The Ordinary Trainer writes …

just wanna share to the world of what I know … no matter how small …

BUNDA LY SAID …

dengan 59 komentar

.

Didalam postingan saya yang kemarin, saya sempat bertanya kepada khalayak pembaca sekalian …
Mengenai Table manner.  Tata cara di meja makan.  Pada suatu jamuan makan di meja bundar … kira-kira gelas Air Minum milik kita itu … yang ada di sebelah kiri kita atau di sebelah kanan kita … ?

Ada banyak jawaban sudah masuk … Ada yang jawab sebelah Kiri … dan banyak pula yang menjawab sebelah Kanan

Nah Kemarin,
Saya sengaja menghubungi Bunda Lily Suhana untuk menjelaskan sedikit mengenai hal ini.   Saya yakin Bunda Ly,  sebagai seorang yang dulu pernah berkecimpung lama di dalam bidang jasa service, hospitality berskala internasional,  pasti menguasai, mengetahui dan mempunyai background yang tepat untuk menjelaskannya …  Dan Beliau pun pasti dengan senang hati membagi pengalamannya untuk kita …

Berikut ini adalah ulasan dari BUNDA LY :

Sekarang ini sudah tidak asing lagi, bila diantara kita seringkali menerima undangan makan malam atau disebut juga fine dining.  Entah untuk sekedar makan bersama klien atau acara perusahaan yang melibatkan orang2 penting , utamanya bila yang diundang juga seorang expat .  Dan, tentunya sangat menguntungkan bagi kita yang telah memahami apa dan bagaimana menyikapi fine dining ini, dengan membekali diri dengan table manner.

Kini beberapa perusahaan bahkan telah mulai ada pelatihan ttg table manner ini, terutama bagi karyawan yang sering diutus untuk menghadiri dinner , karena dari tata cara di meja makan inilah seseorang bisa dinilai oleh orang lain, apakah dia faham atau justru tak mengerti sama sekali, yang berakibat negatif bagi dirinya dan perusahaan.

Wah, kok sepertinya table manner ini begitu penting ya………..
Memang. memang penting……..  karena bagaimana cara kita makan, adalah cerminan bagaimana kita bersikap atau menghadapi sesuatu, juga mencerminkan kebudayaan seseorang.  Jadi, jangan menganggap enteng teble manner ini, karena orang sekaliber pemimpin perusahaanpun belum tentu memahami dgn tepat ttg table manner .

Hal yang mungkin dianggap kecil, namun sebetulnya memalukan, adalah ,setelah kita duduk melingkar di sebuah meja beserta beberapa orang, dimana meja tsb telah siap dgn segala pernak pernik, sendok, garu,pisau, serta aneka macam gelas ( wine, air putih dll)……………….

Lantas, kita bingung, yang mana ya minuman saya?  … karena ada gelas yg isinya sama didepan kita.

Ada tips dari saya, yaitu ……..selalulah mengambil/meminum gelas yang ada di sebelah KANAN kita

Kenapa?
Ya, karena ketika waiter/s datang untuk meletakkan makanan, ataupun minuman tambahan, mereka selalu meletakkan nya disebelah kanan tamu/kita. 

Jadi ……………..ingat ya, jangan sampai meminum air tetangga kita.  Hanya karena kita tidak tau dgn pasti yang mana minuman kita.  Semoga tips kecil ini berguna ………….

Salam

Jadi demikian sodara-sodara sekalian …
Bunda Ly berkata … Jika anda mengalami peristiwa sejenis.  Maka … Gelas minum kita adalah yang berada di sebelah KANAN kita.

Jujur saja …
Saya pernah malu,  karena pernah salah mengambil gelas …
Tetangga makan yang duduk disebelah saya lantas mengangkat tangan, dan meminta Air minum yang baru … Karena Gelas Air Minumnya saya sikat dengan kurang ajarnya !!!.  
Dan … Mulai sejak saat itu … apapun yang terjadi … entah di dalam atau di luar negeri … Saya selalu bertanya sebelah kiri dan sebelah kanan saya … Ini gelas air minum saya kan ya ? … This is mine right ? … Sebelum saya meminum Air putih.  Sekedar klarifikasi … supaya saya tidak salah …

-

Sederhana bukan ???

Terima kasih teman-teman yang telah sudi menjawab pertanyaan kemarin …
Terima kasih juga untuk Bunda Lily yang telah membagi pengetahuannya untuk kita semua …
Ini lah salah satu guna sederhana dari Nge BLOG …
Membuat acara nge BLOG kita menjadi lebih bermakna …
Tanpa kehilangan kehangatan dan keakraban … !!!

.

Salam saya

.

.

.

Ditulis oleh nh18

28 September 2011 pada 12:40 pm

Ditulis dalam ARTIKEL

59 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. yeiyyyy.. jawaban saya benerrrrrrrrrr…. :D

    bundamahes

    28 September 2011 pada 12:46 pm

  2. Alhamdulillah dapet ilmu…selamat makan siang ya sobat-sobat

    SalamPLUR

    riez

    28 September 2011 pada 12:56 pm

  3. Berarti sebagian saya bener dong, Om …heheh…

    Emang bener kata Bunda Lily, big boss pun belom tentu tau soal table manner ini. Buktinya my boss selalu narok gelas dia disebelah kirinya. Coba Om bayangin, kalo saya duduk disebelah kiri dia, bahaya kan Om? Bisa-bisa saya terminum air minum dia (karena letaknya disebelah kanan saya) coz, saya terbiasa minum dengan air minum di kanan.
    Nah, jikalau sampai saya terminum airnya dia, Om, maka tak lain tak bukan, saya akan terkena RABIES tingkat tinggi. Bahaya kan, Om? Makanya kalau dinner sama bos, gelas saya adalah disebelah kiri saya. Atau saya duduk jauh-jauh dari dia..hahaha…

    Dewifatma

    28 September 2011 pada 1:01 pm

    • kalau deket2 sama dia bisa2 bukan tertukar gelas aja….nanti juga sendok dan piring tuh….hehehehehe

      Necky

      29 September 2011 pada 7:29 am

  4. Aku pernah ikut kursus table manner 3 kali eh tapi pas makan ya biasa aja, gak dipraktekkin. Baru kalo ada acara khusus langsung praktek. Sedikit susah untuk ingat sich :D

    ladeva

    28 September 2011 pada 1:05 pm

  5. wah saya salah :)

    Lidya

    28 September 2011 pada 1:13 pm

  6. Logikanya sebagian besar yang makan adalah pengguna tangan kanan. Air minum sering dipakai jadi sebelah kanan. Kalau di kiri kan “menyeberang”. Tapi memang lebih baik memastikan dulu (atau lihat orang lain dulu baru minum)

    Yang pasti nasi dan sup di Jepang letaknya terbalik dgn di negara lain. Nasi di kiri, sup di kanan. Karena nasi di Jepang boleh dipegang (diangkat) dengan tangan (kiri) sehingga lebih mudah diletakkan di kiri. Kalau nasi di negara lain tidak boleh diangkat, jadi sup yang sebelah kiri.

    Memang tiap negara punya tata cara sendiri, yang lebih baik dipelajari sebelumnya.

    Imelda

    28 September 2011 pada 1:14 pm

    • nah itu dia … menyeberang hehehe
      emang ribet klo ngambil minuman yg di sebelah kiri
      karena jadi menyeberang hehehe
      btw soal makan nasi diangkat mangkuk
      saya liat makan di resto mana
      klo di resto cina/jepang berani angkat mangkuk,
      karena sering liat begitu di film2 hahaha

      nique

      28 September 2011 pada 1:54 pm

      • hahaha//kayak nyebrang jembatan aja, hihi..

        tunsa

        30 September 2011 pada 5:48 am

  7. nggak ikutan menjawab pertanyaan kemarin, telat datangnya ya

    monda

    28 September 2011 pada 1:29 pm

  8. Yipppieee…ternyata tebakan betul ya Om hihihihi

    Orin

    28 September 2011 pada 1:37 pm

  9. Seperti teka-teki. :lol:

    Otak saya bilang yang di sebelah kanan, tapi saya malah memilih yang kiri. :lol:

    Asop

    28 September 2011 pada 2:04 pm

  10. Ohhhhh iya dugaan saya pun disebelah kanan om hehe…..makasih juga buat Bunda udah bagi ilmunya :)

    anny

    28 September 2011 pada 3:00 pm

  11. mengambil gelas kan pake tangan kanan, jadi yang di sebelah kanan gelas kita. ternyata table manner itu mengikuti sunnah juga.
    salam saya om

    Puteriamirillis

    28 September 2011 pada 3:01 pm

  12. wah senangnya dapat tambahan ilmu baru…jadi kalo besok2 diajak makan2 ngga malu2in hehehe……

    nia/mama ina

    28 September 2011 pada 3:08 pm

  13. Tuh kan bener jawabanku..sebelah kanan
    padahal belom komen di postingan table manner haha..

    makasih Bunda Lily,sudah mengingatkan kita semua..
    makasih juga buat Om,yang telah berbagi,hal sepele tapi sangat berarti sekali..

    Nchie

    28 September 2011 pada 3:32 pm

  14. Rasulullah saw. pun mengajarkan kita untuk memulai sesuatu yang baik dari sebelah kanan..seperti memakai sendal, pakaian, bersuci dan juga saat makan dan minum..

    “Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 3764)

    Duddy

    28 September 2011 pada 4:14 pm

  15. Ternyata konsepnya sama dengan ajaran Rasulullah ya Om..

    Terima kasih Bunda Ly
    Terima kasih Om Nh ;)

    vizon

    28 September 2011 pada 4:29 pm

  16. tersipu2 sekaligus bangga :oops:
    bisa nampang juga tulisanku yg cuma seadanya di blog yang ngetop ini…….
    sesuatu banget gitzzuu………… :)

    terimakasih ya Mas Enha, dah dikasih kesempatan ‘mejeng’ disini :P
    salam

    bundadontworry

    28 September 2011 pada 5:04 pm

    • Dulu ngetrend ” tulisan itu aqu banget”
      Rupanya sekarang muncul ” sesuatu banget”,
      Terus terang saya belum faham maksudnya.

      Junior Fashion

      28 September 2011 pada 6:20 pm

      • makanya, belajaaaaaaaaaaaaaarr……………..
        salam

        bundadontworry

        28 September 2011 pada 8:35 pm

      • Ohh..Pakdhe belom knalan sama Syahrini yah..
        ntar tak kenalin deh,sesuatu bangget gitu Dhe..

        Nchie

        29 September 2011 pada 6:58 am

    • bunda…seharusnya bilang alhamdulillah yah…tulisan saya bisa terpajang di seleblog, sesuatuuuuuuu banget…..hehehehe

      Necky

      29 September 2011 pada 7:33 am

  17. penjelasan yang menarik dan sangat bermanfaat sekali

    dediyuliadi

    28 September 2011 pada 5:50 pm

  18. info yg bner2 berguna inih.
    makasih bun……..:)

    mey

    28 September 2011 pada 5:51 pm

  19. Saya seringkali menghadiri jamuan makan resmi seperti itu. Untungnya waktu sekolah dulu pernah diajari cara makan yang baik dan benar, termasuk tata cara makan steak.
    Namun ada juga seorang senior yang ketika ramai2 ditraktir makan steak bertanya kepada saya ” Dik Cholik pakai nasi ?”.
    Ambruk..bleks……

    Salam hangat dari Surabaya

    Junior Fashion

    28 September 2011 pada 6:19 pm

  20. wah saya gak ikut2 dari kemarin je….tapi emang bener kok ulasannya…

    boyin

    28 September 2011 pada 10:15 pm

  21. kesalahan kecil ternyata dapat berakibat fatal
    sebuah pelajaran yang luar biasa. malu bertanya sesat di jalan ya om

    salam dari pamekasan madura

    citromduro

    28 September 2011 pada 10:56 pm

  22. Yeee.. saya bener dong om :D

    niee

    29 September 2011 pada 1:25 am

  23. om enha…saya pikir kena warning nih karena tiba2 koq komentar saya di moderasi…. hahahaha…eh ternyata saya salah. Om enha memang mau memoderasi semua comment sehingga bisa memonitornya dengan baik…bukan begitu om???

    Necky

    29 September 2011 pada 7:31 am

    • Ya Betul …
      Tapi sekarang sudah saya los lagi kok.
      kemarin hanya karena ada kuis table manner itu

      thanks pak Neck

      nh18

      29 September 2011 pada 10:02 am

  24. Ehmmm…
    Dah cukup lama kagak fine dining neeeh,
    Maklum kagak ada yang bayarin… :D

    Sriyono smg

    29 September 2011 pada 7:42 am

  25. informasi yang bermanfaat makasih banyak

    agussupria

    29 September 2011 pada 10:34 am

  26. “Waiter/s selalu meletakkan tambahan di sebelah kanan.”
    Sama dengan konsep memeriksa pasien, baik bagi perawat atau dokter, diutamakan di sebelah kanan pasien :D

    kakaakin

    29 September 2011 pada 10:48 am

  27. Karena bukan kidal, saya pasti ambil yang kanan, Om :D

    chocoVanilla

    29 September 2011 pada 10:49 am

  28. Hal seperti ini tidak berlaku di desa… apalagi di PONDOK… he he he… apa kabar mas?

    Mbah Jiwo

    29 September 2011 pada 11:08 am

  29. berarti nanti kalo ngalamin table manner, saya akan ingat untuk selalu mengambil dari gelas dari kanan, lho

    Mamah Aline

    29 September 2011 pada 5:58 pm

  30. Ooooom…
    maapkanlah bloger sesat yang baru mampir iniiiiii…

    Gimana kabarnya nih Om?
    Mudah2an sehat2 aja yaaa…

    Kalo ngucapin Minal Aidin mah udah basi ya om…hihihi…
    Mohon maap lahir batin lah pokoknya mah :)

    Bibi Titi Teliti

    29 September 2011 pada 7:38 pm

  31. Pikirku juga emang di kanan sih Om…
    *ikut ikutan*…

    Soalnya kalo nonton bioskop juga tempat gelasnya juga di kanan kan ya…

    Bibi Titi Teliti

    29 September 2011 pada 7:42 pm

  32. oo…namanya fine dining to? trimakasih Bunda Ly & Pak NH….

    mechta

    29 September 2011 pada 8:59 pm

  33. hahahaha, infonya mantep om En, coz dhe belum pernah ikut kek gituan.. tapi sepertinya lebih asyik makan di warteg/lesehan yaa om, makan puas dan bebas.. :D

    Dhenok Habibie

    29 September 2011 pada 10:10 pm

  34. Melalui blog pengetahuan kita semakin bertambah yaa om
    terima kasih bunda Lily dan Oom nh atas sajiannya yang bermanfaat.

    salam hangat dari Surabaya

    Pakde Cholik

    30 September 2011 pada 6:07 am

  35. jadi inget postingan bunda lily.. :)

    sebelah kanan ya om. *dapet ilmu lagi nih

    fitrimelinda

    30 September 2011 pada 7:09 am

  36. Logikanya emang gelas di sebelah kanan yah om :)
    berhenti menyuap lalu ambil gelas dgn tangan kanan.
    tapi soal table manner ini saya bener2 gak paham :D

    melly

    30 September 2011 pada 9:41 am

  37. info yang sangat berguna..:)
    di sebelah kanan emang baik dan dianjurkan oleh agama mengambil makanan ataupun minuman dari sebelah kanan kita..
    makasi bunda :)

    workshop bisnis online

    30 September 2011 pada 9:59 am

  38. info yang bermanfaat banged..
    mengambil makanan atapun minuman di sebelah kanan kita itu lebih baik dan dianjurkan oleh agama..
    makasih bunda :)

    workshop bisnis online

    30 September 2011 pada 10:01 am

  39. saya pernah mengikuti jamuan makan siang di sebuah hotel ***** di sekitar mangga dua jakarta, pada waktu itu, saya belum tau mengenai table manner, jadinya ya, bagaimana biasa makan siang diwarteg, ya begitu juga saya buat, yang akhirnya saya ditertawai. yah namanya pengalaman.

    yadiebaroos

    30 September 2011 pada 10:59 am

  40. wah dapet ilmu lagi neh…….terima kasih Om…….

    paintball

    tri sabani

    30 September 2011 pada 11:10 am

  41. ehehhe…. aduh ini om NH ya minum air milik tetangga. ternyata air tetangga lebih hijau. :P

    dhila13

    30 September 2011 pada 4:51 pm

  42. jadi rumusnya mulailah dari kanan ya om heheh

    imoe

    30 September 2011 pada 5:29 pm

  43. Kursus table manner biasanya mahal loh, Om… :-)

    soyjoy76

    30 September 2011 pada 5:47 pm

  44. dapat ilmu baru di sini,, :-)
    salam kenal Om,,

    irfanandi

    30 September 2011 pada 8:49 pm

  45. Terima kasih Om, pencerahan dari Bunda Ly yang Om tulis kembali, sangat berguna buat saya. Biar ga malu-maluin….

    ded

    30 September 2011 pada 9:17 pm

  46. He he he he

    Saya juga ada pengalaman memalukan masih 2 malam yang lalu, berebut minuman dengan tamu undangan yang lain yang salah dia sih….dia bilang itu minuman dia, ya sudah… boss bisikin ke telingah “thats fine give it to him, take mine” he he he he

    Asli baru nyadar ternyata table manner itu penting juga padahal dulu pas pelajaran table manner malas memperhatikan, he he he he

    Pendar Bintang

    2 Oktober 2011 pada 9:15 am

  47. Ini kan kalau acara makan malam ala Eropa (barat)…
    Bagaimana kalau acara makan malam TimTeng.. Atau.. Chinese..?

    Hehe..

    Tapi table manner memang penting..
    Makasih udah di share Om..

    Lyliana Thia

    2 Oktober 2011 pada 1:43 pm

  48. Terima kasih Pak sharing ilmunya..sy juga kadang2 suka bingung, tpi Alhdlh pilihannya bener ternyata hehe krena patokannya air minum lbih mudah dijangkau oleh tangan kanan yg sering kita gunakan :D

    teknologisurya

    2 Oktober 2011 pada 11:06 pm

  49. join to hajarabis
    cekidot
    http://www.hajarabis.com

    HajarAbis

    3 Oktober 2011 pada 1:49 pm

  50. bener om.. malu bertanya bisa kehausan di jalan..
    hehehe

    muamdisini

    3 Oktober 2011 pada 10:54 pm

  51. Walau nyaris setiap kali mendapat latihan table manner, yang nyantol di kepala hanya:

    1. Ambil sendok/garpu dari paling ujung luar, kemudian masuk ke dalam. Juga yang ada di depan piring kita.
    2. Sedang untuk minuman, entah kenapa, karena terbiasa apa-apa menggunakan tangan kanan, selalu ambil yang di kanan…jika bingung bisa memperhatikan cara waiter meletakkannya. Dan sebetulnya aman kalau kita senyum sambil memperhatikan orang lain.

    Urusan makan ini susah-susah gampang, yang paling repot adalah pakai sumpit….latihannya pakai kacang polong, syukurlah anak-anak sekarang makin kenal gaya dan makan di berbagai jenis resto sehingga tak seperti zaman saya dulu.

    edratna

    6 Oktober 2011 pada 6:17 am


any comments sodara-sodara ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s