Posted in PERTUNJUKAN HARI INI, RENUNGAN

TELUR PECAH


.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Pagi hari sepulang mengantar Bunda ke kantor, saya berniat untuk membeli telur.

telur

Kalau biasanya saya membeli telur di mini market atau di warung dekat rumah saya, maka kali ini saya membeli langsung di “wholesaler” nya alias di kios pedagang khusus telur.  Kios ini menerima pembelian grosiran maupun eceran.  Kebetulan letaknya di pinggir jalan.  Saya pun mendatangi kios tersebut.  Kios ini penuh banget.  Penuh dengan telur ayam negeri tentu.  (ya iya lah namanya juga pedagang telur)

Disana sudah ada satu pembeli yang sedang bertransaksi.  Seorang ibu-ibu tua berumur sekitar 60 tahunan.  Berjilbab.  Berpenampilan sederhana, membawa tas kain besar tersandang di bahunya.  Saya perkirakan ibu ini habis pulang dari pengajian Subuh.

Ada yang menarik dari transaksi tersebut.  Si Mas penjual telur saya lihat sibuk mencari telur-telur yang pecah.  Setiap ketemu telur yang pecah dia akan memisahkan cangkang telur tersebut dengan isinya (kuning dan putih telur).  Kuning dan putih telur yang berasal dari telur-telur yang pecah itu dia kumpulkan dalam satu plastik.  Saya melakukan “quick count”  di plastik tersebut terdapat sekitar 8 – 10 bulatan kuning telur.  Artinya sudah ada sekitar 8 – 10 telur yang pecah, yang telah diselamatkan isinya oleh si Mas.

Rupanya … si Ibu sederhana ini memang khusus membeli telur yang pecah.  Dia mengeluarkan dua lembar dua ribuan dan selembar seribuan.  Lima ribu rupiah untuk 10 telur yang pecah.

Saya tertegun lama …

Ada beberapa perasaan berkelebatan di benak saya.  Antara kasihan … kagum … salut … trenyuh … dan seterusnya.  Ibu itu sengaja membeli telur-telur yang pecah.  Dan ya … ini harganya jauh lebih murah.

Dari bincang-bincang saya dengan si Mas penjual (tentu setelah si Ibu itu pergi), saya mendapat informasi bahwa hal seperti ini sangat umum terjadi.  Yaitu ada ibu-ibu sederhana (juga bapak-bapak) yang khusus membeli telur pecah.  Saya tidak tau apakah telur dalam plastik yang sudah tidak ada cangkangnya tersebut akan dijadikan apa ?

Apa dijadikan kue … lalu kuenya dijual di pasar ?
Atau didadar … untuk salah satu pelengkap menu di wartegnya ?
Atau untuk diolah menjadi bahan makanan yang lain …?
Untuk dikonsumsi sendiri ? atau dijual lagi ?
Entahlah … !

.

Yang jelas  … dari sini saya belajar bahwa …
Telur pecah itu masih mempunyai nilai ekonomi …
… dan ada orang yang memang sengaja membeli telur yang pecah …

.

Salam saya

71071D338183D7765E8404E3E942AEC9.

.

.

.

Pertanyaan saya selanjutnya adalah …
Ada yang tau … berapa harga satu kilo telur yang tidak pecah ???
Satu kilo telur ayam negeri itu isinya kira-kira berapa butir ???
(berapa hayooooouuuwww ???)

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

44 thoughts on “TELUR PECAH

  1. hahaha jarang beli telur ayam negeri Om, terakhir sebelum Lebaran. sekilo 14rb sejumlah 8-9 butir. Untuk konsumsi di rumah saya pakai ayam kampung, sebutir 1500-2rb, karena Pak Budhi kalau makan ayam negeri langsung berjerawat😀

  2. Kl disatuin dl 1 plastik gitu mungkin utk dikonsumsi byk org. Krn kl utk sendiri, kyknya kebanyakan.

    Kulit telur jg py nilai ekonomis, loh, Om. Mamah mertua sy jualan kue, kulit telurnya gak dibuang tp dikumpulin utk kemudian dijual ke pengrajin kulit telur yg dkt rumah. Lumayan dpt penghasilan br dr ngumpulin kulit telur. Trus sy penah diajak ke tmp pengrajin tsb. Subhanallah hasilnya bagus bgt, Om. Pdhl “cuma” dr kulit telur

    1. waah.. aku jg pernah berpikir gitu Mba myra, mau dibikin sesuatu dari kulit telur itu, krn kan bahannya keras dan awet gitu y. udah jadi bahan postinganmu blum Mba? aku mau liat, ato udah ya,hehe

      1. sayangnya pas mamah mertua ngajak ke pengrajin kulit telur, sy lupa bawa kamera. Dan sy juga gak bertanya banyak di sana, terlalu terpukau melihat karya2 dr kulit telur itu. Jd skrg mau dibikin postingan juga bingung. Mungkin lain kali kalo mamah mertua ngajak ke sana lagi, sy akan lebih siap dg “peralatan perang”🙂

        1. Ya …
          saya juga pernah melihat reportasenya di TV
          ini seperti pembuatan gambar mozaik … hiasan dinding … tapi dibuat dari pecahan telur yang disusun-susun

  3. sekilo telor ayam negeri itu biasanya isinya kurang lebih 16 butir om, skrg harganya masih sekitar 16 ribu. Mertua saya biasanya sering beli telur pecah (pengiritan), karena anak-anaknya yg banyak lebih doyan telor dadar ketimbang makan ikan/tahu/tempe😀

  4. di pasar tempat saya berjualan, ada khusus lapak yang jual telur pecah. Penjual ini biasanya mengambil dagangan telur retak dari kandang secara langsung, yang kebetulan di kecamatan saya cukup banyak kandang dan peternak ayam petelur besar yang tiap hari memasok untuk kebutuhan jakarta dan bandung maupun kalimantan.
    Umumnya, telur retak dan pecah ini digunakan untuk membuat kue basah dan penjual warung nasi agar modal mereka lebih dikit sehingga bisa jual lebih murah.
    Bahkan di rumah sayapun tiap hari beli telur retak tapi nggak banyak biasanya untuk keperluan sehari dua hari

  5. Telur pecah itu asal tidak terkontaminasi bakteri dan dimasak dng higienis gak apa kali kalau dimakan ya, Om? Tapi kalau sebaliknya dan dijual pula, waduhhhh…

  6. Aku lupa tidak tanya pada asisten kemarin waktu meminta dia membeli telur. Memang kalau di Indonesia membeli telur per-kg ya. Kalau di sini biasanya sudah di kotakin, 4 butir – 6 butir – 10 butir atau 12 butir. Kemudian dibedakan besarnya, mau yang S – M atau L, lalu ayam negeri biasa atau yang pakai omega dsb. TAPI yang membedakan dengan telur di Indonesia adalah Telur di Jepang semua bisa dimakan mentah/setengah matang karena sudah melalui penelitian bebas salmonella.

  7. Saya kira telur pecah itu masih wajar pak. Di pasar dekat saya tinggal ada yang membeli (maaf) balungan/tulang ayam yang sudah di masukkan dalam ember. dan si pembeli sambil jongkok memilih-milih tulang2 ayam tersebut. Penasaran

  8. ayam maupun telurnya ekonomis semua deh oom, sampai kotorannya, maaf
    dulu waktu ortu piara ayam ada ibu2 yg mau beli ususnya saja.., atau ceker dan kepala, karena orang catering nggak make itu
    bahkan sisa2 alas kandang berupa serbuk gergaji plus kotorannya ada yg datang beli.., untuk pupuk
    nah yg itu yg jadi seseran para pekerja
    kl ayam dewasa sudah habis terjual untuk miara dari anakan lagi kan harus pakai serbuk baru

  9. kalau mau tahu…di pasar itu hampir semuanya menjadi berharga…bahkan sampah sekalipun ada harganya. Sebagai contoh Kelapa. Kalau yg jualan kelapa tua yg biasa buat disantan, airnya ga dipake…biasanya dijual ke tukang es kelapa. Terus sampah batoknya juga ada yg nungguin yakni tukang jual arang batok. Biasanya beli per karung…Coba deh, kalau mau di tata dengan baik khan ga ada tuh sampah yg terbuang dengan percuma. Buah2an yg terlalu matang dikumpulin jadi satu bisa menjadi biogas, dst….*khayalan di minggu pagi menjelang siang*

  10. sekilo telur ratarata 16 butir dengan harga 18rb.. [biasa rutin beli telur] seminggu seblomnya 20rb..

    kebanyak ya om, telur pecah gitu dibeli pedagang kue loh.. janganjangan si ibu itu emang mo bikin kue.. *berbaik sangka..

  11. saya rasa emang buat bikin kue ya om. kan anyway bakal dipecahin juga telurnya trus di mixer. hehehe.

    baru tau saya kalo ada yang jual telur pecah gitu. soalnya dulu mama saya kan terima pesenan kue. dan emang harga telor itu mahal, apalagi kalo menjelang hari2 besar kayak lebaran atau natal. kalo ada yang jual telor pecah dengan harga miring gini pasti dulu mama saya juga bakal seneng belinya. hahaha.

  12. Adegan membeli telur pecah pernah ada di sebuah sinetron yang mengangkat kisah Kasad waktu itu. Isteri Kasad suka didatangi tetangga yang ingin beli telur pecah. Jika tak ada telur yang pecah maka si ibu (diperankan oleh Novia Kolopaking) sengaja membenturkan telurnya ..mak thissss.. lalu memberikannya kepada tetangga.

    Telur 1 kg isinya sekitar 18 butir om, harganya sekitar Rp.15.000. Saya tahu karena kalau beli buku di Gramedia suka dititipi isteri beli telur (nggak match blasss)

    Salam hangat dari Surabaya

  13. Sepertinya mah sang ibu ituh punya warung masakan,
    atau mungkin warung padang,..
    trus buat dibikin telur dadar kali yah…

    Soalnya walopun harganya memang murah, tapi kan gak bisa tahan lama yah Om…
    Sepertinya harus dimasak hari itu juga kali..

    Aku tukang nyetok telor di kulkas soalnya om…jarang masak sih abisnya..
    jadi telor ceplok, telor dadar dan orak arik selalu jadi andalan…hihihi..

  14. Terakhir beli telur sekilo 19 ribu Om, tapi biasanya saya mah beli stgh kilo aja (berisi 7-9 butir, tergantung ukurannya), segitu jg lama habisnya, bisa satu bulan baru habis hihihi…

    Baru tau lho Om soal telur pecah ini, terima kasih, fakta yg menarik🙂

  15. Saya pernah bertemu seorang bapak di Lotte, om Nh. Bapak itu telaten sekali milih2 telur. Tapi yang dipilihnya yang retak2 (bukan yang pecah). BAnyak juga, sampai berak-rak. Saat ngantri di kasir, kami sempat ngobrol. Bapak itu jujur bilang bahwa dia sengaja karena harganya lebih murah. Dia punya rumah makan. Saya kagum, sebegitunya usaha dia untuk menekan biaya produksi (tapi kan butuh waktu lama juga ya). Trus saya nanya, “Di mana rumah makannya, Pak?” Si bapak itu senyum2 saja, nggak mau jawab.

    Apa dia takut ya saya ke sana dan menilai salah akan usahanya itu?
    *Lho malah balik nanya ya😀 *

  16. di pekanbaru ngitungnya bukan perkilo om, tapi per papan/ setengah papan. itulo papan yang buat nata telur, tiap papan isinya 30, setengah papan ya 15. kalau setengah papan disini 16-17 ribu, satu papannya ya 32-33. (dapet info baru kannn??).dulu pas jaman susah juga sering kok beli telur pecah, buat makan sendiri. masih bagus dan murah. hehehe

  17. di warung deket rumah saya 20rb Om perkilo, isinya bisa 16-18, apalagi kalo milih yang kecil2, bisa dapat makin banyak, hehe. saya jg pernah liat telur pecah di jual di sebuah agen

  18. Di tetangga Desa saya juga ada yang menjual Telor Kempotan yang hampir rusak, Om. Harganya lebih murah juga. Tapi kalau yang sudah pecah ini saya baru tahu.

    Kira2 dimanfaatkan untuk apa ya, Om?
    Satu kilonya? Emmmm, belum tau.:mrgreen:

  19. saya pernah disuatu tempat (tidak usah disebut dimananya ya om) sewaktu mau dadar telur tidak boleh yang utuh harus ambil yang retak🙂
    Apa kabar Om NH? maaf baru bisa berkunjung lagi

  20. mama saya penjual kue basah di pasar tradisional… beliau juga hampir selalu beli telur pecah untuk bahan olahan kuenya..tapi telur yang memang masih baru setiap hari… harganya jauh lebih murah tapi kualitasnya juga bagus karena langsung dipakai🙂

    salam om

  21. Good observation. Saya percaya bahwa semua hal punya ‘value’. Tinggal tergantung pada ‘price’-nya. Apakah price merefleksikan value tersebut? Selama price=value, tidak ada yang tidak bisa dijual. Contohnya, saya pernah melihat lelang kendaraan di sebuah perusahaan multifinance. Disana ada motor yang sudah juelekknya minta ampun, tetapi tetap di lelang dan laku. Karena harganya cocok, begitu komentar si pejabat lelang. Kalau price tidak sesuai dengan value, mau bagusnya suatu barang ya tidak akan laku.

  22. Yes semua yang bekas, tidak terpakai oleh kebanyakan orang , ternyata masih bisa kita gunakan dengan kreatif, sehingga barang tersebut memiliki nilai jual.
    tetapi kualitas harus dipertahankan yah, karena namanya makanan berurusan dengan kesehatan hehe

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s