KESET


.

Selembar kain lusuh
Di depan rumah, Di depan kantor
Berguna untuk menyaring kotoran
Agar tidak ikut masuk ke dalam

Keset selalu diinjak
Tidak puas dengan diinjak
Kadang juga digesek-gesekkan berkali-kali
Srot .. srot … srot …
Keras dan kasar …

Sepatu jadi bersih
Sandal pun jadi bersih …
Masuk ke dalam tak ada kotoran lagi

Meninggalkan keset
Yang semakin kotor …
Yang semakin lusuh …
Penuh daki penuh debu

Tetap setia menunggu di luar
Tak ikut pesta di dalam
Tak ikut canda di ruangan
Menunggu sepatu-sepatu kotor berikutnya
Menunggu sandal-sandal kotor berikutnya

Terus begitu …
Sampai terkoyak …
Lalu Sobek dan usang …
Dan akhirnya … dibuang …

Tapi meskipun begitu …
Sang Keset harus tetap rela
Untuk selalu berkata …

”WELCOME”

.

.

About these ads

29 pemikiran pada “KESET

  1. pertamaxxx…..

    So welcome…!!!

    (Kayaknya kalo tulisan di keset di ganti, “dilarang injak” lucu juga Om…!”

    abywe, nice post, buat saya intinya, lakukan pekerjaanmu sesuai posisimu, tak peduli org lain menelantarkan kerjaannya, lakukan dulu bagianmu..!!

  2. kok aku jadi sedih ya baca tulisan ini??

  3. membaca kata keset, ada satu yang selalu aku ingat

    dulu sekali ibuku pernah mengatakan
    “Jangan mau kawin dengan orang Jepang mel… kamu hanya akan jadi keset!”
    karena waktu itu seorang istri Jepang memang (diperlakukan) seperti keset.
    Sebuah prasangka yang perlu diperbaiki.

    EM

  4. Jadi…artinya welcome itu sama dengan keset?….
    hehehe

  5. Jadi inget jaman dulu sekali pernah prakarya dusuruh buat keset dari sabut kelapa itu …

  6. waktu kecil, suka bingung kenapa semua keset tulisannya ‘welcome’
    trus mikir, mungkin bahasa inggrisnya keset itu welcome *ngikik geli klo inget*

  7. Yuhuiii …. Om Trainer berpuisi juga :)
    Waktu baca judulnya, saya kira ‘keset’ dalam bahasa Jawa yang artinya ‘malas’. Oh, jebul keset untuk kaki to … :)
    Iya Om, kasihan nasib si keset ya. Tapi di rumah saya, keset nggak sampai kotor-kotor amat lho, apalagi sampai sobek-sobek …

  8. Kasihan nasib keset …
    Dulu..jaman saya masih SD,semua kelas didepan pintu ditulisi..”KESED dulu anak anak”
    Nah…padahal kalau kesed….bisa berarti Malas, cuma karena kami di Cilacap,nulis Keset jadi kesed,biar mantep…Nah…bingung lah murid murid..

  9. Hohoho…ini bukan curcol lagi kan,om? :-D
    Kalo dianalogikan ke profesi manusia,banyak loh yang diperlakukan kayak keset Om. Mungkin sih tuntutan profesi,tp gga salah juga kan klau diperlakukan lbh manusiawi..

  10. keset itu pun kadang harus digebuk supaya debunya luruh…
    aduh….Om NH, saya membaca postingan Om akhir-akhir ini kok jadi merasa Om lagi melo ya? maafkan kalau dugaan saya salah…

    salam,
    nana

  11. hAI oM..:)

    Aku tidak ingin sedih membaca tulisan ini. Aku akan menganggap tulisan ini sebagai pujian pada kesetan itu, Okey, dia dinjak-injak…kotor…dan kesannya kok..kasian banget yah tuh keset???
    Tapi satu hal yang pasti..bahwa si keset itu sudah melaksanakan fungsinya dengan baik. Dan dia harus bangga dengan itu.
    :)
    Sering terjadi pada pekerjaan juga kan ya , om :)

  12. Ah malang nasibmu wahai keset.

  13. … jadi sedih bacanya…

    Tapi, waktu kecil saya pernah merasa ‘berharga’ sekali, ketika bisa ‘membaca’ dan memamerkan kemampuan membaca saya pada orang-orang. “Lihat.. aku bisa baca tulisan ini!” sambil nunjuk pada keset yang bertulisan WELCOME itu: “Bacaannya: keset!” kataku sambil tersenyum dengan pedenya… (cerita ibu saya…)

  14. Fislosofi keset yang ciamik.
    Banyak pihak yang setia menunggu diluar sementara sang majikan atau yang lainnya berpesta-pora didalam sana. Ketika sang majikan menikmati sirloin steak, sang sopir minum kopi nasgithel diwarung sederhana depan resto atau hanya duduk2 dibawah pohon yang rindang.

    Keset ada yang dibuat dari sabut kelapa alias sepet. konon ini hasil prakarya para narapidana (tidak semua buatan mereka). Kini keset dibuat dari aneka bahan, dengan aneka motif dan aneka tulisan.

    Keset dan keset, walaupun sama tulisannya tetapi mempunyai makna yang berbeda-beda.

    -Keset : dibaca mirip membaca kata cewek : alat untuk membersihkan kaki sebelum masuk ke ruangan.

    -keset : dibaca mirip membaca kernet : artinya malas.

    -keset : dibaca seperti membaca pegel : artinya tidak licin. Benda yang gampang licin ditaburi serbuk tertentu agar keset. Ketika main billiard tangan ditaburi bedak sebelum menyodok bola agar tak licin, ujung tongkatnya juga digosok kapur agar keset – tak licin waktu menyodok bola.

    Salam hangat dari pengamat keset

  15. Banyak banget jasa2nya Keset, ya, pak… ^_^

  16. Tugas berat si keset… begitulah dia berjuang dalam dharmanya… keset oh keset… :D :D :D

  17. Lakukan pekerjaanmu dengan tulus ikhlas dan penuh tanggung jawab, apapun jabatannya, dimanapun posisinya.. huuuuuuuyyy.. hebat ini Oom.. :)

  18. tulisan keset di rumah adalah WELCOME berwarna merah hati bergambar panda..

  19. tapi keset itu sangat bermanfaat, sayang sekali kalau tidak dicuci seminggu sekali dan membiarkan dia kotor begitu saja, keset juga harus tetap bersih, supaya dia tetap terlihat indah

    keset oh keset
    terima kasih, karena kau bersedia untuk menanti di depan kamarku, di depan kamar mandiku, di samping kasurku, dan di semua pintu rumahku, bahkan sampai terletak di dapur bersih dan daput kotorku..

    tapi keset tak mengeluh.. malah selalu bilang WELCOME

    iklan

  20. jadilah seperti keset, bukan untuk terinjak-injak.. tetapi turut membuat yang kotor menjadi bersih, dan selalu WELCOME terhadap semua orang dengan segala karakter

  21. terkesan puisi humor jika dilihat di akhirnya
    padahal menyimpan maksud yang luruh tentang pengorbanan
    ya pengorbanan keset yang selalu berbesar hati dan bilang “WELCOME” :)

  22. wkwkwkwkwkwkwk…..
    lucu banget postingannya, gak nyangka ternyata KESET bisa jadi judul puisi juga,hehe.. setelah ngebaca puisi ini kok jadi kasihan ya ma tu KESET…..
    om NH ini sangat kretif sekali..

  23. selalu ikhlas ya Om :D

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s