The Ordinary Trainer writes …

just wanna share to the world of what I know … no matter how small …

RUDE COMMENTS

dengan 48 komentar

.

Tentang serba serbi blogging …

Pernahkah para Narablog sekalian,  mendapatkan komentar yang Kasar, Jorok, Porno dan tidak senonoh.  (Pendek kata komentar yang sama sekali tidak mencerminkan budaya yang baik).

Saya pernah … dan Saya kaget sekali waktu itu …

Saya mantan orang lapangan, saya pernah bekerja di lapangan … sehingga saya tau sekali bagaimana cara orang-orang lapangan berbicara.  Bicara bahasa Pasar … Bicara Bahasa Terminal …  yang vulgar dan kadang kasar.  Saya relatif sudah terbiasa dengan cara bicara tersebut.

Namun demikian, jujur saja …
Komentar yang masuk beberapa hari yang lalu itu, betul-betul membuat saya tertegun … tidak habis pikir.
Kok bisa ya … ada orang yang berkata-kata tidak patut seperti itu … Kata-katanya sungguh sangat tidak layak sodara-sodara.

Ini bahasa tertulis … bukan bahasa lisan yang bisa hilang berlalu begitu saja …

Dan yang lebih hebatnya lagi …
Di dalam alamat e mail dari sang pemberi komentar  …
Jelas sekali tercantum salah satu nama perguruan tinggi Indonesia … (ada tulisan student bla-bla-bla dan akhiran —.ac.id nya disana).  (Setau saya dot AC dot ID itu berarti Academic dari Indonesia )(betul begitu bukan sih ?)
Makin geleng-geleng kepala saya … (mungkinkah ini mahasiswa yang melakukan ?)

Untungnya komentar tersebut termoderasi.  Tidak sampai terpublish.
Komentar tersebut sampai sekarang masih tersimpan di “trash” saya …
Tidak saya hapus sama sekali …
Buat kenang-kenangan … (hahahaha)

-

So …
Sekali lagi saya bertanya …
Pernahkah Blog para sahabat sekalian … ketamuan komentar yang sangat tidak patut – kasar – mencaci maki – jorok dan/atau yang sejenisnya ?
Bagaimana anda mengatasinya ?
Apa yang anda lakukan pada komentar tersebut ?

.

.

.

Ditulis oleh nh18

22 Oktober 2010 pada 2:54 pm

Ditulis dalam NGEBLOG

48 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Pernah om.. bahasanya sih nggak kasar.. Tapi maksudnya ‘fitnah’ atas salah satu even yang kebetulan saya panitianya.. Langsung saya hapus saja.. Padahal disimpen aja di Keranjang Sampah buat kenang2an ya om..

    Salam.

    asepsaiba

    22 Oktober 2010 pada 3:16 pm

  2. pertamaxxx gan… (^_^)
    cihuyyyyyyyyyyyyy

    pernah…
    gak kasar..
    cuma sotoy gitu..
    nasehatin panjang lebar..
    dan amat sangat menggurui..
    dia bilang gini..
    “maaf ya kamu bukan tipikal perempuan yang saya cari..”
    he…he…he.
    siapa juga yang mau ama dia..

    saya delete aja..
    males disimpan..

    mylitleusagi

    22 Oktober 2010 pada 3:17 pm

    • pertamaxxx dari hongkong????????
      wkwkwkkwkwk

      gerhanacoklat

      22 Oktober 2010 pada 3:20 pm

    • Hehehe
      mbak usagi sama tuh aku jg pernah ada…hehehe
      langsung dech aku simpan di Trash can :D

      Pendar Bintang

      23 Oktober 2010 pada 5:13 pm

  3. pernah lah pah
    itulah sebabnya sekarang ada aki2 di blog aku
    dan komen itu berisi kata2 kasar yang tak pantas yang ditulis oleh perempuan berkerudung dan bekerja di sebuah instansi memimpin departemen edukasi
    departemen edukasi?
    lahh dia aja gak terdidik kekgitu

    apa yang saya lakukan pada mulanya mencoba memberi pengertian bahwa apa yang dia lakukan itu tak baik karena dia komen dengan memakai nama orang lain bukankah itu pitnah?
    eh email saya malah dijawab dengan kata2 dasar kau perempuan setan dan anjing
    heleeehhhh

    yang seperti binatang siapa coba ya pah??

    gerhanacoklat

    22 Oktober 2010 pada 3:19 pm

    • Wuihh,, serem kali kak, dendam apa rupanya Nyi pelet itu sama kaw??? ckckck…

      advertiyha

      23 Oktober 2010 pada 10:13 am

  4. Ah… untungnya saya belum pernah dapat koment yang begituan, klo nantinya dapat saya delete ajah Om.. ngeri bacanya, dan bikin panas ati..

    yuniarinukti

    22 Oktober 2010 pada 3:24 pm

  5. waduhhhh lahhh koq begitu yaa…..
    selama ini sich belum pernah dan ngga minta dech,om….

    Retie

    22 Oktober 2010 pada 3:31 pm

  6. syukurnya belum pernah Om..
    Tapi komentar yang membuat sy ‘tidak berkenan’ pernah..
    Iya Om, untunglah kita pakai moderasi untuk mereka yg belum pernah kasih komentar, jd bisa kita masukkan trash atau bahkan spam..
    Sabar yah Om… :)

    yustha tt

    22 Oktober 2010 pada 3:36 pm

  7. Belum pernah, pak…
    tapi kalo ngebaca komen orang yang isi-nya bikin panas…pernah..
    dan bawaannya pengin ngomenin ntu orang aja…
    he.he..

    syelviapoe3

    22 Oktober 2010 pada 4:56 pm

  8. Untungnya saya tidak pernah pak, kalo ada langsung aku trash tanpa pandang bulu,

    Adi

    22 Oktober 2010 pada 5:17 pm

  9. dua tahun ngeblog sy belum pernah menerima komeng yg jorok, dsb.
    klo si aki sih seringnya menangkap komeng yg mewarkan pil tahan banting, mensuperbesarkan ukuran dan sebangsanya, ttp komeng semacam itu kadang lolos jg dr jeratan si aki.

    guskar

    22 Oktober 2010 pada 5:41 pm

  10. belum pernah. mana2 komen joroknya??

    Mbah Jiwo

    22 Oktober 2010 pada 6:01 pm

  11. duh baru sempat bertandang lagi nih pak..:)
    mmh..komentar yang gak sopan belum pernah sih dan semoga saja gak ada. Cuman mungkin hanya komentar yang berupa link ke situs “something” dulu sering …tapi klu menemukan paling2 dihapus deh pak :)

    sri

    22 Oktober 2010 pada 7:02 pm

  12. Assalaamu’alaikum Om,

    Saya pernah Om dapat komen yg seperti itu. Kalo saya, saya biarin aja komen itu muncul. Tapi saya balas via komen dan japri ke alamat emailnya (kebetulan alamat emailnya valid), sambil sedikit nasehatin..hehehe..

    Laki-laki Biasa

    22 Oktober 2010 pada 7:21 pm

  13. kurang sopan sih kebanyakan..
    ya gak bisa melihat lawan bicaranya aja.. asal ngomong gak jelas, malah merintah2 segala..

    kakve-santi

    22 Oktober 2010 pada 8:20 pm

  14. Sangat pernah Om…
    Dan sempat lolos juga.
    Saya dikata2in habis2an.
    Tapi akhirnya saya hapus.
    Awalnya saya taruh di trash, tapi membuat saya nggak tenang dan slalu ingat.
    Akhirnya saya delete.
    Yang pasti nama dan emailnya palsu

    marsudiyanto

    22 Oktober 2010 pada 8:47 pm

  15. Selalu pak, tapi bukan yang tidak senonoh, cuma bahasa kasar untuk melahirkan pendapat. Tapi yang bikin kepala pusing adalah komentarnya yang dipanggil spam! Banyak banget!! sampai jadi puluhan spam sehari..

    Mama Murai

    22 Oktober 2010 pada 8:56 pm

  16. Setahun lebih dengan delapan blog belum pernah menerima yang begituan Pak. Tapi kalau kritik lumayan bikin nggak enak hati pernah sekali. Tapi mending dikritik orang yg baca postingan kita daripada dimasuki komen yg nggak nyambung ketahuan kalau dianya nggak baca dan cuma cari linkback.

    Mas Mot

    22 Oktober 2010 pada 11:42 pm

  17. kalo yang sangat tidak patut,kasar, mencaci maki, jorok sih tidak pernah. yang pernah yang bersifat mencela dan menyerang, saya tetap biarkan komennya muncul dan saya balas, dengan maksud untuk mempertegas misi blog saya – untuk saling berbagi pengetahuan.

    namun kalo komen yang seperti pak nh sebutkan itu sih saya pikir mending jangan ambil pusing pak, langsung aja masukin spam. jangan buang waktu ngurusin/mikirin komen2 kayak gitu.

    toh tujuan kita bikin blog kan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, bersilaturahmi, bersahabat dll yang semuanya baik, so mending kita berpegang pada tujuan itu saja pak. komen komen yang tidak sesuai ya buang aja.

    lagipula, kalo ga salah, komen yang kita masukin ke spam, maka emailnya juga akan dianggap spam oleh sistem wordpress sehingga email itu juga tidak bisa dipakai untuk bikin komen di blog lain, jadi secara ga langsung juga akan menghilangkan spam di blog lain. si komentator kasar itu juga akan terpaksa pake email baru, semoga aja dia jadi mikir.

    last, sabar pak :) keep be happy :)

    sahatmrt

    22 Oktober 2010 pada 11:42 pm

  18. btw, sangat saya sesalkan koment itu muncul dari email ac.id betul itu dari perguruan tinggi :( semoga bukan dari almamater ya pak

    sahatmrt

    22 Oktober 2010 pada 11:51 pm

  19. pernah om, beberapa kali.
    awal2 emang sakit hati. tapi lama2 udah lah cuekin aja. saya hapus aja.

    arman

    23 Oktober 2010 pada 12:23 am

  20. Semoga ada hikmahnya ya Om..
    Saya belum pernah punya pengalaman dikomen semacam itu. Tapi kalau ada, semoga saja saya bisa sesabar Om..

    Masbro

    23 Oktober 2010 pada 4:40 am

  21. wah saya bloger awam hehehe, blum pernah nemuin yang seperti itu sich…

    taqin04

    23 Oktober 2010 pada 5:18 am

  22. wana-warni blogging :)
    kadang juga karena alasan ‘budaya yg baik’ terpaksa sopan walau terkadang ingin memaki yang punya blog… sastu sisi memang baik, tapi bisa jadi semu dalam sisi yang lain :)

    Goyang Karawang

    23 Oktober 2010 pada 6:29 am

    • Harus dibedakan antara Komentar yang Kritis dan Tajam …
      Dengan Komentar yang “tidak patut” … (tidak sopan, jorok dan yang sejenisnya)
      Saya rasa itu dua hal yang sangat berbeda nyata …
      Kita bisa menyampaikan komentar kita dengan cara yang baik … tanpa kehilangan makna … dan tanpa terlihat semu
      Itu menurut pendapat saya …

      nh18

      23 Oktober 2010 pada 11:00 am

  23. untungnya saya belum pernah (semoga tidak) tapi saya percaya bahwa perkataan seseorang adalah cerminan dari pribadi orang tersebut…

    joe

    23 Oktober 2010 pada 8:55 am

  24. Alhamdulillah yang mengganggu perasaan belum ada Om.. hanya saja pernah ada 2 org yg numpang saling berbalas komen di LJ.. ya udah aku tahan semua komen tsb gak ditampilkan.. **aku simpan ajah, xixi..

    trus pernah juga ada komen ttg negara tetangga yg akhirnya aku delete, krn sobat bloggerku ada bbrp yg dr sana.. utk menjaga perasaan mereka.

    nakjaDimande

    23 Oktober 2010 pada 10:00 am

    • oya, sekalian aku minta maaf klo gaya bahasaku sering terasa kasar.. xixi.

      mungkin krn merasa dekat, jadi suka seenaknya.
      maafkan ya Om..

      **lebaran sudah lewat..

      nakjaDimande

      23 Oktober 2010 pada 10:05 am

  25. pernah pak…. gak dimaki sih.. tapi dituduh tanpa menganalisa terlebih dahulu

    eh menyakitkan tahuuu

    hehehee..tapi ternyata itu malah mendewasakan cara berpikir kita

    juga berkat saaran sahabat

    salam

    negerianak

    23 Oktober 2010 pada 10:23 am

  26. alhamdulillah belum Om..
    semoga nggak pernah deh..

    tapi nggak perlu dimasukin ke hati lho Om.. biarin aja..

    anna

    23 Oktober 2010 pada 11:42 am

  27. kenang-kenangan?? hahaha ada-ada saja

    intan

    23 Oktober 2010 pada 11:43 am

  28. Alhamdulillah belum pernah Oom, kalo yang promosi itu seringggggggg banget, sampe BT, huhuhu….

    salam sayang

    advertiyha

    23 Oktober 2010 pada 12:29 pm

  29. Belum pernah siiy, dan semoga takkan pernah. Delete aja, Om. Biarkan kenangan indah saja yang disimpan, buang aja nyang jelek-jelek :D

    chocoVanilla

    23 Oktober 2010 pada 2:06 pm

  30. pernah saya om,langsung saya hapus karena menurut saya tidak pantas nongol di blog ssaya

    riFFrizz

    23 Oktober 2010 pada 2:28 pm

  31. Belum pernah sih Om dapat komen yang kasar dan jorok.. Semoga tidak akan pernah. Kalau ada pun pasti akan kuhapus langsung Oom..
    kalau yang nawarin ini itu ketangkep spam.. :)

    nanaharmanto

    23 Oktober 2010 pada 2:36 pm

  32. mungkin newbie yg mau cari perhatian kali om, mungkin mahasiswa ababil bin alay yg kesasar di blognya Om Trainer….

    partnerinvain

    23 Oktober 2010 pada 4:36 pm

  33. Saya pernah dapat komentar yang untuknya termoderasi, beberapa kali, hanya saya bengong aja…apa juga tujuannya, dan lagi apa untungnya??

    Blm ad atrik-trik tertentu buat ngatasin kecuali langsung di delete aja…

    Pendar Bintang

    23 Oktober 2010 pada 5:15 pm

  34. Pernah keknya Om, tapi ga dihiraukan dan ga dikenang2kan. Jadinya lupa…. :D

    Kata-kata kasar itu, sebenernya masalahnya ada di diri dia. Kalaupun komennya muncul, paling org2 ga mau bersahabat sama dia…

    mangkum

    23 Oktober 2010 pada 5:29 pm

  35. Oyen seringnya dapat komeng….

    “dengkulnya sudah dikasi desinfektan…untuk pencegahan”

    hag..hag…hag :D

    *Alhamdulillah belon ada kek :P

    Oyen

    24 Oktober 2010 pada 5:58 am

  36. Pernah…saya dimaki2 sama penjual mainan edukatif…gara2 saya sering posting tentang ‘cara membuat mainan edukatif dari barang bekas’ hehehe

    kenapa pula kebun binatang yg ditulisnya….aneh…

    ya…dia dagang visinya cuman cari untung doang kali ya, pantes harganya mahal banget…ga terima kalo saya buat mainan sendiri…

    Devi Yudhistira

    25 Oktober 2010 pada 8:30 am

  37. Wah, kalau di blog saya banyak banget, Om. Hanya sedikit yg saya moderasi. Supaya orang banyak tahu kalau di dunia ini ada manusia ajaib seperti itu, yg mampu berkata-kata kasar, jorok, dll.

    Emanuel Setio Dewo

    25 Oktober 2010 pada 8:39 am

  38. Komentar jorok? aih, sudah Om, tapi, langsung saya delete.
    Kalau komentar yang memaki-maki juga pernah, itupun saya hapus, hehehe.. :)

    Ah, dunia maya ini kan liar Om.. Siapa saja bisa melakukan apa saja. Ya, dengan kesadaran semacam itu, maka kita bisa anggap lewat sajalah apapun yang kita dapat, meski hati ini tidak sesuai..

    vizon

    25 Oktober 2010 pada 10:47 am

  39. belum pernah sobat,
    salam blogger dari berau

    dikma

    25 Oktober 2010 pada 1:31 pm

  40. Saya pernah, dan saya simpan di trash sebagai kenang2an..
    ada lagi Om, komen dari orang baru yg langsung mengusik masa lalu saya… langsung saja saya tembak dengan “hayoo…” sebel..

    Nandini

    26 Oktober 2010 pada 10:08 am

  41. Hahaha, pernah banget. Karena ngga mau bergabung dengan lingkaran dalam suatu kelompok eksklusif, rame2 dikeroyok (beraninya cuma kalo rame2 kelompok itu,hehehe..) Tapi biar sajalah, biar dunia yang menilai.. :-)

    'dee

    26 Oktober 2010 pada 1:35 pm

  42. saya juga pernah menerima komentar yang OOT dan tak patut, tetapi di blog yang lain. Langsung saya delete.
    Komentar bercanda boleh tetapi tetap dalam koridor yang apik agar perasaan kita sama2 enak.

    Namun jika komentar atau artikel itu sudah menyangkut derajat dan martabat, saya langsung membuat postingan khusus agar semua pihak juga mengetahui bahwa saya bukanlah seperti apa yang dia katakan.
    Saya bukan gila hormat tetapi tentu ada batas-batas yang wajar sebagai sesama manusia.

    Salam hangat dari Jombang

    Pakde Cholik

    27 Oktober 2010 pada 7:43 am

  43. Saya dari pertama kali ngeblog suka dikirimin komentar tak senonoh Om. Dulu waktu pake Shout Box, mulut2 tak sopan itu menulis di sana. SB kan ga bisa moderasi toh, jadilah saya remove saja. Lagian ga penting bgt orang teriak2 disana hueheue…
    Lalu setelah itu juga ada komentar2 tak menyenangkan yang masuk. Saya pikir, ah ini orang memang sirik sama saya, buktinya blog saya bikin hatinya panas toh, baguslah biar dia stress sampai keriput sono! Hahahaa… saya tidak balas, saya biarkan saja. Kalau dibalas nanti malah saya gak ada bedanya sama dia, biarkan saja.

    zee

    29 Oktober 2010 pada 1:56 pm


any comments sodara-sodara ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s