Diposkan pada ARTIKEL, VOLUNTEERING

KI KARAWANG 1 : CERITA TENTANG SEKOLAH YANG RIMBUN

(juga tentang Orang Tua Wali Murid, Spanduk Selamat Datang, Bapak UPTD dan si Gembala Sapi)

Untuk yang kesekian kalinya saya berhasil lolos seleksi untuk menjadi relawan pengajar di program Kelas Inspirasi.  Mudah-mudahan anda tidak bosan membacanya.  Kali ini saya menjadi relawan di KI Karawang 1.

Bagi yang baru pertama kali mendengar kelas inspirasi, saya ingin jelaskan sedikit tentang program ini.  Ini adalah program sukarela tanpa muatan kepentingan apapun.  Bentuknya berupa gerakan para profesional untuk cuti bersama dan turun mengajar selama satu hari di sekolah-sekolah dasar negeri yang sederhana.  Tujuannya adalah agar anak-anak dapat terinspirasi dari cerita profesi yang diterangkan oleh para relawan tersebut.   Agar mereka dapat termotivasi untuk menggantungkan cita-citanya setinggi mungkin.

Alhamdulillah saya pernah ikut program ini di kota Bogor 2, Depok 2, Bekasi 2, Cilegon 1, Jakarta 4, Serang 1, Bogor 3, Bandung 4,  dan kini Karawang 1.  (angka setelah nama kota itu artinya batch/angkatan)(Jakarta 4 artinya Angkatan ke 4 di kota Jakarta)

Entah mengapa saya tidak pernah bosan mengikuti seleksi untuk menjadi relawan di berbagai kota.  Mungkin karena saya selalu mendapatkan hal-hal baru dari setiap pengalaman mengajar saya di berbagai SD tersebut.

Lalu sekarang ? Cerita apa yang saya dapat dari KI kali ini ?

Ini adalah pengalaman saya ketika mengajar di KI Karawang 1, tanggal 11 April 2016.

Saya mendapat penempatan untuk mengajar di SD Negeri Taman Mekar 4.  Letaknya di Kampung Kereteg, Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

.

1.Rimbun

Ya Rimbun !  Itulah kesan pertama saya.  Mari kita simak foto-foto berikut ini.

Taman Mekar 4(1)

Ada tumbuh pohon besar di tengah lapangan (saya kurang tau namanya, entah beringin atau apa ?) .  Sekeliling sekolah pun penuh pohon-pohon besar. 

kar1

Pepohonan ini membuat suasana sekolah menjadi teduh.  Seperti lokasi wisata hutan buatan (padahal bukan).  Beberapa hari yang lalu, ketika survei ke sekolah ini di sore hari, saya menemui beberapa anak bermain taplak gunung di bawah pohon.  Menyenangkan. Adem.

IMG-20160331-WA0048

.

2.Spanduk Selamat Datang

Ya.  Ini hal yang sangat remeh temeh.  Tetapi boleh percaya boleh tidak, dari sembilan kali pengalaman saya mengikuti program KI, baru kali inilah kami disambut dengan spanduk selamat datang.  Sekali lagi,  ini hal yang sangat sederhana.  Terlihat tak ada artinya.  Hanya selembar spanduk.  Namun bagi kami para relawan, hal ini sangat menyejukkan hati.  Spanduk tersebut menunjukkan ketulusan dan kegembiraan mereka menyambut kami.  Dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kami bahagia dan merasa berarti.

kar2

.

3.  Orang Tua Wali Murid

Ini juga hal yang unik yang baru saya dapatkan di KI Karawang.  Kehadiran orang tua murid.  Ibu Kepala Sekolah dengan cerdasnya mempergunakan kesempatan ini untuk sekalian mengumpulkan orang tua murid agar mereka juga ikut menyaksikan program KI.  Sebuah inisiatif yang patut saya acungi jempol.  Orang tua sengaja beliau undang untuk rapat komite sekolah (sekalian menyaksikan anak-anaknya bergembira bersama kami para relawan).  Tentu saja kami jadi lebih bersemangat.  (Salah seorang rekan kami, relawan yang sudah senior kebetulan ada yang berprofesi sebagai motivator, beliau menjelaskan tentang KI dan memberikan pesan-pesan untuk para orang tua murid)

kar3

Lho memang sebelumnya belum pernah ada di SD lain ?

Belum ! Saya belum pernah mengalami hal seperti ini.  Biasanya beberapa orang tua memang ada yang datang ke sekolah, tetapi itu dalam rangka menjemput anaknya, (terutama anak kelas 1 dan 2).  Dan itu hal yang rutin mereka lakukan setiap hari.

.

4.Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan

Ini adalah nama sebuah jabatan.  Jujur saya tidak tau persis mengenai posisi ini dan apa tugasnya.  Namun demikian jika saya tidak salah interpretasi ini adalah semacam “kepala dinas” pendidikan untuk tingkat kecamatan.  Beliau bertugas untuk memantau, mengevaluasi, membina, mengarahkan seluruh aktifitas pendidikan di tingkat kecamatan Pangkalan.

Ketika kami melaksanakan program KI di SDN Taman Mekar 4, bapak UPTD atau katakanlah pejabat yang berwenang untuk bidang pendidikan, berkenan untuk datang dan meninjau jalannya kegiatan ini.

Apa istimewanya ?

Ini istimewa menurut saya.  Karena selama saya ikut KI di kota-kota sebelumnya, saya tidak pernah menemui satu orang pun pejabat berwenang di bidang pendidikan datang langsung ke tempat kami mengajar.  Baru di KI Karawang ini saya mengalaminya.  Ini sederhana, namun sekali lagi perhatian dari aparat berwenang setempat sungguh membesarkan hati kami.

(Note : Yang saya tau beberapa Walikota, seperti Walikota Bogor dan Walikota Bandung memang menyempatkan diri untuk datang ke beberapa SD, dan meninjau kegiatan ini di wilayah masing-masing)(tapi bukan ke tempat saya mengajar)

Saya didatangi pak UPTD aja bangganya setengah mati, apalagi kalau didatangi Bupati atau Walikota ya ?

.

5. Gembala Sapi

Letak sekolah SDN Taman Mekar 4 ini masuk ke dalam, sekitar setengah kilometer dari jalan utama Teluk Jambe – Pangkalan.  Di kiri kanan jalan, sawah menghampar.  Jalannya sempit.  Beginilah kira-kira penampakannya

kar4

Jam 6 pagi ketika saya sampai di jalan kecil menuju sekolah ini, mobil saya terhadang oleh tiga ekor sapi.  Dua sapi dewasa dan satu sapi yang masih anak-anak.  Mobil saya berhenti, menunggu yang terhormat tuan sapi lewat.  Sapi-sapi ini digiring oleh seorang bapak-bapak berpenampilan sangat sederhana.  Kaus lusuh dan celana pendek.  Beliau tersenyum dan saya pun tersenyum memaklumi.  Namanya juga sapi, pasti jalan semaunya saja.  Bapak itu segera menepikan sapi-sapinya dan mobil saya pun perlahan bisa jalan kembali.  “Punten paakkk …” (begitu saya menyapa bapak gembala itu).  Dan diapun menyahut “Mangga Pak … maap ya Pak”

Ternyata beberapa jam kemudian, saya bertemu kembali dengan Pak Gembala Sapi ini.  Dia sudah berpakaian rapi dan mengenakan batik terbaiknya.  Mau tau dia siapa ? Ternyata Pak Gembala Sapi ini adalah ketua komite sekolah.  Dialah yang memimpin jalannya rapat para orang tua murid.  Kami sempat ngobrol dengan bapak Gembala ini ketika waktu istirahat.

Sekali lagi ini juga pertama kalinya saya temui.  Ketua Komite sekolah datang ke acara Kelas Inspirasi.   Again, hal sederhana, tapi sangat berkesan bagi saya.

Kesungguhan masyarakat kecil untuk sekuat tenaga, memperhatikan pendidikan anak-anaknya.  Demi masa depan mereka.

Jadi demikianlah cerita dari Kelas Inspirasi Karawang kali ini.

Bagi orang lain mungkin terasa biasa saja, tak ada istimewanya.

Namun cobalah sekali-sekali anda ikut Program Kelas Inspirasi, iuran membangun pendidikan untuk anak negeri.  Anda baru bisa merasakan indahnya perasaan yang saya alami hari ini … Senin 11 April 2016, di SD Negeri Taman Mekar 4, KI Karawang 1.

Salam inspirasi

om-trainer1

Diposkan pada TRAINING

BICARA DI DEPAN KELAS

 

Trainer selalu dituntut untuk bisa berbicara di depan kelas.  Jujur saja Aku mendapatkan kepuasan batin jika melihat para Trainee bisa mengangguk-angguk … tersenyum mengerti … bahkan tertawa jika mendengarkan penjelasanku.  Ada kenikmatan sendiri jika bisa bicara di depan kelas.  (Mmmm tentu dalam konotasi yang positif ya …)

 

Pertanyaan selanjutnya adalah … Sejak kapan Trainer menyadari hal ini ???

Perkenankan aku menceritakan salah satu pengalamanku ketika SMA.  Aku pikir ini salah satu moment dimana aku menyadari “nikmatnya” bicara di depan kelas …

 

Tahun 1979 … Aku baru kelas 1 SMA.  Di SMA Bulungan.  Pelajaran Bahasa Indonesia.  Gurunya “Killer”.  Gak ada ramah-ramahnya.  Ibu Rukmi namanya … Sudah agak tua.  Jarang tersenyum.  Aksennya ke belanda-belandaan … (walaupun dia guru Bahasa Indonesia).  Produk khas sekolah guru jaman Belanda rupanya …  (maap Bu …)

 

Pada salah satu topik di awal tahun ajaran … kami semua diminta untuk maju bicara kedepan kelas dan mengungkapkan cerita mengenai diri kita … (terserah … mau hobby, keluarga,  kebiasaan dan sebagainya …).   

 

Bu Rukmi dengan “dingin”nya memanggil satu persatu temanku untuk maju.  Dan kalau ada yang terbata-bata … dia akan membentak … “Ayo apa lagi … masa kalian bisanya cuma nyebut Nama, Tempat tanggal lahir, anak ke … Ayah saya bernama …  “.  Dan tak ayal … teman-temanpun tambah tercekat … tak ada kata yang keluar … saking groginya … (dipelototin pula …).

 

Ada pula yang … sok-sok manis … sok-sok gaul … sok-sok imut … kenes … Macam penyiar infotainment.  Macam penyanyi cilik Maisie membuka acara “Ci..Luk..Ba” jaman dulu … Ini juga tak luput dari kemarahan Bu Rukmi … “Hei … pakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar … tidak usah banyak cengar-cengir gitu … … hah salah lagi … Kita semua semakin mati kutu.

 

Tibalah giliranku … (Aku juga takut pren … ).  Tapi sutralah … what ever will be … will be lah …  Aku maju kedepan … langsung angkat bicara…. (kira-kira begini bunyinya …)

 

“Selamat siang teman-teman.  Nama saya Nxxxxx Hxxxxxxx.  Saya lahir di Surabaya 18 September 1963.  Saya anak pertama dari dua bersaudara.  Mmm Teman-teman … Terus terang saja, saya sudah pernah merasakan yang namanya … obat bius …”

 

(Aku berhenti sebentar, melihat reaksi temanku … Mereka banyak yang kaget, melongo … berkerut dan sebagainya.  Aku pun melihat ke raut muka Ibu Rukmi yang berdiri di belakang, dia juga tidak kalah kagetnya … anak muridnya ada yang sudah merasakan “obat bius” … )(Hah sebuah isue yang sensitif ini … ).  Lantas aku lanjut lagi …

 

“Ya … saya pernah merasakan Obat Bius, ketika saya masih kelas IV SD.  Waktu itu saya dioperasi di Rumah Sakit Fatmawati.  Persendian Lengan kiri saya Patah … karena jatuh dari sepeda Mini ….  Asik sekali Teman-teman … tiga kali hirup saja … kita sudah melayang tak sadarkan diri …melayang tak tau kemana … ”

 

(Maka pecahlah kebekuan kelas … yang tadinya tegang karena mungkin mereka mengira temannya yang kurus kering ini adalah seorang pecandu obat bius … ndak taunya … Di bius karena operasi patah tulang.  Satu dua teman-teman ada yang tertawa dan bergumam gak jelas …) Tidak peduli dengan reaksi kelas yang mulai agak heboh … aku teruskan pidato ku

 

“Ini cerita betul teman-teman … Kalau tidak percaya.  Silahkan teman-teman lihat tangan saya … Ini saksi sejarahnya … bahwa saya pernah dioperasi patah tulang … 

 

Aku segera merentangkan tangan kiri dan kananku … Seperti mau Olah raga … Dan memang jelas sekali perbedaannya.  Tangan kananku lurus seperti biasa … sementara tangan kiriku terlihat bengkok seperti “Busur panah” … Menjadi bengkok karena persendian lengan kiri itu tidak klop menyatu seperti semula lagi walaupun sudah di operasi … (bahasa jawanya … ”rodo mlengse” …)

 

Huahahhahaha … melihat aksi anehku itu … seketika pecahlah tawa teman-teman satu kelas … Dan ya … Termasuk juga Ibu Rukmi yang terkenal Killer dan super galak itu … Ibu Rukmi juga tertawa … (Ok … memang dia tidak cekakakan … jaim gitu deh … jaga wibawa mungkin …)

 

“Jadi begitu teman-teman … sedikit cerita mengenai diri saya … Sekian terima kasih …”

 

Aku menutup pembicaraanku … justru saat Klimaks sedang diatas-atasnya … Dan tepuk tangan pun riuh memenuhi sudut kelas …  Ada juga yang nekat nyeletuk … “ah sialan lu … kirain obat bius apaan …” … Aku kembali ke tempat dudukku … sambil mengangguk takzim ke Ibu Rukmi … Senyum Ibu Rukmi masih tetap tersungging disana …

 

Hah … Ibu Rukmi yang terkenal “Nenek Sihir” saja bisa sedikit aku “tundukkan” …

 

Dan … Mulai saat itu … terus terang saja … kepercayaan diriku semakin tebal … Bahwa bicara didepan kelas itu … tidaklah se “sulit” yang kita pikirkan …

 

Just Be Honest … and Be Your Self … !!!

.

.

.