.
Tata cara membesuk atau mengunjungi orang sakit ???
Ah gampang itu … Tidak boleh ribut, sebaiknya tidak membawa anak, datang pada jam yang telah ditentukan, dan sebagainya. Mudah saja … sudah menjadi norma umum.
However … Apakah jika kita telah melakukan semua hal-hal diatas … kita sudah bisa dikatakan telah mempunyai etika besuk yang baik ??? …
Belum tentu !!!.
Coba check kembali … sejatinya ada beberapa hal lain … yang menurutku … patut kita perhatikan.
Diantaranya adalah …
#1. Perhatikan isi bicara kita …
Contoh imajiner … Ibu Fulanwati membesuk rekannya yang sedang sakit …
Dan dengan sok taunya dia berujar …”Eh bu … aku punya kenalan lho … dia sakit seperti ini juga … persis banget … sempat dirawat di rumah sakit lima hari … tapi nggak lama kemudian dia meninggal …, ini penyakit berbahaya lho Bu … ” … Hah … ini membesuk apa mau nakut-nakutin … Plis deh. Hendaknya kedatangan kita itu bisa membesarkan hati pasien … menghibur pasien … dengan harapan itu semua bisa membuat si pasien bangkit semangatnya … mempercepat kesembuhan … Atau paling tidak meringankan sakit yang diderita pasien. Bukan malah sebaliknya membuat pesimis pasien dan keluarganya …
#2. Jangan Memberikan Saran Pengobatan …
Contoh imaginer lagi. Ketika membesuk pasien, seorang Bapak berkata kepada Keluarga Pasien ”MMMmmmm … Kalo sakit yang seperti ini dikasih obat ”XYZ” sama antibiotik ”ABC” saja Pak. Dan kalau bisa yang keluaran PT XXX … mutunya bagus tuh … soalnya kemarin saudara teman saya … sakit kayak gini juga …. dikasih obat itu sembuh lho … ”
HHmmm ini lagi … dokter bukan, paramedis bukan, apoteker bukan … malah sok tau menyarankan hal seperti ini. Para pembaca mungkin pernah menemui teman or kenalan yang hobbynya ngafalin nama-nama obat-obatannya. Seolah jauh lebih hebat dari Dokter atau ahlinya. Banyak orang yang sok jago … merasa ”Cool” kalau sudah ”hafal” jenis-jenis obat-obatan.
Dan kalaupun anda kebetulan seorang Dokter atau Apoteker … tetap saja (menurut pendapatku) yang berhak memberikan tindakan pengobatan adalah Dokter yang menghandel pasien tersebut … yang memeriksa pasien itu.
#3. Menyalahkan Keluarga Pasien
Dateng … besuk … gusar … bersungut … dan Ujuk-ujuk berkata …
”Aaddduuhhh Kamu gimana sih … aku kok nggak dikasih tau sih … .dst dst dst ” atau …
”Kamu siiiihhhh nggak ngerawat lingkungan dengan baik ..jadi begini deh akibatnya .” atau …
”Ah kamu ini gimana sih … kok milih Rumah sakit yang seperti ini …malu dong ” atau …
”Kamu sebagai istrinya gimana sih … kok suami bisa sakit seperti ini …???” atau …
”Mbak seharusnya kemarin telpon saya … segera setelah dia kambuh … aku kan bisa nengok langsung …”
Dan banyak lagi kalimat menyalahkan … memojokkan … menggurui …
Dan ini semakin membuat Pasien dan Keluarga pasien merasa bersalah … makin sedih … bisa jadi ini semakin menambah penderitaan mereka … (Udah sakit & dapet ujian … dipersalahkan pula …). Kadang kita tidak sadar … bahwa yang namanya sedang dirundung situasi seperti ini … bisa saja keluarga panik, repot, sibuk melakukan tindakan segera … sehingga tidak sempat lagi kepikiran menelpon atau mengabari semua orang …
SO … mari kita luruskan lagi … niat kita membesuk Pasien …
Kedatangan kita itu adalah untuk … membuat senang , membesarkan hati, memberi dukungan, memberi semangat, mendoakan, membahagiakan pasien dan keluarganya …
BUKAN malah sebaliknya … !!!
.
.









