Diposkan pada NGEBLOG

FLUENCY

 

Fluency adalah tingkat kelancaran seseorang dalam mengeluarkan – melahirkan sebuah ide.  Termasuk ide tulisan.  Ada yang mengalir … ada yang terbata-bata …

Ada yang tergantung mood … dan ada juga yang stuck, alias nggak ngalir sama sekali.

 

Sebetulnya apa sih hambatan trainer ini dalam menulis di Blognya ???

Salah satu hambatan mengapa Trainer ini tidak “fluent” dalam menuliskan ide-idenya adalah karena perasaan Takut.  Takut kelihatan aneh-bodoh-konyol.  Takut Jelek.  Takut salah.  Ragu-ragu.  Ah nanti begini, ah nanti begitu, ah nanti apa kata orang, ah cemen amat sih.  Ah gitu aja kok ditulis, ah sepele amat … dan seterusnya …

 

Terus terang saja … kreatifitas menulis dan aliran ide-ku sering kali BUNTU dan TERHAMBAT, … JUSTRU ketika aku TERBEBANI fikiran untuk HARUS menulis sesuatu yang (seolah-olah) fenomenal, bagus, keren, bermutu, terlihat pandai dan smart !!!

 

So langkah berat pertamaku adalah melepaskan barrier – beban fikiran tersebut …

Menulis tanpa beban !!!.  Mencoba Jujur pada perasaanku sendiri …

 

Sehingga untuk menanggulangi hambatan tersebut maka …

Trainer ini sama sekali tidak peduli dengan Mutu Tulisan … yang penting tulisanku itu :

NGGAK BOONG, NGGAK NYONTEK dan NGGAK JOROK … !!!

 

So … Be Your Self … Biar jelek asal hasil karya sendiri !!!

 

Setuju ??!!

 

Karena pada hakikatnya manusia itu tidak boleh berhenti belajar … belajar dari kebaikan dan juga belajar dari yang salah … Belajar dari mana saja … kepada siapapun dia … sampai kapan pun !!!

 

Diposkan pada 7. Interview

INTERVIEWING TECHNIQUE …

Untuk menundukkan Pewawancara, maka anda harus tau tekhnik-tekhnik yang biasa digunakan dalam mewawancarai sorang calon karyawan.
Ini aku bocorin tekhnik yang biasa dipakai …

Pada dasarnya ada dua jenis teknik pertanyaan berdasarkan sifatnya …

  • Yang pertama bersifat Factual/past experience/sejarah/yang telah terjadi
  • Yang kedua bersifat What If atau Opini, komentar, ide mengenai sesuatu hal

Nah jika kita sudah tau systim cara bertanyannya … lalu apa yang harus kita lakukan sebagai pesakitan (alias) seorang calon karyawan yang diwawancara … untuk menjawab semua pertanyaan tersebut …

Untuk yang bersifat Factual :
Contohnya : “Tolong ceritakan pada saya situasi dimana anda dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit untuk diputuskan ?” atau “Anda pernah berbeda pendapat dengan orang lain ? tolong ceritain dong ? dst

Jawab dengan spesifik dan jujur. Dan gunakan struktur :

  • Gambaran Kapan dan Situasi apa yang anda hadapi,
  • Apa yang anda lakukan waktu itu dan
  • Bagaimana Hasilnya …

Untuk yang bersifat What If ? atau Opini ?
Contohnya banyak … antara lain :

  • Apa yang anda lakukan jika ternyata anda menemukan telah terjadi penyelewengan dana dan anda diperintah untuk tutup mulut …?
  • Jika anda tiba-tiba saja diangkat menjadi Ketua Panitia Program Pemilihan Sopir Truk teladan … ? apa yang anda lakukan ?
  • Apa komentar anda tentang nasib TKI di Luar Negeri ?
  • dsb

Ingat there’s no right or wrong answer.
Yang ada adalah …

  • “Smart” answer and a “dodol” one
  • There’s “Lies” and there’s “Truth”
  • Straight answer and “mbulet” answer …

Anda diminta untuk mengemukakan jalan fikiran anda, dengan cara yang baik dan terstruktur. Gunakan bahasa yang dimengerti oleh Interviewer

Beberapa Hal yang harus anda perhatikan :…

  • Dengarkan pertanyaan dengan seksama – jika tidak jelas tanya kembali.
  • Jangan tergesa-gesa. Bila perlu minta waktu 1 – 2 menit untuk berfikir.
  • Jangan potong pertanyaan … !
  • Jika tidak tau ? katakan tidak tau … jangan sok tau
  • Interviewer yang ahli akan bisa melihat jika anda berbohong
  • To the point jangan “plintat – plintut”