Diposkan pada MUSIK

WWW.1313455.G2P

– 

Langsung saja …

Ini ada hubungannya dengan tulisan sejenis …
Yang ditulis oleh Kyaine, a.k.a Mas Gus disini
Juga oleh Pyan, disini
dan juga dibahas oleh Ibu Guru Lely disini …

Ini mengenai ribut-ribut Password yang berkode … 1313455 …
Password tersebut sebetulnya adalah penggalan notasi sebuah Lagu …

(Mohon maaf bagi pembaca yang tidak tahu ujung pangkalnya)

Yang jelas melalui postingan ini saya hanya ingin mengunggah satu Lagu yang memang notasi awalnya terdiri dari 1 3 1 3 4 55 …

Lagu itu berjudul … Gundul-Gundul Pacul …
Sebuah lagu tradisional Jawa yang digubah oleh RC Hardjosubroto … (thanks Pyan).

Ini lagu yang sangat riang …
Dan biasanya selalu dijadikan lagu andalan anak-anak TK untuk menari massal … jika ada pentas perpisahan sekolah.

– 

Lalu apa arti awalan WWW yang saya tulis dijudul itu ?Itu bukan alamat website … itu singkatan dari Wild-wild West.
Saya hanya ingin mencoba memainkan lagu riang itu  … Dengan cara”mengawinkan” lagu Jawa tersebut dengan irama Lagu Thema Film-film Cowboy di TV … Film-film khas Wild Wild West …

Saya pikir … sepertinya lucu juga kalau bisa di”kawin”kan … 
Lagu Jawa … rasa Cowboy … ala NH18

Yiiihhhaaa … Dziung … dzing …dzziiuunngg …

 –

Note :
Lagunya baru akan saya unggah malam hari nanti …
(Ini teaser saja …)

Update di Malam harinya …

Ini Linknya … GUNDUL2_PACUL.html

.

.

Diposkan pada FIKSI

RACAUAN PENGAMEN CERITA DI ATAS BIS KOTA

Ini adalah hasil URUNAN #2

Karya para narablog :  aurora ; vizon ; Inge; marsudiyanto; Ram; nakjaDimande; Hendra Putra; anna; septarius;  Ifan Jayadi;  rein; Rita Susanti ; jumialely;  guskar; Abdi Jaya; anakdel; Vyan RH ; Bro Neo; Desri;  henny ; Hery Azwan dan tentu saja NH18

Dengan berbagai latar belakang yang berbeda … Dan bertempat tinggal mulai dari Medan sampai dengan Pare-pare.

RACAUAN PENGAMEN CERITA DI ATAS BIS KOTA

Tidak !!!, 
Sekali lagi saya katakan … Tidak !!!.  Saya sudah muak dengan segala akal bulus tipu dayamu.  Setelah kemarin kau … makan coklatku tanpa izin!!.

Dua hari yang lalu pun … Engkau malah memberiku sejumlah uang dalam amplop warna coklat!!!.  Aku tahu, uang itu adalah caramu untuk menutup mulutku. Jangan harap aku mau mengikuti maumu! Aku rela hidup miskin, tapi penuh keberkahan, daripada kaya tapi penuh kenistaan…!

Pergilah kau menjauh dariku ! Aku ingin memulai hidup baru bersama dengan sendiriku… Jangan kau kira aku menyedihkan… karena kau takkan pernah tau bagaimana semua kujalani.  Aku bahagia… walau dengan caraku sendiri.  Silakan kau maknai bahagiamu dengan caramu.

Kau tau?, Kau tidak lebih dari Lelaki yang tidak tau diuntung.  Lelaki yang lupa kacang pada kulitnya … Aaahhhh …seandainya kau tahu betapa aku merindukan saat-saat dahulu, ketika hidup terasa lugu. Ketika kita hanya punya uang seribu dua ribu, tapi kau mampu membuat pipiku selalu bersemu ketika kau petik mawar merah jambu dan kau selipkan dirambutku. 

Sekarang semua berubah pilu, kau berubah seiring langit yang kelabu. tak ada lagi trainer yg dulu selalu menghiburku sekarang hanya ada Lelaki pengecut dengan seribu satu tipu daya.  Tapi jujur.. kadang tipu daya mu pun mampu membuatku melambung aku tau yang kau katakan hanyalah semu.  Tapi membuatku lupa berpijak pada bumi yang seumur hidupku selalu ku jejak untuk melangkah. 

Lebih baik.. kau pergi menjauh dari hidupku.  Aku sudah muak melihat tingkahmu. 

Sekarang, aku sudah menikmati hidup di kota nan romantis dan dinamis, Yogyakarta. Setiap alun nafas kota ini telah membuat hidupku semarak. Dinamika dan kreatifitas serta kebersahajaan penduduknya telah menyentakku dan membuat hari-hariku indah. Kalau saja dulu kuikuti maumu, pergi bersamamu dan tinggal di Paris, tentulah aku takkan sebahagia ini. Meski Paris menjanjikan kemewahan dan kemodernan, tapi aku tetap mencintai negaraku, Indonesia. Aku mencintai kesederhanaan dan kejujuran. Di Jogja, aku menemukan segalanya.

Eh… kamu tahu tidak, tadi malam aku bermimpi bersua denganmu. Ternyata, kamu sekarang sudah berubah 180 derajat. Engkau menjadi seorang yang hampir tak kukenali.  Aku terperangah. Inikah dirimu yang pernah kukenal dulu. Atau ini hanya sekedar ilusi dalam mimpiku belaka.  Aku mendengar dari teman-teman … bahwa kau sudah kembali lagi ke Indonesia dan sekarang menjadi juragan kain batik terkenal… kuharap kau tak lupa pada diriku, juga pada kenangan-kenangan kita. 

Kau masih ingat ?? pagi itu hmm, kamu sudah pulang ke Bukittinggi, memulai hidup baru dengan berjualan nasi kapau. Mungkin kamu masih ingat bahwa aku paling suka dendeng balado dan itik lado hijau, yang kita santap saat angkasa cerah dan berwarna hijau langit. Tak lupa es tebak dan juga dadiah dalam tabung bambu itu akan meredakan segala rasa haus kita. Ahh kenapa aku masih saja mengenang kebersamaan kita?  Aku hanya bisa mendoakan agar hidupmu bahagia, bersama orang yang mengasihimu. Selamat menempuh hidupmu yang baru dengan penuh semangat dan keoptimisan. Lupakan masa lalu yang kelam itu.

O,ya aku juga masih ingat … disuatu Pagi yang lain … Pagi yang tidak pernah aku lupakan.  Pagi yang sangat memprihatinkan, karena kau temui aku ketika kau belum mandi.  (Harus aku akui, bau badanmu memang luarbiasa jika belum mandi …)

Ya… , ketika itu aku harus segera bertemu denganmu untuk menyampaikan sesuatu yg harus kau tahu. Karena dalam sms mu di pagi buta kau katakan bahwa kau akan segera pergi ke tempat yang jauh. sehingga pagi sekali aku datang ke rumahmu tanpa ingat bahwa ternyata aku belum mandi. Dengan segala keberanian yg kupunya aku ungkapkan perasaanku padamu, supaya aku tidak menyesal kemudian. Namun ternyata engkau tetap memutuskan untuk pergi … menggapai mimpi Parismu.  Kau tinggalkan aku begitu saja …

Aku masih ingat kata-kata mu waktu itu … “Bukankah datang dan pergi itu sudah jadi hukum alam, sayang.  Yakinlah, kepergianku kali ini untuk kembali esok hari, di sini, di tempat ini… Fisik boleh terpisah, tapi hati kita tetap terikat erat !”  Itu katamu saat itu, ternyata hanya manis dibibir saja, malah sekarang sepucuk surat berkata mantan kekasihku YTC. 

Tak semua kisah berakhir bahagia, aku tahu itu. Inilah saatnya aku memulai langkah kecil penuh harapan di dunia baru yang akan tersenyum ceria, meski tanpa hadirmu lagi. Berbahagialah kau disana, cinta.  Kau pasti berkata : “Tak perlu kau susul aku keparis”.

Eh… kamu tahu tidak? Di Jogja juga ada Paris lho… Letaknya di selatan kota tersebut. Daerah itu amat sering dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Di sana ada sebuah pantai yang sangat terkenal dengan legenda Nyi Roro Kidul… Ya, Paris itu adalah singkatan dari Parang Tritis.  Beberapa hari yang lalu, aku berkunjung ke sana. Menikmati setiap deburan ombak yang menerpa wajah dan menerbangkan rambutku. Sungguh indah rasanya. Ada rasa sejuk menjalari hatiku setiap datang ke sana.  Di bibir pantai, banyak orang berjualan. Yang aku paling suka adalah jagung bakar. Wuih… enak sekali. Perpaduan yang pas, antara pantai dan jagung bakar.

Oya, masih ingatkah kau dengan makanan kesukaan kita…?  hmm… keripik bayam atau daun kemangi itu mengingatkan kenangan indah saat kita menikmati gumuk pasir Parangtritis.  Kamu pun mengajak menyusuri pantai naik dokar sampai ke Parang Kusumo, lalu kita berhenti sejenak di dekat batu yang diduduki oleh Panembahan Senapati ketika bertemu Nyi Roro Kidul. Kita berdebat tentang masa depan kita. Tapi saat itu kamu terlalu egois.. hingga… Kau membentak-bentak aku dengan suara menggelegar seperti nyi roro kidul dan berkata …

“Tadikan aku sudah cerita tentang itik lado hijau, kenapa masih kau pertanyakan lagi..?” …

Ahh kau pasti masih ingin mengenang masa-masa manis itu, sehingga cerita ini akhirnya tak juga selesai.  Aku sangat khawatir kesehatanmu, bila malam ini kau tak tidur karena cerita ini tak jua berakhir. Berapa gelas kopi harus diseduh untuk menemanimu begadang, padahal kau tau begadang itu tak ada artinya..

hmm,  aku jadi ingat saat matamu belum mampu terpejam, kau raih gitar dan kau nyanyikan… lagu kesayangan kita dulu, lagu yang selalu membuat kita tertawa lepas saat kau mendekatiku, memetik gitar dan memandangku dengan penuh rasa, dan saat itu juga aku selalu menemukan belek di matamu.  Kamu memang laki laki jorok dan malas mandi, tapi aku selalu suka dengan aroma badanmu. Entah kenapa aku selalu mengingat aroma itu yang mirip aroma tape ketan cirebon. 

Ohh.. ya, andai saja kau tau kalau saat ini aku merindukanmu, berat dan memang tidak mudah menjalani ini semua sendiri.  Saat 4 bulan yang lalu aku telah resmi janda. Aku juga tau kalau kamu belum mendapatkan pendamping hidupmu, dan tidak muda juga buatmu melepas status perjaka rapetmu, karna hanya akulah wanita yang bisa menerimamu apa adanya. Bila saja ada waktu yang mempertemukan kita, aku akan menyanyikan lagu senandung rindu …

Ya rindu kampung halaman nan jauh dimata, dimana suara gemirik air dan helaan daun kelapa yang melambai seakan mengajak aku untuk segera pulang dan memulai hidup baru dengan kesederhanaan petani kampung yang tak mengenal hiruk pikuk kota besar dan semrawut. Ah rasanya indah selalu.

Memang di kota menjanjikan segalanya, namun bukan itu yang ku mau. Semua terasa instan di sana. Tidak. Aku ingin merasakan proses. Aku ingin merasakan bertumbuh dan berkembang.  Alangkah nikmatnya nasi kapau dari hasil sawah kita sendiri. Bukan nasi warung padang yang entah dari sawah siapa.  Jarak yang membentang antara desa dan kota, terlambang dalam jarak Paris dan Jogja. 

Akan kah kau tau? setiap desah angin adalah kerinduanku padamu yang tak pernah berujung. Ya…aku memang masih bisa menikmati kehidupan meski tanpamu. Tapi tentu akan lebih indah jika kau ada bersamaku, merasakan getar yang kurasakan dalam setiap denyut nadi… dalam hela nafas…dalam kesendirianku…

Apapun yang kau pikirkan, apapun yang kau pilih, apapun yang kau putuskan,  ijinkan aku berbisik lirih ‘aishiteru’…dimanapun keberadaan dirimu kini…Padang, Aceh, Jogja, Jakarta, Paris atau Tokyo…  Selalu kuberharap hadirmu masih disisiku dan senyummu masih untukku

Tapi semua itu hanyalah kenangan, karena aku masih terus teringat akan tipu dayamu, kata manismu, bahkan untuk kesekian kali, aku mencoba melupakan semua itu. Semua itu cuma mimpi indah dan buruk. “kan kamu sudah punya cowok paris yang kau boyong ke kampuang nan jauo di mato, bukit tinggi nan indah, dan berjualan batik sembari membuka warung nasi padang, sesekali menanam padi untuk kau tanak”

Sekali waktu kau hidangkan bareh solok yang harum membangkitkan selera makanku. kisah yang kita mulai dari coklat, uang di amplop coklat, hingga oleh-oleh terakhirmu. Menara eifel aksesoris gantungan kunci sebagai kenang-kenangan di hari pernikahanmu dengan kakasih parismu yang bahasa Indonesia saja tidak mengerti.  Padahal aku tahu sekali kalau gantungan kunci itu buatan Garut yang dijual oleh pendatang haram dari Maroko.

Sesekali kau juga pergi memancing ikan nila di danau maninjau nan jernih. Tampak para nelayan sedang menebar jala menangkap ikan bilis. Udara segar memenuhi paru-parumu. (Halah).  Aku cuma bisa memandangmu dari kejauhan, karna kekasih parismu itu tak mau beranjak dari sisimu sembari membakarkan ikan nila itu untukmu. Padahal Ususnya saja tidak dibersihkannya, kekasih seperti apa itu. Lebih baik kubungkuskan coklat itu dengan sebungkus kertas coklat. Dari pada kau makan nila yang masih amis itu…

(Tiba-tiba saja … Sang pengamen cerita di Bis kota itu langsung menyelesaikan ceritanya dengan …)

Semoga … Selamat Sampai Tujuan …

Ya Pengamen itu menyudahi racauannya … tak peduli kisah yang masih menggantung tak berakhir sempurna itu …

“Demikianlah bapak-bapak Ibu-Ibu sekalian … sedikit kisah rekaan saya.  Dari saya yang hina dan banyak kekurangan ini … semoga bapak-ibu sekalian berkenan menyisihkan sebagian rizkinya untuk kami … kaum yang terpinggirkan … Kami terpaksa mengamen … gitar tak punya … suara pun tak merdu … hanya kisah rekaan  sederhana ini yang saya punya …

Semoga bapak ibu berkenan … mohon maaf kami sudah mengganggu perjalanan bapak-ibu …. Semoga selamat sampai tujuan …

Untuk pak Supir dan pak Kondektur … terima kasih … hati-hati berkendara dijalan … anak istri menunggu dirumah …”

Pengamen itu bergegas merangsek turun dari bis …
Tak sempat lagi mengambil kepingan uang derma dari penumpang …

Sebab …
Sekelebatan di Bis tadi … dia tadi melihat sebentuk wajah penumpang bis yang sangat dia kenal.
Wajah itu wajah ibunya …
Wajah kaget penuh iba …
Setitik air mata menetes dimatanya

Pengamen itu pun berujar dalam hati …
Maaf Bu … saya terpaksa … !!! saya terpaksa …!!!
Saya akan terus begini sampai Ayah mau mengampuni saya … !!!

.

.

 

Diposkan pada FIKSI

KOTAK BERKERTAS MINYAK WARNA UNGU

Saya tidak tau mengapa hari ini kok terasa lama sekali …

Berkali-kali saya melihat jam didinding kamar … Jarum jam terasa berhenti ditempat.  Sampai akhirnya tiba-tiba saya dikejutkan oleh suatu peristiwa. Saya melihat sebuah … bingkisan … !!!

Bingkisan itu terbungkus dengan kertas minyak warna ungu. Ada sebuah pita cantik berwarna pink yang mengikatnya. Perlahan saya buka bingkisan tersebut. Ternyata …ada cokelat didalamnya…

Eeh tapi inikan bukan bulan februari… juga bukan hari ulang tahunku…

Ada amplop juga didalamnya, aku buka perlahan… dan isinya selembar kertas yang dilipat rapi.  Aku membukanya pelan dengan hati berdebar-debar pa gerangan isinya

Ternyata sepucuk surat, dan kertas yang sudah usang tersebut, masih jelas terlihat goresan tintanya…ehmm ya, ini tulisan tangan saya, pikiran saya kemudian menerawang, mencoba mengingat-ingat kembali, kapan saya menulis surat ini, penasaran saya baca kembali, saya baca satu persatu kalimat demi kalimatnya….disitu tertulis… “Jakarta, 10 April…

Melihat ke tanggalan ternyata masih ada waktu sekitar sebulan sebelum deadline pekerjaan namun kepala masih kosong dari ide2

Aku sudah terbiasa mengalami kekosongan dalam ide, yang ada di kepalaku hanya kamu. Maka ku kirimkan kembali bingkisan dengan kertas minyak warna ungu seperti yang kemarin lalu, hanya saja kali ini pitanya kuganti berwarna abu. Dan aku mulai membayangkan dirimu membuka bungkusan tersebut dengan malu-malu..

Saat membayangkan wajahmu yang tersipu malu.. Ada getar-getar hangat yang merayapi hatiku.. Dan senyumku pun akan merekah..

ya.. bagaimana aku tidak tersenyum coba sengaja aku tulisan YTC untuk mengganti kebiasaanku menggunakan YTH.  Paling nanti kamu akan kirim sms ke aku : “YTC ini bukan kejahilan barumu, kan?”

Ah kamu… mengapa selalu saja SMS yang kamu kirimkan kepadaku. Padahal alangkah indahnya mengenang debar dan getar ketika membuka surat darimu. Ya surat yang diantarkan oleh Pak Pos! Ya, yang dikirimkan ke diriku, ke alamat rumah ku. Bukan bunyi tit tit yang dikirimkan secara digital.  Ingin ku mengenang debar itu lagi.. Tapi.. debar yang kemarin saja masih aku rasakan deburnya hingga kini aku sungguh takut rindu ini makin menjadi-jadi saja

Kapan ya kita akan ketemuan lagi ?.  Nanti deh, yang penting kamu buka dulu bingkisan yg aku kirimkan itu bagaimana?

Mmm Tapi entahlah … itu tergantung sepenuhnya padamu.  Aku sendiri tidak tau … apa kau mau membuka bingkisan itu atau tidak.

Tetapi yang jelas … kini …nasi telah menjadi bubur…inginku ubah ia kembali menjadi nasi, tapi jelas itu tak mungkin. ada baiknya kutambahkan saja seledri, suwiran daging ayam, kaldu, kecap dan sambal… sehingga jadilah ia bubur ayam yang maknyus…

Hei… kenapa aku tiba-tiba teringat dengan peristiwa kita berdua? ketika itu, kita sedang….main petak umpet, dikala umur kita masih belia dulu … namun …

Sepertinya nggak mungkin memutar kembali waktu yang telah berlalu, mungkinkah ada rasa dalam hatimu seperti…yang aku rasakan saat aku menyetop mbak yu ginah si pedagang pepesan lamtoro di depan rumah, dengan nasi panas yang mengepul engkau melihat dan tersenyum padaku diatas pohon jambu bol…oh betapa klasiknya..

Padahal Jambu Bol itu milik tetangga, dan kamu sudah beberapa kali ketahuan nyolong, sampai sampai dilaporkan ke pak polisi. Ngapain juga naik Pohon coba, padahal tinggal nangkring di atap rumahmu sudah bisa mengintip langsung ke kamar tidurku.

Coba saja kamu bersihkan dan rapikan kamar tidurmu yang acak-acakan seperti kandang ayam. Kamu sudah besar seharusnya bisa mengatasi persoalan sendiri nggak pake nunggu om NH ini turun tangan memberikan training.  Sedangkan waktu training masih lama sekali harus menunggu dua kali musim durian lagi.  Apalagi musim durian di kota medan, dua musim yang menyenangkan dan di lidah ini masih begitu melekat…..

Ah nikmatnya durian yang kemarin kusantap. Sayang Kyaine sudah kena cekal tidak boleh makan durian.. seandainya saja setiap orang boleh makan durian. akan kuborong segerobak durian untuk dibagikan kepada semua orang termasuk Kyaine.

Sayangnya…Yang tersedia kini hanyalah sepotong roti, dan dua buah kotak ….Satu kotak maya … Satu kotak nyata …

Satu kotak maya itu beisi mimpi dalam bias cahaya pelangi petang itu diladang ilalang, menunggu sang pemilik ladang untuk sekedar menyapa dengan hatinya yang memerah, semerah semburat wajahnya tatkala mendapati dirinya terlalu sembrono

Dan satu kotak nyata itu adalah …sekotak bingkisan yang terbungkus kertas minyak warna ungu.. seperti pesanan ibuku untuk kuberikan kepadamu. Begitulah selalu, walau kau telah jauh berlalu..

Tapi cukup, lupakanlah bingkisan itu.. ingin kudengar kisahmu tentang pendakian terakhir ke gunung semeru.. Pendakian penuh perjuangan dan ngos-ngosan, tapi kuharap ada setangkai edelweis kau genggam dan bawa pulang untukku, meski itu juga akan kau bungkus dengan kertas minyak warna ungu, tapi dia tak akan layu meski kau beri label harga semurah atau semahal apapun,

Aku yakin…

Nilai cintamu tidak akan pernah bisa dihitung.
Tak akan ada wadah yang cukup untuk menampungnya …

Biarlah … biarlah rasa itu kusimpan dalam hati …

Hingga datang keberanian untuk membuka bingkisan ini.
Sungguh, segala kisah yg pernah terajut membuatku takut berharap banyak

Biarlah harapan itu tetap tersimpan disini
Dalam wujud bingkisan ini
Bingkisan Kotak berkertas minyak … berwarna Ungu !!!

(aaahhh Hari ini memang terasa lama sekali … )

.

NOTE :

Ini adalah postingan karya bersama.  Lihat postingan URUNAN.

Ini adalah Karya bersama dari Inge, Pak Narno, Mas Atma, Didot, Bundo Dentist, Septa, Guskar, Bro Neo, Alpukat Manis, Uda Vizon, Ramudheng, Abu Ghalib, Boy Indra, Ibu Lely, VyanRH, Itik Kecil, Rein, Catatan Pelangi, dan tentu saja saya NH18

Waktu pembuatan 14 Jam !!! (not bad)

Asik Juga nih !!!

(hahahaha)

Mau urunan lagi sodara-sodari ???

.

.

Diposkan pada NGEBLOG

ELEGANT NARCISM

 –

Elegant Narcism … atau biasa saya terjemahkan bebas menjadi … Cara Narcis yang elekhan … !!!

Pengertian narcism sendiri menurut pendapat saya sudah agak bergeser dari pengertian yang sebenarnya.  Narcism sebetulnya adalah sebuah sifat yang terlalu mencintai diri sendiri secara kelewat batas.  Kalau tidak salah kata narcism ini diambil dari cerita rakyat Yunani.  Seorang pemuda bernama narcisus yang terlalu mencintai wajahnya yang tampan.  Sehingga pagi siang sore malam dia selalu berkaca di suatu kolam sampai akhirnya dia lupa makan-lupa minum karena terlalu sibuk mengagumi dirinya sendiri.  Dan dia meninggal di pinggir kolam tersebut secara tragis.  Meninggal karena sibuk bercermin.

Sementara ungkapan gaul Narcis, kini agak dibelok artikan menjadi sebuah perilaku yang sering memajang foto diri sendiri secara berlebihan, entah itu dipergaulan nyata maupun di pergaulan Maya.  So jika ada Blog atau FB yang banyak memajang foto diri maka kita akan menyebut … ”iiihhh narcis bener sih ini orang …” dst dsb …

Pada hakikatnya setiap orang mempunyai kebutuhan untuk mengungkapkan self esteem dan/atau self eksistensinya … setiap orang mempunyai hasrat (entah sedikit atau banyak) untuk mencoba eksis di pergaulannya.  Entah maya entah nyata …  Dan ini sah-sah saja asal takarannya pas …  Yes … the key is … asal ”takarannya pas”

Bagi kami-kami ini … yang sudah cukup ”berumur” ini … harus berfikir dua tiga kali untuk berbuat narcis … (kami ??? elu kaleee …). 
Adalah suatu tantangan tersendiri bagi kami untuk menakar takaran yang pas … !!!. 
Takaran yang pas untuk usia kami.  Batas mana yang pantas … batas mana yang lebay.

Kami tidak mungkin memajang foto ”alay” kami dengan pose “manyun” dari angle agak keatas yang sangat populer itu.  Kami pun tidak mungkin memajang foto tingkah kami umpel-umpelan di photobox sambil melotot, melet-melet, mata juling, jungkir balik dan sebagainya …  Apa kata dunia coba ???

So … kami, blogger yang sudah berumur ini dituntut harus punya cara yang ”pas” untuk menuntaskan pemenuhan hasrat narcis kami … sebuah cara yang saya selalu sebut sebagai … Cara Narcis yang Elekhan

— 

Lalu mengapa saya ujug-ujug membahas hal ini … ???
Sejatinya …
Ini adalah sebuah usaha pembenaran sodara-sodara !!! …
Akal-akalan agar para pembaca semua tidak menyebut saya Narcis.  🙂 🙂

Sebetulnya saya hanya ingin memajang foto Kopdar saya kemarin.  Saya hanya ingin menceritakan pada khalayak … bahwa pada tanggal 3 April 2010 kemarin … saya sangat berbahagia, karena bertemu dengan blogger-blogger istimewa.  Yup … saya kopdar dengan Uda Vizon, Himawan Pridityo … dan juga dengan Sang Kyaineblog a.k.a Mas Gus. 

Dengan Uda Vizon ini kali ketiga saya bertemu.  Dengan Himawan Pridityo ini baru kali yang pertama.
Khusus mengenai Kyaine a.k.a Mas Guskar, … ini juga kali yang pertama saya bertemu beliau.

Akhirnya saya berhasil juga bertemu dengan Kyaine himself … pemilik blog yang saya kagumi.  Seorang Nara Blog kreatif … dengan beribu hikmah … Dari blognya saya bisa berkenalan dengan blogger-blogger keren lainnya.  Blog Mas Gus bisa dikatakan sebagai Blog Hub … tempat berhimpunnya lingkaran blogger-blogger keren jagat maya.  Dan Mas Gus … dengan caranya sendiri …selalu berusaha ”mengenal” para narablog pengunjungnya … Sebuah sifat yang sangat saya pujikan … membuat Ngeblog itu TIDAK hanya sekedar ajang hahahihi asal lewat tanpa makna …

Mas Gus mempunyai cara ”pendekatan personal” yang sangat baik kepada rekan-rekan mayanya.  Meskipun hampir semua belum bertemu secara nyata …

Hanya sedikit orang yang pernah bertemu nyata dengan sang Kyaine …
Dan saya beruntung termasuk salah satu diantaranya …

Ini foto di TKPnya …

Dan ini adalah atas kebaikan Himawan yang telah rela motret kami … 

.

Narcis Kah ?
Ya … ini narcis …
Tapi ini … “Narcis yang Elekhan …”
Narcis khas blogger berumur … !!!

(wait … perasaan yang kelihatan yang sudah berumur cuma satu deh … ???)

.

Diposkan pada NGEBLOG

MAKELAR BLOG

Gara-gara menyimak beberapa komentar di Blognya Atmakusumah

Saya jadi teringat lagi istilah ini … Istilah yang berbunyi : MAKELAR BLOG !!!

Hah …

Sekarang saya ingin bertanya …

Siapa yang pernah menjuluki saya Makelar Blog ???

(hahaha … Imelda di Jepang sana pasti tunjuk tangan … Juga Lala dari Surabaya … Didot di Jakarta … dan beberapa yang lainnya … )

YA …

Saya bangga dengan sebutan itu …

Meskipun media massa sekarang sedang gencar-gencarnya membahas dan menghujat Makelar Kasus … Namun saya tetap tidak bergeming …

Saya tetap bangga dengan sebutan Makelar Blog ??

Mengapa saya bangga ???

Begini …

Tidak kah anda merasa bangga dan berbahagia melihat dua orang yang menjadi akrab … hanya gara-gara pernah mengunjungi Blog kita.  Blog kita adalah tempat rendevouz mereka yang pertama … karena blog kitalah … mereka jadi saling mengenal.  And we never know … dari pertemanan itu muncul suatu manfaat yang bisa ditarik oleh kedua belah pihak …  Mereka jadi saling sharing … saling berbagi … silaturahmi …  Senang Bukan ???

Saya pun juga demikian …

Saya banyak bertemu teman-teman baru yang luar biasa … karena di “makelari” oleh blog teman-teman saya …

Saya kenal Uda Vizon, ustadz muda yang saya kagumi dari Blognya Abang Hery Azwan yang sudah saya kenal lebih dahulu.  (Uda dan Abang dulu satu pesantren di Gontor).

Demikian juga lingkaran komunitas saya yang relatif baru … Mas Guskar, Pak Jendral Cholik, Bundo Dentist, Isnuansa, Desri Susilawani, Jumialely, Rita Susanti, Ceu Sopi, Mr Jason Mars, Mas Badruz, Kang Yayat, Ney Senyawa, Kakaakin dan sebagainya  … saya sudah lupa … ini makelarnya siapa … yang jelas saya tidak menyesal di makelari… karena mereka adalah penulis-penulis keren dengan gaya masing-masing.

Dari Blognya Tuti Nonka saya jadi semakin kenal siapa itu Elinda Bintang, Ibu Dyah Suminar, Mama Ping, Bro Agus,dan sebagainya …

Sementara itu ada juga kelompok seperti Daniel Mahendra, Ed Ratna, Uni Marshmelow, Narpen, Prameshwari, Tanti, Goenoeng, Yoga, juga Imelda.

Lingkaran yang lain adalah Yuyun, Ria, Chatoer, Indira, Carra dll.

Di Lingkaran Bogor ada Menyik, Mas Joko,  Achoey, Presty, Fie Mak’e azka,  Mangkum IPK4 dan beberapa yang lain … (termasuk adik kelas di IPB).   Juga komunitas Eka Situmorang, Adal, Nye, juga Lee, Yessy, Didot dsb.

Ada juga lingkaran lain (yang isinya ibu-ibu semua) … Ibu Devi Yudhistira, Ibu Dewi Corat Coret, De Asmara … juga Mama ray.

Dari Blog Hub Ratu Kopdar Jakarta … alias ChiC … saya juga dapat banyak kenalan … Silly, Reti, Itik kecil, Queeny, Kucing keren, Poetri dan sebagainya.

(Not to mention Dimas Novriandi, Adal, Bro Neo, Budi Uy, Decent Criminal, Kukuh … sesama Blogger beige item lainnya … hehehe)

Kalau mau disebutkan satu-satu akan banyak jadinya …

Ada Mas Nug, Bunda Ly Mantan Pramugari, Abu Ghalib, Anna, Duddy, Oemar Bakri, Isil, Mamah Aline ( Nyegik), Zee’s Tea, Rindu, Dekri Hartana, Zipoer, Omiyan, Soy Joy, Indra Corner,  Boy Indra, Yustha TT, Inge Malang,  Ibu Guru Alifia, Chocovanilla, Emma Gusmaya, Linda,  Duet Nita Gendhismanis dan Nancy, Duet Nana Harmanto dan Krismariana, Hawe69, Septa Smile, Kak Monda, kakakakin, Imoe, Aurora … … …

AND YES saya dapat nama-nama mereka di makelari juga … dapetnya dari blog-blog lain juga.

Dan hebatnya … diantara mereka … antar satu lingkaran dan lingkaran lainnya juga saling berhubungan … saling berteman … saling kopdar mengopdari …  saling silaturahmi … and this is also … What I always call …

The Beauty Of Blogging …

So …

Sekali lagi … Saya Bangga Menjadi MAKELAR BLOG …

Dan sadarkah anda … bahwa anda semua … adalah juga MAKELAR BLOG saya …

Saya banyak kenal Nara Blog – Nara Blog keren …

Tak lain dan tak bukan … Ya … dari Blog anda …

Catat itu !!!.

🙂