Diposkan pada GUEST WRITER

karsini # 32 : AKU TAK BIASA

.

Ini masih Karsini

Kiriman salah seorang penulis tamu.  Penulis tamu ini asal “Barat” tapi sedang tinggal di Timur … (hehehe)

Simak tulisannya …
Komentari isinya …
Tebak siapa penulisnya …

——————————

Aku Tak Biasa

Ketika aku membaca sekian banyak karsini, terdengar dari jauh lagu “aku tak biasa”nya Alda mengalun. Aku jadi teringat sebuah kejadian yang menimpaku beberapa tahun yang lalu.

Gergaji pemotong kayu itu menderu lantas menumbangkan kayu jati kampung yang dimiliki oleh salah satu saudagar besar di sebuah kampung yang sunyi. Aku baru kali itu melihat “pembabatan” hutan kecil milik masyarakat. Bosku membeli hutan itu untuk kemudian kayunya segera dijual. Kayu jati.

Aku suka suasana itu. Suasana yang penuh kerja keras. Tiga hari pekerjaan memotong 56 pohon jati yang rata-rata memiliki diameter 50 itu aku nikmati. Aku menerima laporan hasil total meter kubik kayu setelah beberapa orang petugas menghitungnya yang juga disaksikan oleh petugas kehutanan setempat. Lantas dipanthong sebagai bentuk pengesahan kayu legal.

Sore menjelang pulang aku melirik ke kebun jati itu. Menjadi lengang. Tugasku tinggal satu lagi yaitu memastikan pengiriman kayu yang sebagian dikirim ke kolega Bosku di Jepara danCirebon.

Ketika melihat tumpukan yang sudah siap angkut, mandor mendekatiku dan menyampaikan undangan untuk datang ke suatu tempat. Aku mengangguk untuk memastikan hadir. “Biar aku akrab”, pikirku walaupun tak tahu acara apa gerangan.

Aku terlambat tiba karena Bosku menelpon lama menjelang keberangkatanku. Baru tiba setengah jam lebih dari yang djanjikan.

Ketika kami tiba, sudah ramai di sebuah rumah kecil. Sebagaian yang hadir aku kenal karena mereka para pekerja yang duduk-duduk dengan beralaskan tikar. Beragam minuman keras disuguhkan dan terasa baunya yang khas. Aku dipersilakan untuk mengikuti “ritual” aneh itu. Disuguhi untuk minum-minum lantas sudah pasti kutebak aku akan jatuh tersungkur dan beberapa akan menertawaiku.

“Maaf kawan, aku tak biasa. Jangan suguhkan minuman buruk rupa ini kehadapanku dan jangan ada lagi acara seperti ini jika kelak kerja denganku lagi”, kataku. Semua yang hadir pada diam dan tak ada yang berucap satu katapun selain berbisik-bisik di antara mereka.

Akupun segera meninggalkan tempat itu.

Tergopoh-gopoh kepala penebangan memburuku dengan maksud minta maaf karena mungkin sudah lancang. Mereka menganggap aku sudah biasa meminum minuman keras atau berpesta kala usai kerja.

Saya cuman bilang, “wealah ini proyek kecil, lantas hasilnya untuk foya-foya, teler-teleran, lantas berapa uang kalian yang akan dibawa ke rumah untuk susu anakmu”.

Belakangan baru tahu, kalau biaya untuk minum-minum itu berasal dari kelebihan potongan ranting dan kayu bakar yang mereka kumpulkan yang mencapai belasan meter kubik yang pada saat penebangan laku dijual. Wealah….

Aku cuman khawatir. Ini adalah miniatur sebuah sikap ketika keberhasilan telah dicapai. Mereka yang sudah bekerja keras, menggergaji kayu walau menggunakan chain saw, menggotong, menumpuk, mengangkat lantas mengirimkan hasilnya digunakan untuk foya-foya. Bagaimana dengan mereka yang mendapatkan milyaran dengan mudah ?

Semoga bukan budaya kita.

—————

KARYA SIAPA INI ???

.

STOP PRESS
Saatnya membuka jati diri pemilik Karsini ini
Ini adalah karya
YAYAT SUDRAJAT
Seorang yang berlatar belakang Hukum tetapi sekarang mengeluti Blog
Asal Tasik, tinggal di Surabaya
Salah satu blognya bertajuk : BLOGGER PEMULA
 

.

Diposkan pada GUEST WRITER

karsini # 31 : RASA BAHASA PARA KARSINIER

.

Ini tulisan karsini yang dikirim oleh sahabat lama saya.
Tulisan bapak yang satu ini sangat khas dan saya pujikan.

Saya merasa senang beliau berkenan mengirimkan karyanya ke tempat saya
Simak tulisan yang satu ini …
Ada yang tau … Tulisan milik siapa ini ???

————

RASA BAHASA PARA KARSINIER

Entah bagaimana enaknya menyebut para pecinta dan penikmat artikel Karsini hasil olah cipta-karsa Om Trainer ini. Bolehlah,sementara saya menyebutnya sebagai Karsinier. Membaca dan mencermati dua puluh lebih tulisan karya sabahat Narablog yang dimuat di Blog Om Trainer sangat mengasyikan, terutama menikmati rasa bahasa yang disajikan dalam tulisan-tulisan tersebut.

Sejatinya, membaca tulisan orang lain adalah proses pembelajaran dalam tulis-menulis. Dulu, waktu pertama kali belajar menulis, prinsip saya adalah asal tulis saja dulu, nanti tinggal permak sana-sini. Bahasa yang kurang pas, diganti dengan yang enak dibaca. Kalimat terlalu muter-muter ya tinggal pangkas. Nanti lama-lama kita akan memahami rasa bahasa yang enak dan nikmat itu seperti apa. Dan di Karsini saya jadi lebih mengenal rasa bahasa masing-masing Narablog.

Mungkin saking penginnya menebak karya siapa tulisan itu, pembaca lupa mengomentari materi yang disajikan oleh penulis. He..he… ya nggak apa-apa wong di akhir artikel Om Trainer memberikan pertanyaan: karya siapa ini? Sungguh, tulisan yang ditampilkan nyiamik semuanya. Banyak terselip kalimat-kalimat ajaib yang memberikan inspirasi kepada kita.

Tak apa apabila kita salah menebak karya siapa tulisan itu, namun sesungguhnya Om Trainer mengajak kita untuk lebih mengenal tulisan sahabat Narablog lain dengan cara membaca tulisan milik mereka yang lain yang – tentu saja – disajikan di blog mereka masing-masing.

Sebenarnya apa yang membuat rasa bahasa sebuah tulisan itu enak dan nikmat? Bagaimana pun praktik adalah upaya terbaik untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik pula. Meskipun kita kaya pengalaman atawa ratusan buku telah kita khatamkan, namun jika kita tak pernah praktik menulis jangan harap akan dapat menghasilkan tulisan yang mempunyai rasa bahasa yang enak dan nikmat itu.

Karsinier, ucapkan terima kasih kepada Om Trainer yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk ‘unjuk-diri’ memperkenalkan tulisan kita kepada Narablog yang lain dan mengenal lebih jauh rasa bahasa tulisan sahabat Narablog lain. Tak perlu kita minder dengan karya sendiri, karena masing-masing kita mempunyai ciri khas yang orang lain (mungkin) tak punya.

Tapi, kalau rasa bahasa tulisan kita masih sedikit kasinên pripun, Om? Tambahkan sedikit gula, dijamin akan berasa gurih!

———————-

 

KARYA SIAPA INI … ???

.

STOP PRESS

Seperti yang sudah anda duga semua …
Penulis postingan ini adalah …
Yang punya Rasa Bahasa seperti ini adalah AGUS SUKARNO SURYATMOJO

alias Guskar
alias Kyaine
alias pemilik blog Padeblogan …

Tulisan beliau sangat khas …
Paparan Beliau pun sangat khas

Sekarang Mas Gus tinggal dan bekerja di KARAWANG

.

Diposkan pada GUEST WRITER

karsini # 30 : JAMU GODHOG

.

Karsini masih ada …
Ini adalah karya penulis tamu.  Dari judulnya saja sudah terlihat bahwa penulis tamu ini berasal dari Jawa.
Godhog itu bahasa Jawa, yang berarti … Rebus.

Simak tulisan berikut … dan tebak siapa pengarangnya …
Dan komentari isinya …

——

Jamu Godhog

Sewaktu saya kecil, lumayan akrab dengan jenis jamu jamu godhogan (jamu rebusan). Atau di sebut jamu gendhongan, karena yang menjual jamu ibu ibu berkeliling pakai kebaya dan jarit terus menggendhong jamu yang ditempatkan di botol botol dan  di taruh di tempat yang bisa disebut “bakul” dari bambu, digendhong dibelakang memakai kain jarik.

Ibu saya penggemar jamu juga, jadi sering langganan membeli jamu gendhong itu. Saya biasanya dibelikan jamu beras kencur atau kunir asem. Dan biasanya sesekali juga diberi jamu paitan, namanya saja jamu paitan ya pesti ini jamu pahit sekali, warnanya hitam. Kata Ibu biar sehat dan doyan makan atau menambah nafsu makan.

Semakin saya besar sekitar SMP, jamu gendhong sudah jarang, diganti dengan penjual jamu dengan memakai motor atau sepeda.

Setelah penjual jamu gendhong langganan sudah tidak berjualan lagi, ibu saya jarang beli jamu, Karena menurut Ibu penjual yang ada rasanya beda, tidak seenak dan sepas penjual jamu gendhong langganan. Untuk kunir asem, biasanya ibu membuatkan sendiri untuk saya minum.Adajuga ramuan jamu godhogan yang kering, kita tinggal merebus sendiri .

Setelah mulai kuliah dan sampai sekarang tinggal di jogja, praktis saya jarang minum jamu-jamuan lagi. Paling kadang beli kunir asem itupun yang instan atau yang lembah UGM yang jual es kunir asem. Atau biasanya pas ibu saya dijogja, ibu membuatkan saya kunir asem. Oiya. Pas waktu menyusui saat saya dirumah ibu mertua juga dibelikan jamu yang disebut jamu uyup-uyup, jamu khusus untuk ibu menyusui.

Dan, beberapa waktu yang lalu, karena saya mencari obat tradisional untuk obat mbaknya anak saya yang jatuh dari motor, masuklah saya ke sebuah tempat yang didesain seperti rumah/warung makan, ada meja kursi, ada display produk ada serangkaian gentong berisi jamu. Tempat tersebut diberi nama Jamu Godhog. Jamu godhog ini terletak di jalan palagan, jogja.

 

Sebenarnya saya sudah sering lewat jalan depan situ. Cuman belum tertarik untuk masuk. Dan setelah lihat detail produk dan tanya, oh ternyata menjual jamu herbal, ada kunir asem, beras kencur, jamu nafsu makan, jamu pegel linu yang sudah siap minum. Selain yang sudah siap minum ada juga dalam bentuk kemasan kering yang bisa kita rebus sendiri di rumah atau diseduh sendiri di rumah. Untuk yang bisa diseduh sendiri ada bubuk kunir asem, kunir putih, beras kencur. Kunir putih ternyata banyak khasiatnya diantaranya mencegah kanker.

Untuk yang dalam bentuk bisa kita rebus ada jamu untuk maag, pegel linu, , masuk angin, asam urat, kembung, untuk kencing batu dan masih banyak lagi. Oiya ada juga jamu galian langsing hihihi

Ngelihat produknya wah ternyata alami, katanya diproduksi di daerah kalasan. Jadi tidak perlu khawatir akan adanya isu-isu yang katanya pedagang jamu keliling suka mencampur ramuan jamunya dengan obat-obat kimia kayak paracetamol.

Dan kemarin saya beli jamu pegel linu, kunir asem. Sama bubuk beras kencur. Pas minum kunir asem disana, anak saya yang berumur 2 tahun 8 bulan aja  ikut minum dan ternyata dia suka hihihi..gak nyangka aja. Dan sampai rumah dengan bangga dia cerita ke Ayahnya kalau habis minum jamu.

Pas kita kesana, ternyata lumayan ramai juga yang datang kesana. SIlih berganti. Menurut saya ini konsep baru sebuah rumah/warung makan  jamu, ada banyak kursi/sofa oranye dan meja yang terlihat nyaman untuk menikmati jamu, tempat parkirnya juga luas. Memang sih harganya lumayan lebih mahal daripada penjual jamu keliling, cuman rasanya lebih mantap dan alami.

Silahkan bagi yang dijogja atau ke jogja mungkin bisa jadi alternatif untuk menikmati jamu tradisional.

————–

Semakin jelas bukan … Asal dari penulis yang satu ini ???

So …

KARYA SIAPA INI ??

 

STOP PRESS
Ini adalah kiriman dari salah seorang Penulis Tamu
Dia adalah
ROHMITA TAMIM
Alias Omietha Bunda Affan
Alias BunAff
Seorang Karyawati, Ibu dari seorang Putra
Tinggal dan bekerja di Yogyakarta
Blognya adalah : LANGKAHKU … merajut mimpi

.

 

Diposkan pada GUEST WRITER

karsini # 29 : NAGA OOOOH NAGA

.

Karsini # 29 … karya penulis tamu …

Simak tulisannya … !
Tebak penulisnya … ! …

dan jangan lupa …

Komentari isinya … !

—————

NAGA OOOOH NAGA

Dari orok ampe jadi emak2 bohai, gw paling takut sama 3 hal:

1. Takut masuk neraka

2. Takut digigit anjing

3. Takut berdekatan dengan orang gila

Ketakutan gw terhadap point nomer 2 dan 3 memang beralasan [kalo point 1 mah kaga usah dipertanyakan lagikanSay??].WaktuSD, gw hampir ketabrak ketabrak mobil gara2 ngebut naek sepeda sambil dikejar doggy berukuran jumbo 3 ekor. Mulai saat itulah setiap ngeliat Helli Guk3x langsung nongol keringat segede semangka di jidat jenong gw. Sedangkan ketakutan terhadap orang gila, dimulai jaman SMP, setelah gw dengan niat tulus tanpa tanda jasa membantu seorang Bapak2 tua menyebrang jalan raya. Ndilalah udah sampe seberang ko si Bapak bukannya ngelepas pegangan tangan, malah makin kenceng meremas jemari gw sambil menebar senyum bukan pepsodent kepada khalayak ramai?! Gw tegur dengan sopan sopian “Maap Pak, tolong lepas tangan saya. Kita udah sampai. Lagian saya takut telat masuk sekolah”, dikacangin. Gw ulang dengan suara 1 oktaf lebih nyaring ngalahin Titik Sandora, doski teteup acuh. Pada detik2 dimana gw hampir berteriak, datanglah 3 anak SMA, salah satunya ganteng kaya Tom Cruise KW3, ngebantu memisahkan pasangan romantis ala penganten baru ini. Fiuuuuhhh, Alhamdulillah drama penyanderaan berakhir dengan damai sentosa!! Ternyata eh ternyata sodara2, dari info yang gw peroleh, si Bapak agak kurang waras, dan emang hobi banget minta tolong disebrangin jalan terutama sama cewe2 abegeh bertampang manis kaya manggis dibelah pake linggis.

Seiring dengan perkembangan jaman, ketakutan gw bertambah satu. Nah loh, takut apa lagi Jeng? Darah. Itu loh ‘sesuatu’ yang warnanya merah. Bukan karena gw ngeri diisep sama Kangmas Edward, tapi kejadian ini merupakan efek lanjutan dari adegan pasca beranak kemaren, dimana gw mengalami pendarahan sebanyak 1500 cc. U know Cyiiinn, untuk mengeluarkan darah sebanyak itu, 4 orang Dokter mengobok2 onderdil gw. Lalu onderdil yang baru diobras, 3 hari kemudain kudu dijait ulang karena jaitannya koyak. Kaga herankanjikalau gw kemudian diserang parno tingkat tinggi terhadap segala sesuatu yang berdarah2?!

Dan parno ini menyerang secara membabi buta. Berapa hari yang lalu, gw hampir pingsan dengan pose elegan di kamar mandi akibat ngeliat urine yang gw keluarkan berwarna kemerahan. Jerit2 manggil siOm, dengan tenang Beliau bilang “Ah, paling Bunda mau mens”. Hhhmmm, masuk akal. Tapiiiii, selama 16 taun menjalani masa akil baligh [udah, kaga usah diitung berapa umur gw kalo pertama kali palang merah saat usia 13 taun], belom pernah tuh tanda2 mo mens kaya gini. 1 jam kemudian pipis lagi, warna semakin merah, terang benderang. Aaarrggghhh, panik tingkat tinggi mendera sukma! Langsung deh gw tilpun salahs eorang temen yang berprofesi sebagai Dokter kulit & kelamin [kaga salah jurusan Jeng??].

“Tuuuuttt … telepon yang Anda hubungi sedang selingkuh. Cobalah beberapa abad lagi!”.

Doh!! Bijimane ini para pemirsa?! Mo browsing, princess belom pada kebo. Mana bisa ngenet disaat anak matanya masih kinclong?? Akhirnya siOmngasih saran cemerlang demi menenangkan bininya “Udah Bun, besok kita periksa ke Dokter Asiah kalo Bunda penapsaran. Sekarang bagus boboin anak2, trus kita bobo juga deh. Udah ampir ½ 9 tuh”.

Tengah malam buta, disaat Sang Istri sedang memproduksi iler dengan kapasitas maksimal, sambil mimpi dibayarin nginep di Al-Burj sama Bu Ani Yudhoyono, naek Lion Air yang mana pilotnya 3 jam lalu baru ajah nyabu (baca: nyarapan bubur), tiba2 gw ngerasa ada yang nowel2 keleks. Gw diemin, towelan ituh semakin membara. Ngucek2 mata, ngambilin belek yang menumpuk di pojokan, samar2 gw liat siOmtersenyum penuh kemenangan sambil pegang tangan gw. Idiiiihhh, syuting pilemIndiako tengah malem buta sehOm?! Lalu dengan manis siOmberbisik:

OmJenius : “Bun, Ayah udah tau kenapa pipis Bunda warnanya merah”

Istri cakep : [tatapan setajam silet, berdaya kejut maut) “Hoooaaammmm. Kenapa ga lewat sms ajah Yah ngasih taunya, Bundakanngantuks berat! Mana tadi baru ajah mo nyampe di Al-Burj eh Ayah bangunin!!”

OmJenius : “Udah, marahnya disimpen dulu. Jadi Bunda mo tau ga kenapa pipisnya bisa merah?”

Istri Cakep : [manyun] “Buruan dah kasih tau, ekye mo lanjod kebo lagi neh”

Si Om Jenius : “Menurut hasil pemantauan Ayah, jawabannya adalah … eng-ing-eng … karenaaaaaa … Bunda tadi makan dragon fruit (baca: buah naga) 1 baskom”

Istri Cakep : [bengong 3 detik, tertawa Mak Lampir 5 menit] “Huahahaha … jadi itu bukan darah?? Hihihihi, dodolnya ekye! Alhamdulillah, berarti Bunda ga kenapa2” [senyum semanis madu, secerah orang baru dapet bonus taunan sebesar 7x gaji]

Si Om Jenius : [nyodorin pipi sambil mengerling ganjen] “Hadiahnya mana neh Bun?”

Istri Cakep : [mmmuuuaaacccchhh]

Si Om Jenius : [nutup idung] “Busyet dah Bun, ko napasnya ikut2an bau naga juga??”

Istri Cakep : [&*(^%$#@!^&(((^^$##@!!#$%^^]

Ya ya ya, kandungan beta karoten yang tinggi pada buah naga merah membuat urine gw menjadi kemerahan. Kenapa ini kaga terpikir yah?? Apa saking parnonya membuat gw tidak bisa berpikir jernih?? Maka berakhirlah kisah si buah naga, dengan ending bahagia. Buat Naga Bonar, ditunggu pilem sekuel berikutn [fokus Jeng!]. Buat Nagaswara, kapan mo launching album terbaru ekye?? [Jeeeennnggg, jangan ngelantuuurrr!!]. Eh tapi ngomong2 naga, berhubung ini taun naga, bagi pemirsa yang belom pernah makan ni buah, ga ada salahnya loh mencoba. Karena buah naga kaya akan vitamin C, beta karoten, serat, kalsium, dan karbohidrat. Jangan lupa setelah dipotong2 dimasukkin dulu ke kulkas biar makannya lebih maknyuussss. Okeh Cyiiinn?!

———-

KARYA SIAPA INI … ???

.

.

STOP PRESS :
Seperti yang sudah diperkirakan oleh sebagian pembaca
Ini adalah Karya khas dari SUSAN NOERINA ZULFADHLI
Seorang ibu dengan dua putri Zahia dan Zafira
Sekarang tinggal di Miri, Sarawak, Malaysia
Blognya bertajuk : ZULFADHLI’S FAMILY, a stories about love and life

.

.

Diposkan pada GUEST WRITER

REVEALED karsini #27 dan karsini #28

.

Ini masih seputar Karsini … Dua tulisan terakhir adalah karsini #27 dan karsini # 28

karsini # 27 : SENJA TERAKHIR

Saya cuplikan satu paragraf dari tulisan tersebut …

…  Udara mulai menusuk kulit kita berdua yang hanya terbalut pakaian tipis. Sementara matahari senja memerah bersiap kembali ke peraduannya. Engkau menoleh padaku ketika mendengar lamat langkahku. Dan berdiri menyambutku kemudian memelukku.  …

.

Mau tau siapa yang mengarang … ?

Jreng jenggg …
Ini adalah postingan kiriman dari : IMELDA COUTRIER MIYASHITA
Seorang Ibu Rumah Tangga, Dosen, Mantan Penyiar Radio, Penerjemah dsb
Tinggal di Jepang
Tak usah saya kenalkan lebih lanjut siapa dia …
Saya rasa hampir semua narablog kenal dengan Ibu yang satu ini
Blognya adalah : TWILIGHT EXPRESS

————

Lalu bagaimana dengan  ….

karsini #28 : INNER WAR

Saya cuplikan satu paragraf juga :

… Menurut hemat saya, seorang ibu itu SANGAT PENTING punya pendidikan yang tinggi, karena anak-anak yang cerdas terlahir dari ibu yang punya pendidikan bagus. Garansi? Tidak juga sih! Karena ada juga yang saya lihat ibu-ibu yang punya pendidikan bagus, tetapi anak-anaknya tidak jadi apa-apa juga, sebab hobinya nonton televisi, ngerumpi dan segala sesuatu yang membuat dia senang saja. Ibu eksis, ibu narsis dan sosialita! Anak-anak cukup diperhatikan oleh pembantu rumah tangganya saja…

.

Yang ini siapa yang mengarang ?
Tak lain dan tak bukan adalah … NICAMPERENIQUE
Seorang wiraswastawati , merintis usaha sendiri
Tinggal di Jakarta
Saya biasa memanggil dengan Nike saja
Blognya dalah NICAMPERENIQUE

————-

So demikianlah … karsini #27 dan #28 telah terbuka jati diri penulisnya.

Mengapa saya khusus membuat postingan ini …  ?
Sebab ke dua sahabat ini sedang mengadakan perhelatan berhadiah Give Away yang menarik yang berjudul SOLITAIRE dan SENDIRI  Pribadi mandiri …  Please check this out ya …

EM – Nike terima kasih telah berkenan menjadi penulis tamu di Blog saya ini …
Sukses untuk perhelatannya ya …

Salam saya

.

.

.