Diposkan pada INSPIRING PERSON, PERTUNJUKAN HARI INI, RENUNGAN

FILM-FILM INSPIRATIF

Ini untuk menjawab stimulus dari teman narablog saya di tulisan berjudul STIMULUS …
OYEN a.k.a Tari Atmojo menanyakan siapakah Trainer favorit yang menjadi inspirasi saya …
Mungkin ini tidak menjawab stimulus tersebut 100% … namun someway-somehow postingan dibawah ini bisa juga menggambarkan sosok Guru/Trainer yang inspiratif bagi saya …

Dan inilah ceritanya …

Trainer ini bukan seorang penggemar Film sejati.

Saya bukan tipe orang yang selalu antri untuk menonton film favorit di Bioskop.  Dan sayapun juga bukan tipe pemburu DVD (baik yang asli apalagi yang bajakan) yang selalu berkeliaran di ITC, Glodok atau pusat penjualan DVD lainnya, untuk berburu film box office masa kini

Namun ada beberapa film bagus, yang telah menginspirasi saya.  Memberikan kesan yang mendalam bagi saya.  Khususnya dalam melakukan tugas saya sehari-hari sebagai Trainer.

Pertama … ”To Sir With Love” (dibuat tahun 1967)

(sumber gambar : wikipedia)

Dibintangi pleh ”Sidney Poitier”.  Di film ini diceritakan bagaimana pak Guru Sidney Poitier itu menangani kelas ”buangan” di sekolah pinggiran, yang muridnya terdiri dari remaja nakal frustasi itu.  Dia mengajar dengan penuh disiplin dan kecintaan.  Menyulap anak-anak urakan itu menjadi anak muda yang dapat dibanggakan.

– 

Terus Kedua …”An Officer and A Gentleman” (produksi 1982)

(sumber : Wikipedia)

Dibintangi oleh ”Louis Gossett Jr” dan ”Richard Gere”.  Disini diceritakan dedikasi seorang Training Officer (diperankan oleh Lous Gosset Jr) yang melatih kadet-kadet penerbang angkatan laut itu.  Dan pada bagian akhir … justru si Training Officer itu dengan sikap seorang ”gentleman” harus memberi hormat duluan ke (mantan) kadet, para traineenya yang sudah lulus itu.

Dan yang terakhir ”Laskar Pelangi” (2008)

(sumber : http://laskarpelangithemovie.blogspot.com)

Tokoh ibu Muslimah … diperankan oleh ”Cut Mini”.  Ibu Muslimah yang tetap semangat.  Di dalam situasi penuh keterbatasannya.  Sanggup membina 10 orang anak-anak yang berada dalam asuhannya.  Yang menjadi inspirasi bagi Ikal a.k.a Andrea Hirata sang penulis untuk belajar lebih keras … tetap semangat untuk mengejar mimpi Sorbonnenya.  Walaupun sekolahnya ini hampir roboh dan nyaris ditutup karena kekurangan murid …

Ada benang merah dari ketiga film tersebut …

Ketiganya menggambarkan sepak terjang tokoh-tokoh pendidik (walaupun di situasi yang berbeda-beda ) … Sosok-sosok Trainer Sejati … Yang didalam melakukan tugasnya selalu dilandasi oleh … DEDIKASI dan KECINTAAN … Dedikasi kepada pekerjaan … dan Kecintaan pada Anak Didiknya …

Aaahh ya … mereka … Pak Guru ”Sidney Poitier”, Training Officer ”Louis Gosset Jr” dan … Ibu Muslimah …  telah menginspirasi Trainer.

Mereka telah mengajarkan apa arti … DEDIKASI dan KECINTAAN. 
Yang dibalut dengan … PROFESIONALISME dan KEIKHLASAN … !!!

 

Note :

Entah kebetulan … entah apa …
Ketiganya mempunyai Original Sound Track dan Music score Film yang bagus-bagus …

”Up where we belong” theme song di An Officer and Gentleman (menang Oscar kalo gak salah)
”To Sir With love” … dinyanyikan oleh Lulu …
”Laskar Pelangi”  (Nidji) dan ”Bunga Seroja” (cipt Said Effendi diaransemen ulang oleh Mara Karma).
(dengan  backing vokalnya yang fenomenal itu tentu …) 🙂

.

—–

Oyen … terima kasih Stimulan nya ya …

.

.

Diposkan pada PERTUNJUKAN HARI INI

LASKAR PELANGI THE MOVIE

 

Akhirnya Trainer sekeluarga menonton juga Film Laskar Pelangi. Hari Sabtu kemarin 11 Oktober 2008 di Cineplex XXI Pondok Indah Mall 2. 

 

Sebuah film dengan pemandangan alam yang indah … mirip model film-film National Geography.  Berhasil mengangkat keindahan alam Belitong yang mungkin tidak pernah dikenal luas sebelumnya.  Juga kultur masyarakatnya yang merupakan perpaduan antara Melayu dan Tionghoa … (plus ”budaya ekskusif” masyarakat PN Timah itu).

 

Membuat film yang diangkat dari sebuah Novel terkenal … memang tidak mudah.  Merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi sang sutradara untuk menuangkan seluruh nuansa bathin yang telah dibangun oleh kata-kata indah penulis novelnya.  (Kebetulan Trainer sudah membaca bukunya …)

 

Terus terang menurut pendapat Trainer, ada beberapa moment-moment dramatis yang luput di gambarkan di film yang berdurasi hanya dua jam ini.  Karakter-karakter anggota laskar pelangi yang sangat ”berwarna” itupun juga kurang optimal diangkat ke permukaan karena terbatasnya waktu dan media …

 

Yang berhasil diangkat hanya karakter Lintang, Mahar dan juga yang pasti Ikal itu sendiri.  Sementara Harun, Sahara, Flo, Kucai, Samson, A Kiong dan sebagainya … sulit untuk diangkat keatas.  Padahal cerita tentang mereka juga tidak kalah dramatis dan menariknya untuk di gambarkan.  Belum lagi cerita tentang Tuk Bayan Tula,  Pawang Buaya, A Ling, Sekolah PN Timah, Romantika Nelayan … hhmmm … banyak sangat.

 

Di Novel Laskar Pelangi … Ada 34 Bab dan tebalnya 534 halaman … penuturan Andrea Hirata pun sangat detil disana.   Dan itu semua harus dituangkan dalam 2 jam penayangan layar lebar.  Ini nyaris mustahil …  Meskipun demikian … menurut hemat Trainer … sutradara Riri Riza telah berhasil mengangkat sebagian besar benang merah cerita, dan alur penting yang diinginkan oleh si Penulis, dalam novel fenomenalnya itu …

 

Sebuah film yang indah, lucu, mengharukan … sekaligus sarat makna …

Sebuah perenungan tentang pendidikan, tentang ketimpangan, tentang kemiskinan, tentang semangat pengabdian … tentang perjuangan …

Juga tentang … Mimpi … !!!

 

Oh iya … siapa yang main bagus disana … ?

Trainer terkesan oleh akting … Ikranagara sebagai Pak Harfan sang Kepala Sekolah.  Juga Cut Mini sebagai Ibu Guru Muslimah.  Trainer juga memuji … Pemeran Cilik Lintang si jenius dan Pemeran Mahar si seniman … amboi mereka berbakat sangat !!!

Patut dipujikan pula bagaimana ketekunan sang Sutradara mengcasting dan mengarahkan aktor-aktris cilik itu.  Aku dengar mereka diambil dari anak-anak lokal Belitung, yang tentu saja belum pernah bermain film.  Tidak berlebihan jika Trainer memprediksikan bahwa Riri Riza bisa menjadi kandidat kuat untuk menyabet predikat sebagai sutradara terbaik di FFI yang akan datang.

 

Sementara aktor/aktris Senior kawakan sekaliber Slamet Raharjo, Alex Komang, Jajang C Noor, Mathias Muchus, … juga Lukman Sardi, Tora Sudiro, Rieke Dyah Pitaloka, ternyata malah hanya bermain dalam sedikit scene saja …  Ini menggambarkan bagaimana Miles Films dan Mizan Production sungguh tidak main-main, menggarap Film yang satu ini.

.

.

.