Diposkan pada MY FAMILY

JIIEEE

(Biar tau ujung pangkalnya sebaiknya baca POSTINGANKU yang ini dulu … )

 

 

(Jiieee … ucapkan “e” seperti pada iyem … )(bukan seperti “e” pada Peyek).

Ini sebetulnya adalah sebuah ungkapan ekspresif.  Aku susah mendeskripsikan bagaimana cara melagukan ungkapan tersebut.  Sulit pula menjelaskan apa artinya.  Ada yang bilang … Jiieee … ada yang Ciaa … ada pula yang Ciee … Taelaah, Cieileehh, Cialiah … dsb. 

Tapi yang jelas Jiiieee adalah ungkapan khas dari anak Bungsu ku …

 

Begini ceritanya …

Tiap Sabtu – Minggu, Long weekend atau hari libur lainnya, ke tiga anak ku selalu minta diantar ke rumah Orang tua ku … Rumah Eyang Uti-Eyang Kakungnya.  Mereka senang sekali menginap disana.  Rumah orang tuaku ini jaraknya hanya sekitar 2 kiloan dari rumah ku … relatif dekat … hanya 10 menit berkendara.

Jadi biasanya Sabtu pagi kami mengantar mereka.  Kami sekalian sowan, ngobrol santai dengan Bapak-Ibu ku seharian sampai Magrib.  Anakku biasanya langsung memanggil anak-anak tetangga yang sebaya untuk main bola atau badminton di rumah ortuku … karena halamannya luas.  Dan ramailah rumah itu dengan celoteh riang anak-anak singkong bermain bola.  Baru malamnya aku dan istriku pulang kerumah kami, anak-anak tetap tinggal menginap dirumah eyangnya.  Sebelum kami pulang biasanya Istriku memberikan wejangan super panjang lebar ke Sulung, Tengah dan Bungsu … Untuk Ingat Sholat, Minum Vitamin, Minum susu, jangan nakal, jangan telat makan, jangan lupa mandi, dan seribu satu pesan lain untuk dilaksanakan selama menginap di tempat Eyangnya. (biasalah ibu-ibu). (Padahal ini cuma semalem dua malem lho, dan jarak rumah kita hanya 2 km). (Tapi Wejangannya panjang lebar bak akan menginap diluar negeri selama 1 semester saja).  (Dan jangan tanya pula … barang-barang bawaan keperluan anak kami yang kami bawa di bagasi mobil kami … wuaahh seabreg bouw, kayak pindahan …).

 

Ketika aku dan istriku pamit pulang biasanya anak-anak ikut mengantarkan kami sampai ke Mobil …  Dan si Bungsu pun pasti akan mulai nyeletuk …”Jiieee Ayah Bunda romantis niiihhh” … “Jiieee Ayah Bunda asik berduaan niiihhh” … “… “Jiieee, jiieee … sekali lagi … jiieeee”.  Dilontarkan dengan cengangas-cengenges bergaya sok ABG … ah si Bungsu 8 tahun ku itu … ada-ada saja tingkahnya.  Kami pun hanya bisa senyum tersipu mendengarkan godaan si Bungsu …

 

And You know what sodara-sodara …

Kesempatan langka … hanya berduaan … tanpa anak-anak di rumah … memang kami pergunakan sebaik-baiknya untuk … ber “Jiieee” ria … (yang se “jiiee-jiiee” nya …).

 

(Dari beberapa referensi yang aku baca, bagi pasangan suami istri, apalagi yang sudah lebih dari satu dasa warsa berumah tangga … melewatkan waktu privacy hanya berdua-an saja tanpa anak-anak … sangatlah penting artinya, agar “kehangatan” tetap terus terjaga  …)(Ibarat sayur lodeh … semakin sering dihangatkan semakin “mak nyus lezatnya” … )

 

So kode … Jieee artinya adalah   … ??? …. “SAYUR LODEH”  … hehehehe …

 

(ini judulnya … Khusus Saat Weekend … Trainer keramas setiap hari …)

(*lihat tanggalan … kapan yaaa … ada long weekend lagi …*)

Diposkan pada MY FAMILY, Si Bungsu

ZORRO

Cerita Bungsu Ulang tahun masih berlanjut.  Kemarin 2 April 2008 kami dari kantor langsung pulang. Tidak mampir kemana-mana.  Sesampainya di rumah si Bungsu yang berulangtahun langsung senyum-senyum … sambil sedikit berpandangan menyelidik, melihat-lihat apakah Ayah dan Bundanya bawa “sesuatu” untuk dia.  Dan raut muka nya pun sedikit berubah .. karena memang ternyata kami tidak membawa apa-apa.  Ini sesuai dengan janjinya untuk tidak meminta kado saat Ultahnya … (kan udah gede …).  (Anda semua harus lihat perubahan raut mukanya … )(dia tidak nangis, tidak ngambek, tidak cemberut, tidak merajuk … namun kami tau pasti … ada sedikit gurat kekecewaan di mata dia ). 

Ketika aku makan malam … dia keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah boneka figurine Zorro setinggi 30 cm-an.  … (tidak secara demonstratif diperlihatkan ke kami … namun aku tau ada sedikit upaya untuk menarik perhatian kami yang sedang makan …). 

“Eh Nak … Punya boneka figurin Zorro baru ya … ???” … aku langsung bertanya kepada dia …
Dan dengan bangganya dia ngomong …”Iya … tadi aku dapet Hadiah Ulang Tahun dari Mbak”  (Mbak adalah asisten rumah tangga kami, datang pagi dan pulang malam). (Tidak menginap).  Terdengar di kupingku kata-kata “… HADIAH ULANG TAHUN … ” agak ditekankan sedemikian rupa oleh si Bungsu.  Dengan harapa Ayah Bundanya “ngerti” sendiri.  Ah … aku terharu sekali.  Terharu dua kali bahkan. 

Pertama Terharu karena si Bungsu tetap memegang janjinya untuk tidak meminta perayaan dan hadiah Ulang tahun kepada Ayah Bundanya di ulang tahun kali ini … (walaupun dia sangat ingin). 

Terharu kedua adalah karena perhatian tulus si Mbak Asisten Rumah tangga kami … yang RELA menyisihkan Gajinya untuk membahagiakan si Bungsu.  Padahal dia sudah berkeluarga … putrinya masih SD dan pasti juga butuh biaya.  Sementara suaminya kerja serabutan menjadi pekerja proyek, yang berpenghasilan tidak tetap.  Sempat-sempatnya dia membelikan hadiah untuk si Bungsu.  Aku tidak tau apakah dia juga membelikan hadiah boneka barbie jika anaknya berulang tahun. (setau ku tidak pernah). 

Si Bungsu sangat sayang pada si Mbak demikian juga sebaliknya si Mbak pun juga sangat sayang pada si Bungsu … sama seperti dia menyayangi anaknya sendiri … ( A Lotta love for you all …)
(Ah tak terasa airmataku menggenang)

(BTW : kami semua sebetulnya sedang mempersiapkan surprise buat Si Bungsu … Mas-masnya masing-masing sudah mempunyai hadiah untuk dia … Uang jajan mereka sengaja kami lebihkan untuk keperluan ini.  Dan Kami Ayah dan Bundanya pun masing-masing akan memberi hadiah kejutan untuk dia.  Biar Banyak hadiahnya … Kita semua akan tiup lilin sederhana di rumah Eyang Uti – Eyang Kakung Sabtu nanti …Mbak dan anaknya pun akan kami ajak juga) … Jangan Bilang-bilang bungsu ya … !!!