Diposkan pada MY FAMILY, Si Tengah

SI TENGAH …


Si Tengah adalah anak yang paling introvert diantara anak-anak ku …
Dia terlahir kejepit diantara kakak sulung dan adik bungsu …
Orang bilang ini adalah sindroma anak tengah atau anak ke dua …
Kalau sulung … seluruh perhatian terpusat pada dia … karena ini anugrah Tuhan yang pertama pada suatu keluarga … ini juga pengalaman pertama sebagai orang tua … (jadi masih norak-noraknya …)

Sementara Bungsu ? pasti sudah ketebak … karena paling kecil pasti paling dilindungi, diutamakan dan juga biasanya paling dimanja … karena ke-kecil-an nya … ini juga seolah seluruh isi rumah milik si Bungsu …

Bagaimana nasib si Tengah ???
Ah … jujur saya katakan kadang kala perhatian kami sebagai orang tua “agak tersedot” kepada si sulung dan si bungsu … sehingga si Tengah agak nggak kebagian ..
Sebagai akibatnya dia tumbuh menjadi anak yang agak pendiam, nurut dan pengalah …
Saya kadang merasa bersalah dengan anak ini …
Sebetulnya dia berhak untuk “stand up” mengemukakan apa yang dia mau … namun dia cenderung untuk tidak mengatakannya …

.
Dia juga aku lihat agak minder jika berkumpul di rumah. Dia banyak diam jika kami sedang ngobrol di meja makan. Diperlukan pendekatan khusus untuk anak ini …
Secara akademis pun si Tengah tidak se bright kakak dan adiknya …
Aku suka kasihan jika saat pembagian raport tiba … kakak dan adiknya selalu rangking dengan satu digit saja … sementara si Tengah pasti dua dijit … itu pun dengan kepala 2 puluhan …
Kami tak henti-hentinya melakukan upaya untuk membesarkan hati anak ini …

Tetapi ALLAH maha adil.
You know what … Si Tengah ku ternyata terbukti dikaruniai kebisaan lain yang tidak dipunyai oleh kakak-adiknya … Dia dianugerahi oleh ALLAH kemampuan untuk berteman dengan baik. Teman-temannya lah yang biasanya selalu meramaikan rumah kami dikala hari libur … temannya banyak berdatangan ke rumah …

.
Dia sangat disukai oleh teman-temannya … dia bisa berteman dengan siapapun … dia tidak mendominasi tetapi selalu bisa menjadi sahabat sejati yang baik bagi teman-temannya …

.
Dia kadang tetap diundang di Ulang Tahun sahabat lamanya ketika masih kelas 1-2 SD dulu … (walau dia sudah lama tidak sekelas lagi di kelas 6 sekarang). Orang tua temannya itu pun secara khusus pernah menjemput si Tengah untuk bersama-sama anaknya jalan-jalan ke Toko Buku … Bayangkan … si teman tersebut merasa perlu sekali untuk mengajak si Tengah menemaninya belanja di Toko Buku …

.
Waktu TK dulupun pernah ada seorang murid yang mogok tidak mau sekolah … hanya gara-gara tidak sebangku lagi dengan si Tengah … (aaahhh sejak dini rupanya sudah terlihat bakat anak ku ini )

.
Ah Si Tengah ku … engkau adalah Sahabat sejati bagi teman-temanmu …
Pintar-pintarlah membawa diri ya Nak … agak engkau bisa memilih mana teman baik yang bisa kau jadikan sahabat dan mana teman yang kurang baik yang hanya sekedar teman … agar kau tidak terseret pergaulan yang tidak baik nanti … semoga !!!
.

Ayah selalu berdoa untukmu Nak …

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

12 tanggapan untuk “SI TENGAH …

  1. Bapak ini pengamat psikologi yg bagus. Trainer sih. Berada di tengah memang agak susah ya. Kayaknya selalu berusaha utk bersikap ditengah. Gak ke pinggir, ke depan, atau ke belakang. Pasti itu bikin capek ya. Salam kenal ya pak. Dan salam untuk keluarga.

    nh18 to dina …
    wah … surprise ada tamu yang dig sampai ke sini ..
    Ini postingan yang agak lama …
    Biasanya tamu hanya di postingan terakhir komentarnya
    Saya senang mbak dina mau masuk sampai kedalam
    Makasih ya mbak …
    Salam

  2. Bos, anak tengah itu memang solidarity maker.
    Jadi meski nilai raportnya tidak sebaik abang dan adiknya, boleh jadi
    si tengahlah yang akan mentas duluan menjadi pengusaha kakap.
    Halah…
    Saya jadi teringat kisah Helmy Yahya dalam Valuegraphy-nya.
    Waktu dia kuliah di STAN, temannya yang paling dogol berhasil punya
    mercy duluan. Nggak tahu caranya bagaimana.
    Itu kalau secara materi sih…
    Memang sebagai orangtua senangnya kalau melihat anaknya pintar semua dan raportnya bagus semua.
    Kalau raport anaknya jelek aja, bawaannya bisa sewot.
    Tapi Bos Nh18 top banget deh….
    Bos tetap sayang sama si tengah….
    Salam buat si tengah….Ngah…Ngah…
    Kalau di Melayu disebut Wak Ngah kalau udah jadi uwak uwak.

  3. tenang ya tengah…
    (seolah nama aslinya)

    your time will come to the brightest one..

    sekarang si …kamu udah bright banget kok di mata aunty yessy

    hehehehehh

    kapan kapan ..ke mall bareng yuukkss

  4. aku anak tengah, nurutku anak tengah itu gak enak bangetz, bener kata bapak yang dimanja tu cuma anak sulung n anak bungsu.minta pa” pasti dituruti.sedangkan saya cuma disuruh”.mw beli hp saja gak boleh, padahal pake’ uang sendiri.malah sekarang disita.padahal kakak saya dibelikan. apa cuma gara” saya itu anak tengah, dalam bidang akademis saya yang paling tercecer….. (seperti kata bapak, nilai raport selelu saja kalah). kemudian apa yang harus saya lakukan????

  5. subhanallah,..ini sangat mirip dengan kisah saya sebagai anak tengah dari 3 bersaudara…
    tapi bedanya mungkin prestasi ranking saya di kelas alhamdulilah gak kalah sama saudara saya yang lain 🙂
    trimakasih pak postingan yang menarik , saya sangat tertarik dengan dunia psikologi
    salam kenal

    hik_mah
    salam kenal

  6. mirip banget sama aku, jadi merasa punya teman se perjuangan sebagai “korban” anak tengah, tapi semua itu ada gunanya sekarang dengan kata lain, aku ber syukur sebagai anak tengah, karena menjadi mandiri, ide-ide kreatif kadang2 muncul akibat terbiasa mencari perhatian ke ortu atau ke orang-orang sekitar pada waktu itu (ini menurut pengamatan ku ke aku sendiri maupuan ke temen-temen yang anak tengah bahwa anak tengah suka mencari perhatian….)

  7. maaf tanya… saya masih sdkt bingung posisi ank tengah spt apa?
    ada yg beranggapan anak tengah itu di lihat dr ank k2 dr 3 bsaudara…
    dan ada pendapat lain spt, ank tengah itu di lihat dr urutan yg memiliki jenis klamin sama diatasnya (contoh : anak laki-2/wanita I, laki-2/wanita II, n perempuan/laki- III —> mka yg d sebut ank tengah adalah yg laki-2/wanita II kedua…)
    mohon penjelasannya…

  8. benar2 mirip dengan sy yg juga anak tengah..penurut.pendiam dan pengalah dlm kluarga ..cm klo dluar itu spertinya lbh leluasa menampakkan diri makanya banyak teman..cenderung ndak suka dperhatikan mungkin krn dah biasa dgn sifat invisiblenya

  9. Ceritanya mirip sekali dengan cerita saya saat kecil dulu pak. saya anak tengah dari tiga bersodara… begitulah, tapi yang beda justru saya yg paling ‘lebih’ prestasi akademiknya 🙂 haha..dan dari kami bertiga cuma saya yg kuliah di PT Negeri yg laennya swasta (ini prestasi bukanyak he..),,, salam kenal pak.. saya suka tulisan anda, renyah dan membuat saya bernostalgila :)…

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s