Diposkan pada 7. Interview, ARTIKEL, RECRUITMENT & SELECTION

KESEMPATAN BERTANYA

(Ini tentang serba-serbi melamar pekerjaan)

Salah satu proses penting dalam seleksi penerimaan pegawai adalah interview atau wawancara.  Proses interview yang baik biasanya selalu diakhiri dengan sesi memberikan kesempatan bagi kandidat calon karyawan untuk menanyakan hal-hal yang ingin dia ketahui.  Agar terjadi komunikasi dua arah yang seimbang (i.e tidak seperti sedang interogasi maling ayam)

Berdasarkan pengalaman saya beberapa tahun menangani proses rekrutmen karyawan di suatu perusahaan multinasional, ada banyak tipe-tipe pertanyaan yang biasanya dilontarkan oleh para kandidat calon karyawan tersebut.

Hal yang biasa ditanyakan mereka di antaranya adalah :

  • Hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan (i.e gaji, benefit, remunerasi, tunjangan kesehatan dan sebagainya)
  • Hal-hal yang berkaitan dengan masa depan, jenjang karier dan pengembangan diri.
  • Menanyakan perkembangan performa perusahaan? omset naik atau turun? Profit perusahaan dsb.
  • Produk/layanan yang dijual apa saja ?
  • dan hal-hal umum lainnya

Namun disamping hal-hal yang umum tersebut, kadang ada satu dua pertanyaan yang sanggup membuat saya tertegun beberapa saat.  Tertegun karena tidak siap ditanya dengan pertanyaan yang “sedemikian rupa”.  Pertanyaan yang ajaib.

Pertanyaan sedemikian rupa seperti apakah ?

Berikut ini adalah beberapa contohnya :

  1. “Pak, … kita nanti boleh milih dapet mobil dinas yang matic nggak ?
    • (belum tentu dapat jatah mobil dinas, tapi dia sudah minta yang macam-macam)
  2. “Pak, … perusahaan ini punya grup Band yang anggotanya karyawan nggak ?
    • (huahahaha … mantan anak Band rupanya !)(ente mau kerja apa mau nge-band?)
  3. “Bulan depan saya mau liburan ke Australia, kalo saya keterima boleh nggak waktu masuknya nanti diundur sampai sekembalinya saya dari sana?
    • (guweh suka gaya eloh, pede abis!)(Ini perusahaan nenek moyangnya)(belum masuk udah ngatur-ngatur)
  4. “Nanti meja kursinya warna apa Pak? Soalnya saya kurang suka warna coklat”
    • (penting banget nggak sih !)(segala warna dibahas)
  5. “Pak, emang si “xxx” yang penyanyi terkenal itu, kerja di sini juga ya ?”
    • (kalo iya kenapa? ente mau poto bareng tiap hari ama dia ?)
  6. “Pak saya boleh bawa ikan cupang saya nggak ?”
    • (aktifis penyayang binatang cyint)

Asik kaaannn pertanyaannya ?

Namun dari sekian banyak pertanyaan “unik” yang pernah disampaikan oleh para calon karyawan itu ada satu pertanyaan yang cukup menyentuh.

“Mohon maaf sekali Pak, nanti gaji saya untuk tiga bulan, bisa dibayar di depan nggak?  Kami sedang butuh biaya untuk mengobati orang tua yang sakit.  Sekali lagi maaf kalau saya lancang Pak”

Jujur untuk pertanyaan yang satu ini saya betul-betul speechless.  Perlu waktu beberapa saat untuk menjawab pertanyaan tersebut.  Walaupun jawabannya sudah jelas tidak bisa, tapi saya harus memilih kata-kata yang tepat untuk menanggapi pertanyaan ini dengan bijak.

Jadi demikianlah …

Sebetulnya tidak ada pertanyaan yang salah, selama itu disampaikan dengan kata-kata yang baik dan cara yang sopan.  Namanya juga nanya kan … ?

Namun ketahuilah, sebetulnya dari isi pertanyaan tersebut, interviewer yang berpengalaman pasti dapat menangkap motivasi bekerja (dan juga prediksi peri laku) dari masing-masing kandidat yang melamar ke perusahaannya.

So …

Hati-hatilah mengajukan pertanyaan !

 

Salam saya

om-trainer1

.

.

.

Diposkan pada PERTUNJUKAN HARI INI, RECRUITMENT & SELECTION

KURSI BERMEJA

25 Juni 2016

Ini cerita tentang kursi bermeja.  Atau ada juga yang menyebut kursi kuliah.  Disebut kursi kuliah karena memang model kursi ini sering kita jumpai di ruang-ruang kuliah.

Inovasi produk ini sangat jitu untuk menyiasati ruangan yang sempit.  Ruang bisa dihemat untuk bisa ditempati lebih banyak orang.  Daripada mesti menyediakan meja yang makan tempat. Ditambah lagi, kursi ini tentu jauh lebih mudah digeser-geser dan diatur-atur sesuai kebutuhan.

kursi lipat
(source : http://www.freeimages.com/photo/doodled-desks-2-1207070)

.

Ada apa dengan kursi bermeja ?

Hari-hari ini adalah musimnya ujian masuk perguruan tinggi.  Ada sebuah perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan ujian masuk secara mandiri.  Peminatnya sangat banyak.  Sehingga mereka butuh banyak ruang, banyak meja, banyak kursi bermeja untuk melakukan ujian tes masuk mandiri ini.  Konon tercatat ada 17.000 calon mahasiswa yang mengadu nasib ikut tes masuk di perguruan tinggi ini.

Orang ujian itu perlu meja untuk menulis.  Namun di sisi lain jumlah meja sangat terbatas.  Jumlah kursi yang bermeja pun terbatas.  Sementara itu yang melamar untuk jadi mahasiswa jumlahnya berlipat-lipat kali lebih banyak.

.

Akhirnya bagaimana ?

Akhirnya mereka menyediakan kursi “penganten”.  Atau kursi untuk pesta atau kursi lipat.  Yang tidak mempunyai meja

kursi penganten
(sekedar contoh saja,  Sumber : clipart, MSPowerPoint2010)

Akibatnya apa ?

Banyak calon mahasiswa yang kesulitan untuk menulis.  Tepatnya kesulitan untuk menulis dalam jangka waktu lama.  Secara ergonomis kursi-kursi tersebut memang tidak dirancang untuk diduduki dalam waktu sekian lama, apalagi sambil menulis.

Para calon mahasiswa tersebut memang telah diminta untuk membawa tatakan untuk menulis, namun tetap saja menulis dari jam 07.00 sampai dengan jam 13.00 cukup melelahkan.  Mereka harus menunduk dalam waktu yang cukup lama.

Untuk menyiasati kelelahan tersebut, mereka ada yang minta izin untuk “mecingkrang”.  Kedua kaki naik ke kursi seperti orang nongkrong di buk buk tegongan.  Paha dan dengkul mereka menjadi landasan untuk menulis.  Dengan demikian posisi menulis mereka masih tetap tegak. 

Menurut kawan saya yang ikut menjaga ujian di universitas tersebut, ada juga beberapa peserta testing yang “ndeprok” di lantai.  Duduk di lantai.  Mereka justru menggunakan dudukan kursi sebagai meja.  Ini juga sangat menolong untuk membuat mereka tetap bisa tegak menulis, mengurangi kelelahan.

Melihat pengalaman-pengalaman tersebut, saya punya ide solusi.

Jika memungkinkan, para calon mahasiswa tersebut diminta saja untuk membawa meja lipat.  Itu lho, meja yang suka digunakan anak-anak TK untuk lomba menggambar.  Rasa-rasanya ini lebih enak untuk mengerjakan ujian masuk perguruan tinggi tersebut.  Punggung tidak begitu capek.  Dan menulis pun jadi lebih nyaman.  Lagi pula gambarnya pun juga macam-macam, bisa untuk mengurangi kebosanan.  Ada motif Prinses, Barbih,  Ultramen, Engri Bet, Nemo, Dori atau Sepong Bob (jika mau lebih semangat lagi ganti aja gambarnya dengan gambar Syahrini,  Dewi Persik,  Julia Perez atau Trio Macan)

🙂 🙂 🙂

meja gambar
(meja gambar diperankan oleh model)

.

Bagaimana ?  Brilyan kan usul ku ?

.

But seriously :

Untuk adik-adik yang sedang mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri.  Ayo semangat.  Semoga kalian bisa mendapatkan tempat kuliah terbaik yang kalian idam-idamkan !

.

BTW
Teman-teman sekalian ada yang pernah mengikuti ujian tes masuk.  Entah masuk perguruan tinggi maupun tes masuk calon pegawai ?  Apakah kursi yang disediakan cukup memadai untuk anda menulis dalam jangka waktu yang lama ?
Curhat yuuuukkkk ! (walaupun itu cerita masa lalu)

Salam saya

om-trainer1

.

.

.

.

Diposkan pada 7. Interview, RECRUITMENT & SELECTION

BUBBLE GUM

Tentang Permen Karet …

Apa para pembaca suka permen karet ?
Saya waktu muda dulu sekali-sekali mengunyahnya … Tetapi sekarang tidak lagi …

Kenapa sekarang tidak ?
Karena Permen Karet itu kalo dikunyah … suka nempel-nempel di gigi palsu saya … Rasanya jadi malah risih (hehehe)

So … What is so special about Permen Karet ?
Konon kabarnya … Permen karet berguna untuk senam mulut … sering dikunyah oleh para penyanyi yang mau tampil di panggung … Ini supaya otot-otot wajah, alat-alat pengucapan dan mulutnya bisa melakukan pemanasan terlebih dahulu agar lebih relax … sebelum mereka menyanyi …

Permen karet juga banyak dikunyah oleh mereka yang melakukan Pendakian Gunung atau Tebing … katanya supaya mulut dan kerongkongan kita tetap basah …

Saya tidak tau apakah kedua hal tersebut diatas adalah benar atau tidak.

NAMUN DEMIKIAN …
Saya mau cerita sedikit mengenai “the other side of Bubble Gum”. 
Ketika itu saya menjadi tim rekrutment karyawan baru di perusahaan saya. 
Suatu ketika ada seorang kandidat, muda usia,  yang datang ke proses interview sambil ngunyah permen karet …

(wow … saya bergumam dalam hati … !)

Saya tidak tau hukum dan etikanya …
Apakah ini dibenarkan atau tidak …
Tetapi Hati kecil saya berkata … bahwa orang ini sangat meremehkan lawan bicaranya …

Ya … saya tau … mungkin … perasaan saya tersebut tidak pada tempatnya … dan tidak mendasar sama sekali …
Tetapi apapun … itu lah yang saya rasakan ketika itu.

Jika saya melihat orang yang mengunyah permen karet … kesannya kok agak Bagemanaaa gituh … Apa lagi jika dia sedang kita ajak bicara … (ini dalam proses interview pula)

Sekali lagi saya tidak tau bagaimana Tata-Kramanya …
Bagaimana sejatinya unggah ungguhnya …
Karena memang secara hukum dan ditinjau dari sisi manapun …
Di perusahaan saya pun tidak ada satupun pasal yang melarang karyawannya untuk mengunyah permen karet
Ngunyah permen karet itu sama sekali tidak melanggar apa-apa …
Pula … tidak merugikan siapapun kan … ?

Tapi entah mengapa …
Saya kok benci sekali …
Jika melihat orang yang sedang saya ajak bicara itu … mengunyah permen karet …

Bagaimana Pendapat Anda …???
Apakah saya terlalu sensitif ? perasa ? terlalu Lebai ?

.

.

Diposkan pada RECRUITMENT & SELECTION

CERITA RABU

(tanpa konsep … langsung ketik …)

10 Februari 2010 …

Hari ini tidak ada cerita apa-apa … hehehe

Trainer seharian ini akan disibukkan oleh proses rekrutmen dan seleksi di departemen kami …
Dari Pagi sampai Sore …

SO …

Maaf sedang tidak bisa diganggu … 
(trainer lagi “cuci mata” … !!!)

(halah ganjen !!!)

Bagi mereka yang ingin tau kiat-kiat bagaimana menundukkan proses rekruitment dan seleksi …

Please reffer ke sini … (saya tulis lengkap … step-by step)

.

Diposkan pada RECRUITMENT & SELECTION, TRAINING

COMMUNICATION SKILLS

(postingan ini khusus saya persembahkan untuk si Adit Kutu)(yang sekarang sedang mengikuti proses seleksi)

Tulisan ini someway – somehow sudah pernah saya kemukakan di dalam postingan-postingan awal bulan Januari 2008 lalu …  Namun saya coba sedikit ringkaskan saja …

Apa yang pembaca fikirkan jika mendengar kata Communication Skills …?

Tentu sebagian besar jawabnya adalah …
“Ow … itu kemampuan untuk mengemukakan pendapatnya dengan bahasa yang jelas dan terstruktur …”
“Oh … itu kan kepandaian berbicara …”
“MMmmm … bisa presentasi di depan audience dengan baik dan percaya diri …”
dan sebagainya … dan sebagainya …

Sebagian besar pasti akan menjawab … berkisar pada kemampuan dan ketrampilan kita bicara …

—-

HOWEVER … NAMUN DEMIKIAN …

Banyak orang yang justru LUPA satu hal … yang juga merupakan elemen ketrampilan berkomunikasi …

Elemen tersebut adalah … KEMAMPUAN UNTUK MENYIMAK … or LISTENING SKILLS

Kemampuan menyimak ini adalah juga termasuk kedalam kemampuan berkomunikasi …
Sebab … Komunikasi juga pada hakikatnya adalah … suatu hubungan dua arah antara dua pihak …

Sengaja saya TIDAK memakai istilah … Kemampuan Untuk Mendengarkan … karena menurut saya kemampuan mendengarkan itu hanyalah … menangkap bunyi-bunyian …

Sementara Kalau Kemampuan Menyimak … adalah … bagaimana kita bisa memperhatikan dan mengerti apa yang disampaikan oleh lawan bicara kita atau lawan komunikasi kita  …

COMMUNICATION SKILLS is not just … SAYING SOMETHING …
BUT ALSO … LISTENING TO OTHERS …

Dan (sekali lagi …) bukan hanya sekedar mendengar … tetapi … Menyimak … itu lebih penting …

Karena disitulah hakikat dari berkomunikasi dua arah … Saling Memberi Pengertian …
Terlepas dari kita setuju atau tidak dengan apa yang dikemukakan oleh lawan bicara kita …
Itu perkara lain …

Bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan …
Jangan pernah beranggapan bahwa kemampuan berkomunikasi itu … hanyalah kemampuan bicara dan presentasi saja … yang tidak kalah pentingnya adalah … kemampuan untuk Menyimak …
(dan ini justru banyak dilupakan orang … !!!)

BAGAIMANA DENGAN BLOGGING ???
Sudahkah anda menyimak postingan rekan narablog anda dengan baik …???

Jujur saya akui … memang ini tidak mudah …
Saya pun kadang suka mis … kurang konsentrasi dalam menyimak postingan teman-teman …
Sehingga banyak komentar saya yang tidak nyambung dengan postingan …
Atau bahkan redundant … repetisi dengan komentar-komentar rekan sebelumnya …

Bagaimana dengan Komentar Copy Paste …
Komentar OOT … Komentar Kalap dan Sporadis … (entah postingannya dibaca atau tidak itu …)
Hehehehe … kalau itu sih … terserah bagaimana masing-masing saja kan ???

—-

So … Back to COMMUNICATION SKILL …
COMMUNICATION SKILL adalah bukan melulu BICARA … tetapi juga MENYIMAK !!!!

—-

Adit Kutu …
Good Luck ya … semoga berhasil dalam tes seleksinya …
Dan kalaupun tidak berhasil kali ini …
Jadikan pengalaman seleksi kali ini … pelajaran yang berharga sangat … !!!
For your bright future …
I mean it !!!

.

.