Diposkan pada MY FAMILY

COWOK KONDANGAN

 

Sabtu – Minggu kemarin 9 – 10 Agustus 2008 ada dua undangan perkawinan;

 

Yang Pertama Sabtu 9 Agustus 2008 …

Guru walikelas si Tengah menikah.  Kebetulan dilaksanakan di dekat rumah.  Karena Bunda hari Sabtu bekerja maka rencananya aku lah yang akan pergi bersama-sama anak-anak.

Hari Sabtu pagi itu sebetulnya aku agak capek … karena baru saja datang dari Surabaya menggunakan flight pertama jam 6 pagi.  Sesampainya di cengkareng jam 7.30 aku langsung ngacir pulang ke rumah untuk siap-siap pergi ke KONDANGAN tersebut.

Tanpa mandi aku ajak anak-anakku 3 orang yang Laki-laki semua itu datang ke acara walimahan perkawinan guru anak ku … (kebetulan anak sulungku juga dekat dengan guru yang menikah itu …).  Ah lucu juga … 4 orang cowok runtang-runtung ke KONDANGAN.  Salting ?? Celingukan ?? … Itu Pasti … !!! (hehehe)

 

Yang kedua Minggu 10 Agustus 2008

Ada Undangan kawinan lagi di Aula milik Kepolisian di Selatan Jakarta.  Pagi jam 11.  Karena asisten rumah tanggaku mengambil jatah cutinya … maka Bunda memutuskan untuk tidak ikut.  So dia menunggu dirumah saja sambil beberes rumah.  Si Bungsu pun juga tidak ikut karena dia berat meninggalkan film kartun Madagaskar yang diputar di TV. 

Akhirnya hanya si Trainer, plus anaknya si Sulung dan si Tengah saja yang berangkat.

 

You know what … mereka menggunakan baju batik lengan pendek milik ku … hehehe sudah cukup ternyata .. dan ah anak ABGku keren-keren juga kalo pake batik … (walaupun sepatunya pake sepatu basket … plus celana cabin …

Pulang dari sana … si Sulung ngomong …”Yah apa kita langsung pulang ?”

”Emang kalian mau kemana ?” aku bertanya …

”Yaaa kemana kek gitu, ke Toko Buku juga gak papa … ” mereka menjawab begitu.

”Kalian apa nggak malu pake batik begini, entar dibilang salah kostum  ?” aku bertanya.

”Enggaklah .. nggak apa-apa …” serentak mereka bilang begitu …

 

Aku suruh mereka telfon Bundanya untuk minta izin terlebih dahulu.  Sebetulnya Ini lebih bertujuan untuk ”financial awareness” saja. (supaya uangku nanti diganti). (huahahaha)

 

Maka jadilah 3 cowok-cowok … kelenongan di toko buku terkenal di Pondok Indah Mall … seliweran mencari buku yang mereka inginkan … dengan memakai Batik KONDANGAN …

 

Ah mereka ternyata juga mewarisi satu sifatku yang lain … yaitu … ”cuek” bebek !!!

Biarin apa kata Orang … salah kostum,  berpakaian Batik lengkap tapi dolan di toko buku.

Yang penting nggak pake pakaian renang kan ???? … hehehhee …

 

Sayang aku tidak memfoto mereka … !!!

Ah kalau saja ada fotonya pembaca pasti akan naksir berat sama kita bertiga … COWOK KONDANGAN pake Batik … yang kesasar di toko Buku …

 (tetep narcis poreper… !!!)

Diposkan pada ARTIKEL, HEADLINE NEWS

MATAHARI DI ATAS GILLI ..

Baru seminggu yang lalu aku membeli beberapa buku baru di kios buku Batubara (lihat postingan yang bertajuk … KIOS BUKU BATUBARA).

Aku tertarik untuk membeli dan membaca buku “MATAHARI DI ATAS GILLI” … karangan Lintang Sugianto. Di sampul bukunya tertulis komentar dari WS Rendra : “Ia tidak memakai bahasa uraian, atau gambaran yang klinis, tetapi dengan metafora-metafora puitis yang jauh lebih bisa mendalam gambarannya.  Inilah keistimewaan Lintang dalam kemampuannya melukiskan peristiwa jiwa.  Barangkali dalam hal ini hanya bisa ditandingi oleh Leila Chudori yang secara kebetulan juga seorang perempuan. 

Hmmmm … Rendra membandingkannya dengan Leila S Chudori.  Aku mencoba mengingat-ingat tulisan Leila S Chudori ini.  Namun tidak berhasil menemukannya di memoriku.Seingat ku Leila S Chudori ini adalah penulis idola remaja dulu tahun 80-an.  Saat itu aku baru SMA kelas 2 atau 3 an …  atau awal-awal aku kuliah.  Dan sepertinya Leila pun juga seumuran dengan aku.  Aku sekolah SMA di Bulungan …. Dan Dia kalau tidak salah di SMA Setiabudi atau Bukitduri aku lupa.  Masa itu yang terkenal juga adalah Titiek Widoretno alias Neno Warisman … di SMA Puloraya.

Leila adalah penulis produktif di majalah-majalah remaja saat itu … Dan seingatku pula Leila S Chudori mempunya bahasa yang khas anak muda waktu itu ….

Mungkin Rendra membandingkan Lintang dengan Leila Chudori … ketika Leila sudah dewasa …Yang terus terang tulisan Leila dewasa … aku sama sekali buta … dan tidak mengikuti lagi … Apakah dia pernah menulis lagi setelah masa-masa SMA itu … dan bagaimana gaya bahasanya sekarang. 

HHmmm … aku penasaran.  Tetapi herannya mengapa kecepatanku membaca tidak secepat ketika aku menikmati Andrea Hirata atau Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy) yah …

Buku-buku dari kedua penulis itu pasti habis aku lalap hanya dalam waktu dua atau tiga malam saja paling lama.  Tetapi ini sudah seminggu … aku baru sampai Bab III  Wah ada apa nih ya …Jangan-jangan aku “nggak kuat” nih bahasanya …. Or …Lebih tepat … “nggak nyampe” level apresiasinya … 

Yang jelas … aku sangat suka isi novel ini  … Novel MATAHARI di atas GILLI ini mengupas perjuangan serorang perempuan muda untuk memajukan pendidikan anak-anak di sebuah pulau terpencil di timur Jawa. (sejauh ini begitu cerita yang aku baca)

 Besok gua kebut aaahhh …

Diposkan pada PERTUNJUKAN HARI INI

KIOS BUKU “BATUBARA” …

Sudah lama sebetulnya aku ingin membeli buku heboh yang bertajuk “Ayat-ayat Cinta”. Tidak tahan dengan kehebohan pemberitaan dan pembicaraan mengenai novel ini …. Aku tergerak untuk segera membeli buku tersebut.
Baru kemarin Hari Sabtu 16 Feb 2008, aku berkesempatan untuk membeli Buku itu. Buku tersebut aku beli dalam perjalanan pulang dari Bandara Cengkareng ke rumah ku …
Hmmm dalam hati aku berfikir … Rasanya mungkin akan enak sekali beristirahat panjang sambil menikmati novel tersebut setelah seminggu penuh aku mengikuti acara Working Session dan Conference perusahaanku di Nusa Dua Bali. Acaranya padat dan melelahkan. Dalam perjalanan pulang ke rumah aku menyempatkan untuk mampir di toko buku langgananku.

Aku minta Sopir Taxi Gamya yang mengantarku untuk menunggu …
”Tiga menit pak … nggak lebih … !!!. Aku lihat dia agak cemberut karena dia rupanya mengejar waktu untuk kembali ke poolnya sebelum pukul 12 siang. (Udah tau mau setor kok masih narik penumpang … begitu pikir ku dalam hati …).

Saat itu waktu menunjukkan pukul 10.30 … !!! (Aku naik pesawat jam 8 waktu Denpasar sampai di Cengkareng jam 8.45 waktu Jakarta).
Dia mungkin mengira aku akan lama di toko buku kecil itu (tepatnya kios) di sebuah kompleks perumahan dosen Universitas Islam terkemuka di negeri ini. Dia juga mungkin belum tau bahwa sebetulnya rumah ku hanya 10 menit dari toko buku itu …
Kelihatan sekali sopir itu cemas. Senyumnya pun terlihat seperti seringai yang dipaksakan.
Cepat aku menuju tempat display buku itu, dan membayarnya. Aku tau persis letaknya karena hampir setiap Sabtu aku pasti mengunjungi kios buku tersebut, sambil menunggu anak-anak ku yang ikut ekstra kurikuler tiap sabtu. Sekolah anak ku juga tidak jauh dari kios buku tersebut.

“Mau disampul pak ?” (Kios buku kecil tapi lengkap ini memang menerapkan layanan tambahan untuk menyampul plastik setiap buku yang kita beli …). Memang top kios buku ini … harganya murah, koleksi relatif lengkap plus layanan sampul gratis.

“Tidak usah … saya buru-buru nih … ditunggu taksi ..”
“Tumben …” si Mas penjaga kios berujar sambil menyodorkan Ball Pen.
(Ini juga kebiasaanku yang dia sangat hafal … aku pasti menandatangani buku yang aku beli dan sudah disampul Rapi …)
“Wah kali ini aku gak tanda tangan mas … nanti Sopir taksinya makin mendelik tuh … “(Si Mas tertawa mendengar jawabanku, sambil cepat-cepat memasukkan buku “Ayat-ayat Cinta ke dalam tas kresek Hitam)
“Eh iya boss … “Maryamah Karpov” nya masih belum ada tuh … katanya sih masih agak lama terbitnya…” (ahaaa dia juga hafal ada buku yang selalu aku tanyakan tetapi sampai saat ini belum aku dapatkan …)(sekali lagi dua jempol buat dia, hafal bener kebiasaanku)(Aku jadi merasa diperlakukan seperti pelanggan penting …)

Hehehe … setelah sampai di Rumah ku barulah Sopir itu bisa santai … (oh iya … sepanjang perjalanan tadi Sopir Taxi Gamya ngebut choy … )(untung Sabtu … jalan kosong).
Itu sebabnya pula aku memutuskan untuk tidak mampir ke sekolah anakku untuk mengecek apakah mereka mengikuti ekstra kurikuler Sabtu itu atau tidak … Takut di pelototin … (Aneh ya … penumpang malah mengikuti kemauan Sopir Taxi ???)
(Asal ente tau aja ya … Aku juga nyopir Choy … jadi semua waktu udah aku perhitungkan … ini cuma aku ucapkan dalam hati saja …)(percuma ribut … itu hanya akan menghilangkan seleraku untuk segera menikmati novel laris yang baru saja ku beli ini ..)

Oh iya sampai lupa … nama kios buku tersebut adalah Kios Buku “Batubara”. Karena terletak dilingkungan kampus dan kompleks perumahan (plus kos-kosan mahasiswa) sudah bisa ditebak bahwa koleksi buku yang mereka punya tidak jauh dari buku-buku referensi kuliah para mahasiswa Universitas Islam tersebut. Kios ini selalu ramai aku liat.

Yang akan aku catat adalah bahwa sekalipun hanya Kios Buku Kecil tetapi menurut hematku patut di acungi jempol … karena telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen kepuasan pelanggan yang sangat jitu.
Letak Strategis, Harga Murah, Koleksi Lengkap, baik Buku untuk Umum maupun rujukan Kuliah, Pelayanan Ramah … dan juga mereka tau betul kebiasaan, kesukaan dan kebutuhan dari para Pelanggannya … !!!(plus layanan tambahan sampul plastik gratis tentunya )

Bandingkan dengan Pelayanan Sopir Taxi Gamya tersebut … !!! …
Di mata sopir taksi tersebut Aku tak lebih dari Paket Karung beras yang harus diantarkan ke Pasar Induk … !!!