Diposkan pada RENUNGAN, VOLUNTEERING

LAST MINUTE CANCELLATION

(Batal pada saat-saat terakhir)

Ini tentang Kelas Inspirasi

Sebagian teman-teman yang mengenal saya, pasti mengetahui bahwa saya beberapa kali mengikuti kegiatan relawan di program Kelas Inspirasi.  Mengajar sehari di SD negeri sederhana, agar anak-anak itu semangat untuk belajar dan mengejar cita-citanya dengan jujur, kerja keras, pantang menyerah dan mandiri.  Tentu disertai doa yang tak putus-putus.

(photo by Abdul Rohmat)

Mekanismenya, kita (para relawan) akan dibagi per kelompok sesuai dengan SD yang akan kita tuju.  Dan selama persiapan, kita berkomunikasi secara virtual melalui group WA.

Ketika mengikuti program ini, beberapa kali kami mengalami suatu hal yang sedikit mengganggu.  Yaitu adanya relawan yang mengundurkan diri, batal mengikuti kegiatan ini.

Memang ini adalah kegiatan kesuka-relawanan.  Tak ada paksaan.  Namun jika ada yang membatalkan keikut sertaannya, tentu akan sedikit mengganggu mekanisme persiapan yang sudah dilakukan.  Apalagi jika pembatalan tersebut baru diinformasikan … satu hari sebelum hari H.  (Bahkan ada yang mengundurkan diri pada saat hari H)(Dan percaya atau tidak … ada pula yang menghilang begitu saja tanpa berita).  (… cling …)

Alasannya?

Macam-macam.

1.Musibah
Ada yang mundur karena kena musibah atau ada keluarga yang sakit.  Nah kalau ini sangat bisa dimengerti.  Dan kita para relawan pun pasti sangat memaklumi.  Case closed.

2. Pekerjaan
Ada pula karena alasan pekerjaan.  Tidak dapat cuti, load pekerjaan sedang banyak, ada pekerjaan mendadak dan juga ada perintah untuk ke luar kota. 
Alasan yang ini sebetulnya bisa diminimalisir, jika relawan yang bersangkutan mempunyai rencana yang matang dan bersungguh-sungguh untuk mengikuti program ini.  Jauh hari sebelum hari H seharusnya dia sudah meminta izin cuti. Kalau perlu melakukan lembur untuk menuntaskan pekerjaan sebelum hari H. Berdiskusi dengan atasan dan kolega untuk berbagi tugas dan mengalokasi beban kerja antar anggota tim, termasuk di dalamnya jika ada potensi dinas keluar kota pada tanggal yang ditentukan.  (Ya saya tau ini tidak semudah membalikkan tangan, namun hal tersebut tidak mustahil, jika kita lakukan dengan semangat positif)

3. Lain-lain
Nah kalau yang ini menarik nih …

Sependek pengalaman saya, ada beberapa hal lain yang bisa membatalkan relawan untuk ikut kegiatan pada hari H.  Di antaranya: tidak dapat tiket (jika ybs dari luar kota), tidak dapat penginapan, tidak dapat izin dari pasangan dan sebagainya.  Sekali lagi, hal ini seharusnya bisa diminimalisir jika relawan mempunyai rencana dan persiapan yang baik.

4. Tak diketahui sebabnya
Percaya atau tidak, (seperti yang sudah saya sebutkan di atas) saya mengalami beberapa kali kejadian di mana ada relawan yang mengundurkan diri begitu saja, tak ada berita pada saat hari H.  Tak ada kata maaf pula setelahnya.  Dan kalau sudah begini, kami hanya bisa mengurut dada.

.

Pertanyaannya : Apakah Om Trainer pernah mengundurkan diri?
Pernah.  Saya pernah mengundurkan diri.  Tahun 2016. Saya lupa bulannya.  Waktu itu situasinya adalah saya mendaftar ke salah satu kegiatan Kelas Inspirasi di sebuah kota.  Namun satu hari setelah saya mendaftar, tiba-tiba ada proyek pekerjaan baru yang dilimpahkan kepada saya, yang saya prediksikan akan belum selesai pada saat hari H nanti.  Sehingga ketika ada pemberitahuan bahwa saya dinyatakan lulus untuk ikut Kelas Inspirasi di kota tersebut, saya langsung bicara dan mohon maaf pada Fasilitatornya bahwa saya mengundurkan diri.  Dan itu waktunya adalah :  sebulan sebelum hari H.

(Dan ternyata … proyek pekerjaan saya tersebut bisa selesai lebih cepat dari yang direncanakan sehingga kalau saya mau, sebetulnya saya bisa saja ikut mengajar saat hari H.  Namun saya tetap mengundurkan diri, karena program Kelas Inspirasi ini bukan “terminal” di mana orang bisa seenaknya saja keluar masuk sesuka hatinya)

.

Melihat pengalaman-pengalaman tersebut, kami para relawan selalu mempunyai back up plan jika ada relawan yang tiba-tiba mengundurkan diri.  Jadwal acara yang kami buat, kami sesuaikan sedemikian rupa agar fleksibel dan bisa menyiasati kondisi jika ada relawan yang mundur pada saat hari H.

Namun di atas itu semua, pelajarannya adalah …

Apapun yang kita lakukan, baik itu kegiatan profesional maupun kegiatan kesukarelawanan hendaknya kita semua mempunyai rencana yang baik.  Dan selalu siap dengan cadangan alternatif rencana lain jika situasi berubah.

Daaannn … komunikasi adalah kunci.   Jika anda berhalangan ikut suatu kegiatan, apalagi kegiatan yang melibatkan sekelompok orang … mbok ya o … kasih berita … kasih informasi.  Kalau bisa jauh-jauh hari sebelumnya,

Setuju?

Salam saya

.

.

.

 

Diposkan pada ARTIKEL, VOLUNTEERING

KELAS INSPIRASI (2)

Ini adalah tulisan sambungan dari postingan saya yang sebelumnya tentang Kelas Inspirasi

(Kelas Inspirasi adalah program yang digagas oleh Indonesia Mengajar.  Para profesional diundang untuk cuti satu hari dan mengajar di sebuah sekolah dasar secara sukarela.  Mereka akan menjelaskan apa profesinya kepada anak-anak.  Agar anak-anak SD tersebut terinspirasi)

Di tulisan sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai proses awal untuk mengikuti program Kelas Inspirasi (KI).  Yaitu : melihat jadwal, mendaftar dan mengikuti proses seleksi.  Saya terangkan juga di sana, proses seleksi relawan itu perlu dilakukan karena biasanya yang mendaftar banyak, sementara kapasitas terbatas.

Panitia akan mengumumkan hasil seleksi relawan melalui web site atau melalui pemberitahuan ke e mail masing-masing. 

Jika kita dinyatakan tidak lulus seleksi maka jangan kecil hati.  Coba lagi di kota-kota berikutnya !

Jika kita dinyatakan lulus seleksi maka berikut ini adalah proses-proses selanjutnya yang akan kita lalui.

Kita akan dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 10 – 18 orang.  (FYI : banyak atau sedikitnya anggota disesuaikan dengan besar-kecilnya sekolah dasar yang akan dituju).  Masing-masing tim akan didampingi oleh satu orang fasilitator.  Fasilitator tugasnya adalah menjadi penghubung antara panitia KI, pihak sekolah yang dituju dan juga para relawan.  Fasilitator biasanya sudah mempunyai pengalaman mengikuti KI sebelumnya, sehingga dia bisa bertindak sebagai konsultan timnya bilamana diperlukan.

Nah setelah tim terbentuk, proses selanjutnya yang akan kita jalani adalah sebagai berikut

1.Membuat kelompok diskusi

hp

Fasilitator akan membuat group diskusi secara online (biasanya memakai WhatApp).  Ini berguna untuk memudahkan komunikasi antar anggota group, selama masa persiapan.  Forum komunikasi ini sangat penting mengingat domisili para relawan bisa jadi lokasinya berjauhan.  Disiplin untuk selalu memantau forum diskusi ini menjadi hal yang harus diperhatikan oleh para relawan agar tidak ketinggalan berita.

.

2.Memilih ketua tim dan seksi-seksi

org
(hanya contoh)

Untuk memudahkan koordinasi, sebaiknya dipilih ketua tim, sekretaris dan bendahara.  Plus beberapa pic (person in charge) sesuai keperluan.  Biasanya yang diperlukan adalah pic survei, pic acara, pic perlengkapan dan pic konsumsi.  (FYI setiap kelompok akan berbeda-beda cara pengaturannya.  Tidak ada hal yang baku dalam hal ini)

.

3.Survei Sekolah

sd padek1
(SDN Padek 1, KI Serang)

Ini hal yang sangat penting untuk dilakukan.  Relawan diharapkan melakukan survei pendahuluan ke sekolah dasar yang akan dituju.  Melihat situasi dan juga meninjau lokasi.  Naik apa kesana, rute kendaraannya bagaimana dan seterusnya

Saat survey kita juga diharapkan bisa bertemu dengan pihak sekolah untuk menggali informasi yang kita butuhkan.  Informasi yang paling mendasar biasanya adalah data jumlah lokal kelas, jumlah rombongan belajar, dan jumlah murid per kelas.  Setelah itu kita menggali juga informasi mengenai latar belakang siswa, keluarganya, mata pencaharian orang tua dsb. 

Hal ini penting kita ketahui agar kita bisa merancang rencana mengajar dengan baik.  Jangan lupa untuk menanyakan juga jadwal sekolah masuk jam berapa, istirahat jam berapa dan pulang jam berapa.  (note : KI tidak boleh mengubah jadwal keseharian mereka).  Akan bagus juga jika kita sempatkan waktu untuk ngobrol dengan anak-anak di kantin atau di halaman sekolah ketika mereka istirahat.  Anggap saja ini pemanasan untuk lebih mengenal mereka, calon audience kita nanti.

Ada banyak tim yang setelah melakukan survei, sekalian dilanjut dengan rapat atau diskusi untuk membahas langkah-langkah selanjutnya (mumpung ngumpul)(karena biasanya sangat sulit mencari waktu untuk bertemu karena setiap relawan mempunyai kesibukan sendiri-sendiri)

Saya pribadi menganggap survei ini sangat penting.  Hampir di setiap KI yang saya ikuti, saya pasti melakukan survei lokasi terlebih dahulu.

.

4.Rundown acara

Hal selanjutnya yang harus didiskusikan adalah merancang acara.  Untuk mempermudah kami biasa membaginya menjadi tiga bagian besar.  Opening – acara inspirasi – closing

Opening adalah semacam upacara pembukaan di lapangan.  Di acara ini kita akan menjelaskan kepada anak-anak tentang apa itu KI, perkenalan singkat dan juga melakukan sedikit kegiatan “energizing”, penyemangat agar anak-anak lebih antusias mengikuti “pelajaran” hari ini.  Bisa berupa menyanyi, gerak-gerak badan, yel-yel, permainan kecil dan sebagainya.  Tidak perlu lama-lama agar energi tidak terkuras habis disini.

darihp 1 (343)
(contoh jadwal mengajar)

Selanjutnya adalah acara inspirasi.  Acara pokok.  Siapa, mengajar kelas mana, jam ke berapa !  Ini memerlukan pemikiran tersendiri.  Bagaimana mengatur sejumlah inspirator yang ada, dengan waktu yang terbatas serta lokal kelas yang tersedia, sedemikian rupa agar didapat penyebaran yang optimal.  Satu “jam pelajaran” biasanya antara 30-40 menit.  Pembagiannya pun diusahakan seadil mungkin.

Dan terakhir adalah acara penutupan.  Biasanya anak-anak dikumpulkan lagi di lapangan dan kita melakukan ritual untuk penyemangat anak-anak agar termotivasi mengejar cita-citanya.  Bentuknya bisa macam-macam sesuai dengan kreatifitas masing-masing.  Acara penutup ini tidak kalah pentingnya.  Karena kesan pada acara penutupan inilah yang biasanya lebih diingat oleh anak-anak.

.

5. Support

samsung1 (45)
(salah satu materi komunikasi)(SDN Kedung Waringin, KI Bogor #3)

.

Ini adalah prentilan-prentilan yang harus juga kita pikirkan agar proses KI bisa berjalan dengan baik.  Perlengkapan, design materi komunikasi (spanduk ? poster ? vertical banner ? dll), stationery, konsumsi dan sebagainya.

Support tergantung dari rundown acara yang kita kreasikan.  Semakin kompleks bentuk acaranya maka keperluan logistik support juga akan semakin ribet.

Satu yang perlu diingat, jangan sampai kita mengkreasikan acara sedemikian kompleks.  Sedemikian heboh.  Persiapan sedemikian panjang, menguras energi dan waktu, sehingga kita melupakan fokus inti / substansi pokok kelas inspirasi.  Substansi pokok adalah tetap “lesson plan” ataupun rencana pengajaran masing-masing.  Bagaimana caranya menjelaskan profesi masing-masing ke depan anak-anak usia sekolah dasar.  Dari kelas 1 sampai dengan kelas 6

6. Lesson Plan

IMG-20151029-WA0005
(SDN Kedung Waringin, Bogor)(photo by Putri)

Lesson plan atau rencana mengajar adalah inti dari segalanya.  Ini semacam skenario pribadi.  Apa yang akan dilakukan, dikatakan, dipraktekkan, didemokan, diperlihatkan dimainkan di depan kelas, dari menit ke menit.  Perlengkapan apa yang dibutuhkan ? Alat peraga ? Gambar ? Demo ? Games ? dan sebagainya.

Dalam waktu 30 – 40 menit kita harus menerangkan profesi kita kepada anak-anak SD itu.  Siapakah aku ? Apa profesiku ?  Apa yang dilakukan profesiku setiap hari saat bekerja ? Apa peran-manfaat profesiku di masyarakat ? Bagaimana cara menjadi aku ?  Tentu dengan bahasa dan cara yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Dan menurut saya … disinilah seninya.  Disinilah letak menarik dan menantangnya !

Jadi demikianlah, seluruh rangkaian program Kelas Inspirasi mulai dari saat pendaftaran sampai dengan persiapan hari inspirasi.

Sesungguhnya tidak ada hal yang baku, di setiap Kelas Inpirasi yang saya ikuti selalu saja ada hal yang baru yang memperkaya wawasan dan pengalaman saya pribadi.

Semoga saja anak-anak itu bisa menikmati apa yang para relawan berikan pada saat hari Inspirasi.

Mari terus menginspirasi !

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.

Diposkan pada VOLUNTEERING

KELAS INSPIRASI

kismall

Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa saya beberapa kali berkesempatan untuk ikut berpartisipasi di sebuah program sukarela yang bernama Program Kelas Inspirasi dari Indonesia Mengajar.

Program Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia.  Para relawan pengajar tersebut akan cuti satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar di sebuah Sekolah Dasar.

Apa yang diajarkan ?

Kita tidak mengajar mata pelajaran umum seperti matematika, IPS atau olah raga.  Para relawan hanya bercerita mengenai profesinya masing-masing kepada anak-anak SD tersebut.  Tentu dengan bahasa sederhana yang dimengerti oleh mereka.

Harapannya, para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita, serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar.  Cita-cita yang tinggi.  Cita-cita yang akan diraih dengan penuh doa dan usaha.  Usaha yang jujur, mandiri, pantang menyerah dan kerja keras.

Prinsip sikap dasar gerakan ini ada tujuh : sukarela, bebas kepentingan, tulus, siap belajar, ambil bagian langsung, siap bersilaturahmi dan tanpa biaya.  Kalaupun ada biaya, itu hanyalah iuran para relawan untuk perlengkapan acara dan keperluan alat mengajar di sekolah masing-masing.  Sikap-sikap dasar inilah yang membuat saya tertarik untuk ikut.

.

Gimana sih caranya Om, kalau mau ikutan ?

Gampang saja. Berikut adalah langkah-langkah yang biasanya saya tempuh. (note : Saya akan menyingkat Kelas Inspirasi dengan “KI” saja)

.

1. Waktu dan Tempat
Yang pertama adalah kita harus mempelajari jadwal KI yang ada.  Biasanya saya melihat di : www.kelasinspirasi.org.  Di sana ada daftar kapan dan di kota mana saja KI akan dilangsungkan. (BTW : selain dari website tersebut, informasi tentang jadwal KI juga sering kita temui di social media)

Setelah dapat jadwalnya, kita tentu harus mencocokkan dengan ketersediaan waktu dan mobilitas kita.  Misalnya saya.  Saya bertempat tinggal di Tangerang Selatan.  Saya harus memperhitungkan jarak dan waktu tempuh dari rumah saya ke kota tujuan KI.  Untuk alasan kemudahan aksesibilitas, sejauh ini saya hanya memilih beberapa kota yang relatif dekat dengan Tangerang Selatan saja, yaitu Bogor, Depok, Bekasi, Jakarta, Serang dan Cilegon.

Sebetulnya bisa saja kita memilih kota yang jauh dari tempat tinggal kita. Bahkan di luar pulau sekalipun.  Itu terserah anda.  Ada banyak relawan yang menggunakan kesempatan KI ini untuk sekalian pulang kampung.  Misalnya Fulan yang berasal dari Magetan. Ketika ada program KI di Magetan, Fulan ikut mendaftar, dengan harapan dia bisa sekalian pulang kampung dan berbakti pada pendidikan di daerah asalnya itu. 

Ada pula yang menggunakan kesempatan ini untuk berwisata atau travelling ke kota-kota yang belum pernah dia kunjungi.  Itu sah-sah saja.  Sekali rengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.  (Silakan anda memilih kota mana saja, toh biaya ditanggung sendiri bukan ?!)

.

2. Mendaftar
Sudah ketemu waktu dan kota yang pas ? Kini saatnya kita mendaftar.  Pendaftaran dilakukan secara on line.  Bisa melalui www.kelasinspirasi.org , lalu klik “info lengkap”.  Anda akan diarahkan ke website KI di masing-masing kota.

Isi form data diri anda, seperti nama, pendidikan, pekerjaan, nomer kontak dan sebagainya.  Selain itu, calon relawan juga diminta untuk menuliskan apa motivasinya mengikuti KI ini. 

Para relawan bisa mendaftar sebagai pengajar atau fotografer atau videografer.  Syarat untuk bisa menjadi pengajar adalah sudah mempunyai pengalaman bekerja lebih dari dua tahun.  Sementara untuk menjadi fotografer atau videografer, harus menyertakan website/social media yang memuat karya-karya foto/video masing-masing untuk dievaluasi.

(BTW : Fungsinya memang sengaja dipisahkan antara pengajar, fotografer dan videografer.  Ini bertujuan agar pengajar tetap fokus pada aktifitas mengajarnya dan tidak “kecentilan” sibuk dengan urusan foto memfoto saat mengajar.   Ada relawan khusus, yaitu fotografer dan/atau videografer yang memang bertugas untuk mendokumentasikan seluruh aktifitas KI hari itu)

Jika form sudah diisi lengkap dan di“submit”, panitia biasanya akan mengirimkan notifikasi melalui e mail yang menyatakan bahwa data sudah diterima dengan baik. 

.

3. Proses Seleksi

Selanjutnya tim panitia rekrutmen KI akan menyeleksi calon-calon relawan berdasarkan form pendaftaran yang masuk secara on line tersebut.  Jadi saran saya, ketika anda mengisi form pendaftaran, cantumkanlah data dengan lengkap dan tuliskan motivasi anda dengan bersungguh-sungguh. Sehingga panitia rekrutmen tertarik untuk memilih anda. Form pendaftaran adalah satu-satunya tiket untuk bisa masuk menjadi relawan KI.

Kok di seleksi Om ?
Ya ini memang harus diseleksi karena yang mendaftar biasanya membludak (apalagi kalau KI di kota besar).
  Setelah proses ini, kita tinggal tunggu pengumuman dari panitia. Go or No Go !

Sependek pengetahuan saya, ada pengecualian untuk beberapa profesi dan pekerjaan.  Mereka tidak perlu mengikuti seleksi.  Ini biasa disebut sebagai relawan yang mempunyai “Wild Card”.  Mereka biasanya adalah public figure, pejabat tinggi negara, artis, musisi, orang terkenal, profesor/guru besar/peneliti senior di suatu perguruan tinggi, aktifis Program Indonesia Mengajar/Kelas Inspirasi ataupun tokoh-tokoh lainnya.  Jujur saja keikut sertaan mereka, membuat kami para relawan “biasa” ini menjadi lebih bersemangat.  (Eh Addie MS ikutan lho.  Wah ada Ringgo Agus Rahman.  Wow Dinda Kanya Dewi di sebelah saya.  Itukan Chikita Fauzi anaknya Marissa Haque dst dst dst  )

.

What Next ?

Terus kalau seandainya terpilih … apa yang harus saya lakukan Om ?

Itu akan saya ceritakan di postingan berikutnya ya … agar tidak terlalu panjang.

Stey cun ya cun … !

kinh

Salam saya

om-trainer1.

.

.

Diposkan pada VOLUNTEERING

KI CILEGON 1 : YANG BERBEDA KALI INI

28 Mei 2015

Ini adalah hari dilaksanakannya program Kelas Inspirasi Cilegon 1 (biasa disebut Hari Inspirasi).

Selalu saja akan ada hal-hal baru dan berkesan di setiap pertemuan kelas inspirasi.  Demikian juga di SDN Purwakarta, KI Cilegon kali ini.

nhcilegon1

SD Negeri Purwakarta ini terletak di kecamatan Purwakarta, kota Cilegon. Masih terhitung satu kawasan dengan kompleks perumahan Krakatau Steel.  Ada enam lokal kelas dengan enam rombongan belajar.  Kondisi bangunannya meskipun tidak mewah, tetapi cukup baik, bersih dan relatif rapi.  Hebatnya sekolah ini difasilitasi juga dengan Wi-Fi lho …

Situasi jalan di depan sekolah tidak begitu ramai sehingga relatif kebisingannya tidak mengganggu proses belajar mengajar disana.  Entah karena dilarang atau bagaimana, orang tua siswa dan-atau pengantar-penjemput anak-anak, tidak ada yang berkeliaran di halaman sekolah apalagi di kelas. Semua menunggu di luar gerbang.  Tertib.

Lalu apa lagi yang berkesan di SDN Purwakarta ini ?

Berikut adalah beberapa hal yang sempat saya catat selama saya bertugas mengajar disana.

1.Cita-cita
Setiap kali mengajar, saya selalu menyempatkan diri untuk bertanya satu persatu kepada para siswa.

“Cita-cita kalian kalau sudah besar nanti ingin jadi apa ?”

Di kota-kota sebelumnya, anak-anak selalu bersemangat menjawab pertanyaan saya tersebut dengan spontan.  Ya walaupun jawabannya biasanya standart : jadi dokter, jadi suster, jadi pilot, jadi ABRI atau jadi polisi.  Namun mereka segera menjawab pertanyaan saya ketika ditanya.

Ini agak berbeda dengan situasi anak-anak di SDN Purwakarta ini.  Ketika saya masuk di kelas 5, dan bertanya pertanyaan “apa cita-citamu” tersebut.  Sebagian besar dari mereka hanya senyum tersipu malu, menunduk, geleng-geleng atau menjawab “nggak tau” (sambil memperagakan gerakan “molet”, “menggeliat-geliat” khas anak-anak itu).

Namun Alhamdulillah ketika diminta untuk menulis cita-citanya di sehelai kertas berbentuk daun cita-cita, mereka menuliskannya dengan lancar, apa yang menjadi keinginannya.

IMG_6853
menulis cita-cita (photo by @nh18)
nhcilegon16
nama : opan s. cita-cita : pemain bola (photo by @nh18)

Rupanya mereka harus dibiasakan untuk mengungkapkan apa yang mereka mau, rasakan dan inginkan secara lisan dan langsung.  Mereka harus dibiasakan untuk berbicara, tanpa merasa malu.

2.Rebana
Belajar dari kelas inpirasi yang lalu, pihak guru sekolah dan anak-anak itu selalu antusias jika diminta untuk menampilkan ketrampilan mereka berkesenian.  Demikian juga di SDN Purwakarta ini.  Mereka menyambut antusias sekali ketika diminta untuk mempersiapkan atraksi keseniannya. 

Kebetulan SDN Purwakarta ini, tim kesenian rebananya baru saja terpilih menjadi juara 2 lomba rebana tingkat SD se kota Cilegon.  Rasa antusiasme tersebut bisa terlihat dari seragam lengkap yang mereka kenakan. Anggota tim rebana ini, khusus berganti seragam sekolahnya dengan seragam baju adat.  Sebetulnya kami sudah bilang tidak perlu memakai kostum lengkap, nanti merepotkan anak-anak.  Tetapi mereka, anak-anak dan guru-guru berkeras untuk memakainya.  Mereka bilang sederhana saja … “Biar bagus Pak, Bu … kan nggak setiap hari kami bisa tampil di depan Bapak-Ibu Kelas Inspirasi”. (speechless)

Ya … mereka melakukan ini demi mempersembahkan yang terbaik untuk kami.

nhcilegon8
tim rebana SDN Purwakarta (photo by @nh18)
nhcilegon7
vokalis tim rebana SDN Purwakarta (photo by @nh18)

Sebuah persembahan sederhana namun dilakukan dengan sungguh-sungguh dan gembira oleh anak-anak SDN Purwakarta.  Mengharukan.

3. Jamuan
Kali ini kami kecolongan.
Ya … kami kecolongan sodara-sodara.  Ini cerita tentang makan siang.

Di program kelas inspirasi yang sudah-sudah, ada banyak cara yang kami (para relawan) lakukan untuk mengelola makan siang kami.  Kelompok saya waktu di Bogor dulu memutuskan,  selesai acara langsung bubar jalan.  Makan siang sendiri-sendiri. Kelompok KI saya waktu di Depok lain lagi, selesai acara kami makan-makan di sebuah restoran soto yang terletak tidak jauh dari SD tempat kami mengajar.  Di Bekasi, ada salah satu orang relawan yang berkenan untuk mentraktir dan menyediakan 40 nasi kotak untuk kami dan juga para guru-guru sekalian.  Kami makan-makan di ruang guru sekolah.

Lalu bagaimana dengan di Cilegon ?
Jujur ketika diskusi persiapan melalui sarana social media Whatsapp.  Persoalan makan siang tidak kami bahas sama sekali.  Kami melulu fokus pada persiapan mengajar, jadwal, run down acara dan logistik perlengkapan.

Apa yang terjadi ?
Selesai acara, bapak kepala sekolah ternyata secara mengejutkan sudah menyediakan Nasi Bungkus untuk kami para relawan.  Adduuuhhh … kami sungguh merasa tidak enak karena sudah merepotkan Pak Kepala sekolah.  Nasi Bungkus Padang dengan lauk yang kumplit.  Disantap hangat ketika perut sedang lapar dan energi yang terkuras karena mengajar … Nikmat banget !

IMG_6825
ditraktir kep-sek (photo by Gaby, KI Cilegon)

Kami sungguh terharu dengan perhatian Kepala Sekolah dan jajaran guru. Di ruangan tempat kami beristirahat pun sejak pagi sudah tersedia aneka ragam kue, makanan kecil, dan jeruk yang manis.  Satu doos besar air mineral botol. Dan satu doos air mineral gelas.  Sambutan yang membesarkan hati.

P5282167
kepala sekolah dan guru-guru (photo by @nh18)

Jadi demikianlah …
Setiap program kelas inpirasi pasti menyimpan cerita-cerita indah sendiri-sendiri. Sederhana tetapi tulus.  Tidak ada maksud terselubung apa-apa.  Tak ada kepentingan apa-apa. 

Yang ada hanyalah satu keinginan sederhana. Membuat anak-anak berani untuk bermimpi dan berikhtiar keras untuk meraih mimpinya.

Sampai jumpa di Kelas Inspirasi kota berikutnya …

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.

.

Diposkan pada VOLUNTEERING

KI CILEGON 1 : OUR TEAM, KELOMPOK 6

28 Mei 2015

Ini adalah hari dilaksanakannya program Kelas Inspirasi Cilegon 1 (biasa disebut Hari Inspirasi).

Pagi hari, sehabis Subuh, saya berangkat dari rumah menuju kota baja tersebut.  Sesuai dengan apa yang saya perhitungkan ketika survei di hari briefing beberapa waktu yang lalu, perjalanan ke Cilegon saya perkirakan akan memakan waktu 1 sampai 1.5 jam.  Rencananya, saya tidak langsung menuju SD tempat kami mengajar, saya akan berkumpul dahulu dengan teman-teman satu kelompok, di lobby suatu hotel di Cilegon.  Baru nanti dari sana kita akan berangkat bersama menuju SDN Purwakarta.

Seperti yang saya ceritakan di postingan yang lalu, kami satu tim ini belum pernah bertemu sebelumnya.   Relawan yang akan bertugas di SDN Purwakarta berjumlah 10 orang. Terdiri dari 2 fasilitator, 7 relawan pengajar plus satu orang fotografer.  Selama ini komunikasi dan koordinasi hanya kami lakukan melalui fasilitas social media Whatsapp.  Pembagian tugas dan diskusi tukar pikiran mengenai materi pembelajaran, juga kami lakukan lewat WA saja.

IMG_6819
akhirnya bisa bertemu komplit …(photo by Gaby, KI Cilegon)

Singkat kata tanpa banyak kesulitan, kami segera mengenali satu sama lain saat bertatap muka langsung. Pembicaraanpun mengalir tanpa canggung. Saya perhatikan “chemistry” di antara para relawan itu sangat mudah sekali terbentuk. Ini selalu saja saya temui di program kelas inspirasi, di manapun. Baik itu waktu di Bogor, Depok, Bekasi maupun yang sekarang di Cilegon. Mungkin karena dilandasi oleh sikap kesukarelaan itulah yang membuat kami mudah membaur satu sama lain.

IMG_6821
Sebelum mengajar … (photo by Gaby, KI Cilegon)

Kali ini saya satu kelompok dengan mereka yang berprofesi sebagai : Karyawati Departemen Pekerjaan Umum, Karyawati Bank Syariah, Karyawati Percetakan Uang RI, Quality Assurance di suatu perusahaan roti, Motivator/Life Transformation Coach, dan Seorang Dokter.

Dan seperti biasa … saya yang paling tua !

IMG_6820
Opa memperkenalkan cucu-cucunya (photo by Gaby, KI Cilegon)

Dua orang fasilitator yang mendampingi tim kami, keduanya masih berstatus mahasiswa di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, sementara fotografer yang bertugas mendokumentasikan kegiatan kami, sehari-harinya berprofesi sebagai seorang karyawati perusahaan asuransi.

Kelompok saya kali ini relatif lebih “ramai” dan “extrovert” dibanding kelompok KI yang pernah saya ikuti. Hal ini pun berbanding lurus dengan intensitas “popotoan” dan “seselfian” diantara kita yang relatif tinggi.  Pendek kata … narcis sudah !

Bergaul dengan mereka serasa … dua puluh tahun lebih muda !  (N**o spray kalah …) 🙂 🙂 🙂

Semangat mereka dalam mempersiapkan lesson plan dan upaya untuk menghandel kelas dengan sebaik-baiknya … juga luar biasa !

IMG_6671
om-om ketinggalan … (photo by Nina, KI CIlegon)

Lalu ?

Bagaimana kesan saya mengenai SD N Purwakarta, tempat kami mengajar kali ini ?  Tunggu tulisan saya berikutnya … !

IMG_6823
jujur, pantang menyerah, mandiri dan kerja keras ! (photo by Gaby, KI Cilegon )

Salam saya

71071D338183D7765E8404E3E942AEC9.

.

.

.

.