Cerita Kuliah. 1987. Aku di tingkat akhir. Lagi nulis Skripsi. Skripsi harus diseminarkan. Audiencenya adalah teman-teman sendiri. Nah disetiap sesi seminar harus ada satu mahasiswa yang bertindak sebagai penyanggahnya. Yang membahas, mempertanyakan plus juga menchallenge isi skripsi kita … agar tulisan skripsi kita jadi lebih baik.
Kami biasanya memilih sendiri siapa teman yang akan menjadi penyanggahnya. Dan yang lucunya … kita janjian satu sama lain kira-kira pertanyaan apa atau sanggahan apa yang akan di lontarkan ketika kita mempresentasikan makalah skripsi kita di seminar. Dengan demikian si presenter sudah siap dengan jawaban yang akan diberikan … (hehehe)
Trainer juga mencari teman mahasiswa yang mau jadi penyanggah dalam seminar skripsiku nanti. Akhirnya aku mendapatkan satu rekan, seorang mahasiswi, yang mau menjadi penyanggah ku … dan sebaliknya akupun menyanggupi untuk menjadi penyanggahnya ketika dia seminar nanti … gantian.
Temanku itu (sebut saja namanya Titi) berasal dari Sumatera. Dia tinggal di ASRAMA PUTRI di dekat kampus. Sebetulnya aku tidak begitu kenal dekat dengan Titi. Dia orangnya agak pendiam. Kami bisa sepakat saling membantu karena kita mempunyai dosen pembimbing yang sama, dan topik kami pun membahas bidang yang sama. Beberapa hari sebelum seminar aku janjian dengan Titi untuk berdiskusi dan membahas … kira-kira apa saja yang akan dia tanyakan nanti dsb. dsb … supaya aku siap.
Di Malam yang dijanjikan, jam 19.00 datanglah aku ke tempat dia … ya … ke ASRAMA PUTRI. Diskusi dengan Titi di lakukan di ruang terima tamu, hall teras depan Asrama. Setelah beres berdiskusi … 20.30 aku pamit pulang. (sebelum batas jam malam tiba).
Nah ketika aku berjalan kaki melalui gang sempit di samping ASRAMA PUTRI menuju parkiran. Godaan mulai muncul. ASRAMA PUTRI itu berlantai 4 … dan jendela kamar mereka kebetulan menghadap ke gang tempat aku berjalan … Ada banyak jendela yang masih terbuka Malam itu … mungkin supaya penghuninya tidak gerah … (maklum non AC)
You know what ???
Dari jendela-jendela itu bermunculanlah kepala makhluk-makhluk penghuni ASRAMA PUTRI … dan saling saut menyaut menggodaku … (riuh sangat …)
”Cowok …? lewat aja niiiihhh. Mampir dooowwnngg ?”
”Kakak … godain kita dooonngg …” …”iiiiihhh Mas NH sombong deeehhh ” atau …
”Eeehhh .. eeehh … itukan Pianisnya Sosek tuuuhhh, temennya Mbak Titi … !!!”
Dan banyak lagi ”sapaan dan suitan nakal” yang aku tidak dengar dengan jelas … !!!
(Aku takjub ternyata ada juga yang bisa ber ”suit-suit” dengan keras ….).
Dan celakanya aku sempat kesandung batu pula di gang itu … hah untung nggak jatuh.
Dan semakin riuhlah mereka tertawa …
”Hihihihihih … Ati-ati dong Maasss …” …”Eh ternyata Si Mas bisa grogi juga yaaaa …”
Hah … ”Ganas” juga anak-anak ASRAMA PUTRI ini … !!!
(Curang … Beraninya keroyokan … !!!)
(Ti … besok-besok diskusinya di perpustakaan Kampus aja yaaa … gua ogah ke Asrama Putri lagi … bisa mati berdiri gua … dikerjain …)
(ini diposting dari ruang meeting … di sebuah Hotel … di Pekanbaru …)
MEREKA BILANG ...