beratnya medan.  Menanjak dan Terjal.  Infrastruktur belum memadai … hanya jalan tanah yang dikeraskan seadanya dengan batu-batu kali.  Itu sebabnya jika musim hujan tiba … jalan menanjak menuju ke desa tersebut lebih mirip aliran sungai yang menjelang kering.  Ah sungguh suatu pengalaman perjalanan yang sangat asyik sekali.  Yang jika tidak hati-hati kita bisa tergelincir.  Sesekali kita turun ikut mendorong Motor Trail tersebut karena medan yang sulit.  Belum ada listrik.  TV pun cuma satu, pakai aki, 14 inchi, hitam putih pula.  (lengkap sudah penderitaan mu Nak). 

Masyarakatnya sangat ramah dan baik hati.  Masih Tradisional, belum tersentuh budaya kota.  Saya berdua teman lelaki saya homestay di rumah kepala keamanan Desa.  Sementara 2 teman kami yang perempuan menginap di rumah Mantan Pak Kuwu.  Kuwu adalah sebutan untuk Kepala Desa. 

Untuk pergi dari satu tempat menuju ke tempat yang lain di Desa tsb … kami tidak punya pilihan lain selain berjalan kaki.  Ojek hanya mau melayani trayek dari desa Panyutran di tonggoh ke kecamatan Padaherang di bawah.  Dari tempat kami menginap menuju saung kelompok tani untuk melakukan penyuluhan perlu waktu satu setengah jam jalan kaki. (hehhee).  Itu baru perginya … masih ada pulangnya bukan …???.  Pulangnya perlu dua jam … sebab banyak istirahatnya … hawong capek jeh … naik turun bukit.  Dan jika hujan, …  memakai sepatu adalah tindakan yang bodoh.  Jalan Tanah Licin bukan kepalang.  Sebaiknya anda nyeker memakai telapak kaki telanjang saja … itu cengkramannya lebih pakem … (Meskipun begitu … Plis jangan tanya … berapa kali saya jatuh tergelincir …)(sering !!!).  Dan kalau memberikan penyuluhan malam hari … romantikanya ditambah dengan digunakannya alat penerangan tradisional “Klari” yang dibuat dari daun kelapa kering yang dibakar sebagai obor.  Sekali lagi listrik belum masuk desa.  Gelap guntila … 

Sanitasi ? … Tidak ada kamar mandi di rumah mereka.  Mereka langsung mandi di balong sumber mata air.  Hah ini lah yang paling mendebarkan … apa pasal ?  tidak ada pembedaan Laki-laki atau wanita … semua mandi di titik mata air yang sama … addduhhhh mak … (senengnya …).  Maka jangan heran kalau anda ingin mandi … dan kebetulan yang sedang mandi adalah kaum ibu-ibu … maka akan ada sapaan ajakan : “Hayuuu atu Pak KKN, sasarengan wae, ulah isin …”.  Plus kain basah yang lengket dibadan menutup tubuh sekenanya.  (MasyaALLAH … kuatkan iman ku ini ). (Saya syok menggigil panas dingin).  (Trainer juga manusia …) 

Biasanya saya hanya bisa menunggu dari jarak yang jauh sampai mereka selesai.  Celakanya ibu-ibu itu selesai mandi pasti mencuci dahulu entah bahan makanan, perkakas rumah tangga atau pakaian.  Jadi pasti tambah lama bukan ?.  Oleh sebab itu … untuk menjaga hal yang tidak-tidak … saya selalu mandi jauh lebih pagi subuh-subuh … yang akibatnya akan menggigil kedinginan … atau mandi paling akhir disenja hari ketika hari telah mulai gelap … ini juga menggigil … karena ketakutan … takut ada penampakan … takut ada yang “nyolek”.  Jadi pilihannya adalah menggigil kedinginan, menggigil ketakutan atau “menggigil” panas dingin karena melihat “suguhan” kain basah lengket di badan … atau sekalian tidak mandi sama sekali … (Kalau yang terakhir ini justru membuat teman kita lah yang menggigil karena bau badan kita …)

Hiburan kami satu-satunya adalah radio transistor … ya radio kecil dengan baterai.  Stasiun yang bisa ditangkap di desa atas gunung itu adalah siaran bahasa Indonesia Radio Australia atau BBC saja.  Itu pun kadang jelas kadang tidak.  (waktu itu kami tidak membawa walkman atau tape, takut dikatakan pamer).  (tepatnya sih … takut diminta sebagai kenang-kenangan oleh pemuda setempat …). 

Tetapi apapun itu … pengalaman KKN selama tiga bulan di Panyutran sungguh merupakan pengalaman hidup yang sulit dilupakan.  Selain belajar bermasyarakat di lingkungan asli pedesaan … saya pun juga belajar banyak hal disana.   Salah satunya adalah saya jadi bisa berbahasa Sunda dengan fasih … Masyarakat disana relatif belum mengerti Bahasa Indonesia … Mau tidak mau jika ingin berkomunikasi sehari-hari atau memberikan penyuluhan … kita harus menggunakan bahasa daerah, bahasa Sunda … (ta …kitu tah …).  (BTW saya bukan berasal dari suku Sunda …).  (Saya keturunan Indo … campuran Kediri dan Madiun). 

Ya … Di Panyutran ini, kami berempat belajar banyak hal yang tidak bisa kami dapatkan di bangku Kuliah. Dan jika anda bertanya apakah terjadi cin-lok disana ?. (Noup .. Tidak ada sodara-sodara).  (Sumprit).

Dan satu lagi … Berat badan saya justru naik 5 kilo disana … “Pak KKN beki Lintuh yeuh …” 

(untuk teman-teman KKN Panyutranku dulu … Teh Tati, Teh Nina dan Uda Fikri … bagaimana kabar kalian semua ? )(Bade napak tilas ka Panyutran deui ?, ayeuna kiat ‘nteu ?)

BTW aku nemu peta Lokasi Panyutran disini … http://www.maplandia.com/indonesia/jawa-barat/ciamis/panyutran/





ONE OF THEM …

28 03 2008

One of them is me …

SMA kelas III IPA

Picture date : 14 February 1982 (seperempat abad yang lalu !!!)

(NARCIS bin NORAK …) :)





SPT TAHUNAN

28 03 2008

Kemarin, sengaja saya mengambil izin satu hari.  Ada keperluan Penting …!.  Keperluan apa ? … menyerahkan SPT tahunan Pajak Orang pribadi ke kantor pajak.  Menyerahkan Form 1770 S, copy form 1721-A1 dan lampiran lainnya.  Batas 31 Maret 2008. Tahun ini kami harus mengurus sendiri … tidak seperti tahun-tahun yang lalu.

Didalam kepala saya … terbayang suasana yang hiruk pikuk, antrian panjang, sodok menyodok, semrawut, bosen menunggu lama, gerah, teriakan satpam, petugas yang lelet, melayani sambil merokok, lengkap dengan kopi dan camilan kacang kulit di mejanya (yang kotor dan berantakan).  Sehingga aku siap mental dengan mengenakan pakaian casual yang menyerap keringat, sarapan yang cukup, latih urat sabar … plus izin satu hari tadi … siap dengan segala kondisi skenario terparah yang akan aku hadapi hari ini. Ternyata Saya salah besar sodara-sodara.  Salah besaaarr … !!!

Setelah ngedrop anak-anak di sekolah, ngedrop istri di Pool Taxi … aku langsung menuju ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama. Cabang SERPONG di BSD Tangerang.  Saya sampai di kantor itu sekitar jam 8 kurang… sudah banyak orang disana … aku langsung disambut ramah oleh petugas dimeja pendaftaran.  Saya diberi nomer 111.  (Hah bakalan lama nih).  Setelah pendaftaran adalah tahap pemeriksaan kelengkapan dokumen … ada banyak meja verifikasi … sehingga membuat antrian itu cepat sekali bergerak.  Aku liat ada beberapa bapak berdasi yang mengawasi seluruh jalannya aktifitas itu sambil memberi petunjuk satu dua pada para petugas dan juga berbincang dengan para wajib pajak.  Ah nyaman sekali.  Memang sih hanya dinaungi tenda penganten yang dipasang di halaman KPP namun bagi saya itu tidak masalah … asal antrian bisa berjalan dengan cepat…. Saya hanya menunggu sekitar 10 menitan disana sebelum nomer saya dipanggil.  Pemeriksaan dokumen pun cepat … hanya 5 menit … Si Mas Petugas yang melayani tidak sok serem namun juga tidak cengangas-cengenges.  Efektif sekali. 

Selesai dari pemeriksaan berkas, saya diarahkan ke loket penyerahan berkas.  Antri lagi … namun kali ini di dalam gedung … nyaman ber AC plus nomer antrian elektronik layaknya di Bank.  Saya dapat 115.  Juga ada banyak loket disini … sehingga antrian bisa bergerak cepat dari satu nomer ke nomer berikutnya.  Saya menunggu sambil nonton video info di TV flat-screen besar.  Tidak lama kemudian nomer saya dipanggil … ibu petugas yang melayani pun cukup “bening” dan wangi … dan yang terpenting cepat dan cekatan … tidak judes namun juga tidak kecentilan … (BTW HP nya 9500 bouw …)(keren … seperti ganjel pintu). 

Yang jelas, above all …  TIDAK ADA itu yang namanya … petugas lelet, dengan meja penuh camilan kacang kulit, gorengan, kopi, maupun asbak penuh puntung rokok … (seperti gambaran prototype meja pelayanan publik “plat merah” lainnya …). 

Akhirnya jam 9 an saya sudah melenggang keluar … Hmmm … KPP Pratama Serpong … !!! Saya puas dengan pelayanannya … Catet..!!! 

(yang jelas hari masih pagi … keperluan penting sudah selesai, jadi lah saya salah tingkah seharian kemarin …)(mau masuk kantor ? sungkan karena tidak memakai seragam kantor dan sudah terlanjur izin pula…)(nanti dinilai tidak konsisten …???) (Ya sudah aku pulang saja …)(Tidur). J 

(Judulnya … Trainer (mencoba) Bijak … (dari dulu udah) bayar Pajak)





PENARI

26 03 2008

(Ini bukan cerita tentang lagunya Dewi Gita … )

Aku mau bercerita mengenai …Tipe ”Wanita Idamanku” ketika aku masih bujangan dulu.  Ya … aku dulu ketika masih ABG mempunyai cita-cita untuk menikah dengan seorang PENARI. Entah mengapa aku kok bisa-bisanya mempunyai angan-angan seperti itu.  

Aku masih ingat ketika aku SMP kelas 2 … aku pernah berkunjung ke TMII … dan melihat remaja-remaja dini sebaya ku … latihan menari di beberapa sanggar di anjungan-anjungan yang ada disana … seingatku kalau tidak salah anjungan Yogyakarta dan anjungan Sulawesi Selatan … Waktu itu banyak sanggar Tari yang ber posko di anjungan propinsi tertentu di TMII.  Aku tak berkedip (sambil mulut menganga tentu) memperhatikan remaja-remaja belia itu berlatih tari … memakai kaos sanggar berwarna hitam dan kain batik jarit yang di belitkan menutup pinggang sampai ke mata kaki dan diikat dengan selendang … ah gerakannya sangat anggun sekali … rambut diikat ekor kuda kebelakang … postur tubuh lurus tegak … sangat mempesona … (ini yang di anjungan Yogyakarta).  Yang di Sulawesi selatan pun juga begitu … namun kalau disini pakaian yang dikenakan pakaian bebas dibalut jeans ¾ atau 7/8 selutut … tetapi tetap sama kesannya … Anggun, lembut dan gerakannya sangat indah sekali …  Mulai saat itu akupun sangat mengagumi remaja-remaja putri yang ikut sanggar menari tradisional … 

Hal ini berlanjut saat SMA … Di sebelah SMA ku ada Gelanggang Remaja Jakarta Selatan.  Setiap sore pasti ada kelompok remaja SMA yang melakukan kegiatannya disana.  Karate, Taekwondo, Teater, Melukis … dan juga Sanggar Tari … (nah lo ). 

Setiap ada kesempatan … entah itu pelajaran kosong atau sepulang sekolah … aku selalu menyempatkan diri menonton latihan sanggar Tari Tradisional itu … ada Tari Minang, Ada Tari Jawa ada juga Tari Melayu.  Namun ketertarikan ku hanya sebatas memperhatikan saja.  (tidak berani lebih dari itu).  Aku sedemikian tersirep dan terpesona dengan gemulai para penari tersebut.  Bagiku Para Remaja Putri akan tampak jauh lebih Ayu jika sedang asik latihan menari.  

Yang Lucunya .. Aku menjadi TIDAK TERTARIK lagi untuk melihat Para Penari itu … justru ketika mereka sedang manggung, dengan make up panggung tebal, disanggul, pakai sunting dan juga mengenakan Baju daerah masing-masing.  Kesannya menjadi tidak “Natural”.  Aku tertarik hanya (dan hanya jika) ketika melihat Latihannya saja.  Dimana penari remaja putri itu sedang berbusana casual … kaos lengan panjang atau pendek …. dengan bawahan kain dan ikat pinggang selendang atau knickers celana jeans ¾ selutut.  Tanpa make up … dan tidak bersanggul … (Bah aneh nian masa muda Trainer yang satu ini … !!! )

Lalu mungkin ada yang ingin tau sekarang … “Kalo gitu Istri pak Trainer ini bekas penari dong dulunya ???”

Jawabanya “YA” … Menurut cerita dia … dia dulu pernah menari … walau hanya sekali … Menari Massal di lapangan alun-alun dalam rangka menyambut kedatangan Tamu Penting di kota nya … dan itu terjadi ketika dia di SMP dulu … puluhan tahun yang lalu … dan belum ketemu aku tentu …  (Ah .. sayang sekali aku tidak melihat latihannya … ) J 

Tetapi Penari atau Bukan Penari … Ayah tetep sayang Bunda kok …  

(Bagi Ayah … Bunda adalah seorang “Penari” yang sangat anggun … yang bukan saja bisa mempesona Ayah … tapi juga telah membius Ayah …)(Baik itu sedang berpakaian tradisional, berpakaian casual … maupun …$%^&#@….  )(ah sudah cukup … nanti di banned sama Menteri Informasi)





BLOGROLL bin TAUT (#5)

25 03 2008

Sudah lama aku tidak mengupdate teman BLOGROLL bin TAUT ku ri ini …

Maksudnya teman blogroll (menurut aku) adalah  Blog yang saling menautkan satu sama lain … blog mereka aku tautkan … dan blog aku ditautkan oleh mereka … Sebetulnya bagi orang lain ini hal yang biasa … tetapi bagi aku … ini sangat luar biasa … karena secara tidak langsung ini merupakan wujud penghargaan mereka kepada aku … demikian juga sebaliknya … penghargaan dan kekaguman aku terhadap isi blog mereka …

Teman Blogroll ku yang baru adalah … 

  1. Kakanda di http://kakanda.wordpress.com/  Tajuknya berbunyi : Kakanda Berbagi, “Sebaik-baik muslim adalah yang banyak manfaatnya bagi orang lain
    • Dan memang saya banyak mendapat pencerahan disana.
    •  Sebuah Blog Islami yang sejuk.  Menyenangkan sekali berlama-lama disana.
    • Disajikan dengan kalimat-kalimat yang bijak … plus judul-judul yang mengundang …
  2. Achoey di http://achoey.wordpress.com/ Tajuknya berbunyi … Cerita Sang Khilaf Perjalanan panjang merealisasikan impian
    •  Sebuah blog yang Islami juga
    • Sepertinya sang penulis masih berusia muda … beberapa postingan merupakan kisah khas anak muda Muslim masa kini.
    • Disana dia juga banyak menulis postingan yang berhubungan dengan Pendidikan. 
  3. Trijoko di http://trijokobs.wordpress.com/ Tajuknya berbunyi : Trijoko BS Weblog sebuah tempat untuk bercakap :
    •  Jawa dan Kocak … itu dua kata yang terlintas di kepalaku ketika berjalan-jalan kesana
    • Banyak Postingan jokes lucu disana.
    • Dari tulisan-tulisannya saya juga bisa menduga bahwa Mas Joko ini adalah seorang bapak yang kocak tapi sangat sayang keluarganya.
  4. Bunda Menik di http://saungbunda.wordpress.com Tajuknya berbunyi  Saung Bunda , berteduhlah di saungku
    • Isi blognya cukup renyah, meriah dan ramai … Ini sekaligus menggambarkan kepribadian si tuan rumah yang ramah dan mudah bergaul
    • Isi blognya bagus dan cukup beragam, pada umumnya mengenai keluarga dan ke Islaman
    • Cukup rajin juga membalas komentar-komentar pengunjung yang datang ke Saungnya … dengan bahasa yang “gaul”  khas anak muda.
  5. Imelda a.k.a Emi_myst di http://imelda.coutrier.com/
    • dosen, guru, penerjemah, narator, mantan DJ yang tinggal di Tokyo, dengan suami dan 2 putra, demikian yang tertulis di blognya.  cukup melek IT … Blognya bagus, colorful, dan penuh variasi … banyak fotonya pula …
    • Nyambung dengan saya … hanya gara-gara sama-sama jadi anggota salah satu milis … dan kebetulan kita pernah bersekolah di “kawasan” yang sama.
    • Saya senang ke blog ini … karena saya bisa mendengarkan cerita tentang Jepang dari situ …
  6. Kaudanaku di http://tentangsemua.wordpress.com/ Tajuknya berbunyi Tentang semua, mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan, berbagi cerita untuk semua.
    •  Muslimah pengantin baru … dengan segenap romantikanya. 
    • Bahasanya juga ceria dan penuh optimisme dan kegembiraan.  Isinya Islami sekalipun diceritakan dengan gaya bahasa yang sangat membumi.
    • Dan ini juga salah satu keponakan kelas kuliah di Bogor dulu … (artinya adik kelas yang jauh sekali alias beda generasi)
  7. Presty larasati di http://prestylarasati.wordpress.com/ Tajuknya berbunyi Presty Larasaty, Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.
    •  Muslimah asal Bengkulu yang Kuliah Arsitektur di Solo.  Dan lulusan SMA taruna nusantara pula !.. ini anak pasti unik nih. Dan layak untuk dikunjungi …
    •  Aku sekali-sekala kesana untuk melihat beberapa postingan mengenai Arsitektur Lokal … (ini terus terang obsesi yang tidak kesampaian, aku pingin sekali masuk arsitektur namun batal) 
    • Bahasanya juga ceria khas mahasiswa.  Isinya banyak muatan lokal … menggambarkan semangat dia untuk membangun daerahnya … Bengkulu
  8. Jeung lala di http://jeunglala.wordpress.com/  Tajuknya berbunyi The Blings of My Life.
    • Blog yang ini lain lagi warnanya … bahasanya lugas …  pilihan kata-katanya unik. Khas anak muda sekaligus agak bergaya Suroboyoan … 
    • Mengasyikkan juga membaca postingan-postingan “lugas” nya
    •  Menurut pengakuannya dia moody, cerewet dan bawel (Saya mengiyakan) … Dan becita-cita untuk menjadi penulis.
    • Another Unique Blogger

Next … ??? … Yang Naut … Yang Naut ??? 





CICI DAN SITI …

24 03 2008

Jika anda semua bertanya siapa penyanyi dangdut favorit saya … ?

Maka dengan spontan saya akan menyebutkan dua penyanyi kakak beradik … CICI FARAMIDA dan SITI RAHMAWATI KDI … Entah mengapa saya sedemikian nge-fans berat dengan kedua wanita itu … :)

Secara fisik kedua orang ini sangat cantik … pesonanya seolah memancar dengan kuatnya dari wajah mereka yang ayu.  Semua sikap dan perilakunya juga sangat enak sekali dilihat mata.  Goyangannya tidak heboh seperti penyanyi-penyanyi dangdut karbitan yang … (maaf) …  kadang masih tidak bisa membedakan mana menyanyi mana menari striptease  Meskipun tanpa goyang yang erotis … aura Dangdut sangat melekat erat di kedua wanita cantik tersebut.  Cengkok dan intrepretasi lagunya sangat dangdut sekali … Pas Dangdut banget …  

Disiplin dan rendah hati … ini juga citra yang melekat di kedua penyanyi tersebut.  Tidak bertingkah yang aneh-aneh dan jauh dari santapan gosip miring.  Siti pun tidak merasa perlu untuk mengganti nama yang lebih “komersial” … I am what I am … tetap dengan nama Siti toh bisa terkenal juga.  Keduanya pun tidak JAIM ketika berhadapan dengan penggemarnya atau wartawan. ( … Hokeh …hbhaiklah … Hhttheerrlhaalluh …). 

Musikalitas dan kualitas suaranya pun tida diragukan … keduanya mempunyai kemampuan olah vokal yang sangat prima … Siti KDI pun bahkan sudah membuktikannya bahwa dia layak untuk menjadi penyanyi debutan nomer satu di ajang pemilihan penyanyi Kontes Dangdut Indonesia. 

Dan Cici Faramida seingat aku adalah satu-satunya penyanyi dangdut yang di percaya oleh Guruh Soekarno Putra untuk menyanyikan lagu dangdut ciptaannya … “Candu Asmara”.Ya … satu-satunya penyanyi dangdut yang dipilih langsung oleh Mas Guruh.  Dan kita tau bersama Mas Guruh merupakan salah satu pencipta lagu yang amat sangat selektif memilih penyanyi.  Beliau sangat detil dan rewel sekali dalam menentukan penampil lagu ciptaannya.  Taste dan seleranya pun sangat tinggi sekali.  Dan Cici lah yang menjadi pilihan pertama sang pencipta lagu terkenal tersebut.  Yah … sekali lagi mungkin baru satu-satunya penyanyi dangdut yang dipilih oleh Guruh. 

Aku pribadi juga melihat kedua penyanyi ini pun mempunyai inteligensi yang baik.  Siti (kalau tidak salah ) bahkan menyandang gelar akademik, seorang sarjana dari salah satu Universitas Swasta di Jakarta. 

Cici dan Siti membawa dangdut menjadi genre musik “gedongan” yang layak untuk diperhitungkan … yang jauh dari kesan kampungan dan tak berpendidikan … 

Hidup Dangdut Indonesia … !!! 

Untuk CICI dan SITI KDI …!!! … I love You … 

(judulnya Trainer jatuh cinta berat kepada dua kakak beradik penyanyi dangdut sekali gus …) :)





OLAH-RAGA atau …

24 03 2008

Minggu pagi …
Jam Enam Pagi …
Sibuk sekali …

Mengenakan celana Jersey mahal selutut, T Shirt bermerek seperti yang dipakai Federer.  Kacamata Oakley seperti pemain Ski Alpen.  Sepatu ? … tentu saja merek terkenal yang harganya Tiga jutaan dong … baru kemarin di beli di Pondok Indah Mall …
Tidak lupa asesories lainnya … Topi Cap Tiger Wood, Wrist Band, Waiste Bag dan juga knee protector.  Mantaff lah … 

Kesibukan yang sama juga ada pada sang istri …
Topi golep terbuka diikat berpita dibelakang … tak henti-henti di patutkan didepan cermin … jangan sampai merusak tatanan sasakan rambut yang susah-susah di tata semalam di salon langganan.  Sampai-sampai tidur pun mesti tengkurap.
Asesories lainnya juga tidak kalah heboh dengan sang suami … (kacamata Aigner segede jengkol, wrist band … dan Sepatu Ellesee warna pink … dengan kaoskaki senada
Wajah di make up dengan riasan blush on, lipstick dan maskara yang anti luntur tentunya.Melulur seluruh tangan dan kaki dengan Sun Block agar kulit tidak hitam … semprot parfum Paris mahal sana sini … Beres. 

Acaranya ??? … Jelas Mau Ke Gelora Senayan … 

Ahhhh … pasti mau Jogging nih, Olah raga, or driving atau paling tidak ikut senam aerobik di kawasan Olah Raga terbesar di  Indonesia itu … (atau mungkin menghadiri upacara peresmian acara gerak jalan sehat massal dalam rangka ultah suatu departemen ??) 

Ternyata bukan … sodara-sodara …, anda salah besar kalau menyangka mereka mau (benar-benar) berolah raga ke Senayan …  

Acaranya adalah … hanya untuk nongkrong “Makan Bubur Ayam” dan minum “Teh Botol” … yang dijual di mobil – mobil toko di seputaran Senayan itu. 

Eeeeeaaallaaahhh … Persiapannya itu loh … heboh bener … kayak atlit beneran. 

(Memang terus terang lapak keramaian pasar kaget dan pujasera Senayan ini jauh lebih ramai dan heboh dibandingkan dengan yang benar-benar berniat berolah raga ). 

Keringat mengucur bukan dari hasil berolah raga … namun justru dari hasil tawar menawar dengan pedagang lapak, kepedesan sambal bubur ayam dan juga berdesak-desakan dengan sesama “atlit belanja jongkok” dan “atlit kuliner” dadakan pagi itu …. (olah raga dalam bentuk lain bukan ?) 

BTW ini sedikit di “hiperbolisasi” berdasar pengamatan on the spot beberapa bulan lalu di Senayan …

Mudah-mudahan sekarang sudah tidak begitu lagi suasananya … 

Oh iya maaf … Ini sebetulnya judulnya adalah … KATRO edisi berolah raga !!! 

(huhahahhaha) :)