Diposkan pada PERASAANKU HARI INI

SATU SETENGAH

Kenangan jaman SMP.  Tahun 1978-1979.  Aku kelas III SMP.  DI sebuah SMP Swasta di Patal Senayan.

 

Mulai TK, SD, sampai SMP kelas II.  Kita mengalami periode masa belajar dari Januari ke Desember setiap tahunnya.  Namun ketika aku menginjak kelas III SMP … peraturan berubah … Tahun ajaran baru akan dimulai July dan berakhir Juni tahun berikutnya.

 

So Ceritanya adalah … Aku masuk kelas III SMP itu masih dimulai di Bulan Januari 1978.  Beberapa bulan kemudian Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu … (Bapak Daoed Yoesoef kalau tidak salah) mengeluarkan keputusan tahun ajaran yang baru tersebut.

 

OH MY GOD … Sehingga akibatnya kita-kita para pelajar TK-SD-SMP-SMA saat itu akan mengalami perpanjangan selama setengah tahun.  Yang seharusnya selesai Desember 1978 … diperpanjang sampai Juni 1979.  Waktu belajar bertambah 6 Bulan.

 

Sepertinya waktu itu … banyak sekolah yang tidak siap dengan keputusan tersebut …  Akibatnya, banyak pelajaran, kesannya jadi ”dipanjang-panjangkan” … alias di ”eret-eret” … waktu belajar jadi agak kurang efisien.  Praktis semua materi pembelajaran yang terprogram sudah habis pada Bulan Desember 1978 …

 

Bisa di bayangkan antara Januari 1979 s/d Juni 1979 guru-guru memeras otak … menambah-nambah materi pelajaran.   Aku yang masih berusia pra remaja dan belum tau apa-apa ini saja … bisa dengan jelas merasakan bahwa bahan pelajarannya di ”ada-ada-in”  demi mengisi waktu yang 6 bulan tersebut.  Guru-guru banyak yang ”mati gaya”.  (Mungkin hanya guru olah raga dan guru kesenian saja yang tidak mati gaya …).

 

Akhirnya … Kami sekelas … dengan didukung oleh Wali Kelas dan Kepala Sekolah … berniat mengadakan Study Tour saja … (tepatnya Perjalanan Wisata).

Hahahaha …  (dari pada di kelas … pelajaran gak jelas begitu … mending jalan-jalan toh)

 

Kemana ??? … Ke Yogyakarta sodara-sodara … (mengunjungi Dieng, Prambanan, Kota Gede, Malioboro, Kaliurang dan sebagainya …).  En BTW ini adalah perjalanan jauh pertama Trainer … tanpa orang tua …  (Hmmm … detil perjalanan nya akan aku posting sendiri deh nanti …).

 

(Lho apa Trainer masih ingat ..???. Hhhmmm masih sodara-sodara … sebab … terus terang saja … aku mulai rutin menulis diary … ya mulai kelas III SMP itu …)(Aku masih menyimpan diary tersebut) (Isi Diary yang lain ?… haha …  aku malyu … norak sangat …)(Monyet-monyetan  gitu deeehh)

 

So … Januari 1978 sampai dengan Juni 1979 … tercatat sebagai waktu sekolah yang paling lama di dalam sejarah sekolah Trainer  … (kelas III SMP … satu setengah tahun weiceh …)

 

Bapak – Ibu teman-teman Blogger yang ”senior” … mungkin punya cerita khusus juga, saat perpanjangan waktu sekolah ini …? (Pak Oemar, Pak Progo, Abang Hery, Bro Agus, EM, Bu Nin, Ibu Tuti, Bu EDRatna, Bu Dyah, Pak Rafki, Mas Cayo, Mbak Yulism, Buthe … dll)

 

Yaaa sekedar sharinglah untuk Blogger – blogger muda yang tidak mengalami ”masa indah sekolah” yang di ”eret-eret” itu …??? (hehehe)

 

(Jangankan mengalami … Lahir saja mungkin mereka belum …. huahahhahaha)

.

.

.

Diposkan pada MASA SD, TRAINER KECIL

TRAINER KECIL DIKERJAIN

Cerita jaman SD, 1975.  Aku kelas 6 SD.  Waktu itu aku baru pindah dari SD Negeri di Ciputat ke sebuah SD Swasta di Patal Senayan.  Trainer kecil sempat terseok-seok mengikuti standart pelajaran di SD Swasta ini. Berat sangat.  Belum lagi pergantian suasana sekolah … dan juga pergaulan Teman-teman baru yang belum aku kenal.  Pendek kata … saat itu aku mengalami masa-masa sulit sebagai murid SD  di tempat dan suasana yang baru.

 

Dulu di Sekolah Dasar ada budaya Piket.  Setiap murid, dibagi group-group dan masing-masing mendapat jatah untuk piket pada hari tertentu.  Aku dapat hari Selasa, bersama 6 orang temanku yang lain.  Kebetulan semuanya laki-laki.  Tugas regu piket ini adalah menjadi pengurus kelas pada hari tersebut.  Mulai dari menurunkan bangku pagi hari, menghapus papan tulis, membawakan buku pak Guru, membagikan tugas dsb.  Dan setelah sekolah usai kita harus membersihkan kelas sampai bersih

 

Di suatu hari Selasa … ketika kelas berakhir … aku sebagai anggota tim piket hari itu segera mengambil ember, sapu ijuk, pel dan alat-alat kebersihan lainnya.  Rupanya, ketika aku mengambil alat-alat itu digudang … ke enam temanku tim piket Selasa yang lain … menyelinap KABUR,  dan langsung pulang.  Dan ya … aku ditinggal begitu saja.  Aku tertegun. 

HHmmmm gua dikerjain temen-temen nih … Ya sudah … mungkin ini konsekuensi anak baru … Mau ikutan kabur … jelas aku nggak berani …

 

Aku pun mulai bekerja.  Menaikkan kursi satu persatu ke atas meja, menyapu kelas, buang sampah, mengambil air, mengepel lantai dan mengeringkannya kembali.  Seluruhnya … baik bagian dalam kelas … maupun teras di luar kelas.  Kerja sendirian sodara-sodara

 

Dan idihnya lagi … pagi hari tadi hujan … sehingga … kelas menjadi lebih kotor. Noda becek dimana-mana. Perkerjaan menjadi dua kali lebih berat.  Hah … what a perfect momment …

 

Akhirnya … satu jam kemudian … Seluruh Pekerjaan selesai … aku langsung pulang … (Sekolah sudah sepi … Sepertinya … aku murid terakhir yang pulang hari itu …).

 

Besoknya, Pak Kasmadi, wali kelas … memanggil ke 6 temanku yang piket hari Selasa, untuk berdiri didepan kelas.  Pak Kasmadi memarahi mereka … dan juga memberikan peringatan keras kepada seluruh murid sekelas.  Untuk tidak mencoba-coba mengulangi kejadian seperti kemarin. 

 

Lho kok Pak Kasmadi bisa tau kejadian kemarin itu dari mana yah …?  

Padahal beliau tidak ada di kelas kemarin … Dan aku pun TIDAK mengadu kepada siapa-siapa … termasuk kepada orang tuaku … (a.k.a … Derita kutelan sendiri).

 

Setelah menyimak omelan beliau barulah aku mengerti.  Kira-kira … begini bunyi kemarahan Pak Kasmadi waktu itu …  

”Asal kalian tau … Bapak tau kejadian kemarin itu bukan karena si NH melapor.  NH sama sekali tidak mengadu ke Bapak.  Bapak justru tau dari Pak Didik … penjaga sekolah … Pak Didik lah yang melihat dan melaporkan ini semua ke Bapak … Pak Didik kasihan sama NH yang murid baru ini.  Karena NH mengerjakan semua tugas berat piket membersihkan kelas dan teras kemarin … sendirian … Tega sekali kalian berbuat hal seperti itu pada teman sendiri … Kelakuan macam apa itu … ???”

(Mata pak Kasmadi sampai merah … saking marahnya …).

 

Ah rupanya Pak Didik penjaga sekolah yang baik itu lah yang melaporkan ulah temanku. Teman-temanku itu pun akhirnya mendapat hukuman.  Mengerjakan soal-soal Matematika yang lumayan banyak itu.  Aku hanya duduk diam melongo.  Tidak tau mesti berbuat apa.  Apakah aku mesti merasa puas,  senang atau justru sedih … aku bingung … 😦

 

Sejak saat itu teman-temanku Alhamdulillah justru menjadi respek padaku.  Mungkin mereka heran juga … ternyata aku bukan tipe murid manja yang tukang ngadu.

 

(But dalam hati aku berkata, jika sekali lagi kalian berani melakukan hal itu …??  …. TRY ME …!!! ) (with capital … bold … dan tiga tanda seru )(tau kan artinya … )(Hah … !!!)

.

.

.

Diposkan pada MY FAMILY, RENUNGAN

EMANSIPASI PRIA …

 

(Tulisan ini di ilhami oleh beberapa tulisan teman lama saya pak Progoharbowo di http://progoharbowo.wordpress.com )

 

 

Emansipasi … or kesetaraan Gender … atau apa lah namanya.  Selama ini yang dibahas hanya Emansipasi Wanita …  Bagaimana dengan Emansipasi Pria … ??? 

Cerita ini dimulai dengan keheranan saya.  Yaitu saat pengambilan Raport anak-anak saya.  

Setiap kali saya ke Sekolah anak-anak saya untuk mengambil Raport, hampir pasti … yang bapak-bapak bisa dihitung dengan jari sebelah tangan …Saya perhatikan … sejak anak sulung saya kelas 1 … sampai dengan sekarang kelas 8  … Juga si Tengah di kelas 6 dan Bungsu di kelas 2.  Saya selalu menjadi satu-satunya, atau salah satu dari sedikit Bapak-bapak yang ada di kelas untuk menghadap Walikelas mengambil Raport  … Ya selalu itu …!!!.  Raport Teman-teman anakku (Baik si Sulung, Tengah maupun si Bungsu ) biasanya diambil oleh Mamah, Bunda, Ummi atau Ibunya. 

Di satu sisi … saya sih senang-senang saja … karena dikelilingi oleh ibu-ibu wangi yang berdandan modis itu … (gggrrrhhh).  Apa lagi di kelas anak bungsuku yang baru kelas 2,  isinya agak lebih “menyegarkan”, sebagian besar masih ibu-ibu muda penuh vitalitas J 

Namun disisi yang lain … ada ke khawatiran di hati saya … Am I doing the right thing ? or What ???  Apakah norma yang berlaku memang justru raport seharusnya di ambil oleh Bundanya anak-anak ?.  Saya juga kadang terpana mendengar pernyataan Ibu atau Bapak Guru walikelas …”Wah … bapak sendiri nih yang mengambil Raport ?”, “Terima kasih sekali lho pak ?”  dengan ekspresi terheran-heran.  Seolah-olah ini merupakan kejadian yang luar biasa.Lho memangnya kenapa kalo saya sendiri yang ngambil .. hawong anak-anak saya jeh … ??? (ini hanya kuucapkan didalam hati saja …). 

Apakah tidak umum Bapak-bapak mengambil Rapor anaknya ???

Padahal Sekolah anakku … selalu menetapkan hari Sabtu (bahkan pernah hari Minggu) sebagai Hari pembagian Raport … Aku berfikir ini pasti ada maksudnya … yaitu agar para Bapak-bapak juga bisa turut berpartisipasi ambil raport ke sekolah … Namun tetap saja gender saya jadi Minoritas. 

Kadang sambil menunggu giliran nama anak saya dipanggil … aku sempatkan untuk berbincang-bincang dengan Ibu-ibu itu di kelas … Aku iseng bertanya … “Bapak nggak datang Bu ?” 

Jawabannya beragam … dan ini beberapa jawaban umum diantaranya …

“Bapaknya anak-anak lagi repot.”
“Iya tuh Ayahnya Fulan sedang oprek Motor Gedenya di rumah ?”
“Oh sedang ke Bengkel, masang Spiker Mobil … !!!”
“Anu … Mas X lagi main Tenis di Senayan …”
“Kalo hari libur sabtu gini … Papah hobbynya Mancing ke Ciganjur pak …”
“Dia lagi … Golep pak ?”
“Ada tu di rumah … lagi sibuk sama Burung Cucak Rowonya …”
“Bapaknya kalo hari Sabtu kerja pak …” (kalo yang ini sih aku sangat maklum …)
“Papanya si Badu sedang tugas keluar kota pak …”(ini juga aku maklum …) 

Ah ternyata Mengambil Raport dan Berbincang-bincang tentang perkembangan anak kita dengan Walikelas … masih KALAH PENTING dibanding … Motor, Spiker & Ampli Mobil, Raket Tennis, Golep, Mancing dan … Cucak Rowo … !!! (tulung-tulung) 😦

Hah … saya harus berteriak menyerukan “Emansipasi Pria” kalo begini caranya …!!!

Masak Cuma ibu-ibu saja yang boleh ambil Raport … !!! 

Dan untuk hal yang seperti ini … Aku harus salut sama teman lamaku Pak Progoharbowo (di http://progoharbowo.wordpress.com).  Mencermati postingan-postingannya aku merasa yakin bahwa aku tidak sendirian … !!!  Beliau juga sangat concern dengan pendidikan.  Kalau tidak salah beliau bahkan aktif di komite sekolah anaknya … Padahal aku tau pasti bahwa kesibukan pekerjaan Pak Progo sehari-hari pun juga pasti berjibun banyaknya … !!! 

Jadi … Mari Bapak-bapak … kita tegakkan Emansipasi Pria !!! Dan mari kita mulai gerakan ini dengan Aksi bersama … mengambil Raport anak kita dan berbincang dengan Walikelasnya di sekolah … !!!.  Tidak banyak kok pak … hanya dua kali saja dalam setahun !!! 

Bagaimana ???

Diposkan pada MY FAMILY

BATERAI – AKKI

Baterai – Akki – Dinamo …

Tiga benda itulah yang tadi malam mengganggu fikiran anak kedua ku … kelas 6
Pulang dari Fisioterapi si Bungsu … jam 9.00 malam … aku di tanya oleh anak kedua ku itu …

“Yah …!!! ayah tau nggak nama bagian-bagian ini …?”
(sambil menyodorkan satu helai kertas bertajuk : “Lembar Kerja Sains” …)
Mukanya menunjukkan raut yang putus asa … sebab ini sudah malam … dan dia masih belum menyelesaikan lembar kerja tersebut dengan tuntas …
(Mungkin dari magrib tadi dia sudah harap-harap cemas menunggu kedatangan Ayahnya … baru jam 9 lewat ini lah yang ditunggu datang …)

“Wah ini PR ya nak … di buku cetak memangnya nggak ada ?”
“Nggak ada … di Buku Mas juga nggak ada … “

Waduh … aku tidak tau harus bilang apa … secara saya pun bukan orang teknik yang mengerti begini-beginian

“Coba cari dibuku ensiklopedia …?”
“Udah tapi cuma dapet …. Batu Batere doang … yang lain belum …???” (tetap dengan raut putus asa … )

Aaahhh aku inget … “Coba Nak kita install lagi “Microsoft Encarta” …” siapa tau disitu ada …”

Akhirnya aku mencari CD gratis ketika aku beli komputer desktop dirumah beberapa tahun yang lalu … Berhasil di dapat … dan Berhasil Di Install … (cukup lama menginstallnya)

“ADA…!!! ADA INI NAK … !!!”
Setengah berjingkrak anak keduaku itu menyalin kata-kata yang ada di computer tersebut …”

BTW :
Microsoft Encarta adalah semacam ensiklopedia elektronik yang lumayan lengkap isinya …
Mengapa tidak browsing saja … ? Memang di rumah kami … sengaja tidak kami lengkapi dengan perangkat Internet – Modem dan yang sejenisnya … karena saya tidak memperkenankannya … (takut browsing kemana-mana …)

Terpancar muka puas di mata anak kedua ku … dengan semangat dia menyalin semuanya … !!

Ah … senangnya bisa membuat anak kedua ku itu tertawa gembira …
“Assssiiikkk makasih ya Yah … !!!”
Dia langsung masuk kamar dan tertidur pulas … lega … !

Dan aku berucap dalam hati …
“Terima Kasih Microsoft Encarta …”

Diposkan pada MY FAMILY, Si Sulung

SCRABLE …

Jum’at 25 Januari 2008
SCRABLE …

Scrable … mainan sederhana yang selama ini tidak pernah aku toleh sedikit pun … baik masa SD, SMP, SMA apalagi kuliah …
Tapi sejak tadi malam mainan kata-kata itu menjadi Top of Mind di kepalaku …
Pasalnya …???
Kemarin anak sulungku laporan … besok Minggu dia mewakili sekolahnya untuk tanding di lomba scrable bahasa Inggris di salah satu Sekolah Islam terkemuka di Jakarta Selatan …
Hah anakku terpilih oleh sekolah ???

Hhhh … taukah nak … walaupun menurut orang lain ini hanya sebuah kejadian yang amat biasa …
Namun bagi ayah ini merupakan kebahagiaan yang tak terhingga …

Dari mana asalnya kok kamu bisa kenal ini mainan …? Padahal ayah tak pernah membelikan … ?
Kok bisa-bisanya kamu mempunyai perbendaharaan kata Bahasa Inggris yang sedemikian banyak …? Sampai-sampai gurumu menunjuk kamu ?

Kapan kamu belajarnya Nak ?? …
Ayah sungguh bersalah tidak bisa melihat potensi yang ada didalam dirimu nak …
Ayah sungguh bersalah kenapa tidak turut serta mempertajam kepandaian mu nak …
Seharusnya ayah sadar ketika menanda tangani Raportmu yang kemarin …
Ada angka 97 tertulis di Bahasa Inggris mu …
Seharusnya aku sadar … bahwa ini bukan hal yang biasa …

Bagaimana bisa kamu terpilih diantara sekian ratus teman-teman mu …
Kok bisa … ?
Ahh … ternyata anakku sudah tumbuh menjadi perjaka muda yang pintar berbahasa …

Ketahuilah nak … Ayah bangga sekali dengan kamu …
Ayah Bangga nak …
Sungguh … !!

Terima Kasih Ya ALLAH …
Engkau telah memberikan semua ini kepada keluargaku …