(Tulisan ini aku dedikasikan untuk Menyik … pemilik saung bunda. Sebagai apresiasi atas kontribusi komentar-komentar kalapnya di Blogku. Menyik menduduki Peringkat ke 2 dalam jajaran pemberi komentar terbanyak di blog ini. Lihat tulisan THE BEST 18). Menyik pernah bercerita tentang kakak laki-lakinya… si Kendi. Mereka kalau tidak salah hanya 2 bersaudara. Sama dengan trainer ini … begini ceritanya …
——
Aku anak sulung dari dua bersaudara. Adikku perempuan. Umur kami berbeda 4 tahun. SD-SMP kami sama. Tapi SMA kami berlainan. Aku di sekolah negeri. Dia di sekolah swasta (yang muridnya perempuan semua itu). Aku dan dia, kalo lagi kompak ya kompak saling bantu. Tapi kalo lagi nongol ego masing-masing … hah … macam Tom and Jerry … (aku tidak tau siapa tom dan siapa jerrynya).
Contoh riil … jaman aku SD/SMP … aku berlangganan majalah HAI. Setiap tanggal majalah itu terbit … aku pasti selalu wanti-wanti kepada asisten rumah tangga kami untuk meletakkan nya dengan rapi lengkap dengan plastiknya di atas kulkas. Sehingga pulang sekolah aku bisa segera membacanya. Pernah pada suatu ketika, aku dapatkan majalah itu sudah tidak terletak diatas kulkas lagi seperti biasanya … plastik sudah tidak rapi lagi … dan ada beberapa halaman yang lecek … GGrrrhhh berarti sudah ada yang baca duluan sebelum aku… sudah ada yang menyentuh majalah itu sebelum aku … !!! Siapa lagi kalo bukan ulah Adikku … si Sruntul itu. Karena dia pulang sekolah duluan … Hah … langsung aku marah-marah ke dia … Adik ku sampai nangis waktu itu … (Alhamdulillah kami tidak diajarkan oleh orang tua kami untuk menggunakan kekerasan fisik). Jadi aku hanya bisa marah teriak-teriak ke adikku. Adikku sampai ketakutan.
And you know what … Siang itu juga, tanpa mengganti pakaian seragam. aku keluar rumah. Lho mau kemana ??? Mau minggat kah ???
Ooooo tidak sodara-sodara … aku justru pergi ke kedai majalah dekat rumahku. Aku khusus membeli lagi majalah HAI terbitan hari itu … persis seperti yang ada dirumah … Aku pilih sendiri … dari tumpukan yang paling bawah … yang belum dipegang-pegang … belum dibaca-baca orang … yang masih kinclong … dan belum lecek … !!!
Aaahhh pooaaass … pooaaasss … aku tangan pertama yang menyentuh Majalah itu.
Ibu hanya geleng-geleng kepala … artinya hari itu … dirumah ada dua majalah HAI … terbitan sama … persis plek ketiplek … (What a waste). Perbedaannya hanyalah … yang satu udah disentuh/dibaca orang duluan (yaitu adikku) … yang satu lagi Akulah si tangan pertama . (hhmmm Selfish sekali ya Trainer ini …)(huahaha baru sadar yak)
Sampai sekarang jika kami (aku dan adikku) bercerita nostalgia mengenai hal ini … kita bedua cekakakan gak keruan … dan anak-anak kami … hanya melongo … (heran sangat)
Dan satu lagi … kami berdua mempunyai initial nama yang sama NH … memang nama kami mirip … (ya seperti model Anto & Anti atau Dono & Dini gituh …)(Bapak-ibuku gak kreatip bikin nama). (hehehe maap pak-bu).
Dan Adikku itu memanggil aku TIDAK dengan Mas, Kak, Bang, Bro atau yang sejenisnya … Dia langsung memanggil namaku tanpa kata sandang… Bahkan Cuma elu gua doang … kayak manggil preman kenek saja. Kagak ada hormat-hormatnya …
Tapi sekarang sih lain … aku panggil dia Tante … Dia membahasakan diriku … Pak De … (gak enak coy kalo manggil nama asli didepan anak masing-masing …)
Heh Tante Sruntul … I love you sis … !!!











