Arsip

Arsip untuk Januari, 2009

SIMILARITY

30 Januari 2009 nh18 47 komentar

 

(Trainer lagi kehabisan ide … )(Solusi terakhir adalah nulis tentang anak,  sungguh ini sumber inspirasi  yang tiada habisnya …)

 

I wanna talk about … Similarity between The Father and His Sons.  Antara Trainer dengan ketiga anak-anak lelakinya.  Apa saja sih kesamaannya …???

 

Si Sulung vis a vis Trainer : ” WAJAH dan BONGKOK”

Ya … kami berdua mempunyai wajah yang relatif lebih mirip satu sama lain.  Dibandingkan dengan Tengah dan Bungsu … Cara jalan kami pun sama … persis plek ketiplek …  Bongkok … Aku pernah cerita bahwa walikelas dan guru-guru si Sulung dengan mudah menebak.  Bahwa aku ini adalah orang tuanya si Sulung.  Bunda pun pernah bilang … kalo Bunda jadi temen sekelasnya si Mas … mungkin Bunda juga bisa jatuh cinta kali sama si Sulung … fotocopy ”his man” bener soalnya ….  (Dan si Mas menyaut … mmm keknya mas nggak bakal tertarik deh … ) … hahahaha (1x)

 

Si Tengah vis a vis Trainer : ”KECAP dan KERUPUK”

Yes indeed … sekalipun si Tengah ini peranakan Jawa – Minang.  Tapi untuk urusan lidah dan selera … Tengah ini meniru abis kesukaan si Trainer yang Jawa ini.  Tengah ini Kecap minded … hampir semua hidangan di kecapin … selera Jawanya lebih dominan.  Kerupuk pun juga begitu … Jika si Mbak asisten rumah tangga kami pagi hari membeli kerupuk kampung di tukang sayur … pasti … kerupuk itu sudah habis duluan disikat si tengah … sebelum aku santap.  Dan kalau kita sedang makan bersama … topless kerupuk pun pasti jadi rebutan, tarik-tarikan antara aku dan si Tengah … Huahahahah …(2x)

 

Si Bungsu vis a vis Trainer : ”SENI dan RAPI”

Satu-satunya anakku yang mewarisi sedikit bakat seni Ayahnya adalah si Bungsu.  Si Bungsu suaranya paling merdu dan tidak Fales.  Hasil mewarnai Gambarnya pun jauh lebih bagus dibanding dua kakaknya … Si Bungsu juga punya kecenderungan untuk selalu rapi … sama seperti Ayahnya … Kami paling ”gatal” kalau ada barang yang terletak tidak pada tempatnya … Melihat cara dia menjejer-jejer mainan figurin dan kartu yu gi ohnya … sama persis melihat cara Trainer kecil dulu menjejer mainan mobil-mobilan Matchboxnya.  Lempeng dan lurus … hehehe (3x)

 

Gitu kira-kira similaritynya … !!!

 

(mm ada satu lagi persamaan sebetulnya … yaitu …  Kita berempat sama-sama ganteng)

Sulung ganteng cool … Tengah ganteng gagah … Bungsu ganteng imut …

Trainer ..??? … Ganteng ”mateng” … J

 

Yakin … pembaca pasti masih berkerut tak habis fikir … ”Ganteng Mateng” … ???

Maksud Loooohhh … ???!!!

.

.

.

Categories: MY FAMILY

FUN

30 Januari 2009 nh18 19 komentar

 

“Have Fun” versus “Make Fun Of …“

 

Peter Kline pernah berkata bahwa “Proses Belajar-mengajar akan lebih efektif jika kita semua dalam keadaan Fun”

 

Jargon itulah yang selalu aku pegang ketika melakukan in class training.  Aku selalu berusaha untuk menciptakan suasana kelas yang Fun … live … dan relax.  Tanpa mengurangi keseriusan.  Have Fun – relax itu harus. Bercanda pun juga tidak di haramkan.

 

But … be careful …

Ini ada batasan-batasannya …

Kadang kala budaya di sementara masyarakat kita … “Have Fun” … selalu dilakukan dengan cara … ”Make Fun of”

 

Kita terjebak pada becandaan yang … meremehkan orang … menertawakan orang …  mempermainkan … mengata-ngatai orang … menjadikan Trainee/Orang tertentu sebagai bahan bulan-bulanan … (apa lagi … mengejek kekurangan fisik seseorang …)

Sebagai pembicara … fasilitator … atau Trainer … Kita harus hati-hati agar tidak menghidupkan suasana kelas dengan tekhnik “Make Fun Of …” ini …

 

OK lah … untuk target audience tertentu … ini tidak akan menjadi masalah … apalagi kalau kita sudah mengenal dengan dekat dan sangat baik … sifat dan perilaku para Trainee kita.

 

Yang menjadi masalah adalah … jika kita belum begitu mengenal Trainee-Trainee kita … Bisa jadi becandaan “Make Fun Of …” ini, … mengata-ngatai seseorang … mengejek seseorang … menjadi hal yang sangat annoying … mengganggu … Tidak pada tempatnya … dan sungguh tidak santun.   Bisa jadi Trainee tersebut … jauh di lubuk hatinya … sangat tidak berkenan dengan becandaan kita … (dan “nilai” Trainer pun akan jatuh dimata mereka)

 

Have Fun … itu sejatinya … tidak hanya dibangun dengan “Make Fun Of …” saja.

Tertawa … tidak hanya melulu dihasilkan dari proses joke yang mengejek … entah mengejek kekurangan orang, cara jalan, cara bicara, cara bertingkah laku seseorang …

Ada banyak hal lain yang bisa kita eksplor untuk meledakkan tawa para Trainee …

 

Lalu bagaimana …??? Hawong sudah jadi kebiasaan jeh …???

Mmmm cara yang paling aman adalah … Menertawakan diri sendiri

Terus terang saja Trainer ini sering melakukan teknik ini … menertawakan kelakuannya sendiri … kekonyolan diri sendiri … kebodohan diri sendiri …

Once again … ini paling aman … !!!

 

Apa Trainer tidak takut kehilangan Wibawa …????

Noup … Trainer sama sekali tidak takut kehilangan wibawa jika menceritakan kebodohan atau kekonyolan dirinya sendiri … !!!

 

Apa yang bisa menghilangkan Wibawa kita ???

Kita akan kehilangan wibawa jika … dan hanya jika … kita tidak menguasai Materi yang kita bawakan … !!! … Kita tidak bisa menguasai Audience … !!!

 

Dan … Jika ini terjadi … maka Anda patut merasa gundah  …!!!

 

Ini nightmare sangat !!! (tok-tok-tok … amit-amit )

.

.

.

Categories: TRAINING

MANDI HUJAN

29 Januari 2009 nh18 31 komentar

 

Sekarang musim Penghujan.  Hujan turun hampir setiap hari … pagi dan sore.  Kadang bisa membuat macet Jakarta dan banjir dimana-mana.

 

Zaman dulu … hujan adalah anugerah yang paling kami tunggu-tunggu.  Ya kami, … si Trainer kecil dan adik perempuannya … NH bersaudara … Apa pasal ???

Ini saatnya bermain.  Bermain yang paling nikmat … !!!  … MANDI HUJAN … !!!

 

Jika hujan turun … apalagi sore hari … kami mengiba-iba pada Ibu untuk diperbolehkan mandi hujan diluar … Dan jika ibu lihat hujannya lebat … beliau pasti bilang … “Yo wis kono … “.  Tetapi kalau hujannya hanya gerimis kecil saja … ibu justru melarang …

 

Ketika SIM-H (surat ijin mandi hujan) didapat … kami segera melesat keluar … berlari-larian … becek-becekan … ciprat-cipratan … riang ria … kebes basah … nikmat sangat …

Waktu kami tinggal di Komplek dosen di Ciputat biasanya kami lari ke jalanan didepan rumah … ada banyak teman, anak tetangga kiri-kanan yang juga punya SIM-H … maka bermainlah kami bersama mereka … (Ramai Riuh rendah … Dufan pun kalah …)

 

Ketika kami pindah ke Patal Senayan … acara Mandi Hujan tetap eksis … namun ini kami lakukan hanya berdua saja … dan tidak keluar pagar … hanya di seputaran rumah saja …  Rumah kami itu … di bagian samping dan depannya ada teras marmernya …  Aaaahhhaaa … ini “wahana” variasi permainan lagi …

 

Teras dengan lantai marmer itu licin sangat kalau hujan … jadilah ritual Mandi Hujan kami tidak sekedar berlarian saja … tetapi ditambah … berseluncur sodara-sodara …

Ambil awalan dengan berlari sebentar … lalu sontak menjatuhkan badan … berlutut … atau bahkan rebahan sambil meluncur indah disepanjang teras marmer tersebut … cciihhuuuiii … (sambil berteriak akan lebih afdol …). 

 

Bosan berseluncur … kami pindah bermain di pancuran .. air cucuran atap … yang jatuh dari talang atas … Semakin deras hujan … air cucuran atap tersebut akan semakin keras menerpa kepala atau punggung kami … bagai dipijat ala thalasso … “water theraphy” … en ini (sekali lagi ) … nikmat sangat …

 

Dan jika Hujan sudah mulai reda … hanya tinggal gerimis saja … Ibu pasti berteriak memanggil kami … “Hei ..wis-wis … mlebu ngger … mandi ” dan kami pun dengan menggigil, njedindil, kulit keriput dan bibir pucat … akan dengan senang hati mandi … (BTW entah mengapa … air bak mandi akan terasa semakin hangat jika kita habis mandi hujan …)

 

Yang kami heran … kami kok ndak sakit ya ??? … walaupun habis mandi hujan heboh seperti itu … ???

 

Ah jadi kepingin mandi hujan lagi nih … “Tante Sruntul … Yok Sis … kita mandi hujan lagi … !!!”

 

Apakah para pembaca pernah punya pengalaman serupa ?

.

.

Categories: PERASAANKU HARI INI

KAMBING

29 Januari 2009 nh18 20 komentar

(gara-gara postingan iseng kemaren … aku jadi semangat nulis hal serupa nih …)

 

Trainer pernah bercerita betapa kita mendiskriminasikan “KIRI”.  KIRI selalu dikait-kaitkan dengan hal-hal yang jelek dan negatif …

 

Ada satu lagi yang mempunyai nasib serupa dengan KIRI … Yaitu KAMBING

 

Aku tidak tau mengapa kok KAMBING ini mempunyai nasib yang tragis pula … !!! Selalu di konotasikan kepada hal-hal yang jelek …

Apa sih salah KAMBING … ??? (termasuk juga Domba)

 

Coba ingat-ingat …

“Kambing Hitam”“Black Goat” … ini konotasinya jelas sengsara …

“Black Sheep” … ini artinya orang yang mencemarkan nama keluarga …

“Sssttt jangan dekat-dekat … bau badannya kayak KAMBING !!!”  padahal kalau mau jujur ada banyak lagi Hewan yang baunya lebih “prengus” dari pada kambing …

“Dasar Kambing Bandot luh …” … ini ungkapan sarkastis … untuk menggambarkan perilaku yang sangat dibenci oleh para wanita …

Adu Domba … “ (Ok ini bukan kambing) tapi mirip-mirip lah …

 

Dan satu lagi … kok ndilalah … merek minuman keras kampung yang terkenal kok ya “Kambing Putih” coba … !!! (Udah kampungan … pake mabok lagi …)

 

Kambing juga ciptaan ALLAH …

Apakah Kambing merugikan manusia ??? rasanya kok tidak … !!!

Satenya kita makan, Sopnya kita sruput … Bahkan KAMBING pun rela kita qurban kan …

Tidak sepatutnya kita membebani hewan ini … dengan hal-hal yang demikian negatif …

 

Once again Aku tidak tau … mengapa pencipta “kosa kata” atau “ungkapan-ungkapan” itu kok bisa senang sekali menggunakan kata KAMBING untuk mendeskripsikan sesuatu yang tidak baik.

 

 

(Dan satu lagi … seingatku … Ketika aku Pramuka dulu … Tidak ada itu yang namanya … Regu KAMBING …)

 

(Oaaallaahh Mbing … mbing … nasibmu mbing … )

.

.

KANAN DAN KIRI

28 Januari 2009 nh18 37 komentar

(ini postingan iseng …)(emang pernah serius gituh …???)

 

Semua diciptakan berpasang-pasangan. 

Begitu juga KANAN berpasangan dengan KIRI.

Tapi sadarkah kita, … bahwa kita telah berbuat tidak adil pada KIRI.

 

Semua hal baik akan identik dengan KANAN.  Sebaliknya …

Semua hal yang buruk … akan dibebankan pada KIRI

 

Tangan Manis … tangan Kanan bukan

Sementara Membersihkan kotoran ? … itu bagiannya tangan Kiri …

 

Golongan Kiri … Aliran Kiri … Haluan Kiri … ini biasanya diidentikkan dengan hal-hal yang bertentangan.  Semuanya mempunyai arti, sesuatu yang tidak pada tempatnya … salah menurut sistim-sistim nilai tertentu … Sounds Rebelious … Jelek … sesat …

 

Sementara kalau kita mengalami keberuntungan … kita selalu menyebutnya … Ahhh rupanya ”Langkah Kanan” kita hari ini … Langkah yang penuh keberhasilan … yang bagus.

 

Asisten Andalan yang terbaik dan terpercaya ??? … selalu kita sebut … ”Tangan Kanan” kita bukan ???

 

Dan banyak lagi contoh lain … betapa kita mendewakan Kanan dan menganak tirikan Kiri.

 

Jangankan kita orang Indonesia …

Dunia Internasional pun sepertinya begitu … berlaku tidak adil pada KIRI …

 

Kanan is Right … right ? … Betul – Benar.  Right juga berarti Hak … itu pengertian bagus semua … sesuatu yang pada tempatnya … yang seharusnya ada …

 

Sementara … Kiri is Left …!!!

Left means … Tertinggal … Ketinggalan … Terbelakang … !!!

Left past tense dari Leave … ungkapan masa lalu untuk meninggalkan …  tertinggal.

 

Ada yang tau … Mengapa KIRI sedemikian buruk nasibnya …

Nggak di Indonesia nggak di dunia Internasional … ???

 

Atau memang sudah seharusnya begitu ya …

Dan tidak perlu dipertanyakan lagi …

 

(Trainer.soksok.filosofis.cemen.gitu.deh.com)

 

(But wait … sebetulnya ada satu kelebihan KIRI … … dia punya JAM TANGAN … )

(hahaha)

.

.

.

Categories: RENUNGAN

TRAINER’S EYES

27 Januari 2009 nh18 24 komentar

 

(dalam rangka Imlek  nih … )

 

Aku asli Jawa, lahir di Surabaya … Bapakku Jawa … Ibuku pun Jawa.   Namun sejak aku umur setahun, kami hijrah ke Jakarta.

 

Sekalipun asli Jawa … Banyak orang menyangka … aku ini keturunan Tionghoa … karena mataku sipit dan kulitku agak putih … Ini mungkin menurun dari Almarhum Eyang Kakungku … Eyang kakungku ini mirip sekali Tionghoa … bermata sipit …

Itu sebabnya dulu Eyang Kakung kalau pergi kemana-mana selalu memakai Kopiah Hitamnya … hehehe …  Bapakku pun ”ndilalah” juga mirip sekali dengan etnis Tionghoa … juga bermata sipit.

 

Banyak kejadian manis dan lucu yang sempat aku ingat … yang berkaitan dengan keragaan fisikku … Khususnya mataku yang sipit ini …

 

Mulai dari pandangan heran teman-teman mahasiswaku … ketika aku masuk masjid untuk Sholat … (hehehe disangka mu’alaf mungkin …).  Pernah juga ketika aku berwisata ke Jogyakarta sekeluarga … aku didekati oleh seorang Bapak dan anaknya … yang waktu itu sama-sama sedang sholat dzuhur sambil istirahat di masjid kraton Jogyakarta … anaknya penasaran mengira aku ini mu’alaf … Dia penasaran pingin nanya-nanya aku …

 

Ketika aku indekos di Surabaya pun aku pernah diajak teman kostku, seorang Tionghoa yang beragama Muslim … untuk sama-sama aktif dalam kegiatan Pengajian Muslim Tionghoa di Surabaya.  (PITI kalau tidak salah …?)

 

Sering juga aku diajak bicara bahasa Mandarin … ketika aku sedang belanja atau ingin membeli barang elektronik … entah di ITC ataupun di toko elektronik lainnya …

Panggilan Engkoh atau Koko … sering aku terima … aku sih senang-senang saja … namun kalau untuk mengerti besaran uang dalam bahasa Tionghoa … aku tak bisa

Paling bisanya hanya … Cepek, Gopek, Seceng sama CeTiaw doang … hahahha ….

 

Dan yang paling membekas adalah …

Pertanyaan pertama yang keluar dari Almarhumah Ibu Mertuaku.  Dia sempat bertanya …”Nak NH ini dari Tionghoa ya …”  … dan aku pun hanya tersenyum …

Aku jawab …”Saya orang Jawa asli bu …, tapi nggak tau juga kalau nenek moyang saya dulu-dulu sekali berasal dari sana, kakek buyut dari buyut saya mungkin  …”   (Aku pun berfikir … mmm … sapa tau saja … nenek moyangku sedikit banyak ada kaitannya dengan Pasukan Laksamana Cheng Ho yang terkenal itu … )(We never know …)

 

Apapun itu … Mata sipitku ini adalah anugrah dari ALLAH Yang Maha Kuasa … dan aku selalu mensyukurinya … (More Oriental … more eksotik kan ??)

 

Eniwei … perkenankan Trainer mengucapkan Selamat Merayakan Tahun Baru Imlek …

Semoga kebahagiaan, keselamatan dan keberhasilan selalu menyertai kita semua, dimasa-masa yang akan datang …

 

(So … satu fakta lagi tentang si Trainer … yaitu Matanya Trainer Sipit … Kulitnya rada putih)

 

(kalo lu kagak percaya … tanyain deh toko sebelah …)

.

.

.

Categories: THE TRAINER

LANGKAHAN

23 Januari 2009 nh18 45 komentar

 

Ini nama upacara sodara-sodara.  Adat istiadat Jawa.  Aku bukan ahlinya.  Jadi mohon maaf kalau ada istilah dan pengertian yang keliru.  Namun perkenankan Trainer sedikit bercerita beberapa ritual yang kami lakukan saat Adikku menikah.  Sekitar tahun 1991.

 

Adik perempuanku tercinta, Tante NH menikah terlebih dahulu.  Sementara Aku belum … Jangankan menikah … Punya Pacar saja belum waktu itu … (OK-OK … tepatnya … belum mau punya lagi … masih trauma …!!!).  (Doooo … kenapa tuuuuhhh …???).

 

Adat istiadat kami sebagai orang Jawa, mengharuskan orang tua kami melaksanakan beberapa acara tambahan.  Salah satu Acara itu adalah … Langkahan.  Adikku ”meminta izin” kepadaku.  Dia sungkem sambil memberikan seperangkat pakaian ”sa’ pengadeg”, lengkap baju, celana, dasi dan sebagainya … diberikan sebagai hadiah kepadaku.  Mungkin maksudnya supaya Kakak satu-satunya ini tidak bersedih, karena adiknya menikah duluan.  And yes … kami berdua menangis ketika acara ini dilangsungkan … mengharukan sangat.

(Kami hanya dua bersaudara … anda bisa bayangkan betapa spesialnya moment ini).

 

Lalu ritual selanjutnya … aku mesti membimbing Adikku … melangkahi beberapa piring kecil … aku lupa isinya … tumpeng kalau tidak salah … plus kita berdua mesti memegang sebuah tongkat bambu yang diujungnya ada seekor utuh Ayam Panggang.  Mungkin Ini perlambang bahwa Aku sebagai kakaknya turut membimbing dia melewati saat bersejarah ini … memberikan jalan … agar perhelatan dan juga upacara pernikahan ini dapat berlangsung dengan lancar …  (once again ini hanya intrepretasiku saja … berdasarkan narasi yang dibacakan oleh MC dengan bahasa Jawa kromo inggil itu …)

 

Apa ritual sudah selesai ? … belum … masih ada satu lagi …

Yaitu acara ”Mbubak Kawah”  aku tidak tau arti kata ini dalam bahasa Indonesia.  Namun ini hakikatnya adalah sebagai tanda … bahwa perhelatan ini adalah perhelatan pertama bagi keluarga kami … Ini pertama kalinya keluarga kami punya ”gawe”.  Keluarga wanita adalah keluarga yang punya ”gawe” dalam adat kami.  Sebagai Tuan Rumah.

 

Ritual ini mengharuskan Aku, memikul pikulan yang penuh digantungi alat-alat dapur … ada panci, wajan, sendok, saringan, parutan, sotil, talenan, sendok sayur, tudung saji, dan banyak lagi alat-alat dapur lainnya … (Alhamdulillah … aku tidak diminta untuk memikul kulkas atau Cobek ulekan dari Batu itu … wah bisa bongkok aku, keberatan beban)

 

And yes … aku mesti keluar … memikul pikulan itu … seperti tukang rumput jaman dulu … ke tengah para tamu undangan … Dan … sesuai dengan skenario … Ibu-ibu dan remaja putri … dipersilahkan untuk mengambil barang-alat dapur itu … for free … zonder bayar.

 

Mendengar komando itu … mendadak sontak … mereka berhamburan menuju kearahku .. menarik … berebut … teriak histeris … heboh … mengambil barang-barang itu … aku pun terdorong kekiri dan kekanan tentunya … auw … ouch – ouw – iicchh  … Tak sampai 3 menit pikulanku sudah trondol tak ada satu pun barang tersisa … habis … bis … !!!.  (hawong ”SALE” aja heboh … apalagi Gratis … ya jelas saja habis …). 

 

Barang-barang tersebut boleh mereka miliki dan dibawa pulang … Yang memikulpun kalau mau … boleh dibawa pulang juga … huahahhhaa (boong deng)

 

Sekali lagi … aku tidak tau persis makna dan arti perlambang-perlambang ritual tersebut.

Namun aku percaya … semua yang kami lakukan ini niatnya adalah semata-mata didasari pada permohonan dan doa hanya kepada ALLAH Yang Maha Kuasa … Mohon kelancaran … mohon keselamatan dan mohon keridhoan NYA … 

 

Hanya itu saja … tidak ada yang lain… tidak ”kepada yang lain” …

 

(Mau tau apa yang selalu aku ucapkan dan bisikkan lirih dalam hati waktu itu, sepanjang acara … ??? … Hanya satu kalimat … ”Ya ALLAH … berikan Adikku tercinta ini kebahagiaan … senangkanlah hatinya … lindungilah dirinya …”)

 

Btw … Tante NH ? … kamu pasti inget … ini peristiwanya tanggal berapa ya Sis … ???

.

.

.

Categories: MY FAMILY

THE SOK TAU

22 Januari 2009 nh18 32 komentar

 

(Baca juga posting lain  : The Busyman/Woman – The Lateman/Woman – The Whisperer – The Silentman/Woman dan The Skeptical )

 

Ini adalah “disfunctional behaviour” (perilaku menyimpang) dari para Traineeku tercinta.   Mohon maaf saya tidak tahu bahasa Inggrisnya apa.  (Ya baca saja … Jhe Syock Tchau).  Ini adalah perilaku trainee yang merasa lebih tau, merasa sudah pintar dan merasa lebih berpengalaman dari yang lainnya … (bahkan dari trainernya).

 

Kadang dia memberikan komentar-komentar (ulangan) yang sebetulnya sudah diterangkan oleh trainer.  Tidak lupa dibumbui dengan tingkah yang menggurui – menghakimi, mengajari bahkan meremehkan trainee yang lain.

 

Ini bukan saja menyebalkan bagi Trainer tetapi terlebih lagi akan sangat mengganggu trainee lainnya.  Trainee lainnya pasti dalam hati menyumpah-nyupah.

 

Cirinya adalah … dia sering sekali mengatakan …

”Beuuh … kalo yang seperti ini mah saya sudah pernah baca di buku bla-bla-bla ..” or …  “Pengalaman saya waktu mengalami hal seperti ini sih sudah banyak, sebaiknya kita melakukan teori ini bla-bla-bla ….”

Dan sekali lagi … komentar-komentar celetukan itu ngejeplak sedemikian saja … memotong uraian yang sedang dilakukan oleh trainer atau trainee lainnya dengan tidak sopannya.  Sok tau sangat …

 

Terus terang ini perilaku yang sulit untuk di handel.  Efek merusaknya pun relatif lebih besar dibanding disfunctional behaviour yang lain.  Ini membutuhkan kesabaran dan kematangan kita sebagai trainer dalam menghadapi hal seperti ini.

 

How Do I handle him/her …

Beri kesempatan yang bersangkutan untuk memberikan pendapatnya … (karena memang ini lah yang diharapkannya …, terlihat lebih pintar dibanding yang lain).  Setelah itu “secara halus” arahkan yang bersangkutan untuk juga mendengar apa pendapat atau jawaban dari peserta lainnya …

Ketenangan adalah modal utama kita …  kita tidak boleh menafikan kepintaran yang bersangkutan … ini juga harus kita gunakan sebaik-baiknya … Jika kita memberikan porsi yang wajar kepada ybs … mudah-mudahan dia bisa mengerti.  Karena Training ini bukan milik dia seorang … ada trainee lain yang perlu kita perhatikan dan kita dengar komentar, jawaban, pendapat maupun pertanyaannya.  Jangan sampai kendali training beralih ke tangan si Sok Tau ini …

 

Trainee sok tau ini juga punya kecenderungan untuk bertanya dengan nada “ngetest”

Biasanya dia sudah mempunyai jawaban sendiri akan pertanyaannya … ! (Dan harapannya Trainer akan menjawab … persis seperti apa yang dia mau).  Jadi balikkan saja pertanyaan tersebut ke dia lagi …”Menurut anda bagaimana ?”

Tidak tertutup kemungkinan bahwa trainee yang lain juga mempunyai jawaban yang lebih Jitu … pergunakan itu untuk mengcounter pertanyaan dan pernyataan dari si Sok Tau itu ..

 

Pengalaman saya yang sudah-sudah … jika kita bersabar … Trainee Sok Tau ini sering sekali “ketemu batunya” … entah itu statementnya di counter oleh Trainee lainnya maupun kejadian lain yang justru menjadi bumerang bagi dia sendiri … dan dia mati kutu – malu dengan sendirinya … 

Dan sebagai Trainer yang berbesar hati sebaiknya kita bukan malah menyoraki tetapi … membantu dia untuk recovery on track lagi … dengan lebih baik, tau diri dan profesional tentunya.  Dengan begitu percayalah mereka justru akan “segan” kepada kita …

 

Once again … jangan terpancing untuk debat kusir … adu pintar dengan si Sok Tau … Dia akan “orgasme” jika anda melayaninya …  Biasanya yang dia inginkan adalah pengakuan dari anda dan peserta yang lain bahwa dia pintar dan menguasai pengetahuan tersebut …  Berikan pengakuan dan “entertain” perasaan dia itu … secukupnya saja …

“Wah ternyata mas X atau mbak Y ini sudah mengetahuinya ya …, di kesempatan lain kita akan dengarkan pendapat anda lagi ya … , setuju yang lain ?” Sekarang mari kita lanjutkan ke materi selanjutnya …

 

Lalu konsentrasi untuk membagi perhatian kepada trainee yang lain …

 

Percayalah “THE REAL STAR” biasanya bukan yang berperilaku Sok Tau seperti ini …

 

Menurut pengalaman saya … yang justru akan lebih mempunyai kesempatan di promosikan …. a.k.a “THE REAL STAR” … bukan mereka yang SOK TAU ini …

 

Untuk promosi, menduduki jabatan yang lebih tinggi … yang dibutuhkan oleh seorang karyawan bukan hanya Intelectual Inteligent yang tinggi tetapi juga Emotional dan Spiritual Inteligent yang baik …  Dan orang yang mempunyai Emotional dan Spiritual Inteligent yang baik itu biasanya BUKAN mereka yang SOK TAU dan AROGAN …

 

Sumpah … Ane zuzur … !!!

.

Serial Yang Lain mengenai Disfunctional Behaviour … (Cacat perilaku ) (hah serem amat yak) … please klik saja …

THE SKEPTICAL

Trainee yang selalu berkata negatif dan mengeluh terus …

.

THE CLOWN

Trainee yang selalu bercanda dan melempar humor berlebihan dan tidak pada tempatnya …

.

THE SILENT

Trainee yang diem … diem sangat …

.

THE WHISPERER

Trainee yang selalu kasak – kusuk … berbisik-bisik … ngegosip selama training

.

THE LATEMAN

Trainee yang hobbynya telat … atau sengaja menelat-nelatkan diri … supaya dianggap “jagoan”

.

THE BUSYMAN

Trainee yang sok-sok sibuk gitu deh … eker sepanjang waktu .. koyo yak-yak o …

.

.

.

Categories: TRAINING