Diposkan pada ARTIKEL, MARKETING, NGEBLOG

WTS

i.e Wartawan Tanpa Surat kabar

Sekarang sedang marak (kembali) dibahas tentang “profesi” yang satu ini, wartawan tanpa surat kabar (WTS).  Beberapa pihak ada juga yang menyebut wartawan bodrex.  Kerjanya? Berburu event press conference (pres-con) dari satu venue ke venue yang lain.  Apa yang mereka cari?  Tentu saja “salam tempel”, selipan amplop uang, goody bag, sampel produk, makan siang atau paling apes kudapan snack dan segelas air mineral gratis.

Ada suatu masa di mana saya pernah punya pengalaman berinteraksi langsung dengan mereka.  Pada tahun 1992 sampai dengan 2002 saya pernah bekerja sebagai brand manager (pengelola merek) di sebuah perusahaan fast moving consumer goods multinasional.  Pekerjaan saya salah satunya adalah melakukan kegiatan “brand activation” (bahasa awamnya : promosi).  Mulai dari event sponsorship kejuaraan motocross se kotamadya sampai ke level Kejuaraan Dunia Bulutangkis Thomas dan Uber Cup.  Mulai dari pertunjukan musik tingkat kabupaten sampai dengan pameran lukisan seorang maestro, pelukis Jeihan.

Semua rangkaian kegiatan tersebut pada umumnya dimulai dengan aktifitas press conference.  Kita mengundang wartawan dan menginformasikan event yang akan berlangsung, dengan harapan wartawan mendapatkan berita, dan kita pun mendapatkan gaung publikasi melalui media mereka.

koran
sumber : clipart, mspowerpoint

Ketika mengadakan pres-con, saya sering sekali bertemu dengan beberapa oknum yang biasa disebut orang wartawan tanpa surat kabar ini.  Entah mereka tau dari mana, ujuk-ujuk mereka muncul begitu saja di event kita.  Biasanya mereka datang rombongan, berdua atau bertiga. Sebetulnya kami sudah mempunyai daftar nama wartawan resmi yang diundang beserta medianya masing-masing.  Kami tentu memilih wartawan yang berkompeten, mempunyai kredibilitas, “track record” tulisannya bagus dan berasal dari media massa yang resmi.

Namun apa yang terjadi?  Ada banyak kejadian di mana terdapat banyak oknum yang datang dan mengaku wartawan/reporter dari media A, koran B, jurnal C, bulettin D, harian E dan sebagainya.  Mereka tidak terdaftar di daftar hadir tetapi nekat memaksa masuk.  Biasanya mereka hanya datang, bergerombol di belakang, merokok, dan menunggu pembagian goody bag saja.  Jarang ada yang mau duduk tertib mendengarkan pemaparan pembicara.

Dalam melakukan pres-con, kami biasanya dibantu oleh media relation agency.  Media relation agency yang bonafide pasti punya petugas semacam “body guard” atau security yang mengamankan orang-orang tak diundang seperti ini.  Mereka juga sudah menyiapkan goody bag versi KW 2, dengan isi “ala kadarnya* untuk diberikan ke mereka.  Sekedar agar mereka bisa segera pergi dari event kami  (yang disebut *ala kadarnya itu adalah : isinya hanya beberapa lembar dokumen press-release, satu ball point dan/atau selembar stiker event)

Selain wartawan tanpa surat kabar, ada lagi wartawan atau reporter yang berasal dari media-media kecil.  Wartawan/reporter seperti ini, saya perhatikan semakin banyak bermunculan pada saat masa reformasi dulu.  Saya masih ingat ketika itu, banyak sekali media-media baru diluncurkan.  Euphoria “bicara” sedang tinggi-tingginya.  Ada banyak sekali media, entah apa-apalah namanya.  Untuk tipe yang ini, agak sulit untuk menolaknya, karena mereka mempunyai kartu tanda wartawan dari media masing-masing.  Harian ini, harian itu, Jurnal ini, jurnal itu. Media internal ini, media internal itu.  Dan yang asiknya ada beberapa media yang ternyata “kagetan”.  Hanya terbit sekali, dua kali, lalu mati.  Sementara kartu tanda pengenal/wartawan/ reporternya masih ada terus, dan tidak ditarik.  Mereka tetap beredar, berburu pres-con. 

Sungguh memerlukan seni persuasif tersendiri untuk menolak orang-orang semacam ini.  Tegas tapi tetap sopan.  Karena biasanya jika mereka ditolak mereka punya ancaman klasik yang selalu mereka katakan.  “Waahhh bagaimana ini panitianya tidak profesional, akan kami tulis di media kami nanti!”  Menakut-nakuti.  Tapi biasanya ini hanya gertak sambal saja.  Mau ditulis di mana hawong medianya saja sudah tidak ada.

koran
(sumber : clipart. ms powerpoint)

Apa masalah hanya sampai saat pres-con saya?

Oh tentu tidak! 

Ada beberapa kali saya “ditodong” secara halus.  Dua tiga hari setelah pres-con, mereka datang ke kantor, membawa bukti tayang artikelnya.  Bukti bahwa event kita sudah ditulis di medianya (yang jujur saja, saya juga baru lihat wujud medianya saat itu)  “Artikel eventnya udah terbit nih Pak, mana nih partisipasinya” begitu katanya.  “Partisipasi?”.  Ya mereka minta uang secara halus.

Yang lebih asik lagi, suatu kali ada seseorang yang mengaku wartawan foto yang sengaja datang ke kantor lalu menjual beberapa foto dokumentasi kita saat pres-con kemarin.  Persis seperti tukang foto yang menjajakan foto di suatu acara seminar atau wisuda.  Saya yakin dia cuma mengaku-ngaku sebagai wartawan foto saja.  Kalau sudah begini, saya hanya bisa memberikan uang ganti cetak ala kadarnya saja (tentu setelah berkeringat tawar menawar, karena ini memakai uang dari kocek pribadi)(plus tak lupa saya minta beking satpam kantor)(hahaha)

.

Apa mereka masih ada sekarang?

Saya tidak tau.  Tetapi rasanya kok sudah semakin sedikit.  Atau bahkan sudah tidak ada lagi.  Wartawan zaman sekarang saya perhatikan sudah semakin profesional dan proporsional.  Karena persaingan industri media semakin sulit dan ketat.  Ditambah lagi, peran media massa cetak konvensional saat ini telah sedikit demi sedikit diambil alih oleh media online dan juga … Blog!  Ini adalah era di mana untuk mempublikasikan suatu produk atau kegiatan, pilihan media yang paling intim, personal dan efektif, (plus efisien) adalah melalui blog.

.

Lalu apa pelajarannya bagi kita para Blogger?

Yang utama tentu saja kita harus menjaga kredibilitas diri dan blog kita.  Kita harus menulis dengan baik, profesional dan berintegritas.  Tidak bohong-tidak nyontek dan tidak jorok.

blog

Jika ada undangan meliput suatu acara, maka daftarkan diri anda melalui koordinator/media relation agency yang ditunjuk.  Dan kalau sudah terdaftar maka tepatilah undangan tersebut.  Jangan asal mendaftar tetapi karena ada urusan lain lalu membatalkan janji begitu saja tanpa berita.  Jika anda berhalangan datang, segera beri tau koordinator blogger/agency.  Jadilah undangan yang mempunyai harga diri, manner dan tau tata krama.

Dan kalau sudah hadir, jangan lupa untuk segera menulis kesan dan pengalaman pribadi kita selama mengikuti acara tersebut di blog masing-masing.  Dengan versi kita masing-masing tentunya.  Sekali lagi kredibilitas kita sebagai blogger harus terus kita jaga.  Agar kita tidak menjelma menjadi … “Blogger tanpa Blog”.  Hahaha … maksa yah?

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.

Diposkan pada NGEBLOG

UP DATE PESERTA LOMBA MENULIS

Beberapa waktu yang lalu saya mengadakan lomba menulis yang saya beri tajuk : “LOMBA MENULIS : 1001 KISAH MASJID”

Perkenankan saya saat ini untuk menyampaikan daftar peserta lomba yang telah tercatat di form pendaftaran

Berikut adalah nama-namanya

Nama : URL Postingan :
1 rifki https://jampang.wordpress.com/2016/06/03/kain-sarung-dan-masjid-di-masa-kecil/
2 Dedy Herdian http://dedyherdian.wordpress.com/2016/06/03/masjid-at-taubah-rawajati/
3 Tri Wahyu Handayani http://www.haniwidiatmoko.com/2016/06/04/akad-nikah-unik-di-bajrakli-dzamija/
4 Fitri Nofianti http://roootan.blogspot.co.id/2016/06/suara-masjid.html
5 Mandor http://lemandore.blogspot.co.id/2016/06/ceramah-tarawih.html
6 Susanti Dewi http://www.santidewi.com/2016/06/masjid-dunia-anak-anak.html
7 Oyen maroyen https://myoyen.wordpress.com/2016/06/08/fira-dan-maskam/#more-2770
8 Enny http://ennyridaalin.blogspot.co.id/2016/06/keterbatasan-mental-tak-mengurangi.html
9 Wahyu Widyaningrum http://wahyuwidyaning.blogspot.co.id/2016/06/tips-sederhana-agar-barang-di-musholla.html
10 Tri Sulistiyowati http://raka-adhi.blogspot.co.id/2016/06/masjid-dan-bengkung-ibuku.html?m=1
11 Titie Surya http://tiarajingga.blogspot.co.id/2016/06/masjid-madrasah-kepemimpinan.html
12 Sultan http://www.phinisi.net/2016/06/ayah-izinkan-aku-ikut-ke-masjid.html
13 Sri rahayu http://www.istanabundavian.com/2016/06/senangnya-ngabuburit-di-masjid-al-qomar.html
14 Agus Wibowo (Bang Aswi) https://sosokitu.com/2016/06/15/kisah-baju-batik-berwarna-cokelat/
15 Dian Onasis http://www.dianonasis.com/2016/06/angpau-bagi-imam-masjid.html
16 Anjar Sundari https://waktuberhargabersama.blogspot.co.id/2016/06/masjid-sebagai-pusat-kegiatan-remaja.html
17 yusep hendarsyah http://yusephendarsyah.blogspot.co.id/2016/06/1001-kisah-masjid-asmaul-husna.html
18 ERLINA http://pawonelintang.blogspot.sg/2016/06/masjid-dengan-dua-kali-witir.html
19 Eko Nurhuda http://www.bungeko.com/2016/06/masjid-yang-dibangun-dengan-getah-karet.html
20 Topik Nugroho http://topiknugroho.com/Masuk-Pesantren.html
21 Dwi Aprilytanti Handayani http://braveandbehave.blogspot.co.id/2016/06/kisah-di-balik-al-ukhuwwah.html
22 Putri Rizkia (Usagi) https://mylitleusagi.wordpress.com/2016/06/22/anak-anak-dan-masjid/
23 Yudha Hari Wardhana http://www.yudhaprima.com/2016/06/22/memori-masjid-sier/
24 Hidayah Sulistyowati http://www.hidayah-art.com/2016/06/menyambut-malam-lailatul-qodar-di.html#more
25 rina susanti http://www.rinasusanti.com/2016/06/masjid-kubah-emas.html
26 Fahrizi Noer Fajar Azman https://firthblog.wordpress.com/2016/06/24/kesunyian/
27 Kautsar Ab http://kktsr.blogspot.co.id/2016/06/1001-kisah-masjid-ternyata-megahku-tak.html
28 Arina Mabruroh http://www.arinamabruroh.com/2016/06/cinta-kami-berawal-dari-masjid.html
29 Arina Mabruroh http://istanarina.blogspot.co.id/2016/06/anak-anak-senja-di-masjid-al-huda.html
30 Ayunda Slamet https://tajdiidunnisaa.wordpress.com/2016/06/26/bersembunyi-di-balik-masjid/
31 Myra Anastasia http://www.jalanjalankenai.com/2016/06/hikmah-dari-sebuah-masjid-di-kalibening.html
32 Abdul Cholik http://www.abdulcholik.com/lomba-blog/pidato-di-masjid-al-akbar-surabaya
33 Ida Tahmidah http://www.idatahmidah.com/2016/06/anak-anak-dan-masjid.html
34 Sri Wahyuni http://www.yunihandono.com/2016/06/1001-kisah-masjid-masjid-agung-sudirman.html

Lomba masih kami buka sampai dengan tanggal 30 juni 2016

Mohon teman-teman memeriksa, siapa tau ada yang sudah merasa mendaftar tetapi belum tercatat.  Atau ada yang sudah meraasa menulis tetapi belum mendaftar.  Mohon kami diberi tau yaaaa

Demikian …

Sekali lagi lomba ini masih terbuka sampai 30 Juni 2016 (pukul 23.59)

Demikian …

Lombamenulis

 

 

 

Diposkan pada ARTIKEL, FIKSI, NGEBLOG

LOMBA MENULIS : 1001 KISAH MASJID

Assalamu’alaikum wr.wb
Salam sejahtera

Beberapa waktu yang lalu saya meluncurkan perhelatan lomba bertajuk “Lomba Foto theordinarytrainer.com”

Setelah berjalan beberapa saat, saya mulai berfikir.  Hmmm … sepertinya tidak semua pembaca blog saya itu suka dengan fotografi.  Mungkin sementara orang akan merasa kesulitan untuk mengikuti lomba foto tersebut.  Entah karena kurang PD dengan gawai yang dipunyainya, ketidak tersediaan alat, atau it’s just simply … memang kurang hobby foto-foto.  Nah untuk memberikan kesempatan kepada mereka agar tetap bisa berpartisipasi meramaikan lomba saya, maka saya mencoba untuk membuat lomba yang lain lagi.  Yaitu LOMBA MENULIS.  Blogger tentu suka menulis bukan ?

Temanya tetap serba serbi seputaran Masjid

Nah … kita sebut saja lomba ini : “LOMBA MENULIS : 1001 KISAH MASJID”

1001 KISAH MASJID artinya bisa :

  • Kisah yang terjadi di dalam masjid,
  • Kisah yang terjadi di seputaran lingkungan masjid,
  • Kisah tentang sebuah kegiatan masjid
  • Kisah yang berlatar belakang masjid
  • Kisah yang berawal dari masjid
  • Kisah yang berakhir di masjid
  • Kisah tokoh pengurus masjid
  • dan sebagainya

Mudah-mudahan temanya cukup jelas ya …

Mari kita simak syarat-syarat dan ketentuannya.

—-

Tujuan :

  • Memberikan pencerahan, pembelajaran, informasi, renungan, dan/atau hiburan kepada khalayak pembaca melalui kisah-kisah atau artikel menarik penuh hikmah yang berlatar belakang masjid (termasuk di dalamnya langgar/musholla/surau).
  • Menuliskan kisah penuh hikmah tersebut secara menarik, efektif, tidak nyinyir dan tidak bertele-tele.
    .

Apa yang harus peserta lakukan ?

  1. Membuat SATU POSTINGAN TULISAN BARU di blog masing-masing
  2. Tulisan hanya terdiri dari +/- 200 kata saja. (Maksimal 210 kata)
  3. Buat tulisan dalam bahasa yang mudah dimengerti. 
  4. Pergunakan kalimat yang efektif dan tidak bertele-tele
  5. Boleh menambahkan foto/gambar/sketsa untuk ilustrasi (tapi ini tidak dinilai)(yang dinilai hanya tulisan)
  6. Pada bagian akhir postingan mohon ditulis : “Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid” (diberi link hidup ke postingan ini)
  7. Mohon dituliskan juga di pojok kiri bawah, word count (jumlah kata yang digunakan)(untuk cross check juri)(misalnya : 189 kata)
  8. Lalu sematkan gambar logo ini di bagian penutup :
    Lombamenulis
  9. Daftarkan postingan anda kesini : http://goo.gl/forms/TwK8tr5L9JoC8JSA3
    .
  10. (Tidak Wajib) Peserta disarankan untuk menyebarkan tulisannya melalui akun FB (dengan mention @nhher), atau twitter (dengan mention @nh18) atau IG (dengan mention @nhher)(salah satu saja)(tapi kalau mau dua atau tiga-tiganya ya nggak papa juga …)
    .

Apa yang ditulis ? (silakan pilih salah satu)

  • Kisah NYATA atau artikel penuh hikmah yang mengambil latar belakang masjid/langgar/musholla /surau.  Misalnya kisah perjuangan hidup, cerita haru, kesetiakawanan sosial, informasi praktis, kebersamaan, keluarga, romantis, heroik, inspiratif, lucu, seram, manis, sedih dan sebagainya.  Bisa merupakan kisah pengalaman sendiri ataupun kisah yang diceritakan oleh orang lain kepada anda.

    atau …
  • Cerita FIKSI, kisah rekaan belaka namun penuh hikmah.  Yang mengambil latar belakang masjid/langgar/musholla /surau.   Sama seperti kisah nyata di atas, bisa bercerita tentang kisah perjuangan hidup, cerita haru, kesetiakawanan sosial, kebersamaan, keluarga, romantis, heroik, inspiratif, lucu, seram, manis, sedih dan sebagainya.

Catatan Khusus :

  • Jika anda memilih untuk menulis cerita FIKSI, mohon cerita yang ditulis tersebut TIDAK bergenre “science fiction” atau “khayalan” (Contohnya jangan seperti cerita dongeng, cerita masa depan, superhero, Startrek, Star War, Harry Potter atau yang sejenisnya)
  • Sekalipun fiksi atau rekaan, namun cerita tersebut sangat mungkin terjadi di kehidupan yang nyata saat ini (realistis)
    .

 Apa syarat peserta ?

  • Lomba ini terbuka bagi seluruh Blogger, memiliki blog berplatform apapun.
  • Di blognya minimal sudah ada 10 postingan.
  • Memiliki alamat di Indonesia. (untuk pengiriman hadiah, jika nanti menang)
  • Satu blog hanya boleh mengikut-sertakan 1 (satu) tulisan saja.
  • Jika seorang blogger mempunyai lebih dari satu blog, maka dia boleh mengikuti kepesertaan sebanyak blog yang dipunyainya.
  • Para peserta lomba foto tetap BOLEH ikut juga meramaikan lomba menulis ini.
  • Dan sebaliknya peserta lomba menulis ini juga tetap BOLEH ikut menyemarakkan lomba foto.
    .

Apa ketentuan tulisannya ?

  • Tulisan BELUM PERNAH diikut sertakan dalam lomba apapun.
  • Harus ORISINAL (tulisan hasil karya sendiri bukan mencuri karya orang lain)(Kami tidak bertanggung jawab jika di kemudian hari ada protes/tuntutan hukum dari pihak lain terhadap karya yang diikut sertakan)
  • Tidak boleh bertentangan dengan hukum dan tata nilai yang berlaku. Baik hukum agama maupun hukum negara.
  • Tidak boleh menyinggung/melecehkan/merendahkan/menghina/menyerang pribadi seseorang dan/atau sekelompok orang dan/atau golongan.
    .

Periode lombanya kapan ?

  • Kontes dimulai saat artikel ini ditayangkan, dan akan ditutup pada tanggal 30 Juni 2016 (jam 23.59)
  • Pengumuman pemenang insya ALLAH akan dilakukan pada tanggal 11 Juli 2016
    .

Apa kriteria penilaiannya ?

  • Kesesuaian dengan tema
  • Jelas, mudah dimengerti, alur sistimatis, runtut dan enak dibaca
  • Menggunakan kalimat yang efektif tanpa kehilangan makna
  • Keunikan ide dan kreatifitas pemilihan kata
    .

Siapa jurinya ?

  • Penilaian akan dilakukan sendiri oleh @nh18
  • Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
    .

Apa hadiahnya ?
(jika peserta >100)

  • TIGA tulisan unggulan PERTAMA. Masing-masing akan mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 100.000
  • TIGA tulisan unggulan KEDUA. Masing-masing akan mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 90.000
  • TIGA tulisan unggulan KETIGA. Masing-masing akan mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 80.000

(jika peserta 50 < 99)

  • Hadiah tetap sama namun jumlah unggulannya masing-masing menjadi DUA

(jika peserta 3 < 49)

  • Hadiah tetap sama namun jumlah unggulannya masing-masing menjadi hanya SATU saja.


Jadi demikianlah teman-teman, besar harapan saya, teman-teman berkenan untuk ikut menyemarakkan lomba menulis ini.  Mari kita semarakkan bulan yang istimewa ini dengan cara yang sederhana dan penuh suka cita.

Sekali lagi, lomba ini terbuka bagi siapa saja yang punya blog, yang sudah berisi minimal 10 postingan.  Siapapun anda  … !

Kami menunggu karya tulisan orisinal anda … !

Wassalamu’alaikum wr.wb
Salam sejahtera

Lombamenulis

Diposkan pada ARTIKEL, NGEBLOG

JAJANAN KAKI LIMA FAVORIT NH18

Ada sebuah tantangan menarik yang dilontarkan oleh Maya Siswadi, seorang bloggerwati yang bermukim di Tangerang Selatan.  Tantangannya sederhana saja, yaitu menceritakan lima jenis jajanan favorit yang kita sukai.

Pada hakikatnya saya bukanlah orang yang menyukai petualangan kuliner.  Setiap kali travelling ke tempat-tempat tertentu baik itu di dalam maupun di luar negeri, teman-teman saya pasti putus asa mengajak saya wisata kuliner, berburu makanan khas setempat.  Dijamin saya tidak akan pernah mau diajak. (Ah percuma ngajak si Nanang, dia mah orangnya gitu … nggak seru !)

Pas berkunjung ke suatu kota tertentu, mau makan ? Yang dicari pasti warteg atau warung Padang.  Kalaupun diajak ke restoran, pesannya pasti standart … nasi goreng ! Minumnya teh panas manis.  Atau kalau di luar negeri, mentok-mentoknya gerai cepat saji pak Ron atau Pak Kolonel.  Selera saya memang sangat konvesional.  (tepatnya menyedihkan !)

Namun demikian jika saya ditanya, adakah jajanan-jajanan favorit yang Om NH senangi ?  Tentu saja ada lah.  Dan karena saya ini orang rumahan, dan baru berkeliaran cari makan ketika saya libur tidak mengajar.  Maka jajanan favorit ini relatif lokasinya yang dekat-dekat rumah saya saja  (di daerah Pondok Cabe, Tangerang Selatan)

Mari saya ajak anda sekalian, mencicipi jajanan-jajanan kesukaan saya.

.

1.Nasi Uduk Nyai
Sebut saja demikian.  Ini adalah nasi uduk paling enak yang pernah saya makan.  Asli Betawi.  Letaknya di depan Masjid Al Ittihad, di Jl. Purnawarman, Ciputat Timur.  Gurihnya pas, pake sambel kacang.  Semurnya nyus,  telor balado dan telor dadarnya “Betawi” banget.  Nyai tidak hanya menjual nasi uduk saja, tetapi juga ketupat sayur dan beberapa penganan tradisional Betawi, seperti gemblong, ketan kelapa, bakwan dan sebagainya.  Tapi yang saya rekomendasikan tetap nasi uduknya.  Kedai Nyai hanya buka pagi hari, biasanya melayani mereka yang berangkat ke kantor atau ke sekolah.  Jam 11 makanan di sana biasanya sudah habis semua.  Apalagi hari Minggu.  Seporsi nasi uduk dengan telur dadar, mihun goreng dan semur tempe harganya Rp.10.000 saja

k51

.

2.Soto Bakso Kumis Pak Solihin (alm)
Atau sekarang namanya berganti menjadi Bakso “Rasa Nyata” (Pa Kumis).  Sesungguhnya ini bakso biasa.  Tapi almarhum Pak Solihin (sang founder) menambahkan asesori soto ke dalamnya.  Ada potongan lumpia, kubis, tomat segar, daging sapi dan kedelai goreng.  Jadilah menu ini dinamakan Soto Bakso.  Rasanya enak.  Baksonya pun lembut.  Cocok untuk selera om-om ompong seperti saya. 

k53
(nggak pake kedele)(udah nggak kuat ngunyahnya)

.

Lapak bakso ini letaknya berada di dalam kompleks perumahan UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Buka dari sekitar jam 9 pagi sampai sekitar jam 8 malam.

Kemasyhuran bakso ini sudah tidak diragukan lagi.  Coba saja tanyakan kepada mereka yang pernah kuliah di UIN Jakarta.  Alumni atau mahasiswa,  baik itu yang baru kuliah tahun kemarin maupun yang sudah lulus 20 tahun yang lalu.  Biasanya mereka akan berkata, bahwa mereka pernah nongkrong di kedai ini.  Ya bakso ini berdiri sudah lama sekali, dan sangat terkenal di kalangan mahasiswa UIN Jakarta. 

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah ngobrol dengan Pak Solihin (beliau masih sehat waktu itu).  Beliau usaha jualan bakso ini diawali dengan jualan pikulan.  Dan kemudian karena kegigihannya dia berhasil menyewa kios.  Usahanya terus berkembang sedikit demi sedikit, sampai akhirnya beliau beserta istrinya bisa menyekolahkan tinggi anak-anaknya dan bahkan menunaikan ibadah haji berkat usahanya ini.  Sekitar tahun 2014 yang lalu Pak Solihin meninggal dunia, menyusul sang istri yang sudah meninggal terlebih dulu.  

Sekarang kios bakso kumis Pak Solihin (i.e Bakso Rasa Nyata) ini diteruskan oleh salah seorang pegawainya.  Meskipun sudah ditinggal sang founder, rasa dari bakso legendaris ini tetap tidak berubah. Soal harga ? Murah pol ! (hawong harga mahasiswa).  Seporsi soto mie bakso hanya Rp. 13.000 saja.

k52

.

3. Bakmi SS

Taglinenya : “Bakmi SS rasa GM”.  Hahaha.  Ciye-ciye-ciye.  Rupanya rasa bisa juga dicopy paste.  Seperti yang sudah anda duga, beberapa menu di Bakmi SS ini merupakan tiruan dari menu bakmi yang terkenal itu.  Setelah saya rasakan, ya memang tidak jauh berbeda.  Yang berbeda hanyalah harganya.  Jauh lebih murah tentu.  Menu favorit saya di sini adalah Bakmi Spesial Pangsit Goreng dan … Nasi Goreng ! (again ?)

Harga Bakmi Spesial Pangsit Goreng hanya sekitar Rp. 18.000 an.  Sementara Nasi Goreng hanya Rp. 21.000 saja

20160313_200311_resized

Bakmi SS ini letaknya ada di sebuah pujasera.  Pusat jajan serba ada.  Buka dari jam 10.00 sampai 24.00 (kalau malam minggu).  Hari biasa hanya sampai jam 22.00  Sejarahnya, pujasera ini terbentuk karena adanya penertiban dan penggusuran lapak-lapak di sepanjang kali Enggram (anak kali Pesanggrahan).  Para pedagang lapak makanan tersebut akhirnya disatukan di sebuah tempat baru yang bernama TKC.  Taman Kuliner Cireundeu.  Letaknya ada di ujung Jl. Purnawarman, dekat kompleks perumahan Mandiri. Cireundeu Tangerang Selatan.  Lebih rapi.  Lebih tertib.  Jika malam minggu ada hiburan live music ala kadarnya.  Cukup membuat gembira pengunjung dan pegawai lapak.

Menurut pendapat saya kondisi mereka kini jauh lebih baik, dibanding ketika mereka masih membuka kedai di pinggir kali.  Pengunjung terlihat lebih ramai dan kebersihan lebih terorganisir dengan baik.  lahan parkirnya pun tidak mengganggu lalu lintas seperti dulu.

20160313_200301_resized

 

4. Sate Ayam Warung Khas Madura

Ini juga makanan standar.  Maksudnya makanan standar kalau Bunda sedang tidak masak di rumah.  Untuk makan malam, saya biasanya akan merapat ke lapak kaki lima yang satu ini.  Warung Khas Madura namanya.  Baik itu nongkrong di tempat, atau bungkus bawa pulang.  Warung K5 ini letaknya di Jl. Cireundeu Raya.  Tepat di seberang resto “warung pizza” berwana merah yang terkenal  itu.  Buka hanya malam hari saja, dari jam 18.30 sampe sate habis.

k54

Yang jualan asli Madura.  Mereka menjual sate ayam, sate kambing dan juga sop kambing.  Bisa pakai nasi, bisa pakai lontong.  Digadopun monggo.

k56

Namanya juga selera konvensional, sejauh ini saya baru merasakan sate ayamnya saja.  Saya belum pernah beli sate kambing dan sop kambingnya.  Harga satu porsi (10 tusuk) dibandrol Rp.17.000 saja.  Kalo tambah lontong jadi Rp.20.000.   Menurut saya ini adalah sate ayam yang paling enak yang ada di sekitar rumah saya.  Apa lagi jika bumbunya ditambah potongan bawang merah mentah.  Hhmmm ! (hah … harum !)

.

5. Sate Padang Ajo Suardi

Saya mulai jatuh cinta pada sate Padang yang satu ini gara-gara si Sulung dirawat di RS Syarif Hidayatullah karena sakit demam berdarah.  Gerai kaki lima sate Padang ini letaknya memang tepat berada di depan rumah sakit tersebut.  Berdekatan pula dengan mesjid Fatullah UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Ketika saya menjaga si Sulung, karena lapar malam-malam saya mencari makan.  Bertemulah saya dengan kaki lima yang satu ini.  Sate ini hanya buka malam hari (19.00 s/d 23.00)

20160314_192905_resized

Entah karena lapar, entah karena lelah, saya merasa sate Padang ini adalah sate Padang yang paling enak yang pernah saya rasakan di Pulau Jawa. (hahaha lebay yak ?)(Sate Padang Mak Syukur Padang Panjang nggak masuk hitungan … karena itu legend …)(tak tertandingi)(hahaha).  Saya koreksi pernyataan saya, ini adalah sate Padang yang paling enak yang ada di dekat rumah saya.  🙂

20160314_193012_resized

Aroma bumbunya enak sekali.  Kekentalannya pas.  Dagingnya pun relatif empuk dan matang.  Sate Padang ini enaknya memang dimakan selagi panas.  Jika sudah dingin, bumbunya sudah tidak enak lagi.  Harga satu porsi 10 tusuk + 1 ketupat Rp. 17.000

20160314_193241_resized

Jadi demikianlah …

Saya baru saja menceritakan jajanan-jajanan favorit saya.  Kalau mau dipetakan kira-kira letaknya seperti ini …

map

Semuanya berada di seputaran tempat tinggal saya.  Sekali lagi ini karena saya orang rumahan, dan bukan tipe petualang kuliner yang suka berkeliaran ke sana-ke mari mencoba-coba (atau memfoto-foto) berbagai jenis makanan.  Selera saya sangat konvensional.  Tepatnya, benar kata teman saya : “Untuk urusan makan-makan si Nanang mah orangnya gitu … nggak seru !”

Hahaha

Salam saya

om-trainer1

.

.

(harga per 15 Maret 2016)

(seluruh foto adalah milik pribadi @nh18)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Advencious First Giveaway dan JengSri”

Diposkan pada NGEBLOG

PERMAINAN “TANPA NAMA”

Ada dua orang teman saya yang berkolaborasi mengadakan perhelatan “give away”.  Saya tergerak untuk ikut.

Teman-teman tersebut, yang pertama adalah Mama Calvin, Lidya Fitrian, seorang ibu dari dua anak.  Tinggal di Bekasi.  Penyandang gelar Ratu Blog Walking yang belum terpatahkan.  Ya Lidya Fitrian adalah blogger yang sangat rajin blog walking, menyambangi, membaca dan memberikan komentar di blog rekan-rekannya.  Komentarnya pun bukan komentar asal lewat basa basi belaka.  Komentarnya selalu sesuai dengan isi postingan.  Beruntung saya sudah beberapa kali bertemu dengan Mbak Lidya

Yang kedua adalah Rahmah “chemist” Bunda Salfa.  Asal Maros, Sulawesi Selatan yang sekarang bermukim di Palangkaraya.  Saya pernah bertemu dengan Rahmah, secara tidak sengaja di acara Blogger Nusantara 2013.  Waktu itu kami satu homestay, di Homestay nomor 3 Desa Wisata Tembi, Yogyakarta.  Kita sempat ngobrol-ngobrol hangat saat sarapan pecel di teras rumah bersama Kang Didno dari Indramayu.

Sekarang mari kita membahas perhelatan give away mereka.  Tema Give away mereka sangat sederhana.  Menceritakan permainan masa kecil.

Bicara tentang permainan masa kecil, ada banyak sekali permainan yang bisa saya ceritakan.  Ada bentengan, tak umpet, galasin, tok kadal, kelereng, taplak gunung, ular naga, layangan, gambaran dan lain sebagainya.  Jika saya bercerita mengenai permainan-permainan tersebut mungkin tidak istimewa lagi karena sudah banyak yang membahas.

Kali ini saya akan menceritakan satu permainan yang menurut saya menarik, dan jarang diceritakan orang.  Namun celakanya saya lupa apa nama permainannya.   Maka dari itu sebut saja permainan ini Permainan “Tanpa Nama” (Rumah Makan Padang kali aaahhh …)

Ini permainan kelompok, lebih banyak anak lebih asik dan menarik.  Permainan ini sangat sederhana tidak memerlukan alat bantu atau perlengkapan khusus.  Hanya dua kerikil saja.   Ya … dua butir batu kerikil !!!

Cara bermainnya :
1. Bagi anak-anak menjadi dua tim dengan anggota yang sama banyak. Masing-masing menunjuk ketua timnya (sebut saja tim Mawar dan tim Melati)

2. Mereka berdiri berbanjar saling berhadapan.  Jarak antara barisan satu tim dengan tim lainnya bisa 10 sampai 20 meter, tergantung lahan lapangan yang ada.

satu

3. Undi/”suit”/”sut” untuk menentukan tim mana yang “main” duluan. (Katakanlah yang main duluan adalah tim Mawar)

4. Cara mainnya gampang.  Seluruh anggota tim Mawar berdiri dengan sikap istirahat, tangannya semua di belakang.

5. Ketua tim Mawar (TL) berjalan berkeliling di belakang anggota-anggotanya dan secara diam-diam menaruh kerikil di genggaman salah satu anggota timnya.  Kerikil digenggam baik-baik.  Pasang muka “poker face”.  Jangan norak.  Agar tidak ketauan lawan.

6. Jika sudah selesai, tim Melati akan menebak.  Kerikil berada di genggaman siapa ?

7. Jika tebakannya tim Melati betul.  Formasi barisan Mawar tetap seperti semula tidak berubah.  Giliran tim Melati yang gantian bermain.  Ketua Tim Melati (TL) akan melakukan prosedur yang sama seperti nomor 5.

8. Namun jika tebakan tim Melati salah.  Maka anggota tim Mawar yang tadi menggenggam kerikil maju satu langkah.  (dalam contoh ini adalah pemain nomor 2).  Giliran tetap di tim Mawar. Ketua tim Mawar kembali melakukan prosedur nomor 5.

dua
9. Demikian seterusnya, masing-masing  berusaha menempatkan kerikil di genggaman anggotanya,  berupaya untuk tidak tertebak lawan, agar bisa terus maju selangkah demi selangkah sampai salah satu anggota tim ada yang menginjak atau melampaui garis finish.  Garis finis adalah garis di mana lawannya berdiri pada saat awal pertandingan.  Tim yang berhasil melampaui garis finish tersebut merekalah yang menang.  (contoh dalam hal ini adalah Tim Melati yang menang, karena si d berhasil mencapai garis lawan)

tiga

.

Letak menariknya permainan ini ada pada bagaimana cara mengelabui tim lawan.  Ketua tim harus jeli untuk menempatkan batu kerikilnya secara diam-diam di genggaman salah satu anggota timnya.  Ketua tim pun harus punya strategi untuk dapat segera menempatkan anggota-anggotanya melangkah se maju mungkin. 

Bagaimana dengan peran anggota tim ? 
Anggota tim juga harus punya 1001 cara untuk mengelabui lawan.  Agar lawan salah menebak.  Entah itu pura-pura grogi, pura-pura salah tingkah, cengar-cengir, pura-pura panik, agar lawan curiga dan memilih dia sebagai orang yang menggenggam kerikil.  Padahal batu kerikil tidak ada padanya. “Wuek” lawan tertipu. Demikian juga sebaliknya bagaimana anggota tim yang menggenggam kerikil bisa memasang muka datar, “poker face”, se”cool” mungkin, tenang, agar lawan tidak mengira bahwa kerikil itu ada padanya.

Lalu apa manfaat dari permainan ini ?
Selain untuk membuat anak-anak senang bergembira bersama, permainan ini menurut saya juga mempunyai beberapa manfaat.  Yang pertama tentu saja membina kekompakan tim.  Bagaimana mengelola satu tim agar bisa mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya.  Yang tidak kalah pentingnya permainan ini juga mengajarkan kejujuran.  Anak-anak harus jujur.  Siapa yang memegang kerikil harus jujur mengakuinya.  Mereka hanya menggunakan satu kerikil saja setiap tim.  Tidak dua tiga atau lebih untuk mengelabui lawan.

Dan yang terakhir permainan ini juga mengajarkan bagaimana mengatur strategi penempatan kerikil yang didasari oleh sikap yang sabar.  Sabar dalam mencapai tujuan, tidak tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaannya.

Saya tidak tau apa teman-teman pernah memainkan permainan seperti ini saat kecil dulu.  Jangan-jangan permainan ini sudah punah ?  Saya tidak pernah lagi mendapati anak-anak di lingkungan rumah saya memainkan permainan ini.

Eh, kita main permainan “tanpa nama” ini yuuukkk … !?

Salam saya.

om-trainer1.

.

.“Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa” 

.

.mama-calvin-&-bunda-salfa-giveaway