(Sarapan Pagi)
Kejadian ini terjadi di Surabaya, beberapa tahun yang lalu. Ketika itu aku sedang ada urusan pekerjaan di kantor Surabaya. Aku menginap di salah satu Hotel ternama di kota itu. Hotel tersebut lumayan penuh. Ternyata ada salah satu Instansi Plat Merah yang sedang mengadakan seminar di Hotel tersebut. Semacam Seminar Nasional gitu deh. Sebagian besar bapak-ibu peserta seminar yang dari daerah menginap disana.
Rencananya pagi ini Aku akan berkunjung ke kantor area Surabaya. Aku dijanjikan akan dijemput oleh driver jam 7.30 nanti. Pagi hari … jam 6.30 aku menuju Restoran Hotel tempat sarapan. Sudah lumayan ramai disana. Sebagian besar Bapak-bapak dan ibu-ibu berseragam instansi plat merah yang mau seminar nasional itu. Mulanya sih aku ndak begitu ambil posing. Namun entah kenapa Naluri “Meticulously Observant” ku muncul seketika. Sebab ada beberapa kejadian “janggal” yang terjadi disana.
Aku lihat ada sekelompok ibu-ibu yang membawa plastik putih bertuliskan “For Sanitary Napkin”. Untuk apa ??? … untuk membungkus Cookies/Roti/Pastry/Danish Bakery/Croisant dsb. Hah … mungkin ini untuk camilan di seminar nanti. Tapi tempatnya itu lho, kok ya ngambil plastik yang itu sih bu … ??? (apa ibu tidak tau artinya ???).
Dan yang lebih “idih” lagi … ada juga yang menggunakan plastik lain (kali ini yang ada bunga-bunga dan garis-garisnya ) bertuliskan “Shower Cap”. Huahaha yang ini agak besar, ada karet elastisnya lagi … .. bisa muat banyak. Mereka mengambil potongan semangka, jeruk dan buah-buahan. Ini juga mungkin untuk sangu camilan seminar nanti. )(aduh…)
Kelakuan bapak-bapaknya tak kalah ajaib. Ada beberapa orang yang dengan “kalap” nya mengambil sebanyak-banyaknya makanan yang disediakan. Mungkin takut “gak komanan”, takut kehabisan. Atau mungkin sudah Naluri Plat Merah ? (Sikat Semua, Aji Mumpung … ).
Bubur ayam, Omellete, Nasi Goreng, Salad, Kacang Ijo, Pastry, Toast, Jus Jeruk, Susu, Air Putih, dan juga Dim Sum … di embat semua … yang akhirnya tersisa buanyak sekali karena tidak termakan. (Ah mubazir Bapak …!!!)(mbok ya jangan serakah gitu toh …).
Cepat aku selesaikan sarapan pagi ku. Sebagian dari Bapak-bapak itupun sepertinya sudah selesai makan. Leyeh-leyeh kekenyangan. Belum kerja sudah leyeh-leyeh. Aku dengar di sebelahku ada suara sendawa … glege-en keras dan marem sekali … sambil mengelus perut buncit dan mengepulkan asap rokoknya … (hhmm … kekenyangan ya pak ???)
Ada juga yang baca koran sambil ngemut tusuk gigi (macam sopir angkot). Dan asiknya lagi, sisa makanan hasil dongkrakan tusuk gigi itu … “dilepehkan” dengan demonstratifnya … pluff … tuff … tuff kelantai tentunya … (macam di warteg saja…). Eh iya Baca korannya sambil memakai kacamata hitam lho … ah pol tenan wis … Pongah sekali … (dan aku berani bertaruh … bahwa di kantung belakang celana seragamnya pasti ada … SISIR …)
Aaahhh … plis deh Bapak … Pis Deh Ibu … ??? Tolong … Tolong Behave …
Yang jelas suasana makan pagi ku hari itu ribut dan sumpek sekali. Sungguh tak nyaman. Suara cekakakan dan cekikian, obrolan keras, dengan logat daerah masing-masing mewarnai suasana resto yang tidak terlalu besar itu …
Cepat-cepat aku keluar … aku takut jika lebih lama lagi aku disana, bisa-bisa aku nekat akan menegur mereka … (dan ini adalah sebuah tindakan yang konyol dan sia-sia)
Aahh … Trainer tak habis fikir … !!!
(yang jelas sejak saat itu … aku minta sekretarisku kalo mau booking hotel untukku di kota mana pun … tanyakan dulu apakah ada instansi Plat Merah yang lagi meeting ato seminar nggak, .. pada tanggal-tanggal tsb.) (Jika ada …mending cari hotel yang lain … dari pada darah mendidih …).
MEREKA BILANG ...