BLOG REVIEW

30 05 2008

Sudah Bulan kelima aku melakukan aktifitas perngeblogan ini.

Sudah saatnya aku melakukan review terhadap performa blog ini …

Akan ada tiga hal yang akan aku lihat

  • Number of Posting
  • Number of View
  • Number of Comments

(Data diolah dari WordPress Dashboard)(Up date per 30 May 2008, jam 14.00)

(…hehehe trainer kurang kerjaan ini )

Number Of Posting

Dari Grafik 1 diatas bisa disimpulkan bahwa trainer mengalami sedikit penurunan produktifitas pada bulan maret dan april.  Januari dan Februari tinggi … karena ini merupakan masa norak-noraknya si trainer ngeblog.

 

Number of View

Alhamdulillah jika dilihat dari jumlah view yang masuk atau melongok blog trainer ini … terlihat mengalami peningkatan.  Namun percepatan dari penaikan ini sedikit menurun pada dua bulan terakhir.  Tantangan bagi Trainer untuk lebih membuat blognya lebih menarik lagi …

 

Number of Comments

Dari grafik diatas, Alhamdulillah terjadi kenaikan jumlah Komentar yang masuk dari Bulan Ke Bulan … dan untuk ini … Trainer dengan segala kerendahan hati mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian yang telah diberikan oleh rekan-rekan semua …

Teman Blog semua … I Love You All … !!!

(For The Ordinary Trainer : … Maju terus bro … !!!)





LATAH … !!!

29 05 2008

 

Ini bukan mengenai perilaku “eh copot…copot…” itu.

Ini adalah fenomena perilaku “meniru-niru” … Meniru apa yang sudah terkenal sebelumnya.  Alias mengekor popularitas.  Ini aku sebut LATAH …

 

Masih ingat Buku “Ayat-ayat Cinta” … Kang Abik itu kan ????

Nah … kemarin aku jalan-jalan ke toko buku Gramedia Cinere …

Dan menemukan Buku berjudul … “Bait-Bait Cinta” dengan cover yang hampir sama, close up mata bening … tetapi nuansa warnanya hijau …(bukan kuning)

 

HAH 

 

Aku takut nanti akan keluar lagi buku novel berjudul … “Pasal-Pasal Cinta”, “Bab-bab Cinta”, “Paragraf-paragraf Cinta”, “Huruf-huruf Cinta” … juga “Klausul-klausul Cinta”

 

Atau Jangan-jangan ada pula yang nekat menerbitkan …”Pledoi-pledoi Cinta”,  “Quotes-Qoutes Cinta”, “Kutipan-kutipan Cinta”, “Memo-memo Cinta”, “Sanggahan-sanggahan Cinta” … bahkan …. “Draft-draft Cinta” …

 

Mungkin pembaca menyangsikan … ah nggak gitu-gitu amat kaleeee …

 

Eh siapa tau aja bisa terjadi …

Kalau nafsu LATAH sudah diubun-ubun … apapun bisa saja terjadi … !!!

“Kreatifitas” dan “orisinalitas” … bisa jadi berada di urutan nomor ke seribu duaratus tigapuluh enam.

 

Masih ingat … sinetron “Tersanjung” ??? (ada Tersanjung 1, 2 … sampai Tersanjung ke dua ribu enam belas sepertinya …).  (Latah juga ya ?)

 

Ada contoh LATAH yang lain nggak ya ???





PR (akhirnya)

28 05 2008

Akhirnya aku ngerjain PR juga …

 

Sebagai murid Per ngeblogan yang masih yunior … mau ndak mau aku mau ikut-ikutan ngerjain PR yang sudah banyak dikerjakan oleh para SENIOR Blogger … (ndak enak soale …)

(Biarin deh … telat-telat deh tuh …).

(BTW ini kerjaan siapa sih yang mulai pertama kali …???)(Arrgghhh)

OK THIS IS ME …

 

(JAWABAN AKU INI … DILUAR HAL HAL YANG BERSIFAT … RELIGIOUS and MY FAMILY ya …)

 

I’m passionate about :

1.      Piano and Keyboard

2.      Training and Development

And …

3.      Music … lah !!! (what else …?!)

 

 

Mostly I say :

1.      “Sip !!!”

2.      “abcd” Sangat !!!” … (“abcd” bisa diganti ungkapan apa saja …)

And …

3.      “Ah Dodol nih”

 

 

I’ve just finished reading :

1.      The Kite Runner by Khaled Hosseini

2.      Check List : Competency Development for Marketing Dept. by Me

And …

3.      Materi Handout untuk Training Minggu Depan

 

Jika ALLAH mengijinkan Before I die, I want to : (khusus yang ini berhubungan dengan Religion and Family)

1.      Naik Haji …

2.      Melihat Ketiga Anakku si Wisuda

And …

3.      Meminta Rp. 10.000 saja dari Gaji Pertama Anak-anakku … (mau aku belikan bakso dan es teh manis dan merasakan kenikmatannya yang membahagiakan … krn Ini dibeli dari uang halal hasil keringat anak-anakku tercinta … !!! (ah kenapa mataku berair ini …)(just cannot help it …)(sorry)

 

I love listening to …

1.      The Manhattan Transfer

2.      Bali Relaxation Lounge CDs

And …

3.      Suara anak-anak murid SD di sekolah yang sedang belajar membaca !!! (ah aneh sangat trainer yang satu ini)

 

What my friends like about me …

1.      Kata Trainee saya … saya Smart dan Lucu !!!

2.      Kata Teman saya … saya itu “know what he’s doing” !!!

And …

3.      Kata Istri saya … saya Macho dan Jantan (dilarang protes … !!!)(Hanya dia yang bisa merasakannya)

 

Last year I learn :

1.      How to Blog !!! (Dec 2007)

2.      How to Play … Winning Eleven !!! (norak bener … !!!)

And …

3.     Bahwa Tidak semuanya bisa dibeli dengan Uang … !!! (hhhmm … ini dalam sangat …)

Trus abis itu aku mesti ngapain ???





SWINGIN’ AJI

26 05 2008

 …  Kali ini adalah Tayangan … Infotainment  )

(Hettrik lagi hari ini (26 Mei) … Setelah Tayangan Sedih “ALIEN” dan Tayangan Bisnis “TAS KERTAS”

 

 

Indonesian Idol spektakuler show ke dua… Jum’at Malam… 23 Mei 2008.

AJI kontestan asal Yogyakarta menyajikan suatu penampilan yang patut diacungi jempol.  Si kupret itu (aku pinjam istilah ini dari Wennyaulia) menunjukkan kemampuan primanya yang membuat juri dan penonton kesengsem … (termasuk aku).

 

Dengan Wajah hancur … dandanan biasa saja … kaca mata segede jengkol … AJI sanggup membius penonton dengan nyanyiannya.  Seharusnya memang packaging tidak begitu penting … yang penting adalah “Soul, Feel, dan Content”.  Karena memang pada hakikatnya ini adalah kontes nyanyi … bukan kontes fashion show … bukan kontes dance grup … bukan kontes penata rambut … apalagi sinetron melodrama berurai air mata …

 

Lagu “Ketahuan” dari Matta yang pop standart dan a bit dangdut itu, bisa di buat Swing dengan “feel dan soul” yang prima … entah dari mana dia mendapatkan style tersebut …

Pujian yang sama aku tujukan juga untuk Andy Rianto … sang musisi.  Bagus dan pas sekali aransemen pengiringnya malam itu.

 

Swing is about “ngayun” … “ngalir”.  Pianis akan pusing kalo disuruh “nywing” seperti itu, tangan kiri harus full manufer bergerak terus … capek & ribet nian.  Sebetulnya yang lebih ribet itu adalah si penyanyi.  Tidak mudah untuk menyanyi dengan “ayunan-ayunan” mainstream seperti itu.  Tidak banyak penyanyi kita yang bisa melakukan style tersebut dengan prima.  Kalo dari manca negara mungkin ada The Manhattan Transfer (group nyanyi idolaku).  (Dan satu lagi yaitu Orkes Glen Miller … tapi ini jadul sangat … anak-anak sekarang pasti tidak mengenal oknum ini).

 

Yang jelas … Swing yang di sajikan Aji kemarin … memang the “java” swing … ayunan khas Jazz Mainstream yang diramu ala Jogya … (ibarat makanan … seperti “steak bacem” lah kira-kira …).

 

So keep on SWINGIN’ AJI … !!!.

Aku tunggu kejutanmu minggu depan !!!

 

Buktikan pada Indonesia bahwa didalam Musik (sebetulnya) … : “Packaging” is far less important than “Soul and Content”.

 

(Mau belajar swing ??? … coba saja nyanyikan …”Susah juga ternyata … punya pacar bermata liar …”

Dengan “Ngayun” … dengan “relax” … tapi tetap “on tempo” … )

(BTW ini siapa yang nyanyi ya … lupa aku ???)

 

(Kalo mau belajar “Swing” yang lain … belajarlah sama Chris John …)(hihihi …)(Eta mah Tinju atuh)





ALIEN

26 05 2008

 

Aku mau cerita pengalamanku di tahun 1996 - 1997.  Waktu itu aku baru dipindah tugaskan oleh kantorku.  Dari Surabaya ke Jakarta.  Hmmm Ada Senang ada sedihnya …

 

Senang karena aku bisa kembali dekat dengan kedua orang tuaku … Sedih karena aku berpisah untuk sementara dengan Anak Istriku.  Aku belum bisa segera membawa keluargaku untuk ikut pindah.  Karena menunggu permohonan pindah kerja Istriku disetujui dan juga aku belum mendapatkan rumah untuk keluargaku tinggal di Jakarta.  So sementara waktu aku tinggal dirumah orang tuaku dulu di Jakarta, dan setiap weekend pulang ke Surabaya.  Naik kereta Argobromo Anggrek.  Mau naik pesawat mahal bo’ … ndak kuat aku … Penerbangan swasta murah meriah belum ada waktu itu … Jadi Tiap Jum’at malam pulang kantor aku langsung ke Stasiun Gambir … Sampai di Surabaya Sabtu Pagi.   Minggu malamnya balik ke Jakarta naik kereta lagi.  Sampai di Jakarta Senin Pagi langsung ngantor … (So waktu untuk keluarga praktis hanya 36 jam saja per minggu).

 

November 1996 anak Tengahku lahir … sedih sekali aku tidak bisa mendampingi masa perkembangan anak tengah ku itu day to day.

Ada suatu kejadian yang demikian menyayat hati.  Aku lupa tanggalnya tapi yang jelas itu hari Sabtu jam 6 pagi.  Aku baru saja tiba dari Jakarta.  Waktu itu si Tengah sedang senang-senangnya “tetah” belajar jalan.  Usianya 10 - 11 bulan.  Dia habis dimandikan oleh Almarhumah Neneknya (ibu mertuaku).  Mau jalan-jalan pagi keluar berjemur matahari pagi … sambil di tetah oleh Nenek dan Bundanya.

Aku pas sampai didepan pintu rumah.  Masih mengenakan jaket dan ranselku.  Plus tampang kucel karena perjalanan semalam suntuk di Kereta Api … . kurang tidur …

“Aadduuhhh anakku sayang … si cakep mau jalan-jalan yaaa “ aku sapa dia, segera ingin menggendong dan memeluknya … melepas rasa rinduku.  Namun sekonyong-konyong … si Tengah malah nangis jejeritan memeluk Neneknya … gemetar ketakutan … ah … dia tidak mengenali Ayahnya … dia bagaikan melihat ALIEN …

 

Aduh Nak … ini Ayahmu nak … maafkan ayahmu … belum bisa membawa kalian semua ke Jakarta.   Jujur Aku menangis waktu itu.  Hati ini sedih namun tidak bisa berbuat apa-apa.  Keadaanlah yang membuat si Tengah harus berkorban, tidak bisa bertemu ayahnya setiap hari.  Perih pren … perih bener perasaanku waktu itu.  Anak tengahku tidak mengenaliku.

 

Dengan usaha perlahan-lahan dan penuh kesabaran seharian membujuk bersama si Sulung dan Bunda … akhirnya bisa juga aku ketawa-ketawa, bermain-main dan menggendong si Tengah.  Namun ketika kita sudah mulai lengket, Aku sudah harus balik lagi ke Jakarta.  Aarrgghh … kita berpisah lagi.  So Minggu depan harus dimulai dari awal lagi.  Membina kedekatan emosional dengan anak Tengahku.  Kalau ingat itu … rasanya aku adalah Ayah yang paling tega sedunia … telah berlaku tidak adil terhadap si Tengah …

 

Beberapa waktu yang lalu … Setelah si Tengah besar, aku pernah bercerita mengenai hal ini … dan dia tertawa … “Hahaha Bimo dulu begitu ya Yah, cengeng amat yak …???”

Aku juga minta maaf kepada dia … karena pada masa awal pertumbuhannya aku tidak bisa dekat dengan dia waktu itu … Dan apa jawab si Tengah … ???

“Santai aja lagi Yah … Bimo tetep sayang sama Ayah kok … jangan kuatir …” sambil mengedipkan matanya … dan menepuk pundak ku …

 

Ah si Tengah ku itu …





TAS KERTAS

26 05 2008

 

Ini tentang tas Ketas.  PAPER BAG.  Tas yang biasa kita dapat, kalau kita membeli atau berbelanja barang-barang busana, gadget elektronik, HP, sepatu, parfum, atau asesories.  Biasanya dari merek-merek yang terkenal.  (Dibagian luarnya akan terpampang dengan jelas Logo Branding dari produk tersebut).

 

Aku mengamati bahwa perlakuan kita pada PAPER BAG ini sangat berlainan dengan perlakuan kita terhadap rekannya … TAS KRESEK …

Kalau TAS KRESEK itu pasti kita simpan di dapur … untuk kita gunakan membuang Sampah atau membungkus pakaian kotor jika kita bepergian … dan yang paling tragis adalah biasanya kita simpan di belakang kantung kursi mobil … siap-siap kalau nanti ada penumpang mobil kita yang muntah.  Pokoknya nista sekali nasib si TAS KRESEK ini …

 

Sangat Lain dengan TAS KERTAS.

TAS KERTAS atau paper bag biasanya malah kita sayang-sayang dan kita eman-eman. Kita selalu memperlakukan TAS KERTAS ini sama terhormatnya dengan barang yang kita beli, yang ada didalamnya.  Sekali lagi … TAS KERTAS itu pantang di buang.

Kita akan dengan bangga membawa-bawa TAS KERTAS ini kemana-mana … kalau kita ke Kantor atau bepergian ketempat kerabat.  Apa lagi jika merek yang tercantum di Tas tersebut … merek yang mahal.  Seolah kita ingin mengumumkan kepada Dunia … bahwa kita baru saja membeli Merek-merek tersebut … Pamer … !!!

 

Terus terang saja … Aku berperilaku seperti itu … Ketika aku membeli Celana Jeans LEVI’S bulan Februari lalu, sampai sekarang aku tidak membuang TAS KERTAS hasil belanja Jeansku itu.  Ketika ada Training aku selalu membawa Dokumen Hand-Out atau perlengkapan lain dengan menggunakan TAS KERTAS tersebut … ah gaya sangat !!!.

 

Dan asal tau saja … waktu aku beli Jeans itu … aku ngemis-ngemis kepada mbak kasir yang jaga di Gerai Original Store Levi’s Pondok Indah I itu … “Mbak … Tas-nya boleh minta dua nggak ???” dengan menyuguhkan senyum paling manis yang aku punya …(tepatnya senyum “meminta” yang paling mengiba-iba …).

Dan berhasil sodara-sodara … !!! Aku dikasih TAS KERTAS dua … aasiiiikkkk … (Trainer Norak Sangat … !!!).

 

Hah … jadi juga aku petantang-petenteng … dan akan lebih lama durasinya … karena aku punya dua … jadi kalo rusak satu … masih ada lagi gantinya …

 

Kalau saja TAS KRESEK punya Badan Eksekutif … pasti sudah demo besar-besaran dia … menggugat perlakukan diskriminatif para konsumen yang selalu menganak emaskan TAS KERTAS. (… mungkin akan disingkat TUGU kresek juga kali …)

 

(Pelajarannya … jika anda Pemilik outlet, Produsen busana, gadget, atau Assecories dsb… please buat TAS KERTAS sebagai salah satu barang Merchandise / Promo Items / Retail Supportnya … ditanggung Branding Eksposurenya akan Long Lasting … !!!).  (Dan jangan buat TAS KRESEK … karena nanti akan jadi plastik pembuang sampah saja …).

 

Mau bicara tentang Environtment Friendly ??? Tas Kertas juga tetep menang dari Tas Kresek.





ESTAFET

23 05 2008

(Hetrik lagi hari ini setelah tulisan : M.B.A dan AKHIRNYA DATANG JUGA) 

 

Serial Nge Blog Konservatif tradisionalis ala Trainer. 

Secara tidak sadar aku sering melakukan blog walking dengan cara ESTAFET ini …

ESTAFET adalah cara blog walking yang sambung menyambung.

 

Aku baca blog temanku si A … kasih komentar disana … lalu lihat keatas … ke komentar-komentar yang masuk disitu sebelum aku … Aku pilih komentar yang paling OK … lalu aku klik blognya … (katakanlah blog B).

Di Blog B aku cari tulisan yang menarik … baca … kasih komentar bila perlu … lalu lihat lagi komentar sebelumnya yang sudah masuk di Blog B itu … pilih yang bagus … misal Blog si C.

 

Aku klik lagi Blog C … cari tulisan … baca … celingukan di komentar … cari lagi Blog bagus dari situ … yaitu Blog D … click lagi … demikian seterusnya …

 

So modal estafet ini adalah dengan melihat komentar orang di blog teman, lalu temannya teman, kemudian teman dari temannya teman … (hah bingung kan …).  (ya pokoke gitu lah … sambung menyambung …)(terus sampe bosen …)

 

Yang susah itu biasanya adalah … yang kasih komentar biasanya ya “kita-kita” juga alias “dia lagi-dia lagi” … muter disituuuuuu aja … hehehe … ketemunya elo lagi … elo lagi.  Karena biasanya sudah terbentuk suatu komunitas tertentu yang terdiri dari beberapa Blogger … yang saling memberi komentar …

Jadi seninya adalah bagaimana kita keluar sebentar dari komunitas kita …. Kita eksplorasi lagi di komunitas tetangga yang lain …

 

Secara tidak sadar lama kelamaan … kita akan berada di area irisan himpunan bagian dari beberapa komunitas yang berlainan …

 

 

 

Dan ini lah indahnya nge BLOG …

(Ah Trainer sok analitis luh …)





AKHIRNYA DATANG JUGA

23 05 2008

 

Sebuah acara variety show di Trans TV.  Setiap Minggu Malam.  Mengundang 4 orang selebritis dan meminta mereka untuk berakting dan berimprovisasi … memainkan peran yang sama sekali tidak mereka ketahui sebelumnya …  Betul-betul instant … prima vista.  Ujug-ujug mak jegagik bin mak bedunduk … jeduar …

 

Kecerdasan Linguistik para kontestan diuji.  Kecepatan berfikir pun dituntut prima.  Kepandaian membaca situasi juga harus paten … Kepandaian berakting, bermain peran tak usah ditanya … itu penting sangat.

 

Pendek kata reputasi para seleb dipertaruhkan ….

 

Akibatnya terjadi kelucuan-kelucuan yang mengagetkan karena banyak situasi dan dialog yang tidak terduga oleh para peserta … sehingga mereka mati gaya dan mati kata-kata …clingak-clinguk ah ih uh …  yang malah justru membuat para penonton tertawa-ketiwi terpingkal-pingkal …

 

Menurut pengamatan ku … biasanya para KOMEDIAN atau PELAWAK cenderung akan lebih cepat sukses beradaptasi dan mempunyai kemampuan berimprovisasi yang prima … karena mereka sudah sangat terbiasa untuk membawakan sketsa instant … cerita tanpa naskah … Biasanya merekalah yang langganan meneripa Tropi “akhirnya datang juga” dari Didi Petet sang juri, sebagai best performer.

 

Berbeda dengan pemain sinetron, artis, pembawa acara atau penyanyi (bahkan pengacara) … mereka kebanyakan justru mati kutu.  Karena mereka terbiasa berlakon dengan naskah yang telah tersedia … dan dipersiapkan dengan baik.  (Atau apa mungkin karena memang kadar Intelektualitas dan kecepatan berfikir mereka rendah ya ???) .. (Ah trainer sinis sangat … ). (maafkan daku para artis sinetron …)

 

Tetapi apapun itu … Acara ini yang cukup menghibur … !!!