Diposkan pada ARTIKEL

LATAH … !!!

 

Ini bukan mengenai perilaku “eh copot…copot…” itu.

Ini adalah fenomena perilaku “meniru-niru” … Meniru apa yang sudah terkenal sebelumnya.  Alias mengekor popularitas.  Ini aku sebut LATAH …

 

Masih ingat Buku “Ayat-ayat Cinta” … Kang Abik itu kan ????

Nah … kemarin aku jalan-jalan ke toko buku Gramedia Cinere …

Dan menemukan Buku berjudul … “Bait-Bait Cinta” dengan cover yang hampir sama, close up mata bening … tetapi nuansa warnanya hijau …(bukan kuning)

 

HAH 

 

Aku takut nanti akan keluar lagi buku novel berjudul … “Pasal-Pasal Cinta”, “Bab-bab Cinta”, “Paragraf-paragraf Cinta”, “Huruf-huruf Cinta” … juga “Klausul-klausul Cinta”

 

Atau Jangan-jangan ada pula yang nekat menerbitkan …”Pledoi-pledoi Cinta”,  “Quotes-Qoutes Cinta”, “Kutipan-kutipan Cinta”, “Memo-memo Cinta”, “Sanggahan-sanggahan Cinta” … bahkan …. “Draft-draft Cinta” …

 

Mungkin pembaca menyangsikan … ah nggak gitu-gitu amat kaleeee …

 

Eh siapa tau aja bisa terjadi …

Kalau nafsu LATAH sudah diubun-ubun … apapun bisa saja terjadi … !!!

“Kreatifitas” dan “orisinalitas” … bisa jadi berada di urutan nomor ke seribu duaratus tigapuluh enam.

 

Masih ingat … sinetron “Tersanjung” ??? (ada Tersanjung 1, 2 … sampai Tersanjung ke dua ribu enam belas sepertinya …).  (Latah juga ya ?)

 

Ada contoh LATAH yang lain nggak ya ???

Diposkan pada HEADLINE NEWS

AYAT-AYAT CINTA …

Hah memang Bagus buku itu ..
Tidak kalah menariknya dengan buku novel lainnya karangan kang Abik a.k.a Habiburrahman el Shirazy yang aku beli bulan lalu, “Ketika Cinta Bertasbih”

Sungguh suatu novel islami yang sangat menarik. Memberikan dasar-dasar hubungan antar dua anak manusia berlainan jenis yang tidak lepas dari koridor-koridor agung Islami …

Kang Abik menyadarkan kepadaku betapa cinta itu Indah … Cinta itu Agung … jika di dasarkan kepada ketakwaan kepada ALLAH …

Cinta itu bukan barang rongsokan dan juga sama sekali bukan permen murahan pinggir jalan … Yang di keteng … di emut sebentar … terasa manis sebentar lalu habis …

Novel itu mirip pelajaran buku Agama, Pelajaran Bahasa Arab, Fiqih, Al Quran Hadits, Buku Pelajaran Aqidah Akhlak tingkat tinggi … tetapi disajikan dengan gaya bertutur yang sangat “friendly”

Menyajikan keteguhan prinsip-prinsip Islam yang sangat indah namun penuh toleransi. Dasar-dasar Ayat Al Qur’an dan Hadits yang sangat terinci untuk setiap fragmen yang disajikan.

Bertanggung jawab untuk tetap menyajikan catatan-catatan kaki sumber bacaan bilamana kata-kata yang ditulis bukan merupakan rangkaian kata-kata sang pengarang …

Hmmm Indah … Indah sekali buku itu …
Kang Abik mengajarkan kepada kita untuk melakukan Syiar Islam bukan dengan Bom, Bukan dengan Teror, Bukan dengan pengrusakan benda mati tak bersalah, bukan dengan sweeping, bukan dengan teriakan teriakan sok heroik namun munafik …

Kang Abik menyiarkan Agama Islam dengan cara yang Agung, Anggun, Santun dan Indah …
Karena memang Islam itu Agung, Anggun, Santun dan Indah