Arsip

Arsip untuk Agustus, 2008

ARTINYA (LAGI) …

25 Agustus 2008 nh18 32 komentar

Hari ini 25 Agustus 2008

Trainer abis ngasih training sampai jam 18.30 …

Dilanjut Dinner, makan malam … bersama para peserta jam 19.00

 

Jam 20.30 … Trainer capek … balik kekamar … mau mandi dan istirahat …

Buka pintu kamar … lalu menutupnya kembali …

 

Ujuk-ujuk aku membaca tulisan dibalik pintu kamar hotelku …

 

”PELAN KECEMASAN”

 

Apa lagi ini artinya ???

 

Cemas kok pelan-pelan ???

Pelan kok pake cemas segala ???

 

 

(Ternyata eh ternyata ini artinya adalah : ”emergency escape plan”)

(Alias “rencana melarikan diri dari para petugas ambulans” ) (lho ???) :)

Categories: ARTIKEL

YANG ARTINYA …?

25 Agustus 2008 nh18 16 komentar

 

Kemarin malam 24 Agustus 2008 … pulang dari Kawasan Sentral KL menuju Putrajaya …

Trainer naik kereta api KLIA transit …

 

Beli karcis … lalu menunggu di peron stasiun Sentral yang tertib dan bersih …

 

Trainer noleh ke kanan … ada Lift … dan didepannya tercantum tulisan yang berbunyi …

 

”LIF/ESKALATOR DISELANGGARAKAN SEGALA KESULITAN AMAT DIKESALI”

 

Ada yang tau artinya ???

(Lif lagi Bete kah ? kok dikesali ?)

Categories: BAHASA, TRAVELLING

BERAT DI ONGKOS

24 Agustus 2008 nh18 18 komentar

Seperti diketahui mulai tgl 24 sampai dengan 29 Agustus ini Trainer ada di Malaysia.  Memberikan training disebuah Hotel yang ada di pinggiran Kuala Lumpur.

 

Malam ini 24 Agustus 2008 … belum ada acara apa-apa.

 

So malam ini acaranya adalah belanja stok keperluan konsumsi pribadi selama 4 hari itu … ya juice, mie instan, aqua dan sebagainya …

 

Karena Hotelnya terletak di Putra Jaya jauh dari pusat kota KL …, jauh dari mana-mana. Mau ndak mau aku harus putar otak untuk … bagaimana mencapai pusat kota dengan cara yang seefisien mungkin …(baca … semurah mungkin).

 

Naik kereta mungkin lebih murah … pake KLIA transit ..

 

Ok ..

Dari Hotel ke stasiun Kereta ? … nyari taksi meter .. tetapi tidak ada ..(ini menurut pengakuan petugas concierge di hotel) … adanya taksi limo hotel … bayar 40 RM .. (hhmmm mahal juga)

Ok … Go to Train Stesien Putra Jaya pake taksi limo hotel … 20 minit … saja …

 

Sampai di stesien beli karcis … tujuan … Sentral .. 9.5 RM

 

Wuuiiiinnngg … kereta KLIA transit itu kenceng banget .. 18 menit udah sampe Sentral …

 

Ternyata di stasiun Sentral … semua yang aku butuhkan ada .. Kedai Cepat saji terkenal yang berpangkat kolonel, sampe kedai donat kedai makanan amerika si Ron terkenal pun ada … Mini market 24 jam pun ada disana …

So aku gak kemana-mana … Uplek muter-muter aja di stasiun Sentral yang lumayan besar dan lengkap.

 

Selesai makan malam dan belanja di stasiun itu … aku beli karcis pulang … 9.5 RM lagi …

 

Bah .. ternyata sesampai di Stasiun awal Putra Jaya … tersedia taksi … dan hanya bayar 15 RM lagi … aaarrrggghh aku ditipu petugas Hotel nih … (katanya gak ada …)

 

Ya udah … aku naik taksi dari Stasiun Kereta Putrajaya ke Hotel tempat aku menginap dan memberikan Training … Aku kaget ternyata Supirnya seorang Perempuan … nyetirnya nekat …)(ngebut sangat …)

 

So hari ini untuk transport aku sudah menghabiskan 40+(2×9.5)+15 = 74 RM

Sementara mau tau belanjanya berapa ?  … hanya … 45 RM saja … (itu pun sudah ditambah beli Mainan boneka Wall-E untuk si Bungsu …

 

So … Ternyata Belanjaku Berat di Ongkos Booouuww …

 

(Taxi oh Taxi …)

Categories: TRAVELLING

GOES INTERNATIONAL

24 Agustus 2008 nh18 18 komentar

 

 

Tanggal 25 – 28 Agustus ini Trainer diundang untuk memberikan training di Malaysia.  Training ini di laksanakan oleh Afiliasi Perusahaan kami di Malaysia. 

 

Ini kali pertama Trainer memberikan training di Luar Negeri.  Tentu dengan menggunakan pengantar bahasa Inggris. (oke-oke Bahasa Inggris Melayu lah tepatnya …)

 

Memberikan training dalam bahasa Inggris sebetulnya sih sudah pernah aku lakukan beberapa kali di Indonesia.   Namun yang dilakukan di Luar Negeri belum pernah sama sekali …

 

So … ini tantangan baru …

Malam ini aku belajar lagi … hehehe

 

Sekarang tgl 24 Agustus 2008

Aku sudah di Malaysia

Dikamar yang dingin di suatu hotel di kawasan Putrajaya … beberapa kilometer diluar kota Kuala Lumpur …

 

Untung tidak di Sentral – Kuala Lumpur.  Kalau di lakukan disana … wah aku pasti tergoda untuk jalan-jalan ke Sungai Hwang, Suria, Menara Kembar dan Plaza-Plaza lainnya …

 

So Trainer … ???

Belajar … belajar … belajar … !!!

You must preppare lah …

Tul Tak ?

Categories: TRAINING

SAFETY SHOES

22 Agustus 2008 nh18 17 komentar

Terilhami dari komentar-komentar yang masuk di postingan “PINTU TAK BERDAUN”, yaitu tentang sensor metal yang terus berbunyi di bandara Ngurah Rai, gara-gara aku pake SAFETY SHOES.  Maka aku tulislah cerita mengenai sepatu keramatku itu.

 

SAFETY SHOES adalah sepatu yang diproduksi khusus untuk keselamatan kerja.  Cocok bagi mereka yang bekerja di Rig-rig pengeboran minyak,  Saw-mill, Pertambangan, Proyek, Electrician, Bengkel Otomotif, Geologist dan sebagainya.  Dulu modelnya “Gahar” sangat … macam sepatu boot tentara (atau hansip ?) … juga sepatu boot yang suka dipakai oleh para rocker underground punk cemen petakilan itu.

 

Namun dengan berkembangnya waktu, Model sepatu safety ini ber-evolusi.  Bentuk, design dan modelnya sekarang menjadi lebih “jinak”.  Rupanya konsumen memerlukan sepatu yang … selain handal di lapangan,  namun nggak malu-maluin untuk dipakai kekantor. Ini biasanya untuk mereka yang porsi waktu kerja dilapangan dan waktu kerja dikantornya berimbang.

 

Standart Features SAFETY SHOES adalah Steel Toe Cap (pelindung jari dari logam berlapis kulit), Acid Resistant, Oil Resistant, Absorbtion Energy for Heel, Anti Slip, Anti Electrical Static (alias anti nyetrum) dan juga berventilasi.

 

Aku punya SAFETY SHOES.  Meskipun aku bukan (lagi) orang yang kerja di lapangan. Ini adalah satu-satunya sepatu resmiku.  Aku beli dua tahun yang lalu.  Entah mengapa aku kok dulu tertarik membelinya. Masih Awet sampe sekarang.  Ringan dikaki dan juga ringan dikantong.  Relatif Murah.  Kemana-mana aku selalu memakai sepatu itu.  Ke Kantor, Mengajar di Hotel Berbintang, Ke Undangan Kawinan, Reuni SMA, Reuni Mahasiswa, Gathering Karyawan di Bali bahkan keluar negeri sekalipun … aku selalu pakai sepatu itu.  (Cinta sangat …). (Hawong ndak punya yang lain ). L

 

Sebetulnya sepatuku itu bisa juga berfungsi sebagai alat beladiri lho … (ujung depan sepatuku itu keras sangat .. sanggup menahan godaman sebesar 200 Joule katanya).

Jadi kalo buat nendang copet atau nggetok maling lumayan telak kali yeee ….

 

Ada yang mau nyoba ???

 

Aku rasa Kucing pun kalo dilempar pake sepatu itu … aku yakin bisa klepar-kleper pingsan … ( bukan karena kerasnya …. tetapi karena baunya …)( hehehe maap … yang ini boong sangat …)

 

(Keunggulan sepatuku ini yang lain adalah … relatif tidak menyebabkan bau kaki … !!!)

(Sumpah)

Categories: THE TRAINER

DERING HP

20 Agustus 2008 nh18 24 komentar

 

Peristiwa ini terjadi beberapa bulan yang lalu.  Aku sedang melaksanakan Sholat Jum’at di sebuah hall gedung pertemuan dekat kantorku.  Hall itu beralih fungsi menjadi tempat untuk melaksanakan sholat setiap Jum’atnya.  Seperti biasa pengurus sholat Jum’at mengumumkan beberapa hal sebelum Khotbah dilaksanakan.  Dana kotak amal yang terkumpul, pengumuman yang bertindak sebagai khatib dsb.  Ditutup dengan himbauan untuk mensilentkan atau mematikan HP demi kekhusyu’an ibadah berjamaah ini.

 

Khotbah berjalan lancar.  Sholatpun terlaksana sebagaimana mestinya.

 

Namun segera setelah Salam terakhir … Ketika sesama Jamaah bersalaman kiri kanan. Siap untuk berdoa, zikir dan sebagainya.  Tiba-tiba ada seorang bapak yang naik ke mimbar, mengambil Microphone dan berteriak dengan gusar … Coba Tolong itu HP nya di matikan … mengganggu kekhusyu-an orang sholat saja …!!!”.  “Tolong pak … !!!” “Kan sudah diingatkan dari tadi untuk mematikan HPnya !!!.  (Keras sangat teriakannya…)


Aku Kaget.  Aku sebetulnya tidak mendengar suara dering HP apa-apa.  Aku sholat agak dibelakang dekat pintu keluar ruang pertemuan itu. (Last In … First Out …)
J

 

Usut par Usut … ternyata di shaff bagian depan ada salah satu jamaah yang HPnya berdering terus menerus sepanjang sholat tadi.  Informasi ini aku dapatkan dari teman kantorku yang waktu itu memang sholat di shaf depan.  Mereka bilang memang keras sangat dering tersebut.  Dan itu berlangsung berkali-kali sejak sujud rakaat pertama.  Temanku itu mengaku terganggu dan menjadi tidak khusyuk melakukan sholatnya tadi.  Dia sholat persis dibelakang Bapak jemaah yang HPnya terus menerus berdering tersebut.

 

Aku tidak tau pasti … mungkin saja telfon itu betul-betul penting sehingga sang penelfon di seberang sana menelfon jamaah ini berkali-kali … (urgent sangat)

 

Namun tidakkah penelpon disebrang sana menyadari ini jamnya orang melaksanakan sholat Jum’at.  Apakah bapak jamaah sholat Jum’at itu tidak mendengarkan pengumuman dari pengurus sholat untuk mensilentkan atau mematikan HP ?.  Jika dia mendengar, mengapa dia tidak mengindahkannya ?.  Ahhh Semoga ALLAH mengampuni dosa kita semua.  Para hambanya yang fakir dan sering khilaf ini …

 

(aku tidak mau berprasangka buruk … siapa tau saja Jamaah ini lupa atau memang sedang menunggu telfon yang sangat penting dan darurat …)

 

So … aku mengingatkan … terutama aku tujukan untuk diriku sendiri … bahwa …

 

MATIKANLAH HP SAAT SHOLAT … !!! (Sholat apapun …)

 

(HP sudah sedemikian menghantui hidup kita sekarang.  Ada pepatah lebih baik ketinggalan Dompet dari pada  ketinggalan HP … aaahhh sampai sebegitu pentingnya kah benda ini ? )

 

(Dulu waktu belum ada HP … hidup kita OK-OK saja kan ??? )(masak sih mematikan HP barang dua jaaammm saja … beratnya setengah mati …)

Categories: ARTIKEL

ASRAMA PUTRI

19 Agustus 2008 nh18 20 komentar

 

Cerita Kuliah.  1987.  Aku di tingkat akhir.  Lagi nulis Skripsi.  Skripsi harus diseminarkan. Audiencenya adalah teman-teman sendiri.  Nah disetiap sesi seminar harus ada satu mahasiswa yang bertindak sebagai penyanggahnya.  Yang membahas, mempertanyakan plus juga menchallenge isi skripsi kita … agar tulisan skripsi kita jadi lebih baik.

 

Kami biasanya memilih sendiri siapa teman yang akan menjadi penyanggahnya.  Dan yang lucunya … kita janjian satu sama lain kira-kira pertanyaan apa atau sanggahan apa yang akan di lontarkan ketika kita mempresentasikan makalah skripsi kita di seminar.  Dengan demikian si presenter sudah siap dengan jawaban yang akan diberikan … (hehehe)

 

Trainer juga mencari teman mahasiswa yang mau jadi penyanggah dalam seminar skripsiku nanti.  Akhirnya aku mendapatkan satu rekan, seorang mahasiswi, yang mau menjadi penyanggah ku … dan sebaliknya akupun menyanggupi untuk menjadi penyanggahnya ketika dia seminar nanti … gantian.

 

Temanku itu (sebut saja namanya Titi) berasal dari Sumatera.  Dia tinggal di ASRAMA PUTRI di dekat kampus.  Sebetulnya aku tidak begitu kenal dekat dengan Titi.  Dia orangnya agak pendiam.  Kami bisa sepakat saling membantu karena kita mempunyai dosen pembimbing yang sama, dan topik kami pun membahas bidang yang sama.  Beberapa hari sebelum seminar aku janjian dengan Titi untuk berdiskusi dan membahas … kira-kira apa saja yang akan dia tanyakan nanti dsb. dsb … supaya aku siap.

 

Di Malam yang dijanjikan, jam 19.00 datanglah aku ke tempat dia … ya … ke ASRAMA PUTRI.  Diskusi dengan Titi di lakukan di ruang terima tamu, hall teras depan Asrama.  Setelah beres berdiskusi … 20.30 aku pamit pulang.  (sebelum batas jam malam tiba).

 

Nah ketika aku berjalan kaki melalui gang sempit di samping ASRAMA PUTRI menuju parkiran.  Godaan mulai muncul.  ASRAMA PUTRI itu berlantai 4 … dan jendela kamar mereka kebetulan menghadap ke gang tempat aku berjalan … Ada banyak jendela yang masih terbuka Malam itu … mungkin supaya penghuninya tidak gerah … (maklum non AC)

 

You know what ???

Dari jendela-jendela itu bermunculanlah kepala makhluk-makhluk penghuni ASRAMA PUTRI … dan saling saut menyaut menggodaku … (riuh sangat …)

”Cowok …?  lewat aja niiiihhh.  Mampir dooowwnngg ?”

”Kakak … godain kita dooonngg …” …”iiiiihhh Mas NH sombong deeehhh ” atau …

”Eeehhh .. eeehh … itukan Pianisnya Sosek tuuuhhh, temennya Mbak Titi … !!!”

Dan banyak lagi ”sapaan dan suitan nakal” yang aku tidak dengar dengan jelas … !!!

(Aku takjub ternyata ada juga yang bisa ber ”suit-suit” dengan keras ….).

 

Dan celakanya aku sempat kesandung batu pula di gang itu … hah untung nggak jatuh.

Dan semakin riuhlah mereka tertawa …

”Hihihihihih … Ati-ati dong Maasss …” …”Eh ternyata Si Mas bisa grogi juga yaaaa …”

 

Hah … ”Ganas” juga anak-anak ASRAMA PUTRI ini … !!!

(Curang … Beraninya keroyokan … !!!)

 

(Ti … besok-besok diskusinya di perpustakaan Kampus aja yaaa … gua ogah ke Asrama Putri lagi … bisa mati berdiri gua … dikerjain …)

 

(ini diposting dari ruang meeting … di sebuah Hotel … di Pekanbaru …)

Categories: TRAINER ABG

SANDAL SEBELAH KANAN

19 Agustus 2008 nh18 15 komentar

 

Ada suatu (lagi) peristiwa konyol, … ini terjadi baru tahun 2007 yang lalu …

Begini ceritanya …

Setiap Sabtu pagi tugas rutinku adalah jadi Sopir Pribadi.  Mengantar si boss-boss kecil … anak-anakku mengikuti kegiatan ekskul disekolahnya.  Sambil menunggu mereka, biasanya aku membeli koran dulu untuk bacaan. Kemudian memarkir mobil di Lapangan, agak Jauh dari sekolah.  Maklum lahan parkir strategis yang dekat sekolahan sudah dikuasai ibu-ibu yang menggelar dagangannya di bagasi mobil-mobil mereka.  Segala ada … mulai Pakaian Muslim, Kerudung, Selop, Sepatu, Bed cover … sampai … Daster.  Termin pembayarannya pun bisa dipilih … mau cash, tempo atau tiga kali bayar…  (Harga persaudaraan sesama Wali Murid lho jeng … sumpah weiceh … hehehe).

 

Seperti biasa aku parkir mobil di tepi lapangan yang banyak pohon rindangnya … membuka pintu lebar-lebar … agar angin semilir masuk … tetap duduk di kursi kemudi … kaki kiri tetap didalam … kaki kanan menjulur keluar menjejak tanah … sambil asyik masyuk membalik-balik koran yang baru saja aku beli tadi … aahhh nyaman dan rileks sekali … teduh pula … (ini … Posisi Sopir Pribadi sedang menunggu majikan kecilnya).

 

Lalu beberapa waktu kemudian … ”ttuuuttt” … ada SMS masuk.  Dari anak Sulungku. Dia sudah selesai rupanya.  Aku bergegas menutup pintu mobil … lalu meluncur … Sampai di gerbang sekolah … si Sulung sudah menunggu … dia langsung masuk mobil.

 

But Wait … perasaan ada yang nggak enak nih … keknya ada yang ”sam ting rong” …

Melihat ayahnya diam saja, si Sulung menegurku … ”Ayo Yah … kita kemon … ”

”Tunggu mas … kayaknya ada yang aneh deh …” aku masih tolah-toleh …

Si Sulung pun celingukan kesegala penjuru … lalu serta merta dia nyeletuk …

”Yah Sendal ayah sebelah lagi kemana, kok cuma satu ???”

 

Ahhhaaa … ini lah yang ”sam ting rong” itu … Aku baru sadar bahwa didalam mobilku hanya ada Sandalku yang sebelah Kiri saja.  Memang Aku kalau nyetir mobil selalu nyeker tanpa alas kaki … Sandal aku letakkan saja dibawah, tidak aku kenakan … (Lalu … Kemanakah SANDALku yang SEBELAH KANAN …????).

 

Aaarrgghhh … sepertinya SANDAL yang SEBELAH KANAN masih ketinggalan di bawah pohon di tepi lapangan Bola tempat aku parkir, menunggu dan baca koran tadi …

Jadi rupanya secara tidak sadar …… karena posisi kaki kananku waktu itu diluar … dan kebiasaanku selalu lepas sandal jika nyetir … maka dengan sendirinya sandal pun secara refleks aku lepas … dan aku lupa kaki kananku waktu itu sedang ada di luar … akibatnya ya … tertinggal lah diluar mobil sana sodara-sodara.  Hah … dodol sangat !!!

 

Mobil cepat-cepat aku arahkan ke tempat parkir tadi … dan benar saja … Yth. Doktorandus SANDAL SEBELAH KANAN itu … masih ngejentul parkir dengan manisnya di tanah tempat semula aku melepas nya tadi … (Dan tragisnya sepertinya sempat terlindas Ban Mobilku waktu aku atret …)(Oohhh … Lengkaplah sudah penderitaanmu wahai SANDAL SEBELAH KANAN ku).

 

Untung tidak Hilang … (karena memang performanya sudah mengenaskan sangat)(Udah butut … kelindes Ban pula …) (maling juga males nggondolnya …).

 

SO … DON’T DRIVE … WITHOUT YOUR RIGHT SANDAL … !!!

(Catat itu Trainer !!!)(Catat !!!)