Arsip

Arsip untuk April, 2009

ETIKA BESUK

29 April 2009 nh18 44 komentar

 

.

Tata cara membesuk atau mengunjungi orang sakit ???

Ah gampang itu … Tidak boleh ribut, sebaiknya tidak membawa anak, datang pada jam yang telah ditentukan, dan sebagainya.  Mudah saja … sudah menjadi norma umum.

 

However  Apakah jika kita telah melakukan semua hal-hal diatas … kita sudah bisa dikatakan telah mempunyai etika besuk yang baik ??? …

Belum tentu !!!.

 

Coba check kembali … sejatinya ada beberapa hal lain … yang menurutku … patut kita perhatikan.

Diantaranya adalah …

 

#1. Perhatikan isi bicara kita …

Contoh imajiner … Ibu Fulanwati membesuk rekannya yang sedang sakit …

Dan dengan sok taunya dia berujar …”Eh bu … aku punya kenalan lho … dia sakit seperti ini juga … persis banget … sempat dirawat di rumah sakit lima hari … tapi nggak lama kemudian dia meninggal …, ini penyakit berbahaya lho Bu … ” … Hah … ini membesuk apa mau nakut-nakutin … Plis deh.  Hendaknya kedatangan kita itu bisa membesarkan hati pasien … menghibur pasien … dengan harapan itu semua bisa membuat si pasien bangkit semangatnya … mempercepat kesembuhan … Atau paling tidak meringankan sakit yang diderita pasien.  Bukan malah sebaliknya membuat pesimis pasien dan keluarganya …

 

#2. Jangan Memberikan Saran Pengobatan …

Contoh imaginer lagi.  Ketika membesuk pasien, seorang Bapak berkata kepada Keluarga Pasien ”MMMmmmm … Kalo sakit yang seperti ini dikasih obat ”XYZ” sama antibiotik ”ABC” saja Pak.  Dan kalau bisa yang keluaran PT XXX  … mutunya bagus tuh … soalnya kemarin saudara teman saya … sakit kayak gini juga …. dikasih obat itu sembuh lho … ”

HHmmm ini lagi … dokter bukan, paramedis bukan, apoteker bukan … malah sok tau menyarankan hal seperti ini.  Para pembaca mungkin pernah menemui teman or kenalan yang hobbynya ngafalin nama-nama obat-obatannya.  Seolah jauh lebih hebat dari Dokter atau ahlinya.  Banyak orang yang sok jago … merasa ”Cool” kalau sudah ”hafal” jenis-jenis obat-obatan.

Dan kalaupun anda kebetulan seorang Dokter atau Apoteker … tetap saja (menurut pendapatku) yang berhak memberikan tindakan pengobatan adalah Dokter yang menghandel pasien tersebut … yang memeriksa pasien itu.

 

#3. Menyalahkan Keluarga Pasien

Dateng … besuk … gusar … bersungut … dan Ujuk-ujuk berkata …

”Aaddduuhhh Kamu gimana sih … aku kok nggak dikasih tau sih … .dst dst dst    atau …

”Kamu siiiihhhh nggak ngerawat lingkungan dengan baik ..jadi begini deh akibatnya .”  atau …

”Ah kamu ini gimana sih … kok milih Rumah sakit yang seperti ini …malu dong ” atau …

”Kamu sebagai istrinya gimana sih … kok suami bisa sakit seperti ini …???” atau …

”Mbak seharusnya kemarin telpon saya  … segera setelah dia kambuh … aku kan bisa nengok langsung …” 

Dan banyak lagi kalimat menyalahkan … memojokkan … menggurui …

 

Dan ini semakin membuat Pasien dan Keluarga pasien merasa bersalah … makin sedih … bisa jadi ini semakin menambah penderitaan mereka … (Udah sakit & dapet ujian … dipersalahkan pula …).  Kadang kita tidak sadar … bahwa yang namanya sedang dirundung situasi seperti ini … bisa saja keluarga panik, repot, sibuk melakukan tindakan segera … sehingga tidak sempat lagi kepikiran menelpon atau mengabari semua orang …

 

SO … mari kita luruskan lagi … niat kita membesuk Pasien …

Kedatangan kita itu adalah untuk … membuat senang , membesarkan hati, memberi dukungan, memberi semangat, mendoakan, membahagiakan pasien dan keluarganya …

 

BUKAN malah sebaliknya … !!!

.

.

Categories: PERASAANKU HARI INI

REKAYASA HATI

28 April 2009 nh18 36 komentar

Rekayasa itu suatu kata yang bermakna positif sebetulnya …

Kita saja yang sering mengkonotasikannya ke arah yang negatif …

Seakan Rekayasa itu selalu bersifat manipulatif … dan bersifat dusta semata. 

(Contoh : … Rekayasa Berita, Rekayasa Sejarah, Rekayasa Dana Anggaran, Rekayasa Fakta, Rekayasa Data, Rekayasa Laporan Keuangan  dsb …)(Semua negatif …)

 

Sejatinya … Rekayasa is ”Engineering” … proses merancang sesuatu, … upaya mengatur sesuatu … mengubah sesuatu … menuju kearah yang lebih baik …

 

Nah pertanyaan selanjutnya adalah

Apakah Hati bisa di rekayasa … ?

Jawabannya … ”BISA … !!!”

 

Yang pernah aku dengar … Yang pernah aku lihat …

 

Ada yang takut setengah mati pada ular, Bisa diubah menjadi seorang yang tak gentar ular

Ada yang takut gelap … menjadi seorang yang pemberani.  Penakut menjadi bernyali …

Berhati ciut … menjadi berhati besar …

 

Manusia dikaruniai oleh Sang Maha Pencipta

Kemampuan untuk beradaptasi … Kebisaan untuk beralih …

Kesadaran untuk berubah … Keahlian untuk bertahan hidup

Kepintaran untuk Belajar, Kedewasaan … dan … tentu saja Kebijaksanaan …

 

SO …

Hati itu bisa di rekayasa …

Kebekuan hati bisa dicairkan …

Kesesatan hati bisa diluruskan …

Kebejatan hati bisa disucikan …

Kekerdilan hati bisa dimatangkan …

 

Dari yang tidak baikkearah yang baik

Masalahnya hanyalah tinggal : Apakah kita MAU atau TIDAK … !!!???

 

AND SELF WARNING … !!!

Ini juga BISA berlaku sebaliknya … !!!

Dari yang baik … menjadi … tidak baik …


Nauzubillahi min dzaalik …

 

SO mari kita rekayasa hati kita … ke arah yang lebih baik …

BUKAN … ke arah yang sebaliknya ….

 

(Yes … MAYBE, more or less … this is about NLP, Neuro Language Programing … sebuah bidang keahlian yang ingin sekali aku pelajari …)

 

(Mohon maaf Trainer bukan ahli Psychologi …

jadi kalau ada yang salah mohon dibetulkan …)

.

.

Categories: PERASAANKU HARI INI

TRAINER DIUSIR

27 April 2009 nh18 35 komentar

 

 

Kenangan jaman kuliah … Tahun 1982.

 

Trainer pernah diusir … !!! 

Dua kali bahkan … !!!

And believe it or not …

Diusir oleh Orang yang sama … Aku masih ingat … namanya Bdn … !!! 

Diusir dari tempat yang sama … yaitu dari Laboratorium Kimia

 

Pengusiran Pertama …

Aku tingkat satu … masih tingkat persiapan bersama.  Aku baru pertamakalinya menjalani praktikum di kuliahan ini.  Si Bdn, Asisten dosen yang menjaga Lab kimia itu mengusirku.

Alasannya karena aku tidak siap dengan catatan untuk melakukan percobaan hari itu.  (padahal hanya kurang satu dua hal saja tuh …).  (sungguh over acting bener Doktorandus Bdn itu …).  Ya sudah … aku terpaksa memperbaharui catatan praktikumku di luar Lab…

 

Pengusiran Kedua …

Juga masih tingkat satu …

Ujian Semesteran … Praktikum Kimia I … Yang jaga juga Doktorandus Bdn itu …

Aku dipanggil masuk ruang praktikum … deg-degan sudah tentu …

Ujiannya adalah menimbang suatu zat tertentu dalam tabung Erlenmeyer …

Baru tiga menit aku didepan timbangan  … aku sudah disuruh angkat kaki dari ruang praktikum itu … diusir keluar ruangan …

Entah bagaimana nasib nilaiku waktu itu … jeblok mungkin …

 

Apa pasal ??? kok aku diusir … ???

Rupanya setelah tanya kiri kanan… kepada teman-temanku yang telah selesai ujian praktikum … Rupanya aku melakukan kesalahan …

Prosedur pertama awal menimbang tidak aku lakukan …

Yaitu memeriksa ”tilt” atau kalibrasi keseimbangan posisi dari timbangan itu sendiri … Waktu itu aku langsung menimbang tanpa memperhatikan bahwa timbangan itu sengaja dibuat agak miring oleh Doktorandus Bdn itu … aaarrrgghhh …

Ya sudah aku pasrah saja … Sedih ??? itu sudah pasti … harga diri hancur berkeping.

 

Yang jelas … mulai saat itu …

Aku benci sekali dengan yang namanya KIMIA …

Aku benci sekali dengan yang namanya Doktorandus Bdn ….

(sok banget itu orang … !!!)

 

Alhamdulillah …

Tahun kedua … aku berhasil mengucapkan Good Bye Chemistry …

Aku berhasil masuk jurusan yang tidak ada KIMIA nya babar blasss …

Dan tentu saja … tanpa oknum yang bernama Doktorandus Bdn itu … !!!

Ya … memang aku diusir itu karena mungkin aku alpa / lupa beberapa hal …

(Tapi masak iya sih … sangsinya pake ngusir segala ???)(plis deh …)

 

(Mas BDN … apa kabar mas … masih suka ngusir-ngusir orang ???)

(Sampeyan sepertinya cocok untuk jadi Sat-Pol PP …)

(Kompetensi Usir-ologynya lulus cum laude keknya …)

.

.

.

Categories: TRAINER ABG

PENGHAYATAN

24 April 2009 nh18 28 komentar

 

(masih tentang panggung pertunjukan)

 

Ini adalah pelajaran yang aku dapat dari Almarhum Bapak Pranadjaja.  Seorang guru vokal terkenal di Indonesia.  Waktu itu aku masih bekerja di Bina Vokalia tahun 1987 – 1990.

Ada empat faktor yang harus kita lihat jika kita ingin menilai seseorang yang menyanyi …

1. Timbre (warna suara), 2. Tekhnik Vokal (pitch, dinamika, phrasering, dsb), 3. Penampilan (body language, kostum, koreografi, gerak dsb)  dan … 4. PENGHAYATAN.

 

Yang terakhir aku sebutkan adalah hal yang sangat penting.  Ya … PENGHAYATAN or PENJIWAAN … Ini adalah soul … ruh … jiwa dari seluruh sajian seni vokal.  Yang membedakan antara kualitas satu penyanyi dengan penyanyi lainnya.

 

Mengingat pentingnya aspek ”penghayatan” tersebut.  Pak Prana mempunyai beberapa cara untuk mengajarkan para anak asuhannya … bagaimana menggali penghayatan yang baik.  Bagaimana caranya menyanyi dengan penjiwaan yang pas dan orisinil.

 

—-

Jika beliau mengajar anak-anak kecil … maka sebelum menyanyikan sebuah lagu … beliau selalu menggambar dahulu beberapa gambar yang bercerita mengenai lagu yang akan dinyanyikan.  (Gambar Pelangi, gambar ayam, dan sebagainya).  Kadang beliau dengan asiknya mendongeng kepada anak-anak kecil itu.  Ini dimaksudkan agar anak-anak mempunyai imajinasi yang pas dalam menyanyikan lagu-lagunya.

 

—-

Kepada siswa yang sudah agak besar … beliau meminta mereka membaca syair lagu, kata demi kata dengan keras dan jelas.  Serta menanyakan satu dua hal, memastikan agar siswa mengerti tentang apa isi lagu yang akan dinyanyikannya …

 

—-

Lebih advance lagi … untuk siswa yang sudah remaja atau dewasa … beliau meminta siswa untuk mendeklamasikan syair lagunya.  Kadang disertai diskusi mengenai latar belakang tentang terciptanya lagu tersebut … (Latihan Interpretasi lagu)

 

—-

Demikian juga untuk lagu-lagu Barat … beliau pasti meminta siswa untuk menterjemahkan kata-kata lagu itu terlebih dahulu … Intrepretasi Lagu dengan sebaik-baiknya … Beliau bilang … buat apa kalian menyanyi dengan baik … tetapi kamu tidak tau artinya sama sekali … karena … menyanyi itu pada hakikatnya adalah menyampaikan suatu pesan melalui rangkaian nada yang harmonis …

 

—-

 

Pak Prana tidak akan memperkenankan siswanya menyanyi … sebelum para siswa itu mengerti betul mengenai isi lagu yang akan dia nyanyikan …

 

Kan ndak lucu … nyanyi lagu sedih … tapi mimik mukanya malah cengar cengir petakilan … dan sebaliknya menyanyikan lagu yang riang gembira … tapi wajahnya ”nggetu” memelas termehek.

 

Dengan mengerti isi lagu … diharapkan siswa akan bisa menyanyikan lagu itu dengan penghayatan yang pas … feel yang ok … mood yang fokus dan … penjiwaan yang tepat … !!!

 

(Hah … trainer sok tau luh …)

.

.

.

Categories: MUSIK

KEMPROH

24 April 2009 nh18 38 komentar

 

Ah sudah lama aku tidak membahas ungkapan ekspresif bahasa Jawa yang maha kaya makna itu.  Yang kadang tidak ada padanan kata dalam bahasa Indonesia yang pas. 

 

So … What is KEMPROH ?

(aku ngetik sambil tersenyum ini …)

Kemproh adalah suatu kondisi … suatu performa … suatu tampilan …

 

Kondisi – performa – tampilan seperti apa ?

Kemproh adalah suatu kombinasi penampilan yang …

Dekil – kotor – nggak matching – norak bin kampungan …

Pokoke … jelek sangat … (bahasa Belandanya mungkin … Slordeh …)(Slordig ???)

 

Deskripsi …

Seorang Trainee …

Datang ke Training resmi dengan memakai …

Kaos lengan panjang berwarna merah marun yang kusam dan dekil …

Agak kedodoran … lengannya dilipat tidak sama panjang …

Dipadu dengan Celana panjang dari bahan satin … bermotif kotak-kotak

berwarna hijau muda … (hah ngejreng pokoke …)

Kusut … tidak tersetrika …

Dan … asal tau saja …

Kemarin dia memakai pakaian yang persis seperti ini …

Yang artinya … wardrobe kebanggaan itu tidak dicuci semalam …

… mmm … dan jangan tanya baunya …

 

Agar lebih dramatis … aku tambah …

Tubuhnya kurus …

Rambutnya tidak disisir …

Mata rebek riyep-riyep kurang tidur …

Dan ketika cengar-cengir tersenyum …

Di giginya yang kuning keemasan

Masih telihat sisa cabe merah menyelip…

Sisa sarapan tadi pagi …

 

Huahahahha …

SO … this is what I call … KEMPROH …

 

(oh iya … jika kita intip sedikit ke bagian bawah …

Akan terlihat sepatu kulit yang tidak disemir …

Solnya sudah gumpil sedikit …

Dan kaos kaki lusuhnya … tinggi sebelah …

Kendur … Nggak kuat nanjak …

 

(and yes … ini juga kaus kaki kemarin …)

Categories: BAHASA

SILAM DAN MUNCUL

21 April 2009 nh18 31 komentar

-

 

Silam dan Muncul … ini istilah khas … Panggung Pertunjukan.

Sepasang istilah ini aku dapat ketika aku bekerja menjadi asisten pembina di salah satu Yayasan Pendidikan Vokal di Jakarta.  1987 – 1990.  Salah satu tugas rutinku adalah mendampingi anak-anak Bina Vokalia itu jika mereka manggung di suatu acara.

 

Nah Istilah Silam dan Muncul ini aku dengar pertamakali ketika anak-anak Bina Vokalia mentas satu panggung dengan groupnya Mas Guruh Soekarno Putra, Swara Mahardika / GSP.  Sebuah group anak muda yang selalu menyajikan pertunjukan seni tari dan musik kolosal yang sangat baik.

 

Mengapa istilah SILAM – MUNCUL ini tercipta ?

Ini untuk menghindari kesalah pahaman antara sutradara, floor director, koreografer, penata tari, penata gerak, dengan para aktor-artis penyanyi, penari dan sebagainya.  Pelaku-pelaku yang terlibat dalam suatu pertunjukan musik dan tari.

 

Sebelum istilah Silam dan Muncul diperkenalkan …

Banyak pelaku panggung pertunjukan menggunakan istilah ”MASUK” dan ”KELUAR”

Namun ternyata eh ternyata kedua kata ini RANCU sangat …

 

Jika sutradara berteriak : ”Fulan Masuk !!!” …

Banyak yang bingung.  Ini maksudnya … Si Fulan diminta Masuk ke atas panggung ? … atau … Masuk ke belakang Panggung …???

Sebaliknya … jika Koreografer berteriak :”Fulanita Keluar …!!!”

Ini maksudnya … si Fulanita keluar dari dalam, keatas panggung …??  atau si Fulanita diminta keluar dari Panggung, menuju ke balik Panggung … ?? (hah bingung kan ???)

 

Dan kesalah pahaman ini bisa membuat pertunjukan menjadi terbata-bata dan tidak sukses.  Penampil Bingung … Ribet dan Kacau jadinya …

 

Untuk menghindari kesalah pahaman tersebut … agar pertunjukan bisa lancar flownya … smooth rundownnya … maka digunakanlah istilah SILAM dan MUNCUL.

 

SILAM … itu akan mudah saja diartikan sebagai … kita harus menghilang dari pandangan penonton … silam ke balik layar … turun dari panggung … keluar dari pentas …

 

MUNCUL … ini juga hanya punya satu arti … selalu berarti … Muncul ke depan penonton … keluar keatas panggung … menampakkan dirinya di pentas … menunjukkan dirinya kepada publik   

 

Simple bukan ???

 

So akhirnya dua kata ini lah yang selalu aku pergunakan dalam mengatur dan mengarahkan anak-anak Bina Vokalia yang akan tampil disuatu acara pertunjukan … Menyanyi dan Menari …

Aku masih ingat teriakan pengarahanku dulu kepada anak-anak hebat itu 

 

Ade, Fani, Fitri, Rio  Muncul sekarang … Bismillah … !!!

Dewi, Runi, Chandra … Silam … Silam … Good job guys … !!!

Denok, Ria, Ino, Retno, dan Wijna … Siap … kalian siap di pintu dua …tunggu komando Kakak ya …

 

(ah momen-moment panggung itu …)(kangen juga aku dengan suasana itu …)

.

Categories: PERTUNJUKAN HARI INI

KEARIFAN LOKAL

21 April 2009 nh18 23 komentar

Sebuah cerita yang tertinggal dari Training Batch #2 minggu lalu.  Peserta training minggu lalu adalah para Supervisor perusahaan kami yang khusus menangani aktifitas Sponsorship dan Special Event. Dari seluruh Indonesia.


Salah satu mata acaranya adalah berbincang-bincang dengan Jay Subiakto … Seorang pakar event seni pertunjukan kondang Indonesia … Para peserta senang sekali.  Kita beruntung bisa menghadirkan tokoh sekelas Jay yang super sibuk … ke dalam session training mereka.


Jay bicara mengenai kiprah dan pengalamannya mengelola panggung seni pertunjukan di Indonesia.  Musik – Fashion show sampai penyutradaraan film Iklan.  Jay pun menceritakan tentang proses kreatif dibalik karya-karya fenomenalnya itu …


Ada satu hal yang bisa aku tarik dari presentasinya …

Bahwa Jay,  sejak dulu … sejak dia kuliah di Tekhnik Arsitektur UI adalah seorang yang selalu mengangkat seni tradisional asli Indonesia … Dia menyebutkan dirinya … orang Seni yang mengerti tekhnik dan orang tekhnik yang mengerti Seni. (…hmmm betul juga…).


Dia berkali-kali mengucapkan kata-kata … menggali kearifan lokal

Dia seorang Indonesianis sejati.  Dia sangat bangga dengan seni asli Indonesia

Bagaimana dia mengangkat seni Tradisional Indonesia dengan kemasan yang elegan

Bagaimana dia mendalami kebudayaan dibaik berkesenian itu sendiri …

Bagaimana dia menghormati tradisi yang berlaku di tempat dia berkesenian

Termasuk lelaku berpuasa dan melakukan pantangan lainnya …

Dan dia juga bercerita bagaimana karyanya ini lebih dihargai oleh bangsa lain dibanding oleh Bangsa sendiri …


Ada satu cerita yang dia bagi kepada kita semua …

Waktu itu dia mendapat order untuk merancang sebuah acara launching produk, yang disponsori oleh suatu perusahaan … Dan Doktorandus Boss petinggi perusahaan itu dengan jumawanya bilang pada Jay … :


”Bung Jay … kalau mau bikin pertunjukan itu yang bagus dong, jangan amatiran … Contoh dong seperti pertunjukannya 3 Diva atau Konsernya Rosa begitu …, itu baru namanya berkualitas …”


Huahahaha … si Boss Perusahaan itu tidak sadar … bahwa dia justru sedang berhadapan dengan creator acara yang baru saja dia sebutkan … (dikira mungkin pertunjukan 3 Diva dan konser rosa itu dikerjakan oleh pakar pertunjukan sutradara bule dari luar negeri)


Jay juga bilang … ”pakar” bule yang biasa menjadi sutradara pertunjukan di Indonesia itu pada umumnya adalah … mereka-mereka yang justru tidak laku di negaranya …

Itu sebabnya mereka punya banyak waktu, termasuk “ngemis job” sampe ke Indonesia …  Dan kita bangsa Indonesia ini celakanya masih mendewa-dewakan segala sesuatu yang berbau … pirang … barat …dan yang sejenisnya.

.

Ah sungguh beruntung Trainee-traineeku ini mendapat pelajaran dari Pakar pertunjukan yang satu ini …

Pelajaran tentang … kearifan lokal, … dari seorang Jay Subiakto !!!

.

.

UP DATE : (27 Sept 2009)

Ini termasuk BELA NEGARA juga bukan ya ???

FYI : Tulisan ini saya ikutkan kedalam “BUKAN KONTES :  BRAINSTORMING BELA NEGARA”

Sebuah ajakan menarik dari seorang Blogger Yang baru saya kenal … Namanya Bapak Abdul Cholik … yang lebih senang dipanggil Pak De Cholik

Beliau adalah eorang yang berkompeten di bidang Bela Negara ini

Sebuah ajakan yang menarik … yang patut disambut dengan hangat …

.

.

QUESTION

20 April 2009 nh18 27 komentar

Aku bukan orang yang berkecimpung dibidang Jurnalistik.  Aku pun tidak tau tekhnik jurnalistik yang baik.  Namun aku percaya,  pasti ada pelajaran mengenai tekhnik menggali berita dengan cara bertanya kepada nara sumber.

Pasti ada teorinya … pasti ada caranya … (dan pasti ada etikanya …)

Bagaimana cara bertanya yang baik … untuk mendapatkan berita yang baik pula …

 

Pada beberapa kali kesempatan … aku kadang melihat Reporter TV mewawancarai nara sumber … aku melihat ada beberapa hal yang sepertinya kurang pada tempatnya.  Untuk jelasnya aku kemukakan beberapa contoh imajiner … rekaanku sendiri … karena aku terus terang tidak mencatat secara spesifik contoh riilnya …

 

Contoh imaginer #1.

Hotline news … aku lupa bencana apa … (kalau tidak salah Banjir atau Longsor …)

Kejadian baru saja berlangsung 1 – 2 jam yang lalu …

Reporter melaporkan langsung dari TKP … ba bi bu sebentar … lalu bertanya pada salah satu korban di pengungsian sementara …

”Apa sudah ada bantuan dari pemerintah bu …??”

”Belum” … tentu saja korban akan menjawab seperti itu … hawong kejadiannya barruuuu saja terjadi …  Lalu sang doktorandus reporter heroik kesiangan itu bicara …

”Pemirsa … kita patut mempertanyakan pemerintah … mengapa penanganan lambat sekali … para korban menderita tanpa bantuan dari pemerintah …”

C’mon you Guys … Aku bukan orang pemerintahan … Tapi sepertinya untuk mengkoordinasikan bantuan tidak bisa secepat itu kawan …

 

Contoh imaginer #2.

Reportase dari sebuah desa nelayan … Dilaporkan Nelayan banyak yang tidak melaut karena cuaca buruk … Karena tidak melaut tentu mereka banyak yang berdiam saja di rumah … mata pencaharian tersendat.  Kembali doktorandus reporter caca marica hey hey heroik kesiangan itu … bertanya …

”Apa sudah ada bantuan dari Pemerintah …???” (hah … apa tidak ada pertanyaan yang lain sih …??? kok nanya batuan pemerintah melulu … ??? …)

Tentu saja mereka akan menjawab … ”Belum …”

Dan kembali reporter TV berujar dengan kata-kata tendensiusnya …”Pemirsa … kita patut prihatin dengan Sikap Pemerintah … yang tidak memperhatikan nasib mereka … ”

Urusan cuaca buruk pun menjadi beban pemerintah …

 

Contoh imaginer #3.

Di sebuah warung, banyak pemuda nongkrong … cengar-cengir … rokokan klepas-klepus … sambil gitaran yang senarnya tidak di stem dengan baik (i.e sumbang sangat).  Dan kembali … Reporter dengan gaya heroik alayum gambreng … tanpa bertanya – tanya … langsung melaporkan … sambil pasang muka a simetris dan mencibir : ”Permirsa … kita lihat … pemerintah sama sekali tidak peduli dengan nasib para pemuda ini … pemerintah telah gagal … sekali lagi pemerintah telah gagal menyediakan lapangan kerja bagi para pemuda ini …” (Nadanya Tak kalah sumbang dengan gitar milik pemuda nongkrong tersebut …)

 

See ??? … pemuda nongkrong – gondrong – pemalas – rokok-an – gitaran … pun menjadi beban pemerintah … Please deh … mentalitas manusia … jangan dicampur adukkan dengan ketidak mampuan pemerintah menyediakan lapangan kerja …

 

BTW … lapangan kerja manapun akan menutup dirinya bagi orang yang pemalas seperti ini.   

Bisa jadi mereka yang nongkrong di warung itu … sudah melakukan kebiasaanya ini sejak mereka di SMA … bolos belajar … mangkir sekolah … tak punya ilmu tak punya ketrampilan … berlanjut terus sampai sekarang … menjadi doktorandus preman yang kerjanya hanya gitaran – rokokan – dan ngompas pedagang … !!! (Tapi di bela oleh doktorandus Reporter alaiyum gambreng itu … !!!

 

Semoga ini hanya sekedar imajinasi lebayku saja … dan tidak terjadi di kehidupan jurnalistik yang sebenarnya … !!!

.

.

.

Categories: HEADLINE NEWS