Arsip

Arsip untuk Oktober, 2008

MAU JADI APA ?

31 Oktober 2008 nh18 43 komentar

 (Warning … Ini postingan iseng … sumpah … so jangan dimasukin ke hati dan ke otak).

 

Bagi yang punya anak di TK.  Ingin tau mau jadi apakah anak anda ?.  Gampang.  Kumpulkan 30 orang anak TK tersebut, Ibu guru memimpin mereka masuk ruang kelas.  Lalu tinggalkan lah mereka … tunggu beberapa saat … Kita lihat apa reaksi mereka …!!!

 

·         Jika mereka tetap ngintil mengikuti terus Ibu Gurunya, nempel terus keluar ruangan … ini cocok di bagian Legal … (selalu ”merapat” kepada Top Management)

 

·         Jika mereka kemudian mengambil mainan balok-balok kayu atau lego … dipasang … lalu diberantakin lagi … pasang lagi … berantakin lagi … Kalo bosen ditinggal … Dia cari mainan yang lain lagi … lalu pasang … berantakin lagi … pasang lagi … naaaahhh ini keknya menjadi Bagian IT atau Engineering … (bongkar pasang … cari kesibukan sendiri … jika bosen lalu ditinggal … )

 

·         Jika mereka maju ke papan tulis dan menulis-nulis sesuatu disitu … yup … tentu saja Ini bagian Training and Development  (naluri ngajar bouw)

 

·         Bertepuk tangan … menyanyi … berteriak-teriak … menari-nari … ini bagian Operation (tukang ”heboh” soalnya …)(demo mulu kerjaannya)

 

·         Berjalan keluar … Jajan cimol dan Harum manis didepan sekolah …?  Ini bagian Procurement ... (tidak lupa dengan cerewet bertanya … Ini berapa bang … yang itu berapa bang … Yang disitu berapa ?? …)(tapi nggak beli-beli karena uangnya kurang)

 

·         Ambil Tas … buka bekal … makan-makan … minum-minum … hepi-hepi … haha hihi hah … Ini pasti orang-orang Marketing nih … (marketing gitu loh …)(Everyday is a holiday)

 

·         Jika mereka malah berantem sesamanya … cakar-cakaran dsb … Ini pasti cocok didivisi Bussiness Development

 

·         Mendorong-dorong meja … mengangkat kursi … merapih-rapihkan kelas … melap meja kursi … nyapu kelas …  Ini General Affair lah …

 

·         Lari keluar kelas … main-main diluar … main ayunan … main prosotan … main jungkat – jungkit … Gak peduli apa yang terjadi di dalam kelas … Ini bagian Sales dan Customer Service (spesialis ”urusan luar” bukan ???). (urusan main)

 

·         Menangis keras … memanggil-manggil bu gurunya … mengarang cerita yang termehek-mehek agar dikasihani gurunya … agar bu gurunya memperhatikan dia …. mmm ini bagian Quality Control atau Internal Control.  (specialis komplain dan Tukang ngadu)

 

·         Membuka tas … merogoh kantong … membuka dompet barbie/narutonya … menghitung uang recehan disana … atau bahkan menghitung-hitung jumlah jendela yang ada dikelas … itu pasti akan jadi …  Finance dan Accounting

 

·         Ngambil Crayon … coret-coret dinding … mudah saja ini tentu Graphic Design dong …

 

·         Berceloteh … ngobrol … Cerita-cerita sama temannya … ngoceh kesana kemari … ngomong sendiri … berdiri di depan kelas sambil ketawa-ketiwi …  ini bagian Public Relation.  (spesialis ketawa – ketiwi … dan ngomong kanan kiri …)

 

·         Tarik kursi … berdiri diatas kursi … melihat keluar jendela … menerawang jauh … pura-pura berfikir … Naaaahhh ini lah calon President Direktur kita … (berpandangan visioner jauh kedepan)

 

·         Jika mereka hanya duduk diam .. tidak melakukan apa-apa … naaahhh ini bagian HR/Personalia .. (hihihihi)(yes … Sitting Idle right ???)

 

·         Jika mereka ternyata berdiri di depan pintu … siap siaga selalu memegang handel pintu … buka tutup pintu ….. aaaahhhh ini pasti … Bagian Security atau Door man …)

 

·         Ok-Ok bagaimana kalau dia … Duduk manis sendirian dipojok … membuka buku … membaca dengan tenang … tangan dilipat diatas meja … rapi …  dengan harapan Ibu Guru akan memuji dia habis-habisan …. ??? … mmm maaf tipe ini biasanya tidak diterima di bagian mana pun … orangnya kurang asik soalnya … nggak fun … nggak kompak …. (hihihihihi)

 

 

See …Udah dibilangin ini postingan iseng … !!!

.

.

.

Categories: ARTIKEL

FFFFRRII … FFFFRRII

31 Oktober 2008 nh18 23 komentar

 

FFFFRRII … FFFFRRII … Bunyi ini berasal dari ”priwitan” (”sempritan” or ”peluit”).

Sudah sekitar dua minggu ini, … aku selalu mendengar bunyi-bunyian ini.

Pagi hari berangkat kantor … aku selalu melewati daerah Pasar Jum’at, Jakarta Selatan.  Lalu lintas selalu Macet disitu …  karena pertemuan arus Lalu Lintas dari beberapa arah.

Di daerah Pasar Jum’at ini ada Se-polwan … Sekolah Polisi Wanita.

 

Nah bunyi FFFFRRIII … FFFFRRIII … ini berasal dari ”priwitan” yang disebul-sebul oleh siswi-siswi Sekolah Polwan itu …  mereka rupanya sedang Praktek menjadi Polisi Lalu Lintas … langsung on the spot di Jalan Raya macet itu …  mengatur lalu lintas …

 

Aku lihat wajah-wajah perempuan belia, muda usia, segar, tegak, sikap sempurna  … dengan sorot mata tajam (tepatnya … “tegang”) … berseragam Polisi Wanita … sedang berlatih mengatur lalu lintas … diawasi oleh instruktur-instrukturnya …

 

Melambai-lambaikan tangannya … menggerak-gerakkan lengan … dan sudut sikunya pun  90 derajat dengan presisi yang tepat… masih terlihat kaku sangat …  (maklum mungkin baru belajar teorinya …).  (Sepintas agak mirip Robot …).

 

Mereka menyetop kendaraan … mempersilakan pejalan kaki menyebrang … meminta mobil jalan lagi … semua dilakukan dengan disiplin … dengan tata gerak yang ”text book” sangat… (namanya juga latihan praktek toh …).

 

Cara meniup peluitnya pun juga masih belajaran … Mulut menggelembung ”nyebul” priwitan tersebut … dan yang keluar adalah bunyi … FFFFRRIII … FFFFRRRIII … (Huruf ”F” yang panjang itu … menggambarkan hembusan angin yang lebih banyak keluar dari mulutnya).

Kadang aku liat … mungkin karena “nyebulnya” kekencengan … priwitan tersebut … mak pluk … tersembur mencelat keluar dari mulutnya … (mereka mungkin menjepit priwitan itu dengan bibir lembutnya, bukan dengan giginya … )(sehingga licin … dan ”cengkramannya” kurang kuat).

 

Bandingkan dengan yang sudah ”proffesional” … entah itu Polantas Senior atau Profesi lain yang gadgetnya Priwitan …(i.e … wasit atau tukang parkir misalnya …).  Priwitan / sempritan / peluit itu di gigit dengan gigi … mantap … dan ketika di tiup sedemikian rupa … bunyi yang keluar adalah … PRRIIIIT … PRRIIIIT … !!! 

Sungguh mantap, keras dan ”indah” …

 

Bunyi ”PRRIIIIT” yang ini, meskipun Mantap, Keras dan Indah … bisa menjadi ”nightmare” bagi mereka yang punya salah …

 

So …

FFFFRRIII … ini bunyi sempritan yang ditiup oleh siswi Polwan yang masih belajaran …

PRRIIITT … ini bunyi sempritan yang ditiup oleh orang yang sudah profesional …

 

Terdengar lain bunyinya …

Terasa lain ”ruh” nya …

Terkesan lain ”makna” nya).

 

Dan untuk para adik-adik, siswi Sekolah Polwan … terus berlatih dengan penuh semangat … agar menjadi Polisi Wanita yang handal.  Yang saya dengar … Polisi Wanita itu relatif lebih SULIT menerima ”salam tempel” dari para pelanggar lalu lintas.  Mereka cenderung lebih ”tought” - ”disiplin” … dan nggak ada ”kompromi” …  SALUT UNTUK POLWAN !!!

(And remember … tolong belajar juga untuk menghasilkan bunyi sempritan yang lebih ”PRRRRIT … instead of … FFFFRRII )

 

(Halah …I dont believe this … ”FFFFRRI” dan ”PRIT” aja di bahas …)

(Dan aku yakin para pembaca sekarang sedang memonyong-monyongkan mulut membayangkan sedang praktek belajar nyebul sempritan   …. ngaku aja deh …)

.

.

.

TK KETILANG

30 Oktober 2008 nh18 17 komentar

.

Sodara – Sodara sekalian.  Di rumahku … ada 4 orang Lelaki.

Aku dan ke 3 Anak laki-lakiku … (14 thn, 12 thn dan 9 tahun)

 

And Believe it or not …

Kita ini adalah alumni dari sekolah taman kanak – kanak yang sama.

Ya … aku dan ketiga anak-anak ku itu … pernah bersekolah di Sekolah Taman Kanak-kanak yang sama … yaitu TK Ketilang.  Letaknya di kompleks perumahan dosen Universitas Islam Negeri Jakarta.  Dan aku pikir TK kami ini usianya, sama tuanya dengan usia kompleks perumahan tersebut.

 

Aku alumni tahun 1969, si Sulung 2000, Tengah 2002, Bungsu 2006

 

Yang lebih hebat lagi …

Kami pernah di ajar oleh seorang ibu guru yang sama … Dia adalah Bu Guru Gani …

Ah ibu itu … dedikasinya begitu mengagumkan.

 

Dulu ketika bu guru Gani muda mengajar aku … beliau baru masuk kesekolah itu sebagai guru bantu.  Beliau khusus mengajarkan kami pelajaran agama … mengajarkan kami Sholat … termasuk mengajarkan hafalan Al Qur’an surat-surat pendek. Juga doa sebelum – sesudah Makan dan doa Mau Tidur.

 

Dan Hal yang sama beliau ajarkan juga kepada Anak-anakku … Can You Believe That …??

Ketika anak-anakku masuk TK tersebut … Bu Guru Gani menjalani tahun-tahun terakhir dia menjabat sebagai Kepala Sekolah disana.  Beliau sudah memasuki masa Pensiun … tapi meskipun demikian … beliau masih tetap kuat dan bersemangat memimpin anak-anak didik kecilnya (yang kadang susah diatur itu) … melakukan upacara dan doa pagi di halaman sekolah … tetap dengan penuh sabar dan kasih sayang … (tetap … sama seperti tiga puluh sembilan tahun yang lalu …).

 

Ah Ibu Guru Gani … cium tangan kami untuk Ibu … dari para mantan murid-murid mu …

 

Sehat-sehat ya Bu …!

 

Dan memang benar kata syair lagu itu …

Taman yang paling indah … Hanya taman kami

Taman yang paling indah … Hanya taman kami

Tempat bermain … Berteman Banyak

Itulah taman kami … Taman Kanak-kanak …

 

Dan ya … taman yang paling indah itu akan terus semakin indah … dengan kehadiran Bu Guru Gani – Bu Guru Gani lainnya … yang dedikasi dan pengabdiannya kadang kita lupakan …

.

.

.

Categories: MY FAMILY

TRAINER PIKUN

29 Oktober 2008 nh18 28 komentar

 

 

Untuk urusan hafal – menghafal nama-nama Trainee … Aku jagonya.  Tapi untuk urusan yang lain … aku tergolong pikun accuut … Parah bener pren … !!! … Parah wis tah …

 

Mau Contoh ?? … Oke begini ceritanya …

Seperti diketahui tugas ku banyak mewajibkan aku untuk travelling ke kota-kota di Indonesia.  Aku lupa kejadian ini tepatnya tahun berapa … (lho pikun toh …).  Tapi yang jelas ini sudah lama sekali … dan kejadiannya di Palembang …

 

Trainer datang ke Palembang untuk market visit.  Aku check in di salah satu hotel terkenal di Palembang.  Urus pendaftaran ini itu di reception … Lalu Trainer di beri kunci kamar oleh petugas Hotel.  Aku naik ke lantai 4, menuju kamarku …  FYI … aku jarang sekali menggunakan jasa Bell Boy … aku selalu menolak jika ada Bell Boy yang mau mengantar.  Aku lebih suka mencari sendiri kamarku, tanpa diantar.  (en Sonder tip pula). (Bilang aja pelit …)

 

Sampai di kamar yang dituju … aku masukkan anak kuncinya … ceklak – ceklek … Pintu terbuka … Ucapkan ”Assalamua’laikum” … aku masuk dengan membawa koper dan back pack bawaanku.  Taruh barang bawaan … nyalakan steker lampu … lihat sekeliling … setel AC … setel TV … beres semua … aku mandi dan istirahat …  nonton TV … (dan seperti biasa … sindroma malam pertama … aku selalu tidak bisa tidur …)(so menunya adalah … nonton acara Televisi sampe bintitan dan … mati gaya …).

 

Besoknya,  pagi hari jam 7 an … aku sudah mandi dan siap sarapan.  Tiba-tiba kamarku di ketuk … ternyata petugas House Keeping yang datang … Apa dia bilang … ??

 

”Maaf Pak … kunci kamar bapak masih tertinggal diluar … masih menggantung di pintu … Demi keamanan, mohon bapak jangan meninggalkan kunci diluar ya Pak …!”

 

 

Hah !!!! … jadi semalaman kunci itu masih ”cemantel” diluar … Oh My GOD …

Pikun sangat aku … Untung saja tidak terjadi apa-apa malam tadi … Yang lebih idih lagi … aku tidak menselotkan rantai pengaman dipintu … Aku cuma bengong saja … diam terpana … mak plenggong !!!.  (seraya mengutuk diriku sendiri … How dare you … !!!)

 

Tapi sekarang aku rada tenang … Apa pasal ?

Karena kini hotel-hotel berbintang … pada umumnya memakai kunci kartu magnetik yang mirip kartu kredit itu … dan jika ingin menyalakan lampu kamar harus memasukkan kunci kartu itu ke slot master switch di dekat pintu.  So … Kemungkinan tertinggal jadi kecil.

 

(Tapi meskipun begitu … jujur saja … seringkali setelah masuk kamar dan menutup pintu … aku suka kebingungan menyalakan lampu pakai apa … aahhaa … kartu masih tertanam dipintu luar … mau tak mau aku buka lagi pintunya … tarik kartu yang tertinggal di slot pintu itu … lalu memasukan ke slot master switch untuk menyalakan lampu …).  (hehehe tetep saja lupa … dasar pikun …).

 

Alhamdulillah sekarang ada yang sudah jauh lebih modern lagi … kunci kartunya … setelah dimasukkan ke slot … harus ditarik lagi … barulah Pintu bisa di buka …  Kemungkinan tertinggal menjadi semakin kecil lagi. … (Rupanya yang pikun itu bukan aku saja … mangkanya di ciptakanlah teknologi seperti itu …)  Thanks to Technology yang telah menciptakan kartu magnetik anti pikun seperti itu.

 

BUT WAIT …

Ternyata pikunku masih tetap saja berlanjut … (namanya juga sudah accuut )

Yang terjadi justru … Kunci Kartu itu malah sering ketinggalan di dalam kamar ...

Jadi ketika aku keluar kamar … kunci itu masih nyelip di Slot Master Switch … Dan aku dengan PD nya langsung nutup pintu … jeglek … pintu otomatis terkunci …

Sehingga … Aku tidak bisa masuk kamarku lagi … hawong kuncinya ketinggalan di dalam … terpaksa minta bantuan Reception deh untuk membuka pintunya …

(Hebat yah …)(pikun kok bangga …!!!)

 

So trainer … inget … !!! … Mau kunci konvensional kek … mau kartu magnetik kek …

Please don’t leave them ”cemantel” outside the door …. AND …

Please don’t leave them ”cemantel” in  the master switch slot…  inside  your room … !!!

 please deh … !!!

 

Mau cerita pikun lainnya … hhehehe tunggu ya …

I’ll be back after these messages … Don’t go away …!!!

.

.

Categories: TRAINING

NONTON BALAPAN

28 Oktober 2008 nh18 32 komentar

 

 

Aku heran.  Kenapa kalau setiap di TV ada siaran langsung balapan, entah Mobil Formula Satu ataupun Moto GP.  Kok banyak sekali orang menonton ya ? … Aku lihat … entah di Mall, di ruang tunggu rumah sakit atau di pangkalan ojek sekalipun … banyak sekali orang yang heboh menontonnya dengan antusias.  Dan yang pasti … pembicaraan di Kantorku sehari setelahnya, selalu didominasi diskusi mengenai hasil balapan tadi malam …!!!. (En … Seperti biasa Trainer cuma melongo … katro sangat … ora weruh … gara ngatri …)

 

Aku lihat penggemar balapan ini ternyata bukan hanya kaum Adam saja.  Kaum Hawa pun banyak yang suka menonton balapan itu.  Mereka kadang histeris melihat wajah pembalap idolanya (yang katanya super keren itu)  … Mereka hafal satu persatu nama-nama pembalap unggulan yang sedang berlaga … plus nomer mobil atau motor mereka …

 

Terus terang trainer ini gak ngerti babar blas … dimana letak nikmatnya nonton balapan seperti itu … Sirkuitnya kan melingkar … tentu pemandangannya ya itu-itu saja bukan ?. Mau di Catalunya, Monte Carlo, Hockenheim, Sao Paulo, Monza, Shanghai, Singapura, Fuji Speedway, Istambul, Silverstone, Valencia, Montreal, Magny-Cours, Melbourne, Spa-Francorchamps, Sepang atau di Budapest … pemandangannya, perasaan ku sama-sama aja deh … Bunyinya juga paling …. nngggeeenggg …nguing … nngggeenngg … ituu-ituuu saja gak ada variasinya babar blas … (hah …)

 

Aksinya juga paling nikung rebahan kiri … nikung rebahan kanan … plus kadang-kadang ditambah on site kamera yang dipasang di mobil atau motor itu … sungguh membosankan.

(ngebayangin … 26 Lap muter-muter ditempat yang sama … )(apa enaknya coba …?)

 

Tontonan baru akan sedikit ”bervariasi” kalo ada yang … tergelincir … mobilnya keluar jalur … atau bahkan … terbakar … (naaahhh ini baru ”agak” seru …)(Huahahaha)

 

Sumpah … jujur saja … Aku paling tidak suka nonton balapan …

Mohon pembaca jangan protes … yang namanya kesukaan itu tidak boleh dipaksa bukan …???

 

BUT … Hanya ada satu hal yang aku suka dari tontonan balapan.  Terutama F-1.  Aku paling suka ”momentum” ketika para pembalap masuk di ”PITSTOP” … aaaahhhh ini keren banget deh … keren banget dong … top pisan lah    Bagaimana memanage semua aktifitas itu … mengisi bahan bakar, ganti ban, cek ina – inu dan sebagainya … hanya dalam waktu 7 – 8 detik saja … This is great … Ini diperlukan TEAM WORK yang sangat Solid … menyatukan gerak puluhan PITSTOP CREW ini agar bisa selaras.  Dan Pembalap pun bisa segera nggeblass lagi, tanpa kehilangan banyak waktu … (jika ada crew yang ”mis-conduct” … meleset sedikit saja … akan sangat fatal akibatnya …)

 

So kesimpulannya … si Trainer ini hanya menikmati balapan itu … 7 – 8 detik saja … yaitu ketika Mobil-mobil Formula Satu itu minggir di PITSTOP … !!!

 

(dan terus terang … aktifitas kilat di PITSTOP tersebut selalu aku jadikan ilustrasi .. ketika aku menerangkan pelajaran Training mengenai THE GREAT TEAM WORK !!!).  (menurutku tidak ada proses TEAM WORK … yang secepat, sesulit dan seunik di PITSTOP FORMULA ONE )

 

En satu lagi … 

Keknya ada hal lain yang menyebabkan Pembaca dan Teman-teman semua suka nonton Balapan deh …

Pasti karena … Umbrella Girls ….kkaaannn …  (what else coba ???)

They are just …  Too ”bening” to be missed …(halah kumat maning … ).

.

.

.

Categories: PERTUNJUKAN HARI INI

NENEK

27 Oktober 2008 nh18 28 komentar

 

Nenek … ini adalah panggilan sayang anak-anakku pada Almarhumah Ibu Mertuaku.

Aku sendirilah yang menjemput Nenek di Padang, Sumatera Barat untuk pindah dan tinggal bersama kami di Surabaya tahun 1994.   Waktu itu beliau tinggal sendirian di Padang.  Kakek, Ayah mertuaku sudah lama meninggal.  Kemudian Tahun 1997 kami pindah ke Jakarta, Nenek pun ikut bersama kami ke Jakarta. 

 

Berkat beliaulah aku (yang orang Jawa ini ) … jadi bisa Berbahasa Minang.  Dia selalu memanggilku dengan sebutan sayang ”Sutan”.  Sebuah sebutan penghormatan seorang Mertua kepada Minantunya.  Aku bangga sekali dengan panggilan itu.  Aku merasa sangat dihargai dan disayang oleh beliau. (Uda Vizon, Uda Mas Zul dan Uda Alex mungkin lebih mengetahui tentang sebutan kepada menantu di budaya Minang ini …)

 

Pada tahun 2001 – 2002 kesehatan Nenek mulai menurun … beliau terkena stroke … sempat jatuh di kamar mandi beberapa kali.  Memang usia beliau waktu itu sudah lebih dari 80 tahun …

 

Minggu 27 Oktober 2002 (hari ini, Enam tahun yang lalu)

Nenek tidak sadarkan diri.  Keadaan nenek semakin memburuk.  Kami putuskan untuk membawa Nenek ke Rumah Sakit.  Kami minta bantuan 3 orang tetangga kami (Pak De Kumis, Pak Hasyim dan Pak Ukir) untuk menggotong beliau ke Mobil … Nenek di rawat di Rumah Sakit ”Medika” di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan …  Tengah malam Jam 23.00 aku pulang ke rumah.  Istriku tetap tinggal bermalam di RS menjaga Nenek.

 

Senin 28 Oktober 2002

Jam 3 pagi … aku dapat telpon penuh isak tangis dari Istriku … ”Yah … Nenek sudah nggak ada”.  Innalilahi wa ina ilaihi rojiuun … Allah telah memanggil Nenek. 

 

Aku segera menelpon Bapak-ibuku dan beberapa kerabat dekat.  Lalu aku ngebut ke Rumah sakit.  Sendirian tanpa Anak-anak.  Sampai di Rumah sakit … aku sempat mengangkat tubuh dinginnya ke brankar untuk di bawa ke kamar mayat.  Istriku (ditengah kesedihan yang mendalam) dengan sigap menelpon Yayasan Bunga Rampai untuk membantu mengurus segalanya.

 

Waktu bergerak cepat.  Pagi jam 5.30 Dua Petugas (sepasang suami istri) yang akan memandikan Jenasah sudah datang.  Bapak ibuku pun sudah datang …  Petugas itu memandikan Jenazah bersama Istriku dan Ibuku.  Kemudian di Sholatkan … Semua ini lokasinya masih di Kamar Pemulasaraan Jenasah Rumah sakit Medika.  Aku sempat membacakan surat Yasin … sementara Istriku mengurus ini-itu yang lain, telpon sanak keluarga di Padang dan Pariaman.  Mengabarkan Berita duka ini.   Dan meminta keluarga di Padang dan Pariaman untuk mempersiapkan penguburan di sana.

 

Ya … Sesuai dengan pesan Almarhumah … Beliau berkeinginan untuk di makamkan di kampung halamannya di Pariaman, Sumatera Barat …  Sehingga untuk mengejar waktu … aku harus mencari penerbangan ke Padang pagi itu … agar bisa terkejar untuk mengebumikannya HARI INI JUGA …  Ya … ini sesuai dengan perintah ajaran Agama kami … bahwa kita diwajibkan untuk menyegerakan penguburan Jenazah …

 

ALHAMDULILLAH … ALHAMDULILLAH … semua seolah membukakan jalan yang selancar-lancarnya untuk Nenek.  Tiket Pesawat untuk pagi itu (entah pertolongan dari mana) bisa kami dapat dengan mudah, hanya lewat telpon … Lalu Lintas Jakarta di Senin Pagi jam berangkat kantor itu pun kok ya bisa lancar (yang biasanya macetnya gak ketulungan) … Ambulan bisa melaju ke Bandara … bahkan TANPA vorijder motor yang mengibas-ngibaskan bendera kuning itu … urusan cargo jenasah di Cengkareng lancar … Penerbangan Mandala Pagi itu pun on time … Ambulance di Padang sudah standby di bandara tepat waktu … birokrasi urusan cargo arrival di Bandara Tabing Padang cepat beres … perjalanan ke kampung Pariaman pun lancar … semua sudah siap …semua sesuai dengan apa yang kami harapkan.

 

Dan hebatnya lagi … Pagi itu… Rumah Sakit Medika dengan percayanya melepas kami begitu saja … tanpa menyelesaikan urusan Administrasi apapun terlebih dahulu … Mereka bilang … sudah Bapak Ibu jangan panik … urus dulu penguburan jenasah Almarhumah sampai selesai … baru nanti kalau sudah tenang … kembali lagi kesini besok-besok untuk membereskan urusan administrasi …  Mobilku pun mereka jamin aman-aman saja dititipkan menginap di parkiran Rumah sakit itu … selama aku tinggal ke Pariaman …

Can you believe that ??? … Can You believe that !!!

 

Pembaca bayangkan … waktu yang sedemikian singkat … Jam 3 pagi meninggal dunia … jam 6 pagi jenasah selesai dimandikan – dikaffani dan di sholatkan.  Jam 8 an berangkat ke Bandara … Jam 10 take off ke Padang … sampai di Padang jam 11.30 -an… lalu perjalanan ke Pariaman … sampai di kampung sekitar jam 14.00 siang … Di sholatkan lagi dan disemayamkan sebentar untuk didoakan oleh sanak keluarga besar kami di kampung … dan akhirnya sekitar jam 16.00 sore Jenazah selesai dikebumikan.

 

ALLAHU AKBAR … kami tidak percaya … semua bisa lancar sekali … dengan persiapan yang amat sangat singkat … dengan tenaga yang terbatas pula …. and remember ….ini adalah perjalanan lintas Propinsi … bahkan Lintas Pulau …

 

Sungguh Ini mukjizat yang luar biasa bagi kami…

 

Kata orang ini adalah berkat amal ibadah Almarhumah semasa beliau hidup … yang selalu mempunyai keinginan untuk menolong orang … sehingga di akhir hidupnya ini … Semua orang … semua pihak … bahkan semua ”Hal” … (sistem, birokrasi, lalu lintas, tiket, cargo, ambulance dsb) … seolah ikut menolong kelancaran perjalanan Beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya …  Tak putus-putusnya kami bersyukur … Tak putus-putusnya kami memuji kebesaran ALLAH … tak putus-putusnya kami mengucapkan terima kasih pada semua orang yang telah membantu kami …

 

Tentu ada yang bertanya … ?

Lho berarti jenasah tidak sempat disemayamkan di Rumah kami di Jakarta …

TIDAK … Jenasah Almarhumah tidak kami semayamkan lagi di rumah kami.  Keputusan harus cepat dibuat.  Kami memutuskan untuk membawa Jenazah dari RS Medika Permata Hijau Jakarta langsung ke Pariaman, Sumatera Barat … Tempat kelahiran yang juga sekaligus akan menjadi tempat peristirahatan terakhir Nenek.

(terus terang Senin Pagi itu banyak kerabat yang ”kecelik” melayat ke rumah kami di Jakarta tetapi ternyata  tidak ada kesibukan dan kegiatan apapun disana)

 

Dan Ya … aku dan istriku … praktis berangkat ke Pariaman, tidak membawa persiapan pakaian ganti apapun pagi itu … hanya pakaian yang melekat dibadan …

 

Kami sempat mencemaskan Anak-anak kami yang masih kecil-kecil … yang kami tinggal di rumah bersama Mbak Pengasuhnya … Namun Bapak-Ibuku, juga Adikku dan Suaminya yang juga datang pagi itu bilang … ”sudah jangan pikirkan anak-anak … biar Kami yang akan nengok-nengok mereka … Kamu berdua antar Nenek sampai ke makam …” Dan kami pun titip pesan pada bapak ibu untuk disampaikan kepada anak-anak … ”Bahwa Nenek tidak akan pulang lagi kerumah kita untuk selamanya … Nenek sudah pulang ke rumah ALLAH di Surga,  seraya meminta mereka untuk berdoa membaca Al Fatihah untuk Nenek Tercinta.

Nenek dengan segala kesederhanaannya … telah mengajarkan kepada Kami semua … memberi Teladan kepada kami semua … untuk selalu berbuat baik pada sesama.  Niscaya ALLAH akan membalasnya … dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

 

AH NENEK … Kami selalu mendoakan Nenek …

Semoga Nenek bahagia di alam sana ya Nek …

 

Perkenankan Sutan untuk selalu mencium tangan Nenek …

Tangan yang dulu pernah merawat dan membesarkan putri bungsu satu-satunya … Istriku.

Tangan yang telah memasakkan rendang dan gulai yang lezat untuk aku minantunya …

Tangan yang memandikan cucunya, bayi Sulung, Tengah dan Bungsu untuk pertama kali.

Tangan yang telah banyak berbuat baik pada sesama …

 

Perkenankan Sutan untuk selalu mencium tangan Nenek …

walaupun itu hanya dalam angan saja … hanya dalam doa-doa saja …

 

Sutan selalu sayang sama Nenek …

 

(Trainer menangis mengenang kebaikan Nenek …)

.

.

.

Categories: MY FAMILY

TRAINER NEVER LOST

24 Oktober 2008 nh18 22 komentar

 

Apakah Trainer ini merasa takut tersesat jika bepergian ke kota-kota di Indonesia …!

 

NO … Aku tidak pernah takut tersesat jika bepergian ke kota manapun di seluruh Indonesia ?…. Hah sombong sangat … sudah merasa hebat kah ??.  Sudah merasa hafal jalan kota-kota di Indonesia ? … Sok Tau bener Trainer yang satu ini …!!!

 

Oh bukan sodara-sodara … bukan … sama sekali bukan karena sok jago dan sok tau jalan.

 

Trainer tidak merasa takut … karena dia tau  … akan ada orang-orang yang bisa dimintai tolong untuk menjadi penunjuk jalan-guide … jika Trainer datang ke kota-kota itu …  Ya … siapa lagi kalau bukan (mantan) trainee-traineenya …

 

Sebagai seorang yang mengelola aktifitas training and development di divisi Marketing Perusahaan Multy Nasional.  Trainer ini mempunyai (mantan) trainee yang tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia … Jakarta ? Surabaya ? Bandung ? Denpasar ? Ah … ini sih enteng … banyak Traineeku yang ditempatkan disana …

 

Sebut kota lain ? … Banda Aceh ? Lhokseumawe ? saya punya nomer telfon Armansyah, Yudhi, Rahmat dkk … traineeku yang ditempatkan disana …

Ujung Timur ? … Papua … Sorong … Merauke ?? … Ada pren…!!! Ada Imran Djamaluddin dan Andi Rukmil yang menangani distrik-distrik itu …

 

Ke Kalimantan ??? … tinggal telpon Afdhal … dia pasti mau mengantar aku (walau pake menggerutu …)(huahahahah)(Pis Dhal …!!!)

 

Dimana lagi ? … mmm mau ke Sangihe Talaud di Sulawesi Utara (yang se utara-utarannya ) … Ok sapa takut  … saya kenal dua pemuda… Erwin dan Deddy ”Menedes” disana.

 

Selatan … Kupang ? … ini juga ada … bahkan Area Manager Kupang adalah mantan traineeku juga …

 

Mana Lagi ? … Tegal, Gorontalo, Bukit Tinggi, Pekalongan, Muara Bungo, Padang Sidimpuan, Batam, Probolinggo, Lubuk Linggau, Bantul, Sangatta, Belitung, Garut, Sampit, Palangkaraya, Mataram, Sukabumi, Tenggarong, Pare-Pare, Grobogan, Singkawang, Serang bahkan Ternate … Ada pren … ada… Tinggal buka komputer … buka file excel ”Trainees.xls” … maka jreenngg … akan keluar puluhan daftar nomer telfon dan/atau no HP dari (mantan) trainee plus alamatnya yang siap menolong aku jika aku bepergian …

 

Ini adalah manfaat sampingan – side advantage lain dari menjadi Trainer di divisi Marketing ini …  Trainer tidak takut tersesat … karena dia tau … akan ada banyak teman yang (mudah-mudahan) dengan senang hati dan ikhlas membantuku disana … Sebagaimana senang dan ikhlasnya aku ketika menjadi trainer mereka dulu … (semoga).

 

Bagaimana kalo keluar negeri, ?

Trainer gak punya (mantan) trainee di luar negeri.   Apa tidak takut tersesat … !!!???

Hehehe ini tergantung … kalo negara itu sudah punya infrastruktur – peta – keamanan dan system transportasinya sudah maju dan sangat jelas … dan aku bisa baca huruf-hurufnya … Mungkin aku tidak takut tersesat … !!! (Mungkin lho ini …!!!) (hahaha gak pede dia …)

 

Tapi kalo negaranya masih acak-adut dan banyak Preman … ya takut juga pren … !!!

Elu kira gua Superman apah …???

.

.

.

Categories: TRAINING

STOP PRESS LAGEE

24 Oktober 2008 nh18 17 komentar

Sodara-sodara sekalian …

Hari ini kembali aku mendapat surprais …

Ada satu lagi mantan traineeku yang ternyata … ujuk-ujuk mak bedunduk masuk ke blog trainer ini …

Dia adalah … AFDHAL …

http://theafdhal.blogspot.com/

Keluarganya asal dari Makassar, Dia sendiri lahir di Jayapura.  Pertama kali masuk perusahaan kami ini dia ditempatkan di Semarang kemudian ke Pekalongan … lalu sekarang … Dia dipromosikan dan ditempatkan jauh … dari Kantor Pusat … (Dia mantan Trainee Secapa ku juga …)

Anak ini “badung” – cekatan – gesit – pintar dan selalu mengatakan …”Siap Komandan !!!”.  Dan juga seorang striker futsal yang paten … (Yo tho Dhal ???).   Menandakan bahwa yang bersangkutan ini sangat “handal” untuk di handalkan …

Dimana dan bagai mana cerita lain tentang dia … lihat saja sendiri ke Blog nya …

DHAL … tulis yang bagus … awas kalau tidak … huahahaha … Jangan malu-maluin lho … gua udah promosiin blog ente …

Sehat ya Dhal … !!!

Salam saya …

Categories: NGEBLOG