ALIEN
Ditulis oleh nh18 di/pada 26 Mei 2008
Aku mau cerita pengalamanku di tahun 1996 – 1997. Waktu itu aku baru dipindah tugaskan oleh kantorku. Dari Surabaya ke Jakarta. Hmmm Ada Senang ada sedihnya …
Senang karena aku bisa kembali dekat dengan kedua orang tuaku … Sedih karena aku berpisah untuk sementara dengan Anak Istriku. Aku belum bisa segera membawa keluargaku untuk ikut pindah. Karena menunggu permohonan pindah kerja Istriku disetujui dan juga aku belum mendapatkan rumah untuk keluargaku tinggal di Jakarta. So sementara waktu aku tinggal dirumah orang tuaku dulu di Jakarta, dan setiap weekend pulang ke Surabaya. Naik kereta Argobromo Anggrek. Mau naik pesawat mahal bo’ … ndak kuat aku … Penerbangan swasta murah meriah belum ada waktu itu … Jadi Tiap Jum’at malam pulang kantor aku langsung ke Stasiun Gambir … Sampai di Surabaya Sabtu Pagi. Minggu malamnya balik ke Jakarta naik kereta lagi. Sampai di Jakarta Senin Pagi langsung ngantor … (So waktu untuk keluarga praktis hanya 36 jam saja per minggu).
November 1996 anak Tengahku lahir … sedih sekali aku tidak bisa mendampingi masa perkembangan anak tengah ku itu day to day.
Ada suatu kejadian yang demikian menyayat hati. Aku lupa tanggalnya tapi yang jelas itu hari Sabtu jam 6 pagi. Aku baru saja tiba dari Jakarta. Waktu itu si Tengah sedang senang-senangnya “tetah” belajar jalan. Usianya 10 – 11 bulan. Dia habis dimandikan oleh Almarhumah Neneknya (ibu mertuaku). Mau jalan-jalan pagi keluar berjemur matahari pagi … sambil di tetah oleh Nenek dan Bundanya.
Aku pas sampai didepan pintu rumah. Masih mengenakan jaket dan ranselku. Plus tampang kucel karena perjalanan semalam suntuk di Kereta Api … . kurang tidur …
“Aadduuhhh anakku sayang … si cakep mau jalan-jalan yaaa “ aku sapa dia, segera ingin menggendong dan memeluknya … melepas rasa rinduku. Namun sekonyong-konyong … si Tengah malah nangis jejeritan memeluk Neneknya … gemetar ketakutan … ah … dia tidak mengenali Ayahnya … dia bagaikan melihat ALIEN …
Aduh Nak … ini Ayahmu nak … maafkan ayahmu … belum bisa membawa kalian semua ke Jakarta. Jujur Aku menangis waktu itu. Hati ini sedih namun tidak bisa berbuat apa-apa. Keadaanlah yang membuat si Tengah harus berkorban, tidak bisa bertemu ayahnya setiap hari. Perih pren … perih bener perasaanku waktu itu. Anak tengahku tidak mengenaliku.
Dengan usaha perlahan-lahan dan penuh kesabaran seharian membujuk bersama si Sulung dan Bunda … akhirnya bisa juga aku ketawa-ketawa, bermain-main dan menggendong si Tengah. Namun ketika kita sudah mulai lengket, Aku sudah harus balik lagi ke Jakarta. Aarrgghh … kita berpisah lagi. So Minggu depan harus dimulai dari awal lagi. Membina kedekatan emosional dengan anak Tengahku. Kalau ingat itu … rasanya aku adalah Ayah yang paling tega sedunia … telah berlaku tidak adil terhadap si Tengah …
Beberapa waktu yang lalu … Setelah si Tengah besar, aku pernah bercerita mengenai hal ini … dan dia tertawa … “Hahaha Bimo dulu begitu ya Yah, cengeng amat yak …???”
Aku juga minta maaf kepada dia … karena pada masa awal pertumbuhannya aku tidak bisa dekat dengan dia waktu itu … Dan apa jawab si Tengah … ???
“Santai aja lagi Yah … Bimo tetep sayang sama Ayah kok … jangan kuatir …” sambil mengedipkan matanya … dan menepuk pundak ku …
Ah si Tengah ku itu …










heryazwan berkata
Aku terharu banget, Bos dan sangat bisa merasakan bagaimana nggak enaknya hidup berjauhan. Aku dulu pas penganten baru setahun pisah dengan istri. Dia di Jakarta, aku di Bandung. Yang banyak nangis sih dia. Kalau aku sih nggak sampe nangislah…Ketemu cuma seminggu sekali, mana Sabtu masih masuk setengah hari.
heryazwan berkata
Wah, yang tadi pertamax ya Bos? Bukti kesetiaanku padamu…Halah.
ulan berkata
mana skrinsut nya??
yellashakti berkata
ayah yang baik,,,
yellashakti berkata
jadi terharu,,,
jeunglala berkata
it must have been so hard ya, Om…
*maksudnya buat si Tengah, masa ada Alien nyasar ke rumah.. hehehe*
Ga deng… pasti berat buat Om…
Yang penting sekarang uda lengket kan? Alhamdulillah…
SWINGIN’ AJI « the ordinary trainer writes … berkata
[...] lagi hari ini (26 Mei) … Setelah Tayangan Sedih “ALIEN” dan Tayangan Bisnis “TAS [...]
vei berkata
wah kerasa sih sakitnya.. “padahal aku lom pernah punya anak” tapi emang kerasa banget.. mau gimana lagi resiko pergi tinggalin keluarga di tempat jauh..
nh18 to vei
Ya begitulah kira-kira …
(wah linknya ndak ada nih)
Ikkyu_san berkata
kadang sikon yang menyebabkan begitu.
aku juga dulu waktu kecil sampe bingung kalau temen bilang “Bapak saya ke kantor jam 7 tadi pagi…”
“Kantor tuh apa sih???”
soalnya bapak saya waktu itu sedang training di LN.
Tapi percaya deh bukan jumlah waktu yang dilalui bersama
tapi kwalitas nya. Dan Bimo pasti akan ingat waktu-waktu berkesan itu meskipun singkat.
Bagaimana dengan Arjuna dan Pandu? (nebak asal …ketauan anak tengah bernama BImo hihihi)
Oemar Bakrie berkata
Wah kok hampir sama ya? Parahnya waktu itu saya malah serumah lho, nggak seperti Pak NH yg pisah kota. Pasalnya dikejar deadline begitu pulang kantor cuma sempat ’say hi’ langsung kerja lagi di depan komputer, istirahat cuma buat makan (maklum Oemar Bakrie muda banyak tuntutan kebutuhan dan belum banyak pengalaman). Cuma seminggu, begitu kerjaan kelar anak saya nggak mau saya deketin, malah melengos serasa gak kenal. Wah … nyesel banget waktu itu …
IndahJuli berkata
duh kebayang deh sedihnya

)
aku aja sama yang ragil (Kayla, 3,5 tahun), sering merasa berdosa kalau pas mau berangkat kerja dia bilang : Ina ngak usah kerja, temenin aku aja tidur lagi
duh kok malah curlong (curhat colongan
kaudanaku berkata
duh….trenyuh aku om pas mbacanya. jadi semakin berpikir untuk resign nih, biar ntar de2kku ga nelongso ga ketungguan bundanya.
natazya berkata
heuheuheuehueh
manis kali…
jadi ingin punya si tengah
ah om kirain ngomongin aliennya indiana jones ;p
kabarihari berkata
hahaha ternyata pak Trainer ini Alien ya..mengerikan
tintin berkata
wah saya sejak awal nikah sudah berjauhan ..
sekarang sedang menjalin untuk kembali berkumpul bersama walau dengan rumah kecil seadanya ..
doakan yah bu ..?
Nin berkata
He.. kurang lebih ceritanya ya Pak…
Tapi sekarang sudah berkumpul kan…
Luqman, si sulung yang paling sedih dengan kondisi berjauhan dengan abinya…
Jadi terinspirasi nih mau cerita juga….
WISUDA « the ordinary trainer writes … berkata
[...] ku si Tengah ini justru menangis ketika melihat Ayahnya datang … (lihat postingan ku berjudul ALIEN … [...]
mysparkling berkata
::terharu, melihat kedekatan ayah & anak::
semoga kelak aku bisa sedemikian juga dengan anak2ku
*dandan, siap2 hunting cari ibu-nya anak2ku, hehehe*
Salam kenal ya bang
Cheers,
Aji
Ratna berkata
Wah, jadi inget jaman saya jauhan sama bapaknya anak-anak. Waktu anak tengah saya bayi sampai umur 2 tahun. Tapi malah lengket sama bapaknya yang pulang 2 minggu sekali. Kalau bapaknya pulang, saya dicuekin. Ngga mau digendong-gendong acan.. Kan syebel juga….
yulism berkata
Cerita yang sangat menyentuh sekali Pak, saya bisa bayangkan betapa beratnya perjuangan waktu itu. Syukur semua sudah terlampau dan si tengah juga tumbuh menjadi anak yang baik. thanks