Diposkan pada PERTUNJUKAN HARI INI, THE TRAINER

RANTING DAN DAUN MUDA ITU

.

Di postingan sebelumnya,  saya berkata bahwa saya tengah disibukkan oleh para “Ranting dan Daun Muda”. Ranting dan Daun Muda yang saya maksudkan itu adalah … sekelompok anak-anak muda hebat di negeri ini …

Mereka adalah 70 Mahasiswa terbaik pilihan dari 24 Universitas/Institut Negeri dan Swasta terkemuka di Negeri Ini …
Mulai dari USU, UNAND, UNRI, UNSRI, UNILA dari Sumatera.
UI, USAKTI, IPB, UNPAD, UNPAR, ITB, UNDIP, UGM, UNS, UNBRAW, ITS, UNAIR, UBAYA, UKPETRA, UNEJ dari Jawa.
UDAYANA dari Bali.  UNLAM dari Kalimantan.  UNHAS dan UNSRAT dari Sulawesi.

Ini perhelatan tahunan perusahaan kami.  Sudah lima tahun terakhir ini Trainer selalu diminta untuk memfasilitasi acara Pembukaan, berupa Permainan-permainan kecil untuk “Ice Breaking”,  yang sekaligus berfungsi sebagai ajang perkenalan memecah “kejaiman” diantara mereka.  Maklum mereka baru pertama kali bertemu.

Saya selalu bersemangat jika ditugaskan untuk memimpin acara pembukaan tersebut.
Bukan saja karena mereka masih muda-muda … Namun yang jauh lebih penting adalah … Mereka sangat Kritis, Pintar, Dinamis, Fun dan Outspoken.

Menyenangkan sekali memfasilitasi Kelas yang Aktif dan Dinamis seperti ini.

Salah satu Game yang saya mainkan adalah … Game Menganyam Pita …
Ini beberapa snapshot nya …

.

Pada intinya setiap group harus membuat anyaman kreasi dengan Pita yang telah diberikan …
Dan celakanya Pita itu sengaja saya acak-acak warnanya, jumlah helainya pun berbeda-beda … sehingga agak sulit bagi mereka untuk menentukan pola anyamannya …

Namun ada satu kelompok …
Yang kebetulan semua anggotanya adalah Ranting Muda … alias Para Lelaki Muda … Mahasiswa dari Berbagai Universitas dan Institut.  Kelompok ini menarik perhatian saya …

Mengapa ?
Mereka sebelum bekerja … melakukan analisa dulu …  Ada kelompok kecil yang menghitung-hitung terlebih dahulu.  Mereka mengukur dan menginventarisir dulu berapa pita merah yang mereka punya, berapa biru, berapa kuning dan seterusnya. Setelah itu mereka baru merancang Pola Anyamannya … dengan warna yang sesuai.

Dan yang lebih menarik lagi … mereka semua Laki-laki (kebetulan saja, proses acak nama saya menyatukan mereka)
Anda harus lihat bagaimana “kagoknya” dan “lucunya” mereka menganyam satu persatu Pita itu, sesuai dengan pola yang telah mereka kalkulasikan tadi … (hahahaha).  (Bayangkan saja … Para lelaki ini … anak-anak Muda yang mungkin terbiasa dengan Gadget IT, Solder, Mesin Motor, Obeng, Tang, kunci Inggris, Peralatan Kemping, Futsal, Bola Basket dan juga mungkin PS) … Harus terbungkuk-bungkuk … nunggang-nungging menganyam satu persatu pita warna warni tersebut …

And Ini Group Mereka … plus Hasil Karyanya … cukup simetriskan ? Not Bad …
(pula lihat tingkah alay aneh mereka … kebayang gimana cara mereka bekerja kan ?)


Sengaja khusus saya tampilkan group ini …
Karena group ini berhasil menangkap apa debrief atau learning points, Pelajaran-pelajaran yang akan saya sampaikan melalui permainan Anyam-anyaman sederhana ini …

Yang pertama : Inventarisir Sumberdaya.
Lihat, Hitung dan Inventarisir Sumber Daya / Asset yang ada pada kita (dilambangkan oleh pita warna warni)

Yang kedua : Planning
Analisa dan Rencanakan pola atau aktifitas yang akan kita lakukan … berdasarkan sumberdaya yang ada (digambarkan dengan aktifitas menghitung dan merancang pola anyaman)

Yang ketiga : Implementation
Lakukan planning tersebut dengan Team Work yang solid … dan … Have Fun … !!! (dilambangkan dengan cara kerja mereka yang kompak bahu membahu … plus cewawakan heboh sana-sini … )(sedikit show off dan melancarkan psywar ke group-group saingannya)

Eniwei Good Job Guys …

.

Ini hanya sekedar salah satu dari Game Pembukaan saja … untuk mengawali seluruh aktifitas seminggu penuh di program ini …

Saya cuma bisa bilang … Nikmati Waktu Kalian … Bersyukurlah …
Karena tidak banyak orang yang bisa mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan 70-an rekan Mahasiswa terbaik dari Seluruh Indonesia … !!!

Salam saya Guys’n Girls !
Para “Ranting” dan “Daun” Muda hebat Indonesia …
Suatu saat nanti … Saya yakin …
Mereka akan tumbuh menjadi Pohon-pohon yang Besar … Kuat … Rindang …
dan bisa memberi manfaat bagi Masyarakat di negeri tercinta ini …

.

.

Diposkan pada ARTIKEL, PERASAANKU HARI INI

PINTU TAK BERDAUN

 

Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali, menurutku adalah salah satu bandara yang lumayan ketat dalam menerapkan prosedur keamanannya …  Para penumpang selalu diperiksa satu persatu ketika akan melakukan penerbangan melalui bandara tersebut.  Walaupun tidak seketat di Luar Negeri … namun dibandingkan Bandara di Indonesia lainnya … (Cengkareng sekalipun) … Ngurah Rai lumayan ketat.  Petugasnya pun lumayan disiplin …

 

Pernah suatu ketika. aku mengalami peristiwa yang memalukan di bandara tsb.  Aku akan pulang ke Jakarta sehabis menghadiri acara meeting tahunan perusahaanku di Nusa Dua Bali.  Seperti biasa aku melewati alat pemindai … pintu tak berdaun … sensor metal itu … ternyata alat itu berbunyi keras …. 

 

Aku diminta untuk membuka jaketku … lewat pintu … masih bunyi …

Mengeluarkan semua isi kantongku … dan lewat lagi … ternyata masih Bunyi juga ….

Akhirnya ikat pinggang pun di lepas … pun masih bunyi juga …

 

Aku makin kesal … mengapa mereka tidak menggunakan alat pemindai tangan yang mirip Sandal itu saja … kan lebih simple … Ini aku malah justru disuruh bolak-balik ke pintu tak berdaun itu.  Ya … bolak balik dalam arti yang sebenarnya … macam setrikaan saja …

 

Di baki keranjang plastik sudah banyak sekali bertebaran barang-barang yang mulanya ada dikantongku … ada HP, koin, Kacamata, Sun Glasses, gantungan kunci, dompet, korek, ballpoint, laser pointer, Tempat Kartu nama dari Logam, Jam Saku, Kalkulator, banyak bener … “pating prentilan”. (ini juga salah satu kelemahanku jika bepergian … kantong baju-jaket dan celana … penuh  berisi “prentilan” … persis Dora emon …)

 

Pintu tak berdaun” yang ‘gak tau diri itu … tetap saja berbunyi … aku kehabisan akal …

Akhirnya ada seorang pemuda di belakangku yang kesal karena lama menunggu … menyeletuk ketus … “Mungkin Sepatunya kali tu Pak … !!!”

 

“AAAAHHHHHH …” … betul sekali dia … Aku memakai Safety Shoes … yang di bagian dalamnya ada logam … memang tidak terlihat dari luar … karena tertutup kulit sepatu … Akhirnya aku lepas itu sepatu … melewati pintu tak berdaun itu … dan …. “CLEAR !!!”

 

Tak henti-hentinya aku mengutuk diriku … bodoh sangat … Yang herannya bapak petugas airport itu kok ya juga nggak ‘ngeh’ kalo aku pake Safety Shoes…

 

Aku lihat dibelakangku … masih bererot panjang barisan antrian penumpang.  Banyak bule pula ….  Dan tolong jangan tanya ekspresi wajah mereka.  (Sudah pasti kesal !!!)

 

Trainer Malu sangat… sambil bergegas memasukkan barang-barang “prentilan” itu … dan memakai kembali sepatu bermasalah itu. (Aarrgghh sejuta topan badai dan sepatu butut)

 

(Dasar Trainer Katro … ke Bali kok pake Safety Shoes)

Diposkan pada HEADLINE NEWS, THE TRAINER, TRAINING

NO NEW POST YET

.

Dear Teman Nara Blog Sekalian …

Mohon maaf belum sempat posting tulisan yang baru …

Trainer sedang disibukkan oleh …

“Daun Muda” dan “Ranting Muda”

Dari “kebun-kebun” terkemuka, dari seluruh Indonesia …

Tugas rutin setiap tahun …

Ail … bi … bak … 🙂

Salam saya

.

.

Diposkan pada NGEBLOG

RAHASIA SUKSES MENGGELAR LOMBA DI BLOG (2)

Kemarin saya sudah membahas mengenai salah satu faktor untuk membuat kita sukses menggelar lomba di blog, yaitu pemilihan topik-tema. Sebaiknya topik-tema yang dipilih itu bersifat umum, dan relevan dengan khalayak sasaran pembaca kita yang lebih luas.

Kini kita akan membicarakan mengenai faktor yang kedua, yang tidak kalah pentingnya yaitu “Syarat dan Ketentuan”

syatun

Tentang “Syarat dan Ketentuan”.

Syatun.  Saya pinjam istilah Pak De Cholik, supaya tidak terlalu panjang mengetiknya kita singkat saja “syatun” (Syarat dan Ketentuan)

Bicara masalah syatun, maka ini adalah bagaikan sebuah dilema.  Di satu sisi kita ingin calon peserta mematuhi apa yang telah ditentukan, link back hidup, follow ini-itu, like ini-itu, mention ini-itu, hash tag ini-itu dan sebagainya.  Kita (dan/atau sponsor kita) sudah mengeluarkan dana untuk hadiah, meluangkan waktu untuk memeriksa postingan, serta menyediakan effort untuk membaca, tentu ada tujuannya kan ? Tentu ada kompensasi yang diharapkan kan ?

Muaranya adalah agar traffic yang menuju blog/laman/fanpage/social media kita menjadi meningkat. Awareness publik terhadap apa yang sedang kita promosikan menjadi meningkat.  Frekuensi dapet, hit dapet, reach dapet. Exposure dapet. (Modul basic Integrated Marketing Communication nih …) 🙂 🙂 🙂

Namun di sisi lain, kita juga harus (kembali) melihat perilaku, kebutuhan dan keinginan para khalayak pembaca kita.  Pada umumnya, para pembaca sebagai makhluk ekonomi, pasti menginginkan hasil yang besar dengan korbanan yang sekecil-kecilnya.  Hadiah yang besar dengan usaha yang se minim-minimnya.  Ikut lomba dengan syarat dan ketentuan yang semudah-mudahnya.  Tidak merepotkan.

Jika sudah demikian kita dituntut untuk mencari jalan tengah yang bijaksana.  Bagaimana caranya mendapatkan linkback, mention, follower, exposure yang besar.  Tanpa merepotkan pembaca.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  1. Mudahkan pembaca untuk melakukan apa yang anda minta.
    Salah satu cara yang paling jitu adalah sediakan link-linknya.  Sehingga pembaca tinggal klik saja langsung menuju fan page, twitter, halaman, atau landing page manapun yang anda maksud. Buatlah sepraktis-praktisnya.   Kalo perlu pembaca tinggal copy paste saja.  Contohnya seperti kalimat “Postingan ini diikut sertakan pada lomba cerewet di Blog Nanang bla-bla-bla” … kalau bisa kalimat tersebut sudah diberi link hidup oleh kita … sehingga sekali lagi … pembaca cuma tinggal copy paste doang. 
  2. Berikan poin-poin syatun secara terstruktur.  Satu, dua, tiga dan seterusnya.  Kalimatnya pun pendek-pendek saja.
    • Syatun biasanya hanya berisi :
      • Siapa saja yang boleh ikut serta :
      • Bagaimana cara ikutnya :
        • Content :
          • Menulis tentang apa ?
          • Bentuknya apa ?
          • Berapa panjang ?
        • Cosmetic :
          • Banner
          • Syarat Link, Follow, Like, Metion, Hash Tag, dsb
          • Kalimat keikut-sertaan
          • Contoh cara mendaftar

Secara umum, ya hanya itu syatun yang biasa saya temui.

Ada beberapa blogger penyelenggara GA yang menambahkan satu poin syatun lagi, yaitu : “Peserta berkewajiban untuk aktif berpromosi atau rajin menginformasikan lomba ini kepada teman-temannya di social media”.

Saran saya, jika waktu anda terbatas, anda harus berfikir dua-tiga kali untuk menambahkan parameter ini.  Sebab adalah tidak adil bagi peserta yang sangat rajin mempromosikan lomba kita di social media, selalu mem-blast dan mem-broadcast lomba kita, tetapi hal ini tidak kita hitung secara seksama di dalam form penilaian.  Jika anda berkeras untuk memasukkan unsur seberapa rajin peserta berpromosi di social media, maka anda semua harus siap menghitung : berapa kali si A, B atau C mempromosikan lomba di blog kita.  Berapa banyak potensi pembacanya, berapa komen yang masuk disana, berapa komen positifnya, adakah komen yang negatif, berapa likenya dsb, dsb. Dan kemudian memfaktorkannya dalam penilaian total. Pusingkan ? (itulaaahhh …)

Jika anda tidak punya banyak waktu untuk itu, atau tidak punya parameter yang jelas untuk menghitungnya, maka sebaiknya bunyi persyaratan tersebut diubah menjadi : “Kami akan berterima kasih pada peserta, jika peserta berkenan untuk mempromosikan lomba ini di status social media masing-masing”. (sifatnya hanya himbauan, dan tidak masuk dalam parameter perhitungan)

Blogger itu pintar-pintar dan kritis … mereka akan mempertanyakan hal yang tidak sesuai dengan syatun yang telah ditetapkan.

Penetapan syarat dan ketentuan ini memang sangat penting.  Ini adalah aturan main yang harus di tepati oleh semua pihak. Baik oleh peserta, dan juga oleh penyelenggara.  Sekali anda “mis” disini … maka kepercayaan publik terhadap entitas blog/organisasi/komunitas/perusahaan anda sebagai penyelenggara lomba GA mungkin saja akan menurun.

Jika syaratnya harus memakai banner pada awal tulisan, ya setiap peserta harus memasang banner di awal tulisan.  Jika syaratnya harus ditulis di kertas ? Ya harus di kertas, bukan ditulis di daun atau di media lainnya.

Yang ideal memang syarat dan ketentuan dibuat sesimpel mungkin.  Namun (sekali lagi) saya mengerti bahwa anda (dan/atau sponsor anda) mempunyai beberapa misi, tujuan dan target yang harus anda raih.  Meningkatkan follower, trafic, exposure dan public awareness adalah beberapa diantaranya.  Khusus bagi mereka yang berniat monetizing their blog atau yang berjualan sesuatu, pasti menginginkan parameter-parameter penting tersebut untuk ditingkatkan. Dan ini sah-sah saja.

Namun seperti yang telah saya tekankan sebelumnya, satu hal krusial yang harus selalu diingat adalah : “Berikan selalu kemudahan dan bantuan bagi para calon peserta GA anda untuk melakukan apapun syarat dan ketentuan yang telah anda gariskan”

Berikanlah kemudahan walaupun syarat dan ketentuannya “lumayan” banyak.

Saya pribadi … selalu berusaha membuat syatun yang sangat simpel dalam setiap lomba yang saya adakan.  Saya (biasanya) hanya mewajibkan peserta untuk memuat banner, memposting sesuai topik, menaati jumlah kata, memasang kalimat keikut sertaan dan melakukan pendaftaran.

Saya menetapkan syatun simpel seperti itu … karena sampai saat ini saya memang tidak berniat untuk me-monetize-kan blog saya. (entah kalau nanti ?)

Kalo nanti mau di-monetize … ? oohhh itu lain cerita kawan !!! (hahaha)

Salam saya

71071D338183D7765E8404E3E942AEC9.

.

.

NEXT :

Hal ketiga yang kita pikirkan adalah : “Timing dan Momentum”

Diposkan pada HEADLINE NEWS, PERASAANKU HARI INI, TRAINING

BEST STUDENT VISIT 2011

.
13 Desember 2011

Saya rock and roll lagi.  Ini adalah tugas rutin saya setiap tahun. Tugas untuk memfasilitasi sebuah acara yang diselenggarakan oleh departemen CSR di perusahaan kami.  Acara tersebut pada intinya adalah mengumpulkan 69 orang mahasiswa-mahasiswi terbaik dari 23 universitas/institut terkemuka di Indonesia.  Selama 3 hari mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dirancang khusus untuk mereka. 

Setiap tahun beda-beda romantikanya.  Setiap tahun punya cerita sendiri-sendiri.  Cerita-cerita tersebut sempat juga saya ceritakan di blog ini  … Simak di …

Tahun 2008 : DISINI
Tahun 2009 : DISANA
Tahun 2010 : DISITCHU

Dan kini … 2011 …
Alhamdulillah saya masih tetap dipercaya untuk memimpin acara menantang ini.   Adrenalin saya selalu sontak menggelegak jika diminta untuk memfasilitasi session Ice Breaking semacam ini. 

Apa pasal ?
Sebab mereka … anak-anak muda ini … mahasiswa-mahasiswi pilihan ini … by nature … sangat enak untuk di fasilitasi … Mereka Pintar … Mereka Dinamis …  Mereka Kocak … Mereka Spontan … Mereka Berani … Mereka juga Santun. 

Bening ??? … Tampan ???  … oohhh itu sudah pasti bouw … “Ranum en Seger” punya weiceh … !!!  (hah)
Berada diantara mereka … saya seperti sedang bercanda dengan anak-anak saya sendiri.

.

So apa cerita tahun ini ?

1.  BERDUKA
Saya sempat terdiam lama.  Ketika seorang panitia bilang kepada saya bahwa ada salah satu peserta yang sedang berduka.  Dia wakil dari  Universitas Sriwijaya Palembang.  Ayahandanya baru saja meninggal dunia beberapa hari yang lalu.  Namun dia bertekat untuk tetap mengikuti acara ini.  Tetap datang memenuhi undangan kami.  Sungguh saya pujikan semangat anak muda ini.  Memang sekali-dua saya perhatikan dia tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya … namun teman-teman (baru) nya spontan memberi dukungan.  Entah dengan cara menepuk-nepuk punggung .  Atau sekedar mengajaknya bicara.  Pertemanan yang indah.

.

2. BATIK
Ada satu hal lain yang saya juga salut kepada anak-anak muda luar biasa ini.  Panitia mengumumkan bahwa akan ada acara makan malam bersama.  Dress code : mengenakan pakaian bebas – rapi. 

Dan mau tau apa yang terjadi ???
Malam itu saya terkesima sodara-sodara.  Sebab ada banyak sekali dari mereka yang mengenakan baju bermotif BATIK.  Padahal tidak ada kewajiban dari panitia untuk mengenakan batik.  Namun mereka … walaupun tidak janjian sebelumnya … Kompak memakai batik.  Nasionalisme mereka tak perlu dipertanyakan lagi.  Aahhh saya malu sama mereka.  Saya sendiri hanya mengenakan kemeja biasa malam itu.   Sementara mereka dengan bangga memakai Batik.  Warisan asli Indonesia.

Cakep-cakep … dan cantik-cantik.  Hawong bahan bakunya sudah bagus … dipakaikan baju Batik lagi … Tentu tambah “Kinclong” dan “Bersinar” mereka …  🙂

3. BE INSPIRED
Salah satu permainan yang saya berikan kemarin adalah … mereka secara berkelompok diminta untuk membuat prakarya.  Prakarya yang di buat dari bahan seadanya.  Dan saya minta mereka mempresentasikan sedikit latar belakang filosofi karyanya.  Hasilnya ?  Ada banyak kreatifitas yang mereka sajikan. 

Namun saya terkesan dengan karya salah satu kelompok.

Mau tau apa yang diperbuat oleh kelompok tersebut ?
Ini snapshotnya …

(Photo courtesy of "Voila")

(ternyata karya mereka jauh lebih ganteng dari aslinya …)(hahahha)

Kelompok ini berusaha (keras) membuat replika dua dimensi dari wajah saya.  Terbuat dari bahan serbuk kopi 3 in 1, korek api kayu, piring kertas, stik gagang eskrim,tissue, lem dan sebagainya.   Dalam presentasinya, mereka sempat bercerita bahwa pada awalnya mereka bingung akan membuat apa … namun … tiba-tiba saja mereka keluar dengan ide … bagaimana kalau membuat wajah Pak NH saja.  Sebab … katanya … saya menginspirasi mereka … (aaahhh saya tersipu malu, wajahpun bersemu merah). (halah).

Saya bilang pada mereka … “Wah … asik … Gigi saya masih terlihat kumplit yaaaa … ” 
(Padahal kan … ??? qiqiqi …)(Sssttt tapi ini diantara kita-kita saja ya … mereka kan tidak tau kalau gigi saya itu ..@#$%^)

So … Dave, Annisa, Firman, Ilham, Mellisa, Novami, Ronald dan Yuliana (ini nama sebenarnya)
From the bottom of my heart … Terima Kasih ya … Saya tersanjung !

.

So jadi demikianlah …
Anak-anak muda ini sungguh membuat hati saya optimis.  
Optimis bahwa … Indonesia kelak akan menjadi lebih baik … dan lebih baik lagi … di tangan mereka.

Anak-anak muda berkualitas … dari negeri tercinta ini …

Salam saya

.

.

Note :
Ada lagi surprise dari salah satu peserta, wakil dari Universitas Andalas.  Dia berkata pada saya …
“Pak … saya sempat baca blog bapak lho kemarin, waktu saya cari referensi mengenai acara ini …” 
(waaa … blog ekeh dibaca oleh salah satu dari mereka)(senangnya)

.