Diposkan pada MASA KULIAH, TRAINER ABG

TILANG

.

Anda Pernah Ditilang ?

Jalan apa yang anda ambil untuk menyelesaikannya … ?

“Jalan Damai” ? … Atau … “Jalan Perang” ?

Saya pernah dua-duanya …

Jalan Damai adalah “menyelesaikan di tempat”  … (you know what I mean ?)

Sementara yang satu lagi adalah “Jalan Perang” … yaitu menyelesaikannya sesuai prosedur yang ada … Maju ke Pengadilan …

Kali ini … Saya hanya ingin menceritakan yang “Jalan Perang” saja ya ..

Ini Cerita Lama …
Waktu itu saya masih Mahasiswa tingkat-tingkat akhir … Dan saya masih ingat sekali hari itu adalah hari Sabtu, Malam Minggu … (mengapa saya masih ingat harinya ? … ) (yaaaa gitu deh …)

Saya sedang mengendarai mobil pertama saya … menuju suatu tempat.
Entah mengapa … rupanya Lampu belakang mobil saya ada yang mati.  Pas sampai di sekitar Convention Hall (sekarang JHCC), Senayan.  Saya di semprit Polisi.  Saya Berhenti.  Saya ditilang.

Entah apa yang ada dalam fikiran saya saat itu … yang jelas saya manut sesuai prosedur … saya menerima Surat Tilang tersebut.  Dan saya menyanggupi untuk datang ke pengadilan di waktu yang telah ditentukan.

Dengan Dada membusung … Khalant … Macho … bak Hero … saya kembali masuk ke Mobil dan meneruskan perjalanan … Tanpa SIM … (Karena SIM saya di tahan …).

Kenapa mesti Eiylekhant begitu … ??? Yaaa … saya kan tetap harus menata diri agar tetap terlihat “cool” dan tidak kehilangan muka … dimata teman sebelah saya … (BTW … Malam itu saya tidak sendirian …!). 🙂

Singkat kata …
Beberapa hari kemudian … Saya pergi ke pengadilan … Sidang Tilang …
Waktu itu saya ke pengadilan Jakarta Selatan di Jalan Ampera Raya.  (Pengadilan yang paling banyak wira-wiri Celebritisnya … hehehe)

Ternyata prosesnya cepat … (waktu itu )
Daftar … serahkan surat tilang … Saya tidak menunggu lama … dipanggil masuk ruang sidang …
Duduk di Ruang Sidang … Hakim membacakan sesuatu … mengenai kesalahan saya … berkendara dengan kendaraan yang mati lampu belakangnya … dibacakan selama 3 menit … setuju … DOK palu diketuk  … Denda … sekian-sekian … (tak enak lah menyebut nominal … selain karena saya lupa besarnya … saya juga nggak mau dikatakan pamer ). (Hahahaha)

(BTW … saya lihat kebelakang … Kok nggak ada yang nonton ya ? Tepuk Tangannya mana ??? hehehe … pengunjung yang duduk di ruang sidang tersebut rata-rata adalah mereka yang juga kena tilang … dan disidang hari itu … dan semuanya cemberut sudah tentu …)

Saya membayar sejumlah Denda tersebut ke Kasir …
Ambil tanda terima pembayarannya  …
Lalu mengantri lagi di tempat pengembalian SIM …
Nunggu lumayan agak lama … Setelah itu Nama Saya Di Panggil …
Saya ngacir Pulang …

Case Closed !!!

Yang terfikirkan oleh saya saat itu adalah … Ternyata Proses Pengadilan (untuk kasus ini) lumayan cepat ya … tidak se ribet yang saya bayangkan … tidak seseram yang saya bayangkan …

(ya jelas aja … Kesalahan Elu kan hanya lampu belakang nggak nyala doang …)(heheheh)

Apa mau coba ke sana lagi ?
Ke pengadilan ?

OH NO … NO THANK YOU …
NO MORE … !!!

(tok-tok-tok)

.

Anda pernah ditilang ?
Waktu itu anda ambil jalan apa …
Jalan “Damai” ? atau …
Jalan “Perang” ?

..

 

Diposkan pada MASA KULIAH, TRAINER ABG

MESIN TIK

.

Anda tau Mesin Tik … ? (atau ada pula yang menyebut Mesin Ketik)
Anda pernah menggunakan mesin Tik ?
Saya tidak tau apa anak-anak sekarang pernah menggunakannya atau tidak.  Jangankan menggunakan … wujud bentuk Mesin Tik seperti apapun mereka mungkin belum pernah lihat. 
Saya pun sudah jarang melihat mesin tik ini.

Namun dulu … (1982 – 1987)
Mesin tik sangat mengambil peranan penting untuk mendukung studi saya, ketika saya kuliah di Bogor.  Orang tua saya sengaja membelikan saya mesin tik ketika pertama kali saya dinyatakan diterima kuliah di Bogor.

Saya berterima kasih pada Bapak Ibu yang telah membelikan saya Mesin Tik (merek “saudara laki-laki” ini).  Saya tidak tau apa jadinya … jika saya tidak punya mesin ini sendiri …  Pasti saya akan pinjam sana-sini.

Mesin tik itu berguna untuk mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita, para mahasiswa.  Hampir setiap mata kuliah memerlukan mesin tik ini.  Entah untuk membuat laporan praktikum, membuat hasil kerja kelompok, membuat paper karya tulis dan sebagainya.  Semua perlu mesin tik. 

Dan peranan mesin tik semakin krusial ketika saya menulis skripsi.
Dulu komputer belum meraja lela seperti sekarang.  Semua halaman dibuat dengan menggunakan mesin tik.  Jika ada Bagian yang salah … ada tulisan yang mesti direvisi … ada paragraf yang mesti ditambahkan … Beuh ngetiknya sengsara … mesti ngetik lagi ulang …

Yang bikin kesal itu kalau kesalahannya hanya satu kalimat.  Revisinya mesti satu halaman penuh … aaarrgghhhh … sengsara tenan …

Mesin Tik itu tidak bisa nge-delete … nggak bisa nge-edit … apa lagi Copy Paste …
Check spelling … ? boro-boro.
Center ? … ngitung sendiri … dengan penggarisan …
(maaf koreksi … Mesin Tik merek “Saudara Laki-laki” ada feature yang bisa menentukan center secara otomatis …)(so … ndak perlu penggarisan …)(hehehe)

Saya masih ingat … ketika menulis skripsi dulu … supaya ketikannya lurus … saya mesti membuat semacam kertas pola atau kertas pattern dulu … untuk menentukan marjin kiri, kanan, atas, bawah.  Dibingkai dengan menggunakan Spidol supaya jelas.  Saya lupa ukurannya … kalau tidak salah 4 cm marjin kiri dan marjin atas.  Dan 3 cm kanan dan bawah.  Kertas pattern ini akan bersama-sama kita masukkan kedalam roll mesin tik dengan selembar kertas A4 kosong yang akan kita ketik.

Dan sahabat mesin tik itu bisanya adalah … Tipp Ex sodara-sodara … sebuah cairan putih, macam kutek untuk alat koreksi.  Yang kalau lupa menutup tutup botolnya, cairan tersebut akan kering seperti gumpalan kapur … dan kita harus mengencerkannya kembali.  Begitu seterusnya … merepotkan sekali.

Beruntunglah anak-anak sekarang … Mereka yang menulis thesis, skripsi dan laporan-laporan lain dengan komputer …  menjadi sangat jauh lebih mudah.  Sungguh sangat praktis sekali …

Memang Mesin Tik itu kini telah menjadi riwayat.  Telah menjadi sejarah.  Namun kenangan akan jasa Mesin yang satu ini tidak akan pernah saya lupa …

Setiap benda itu pasti ada Produk Life Cycle nya …
Dulu banyak digunakan … sekarang sudah (hampir) punah …

SO …
Apa para pembaca sekalian masih melihat Mesin Tik ini digunakan ?
Apakah dulu pernah merasakan betapa pentingnya mesin yang satu ini ?

Boleh sharing ?

.

Diposkan pada MASA KULIAH, TRAINER ABG

POTONG AYAM

Ini pengalaman waktu Trainer ABG mengikuti program KKN.  Tahun 1986.  Kuliah Kerja Nyata di suatu desa di pedalaman Jawa Barat.  Tepatnya di Desa Panyutran, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis.

Kami KKN … homestay disana selama 3 bulan.  Berbaur dengan masyarakat desa yang sangat sederhana.  Kebetulan Desa kami berada diatas Gunung … terisolasi.  Relatif Miskin.  Listrik belum masuk kesana … jalan tanah seadanya … TV cuma satu … itupun pakai Aki dan … hitamputih pula … jarak antara lingkungan rumah yang satu dengan rumah yang lain berjauhan …  Sebagian wilayah masih merupakan hutan dan kebun tegalan yang rindang dan luas.

Kurang lebih … seperti inilah situasi TKP nya

KKN1(resize) 

Karena wilayah yang luas … kadang kami berbagi tugas.  Memberikan penyuluhan menyebar secara sediri-sendiri … Dengan berjalan kaki kami menyusuri desa sampai ke sudut-sudut yang jauh.  Naik turun bukit.  Seringkali kami bekeliling memberikan penyuluhan di rumah-rumah penduduk itu sampai malam.

Dan jika Kemalaman … maka tidak ada pilihan bagi kami … selain harus menginap di rumah penduduk setempat.  Karena kalau pulang ke tempat pondokan kami lagi … akan memakan waktu yang lama.  Berjalan kaki larut malam, melelahkan dan berbahaya … gelap … tidak ada penerangan … (belum lagi ancaman binatang buas …).  Jika Hujan … wah tambah riskan sekali … karena jalan tanah berbukit itu akan menjadi licin sangat.

Yang mengharukan adalah …  Ditengah kemiskinan dan kesederhanaannya … Mereka justru berebutan untuk menawarkan rumahnya untuk diinapi oleh kami para Mahasiswa ini … Tulus dan bukan basa-basi …

Dan aku perhatikan … disetiap rumah penduduk yang pernah aku inapi …  Malam itu Mereka pasti memotong salah satu ayam peliharaan mereka … digoreng … lalu disuguhkannya kepadaku sebagai lauk makan malam …

Aduh bagaimana ini …
Aku tidak sampai hati merepotkan mereka … Puluhan kali aku bilang pada mereka untuk tidak usah repot-repot menyediakan Makanan seperti itu … tetapi berpuluh kali pula mereka keukeuh sumerekeuh memaksa aku untuk menerima suguhan tersebut …

Merupakan suatu kehormatan bagi mereka … jika aku dan juga teman-teman mau menginap di rumah mereka … mau makan suguhan mereka …

(Ya mereka akan dengan bangga bercerita kepada penduduk desa yang lain … bahwa ”Pak KKN” kemarin sempat menginap dan makan di rumahnya …)

SO … jika aku menginap di salah satu rumah penduduk … itu berita buruk bagi komunitas masyarakat per-Ayam-an … karena salah satu dari mereka pasti akan dipotong …

🙂

Diposkan pada MASA KULIAH, TRAINER ABG

TRAINER DIUSIR

 

 

Kenangan jaman kuliah … Tahun 1982.

 

Trainer pernah diusir … !!! 

Dua kali bahkan … !!!

And believe it or not …

Diusir oleh Orang yang sama … Aku masih ingat … namanya Bdn … !!! 

Diusir dari tempat yang sama … yaitu dari Laboratorium Kimia

 

Pengusiran Pertama …

Aku tingkat satu … masih tingkat persiapan bersama.  Aku baru pertamakalinya menjalani praktikum di kuliahan ini.  Si Bdn, Asisten dosen yang menjaga Lab kimia itu mengusirku.

Alasannya karena aku tidak siap dengan catatan untuk melakukan percobaan hari itu.  (padahal hanya kurang satu dua hal saja tuh …).  (sungguh over acting bener Doktorandus Bdn itu …).  Ya sudah … aku terpaksa memperbaharui catatan praktikumku di luar Lab…

 

Pengusiran Kedua …

Juga masih tingkat satu …

Ujian Semesteran … Praktikum Kimia I … Yang jaga juga Doktorandus Bdn itu …

Aku dipanggil masuk ruang praktikum … deg-degan sudah tentu …

Ujiannya adalah menimbang suatu zat tertentu dalam tabung Erlenmeyer …

Baru tiga menit aku didepan timbangan  … aku sudah disuruh angkat kaki dari ruang praktikum itu … diusir keluar ruangan …

Entah bagaimana nasib nilaiku waktu itu … jeblok mungkin …

 

Apa pasal ??? kok aku diusir … ???

Rupanya setelah tanya kiri kanan… kepada teman-temanku yang telah selesai ujian praktikum … Rupanya aku melakukan kesalahan …

Prosedur pertama awal menimbang tidak aku lakukan …

Yaitu memeriksa ”tilt” atau kalibrasi keseimbangan posisi dari timbangan itu sendiri … Waktu itu aku langsung menimbang tanpa memperhatikan bahwa timbangan itu sengaja dibuat agak miring oleh Doktorandus Bdn itu … aaarrrgghhh …

Ya sudah aku pasrah saja … Sedih ??? itu sudah pasti … harga diri hancur berkeping.

 

Yang jelas … mulai saat itu …

Aku benci sekali dengan yang namanya KIMIA …

Aku benci sekali dengan yang namanya Doktorandus Bdn ….

(sok banget itu orang … !!!)

 

Alhamdulillah …

Tahun kedua … aku berhasil mengucapkan Good Bye Chemistry …

Aku berhasil masuk jurusan yang tidak ada KIMIA nya babar blasss …

Dan tentu saja … tanpa oknum yang bernama Doktorandus Bdn itu … !!!

Ya … memang aku diusir itu karena mungkin aku alpa / lupa beberapa hal …

(Tapi masak iya sih … sangsinya pake ngusir segala ???)(plis deh …)

 

(Mas BDN … apa kabar mas … masih suka ngusir-ngusir orang ???)

(Sampeyan sepertinya cocok untuk jadi Sat-Pol PP …)

(Kompetensi Usir-ologynya lulus cum laude keknya …)

.

.

.

Diposkan pada MASA KULIAH, TRAINER ABG

PEMUDA JADUL

 

Trainer Narcis sangat …!.  Mentang-mentang baru punya scanner baru …

Semua foto jadul di scan … Kalau perlu di cropping dengan komposisi terbaik.

 

Ini adalah salah satunya …

Ini gambaran typical … prototype pemuda (ordinary) jaman dulu …

Jaman Delapan puluhan … (ini sudah pol-polan gayanya sudare-sudare …)

(So maklumi lah …)(…kesian dia … udah pose abis-abisan ini …)

nomer1 

Tipicalnya adalah sebagai berikut …

  1. Model Rambut … so pasti belah tengah agak ke kiri sikit … macam Rano Karno … our hero pada jaman itu …    
  2. Baju … lengannya dilinting  … entah apa maksudnya … pokoknya yang ngetrend seperti itu … (hmm sebenarnya lenganku sungguh tak layak untuk diperlihatkan) (Itu lengan apa pentungan satpam …)    
  3. Tas … Tas dari kain … selalu diselempangkan di bahu … (tasku ini terbuat dari bahan sumbu kompor … )(warnanya seharusnya adalah Putih … namun karena sesuatu dan lain hal … warna tasku ini sudah berubah menjadi … Kumal sodara-sodara …)(coklat-coklat gemanaaa getoh …)(Baunya ??? ooo do not worry … tidak memprihatinkan kok … tetap ”agak wangi” … tidak kecut bin prengus seperti perkiraan anda).  Isinya ??? … ya Kamera lah … !!!.  (Sisir ??? … No way … Trainer pantang bawa sisir)    
  4. Celokam a.k.a Celana … so pasti Jeans dong.   Ini bukan merek Levis … tapi yang penting … bahannya Jeans dan berwarna biru … (BTW yang aku pakai ini tidak luntur lho …)(mereknya ??? … aku lupa …)(tepatnya aku isin memberi tau)(hah)    
  5. Spokat a.k.a Sepatu … Lotto my pren … tidak terlalu mahal … tapi termasuk dalam jajaran sepatu gaul jaman dulu … (disamping Doc Martin, Kickers, Nike, Adidas atau Puma …)

 

So dengan segala keterbatasan yang ada padaku … (baik ”dana”, ”muka” maupun ”performa”), Trainer ABG nekat berdandan seperti ABG-ABG gaul jaman dulu …

Namanya juga anak muda kan Chuy …

 

En satu lagi … Body …??? tentu saja ”twiggy” abeess … mirip papan setrikaan …

 

Pantas atau tidak … itu masalah yang lain …

Layak Tayang atau tidak … itu juga bisa diabaikan sejenak …

But … Bergaya … itu harus nomer 1. !!!

 

(His Name is also effort … yang artinya … ”Namanya juga usaha …”)

 

Hehehe …

 

(Oh iya … ini lokasinya di Kebun Raya Bogor … Foto diambil pada tahun 1983) ( … Seperempat abad yang lalu …).

.