Diposkan pada HEADLINE NEWS

MACET TANDA KEMAJUAN …

Dari KOMPAS kemarin hari Senin, 25 Februari 2008 …
Bapak Wakil Presiden Kita berkata …
”membaiknya ekonomi ini bisa dilihat kalau kita berjalan dari Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng ke Jakarta yang kini semakin lama waktunya. “Ini karena Macet. Itu artinya semakin banyak orang punya mobil” …”

So … macet = membaiknya ekonomi … !!!

Aku tidak bisa meng-iya-kan … tidak pula bisa men-tidak-kan …
Saya terus berfikir apakah betul salah satu indikator kemajuan ekonomi bisa dilihat dari semakin banyaknya mobil yang dipunyai oleh masyarakat di negara tersebut …

Yang terlintas di benak saya hanyalah … di satu sisi kita berhasil meningkatkan ekonomi … yaitu semakin banyak orang yang mempunyai kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua … namun disisi yang lain … kita belum sepenuhnya siap untuk menikmati kemajuan itu … karena sarana jalan yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan kendaraan tersebut… diperburuk lagi dengan disiplin berlalu lintas yang semakin ajaib …

(dan terus terang saya turut serta, ikut andil dalam menciptakan kemacetan tersebut …) (karena saya membawa mobil jika ke kantor / pulang kantor …)
(coba kalo saya menggunakan kendaraan umum ke kantor …pasti kendaraan akan berkurang satu deh … )(siapa tau saja dengan begitu bisa membuat jalan di Jakarta menjadi lebih lancar …??? )(Bukan begitu ???) (hehehe agaksinis.wordpress.com)

Demikian laporan pandangan mata dari P2KMJ … Persatuan Penyebab dan Korban Macet Jakarta …

🙂

Diposkan pada ARTIKEL, HEADLINE NEWS

KONYOL …

Aku membaca dari harian Kompas kemarin … lupa halaman berapa …
Dan hal yang sama disampaikan dan dibahas oleh Putri Suhendro dan M Rafiq dalam acara Pagi-Pagi di I Radio

Berita kriminal sih …
(aku lupa kejadiannya dimana )(Jakarta kalau tidak salah …)
Ada seorang istri (sudah punya anak satu)… menusuk suaminya … terkena di pangkal paha …
Pasalnya ? Si Istri mencurigai suaminya selingkuh. Dan tidak tahan lagi untuk melabraknya …
Pecah keributan antar mereka. Karena sang suami menyangkal semua tuduhan itu. Dan entah bagaimana si Istri kalap dan mencoba menusuk suaminya dengan pisau dapur … namun beruntung tidak sampai kena organ vitalnya … sang suami kena tertusuk di pangkal pahanya … Akhirnya Si Istri ditahan di kepolisian …

Sementara itu KONYOL-nya … ketika wartawan Kompas hendak mewawancarai sang Suami di Rumah Sakit … Terlihat si Suami tersebut sedang berbaring di peluk oleh perempuan muda lain di tempat tidur RS …
Dan ketika ditanyai oleh Wartawan … Laki laki itu bilang … Dia hanya Teman kok …

(sumpah gua ngakak dalam hati …)(mbok ya o nunggu sampe sembuh …)
(ah … bagai mana ini …).

Diposkan pada HEADLINE NEWS

POCO-POCO …

(disarikan dari Kompas, 1 Feb 2008)

“Salah satu mantan presiden, mengkritik pemerintahan sekarang ibarat menari POCO-POCO …
Maju satu langkah, mundur satu langkah, kekanan dua langkah,kekiri dua langkah …
Tidak kemana-mana … hanya membuat gembira …”

Begitu kira-kira yang saya baca dari Kompas hari ini …
Saya hanya bisa tersenyum saja membaca berita ini …
Sambil membayangkan … saya menari apa ya … ketika beliau memimpin negeri ini beberapa tahun yang lalu …

“gaji guru honorer di Merangin, salah satu kabupaten di propinsi Jambi, hanya cukup untuk membeli tiga helai kerupuk perhari … mereka hanya dibayar 100 ribu per bulan …”

Saya kali ini tidak tersenyum …
Kali ini saya hanya diam … tertegun … sedih … dan getir
Kasihan sekali para pejuang pendidikan itu …

Saya lahir dari keluarga Guru … Ayah seorang dosen dan ibu seorang guru SMA …
Alhamdullilah kami cukup …
Hanya bersyukur … itulah yang kami bisa kerjakan …

Kami memang harus pandai-pandai menahan hati …
Agar tidak tergiur pola hidup konsumtif yang sungguh menarik hati …
Hanya menahan diri untuk bisa menerima apa adanya yang ada pada kami …

Sekali lagi kami hanya bisa bersyukur …
Karena kami bisa makan sehari tiga kali … bukan hanya dengan kerupuk
tetapi juga dengan nasi, kecap, sambal, sayur dan sekerat tempe ….

Untuk sarapanpun Alhamdulillah Ibu kami masih bisa menyediakan Roti …

Ah andai saya bisa melakukan sesuatu untuk Bapak dan Ibu guru itu …