PRIDE AND HONOUR

27 02 2009

 

(terjemahan bebasnya kira-kira berarti … kebanggaan, kehormatan dan harga diri)

 

Perhatikan kalimat jargon ini …

”Pantang Pulang … Sebelum Padam …”

”Merdeka … atau Mati … !!!”

”Maju terus pantang mundur …”

 

Banyak lagi contoh ungkapan dan slogan lainnya …

Ini untuk menggambarkan bahwa kita diajarkan untuk melakukan sesuatu dengan penuh Kehormatan, Kebanggaan dan Harga diri … agar tidak disepelekan orang … dijajah orang … atau di lecehkan orang …

 

Tapi sadarkah kita …

Kadang kita juga suka salah menerapkannya …

 

Coba lihat ini …

”Gak sudi aku … mestinya dia dong yang minta maaf duluan … !!!”

”Cuih … pokoknya aku nggak mau lagi menginjak rumahnya …”

”Dia dong yang mestinya kesini … yang butuh siapa ?”

 

Atau …

Tidak mau minta maaf kepada yang lebih muda … ?

Tidak sudi bertanya kepada yang lebih yunior … ?

 

Pantang mengunjungi terlebih dahulu, rumah musuh politik kita …

Pantang datang duluan saat meeting … sebelum forum komplit … karena kita pemimpin

 

Menjunjung tinggi Pride and Honour … itu sangat penting …

But jangan sampai … ini malah menjadi salah kaprah dan tidak pada tempatnya …

 

Kalau Trainer ditanya …

Apa batasan antara … mana Pride and Honour yang sejati … dan Mana Pride and Honour imitasi … yang palsu …  kebablasen … yang tidak pada tempatnya … ???

 

Trainer tidak tau … !!!.  Sumpah … Trainer juga sedang belajar !!!

 

Sejatinya di balik Pride and Honour itu ada ”sesuatu” yang lebih penting …

”Sesuatu” itu bernama … ”Kebesaran Hati dan Kematangan Nurani … !!!”

Sebuah ”Kehormatan yang sejati”

 

(I think that’s the real pride …)(that’s the real honour …)

 

What do you think ???
.

.





UJIAN ELEKTRO

25 02 2009

.

Ini cerita jaman aku SMP, kelas 3 … tahun 1979.  Ujian praktek elektronika,  pelajaran Fisika.  Waktu itu kelas kami dibagi menjadi group-group kecil.  Terdiri dari 4 orang.  So setiap ujian praktek yang dilakukan berkelompok … group ini akan selalu bersama.  Ibu Lely, guru kami … (entah disengaja atau tidak ) … menyatukan aku dengan murid-murid terbaik di kelasku.

 

Aku disatu-timkan dengan Nuradi Karim, Sujono Tunadi dan Suhendra Laksana … para lelaki-lelaki pintar di kelas.  Aku girang sangat, sebab Sujono itu hobinya elektronik. (ah pas bener ini)

 

Waktu ujian praktek itu, kami diminta membuat Radio Transistor sederhana … tanpa PCB.  Semua bahan komponen sudah disediakan oleh Sekolah.  So tugas kita dirumah hanya belajar menghafal rangkaian itu di luarkepala … (Kapasitor, transistor, spiker kecil, tahanan, dsb plus besaran masing-masing …)(musti kudu bener … nggak boleh salah …)

 

Ketika Kita Masuk ruang Ujian … bahan sudah ada di meja … kita hanya membawa solder dan timahnya saja … Tidak boleh membawa catatan apa-apa.

Kami berempat bahu-membahu merangkai Radio tersebut.  Dalam waktu singkat … rangkaian siap,   Sambung ke baterai … putar knop cari gelombang … dan … BUNYI sodara-sodara … Ahhh Alhamdulillah … Kita langsung TOSS berempat … !!! Berhasil !!!

 

Kami lihat group-group lain … masih berkutat dengan rangkaian-rangkaiannya … Mereka sempat menoleh dan memandang Kami … (entah apa artinya …).   Kami oleh pengawas diminta untuk segera keluar Ruangan …

 

Aku dengar beberapa hari yang lalu … beberapa teman kami sempat ada yang protes … ”Kenapa NH, NK, ST dan SL di satukan dalam satu team sih … Bu Lely pilih kasih … !!!”. 

Dan apa jawab bu Lely …”Itu ibu sengaja … supaya kalian belajar semua … dan tidak mengandalkan pada 4 anak itu saja …” (hhmmm … Betul juga ibu Lely ini …)

 

Karena biasanya kalau kita satu group dengan orang yang pintar … maka hanya murid yang pintar inilah yang akan mati-matian menghafal dan bekerja … sementara yang lain tinggal ongkang-ongkang menikmati nilai baiknya saja … !!!  (begitu mungkin fikir bu Lely )

 

Dan satu lagi … Bu Lely juga mengelompokkan … Lelaki dengan Lelaki … Murid Wanita dengan wanita … And yes … 4 murid wanita paling pintar … juga dijadikan satu dalam satu group … (sepertinya atas dasar alasan yang sama)

 

Yang jadi pertanyaanku sebetulnya adalah … kenapa kok bu Lely mesti memisahkan Lelaki dan Perempuan sih … !!! (gluck)

 

NOTE :

Ada satu hal … dimana pengelompokan cara ini tidak berpengaruh sama sekali terhadap hasil ujian Praktek kami … Yaitu ketika kami berempat … Mengerjakan Ujian Praktek PKK … praktek MEMASAK sodara-sodara …. (Hah). 

 

Sekalipun kami murid lelaki terbaik dikelas … tapi tetap saja mati kutu  mengerjakan ujian praktek ini.  Masakan SOP kami kepedesan kebanyakan LadaPerkedel Kentang kami nyenyet &  lembekentah karena apa ...?  (Dan nilai Ujian Praktek PKK kami pun sepertinya … Jeblok adanya …)

 

Itu sebabnya kenapa dalam hati aku juga protes kepada Ibu Lely … ”Coba kalo aku disatukan dengan ”bunga-bunga bening yang pintar” dikelas … nilai praktek PKK ku mungkin akan tertolong …”

.

.

.





TEPAR

24 02 2009

Terkapar … gak bisa bangun dari tempat tidur karena sakit. 

Aku masih ingat satu peristiwa ”Tepar” ku yang tidak bisa aku lupakan sampai sekarang.  Kejadiannya tahun 1986, pas aku mau berangkat KKN ke Desa.  Sebuah program wajib untuk syarat kelulusan kesarjanaanku.  Satu hari sebelum berangkat KKN aku jatuh sakit. 

 

Badanku panas.  Nggreges.  Batuk berat.  Persendianku pegal-pegal dan linu.   Mungkin karena kecapean.  Pada hari H saat berangkat pun aku masih terkapar di tempat tidur kos-kosanku.  Pagi itu Pak Progo, teman sekostku yang baik sempat mengambilkan makanan untuk ku … ”Udah elu makan dulu … biar dikit elu mesti makan …dari pada lemes nanti … ”

 

Akhirnya aku paksakan Makan.  Dan siang itu pun dengan sisa-sisa tenagaku aku pergi ke Kampus untuk berkumpul.  Kita akan berangkat naik Bis carteran.  Aku KKN di Kabupaten Ciamis, Priangan Timur  (Tasikmalaya sonoan dikit).  Perjalanan cukup melelahkan … disepanjang perjalanan aku hanya tidur saja.  Kepala semakin berat.

 

Sesampainya di Kota Ciamis … kami diinapkan dahulu di Mess Proyek DAS Citanduy II.  Sebelum besok diantar ke desa masing-masing.  Again … aku hanya bisa terkapar saja di Mess.  Tidak kemana-mana.  Badanku tambah panas … greges … Batuk berat pula …

 

Malam harinya,  datang seorang temanku.  Namanya Royke Semuel Sapan.  Asal Manado.  Aku kaget juga dia datang kekamarku.  Sehari-hari aku tak begitu dekat dengan dia.

 

”NH… kata Fikri kamu sakit ya ???” Begitu dia bilang … (Fikri adalah bakal teman sedesaku nanti …).  (Rupanya Fikri khawatir dengan kondisi kesehatanku …)

”Boleh aku pijat, mudah-mudahan bisa membantu meringankan…?” begitu kata Roy.

 

Hah … Royke mau memijat aku ??  Aku agak surprise … Apa dia bisa ??? … karena Royke ini sehari-harinya cuek, slenge’an, gahar dan selalu duduk di belakang kalo kuliah.  Royke juga berbadan kekar … Aaarrrggghhh pijatannya pasti sakit ini …  Aku tak punya pilihan … aku pasrah saja.  Dia minta Obat Gosok, Sabun dan Sikat Gigiku.  Hah mau diapain aku …

 

Ternyata ujung gagang sikat gigi itu digunakan untuk menekan-nekan telapak kakiku … seperti Foot reflexologi itu … Dia menekan titik-titik tertentu di Kaki …

Dengan tekun … dia memijat sekujur badanku… mulai telapak kaki sampai punggung … dan kepala.  45 menit kemudian … selesailah dia memijatku … (BTW ini pertama kalinya aku dipijat seluruh badan …).  Ternyata dia minta sabun tadi untuk membasuh tangannya yang belepotan balsem gosok … (aku kirain untuk apa …)

 

Dan AJAIB sodara-sodara …

Pijatan Roy itu ternyata uenak sekali … Badanku langsung ringan … Aku keringetan … mengucur deras sebesar jagung … Aku sempat muntah-muntah, (maaf) penuh dahak.  Dan Aku pun (maaf lagi) buang Gas … kentut panjang berkali-kali.  Aaaahhhh nikmat banget … Badan jadi enteng bener.

Bukan itu saja … aku pun langsung kebelet (maaf) BAB … aku kebelakang … (setelah beberapa hari tidak bisa BAB) …  Once again … aku ringan sekali … Tiba-tiba aku merasa lapar. Langsung aku kedepan Mess mencari makan. 

 

Dan Malam itu aku tidur nyenyak sekali …

 

Besok paginya … Alhamdulillah … aku sudah segar kembali … siap berangkat mengikuti program KKN ke desa-desa terpencil yang berat ini …

Ah Royke Semuel Sapan … juga Ahmad Fikri … dan Pak Progo … aku tidak akan pernah lupa jasa-jasa kalian …

 

That’s what friend are for …

.

.

.





TONGKAT

20 02 2009

(Warning … It’s gonna be serious this time …) :)

Tongkat berguna untuk menopang tubuh, … membantu kita berjalan.

Dulu waktu aku menjadi mahasiswa 1982-1987.  Aku punya teman sekelas.  Dia selalu menggunakan tongkat jika pergi kemana-mana.  Pergi Kuliah, praktikum, KKN, Study Lapang, ujian dan lain sebagainya.  Ya … dia memerlukan tongkat untuk menopang tubuhnya.  Karena salah satu kakinya tidak berfungsi sempurna.  Tongkatnya terbuat dari rotan … ada pula yang dari kayu … (dia punya beberapa koleksi rupanya …)

 

Temanku ini sangat mengagumkan.  Pintar, Sederhana, Bersahaja, Ramah, Tenang, santun dan taat beragama.  Dia berasal dari Sumatera Utara, kelahiran Medan.

 

Aku pernah berkunjung ke pondokan / asrama tempat tinggalnya di Bogor.  Aku beberapa kali satu group dengan dia ketika kami ada tugas paper mata kuliah tertentu.

 

Yang paling aku ingat adalah ketika kami mendapat mata kuliah Pembiayaan Usaha Pertanian (kalau tidak salah ???) .  Kami harus membuat penelitian kecil.  Mencari responden … perusahaan kecil dan menengah pengolahan hasil pertanian …

 

Aku dan Dia berkeliling kabupaten Bogor untuk mencari perusahaan / pabrik pengolahan hasil pertanian yang berskala kecil.  Waktu itu yang kami pilih sebagai object penelitian adalah pabrik Tepung Tapioka … Tepung dari Singkong …

 

Dia dengan tongkatnya, naik turun mobilku dengan sigap … survei kesana kemari … bertanya ini itu kepada responden.  Dibutuhkan kesabaran yang ekstra keras … mengingat yang kami teliti ini membutuhkan data-data Cost, Revenue, Profit, Investasi dan sejenisnya …  Yang tentu saja tidak semua pemilik usaha itu, … mau dengan rela bercerita secara gamblang mengenai hal yang sensitif ini …  apalagi kepada kami para mahasiswa, anak kemarin sore itu.  Sampai lelah kami mencari responden yang bersedia diambil datanya.

 

Tapi dia dengan ketekunan dan kesabarannya, perlahan-lahan berhasil mengumpulkan data dan informasi dengan baik dan lengkap.  Aku bersyukur mempunyai teman satu tim seperti dia.  Sebab jika aku harus melakukannya sendiri … mungkin aku tidak bisa sabar seperti dia …

 

Ketekunan dan ketangguhan temanku ini (once again) sangat luar biasa…

Keterbatasan fisik tidak membuatnya menjadi lembek dan mudah patah semangat …

 

Siapakah dia …?  Dimana dia sekarang ??

Dia adalah Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar M Ec.

Seorang Pembantu Rektor bidang Sumber Daya dan Pengembangan, Institut Pertanian Bogor.  Ya … Dia sekarang mengabdi di almamater kami …

 

Dia masih seperti dulu …

Pintar, Sederhana, Bersahaja, Ramah, Santun, Tenang dan Taat beragama. 

Gigih … pantang menyerah dan Tekun … !!!

 

Tetap dengan tongkatnya … yang setia menopang tubuh nya …

Keterbatasan fisik tidak membuatnya lemah dan menyerah  …

 

Aku sungguh kagum dengan dia … !

Sosok Pribadi yang inspiring sangat … !

 

Apa kabar Prof. ?

.

.





CEMEN

20 02 2009

(terjemahan bebasnya berarti … sepele, dangkal, cetek, remeh temeh, culun, penakut, tidak penting, tidak keren, tidak galant, tidak macho … dan seribu satu ”tidak” lainnya … )

 

”Ayah … ini kok cemen amat sih ceritanya … ???

”Begitu aja kok diceritain … ???”

Begitu kata anakku ketika mengintip Ayahnya sedang mengetik draft postingan blognya …

 

Ya … sekali sekala … anak-anakku ikut membaca draft – konsep tulisanku yang akan aku postingkan untuk Blog.  Aku biasa mengkonsep tulisanku di MS Word dulu, santai malam hari … sambil menemani anak-anakku nonton TV.  Dan mereka bisa dengan leluasa memperhatikan apa yang dikerjakan oleh Ayahnya … dan mereka pun tidak takut untuk mengemukakan apa saja yang mereka fikirkan …

Jelek ? mereka akan bilang jelek … Cemen ? mereka pun akan bilang cemen ! Tanpa tedeng aling-aling … (Dan tidak mempedulikan ”perasaan sang penulis” … i.e Ayahnya)

 

Jika aku pikir-pikir … mungkin betul juga apa kata mereka …

Aku sering bercerita hal-hal yang sangat remeh-temeh … gak penting … sepele … dan untuk some cases … mungkin ”tidak layak posting” …

 

Aku sering berfikir … dua tiga empat kali … mencerna komentar anak-anakku ini …

Bagaimana pun mereka … bisa jadi … mewakili pemikiran dari sebagian para pembaca blogku. Jangan-jangan pembacaku pun akan berfikiran serupa dengan anak-anak ku ini …?

”Ah tulisan si Trainer ini Cemen amat sih …???” ”Nggak Penting banget deh …”

 

Dan kalau sudah demikian … supaya aku TETAP SEMANGAT menulis …

Aku selalu mengembalikan pemikiranku pada prinsip dasar Nge BLOG ku …

 

Yaitu … Yang penting …

TIDAK BOHONG, TIDAK NYONTEK, TIDAK ”JOROK” … and … ONE PAGE ONLY …

Prinsip dasar ngeblog gaya Konservatif Tradisionalis … cara si Trainer …

 

Ya …

Aku tidak peduli dengan bobot tulisanku …

Biarlah tidak bernilai sastra

Biarlah tidak penting

Biarlah tidak berguna

Biarlah …”Cemen”

 

Sebab kalau aku terus dihantui fikiran … bahwa tulisanku itu ”cemen” … maka niscaya … aku tidak akan pernah mulai menulis … !!! (kebanyakan mikir soalnya …)

 

Dan kalau aku tidak menulis … maka proses ”BALANCING” ku pun jadi rada terganggu …

 

(What ???  Balancing ??? … ahaaaa ini bisa jadi satu postingan lagi nih …)

.

.

.





THE TOILET STORY

19 02 2009

 

Obrolan tentang kejadian di WC.  Ini bukan orisinil pengalamanku.  Ini kejadian yang diceritakan oleh teman sekantor bernama FRW (seorang lelaki), kepadaku.

 

(And BTW … aku tidak bisa menjamin apakah ini cerita beneran atau cerita rekaan FRW semata …)

 

Ini Ceritanya …

Perusahaan kami sering mendapatkan free copy / complimentary copy majalah-majalah yang beredar di Indonesia.  Biasanya ini merupakan bukti cetak iklan kami yang dipasang di majalah tersebut.  Atau bisa juga majalah tersebut sengaja dikirimkan secara gratis dengan harapan … Dept. Media Planner kami … mau memasang iklan produk kami disana.

 

Lalu apa hubungannya Majalah Gratisan itu dengan WC ???

Begini … banyak karyawan jika ingin buang air besar,  sengaja mampir dulu ke Departemen Media … tempat tersimpannya banyak majalah gratisan itu.  Mereka meminjam satu majalah … lalu pergi ke WC untuk melaksanakan hajatnya …  Melaksanakan hajat sambil baca-baca … nikmat sangat bukan ???

 

Temanku FRW,  waktu itu sedang khusyu’ melaksanakan hajat besarnya di salah satu bilik closet yang tersedia.  Ada 4 bilik closet di Toilet ini … Semacam kamar-kamar kecil dan hanya dipisahkan oleh dinding dan pintu kayu yang tidak full tertutup … bagian bawahnya terbuka … sekitar satu jengkal … (Kalo iseng kita jongkok menoleh ke sebelah … akan terlihat celana yang di plorotin, atau SEPATU milik penghuni bilik sebelah …)

 

Nah … ketika si FRW lagi asik berkonsentrasi dengan hajatnya …  Tiba-tiba dari bilik sebelah … jatuhlah sebuah majalah … meluncur … ssrreeett … Yang celakanya … jatuh meluncur lumayan jauh sampai ke bilik yang di pakai FRW,  hampir mengenai kaki FRW …

 

Ups … FRW kaget … sebab majalah yang meluncur jatuh dari bilik sebelah itu … Gambarnya agak bagemanaaa getoh … Majalah Lelaki getoh … macam majalah Pxxxlxr, FxM atau Mxxxm getoh … yang isinya banyak poster wanita sexy berpakaian superminim getoh … dengan pose yang agak … syyuurrr getoh … (kadang pake melet-melet pula…).

 

Belum hilang kaget si FRW … tiba-tiba tangan ”oknum” sebelah itu … langsung secepat kilat meraih dan menarik majalah itu … tentu saja FRW semakin kaget … hawong ada Tangan nyasar merogoh-rogoh ke biliknya … (hahaha)(saking kagetnya dia sampai refleks berdiri dan mengangkat kakinya …)(Entah bagaimana nasib pupinya …). (Belepotan mungkin ???)

 

Dasar FRW juga iseng … dia langsung menunduk dan mengintip (sambil tutup hidung) ke bilik sebelah … nekat … dan Ya … yang terlihat hanya SEPATU nya saja … (hahahhaha).

Tak lama kemudian … oknum sebelah langsung keluar ngacir … ! (Entah sudah ”selesai” atau belum ”hajat” nya …)

 

FRW langsung mengingat-ingat merek dan bentuk SEPATU yang barusan dilihatnya tadi.

FRW kepingin tau siapa sih pemilik sepatu tersebut … siapa orang yang membawa majalah syuur itu … en yang lebih penting lagi … kenapa musti majalah “itu” yang dibawa … dan ”ngapain” aja dia di bilik tadi … .  (Kenapa bukan majalah Trubus atau Warta Ekonomi yang dibawa ?)

 

FRW penasaran … so … seharian itu … dia kerjanya sibuk celingukan … macam pemulung mencari puntung … diam-diam mengamati sepatu – sepatu para lelaki di kantor … huahahaha …

 

Ketemukah ??? … Jelas ketemu sodara-sodara … !!!

Tapi … demi menjaga stabilitas per-lelaki-an di kantor … FRW memilih untuk bungkam dan tidak memberitahukan … Siapa pemilik sepatu itu … !!!

 

 

(Dan sumpah … itu BUKAN sepatu milik si Trainer … )

:)

(Itu sepatu milik … ”amatiran” …)

(Yang belum ditraining mengenai : ”How to handle men’s magazine in the Closet, …  for your optimal satisfaction” )…

(Huahahahaha).

.

.

.





JABATAN ABADI

18 02 2009

 

Ini Apa maksudnya … ???

Begini … Dulu … ketika kita sekolah atau kuliah, pasti ada teman-teman yang menjadi pengurus kelas.  Ada Ketua kelas, Sekretaris, Bendahara dan sebagainya.  Entah itu dipilih oleh Guru atau dipilih voting secara demokratis oleh seluruh teman sekelas.

 

Lalu mengapa aku namakan Jabatan Abadi.  Karena sepanjang Trainer ini sekolah dan juga  Kuliah … ada dua orang yang sempat aku catat mempunyai predikat dan memangku jabatan abadi sepanjang tahun … sepanjang masa.  (maaf … agak lebay)

 

Sosok #1 : namanya Ng Hui Ling …

Seorang wanita.  Temanku sewaktu SD dan juga SMP (1975-1979)… kami semua satu angkatan, 35 an siswa … relatif mempunyai SD dan SMP yang sama, di yayasan yang sama, dilokasi yang sama.  Hui Ling selalu memangku jabatan sebagai Sekretaris kelas.

 

Why ???

Karena tulisannya bagus dan sanggup menulis dengan cepat sekali.  (Padahal pakai tangan kiri lho …)(hehehhe … ya Hui Ling itu kidal).  Dulu sering sekali dia menulis catatan di papan tulis … disuruh oleh pak Guru … Masih Pakai Kapur Tulis putih itu …

 

Dan mau tau tingkahnya … ??? kadang jika dia tidak puas dengan hasil tulisannya di papan tulis … dia menghapus … kemudian menulis lagi … Kurang rapi … hapus lagi … dan tulis lagi.   Tetapi meskipun begitu … aku tetap ketinggalan terus jika mencatat … arrggghh. Trainer kecil dulu lamban menulis …  Dan yang lebih hebat lagi … dia masih juga sempat mencatat pelajaran itu … di buku catatannya sendiri … (aaarrgghhh cepet bener ini anak nulisnya). Cekatan sekali … bak kancil betina …

Itu lah Hui Ling … Sekretaris Abadi … jaman aku SD dan SMP

 

Sosok #2 : namanya Ismiyatun

Juga seorang wanita.  Berjilbab.  Ini teman sekelasku jaman aku kuliah di Bogor (1983-1987).  Jabatan Mbak Ismi adalah … Bendahara Abadi … (ya … setiap tahun terpilih sebagai Bendahara Kelas).  (Sampai kami lulus).  Bukan hanya bendahara kelas … tetapi juga jika ada perayaan, kegiatan kampus dan yang sejenisnya … Mbak Ismi selalu menjadi pilihan nomer satu kami, untuk menduduki kursi Bendahara.

 

Orangnya rapi … cermat … pandai berhitung … tegas tapi ramah … (terutama dalam menagih iuran).   Mbak Ismi jauh dari kesan seorang Debt kolektor yang cerewet, kejam dan jutek … dia sama sekali bukan tipe seperti itu … Tapi justru karena sikap baik, tegas dan ramahnya itulah yang membuat kami semakin hormat pada dia.  Dia pun tau bagaimana menyikapi keragaman kami sekelas … yang berasal dari berbagai kalangan dan strata sosial ekonomi itu.  (juga beragam isi kantong tentunya)

 

Dan satu lagi … yang membuat kami mempercayakan Jabatan berat ini pada dia.  Dia orangnya ”Amanah” … Jujur … selalu menjaga dana publik ini dengan baik dan penuh tanggung jawab.

 

Itulah orang-orang yang pernah aku kenal … dan selalu menjadi andalan kami sekelas untuk memangku JABATAN masing-masing.  Sebuah JABATAN ABADI, karena keistimewaannya masing-masing … !!!

 

Mereka dipilih … sama sekali bukan atas kehendak mereka … Mereka dipilih atas kehendak teman-teman seluruh kelas … karena kemampuannya …

 

Dan mereka melakukannya dengan sukarela dan penuh tanggung jawab …

Untuk kita semua … para teman-temannya.





PULAU SENTOSA

17 02 2009

 

(Masih serial Trainer ke Sing Ge Poh)

Trainer menghadiri Conference di Sing Ge Poh minggu lalu.  Salah satu mata acaranya adalah tour ke beberapa object wisata di negeri ini.  Panitia menawarkan 3 macam tour yang bisa dipilih oleh para peserta.  Tour ke Jurong Bird Park, ke Pulau Sentosa atau City Tour.  Trainer memilih ke Jurong Bird Park.  Aku ingin sekali melihat koleksi fauna unggas cantik ini.  Tetapi aku harus menelan mentah-mentah keinginanku ini.

 

Lho apa pasal ???

Dari 300 orang peserta … yang memilih Jurong Bird Park hanya 13 orang.  So … Tour ke object ini dibatalkan, karena tidak mencukupi quota jumlah peserta minimal.  Terpaksa pilihan orang-orang cerdas dan elite ini harus di tiadakan.  Aaarrrggghhh …

 

Akhirnya aku memilih Tour ke Pulau Sentosa saja …  Aku tidak mau memilih City tour … karena aku sudah beberapa kali ke Singapore … lagi pula … mata acara utamanya pasti Shopping … (dan Trainer pasti hanya akan jadi penonton saja … tidak berdaya … tidak berdana).  (Hanya akan manyun menelan ludah saja …)(Masygul …)

 

Jadilah rombongan kami Ke Mount Feber, lalu naik Cable Car menuju Pulau Sentosa.  20 menit menggantung diatas … menyebrang laut … sampailah kita ke pulau Sentosa.

 

Object pertama yang kami kunjungi adalah Images of Singapore … ini semacam penyajian sejarah berdirinya Singapura … banyak diorama … banyak cerita … banyak foto dan fakta.  Bagaimana Singapura itu dibentuk dari keragaman budaya … China, Melayu, Arab, India dan tentu saja Eropa dan Inggris.  Cantik sangat sodara-sodara.  Terawat baik…!

images-of-singapore 

Selepas Images of Singapore … Trainer maen Luge … seluncuran dengan roda lakher, macam anak-anak petani di Wonosobo itu … Ini maenan mengasikkan sodara-sodara … kita seperti main Go Kart tapi tidak pakai mesin apa-apa.  Hanya bergerak karena gravitasi … kita meluncur … ngebut … meliuk-liuk … berliku-liku menuruni bukit yang tinggi itu … kalau mau ngerem tinggal tarik stangnya saja … (ah seru sangat …)

luge2 

Picture Taken from :

http://www.sentosa.com.sg/explore_sentosa/attractions/gallery_luge/gallery.html

 

Sesampainya dibawah … di garis finish … bagaimana naiknya lagi keatas ???

Kita harus naik Skyride … ini semacam kereta bangku gantung untuk mengangkut para Pemain ski di pegunungan alpen sana … wadaw … mati aku … tinggi sangat … Trainer sampai keringetan … hawong open air … full bodi contact … full angin … berayun-ayun …. duduk bergelayut di bangku yang besinya kecil banget ituh … hah (aku tak berani melongok kebawah …).  (Siyeun euy …)(meni reuwas).  Gamang Sangat !!!

 skytrain

Picture Taken from :

http://www.sentosa.com.sg/explore_sentosa/attractions/gallery_luge/gallery.html

 

 

 

 

 

Then after that … masuk ke Merlion … ini katanya Merlion jantan … merlion kedua setelah Merlion yang di tepi pantai, yang dari mulutnya muncrat air itu … icon terkenal Negeri ini.  Disana disajikan cerita legenda mengenai Singa berbuntut ikan ini …

 

Hmmm … Trainer terhibur juga … Sejenak melupakan Jurong Bird Park, yang tidak jadi dikunjunginya itu …

 

(Screen shoot di Luge dan Skyride … aku ndak punya … mau beli foto dokumentasi nya … Mahal bouw … jadi trainer cuma ngeliat aja tingkahnya yang di abadikan dengan foto candid digital otomatis di layar monitor … dengan sudut yang terbaik …. ) (Ah mereka tau sekali bagaimana menjadikan momentum excitement ini menjadi Uang …)(Biasalah mirip Tukang Foto amatir yang menetapkan harga seenaknya sendiri di suatu acara / perayaan / keramaian )

Aku lama sekali memperhatikan fotoku yang keren sedang beraksi di Luge dan Sky Train itu.

 

Saking lamanya aku melihat, Penjaganya sampai bilang … ”You wanna buy your Photo or Not ???”

 

Dan aku jawab … ”No … No … thank you …” (berlalu, … sambil terus mengkonversi harga foto tersebut dan mengingat-ingat sisa uang yang ada di dompetku …)

 

(Sebetulnya bukan sisa … tapi memang hanya segitu yang aku punya …)(untuk makan dua tiga hari kedepan …, di negeri yang serba mahal ini …)

 

Aku hanya bisa memandang Teman-teman satu rombongan yang heboh saling memperlihatkan dokumentasi yang telah di bingkai dengan design yang cantik … yang barusan mereka beli itu …

 

(sedih … )(ini bukan Lebay … ini kenyataan … begitulah adanya …)

.

.