Arsip

Arsip untuk November, 2008

TIMANG-TIMANG

28 November 2008 nh18 42 komentar

 

.

Timang-timang … Anak ku sayang …

Buah Hati … Ayah’nda seorang …

 

Sebuah lagu indah, karangan Said Effendi.  Aku mendengarnya kembali kemarin.

 

Dimana ? Kapan ?. 

Di restoran hotel Pulau Bidadari.  Tgl 27 November 2008 jam 7.00 pagi.  Trainer sedang sarapan … sendirian saja.   Para trainee belum ada yang muncul satupun juga.

 

Ini adalah lagu lama.  Aku lupa siapa penyanyi aslinya.  Namun sering aku dengar lagu ini dinyanyikan oleh Pomo, Saxophonis itu.  Juga Koes Hendratmo.

Note :

Ini bukan lagunya Anang Hermansyah / Krisdayanti itu.  Yang kalo si Anang nyanyi,  urat suaranya seolah keluar, dengan leher menjulur tercekik … ngotot sangat … mengikuti dasar nada KD.   Bukan … bukan yang itu … bukan lagu yang ”maksa” itu …

 

What is so special about ”Timang-timang anakku sayang ?”

Ini adalah lagu ”kudangan” atau lagu buaian untuk menidurkan ketiga anakku,  ketika mereka masih bayi dulu.  Sering tengah malam larut … mereka terbangun karena haus.   Aku kadang menggantikan Istriku untuk membuatkan susu.  Lalu menidurkan mereka kembali.   

 

Karena anakku Laki-laki semua … maka agak aneh rasanya jika aku menyanyikan lagu ”Nina Bobo” …  Mau aku ganti syairnya jadi Tyo bobo, Bimo bobo atau Yoga bobo kok rasanya ndak enak sama yang menciptakan lagu itu …  J

 

Dan lagu yang aku senandungkan adalah ”Timang-Timang anakku sayang” itu tadi … Karena lagu yang aku hafal untuk ”situasi” tersebut … ya hanya lagu itu.  Nggak mungkin kan aku nyanyiin ”I will survive” nya Gloria Gaynor.  Atau ”Sorak-sorak bergembira” …???

 

Aku menidurkan mereka dengan cara menggendongnya dengan kain batik merah bercorak burung, … atau terkadang hanya aku ”puk-puk” dan usap-usap punggungnya saja … diatas tempat tidurnya.

 

Anak-anakku sudah besar sekarang.  Tentu saja lagu itu sudah lama sekali … tidak lagi aku nyanyikan untuk mereka.  Dan kemarin pagi itu … ketika secara tak sengaja aku mendengar kembali lagu kenangan ini … Mendadak ”Musical Sensitivity” ku tersentuh …

 

Mataku tiba-tiba berkaca-kaca … bahkan satu dua tetes air mata sempat menetes …  (Untung saja aku sendirian saat itu … ).  (Kalau tidak … Bisa malu aku … Trainer kok ujuk-ujuk nangis …).  Ya … Aku terkenang masa-masa dulu … ketika ketiga anak-anakku masih bayi … menidurkan mereka dengan menyanyikan lagu itu.

 

Anak-anakku … Tau kah kalian … Ayahmu ini pernah dengan terkantuk-kantuk, tengah malam,  menyanyikan lagu ini … khusus untuk kalian … supaya kalian bisa tidur dengan nyenyak   karena Ayah sayang sekali sama kalian … !!!

 

Dan Pagi itu … tak sadar bibirku pun lamat-lamat ikut melantunkan lagu indah ini …

 

Tidurlah Tidur … pejamkan mata  … sayang …

Esok lusa … Bermain kembali …

 

(Ya … besok lusa kita main lagi ya Nak …!!!)

(Ya ALLAH, berikan aku kekuatan untuk selalu membuat titipan-titipan MU ini bahagia …)

 

(khusus untuk Tyo, untuk Bimo, untuk Yoga …)

.

.

.

Categories: MY FAMILY

ANGEL’S ISLAND # 2

28 November 2008 nh18 27 komentar

 

Perjalanan ke Pulau Bidadari jilid 2.  Kelanjutan dari tulisanku yang INI.  Tgl 26-27 November, Aku diundang lagi untuk memberi materi di Program Training para Sales Supervisor.

 

26 November 2008 …

Jam 13.30 Aku sudah siap di dermaga no 17 Pantai Marina, Ancol.  Siap menyebrang.

Di speed boat hanya ada 4 penumpang.  Aku dan seorang Bapak.  Dua lainnya adalah Pilot Speed Boat dan Co-Pilotnya …(yang lebih mirip kenek itu …).   Selain kami berempat … muatan speed boat yang lain adalah … Bergalon-galon air minum.  Ini pasti untuk mensuplai air minum di Cottage-cottage yang ada di pulau tersebut.  Ada mungkin 20 galonan …(BTW … itu setara dengan 380 liter air).

 

Ombak lumayan besar siang itu.  Aku terbanting-banting di atas speed boat yang kosong itu.  Untung hanya 20 menit.  Lebih dari itu … ”isi perut keluar” diluar tanggung jawab panitia.

 

Sampai di pulau … aku masih bisa santai walaupun agak ”boat-lag” sikit (halah) … Jadwal mengajarku masih besok.  So … It’s time for Island’s exploration.  Yang belum sempat aku lakukan minggu lalu.  Disini ada Penangkaran Biawak yang dibiarkan bebas berkeliaran dan juga Benteng peninggalan Belanda.

 

Biawak ? … Ah aku tidak beruntung … aku tidak menemukan seekor pun biawak yang melintas di pulau ini.  (mungkin mereka segan dengan ”rajanya” biawak yang sedang berkunjung ini). (hahaha).  Dan Aku baru tau … selain penangkaran Biawak, di Pulau Bidadari ini juga ada sarang burung Elang Bondol …  Aku juga tidak bisa melihat species burung ini sore itu. 

 

Benteng ? … nah ini menarik … situs ini bentuknya seperti Coloseum di Roma sana.  Ini katanya tempat menyimpan mesiu dulunya …  Ketika aku sampai disana … ada dua pasang pengantin yang sedang melakukan Foto Pre-Wedding … Menurut keterangan petugas di pulau itu … banyak sekali pasangan-pasangan calon pengantin yang melakukan foto pre wed disana.  Dan Benteng ini adalah favorite spot mereka.  Trainer mencoba menganalisa … apa hubungan antara Benteng dengan Wedding.  Dan sepertinya tidak berhasil … hehehe.  Kalo mau di pepet-pepetin sih, Mungkin Benteng itu identik dengan perang … So Pernikahan itu (more or less) … memulai sebuah peperangan ? :)  (hah … ngarang kamu Om …)

 

BTW : Ini adalah Photo Dokumentasinya (photo taken by Irwansyah)

 pose32

 

Dan Ini tempat aku menginap … namanya Cottage Angsa …

 

angsa 

Kenapa aku pilih angsa ? … Because it’s white and cute bouw …

Masak aku nginap di Cottage Ikan Gabus,  Pari … atau Cumi ?? … Kan nanti ndak matching toh sama kepribadianku yang halus budi bahasa ini … (gubrak … dzig … plung)

 

Demikian Trainer melaporkan langsung dari Pulau Bidadari … Kepulauan Seribu … 20 menit dari Ancol … So … Stay tune ya cun …!!!

 

(Trainer masih tersenyum jika mengingat-ingat pasangan calon mempelai yang foto pre wed disana … Panas-panas terik , di pulau, di tepi pantai, pose cengangas-cengenges,  sok-sok sweet gitu deh,  dengan memakai jas tuxedo juga gaun pengantin putih satin long dress merumbai-rumbai,  full make up, menik-menik, kinyis-kinyis,  … ah berat nian perjuangan mu dik … dik … ngrekoso tenan iki …)

Categories: THE TRAINER, TRAINING

SPEED READING

26 November 2008 nh18 45 komentar

(dan akhirnya juga … SPEED COMMENT)

 

Serial ngeblog Konservatif Tradisionalis cara Trainer …

Sudah banyak yang menulis mengenai hal ini.  Memang dalam dunia perngeblogan, perilaku ini sering terjadi.  Akupun terus terang sering melakukan SPEED READING ini.  Scanning … Membaca cepat.  Plus Berkomentar Cepat pula …

 

Keinginan untuk mengeksplorasi sebanyak mungkin tulisan yang ada di blog-blog seantero maya membuat kita jadi membaca secara cepat.  Ditambah lagi “Argo” atau “benwit” terbatas dan waktu yang terus berjalan membuat kita tidak bisa berlama-lama membaca postingan teman yang satu karena kita sudah tergoda dan tidak sabar untuk segera membuka dan melihat tulisan teman yang lainnya … berpacu dengan waktu … !!!

 

 

Akibat dari “SPEED READING” ini adalah … banyak informasi ataupun tulisan yang menjadi salah interpretasi.  Salah persepsi. Atau bahkan ada informasi yang ketinggalan karena dibaca tidak lengkap. 

 

Akibatnya banyak komentar yang menjadi justru aneh bin lucu … (alias jaka sembung bawa uang receh … kagak nyambung weiceh).  Apa yang ditanyakan justru sudah ada jawabannya di tulisan.  (Tulisankemanakomenkemana.com)

 

Banyak juga komentar yang sama dari satu blog ke blog yang lain … di copy paste … seragam semua komentar … (biasanya dilakukan oleh blogger-blogger pemula, sekalian untuk mencari massa, mempromosikan blognya … door to door).

 

Disatu sisi … banyak orang yang merasa bahwa dia harus memberikan komentar sebagai cerminan dari apresiasi si Pembaca kepada Penulisnya bahwa dia sudah membaca tulisannya.  Disisi lain … ada banyak juga orang yang memilih untuk tidak memberi komentar, tulisan yang dia tidak mengerti.  Dari pada memberikan komentar sekenanya.  Dan bagiku dua-duanya sah-sah aja dilakukan … tergantung masing-masing.

 

Tantanganku sebagai Blogger adalah …

Bagaimana membuat TULISAN yang “CONCISE”, padat … dengan bahasa yang EFEKTIF plus AKSENTUASI KOSMETIK tulisan yang tepat …  sehingga “key message” yang disampaikan bisa di tangkap dengan baik oleh pembaca … dengan SPEED READING sekalipun …

 

Tantanganku yang lain adalah bagaimana memberikan KOMENTAR yang “PAS” … dengan sebutan panggilan yang tepat … pada esensi dan substansi yang benar … tanpa kehilangan “SENTUHAN PERSONAL”.  Karena bagiku “sentuhan personal” … adalah unsur pembeda utama antara blogger mana yang sungguh-sungguh memberi komentar, mana yang basa-basi … dan mana yang cari massa.  (… atau bahkan cari massa-lah).

 

—-

 

BUT YES INDEED … EVERY BLOGGER HAVE THEIR OWN UNIQUE STYLE …

This can create distinctive differentiation between one to another …

And … That’s the beauty of Bloggin’

 

(Halah coro Engkris barang … ) … (Trainer sok tau luh … )

 

Mau tau komentar yang paling aman ?? … Gampang … tulis aja … ”OOT … Salam kenal” hehehe … :)

.

.

.

Categories: NGEBLOG

SARAPAN PAGI

25 November 2008 nh18 20 komentar

.

Minggu pagi, habis Sepedahan keliling kampung. enaknya sarapan bakso nih.  Trainer akhirnya jajan bakso saja di kedai bakso dekat rumah.  Pesan Soto Mie Bakso … ah nikmat sangat.

 

Tak lama datanglah 3 ”customers” yang lain.  2 laki dan 1 perempuan. Sepertinya Mahasiswa.  Menggunakan 2 buah sepeda motor bebek (semuanya tanpa spion, dan knalpotnya pake spleteran … yang kalo di gas bunyinya memekakkan telinga).   

Yang perempuan menyisir rambutnya yang ”pirang gadungan” itu.  Melambaikan tangan langsung berteriak keras memanggil

”Mas sinih … !!!“.  (ah arogan sekali).   

Langsung mereka merepet … “Bikinin Saya bakso setengah, mi putih aja, micinnya jangan banyak-banyak. Mmm Saosnya banyakin, jangan pake kecap.  en Pake kerupuk ya … “

 

“Kalo saya Soto mi bakso, dagingnya banyakin… “,

“Saya Soto Mie bakso juga, nggak pake risoles, gak pake kentang, bawangnya dikit aja ya …”. 

“Ini baksonya baru kan ??? bukan bakso kemaren kan ???” “Gua bisa tuntut lho kalo elu jual bakso yang bekas kemaren”. (sambil bertolak pinggang … ah pongah sangat).

 

(Maksudnya sih “kritis” … tapi salah alamat dan tidak pada tempatnya).

(Dan FYI … itu semua diucapkan dengan serius, bukan nada candaan seorang sahabat).

 

“Cepet ya Mas … nggak pake lama …”.  Mereka terus ngobrol keras dan tertawa terbahak-bahak.  Tidak peduli dengan sekelilingnya. (note : dari obrolannya inilah aku tau bahwa mereka mahasiswa.  Salah satu topik obrolannya adalah tentang “copy paste” tugas paper kuliah)

 

Tidak lama mereka berteriak lagi …”Aduuuhhh Haus nih … mas ada jus nggak ??? ada jus ???

Si mas santun menjawab “Ada … mau jus apa ya mbak ??”

  

“Saya mau jus Melon .. Melon … Melon ada nggak … !!!.  (sambil terus memainkan rambutnya)

“Wah maaf kami tidak ada jus Melon … adanya Jeruk sama Alpukat saja …”

“Aaaahhhh payah banget si nih … gimana sih … bbeeuuhh warung nggak mutu nih … !!!”

“Ya udah jus jeruk tiga !!!” tetap dengan teriakan yang sangat meremehkan.

 

Tak lama kemudian pesanan siap tersaji …

“Mas-mas … aku nggak jadi setengah … aku satu porsi aja … ,  Dan ini sambelnya tolong pisahin dong … aku nggak suka sambel …. Aaaahhh gimana sih ini !!!.  (nada tetap tinggi).

“Eh mas kok Jus nya asem nih … minta tambah gulanya dong …. “ dst dst dst …

Hah … pendek kata … BERISIK … REWEL … RESE’AROGAN   permintaannya banyak (lebih dari “Tujuh Tuntutan” sepertinya)  dan itu terus berlanjut sampai mereka selesai makan. 

 

Baru pake motor bebek saja belagunya kayak gitu … gimana kalo nanti bawa Mobil yak …

 

Katanya pro rakyat kecil … tapi kelakuannya terhadap penjual bakso kok begitu ????

(Sebetulnya rakyat kecil sebelah mana sih yang anda bela ???).

 

(Dan para mahasiswa pun berkilah … ”Aah itu kan hanya oknum …”)

(hhmmm … oke deh kakak …)

.

.

.

SEORANG LELAKI KECIL

25 November 2008 nh18 39 komentar

 

Seorang lelaki kecil … Tertatih terbungkuk …

Menarik gerobak berwarna perak …

Penuh berisi kardus dan botol plastik yang terserak …

 

Seorang lelaki kecil … Berbaju lusuh berwarna biru tak bercorak

Memakai sandal jepit tipis yang tak layak 

Bercelana marun seragam sekolah yang terkoyak

 

Seorang lelaki kecil … Berusia sangat belia …

Belum lagi genap dua belas warsa …

Seharusnya dia dirumah membuka bukunya

 

Seorang lelaki kecil … Menarik gerobak berwarna perak …

Membelah malam yang merangkak kian gelap

Ditepian jalan ramai penuh asap pengap

 

Seorang lelaki kecil … Kotor, Berpeluh … penuh debu

Tetap berjalan terburu-buru, Entah apa yang di tuju …

 

Aku pun iba  

Kusodorkan derma Duapuluh Ribu untuknya …

Sekedar untuk membeli nasi dan lauknya …

Untuk dia … juga mungkin untuk ayah dan ibunya

 

Lelaki kecil itu hanya diam … menerima pemberianku

tanpa kata … tanpa rona … tetap membisu … tak bicara

 

Dia segera menepi ke kios rokok kaki lima …

Lalu dia berteriak lantang …  Bang … Rokok sebungkus …”

Berbinar segera membuka bungkusnya

Tergesa mengeluarkan sebatang rokoknya …

Lalu menyalakan dan menghisap rokok tersebut

Dalam-dalam … dengan nikmatnya …

Aku hanya terpana dengan mulut menganga …

 

Seorang Lelaki kecil …

Membelanjakan uang yang baru didapatnya,  yang sebetulnya bisa sangat berarti  

Untuk sebuah asap kenikmatan … Yang seharusnya … masih terlalu dini untuknya …

 

Ah … Dua puluh ribu itu telah terbuang sia-sia …

Dan seketika … Trainer pun dihinggapi perasaan yang bersalah sangat …. !!!

(Ya … Aku menjadi tidak Ikhlas karenanya …)

.

.

.

Categories: RENUNGAN

PUNGGUNG

24 November 2008 nh18 24 komentar

 

What is so special about “Punggung” ?

Yes … It’s biasa saja.  Nothing special.

 

But … bagi ku … Punggung is “very special” …

Punggung adalah “Titik lemah” dari anak-anakku.  Si Sulung- Si Tengah dan Si Bungsu.

 

Titik lemah … tapi Special ? ah aneh amat …

Begini …

Anak-anakku … punya kebiasaan untuk minta aku “berbuat sesuatu” pada punggungnya … ini kebiasaan mereka dari kecil …

 

Si Sulung … sampai sekarang … kelas 9 Tsanawiyah … jika tidak enak badan atau tidak bisa tidur … selalu minta dipijit-pijit punggungnya … Aku biasanya menekan dan mengurut titik-titik tertentu di punggungnya … dan kalau sudah aku ”pegang” … biasanya si Sulung akan “glegeen” atau “sendawa yang panjang” … tanda anginnya keluar semua … dan kalau sudah begitu dia akan bisa pulas tidurnya …

Pernah jam dua malam dia khusus meng-sms aku untuk memijitnya … dia rupanya kesal sekali tidak bisa tidur malam itu … so … upaya terakhir dia terpaksa minta tolong ayahnya untuk memijat punggungnya … (jam 2 malem sodara-sodara …)

 

Si Tengah … agak beda … kalau dia dari kecil … selalu kepingin di ”usuk-usuk” atau di gosok-gosok punggungnya kalau mau tidur … Ya memang … kebiasaan ini sekarang sudah tidak ada lagi … dia sudah kelas 7 Tsanawiyah …  Namun biasanya kami selalu menyempatkan diri untuk menggosok punggungnya ketika sedang makan, sedang ngobrol di depan TV atau sedang santai … (kata orang ini bisa menjalin kedekatan orang tua dengan anaknya …)

 

Si Bungsu … yang terkenal agak manja itu … lain lagi …

Dia tidak minta di pijit … bukan pula di usuk-usuk … Dia selalu minta … di garuk-garuk … hahahha …  Tapi ini bukan seperti menggaruk kasar kalau gatal …

Yang dimaksud ”garukin” oleh si Bungsu adalah … kita cukup menempelkan ke lima kuku kita … tanpa tekanan … dan jari kita itu berjalan kian kemari di punggungnya … mirip orang membajak sawah … Once again ini dilakukan tanpa tekanan … hanya menelusuri punggungnya saja perlahan dan lembut … naik turun … kiri kanan …

Jadi biasanya kalau Ayahnya datang … dia langsung telungkup ditempat tidurnya … menaikkan kaos nya dan … Haaaayyaaahhh ….  itu artinya dia pingin di ”garukin” …

Dan yes dia langsung Merem melek … menikmati.   Bahkan tidak jarang … akhirnya dia malah ”ngelepus” tertidur di tempat tidurnya …

 

Dari referensi yang aku baca …

Upaya menyentuh punggung …(atau bagian badan lainnya) pada anak … akan mendekatkan mereka pada kita … dan sekaligus memberikan rasa aman dan tenteram pada si Anak …

 

So … It’s very simple isn’t it ?  Dan nggak pake Biaya … !!!

 

(So … Pijit – Gosok – Garuk … dan semua di Punggung …)

.

.

.

Categories: MY FAMILY

MAKIN LUAS

24 November 2008 nh18 21 komentar

 

.

 

Pada awal aku ngeblog … pada bulan Desember 2007, kerabat, saudara, teman-teman sekantor tidak ada yang tahu bahwa aku menulis blog.

 

Baru kemudian pada bulan Januari 2008.  Ada satu orang teman lama yang menginformasikan blognya pada ku, dan mengundang aku untuk datang ke Blognya … dan aku pun mau tak mau juga memberikan alamat blogku pada dia …

 

Bulan July 2008, orang-orang yang mengetahui bahwa aku menulis Blog bertambah lagi … dia adalah Adikku … dan juga anak-anakku … Waktu itu aku mencoba membuka blogku dari Rumah Adikku yang punya sambungan internet … dan di situlah anak-anakku mengetahui bahwa ayahnya ini menulis sesuatu di Internet.  Berebutan mereka membaca tulisan di blog ku … terutama tulisan postingan tentang mereka …

 

Beberapa bulan kemudian … giliran orang kantor yang mengetahui aku menulis blog.  Bahkan ada yang minta diajari juga bikin Blog … ya dia adalah Nepho …

 

Dan akhirnya sekarang … orang satu departement banyak yang mengetahui bahwa Trainer ini punya Blog …  Mereka berhasil menemukan blog trainer ini … baik searching lewat mas gugel maupun informasi dari mulut ke mulut …

 

Di satu sisi … Trainer senang dengan kenyataan ini … tetapi di sisi yang lain … ini juga memberikan tantangan sendiri bagi si Trainer untuk terus menulis …

 

Yang jelas pembaca blog ini menjadi sangat beragam …

Ada yang sudah kenal secara personal … ada yang belum …

Ada anak kemarin sore … ada juga yang sudah sangat ”matang” …

Ada yang brondong broncis … ada pula yang sudah malang melintang dengan berjuta pengalaman.

Ada penulis terkenal, penulis debutant, karyawan, karyawati, broadcaster, wartawan, ahli IT, backpacker, praktisi, ibu pejabat, ibu rumah tangga, calon ibu, dosen, mahasiswa, guru … juga wiraswasta dan wiraswastawati …

 

Sangat beragam … Dan Inilah indahnya Nge Blog … inilah tantangannya Nge Blog…

 

So Trainer … tetaplah menulis …  Yang penting selalu pegang tiga prinsip … Nggak Boong, Nggak Nyontek dan Nggak Jorok.   And … of course … One Page Only …

 

I am proud to be … a Trainer who’s also a Blogger …

 

(Ditulis dalam rangka Pesta Blogger 2008 … yang tidak sempat aku hadiri itu …)

.

.

Categories: NGEBLOG

SAPULIDI

24 November 2008 nh18 16 komentar

Cerita yang tercecer dari Gathering ke Bandung Kemarin …

Hari Sabtu 15 November 2008.  Setelah kecewa tidak bisa memetik Stroberi.  Rombongan Trainer yang sedang melakukan Employee Gathering ke Bandung itu … akhirnya berkeputusan untuk makan siang saja.

 

Restoran yang dipilih adalah SAPULIDI.  Terletak di suatu kawasan perumahan yang lumayan elit di Bandung.  DI Cihideung kalau tak salah.  Trainer heran … tempatnya jauh dari kota … tapi kok ada perumahan yang sangat bagus disana.  Restoran ini pun juga ternyata luas juga … tertulis di pintu masuk … SAPULIDI, Cafe-Resort-Gallery.

 

Konsep SAPULIDI sendiri ditata sedemikian rupa menyerupai suasana pedesaan.  Lengkap dengan saung tempat makan yang tersebar-sebar.  Ada juga hamparan Sawah dengan padi yang menguning.  Plus beberapa kolam buatan beserta jembatan-jembatan kayunya … menambah cantik dan asri lingkungan tersebut.  Cuaca mendung, hujan rintik-rintik …

Aku sempat melihat ada sepasang muda-mudi berpakaian sangat rapi dan necis … sedang melakukan sesi Foto Pre – Wedding disana … (dengan gaya-gaya mesra gitu deeehh)

 

Sebelum makan … kembali rombongan kami bernarcis ria .. heboh foto-foto di pematang sawah jadi-jadian itu.  Tak mau kalah dengan pasangan yang sedang foto pre-wed disana.

 

Melihat hamparan sawah ini … Trainer jadi ingat waktu dulu kuliah praktikum menanam padi IR bibit unggul disawah.  Nepho, mantan traineeku yang hobby fotografi itu meminta aku untuk ke tengah sawah dan acting ”meneliti” bulir padi disana … koyo yak yak o …wis tah …  Dan Trainer pun minta gantian untuk bisa memoto Nepho, Bujangan yang (merasa) ultra aduhai ganteng ini … (Sebetulnya alasan sejatinya adalah … aku pingin mencoba kamera SLR milik nevo yang canggih itu … hehehe …)

 

Itung-itung nostalgia hobby kuliah juga …  Hanya bedanya dulu aku motret-motret pake Kamera SLR yang biasa … sekarang dengan kamera SLR digital milik Nepho … aaarrrrrgghhhh … keren banget tustelnya …  Aku perlu beberapa saat untuk mengenali karakter Kamera canggih ini …

 

Aku jadi kepingin punya tustel SLR digital juga nih … yang lengkap dengan telenya …

Saat ini Trainer hanya bisa mengelus-elus kamera kesayangan Nepho itu … iri sangat … !!! sumpah …

 

(Kira-kira kalo aku mengajukan propossal pembelian Kamera SLR digital + telenya ini … apa di approve nggak ya sama ”Menteri Keuangan” ???) … (Hhhmmm sepertinya akan sulit … mengingat tahun depan Si Sulung InsyaALLAH masuk SMU … yang memerlukan biaya yang tidak sedikit. )

 

(Ah … tapi kamera poketku bagus juga kok  … Trainer mencoba menghibur diri …)

(dan yaw-rite …  jujur saja… upaya penghiburan itu tidak berhasil ….)

( Kamera SLR … bagaimanapun … jelas beda “soulnya” dengan Kamera Poket)
.

.

Categories: TRAVELLING