Diposkan pada ARTIKEL, NGEBLOG

JAJANAN KAKI LIMA FAVORIT NH18

Ada sebuah tantangan menarik yang dilontarkan oleh Maya Siswadi, seorang bloggerwati yang bermukim di Tangerang Selatan.  Tantangannya sederhana saja, yaitu menceritakan lima jenis jajanan favorit yang kita sukai.

Pada hakikatnya saya bukanlah orang yang menyukai petualangan kuliner.  Setiap kali travelling ke tempat-tempat tertentu baik itu di dalam maupun di luar negeri, teman-teman saya pasti putus asa mengajak saya wisata kuliner, berburu makanan khas setempat.  Dijamin saya tidak akan pernah mau diajak. (Ah percuma ngajak si Nanang, dia mah orangnya gitu … nggak seru !)

Pas berkunjung ke suatu kota tertentu, mau makan ? Yang dicari pasti warteg atau warung Padang.  Kalaupun diajak ke restoran, pesannya pasti standart … nasi goreng ! Minumnya teh panas manis.  Atau kalau di luar negeri, mentok-mentoknya gerai cepat saji pak Ron atau Pak Kolonel.  Selera saya memang sangat konvesional.  (tepatnya menyedihkan !)

Namun demikian jika saya ditanya, adakah jajanan-jajanan favorit yang Om NH senangi ?  Tentu saja ada lah.  Dan karena saya ini orang rumahan, dan baru berkeliaran cari makan ketika saya libur tidak mengajar.  Maka jajanan favorit ini relatif lokasinya yang dekat-dekat rumah saya saja  (di daerah Pondok Cabe, Tangerang Selatan)

Mari saya ajak anda sekalian, mencicipi jajanan-jajanan kesukaan saya.

.

1.Nasi Uduk Nyai
Sebut saja demikian.  Ini adalah nasi uduk paling enak yang pernah saya makan.  Asli Betawi.  Letaknya di depan Masjid Al Ittihad, di Jl. Purnawarman, Ciputat Timur.  Gurihnya pas, pake sambel kacang.  Semurnya nyus,  telor balado dan telor dadarnya “Betawi” banget.  Nyai tidak hanya menjual nasi uduk saja, tetapi juga ketupat sayur dan beberapa penganan tradisional Betawi, seperti gemblong, ketan kelapa, bakwan dan sebagainya.  Tapi yang saya rekomendasikan tetap nasi uduknya.  Kedai Nyai hanya buka pagi hari, biasanya melayani mereka yang berangkat ke kantor atau ke sekolah.  Jam 11 makanan di sana biasanya sudah habis semua.  Apalagi hari Minggu.  Seporsi nasi uduk dengan telur dadar, mihun goreng dan semur tempe harganya Rp.10.000 saja

k51

.

2.Soto Bakso Kumis Pak Solihin (alm)
Atau sekarang namanya berganti menjadi Bakso “Rasa Nyata” (Pa Kumis).  Sesungguhnya ini bakso biasa.  Tapi almarhum Pak Solihin (sang founder) menambahkan asesori soto ke dalamnya.  Ada potongan lumpia, kubis, tomat segar, daging sapi dan kedelai goreng.  Jadilah menu ini dinamakan Soto Bakso.  Rasanya enak.  Baksonya pun lembut.  Cocok untuk selera om-om ompong seperti saya. 

k53
(nggak pake kedele)(udah nggak kuat ngunyahnya)

.

Lapak bakso ini letaknya berada di dalam kompleks perumahan UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Buka dari sekitar jam 9 pagi sampai sekitar jam 8 malam.

Kemasyhuran bakso ini sudah tidak diragukan lagi.  Coba saja tanyakan kepada mereka yang pernah kuliah di UIN Jakarta.  Alumni atau mahasiswa,  baik itu yang baru kuliah tahun kemarin maupun yang sudah lulus 20 tahun yang lalu.  Biasanya mereka akan berkata, bahwa mereka pernah nongkrong di kedai ini.  Ya bakso ini berdiri sudah lama sekali, dan sangat terkenal di kalangan mahasiswa UIN Jakarta. 

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah ngobrol dengan Pak Solihin (beliau masih sehat waktu itu).  Beliau usaha jualan bakso ini diawali dengan jualan pikulan.  Dan kemudian karena kegigihannya dia berhasil menyewa kios.  Usahanya terus berkembang sedikit demi sedikit, sampai akhirnya beliau beserta istrinya bisa menyekolahkan tinggi anak-anaknya dan bahkan menunaikan ibadah haji berkat usahanya ini.  Sekitar tahun 2014 yang lalu Pak Solihin meninggal dunia, menyusul sang istri yang sudah meninggal terlebih dulu.  

Sekarang kios bakso kumis Pak Solihin (i.e Bakso Rasa Nyata) ini diteruskan oleh salah seorang pegawainya.  Meskipun sudah ditinggal sang founder, rasa dari bakso legendaris ini tetap tidak berubah. Soal harga ? Murah pol ! (hawong harga mahasiswa).  Seporsi soto mie bakso hanya Rp. 13.000 saja.

k52

.

3. Bakmi SS

Taglinenya : “Bakmi SS rasa GM”.  Hahaha.  Ciye-ciye-ciye.  Rupanya rasa bisa juga dicopy paste.  Seperti yang sudah anda duga, beberapa menu di Bakmi SS ini merupakan tiruan dari menu bakmi yang terkenal itu.  Setelah saya rasakan, ya memang tidak jauh berbeda.  Yang berbeda hanyalah harganya.  Jauh lebih murah tentu.  Menu favorit saya di sini adalah Bakmi Spesial Pangsit Goreng dan … Nasi Goreng ! (again ?)

Harga Bakmi Spesial Pangsit Goreng hanya sekitar Rp. 18.000 an.  Sementara Nasi Goreng hanya Rp. 21.000 saja

20160313_200311_resized

Bakmi SS ini letaknya ada di sebuah pujasera.  Pusat jajan serba ada.  Buka dari jam 10.00 sampai 24.00 (kalau malam minggu).  Hari biasa hanya sampai jam 22.00  Sejarahnya, pujasera ini terbentuk karena adanya penertiban dan penggusuran lapak-lapak di sepanjang kali Enggram (anak kali Pesanggrahan).  Para pedagang lapak makanan tersebut akhirnya disatukan di sebuah tempat baru yang bernama TKC.  Taman Kuliner Cireundeu.  Letaknya ada di ujung Jl. Purnawarman, dekat kompleks perumahan Mandiri. Cireundeu Tangerang Selatan.  Lebih rapi.  Lebih tertib.  Jika malam minggu ada hiburan live music ala kadarnya.  Cukup membuat gembira pengunjung dan pegawai lapak.

Menurut pendapat saya kondisi mereka kini jauh lebih baik, dibanding ketika mereka masih membuka kedai di pinggir kali.  Pengunjung terlihat lebih ramai dan kebersihan lebih terorganisir dengan baik.  lahan parkirnya pun tidak mengganggu lalu lintas seperti dulu.

20160313_200301_resized

 

4. Sate Ayam Warung Khas Madura

Ini juga makanan standar.  Maksudnya makanan standar kalau Bunda sedang tidak masak di rumah.  Untuk makan malam, saya biasanya akan merapat ke lapak kaki lima yang satu ini.  Warung Khas Madura namanya.  Baik itu nongkrong di tempat, atau bungkus bawa pulang.  Warung K5 ini letaknya di Jl. Cireundeu Raya.  Tepat di seberang resto “warung pizza” berwana merah yang terkenal  itu.  Buka hanya malam hari saja, dari jam 18.30 sampe sate habis.

k54

Yang jualan asli Madura.  Mereka menjual sate ayam, sate kambing dan juga sop kambing.  Bisa pakai nasi, bisa pakai lontong.  Digadopun monggo.

k56

Namanya juga selera konvensional, sejauh ini saya baru merasakan sate ayamnya saja.  Saya belum pernah beli sate kambing dan sop kambingnya.  Harga satu porsi (10 tusuk) dibandrol Rp.17.000 saja.  Kalo tambah lontong jadi Rp.20.000.   Menurut saya ini adalah sate ayam yang paling enak yang ada di sekitar rumah saya.  Apa lagi jika bumbunya ditambah potongan bawang merah mentah.  Hhmmm ! (hah … harum !)

.

5. Sate Padang Ajo Suardi

Saya mulai jatuh cinta pada sate Padang yang satu ini gara-gara si Sulung dirawat di RS Syarif Hidayatullah karena sakit demam berdarah.  Gerai kaki lima sate Padang ini letaknya memang tepat berada di depan rumah sakit tersebut.  Berdekatan pula dengan mesjid Fatullah UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Ketika saya menjaga si Sulung, karena lapar malam-malam saya mencari makan.  Bertemulah saya dengan kaki lima yang satu ini.  Sate ini hanya buka malam hari (19.00 s/d 23.00)

20160314_192905_resized

Entah karena lapar, entah karena lelah, saya merasa sate Padang ini adalah sate Padang yang paling enak yang pernah saya rasakan di Pulau Jawa. (hahaha lebay yak ?)(Sate Padang Mak Syukur Padang Panjang nggak masuk hitungan … karena itu legend …)(tak tertandingi)(hahaha).  Saya koreksi pernyataan saya, ini adalah sate Padang yang paling enak yang ada di dekat rumah saya.  🙂

20160314_193012_resized

Aroma bumbunya enak sekali.  Kekentalannya pas.  Dagingnya pun relatif empuk dan matang.  Sate Padang ini enaknya memang dimakan selagi panas.  Jika sudah dingin, bumbunya sudah tidak enak lagi.  Harga satu porsi 10 tusuk + 1 ketupat Rp. 17.000

20160314_193241_resized

Jadi demikianlah …

Saya baru saja menceritakan jajanan-jajanan favorit saya.  Kalau mau dipetakan kira-kira letaknya seperti ini …

map

Semuanya berada di seputaran tempat tinggal saya.  Sekali lagi ini karena saya orang rumahan, dan bukan tipe petualang kuliner yang suka berkeliaran ke sana-ke mari mencoba-coba (atau memfoto-foto) berbagai jenis makanan.  Selera saya sangat konvensional.  Tepatnya, benar kata teman saya : “Untuk urusan makan-makan si Nanang mah orangnya gitu … nggak seru !”

Hahaha

Salam saya

om-trainer1

.

.

(harga per 15 Maret 2016)

(seluruh foto adalah milik pribadi @nh18)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Advencious First Giveaway dan JengSri”

Diposkan pada TRAVELLING

TOUR GUIDE

umroh(200)
(sekedar ilustrasi : sebuah daerah wisata)

.

Ini tulisan tentang pemandu perjalanan wisata.  Bagi mereka yang pernah mengikuti paket tour perjalanan wisata, tentu sudah tidak asing dengan yang namanya tour guide.  Mereka sangat berjasa dalam memberikan penjelasan mengenai tempat-tempat wisata yang kita kunjungi.  Sehingga kunjungan kita menjadi lebih berarti, ada pengetahuan dan pengalaman baru yang kita dapat.

Alhamdulillah, saya beberapa kali pernah mengikuti tour wisata baik itu di dalam negeri maupun di manca negara.  Tentu saja beberapa kali kami dipandu oleh para tour guide.  Seorang tour guide yang baik, dituntut untuk mempunyai pengetahuan mengenai obyek wisata yang bersangkutan, plus harus hafal sejarah.  Mereka pun diharapkan mempunyai kemampuan public speaking dan ketrampilan story telling yang luwes.  Penguasaan bahasa setempat dan bahasa asal negara para tamu juga merupakan kriteria tour guide yang banyak dicari oleh para pengguna jasa wisata.  Jika syarat-syarat tersebut tidak dipenuhi, tentu peserta tour akan kecewa.  (Kalau di luar negeri biasanya penyelenggara perjalanan menggunakan jasa warga negara setempat yang pernah tinggal di Indonesia / mahasiswa Indonesia / penduduk keturunan Indonesia yang bisa berbahasa Indonesia).

Nah yang menarik dan ingin saya soroti disini adalah : saya perhatikan ada beberapa kesamaan yang selalu saya temui berkaitan dengan penggunaan tour guide ini … dan entah mengapa … hal ini kok selalu saja terjadi di setiap tour yang saya ikuti …

Paling tidak ada TIGA kesamaan yang selalu saya temui …

  1. Tip :
    Walaupun di dalam paket wisata yang kita bayar biasanya tertulis, biaya sudah termasuk penginapan, tiket masuk tempat wisata, makan dan juga fasilitas tour guide.  Namun kenyataannya, pada umumnya ketika sudah di lapangan kita akan dikoordinir oleh pemimpin perjalanan untuk urunan, menyisihkan sedikit uang untuk iuran sukarela.  Iuran tersebut untuk tip tour guide dan juga tip driver bus/van yang kita tumpangi.
    Bagaimana saya menyikapinya ?
    Saya pribadi tidak keberatan akan hal ini.  Apalagi jika mendapatkan tour guide yang sangat menguasai medan dan juga pintar bercerita yang diselingi dengan humor-humor segar.  Satu dua dari mereka ada pula yang bersuara emas, mampu menghibur tamu dengan menyanyi karaoke di bis.  Membuat perjalanan kita menjadi selalu menarik dan tidak membosankan.

 

  1. Dagangan :
    Ada lagi hal yang similar.  Biasanya tour guide di tengah perjalanan atau ketika perjalanan sudah akan berakhir, mulai mengeluarkan jurus jualan barang-barang dagangan tertentu.  Gantungan kunci, souvenir, CD sejarah, kain khas, kaos dan sebagainya.  Dan entah mengapa alasan yang selalu mereka gunakan adalah “Ini untuk sekedar membantu menambah pendapat uang saku driver yang telah membantu kita.  Saya hanya membantu menjualkan saja untuk bapak – ibu sekalian”.  Dan sekali lagi, ini selalu terjadi di setiap saya mengikuti tour baik di dalam maupun luar negeri.
    Bagaimana saya menyikapinya ?
    Untuk yang ini … saya tidak terburu-buru membeli.  Biasanya saya selalu membandingkan harga yang ditawarkan oleh mereka dengan harga di toko cindera mata.  Jika harga mereka lebih murah … maka saya akan beli dari mereka.  Namun jika sebaliknya … No thank you.

 

  1. Rekanan :
    Biasanya para perusahaan penyelenggara tour atau tour guide itu sudah menjalin kerja sama tertentu dengan beberapa rumah makan, atau tempat wisata kuliner atau toko cendera mata tertentu. Di dalam penjelasannya ketika di bis, para tour guide akan menceritakan keunggulan-keunggulan tempat wisata kuliner yang akan mereka tuju. Dan ketika sampai di suatu pusat penjualan cendera mata, biasanya mereka akan memarkir bis di dekat toko cendera mata tertentu, atau mengarahkan para tamu untuk berbelanja di gerai-gerai tertentu. Tentu saja mereka hanya bisa merekomendasikan saja, sebab keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing peserta tour.
    Bagaimana saya menyikapinya ?
    Untuk kuliner ? saya sama sekali tidak terpengaruh.  Untuk urusan yang satu ini saya sangat konservatif.  Bukan tipe orang yang suka heboh memanjakan lidah.  (apa lagi foto-foto makanan).  Saya akan mencari makanan yang sudah saya kenal saja.  (Om-om nggak asik !)
    Untuk cendera mata ? ini juga tidak begitu terpengaruh.  Saya pasti membandingkan harga toko yang satu dengan toko yang lain.  (Tekniknya adalah … saya biasanya mengintili teman rombongan yang emak-emak atau ibu-ibu, biasanya mereka jago nawar (baca : gigih dan tega).  Saya biarkan ibu-ibu itu berdarah-darah nawar.  Nanti kalo harga mereka sudah deal … dapet murah … baru saya ikutan beli … hahaha … smart bukan ?)

 

Jadi demikianlah … beberapa fenomena yang kerap saya temui berkaitan dengan penggunaan tour guide atau pemandu dalam perjalanan wisata.

Apakah teman-teman pernah punya pengalaman menggunakan tour guide ?
Apakah mengalami hal serupa ?
Atau ada kisah yang lain ?
Sharing ya … !

gaes
“Para Turis” : diperagakan oleh model

.

Salam saya,

.71071D338183D7765E8404E3E942AEC9

.

.

(ihik … cara narcis yang eiylekhan … pake muter-muter cerita tour guide segala)

 

 

Diposkan pada TRAVELLING

TAHU TELOR

.

Ini nama makanan …
Salah satu makanan favorit saya.

Sejauh yang saya tau … Tahu Telor atau Tahu Tek-tek paling nikmat yang pernah saya rasakan adalah tahu telor Pak Ali yang di jalan Dinoyo, Surabaya.  Tempatnya kecil namun nikmatnya tak sekecil tempatnya … (Banyak selebritis pernah mampir kesana). (Termasuk selebritis kuliner)

Bicara masalah Tahu Telor …

Kemarin saya nemu Tahu Telor …
Dimana ?
Di Hongkong Sodara-sodara …!!!

Enak atau tidak ?
mmmm … yaaaa begitulah …
Memang tidak seenak Tahu Tek Telor buatan Pak Ali.

Harganya mahal pula … plus nasi dibandrol 99 Dolar Hongkong … (kira-kira setara seratus dua puluh ribu rupiah).  Saya dapat makanan ini di suatu kedai yang khusus menjual masakan Indonesia.  Namanya Restoran Sedap Gurih, di kawasan Causewaybay, Hongkong.

So dasar trainer norak …
Jauh-jauh ke Hongkong yang dicari cuma tahu telor lagiii … tahu telor lagiiii …
(ouw … jangan salah sodara … tahu telornya memang tak seberapa … tapi … sensasinya itu lho …).

(sensasi dari Hongkong …)

hehehe.

.

.