SOK KUAT
.
Puasa itu bukan ajang Sok Kuat
Puasa itu bukan untuk Penyiksaan Diri
Puasa itu bukan sarana Menyengsarakan Diri
Mengapa begitu ?
Karena … Kita diperintahkan untuk …
Menyegerakan Berbuka … bila sudah waktunya
Mengakhirkan Sahur … sebelum akhir batas waktunya
Harus bersahur walaupun hanya dengan seteguk air
.
Sesungguhnya Puasa itu adalah melaksanakan Perintah NYA
Wujud penghambaan kita pada NYA
Demi mendapatkan Ridho NYA
(Saya tujukan untuk diri saya pribadi)
(begitu pengertian saya …
dan saya bisa salah …
KEBENARAN SEJATI hanya milik NYA …)

betul… betul…
selamat berpuasa ya om…
arman
27 Agustus 2010 pada 4:22 am
Ma kasih Om Arman …
salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:21 am
selamat saur ^^
Ka Damar
27 Agustus 2010 pada 4:56 am
sama-sama Ka
salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:22 am
selamat melanjutkan puasa hari ke 17 (kalau tidak salah)
EM
Ikkyu_san
27 Agustus 2010 pada 5:04 am
Terima kasih EM
Sudah beraktifitas rutin kembali ya EM ?
Salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:22 am
Puasa itu asik dan mengasikan , indah dan sangat indah. pokoke sebuah kebahagian yang tak terkira
kawanlama95
27 Agustus 2010 pada 6:08 am
Setuju Wan
salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:23 am
belon bolong kan pak?
prasetyandaru
27 Agustus 2010 pada 7:40 am
Alhamdulillah Belum …
Thanks nDaru
salam saya Ndaru
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:23 am
sepertinya tak ada yang salah bang..
hakekat puasa memang benar begitu…
salam takzim.
setyantocahyo
27 Agustus 2010 pada 7:43 am
Terima kasih Pak Cahyo
Salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:24 am
tambahan pak…
Agar kita bertaqwa juga seperti pada al baqarah 183
salam…
Adi
27 Agustus 2010 pada 7:54 am
Ya Mas Adi …
Terima kasih atas tambahannya ya …
salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:24 am
Hem…sayang puasa saya nggak pernah bisa full satu bulan Om….
Puasanya masih lancarkan Om ?
Best regard,
Bintang
elindasari
27 Agustus 2010 pada 7:56 am
Alhamdulillah Mbak …
Alhamdulillah …
salam saya Mbak
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:25 am
xixi, kayaknya ada yang malas waktu dibangunin sahur sama Bunda.
nakjaDimande
27 Agustus 2010 pada 8:13 am
Terbalik Bundo …
Saya yang membangunkan seisi rumah …
hehehe
Salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:25 am
Selamat puasa Om
Clara Croft
27 Agustus 2010 pada 8:17 am
Terima kasih Clara
Salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:26 am
Ustadz di rumah saya menganjurkan untuk menggunakan kata ‘shaum’ daripada ‘puasa’. Menurut beliau puasa itu dari bahasa Sansekerta yang artinya memang ‘menyiksa diri’. Wallahualam, ya Om. Yang penting kita mendapatkan esensi ibadahnya…
Salam dari Cirebon
mida
27 Agustus 2010 pada 8:19 am
Yang ini saya belum tau Mida …
Terima kasih tambahan informasinya
salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:26 am
semoga segala amal ibadah kita diterima disisiNya
isti
27 Agustus 2010 pada 8:30 am
semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT
isti
27 Agustus 2010 pada 8:34 am
Amiiinnn …
Amiiinnn mbak Isti …
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:27 am
iya…jangan sok kuat…aku waktu kemarin pas sakit tetep kekeh mau puasa…
yang ada malah diomelin..
katanya gak boleh menyiksa diri sendiri….
kalau gak kuat boleh kok buka puasa..
tapi jangan nanti dikit-dikit alasannya gk kuat ya..
mylitleusagi
27 Agustus 2010 pada 9:02 am
Hehehehe …
Ya gitu deh …
namanya juga manusia ..
suka yang aneh-aneh …
salam saya Put Moon
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:28 am
Makasih om tausiyahnya di pagi hari ini……..
Kak Zen | Kembang Anggrek
27 Agustus 2010 pada 9:11 am
Sama-sama kak Zen
salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:28 am
yah mantep
memang begitulah adanya
genthokelir
27 Agustus 2010 pada 10:24 am
Sip Pak
Salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:28 am
saya hari ini telat sahur, baru bangun jam 5, huaaaaaaaaaaaaa…….
tapi saya tetep mau *sok kuat* karena memang puasa ini kewajiban kan Oom… hihihi
thanks Oom,, salam
advertiyha
27 Agustus 2010 pada 10:50 am
hehehe …
ya ini kewajiban …
salam saya IyHA
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:28 am
Terima kasih buat tausyiahnya Om.
Deden Hf
27 Agustus 2010 pada 10:57 am
Sama-sama Den
salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:29 am
Salam Takzim
Om trainner
saya stuju kalau puasa romadhon bukan puasa kedigjayaan, karena puasa romadhon adalah tuntunan Tuhan sementara puasa kedigjayaan puasanya Setan Nauzubillah
Salam Takzim Batavusqu
zipoer7
27 Agustus 2010 pada 11:30 am
Betul Kang Isro …
Salam saya Kang
nh18
27 Agustus 2010 pada 3:49 pm
Hhmmm…
Hari Mulya
27 Agustus 2010 pada 11:45 am
saya setuju Om, puasa itu sebagai Wujud penghambaan kita pada NYA…
Hari Mulya
27 Agustus 2010 pada 11:46 am
Yup Begitulah Ha Mul
Salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 3:49 pm
Sejak awal puasa, saya SOK KUAT untuk tidak ngeblog, BW, dsb…
horeeee….
alhamdulillah, sekarang sudah agak legaan dikit, sehingga bisa bersilaturrahmi lagi ke blog ini…
Apa kabar Om? Masih kuat kan untuk berpuasa?
vizon
27 Agustus 2010 pada 1:40 pm
Kabar Baik Uda …
Uda sendiri bagaimana kabarnya …
Semoga semua urusan diberi kelancaran oleh NYA
salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 3:50 pm
setujuuuuuuuuuuuuu………!
berpuasa itu adalah ibadah.. iya ya pak Trainer
salammm
jumialely
27 Agustus 2010 pada 1:52 pm
Betul … betul … betul
salam saya Bu Lely
nh18
27 Agustus 2010 pada 3:50 pm
Saya gak sahur, Om, telaatt…… sekarang perut dah nge jazz, usus lengket depan belakang huwaaa……
Tapi aku kuat!!!
chocoVanilla
27 Agustus 2010 pada 3:32 pm
Haiyah lebay …
heheheh
salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 3:51 pm
iya Om, bagi saya puasa sama sekali gak menyiksa dan justru saya lebih sehat kalo pas puasa, sakit magh juga gak pernah kambuh hehe..
mari tetap semangat berpuasa
'Ne
27 Agustus 2010 pada 4:16 pm
Sip …
Yuk semangat
Salam saya Ne
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:05 pm
setuju Mas Enha….
puasa memang bukan utk ‘sok kuat’ ya, tapi wujud dr penghambaan kita pd ilahi.
salam
bundadontworry
27 Agustus 2010 pada 8:56 pm
Betul Bunda Ly
Salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:05 pm
Setuju banget, Pak. Menyegerakan berbuka danmengakhirkan sahur sebagai bukti
alamendah
27 Agustus 2010 pada 10:00 pm
Bagitulah Mas Alam
Salam saya
nh18
27 Agustus 2010 pada 11:06 pm
Dalam memberikan perintah dan larangan sudah dipertimbangkan agar tak menyengsarakan makhluk-Nya. Tuhan juga tak minta waktu 24 jam terus menerus hanya untuk sholat, tetapi juga memerintahkan kita untuk mencari nafkah.
Semoga kita menjadi insan muttaqien.
salam saya Oom ( eh salah..ini kan punya Oom)
salam hangat dari Surabaya
Pakde Cholik
28 Agustus 2010 pada 5:26 am
Puasa terus-menerus tanpa berbuka puasa juga dilarang dalam Islam.
Jaman dulu ada yang puasa seminggu terus-menerus, ada puasa ngebleng, dll.
salam
Pakde Cholik
28 Agustus 2010 pada 5:28 am
nenek saya seperti itu Pakde.. dan saya masih gedek2 dibuatnya…
nandini
28 Agustus 2010 pada 6:10 pm
Puasa itu lebih untuk menahan.. tahan amarah.. tahan keinginan2 duniawi.. tahan untuk tidak aneh-aneh.. sebanyak mungkin.
dan melakukan semua ibadah hanya untuk mengharap ridhoNya..
jujur, walaupun secara fisik saya merasa bisa menahan, tapi secara batin.. belum Om..
mudah2an akan semakin baik ke depannya..
nandini
28 Agustus 2010 pada 6:15 pm
Ikutan Iyha… saya juga bangunnya jam 5… hiks…
perasaan udah nyetel alarm deh…
Kakaakin
28 Agustus 2010 pada 9:27 pm
Iya Om, ALLAH memerintahkan ketentuan NYA tanpa sedikitpun memberikan mudharat kepada hambaNYA…
Rita Susanti
29 Agustus 2010 pada 6:10 am
yang penting DUIT
penginapan di jakarta
19 Februari 2011 pada 12:45 pm
pusa itu untuk menguji keimanan kita /ketabahn..
penginapan di jakarta
19 Februari 2011 pada 1:34 pm