Ini tentang iklan lowongan pekerjaan di media-media massa …
Kita tentu sering lihat iklan lowongan pekerjaan di media massa yang mencantumkan kriteria (range) UMUR tertentu sebagai salah satu persyaratannya …
Macam-macam contohnya : Dibutuhkan karyawan umur max 30, atau Umur antara 25 – 30 thn, atau Belum berusia 40 pada tanggal 31 Desember 2008 dsb. dsb … Tentu sah-sah saja bagi sebuah perusahaan untuk mencantumkan syarat umur tertentu sebagai salah satu kriteria penerimaan pegawainya …
Namun menurut pendapatku ini adalah merupakan salah satu bibit awal … bentuk-bentuk Diskriminasi. Di negara-negara maju … setauku … para perusahaan tidak disarankan untuk mencantumkan kriteria UMUR dalam penerimaan pegawainya …
Coba lihat saja iklan lowongan perusahaan-perusahaan besar multinasional atau perusahaan-perusahaan asing dan juga lembaga-lembaga besar dunia. Mereka jarang mencantumkan kriteria umur. (kecuali untuk posisi Management Trainee … karena ini memang sengaja diperuntukkan bagi mereka yang baru lulus perguruan tinggi dan belum pernah bekerja).
Mengapa perusahaan di Indonesia masih mencantumkan syarat Umur ???. Kemungkinan ada beberapa sebab :
- Perusahaan mencari karyawan/ti yang masih dalam masa usia produktif
- Perusahaan menginginkan performa fisik dari umur tertentu untuk melakukan pekerjaan tersebut (kuat, penampilan menarik, dibutuhkan stamina yang prima dsb)
- Perusahaan tidak mau rugi mempekerjakan orang tua yang sebentar lagi pensiun.
- Atau sekedar ikut-ikutan saja, copy paste dari iklan lowongan kerja sejenis lainnya … tanpa alasan jelas. (aha …)
Di negara-negara yang menjunjung tinggi hak-hak asazi termasuk hak untuk mendapatkan pekerjaan, pencatuman syarat UMUR sudah dianggap telah membatasi hak seseorang untuk mendapatkan pekerjaan … dan ini disebut Diskriminasi …
Mengapa disebut Diskriminasi ???
Begini kurang lebih alasannya …Misalnya ada Perusahaan mematok umur 25 – 35 … dengan alasan ini adalah masa-masa produktif seseorang … Pertanyaannya adalah … apakah seseorang dengan umur 42 tidak bisa produktif ?. Apakah bisa dipastikan seseorang berusia 28 tahun lebih giat bekerja dibanding yang berusia 42 tahun. Belum tentu bukan ???
Mencantumkan syarat umur 20 – 25 tahun … dengan alasan lebih berpenampilan menarik sehingga bisa lebih banyak menarik pelanggan, customer dan sebagainya. Pertanyaannya apakah seseorang dengan usia 39 tidak bisa memikat pelanggan lebih baik dari pada wanita muda berusia 23 tahun ?. Coba lihat the best agent property dan Asurasi Top, sudah bukan berusia 20-25 tahun kan ??? (so what’s the point ).
Dibutuhkan karyawan /ti umur 25 – 35 tahun, … karena masih relatif sehat. Pertanyaannya apakah bisa dipastikan bahwa umur 40 thn itu pasti sakit-sakitan. Apakah tidak ada orang yang berusia 25 tahun itu sakit-sakitan ??? Ada juga bukan ???
Satu lagi contoh (supaya seimbang) … dibutuhkan karyawan senior usia 45 – 50 tahun … dengan harapan yang bersangkutan lebih berpengalaman, lebih matang dan lebih makan asam-garam pekerjaan tertentu …Siapa bilang usia 35 itu selalu lebih tidak berpengalaman dibanding 45 ? … ada jugakan yang usia 35 itu jauh lebih berpengalaman, lebih bijak dan lebih matang dibanding yang berusia 45 tahun ?
NAH LHO ?
Jadi bagi para perusahaan yang akan mencari karyawan sebaiknya berfikir dua tiga kali sebelum mencantumkan kriteria Umur sebagai salah satu syaratnya. Calon karyawan yang kritis akan mempertanyakannya … atas dasar apa melarang calon kandidat dengan usia tertentu untuk tidak melamar …!?
Pada hakikatnya memang sebaiknya … seseorang gugur kesempatannya untuk menjadi karyawan di suatu perusahaan itu adalah … karena memang mereka gugur berkompetisi kompetensi secara fair saat seleksi penerimaan … Dan sama sekali bukan gugur sebelum bertanding … hanya karena masalah UMUR.
yiha…kembali lagi berkunjung
diriku sudah dilokasi baru, tapi tetep kantor yang lama dengan koneksi yg dodol duwel.
Btw, gara-gara diskriminasi umur itu, aku tetap bertahan bekerja di kantor sekarang, meski sudah bete
Terima kasih Bos, sudah diingatkan. Bagaimana kita bisa melawan sistem yang sudah beranak pinak ini? Mungkin dari blog ini salah satunya. Aku baru kemarin memposting lowongan kerja untuk sebuah asosiasi. Di sana juga ada persyaratan umur. Wah jadi kena nih…Btw, terus menulis hal-hal yang tidak lazim dalam dunia kerja di Indonesia dibanding dengan standar internasional ya Bos.
Kalau menurut saya sih, setiap perusahaan (yang tentunya mewakili beberapa pikiran) pasti memiliki persepsi tertentu sehingga menganggap bahwa di kondisi A pasti hasilnya A. Dan seandainya kalau yang terjadi adalah B, berarti itu faktor ‘Anda Belum Beruntung’ semata ^_^
Mungkin sama kasusnya seperti kita memilih pasangan. Kadang ada yang bilang, lebih nyaman kalau berpacaran bukan dengan orang seumuran, karena dikhawatirkan akan egois dan mau menang sendiri.
Atau jangan yang berbeda usia terlampau jauh, nantinya nggak bisa nyambung (padahal belum tentu yang lebih muda itu lebih gaul, kan?).
Atau… jangan sama daun muda (buat yang perempuan), nanti malah ngemong, bukannya di-emong.
Well…
Kita sendiri juga punya asumsi dan persepsi kan? Mungkin perusahaan juga punya… karena di balik keputusan perusahaan, ada orang juga kan?
Eniwei…
maaf terlalu cerewet… dan salam kenal ya!
Untuk posisi-posisi usia >35 tahun, kita nggak akan menjumpai iklannya di media massa. Mau tau kenapa? Posisi yang ditawarin utk umur segitu biasanya udah manajer ke atas. Peminatnya cuma bisa melamar lewat agen rekrutmen (recruitment agency). Di Jakarta aja ada puluhan agen macam ginian.
‘Persekongkolan’ ini berlangsung antara perusahaan rekrutmen dan bag.SDM perusahaan. Semua perusahaan rekrutmen beroperasi dengan menyiapkan calon-calon hasil buruan mereka. Walhasil, meskipun ada lowongan, orang ‘luar’ yang sangat layak sekalipun gak akan kebagian kalo gak nitipin data diri mereka lewat perusahaan rekrutmen.
So pasti agen rekrutmen bilang, “Calon final ini adalah calon terbaik, udah kita seleksi…bla-bla-bla…prosesnya fair…bla-bla-bla…” Ya, itu kata mereka. Tapi banyak agen rekrutmen gak transparan + gak bisa diaudit, kok. Dan tetap aja ada ribuan pelamar kompeten di luar saja yang gak dapat informasi lowongan tersebut.
Gak sedikit agen rekrutmen juga didirikan oleh koneksi, pensiunan atau ex pegawai perusahaan yg buka lowongan. Jadi jalurnya bersifat eksklusif, susah ditembus. Siapa yg paling untung? Ya agen rekrutmen dong. Perusahaan gak bisa apa-apa kalo ada calon pegawai ideal yang tidak disalurkan sang agen. Mereka udah bayar uang muka ke agen! Rugi kan kalo batal. Yang mau melamar juga gak bisa apa-apa kalo gak melalui agen. Melamar lewat orang dalam? Sampai di sana, data Anda paling2 ditransfer ke sang agen juga buat diproses.
Ya cari kenalan orang agen rekrutmen sajalah…baik2in dia, traktir, banjirin hadiah, nanti juga dicariin job…nyebelin sih emang…