Diposkan pada MASA SMA, TRAINER ABG

MASUK SIANG

.

Ini pengalaman saya waktu SMA.

To begin with … saya bertanya dulu pada para Pembaca sekalian …
Pernahkah anda Sekolah siang ??? Masuk Sekolah jam 13.00 ???

Saya pernah … !!!
Saya pernah mengalaminya waktu jaman SMA.  Kelas 1 dan kelas 2.  (tahun ajaran 1979 – 1980 dan 1980 – 1981).  Ini terjadi karena keterbatasan lokal kelas yang ada di SMA saya.  Muridnya banyak tapi lokal kelasnya sedikit.

Ini pertamakalinya saya masuk siang.  Dulu waktu zaman TK, SD, SMP … saya tidak pernah masuk siang.  Jujur ketika pertamakali menjalaninya … saya rada bingung juga … masih Jet Lag mungkin … hahahaha.

Pola belajar jadi rada sedikit membingungkan … mau belajar malam sudah agak capek.  Mau belajar pagi … nanggung.  Jika ada pekerjaan rumah … naaahhh itu paling sedih … pada awalnya kepontal-pontal saya …  Pulang malam pun akhirnya menjadi biasa.  Karena senja hari itu … saya harus berebutan Metromini di Terminal Bis Blok M dengan sesama pelajar sekolah lain … juga para Mas-mas dan mbak-mbak pekerja kantoran … belum lagi macetnya.  Sungguh melelahkan.

Kalaupun mau dilihat sedikit segi positifnya masuk sekolah siang ? … saya tidak perlu buru-buru berangkat pagi hari … bisa nyantai dulu di rumah.  Bangunpun bisa rada siangan … hahaha …  Tapi ini tidak berlangsung lama.  Saya kadang kala sering kali  harus tetap bangun dan berangkat ke sekolah pagi … khususnya kalau di sekolah ada acara kegiatan Palang Merah atau Latihan baris berbaris Tata Laksana Upacara.   Saya memang mengikuti dua ekskul itu.  Habis latihan kedua ekskul itu saya tidak pulang kerumah lagi … langsung ganti seragam di sekolah, siap mengikuti pelajaran hari itu. 

Dan ketika saya aktif di kegiatan Paduan Suara dan Vokal Group … lebih kacau lagi jadwalnya … Saya malah sering kali pulang lebih malam lagi.  So ada suatu masa dimana pattern kehidupan keseharian saya adalah … Pagi Latihan Ekskul PMR dan atau TLUP … siang sekolah … malam Latihan Vokal Group atau Paduan Suara …

Jika dipikir-pikir … sakti mandraguna juga ya saya … hehehe …

Saya tidak bisa bayangkan jika saya harus mengulang hal itu sekarang …
Bisa rontok saya …

Yang jelas … Masa Muda SMA itu adalah masa indah … yang tak akan bisa terulang kembali …
(walaupun masuk sekolah Siang)

,

SO …
Para pembaca sekalian …
Pernahkah anda masuk sekolah Siang hari ???
Bagaimana pengalaman anda sekolah siang ???

Diposkan pada MASA SMA, TRAINER ABG

ANAK GURU

.
(Cerita ini sudah pernah saya ceritakan beberapa tahun yang lalu)

Ini cerita mengenai suka-duka menjadi ANAK GURU

Ya … Saya ini Anak seorang Guru.  Ibu Saya adalah Guru mata pelajaran Menggambar di salah satu SMA Negeri di selatan Jakarta.

Ketika saya masuk SMA … Saya memilih untuk masuk di sebuah sekolah SMA Negeri yang lain …   Kebetulan Sekolah kami ini bersebelahan.  Sengaja saya tidak memilih sekolah yang sama, di tempat ibu saya mengajar.  Ibu pun demikian … beliau tidak menyarankan saya untuk memilih sekolah ditempat beliau mengajar …  Supaya masing-masing sama-sama enak.

Namun apa mau dikata …
Ketika saya Kelas 3 SMA, tahun 1981 … Pecah tawuran massal antara sekolah saya dan sekolah ibu saya.  Tawuran kali ini relatif besar.  Sehingga Pimpinan Kan-Wil P&K waktu itu mengambil kebijaksanaan untuk menyatukan sekolah kami yang bersebelahan ini menjadi satu.  Kedua sekolah ini memang boleh dibilang musuh bebuyutan … ibarat kata … saling liat-liatan saja … langsung Duar … pecah tawuran … (norak bener memang ).

Akhirnya sekolah saya dan sekolah tempat ibu mengajar pun merger menjadi Satu sekolah SMA negeri yang baru … Tembok pemisah pun dijebol … Dua sekolah SMA negeri dilebur menjadi satu.

Dan untuk lebih mengokohkan integrasi … kelas kami di selang-seling.  Artinya Kelas III IPA 1 itu berasal dari SMA tempat ibu saya mengajar, sebelahnya III IPA 2 itu berasal dari SMA saya.  Demikian seterusnya. (FYI.  Kelas Tiga IPA itu,  ketika kami digabung … total kelas paralelnya menjadi 23 kelas … Hahahaha)(itu baru IPA nya saja … belum jurusan IPS, belum kelas II … belum kelas I).  Boleh dibilang … mungkin saat itu Sekolah Kami memegang rekor untuk SMA dengan jumlah murid terbanyak …

Dan yang lebih IDIH lagi …
Waktu itu Saya duduk di kelas III IPA 12 …  Kelas sebelah kami … III IPA 13 … Wali Kelasnya adalah … Ibu Saya … huahahahaha …

JAIM SUDAH PASTI !!! (hah)

Ketika saya berjalan di depan lokal kelas mereka … entah itu ketika pagi hari baru datang … atau ketika jam istirahat … dan sebagainya …
Selalu saja ada kasak-kusuk di kelas sebelah … (ini perasaan saya lho)
Banyak yang tiba-tiba bisik-bisik …

Mungkin bunyinya kurang lebih adalah …

Eh…eh … itu kan anaknya Bu M****, elu jangan coba-coba cari perkara sama dia … nyenggol dia sedikit … nilai raport urusannya …

Atau mungkin juga ada yang bisik-bisik …

Eh liat tuh … itu kan anaknya Walikelas kita … Ibu M**** … iiihhhh ganteng bener dweehhh … souw kyut … pasti asik kali ya pacaran ama anak guru … ?

(ini imajinasi bebas dari penulis … so plis jangan protes )
(kebenaran itu memang kadang terasa pahit !!!)
Hahaha …

Tetapi frankly speaking …
Menjadi Anak Guru itu … jujur saja … suka serba salah …
Kalau nilai kita (dalam hal ini Nilai Menggambar saya ) bagus … Teman-teman kita pasti akan dengan nyinyirnya bilang … “Aaahhh jelas aja anak guru … Pasti udah tau soalnya tuuuhhhh … “
(Padahal sumpah … saya tidak pernah tau bocoran soal ujian / soal ulangan apa yang akan keluar …)(Jangan pernah mencoba bertanya mengenai hal itu ke Ibu saya … beliau akan marah … ! … Marah Besar … !).

Sebaliknya kalau nilai kita Jeblok … Merekapun juga akan komentar (tak kalah minornya) … “Yaaaahhhh Anak Guru kok O’on … Gimana nih … malu-maluin aja ???”

So … serba salah bukan ?

Tetapi … yang jelas … Saya Bangga Menjadi Anak Guru !!!

Bagaimana dengan para Pembaca sekalian ?
Adakah yang anak Guru … ?
Boleh sharing tak ?

(saya tau pasti … ada banyak Narablog yang Ayah atau Ibunya seorang Guru …)

Diposkan pada MASA SMA, TRAINER ABG

THE GANK

Kali ini saya ajak para pembaca sekalian untuk sedikit bernostalgia,  Mengenang masa-masa SMP, SMA atau mungkin kuliah.

Begini …
Waktu dulu jaman anda Sekolah atau Kuliah.  Mungkin pembaca sekalian mengamati, atau bahkan mengalami adanya gejala yang disebut NGE-GANK, NGE GENG, NGE-GROUP, Berkelompok bersama teman dsb. 

Biasanya kita melakukan aktifitas dan kegiatan secara bersama-sama dengan karib-karib kita se geng atau se kelompok tersebut.  Kegiatan tersebut bisa Jalan Bareng, Olah Raga Bareng, Ngeceng Bareng, Maen Bareng, Bolos Bareng, Belajar bareng, makan-makan bareng, Cur-Hat, Kumpul-kumpul di rumah salah satu anggota tersebut dan sebagainya.  Pokoknya bersama-sama… (maklum anak muda bukan ?)

Dan hebatnya …
Kelompok tersebut biasanya ada namanya.  Kadang ada pula yang punya identitas tertentu.  Entah model pakaiannya, aksesoriesnya, tas sama atau jaket seragam dan yang sejenisnya.  Seru bukan ? 🙂

Dan …
Bagi mereka yang merasa anak-anak gaul, sering kali mempunyai beberapa Gank yang berbeda-beda tergantung lingkungannya.  Contohnya di lingkungan teman Tetangga kiri kanan … Dia ikut Gank A, sementara di sekolah ikut Gank B, lalu di lingkungan les bahasa Inggris Dia punya Gank C,  dan masing-masing dengan teman-teman yang berbeda-beda.

Nah sodara-sodara sekalian …

Bolehkah saya bertanya …

  • Apakah dulu jaman SMP/SMA/Kuliah,  anda punya Gank – Geng – Group  ?
  • Jika punya … Apa nama Gank anda ? Artinya apa ?
  • Berapa jumlah Anggotanya ?
  • Adakah identitas khususnya ? (i.e sisiran rambut sama misalnya … hehehe)

Boleh Sharing ???
(Tapi dilarang senyum-senyum sendiri ya …)
(Sebab saya yakin beberapa diantara anda sekalian … mungkin sekarang ada yang sedang menertawakan kekonyolan dan ke-norak-an Nge Gank masa lalu …)(Hahahah ….)

🙂

.

.

.

.

.

Diposkan pada INSPIRING PERSON, MASA SMA, TRAINER ABG

PACKAGING LIES

Kemasan (kadang) bisa menipu. 
Ini cerita tentang ungkapan …
“”Do Not Judge the book by It’s cover” …  (dan juga mungkin Do not judge the blog by it’s avatar … hehehehe
Ungkapan klasik lama yang saya pikir semua orang sudah tau dan sudah mengerti artinya.

Namun perkenankan Trainer sedikit bercerita tentang hal yang satu ini …

Tahun 1979.
Saya masih Kelas Satu SMA di sebuah SMA negeri di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.

Kami sekelas … bermaksud mengadakan semacam acara perpisahan … kumpul-kumpul … sebelum nanti semester depan akan berpisah.  Karena kami akan dijuruskan ke kelas IPA, IPS atau Bahasa. 

Ketua kelas memimpin rapat dikelas untuk menentukan bagaimana pelaksanaan acara perpisahan kecil itu.  Tentu saja hal pertama yang dibahas adalah rembukan mengenai Tempat, dimanakah kita akan mengadakan acara itu ??? .  Rumah siapa yang akan kita gunakan …???. 

Banyak murid yang keberatan rumahnya dijadikan venue … Alasannya karena Jauh, karena rumah saya Kecil , takut ngerepotin orang tua.  Adik saya banyak dan sebagainya … dan sebagainya …

Lalu sekonyong-konyong … seorang anak perempuan berperawakan kecil sederhana menunjuk tangan dan menyatakan kesediaannya … untuk rumahnya bisa dijadikan tempat acara perpisahan ini …
Sebut saja namanya INA …

Jujur …  Kami semua sekelas, …  kaget dan setengah tidak percaya INA menawarkan rumahnya untuk kami jadikan tempat acara …

Apa Pasal ???
Karena sehari-harinya anak ini sangat tidak menonjol, pendiam, dan berpenampilan agak berbeda dengan cewek-cewek sekelas yang lain.  Dia juga bukan di jajaran top 10 siswa terbaik di kelas.  Prestasi akademisnya biasa saja.

Dia berkacamata Jadul dan Tebal.  Dandanan, Penampilan, juga Tas yang dibawanya … (mohon maaf) … termasuk kategori yang sangat kuno … ketinggalan jaman.  Sepatunya pun biasa saja … bukan dari merek yang sedang trend saat itu.  Rambutnya hanya diikat karet gelang sekenanya, tanpa ada sentuhan sisir yang berlebihan.   Sementara teman sekelas yang lain seolah berlomba untuk menyajikan model talang rambut ala Farah Fawcet atau potong pendek ala Lady Diana. Sebuah gambaran prototype Cewek Modis Metropolitan di jaman itu.

So kesimpulannya … Ina ini sangat biasa saja.  Baik dari segi prestasi akademis, penampilan maupun wajah. 

Singkat kata … Jadilah kita mengadakan acara perpisahan di Rumah Ina.  Ketua kelas mungkin tidak enak untuk menolak kesediaan Ina itu.  Biaya konsumsi dan sebagainya kita patungan,  urunan uang bersama-sama.  (Dalam bathin kami … kasihan keluarga Ina …).  Dan kamipun siap dengan kemungkinan yang terburuk … Rumah dikampung, jalannya becek, sempit … kumuh dan sejenisnya …

Namun Taukah Sodara-sodara … !!!
Ternyata … Rumah Ina itu ada dikawasan Kemang … Sebuah Kawasan Elit di selatan Jakarta.  Tetangga kiri-kanannya Bule semua.  Berpagar Tinggi.  Rumahnya (sangat) besar … dan sudah tentu Mewah …Furniturenya bukan dari bahan yang knock down itu … semua Jati … KW 1 punya.  Kita teman-teman sekelas Ina hanya bisa bengong … takjub memandang sekeliling rumah Ina.  Kami mengadakan acara di Teras.  Terasnya saja mampu menampung kami 40 an siswa … (bagaimana dalamnya coba ???)

Dan hanya ada satu yang terucap dibibir kami waktu itu …

”Gile … Rumah lu keren amat Na !!!”

Takjub Sangat !!!

 

So …
Mulai saat itu … Saya jadi sadar …
Jangan pernah menilai orang dari penampilan luarnya saja …

 

Thanks Ina …
Untuk sebuah pelajaran … yang saya yakin kamu sendiri tidak sadar … bahwa kamu telah mencerahkan fikiran kita semua, teman-teman sekelasmu  … (at least saya pribadi)

Bahwa … Packaging Lies !!! … Penampilan bisa menipu !!!

.

.

Diposkan pada MASA SMA, TRAINER ABG

BERTAMU

. 

Bertamu kerumah orang ???. 

Ah apa istimewanya … biasa saja bukan ?. 

Ya memang biasa saja, tapi perkenankanlah aku cerita satu pengalaman bertamuku yang agak norak.

 

Aku kelas II SMA. Tahun 1980, Awal-awal Bulan puasa.  Aku berniat untuk bertamu kerumah temanku.  Seorang Wanita, Namanya EP.  (BTW ini adalah pengalaman pertamaku, bertamu ke rumah wanita, sendirian saja)

 

Naaahhh ya ketauan … Mau ngapel ya ??? … Lanjutkan membaca “BERTAMU”