Diposkan pada ARTIKEL, PERTUNJUKAN HARI INI, RENUNGAN

LUBER

Ini tentang Pemilu

Dulu sekali ada sebuah akronim LUBER yang merupakan singkatan dari Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia.  Keempat hal tersebut adalah asas yang (seharusnya) dipakai oleh para pemangku kepentingan.  Termasuk para pemilih (saat itu)

Kita harus memilih Langsung.  Artinya pemberian suara kita itu tidak dapat diwakilkan.  Tidak bisa nitip (seperti absen kuliah).  Kita sendirilah yang datang langsung ke TPS dan melakukan pencoblosan.  Kecuali pemilih penyandang disabilitas tertentu atau karena terbaring sakit.

Umum artinya siapapun juga Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat sesuai undang-undang dan tidak sedang dalam kondisi dicabut hak pilihnya, berhak untuk memilih.  Di mana pun yang bersangkutan berada, baik di dalam maupun di luar negeri.  Di desa maupun di kota.

Bebas artinya pemilih bebas menentukan pilihannya sesuai hati nurani, analisa pikirannya atau pun aspirasi kehendak masing-masing.  Tanpa ada intimidasi atau paksaan dari pihak-pihak lain.

Dan yang terakhir adalah Rahasia.  Artinya setiap pemilih merahasiakan pilihannya.  Itu sebabnya disediakan bilik pencoblosan, yang memungkinkan pemilih untuk mencoblos tanpa diketahui oleh orang lain …

Tapi itu duluuuuu …

Bagaimana dengan beberapa pemilu yang terakhir dan juga pemilihan kepala daerah?

Rasanya asas yang terakhir yaitu rahasia sudah ditinggalkan! Pilihan seseorang sudah menjadi bukan rahasia lagi.

.

Apa pasal?
Rasanya di banyak platform media sosial kita dengan mudah mengetahui si A aspirasinya ke siapa, Si B pro siapa.  Si C idolanya siapa.  Si D pendukung garis keras Bapak anu.  Bahkan si E mau milih calon yang mana nanti.  Kita semua sudah tau.  TERBUKA.  Terang benderang.  Tanpa tedeng aling-aling.  Bahkan ironisnya, ini bisa jadi ajang perseteruan satu sama lain yang tidak berujung.  Saling maki, saling sindir, saling nyinyir. 

Jujur saja.  Saya agak kurang nyaman dengan situasi ini.  Namun apa dikata.  Sekali lagi zaman sudah berubah.  Setiap orang berhak meneriakkan aspirasinya sercara terbuka.  Termasuk dalam hal mencoblos calon pilihannya saat Pemilu.

Azas LUBER sepertinya sudah berganti jadi LUBE hahaha.  R nya sudah kedaluarsa.  Ngginding entah kemana.

Salam saya

.

 

Diposkan pada PERTUNJUKAN HARI INI

HAJATAN NEGERI

 

Masih urusan Contreng menyontreng.  Pemilu Pilpres kemarin … 8 July 2009

Ada Beberapa hal yang aku catat … (dan ini hanya berdasarkan siaran Televisi dan dari pengamatanku pribadi saja).  (yang semua itu ada banyak keterbatasannya).

.

#1. KTP dan KK
Pemilu pilpres sekarang (akhirnya) boleh pakai KTP dan Kartu Keluarga … ini untuk mewadahi mereka yang sudah berhak memilih namun namanya tidak tercantum dalam DPT.  Dan ternyata dari beberapa tayangan Televisi … aku melihat yang memakai KTP dan KK kok hanya sedikit ya … Apakah ini berarti warga yang berhak memilih tetapi tidak tercatat di DPT itu hanya sedikit ?.  Lalu kenapa bisa ribut banget ya … seolah yang tidak tercatat di DPT jumlahnya buanyak sekali …  Atau sosialisasinya yang kurang ?

.

#2. Pemilih yang tidak memilih
Di beberapa TPS, contohnya di daerah Menteng.  Tempat salah satu capres menyontreng.

Ternyata Pemilih yang sudah terdaftar di DPT tetapi tidak datang … mencapai angka (kalau tidak salah disebutkan oleh reporter) sekitar 40 %.  Hah … banyak juga yang tidak menggunakan hak pilihnya ya …  (dan ini di Pusat Elit kota Jakarta)

.

Kejadian #1 dan #2 diatas agak ironis …
Yang Namanya sudah ada di DPT … tetapi tidak mencontreng … Banyak
Yang Namanya tidak ada di DPT … dan menggunakan hak pilihnya dengan memakai KTP … ternyata kok relatif Sedikit …

Ya memang mungkin masih ada masalah di DPT … namun sepertinya masalah yang lebih besar lagi adalah … Banyaknya Para Pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya … Bukan karena tidak bisa memilih … tetapi karena memang tidak mau memilih … (?)

#3. Partisipasi Rakyat

Aku lihat kemarin di TV, banyak hal menarik yang membuat pemilu … di mata Trainer … menjadi sangat menarik.  Dari mulai seragam petugas KPPS yang beraneka ragam … ada yang berdandan ala Michael Jackson, pakai pakaian adat, dan lain sebagainya.  Dekorasi KPPS pun walau sederhana … ada banyak kreatifitas yang ditunjukkan oleh rakyat negeri ini.  Ada yang bertema pertanian, bertema perkawinan sampai … bertema Ulang Tahun anak TK … .  Lucu namun membanggakan.

Kalau boleh bercerita yang terjadi di TPS tempat Trainer mencontreng …

Panitia setempat … menjadikan hajatan ini sebagai BAZAAR bagi warga perumahan tempat aku tinggal … ada stand-stand penjualannya pakaian dan makanan … plus orgen tunggal untuk spontanitas warga yang ingin menyumbangkan suaranya … guna menghibur para pemilih yang sedang menunggu giliran …  Ini menjadi semacam ajang silaturahmi warga di RW perumahan kami.  Maklum di hari biasa kami jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.   Suasana jadi guyub dan meriah … mirip perayaan Tujuh belasan …

Beberapa pelaku bisnis pun tak mau kalah … mereka menawarkan dikon kepada para pengunjungnya yang bisa menunjukkan jari yang sudah ada tintanya … Mulai dari Ancol … sampai Starbuck … Semua ikut berpartisipasi dengan cara mereka sendiri.

SO ..
Alhamdulillah … walaupun masih ada kekurangan disana sini … Pemilu bisa berjalan lancar dan Aman … Kita tunggu saja hasil perhitungan resmi dari KPU …

Versi Perhitungan yang Lebih Lambat … namun merupakan satu-satunya hasil yang diakui.

.

Sodara-sodara … Bagaimana suasana contreng mencontreng di tempat anda ?

.

.