Diposkan pada ARTIKEL, HEADLINE NEWS

APRIL MOP : BASI ?

Yes I think so …

Setiap tanggal 1 April (dulu) selalu “diperingati” oleh sementara orang dengan cara menipu, “mengerjai”, berbohong dan sebagainya.  Entah menipu teman, kenalan atau bahkan keluarganya sendiri.  Sampai sekarang saya tidak habis mengerti, mengapa hal ini dikerjakan oleh mereka dengan gegap gempita.  Berlomba-lomba mengarang cerita bombastis untuk mengelabui lingkungan di sekitarnya.  April Mop atau April Fool.

?

Saya juga tidak tau mengapa kok (dulu) hal ini begitu menggejala.  Menurut saya April Mop itu cara bercanda yang amat sangat tidak pada tempatnya.  Menyebar berita bohong yang “kebangetan”.  Mengarang cerita yang demikian dramatisnya dan sebagainya dan sebagainya sehingga membuat orang merasa dibodohi.

Tidak jarang April Mop memakan korban.  Entah karena si korban kaget mendengar berita bohong lalu kena serangan jantung atau karena hal-hal yang lain.  Tidak tertutup kemungkinan pula ada keputusan salah dan tergesa-gesa karena diambil dalam keadaan emosi sehingga (sekali lagi) menimbulkan akibat yang fatal.  Menyesal tidak ada gunanya.  Hubungan keluarga sudah terlanjut retak, hanya gara-gara fitnah berita bohong tersebut.  Efek yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh si pembuat berita bohong konyol itu.

Dan kalau sudah begitu,  si pembuat ulang hanya bisa cengangas-cengenges sambil berkata maap … april mop bro.   “Hah April Mop palalu peyang … !!!”

Mulai saat itu kita semua jadi tidak begitu saja mudah percaya lagi dengan apa yang dia katakan.  Yang rugi sebetulnya ya dia sendiri.  Dia menerima krisis kepercayaan dari lingkungannya.

Namun demikian …

Saya bersyukur.  Trend orang mengarang cerita bohong dan “ngerjain orang” pada tanggal 1 April ini sekarang sudah tidak musim lagi. 

Ya … april mop tidak lagi menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan.  Udah basi … sudah kuno … !

Kalaupun ada satu dua orang yang masih melakukannya, itu pasti karena masa mudanya kurang bahagia, cupu dan ketinggalan zaman … hahaha  (bergayanya telat)

Salam saya

om-trainer1.

.

.