The Ordinary Trainer writes …

just wanna share to the world of what I know … no matter how small …

PRIDE AND HONOUR

dengan 21 komentar

 

(terjemahan bebasnya kira-kira berarti … kebanggaan, kehormatan dan harga diri)

 

Perhatikan kalimat jargon ini …

”Pantang Pulang … Sebelum Padam …”

”Merdeka … atau Mati … !!!”

”Maju terus pantang mundur …”

 

Banyak lagi contoh ungkapan dan slogan lainnya …

Ini untuk menggambarkan bahwa kita diajarkan untuk melakukan sesuatu dengan penuh Kehormatan, Kebanggaan dan Harga diri … agar tidak disepelekan orang … dijajah orang … atau di lecehkan orang …

 

Tapi sadarkah kita …

Kadang kita juga suka salah menerapkannya …

 

Coba lihat ini …

”Gak sudi aku … mestinya dia dong yang minta maaf duluan … !!!”

”Cuih … pokoknya aku nggak mau lagi menginjak rumahnya …”

”Dia dong yang mestinya kesini … yang butuh siapa ?”

 

Atau …

Tidak mau minta maaf kepada yang lebih muda … ?

Tidak sudi bertanya kepada yang lebih yunior … ?

 

Pantang mengunjungi terlebih dahulu, rumah musuh politik kita …

Pantang datang duluan saat meeting … sebelum forum komplit … karena kita pemimpin

 

Menjunjung tinggi Pride and Honour … itu sangat penting …

But jangan sampai … ini malah menjadi salah kaprah dan tidak pada tempatnya …

 

Kalau Trainer ditanya …

Apa batasan antara … mana Pride and Honour yang sejati … dan Mana Pride and Honour imitasi … yang palsu …  kebablasen … yang tidak pada tempatnya … ???

 

Trainer tidak tau … !!!.  Sumpah … Trainer juga sedang belajar !!!

 

Sejatinya di balik Pride and Honour itu ada ”sesuatu” yang lebih penting …

”Sesuatu” itu bernama … ”Kebesaran Hati dan Kematangan Nurani … !!!”

Sebuah ”Kehormatan yang sejati”

 

(I think that’s the real pride …)(that’s the real honour …)

 

What do you think ???
.

.

Ditulis oleh nh18

27 Februari 2009 pada 2:18 pm

Ditulis dalam RENUNGAN

21 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. lagi belajar juga niy…emang susah ngomongin pride and honour gini..kebanyakan bias..

    Dewi

    27 Februari 2009 pada 2:46 pm

  2. Pride & Honour, terus ada Esprit d’ Corps. Tambah lieur nya?

    Hery Azwan

    27 Februari 2009 pada 3:58 pm

  3. sepertinya tampak jelas perbedaan antara dua jenis kalimat yang Oom sajikan mengenai Pride and Honour itu.

    Ketika terkait dengan sebuah tujuan objektif, maka Pride and Honour memang harus diperlukan. Tetapi setelah terkait dengan unsur subjektif, maka sebaiknya dihindari.

    untuk kalimat jenis kedua, menurut pendapat saya, seseorang yang akan melakukan yang kebalikan dari hal itu, justru akan makin menambah nilai Pride and Honour yang dimilikinya.

    seperti…, meminta maaf terlebih dahulu, mengunjungi terlebih dahulu, bertanya kepada yunior dll… akan membuat orang akan menghargai kita lebih dari yang akan kita bayangkan… tapi …, ini sangat sulit…
    percaya deh…! :wink:

    -gbaiq-
    [senyum] :)
    === === ===

    gbaiquni

    27 Februari 2009 pada 4:24 pm

  4. Pak, yang kata-kata ngak sudi, dia musti minta maaf duluan, lagi banyak dipakai di berita infotainment tuh :D

    Saya juga lagi belajar, terutama belajar dari blog ini.

    IndahJuli

    27 Februari 2009 pada 4:25 pm

  5. wuaduh OM,

    yang saya tau tu kalo melakukan sesuatu itu dengan DIGNITY tuh…

    ada lage yang bikin bingung :D

    shierlynikodemus

    27 Februari 2009 pada 4:35 pm

  6. Katanya Bonnie Rait
    “Love Has No Pride” tuh

    sorry OOT hehhehe
    have a nice weekend mas

    EM

    Ikkyu_san

    27 Februari 2009 pada 5:31 pm

  7. Baca PRIDE, TOM gw langsung ke acara gulat bebas di salah satu tipi swasta… masih pada inget ga?

    ”Kebesaran Hati dan Kematangan Nurani … !!!”

    Ngga ditambahin contreng nomor 1 ya Om… :D

    mangkum

    27 Februari 2009 pada 6:07 pm

  8. si om ini suka bikin susah. kalo di jawab, ntar bisi dianggep ke-pride-an ato ke-honour-an, ya pride & honour yg imitasi begitu. kalo ngga jawab, ya sama aza ngga komen dong.

    ya sudah saya juga perhatiin aza, biar belajar…
    *jongkokan di pojok yg agak menjorok walau bau asep rokok*

    tren di bandung

    28 Februari 2009 pada 2:54 am

  9. Aku kok kayaknya lebih sreg dengan “Kebesaran Hati” ya om?.. Berasa banget ketulusannya. :)

    p u a k

    28 Februari 2009 pada 9:18 am

  10. ternyata beda ya

    annosmile

    28 Februari 2009 pada 3:15 pm

  11. *manggut-manggut*
    hmm… benar, pak, benar… kematangan nurani… bukan kepongahan hati *halah* :D

    Hafid Algristian

    28 Februari 2009 pada 3:21 pm

  12. Kebesaran hati dan Kematangan nurani…..??? apa masih pada punya ya pak EnHa ??
    Apalagi saat ini,saat semua orang bicara AKU…lupa kata KITA….semua kepentingan mengalahkan segala galanya..

    dyahsuminar

    28 Februari 2009 pada 5:10 pm

  13. yah begitulah realita kehidupan sekarang ini….
    banyak orang yang hanya mau dihargai tanpa mau menghargai orang lain… padahal kn ilmunya jika ingin dihargai maka hargailah orang lain….

    mahardhika dewi

    28 Februari 2009 pada 7:10 pm

  14. Seringkali kebesaran hati mengalahkan pride & honour.

    Emanuel Setio Dewo

    1 Maret 2009 pada 12:03 am

  15. Just passing by.Btw, your website have great content!

    _________________________________
    Making Money $150 An Hour

    Mike

    1 Maret 2009 pada 7:38 pm

  16. Kebesaran hati, ya, pak….
    Rasanya agak sulit…tapi jika memang sudah bertekad..insyaallah bisa..
    Bukankah begitu ?

    syelviapoe3

    1 Maret 2009 pada 11:30 pm

  17. “Kebesaran hati dan kematangan nurani”

    Saya kok jadi ingat film Troy, ketika Raja Priam mendatangi Hercules, meminta agar diperbolehkan membawa pulang jasad Hector dan memakamkannya secara terhormat. Raja Priam, seorang Raja yang sangat dihormati, tidak segan mendatangi Hercules, dan merendahkan diri dengan meminta jasad anaknya yang sudah dikalahkan musuhnya.

    Contoh kebesaran hati dan kematangan nurani itu kayak gini apa ya Om?

    tutinonka

    3 Maret 2009 pada 6:48 am

  18. pride dan honour ga sama dengan gengsi pastinya….soal minta maaf misalnya, kalau memang kita salah ya harus berbesar hari untuk minta maaf…karena dengan demikianlah kita bisa gain our pride and honour… :D

    1nd1r4

    3 Maret 2009 pada 2:02 pm

  19. jadi inget film pride and prejudice :mrgreen:

    yellashakti

    4 Maret 2009 pada 7:04 am

  20. Nah… mencapai kebesaran hati itu yang paling sulit..
    Bagaimana kita harus berbesar hati ketika harus meminta maaf meskipun jabatan kia lebih tinggi….

    'Nin

    11 Maret 2009 pada 10:49 am

  21. “ngapain gw liat blognya, wong dia juga gak pernah maen ke blog gw??!!”…termasuk yang salah itu ya om…padahal kan kalo gitu , rugi sendiri, gak bisa baca postingan bagus2 ya om??…hihihihihi.

    ehm…besar hati..emang sulit buat orang yang “merasa besar”…jadi emang mestinya setiap orang harus selalu “belajar” supaya bisa terus rendah hati , asal bukan rendah diri…ya kan om??

    rhainy

    23 Maret 2010 pada 3:40 pm


any comments sodara-sodara ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s