DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH


.

Jum’at, 2 September 2011

Setelah Sholat Jumát, Acara keluarga Trainer hari ini adalah nonton film sodara-sodara.
Beberapa waktu yang lalu Uda Vizon sempat menuliskan di postingannya beberapa film yang kebetulan sedang tayang di bioskop di liburan lebaran ini.   Saya jadi tertarik untuk menonton salah satu diantaranya.

So jadilah siang itu kami berangkat ke Mall terdekat.  Mall mana ? … aaahhh pake ditanya lagi … ya jelas the one and only … Pondok Indah Mall …  (hahaha)

Waktu berangkat, kita belum berkeputusan untuk menonton film apa.  Namun saya pribadi … berniat untuk menonton film “Di bawah Lindungan Ka’bah”.   Ini gara-gara kemarin saya lihat trailernya di TV swasta.  Di situ secara selintas terlihat keindahan alam Sumatera Barat.

Sesampainya di Bioskop PIM … kami berunding … Film apa yang akan kami tonton.  Ternyata jadinya adalah … Anak-anak nonton “Tendangan dari Langit”  di studio 2 .  Ayah Bunda nonton “Di bawah Lindungan Ka’bah” di studio 5.  Jam tayangnya kebetulan berdekatan.

Kesan Trainer mengenai Film ini ??

Banjir … sodara-sodara … Banjir sudah … !  …  Banjir air mata … Hahaha …

Mata Bunda sampai sembab memerah … setengah bengkak … (Maklum Bunda itu orangnya sangat perasa sekali)(Apa lagi kalo nonton film Roman bin melo drama).

Jujur …
Ini film memang sedih … sedih sekali … Sad Ending pula … Jagoannya dua-duanya meninggal. 

Dari segi kesesuaian antara Buku Novel karangan Buya HAMKA dan Penggarapan Film ? … Saya tidak bisa berkomentar karena saya belum pernah membaca buku novel tersebut.

Dari segi akting pemeran-pemerannya … saya juga tidak mencatat banyak hal.  Aktor senior dipadu dengan aktor yunior … Didi Petet, Widyawati, Yenny Rahman … beradu acting dengan Herjunot Ali dan Laudya Chintya Bella.  

Namun entah mengapa … Saya kok justru lebih terkesan melihat permainan Tarra Budiman dan Niken Anjani, pemeran Saleh dan Rosna … Sahabat (dan juga bawahan) sang pelaku utama, yaitu Hamid dan Zainab.

Didalam film tersebut memang ada dua pasangan kekasih diceritakan sekaligus … Hamid dan Zainab … juga Saleh dan Rosna ini.  Jujur jika membandingkan chemistry acting kedua pasangan tersebut … Saya lebih bisa melihat dan merasakan chemistry sepasang kekasih ini … lebih kental diaktingkan oleh Tarra dan Niken (sebagai Saleh dan Rosna) … Dibanding pemeran utama Herjunot dan Laudya (as Hamid dan Zainab).

Entahlah …
Kok seringkali ketika nonton film … saya lebih tertarik memperhatikan Supporting Actor-Actress dibandingkan Leading Role nya.  (hehehe)

Satu lagi yang saya pujikan dari Film ini adalah … sudut pengambilan alam Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, lokasi syuting film ini yang sangat indah sekali.  Juga detil setting proppertynya yang lumayan digarap teliti  (walaupun terpaksa satu dua produk sponsor masa kini dipaksakan masuk disana) 🙂

Yang jelas …
Keluar dari bioskop ini …
Mata Bunda masih memerah … Sembab dan Bengkak  …
Bunda sampai malu-malu berjalan keluar studio …
Bunda memang selalu menangis jika menonton film drama sedih
Namun Nangis Bunda yang kali ini …
Lebih heboh …

Bagaimana dengan anda ?
Sudah nonton film ini ?
Jika belum … dan ingin menonton … Sediakan tissue sebanyak mungkin … !!!
Ini film memang sedih sangat sodara-sodara !

.

.

.

45 thoughts on “DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH

  1. hmm, yang dibahas kok cuman mata bunda aja siyh..?
    aku kok gak yakin klo mata trainer aman2 saja,
    curiganya malah lebih sembab dibanding bunda.

    penasaran ingin segera nonton,
    ingin lihat indahnya solok selatan di film tsb
    smoga dvd segera beredar..

  2. Saya sudah nonton di bulan puasa kemarin, Om.. Tapi belum sempat menuliskannya.. Insya Allah setelah ini saya tuliskan deh reportasenya…

    Benar sekali, Om..
    Film ini menguras air mata dan tentunya membangkitkan kenangan akan kampuang nan jauah di mato, hehe..🙂

    1. Ditunggu ulasannya Uda …
      Yang jelas … kincir … sabut kelapa … surau … padati …
      juga foto yang ditempel di lemari … aaahhh itu indah banget

      Salam saya Uda

  3. enggak kedengaran penonton di sebelah nih om pas Bunda nangis? met lebaran ya om.. mohon maaf lahir batin… salam buat bunda, jangan liat film mellow lagi deh, entar ngabisin stok tissu di rumah deh…hehe

    1. Jalan ceritanya bagus Tiara …
      dan simak beberapa kalimat bijak … yang saya asumsikan diambil dari naskah novel aslinya …
      Indah sekali kata-katanya

      Salam saya Tiara

  4. belum nonton om, maklum tinggal di udik tidak ada gedung bioskop
    tapi mendengar cerita-cerita dan trailer filmnya jadi pengen nonton

    belum terlambat untuk memohon maaf
    Minal Aidzin wal Faidzin

  5. Nah, makasih Om, udah memperingatkan saya.😐
    Pilem ini bikin nangis, itu sudah cukup. SAya suka gak tahan kalo cerita film udah menyedihkan. Saya bisa nangis juga.😥

  6. Bunda sama ky sy, nonton film sedih bakal nangis dan mata sembab..
    Jangankan nonton film, baca novel sedih aja bisa nangis.😥 (ini dasarnya cengeng kali ya.. haha…)

    Tar kalo Bundo Dentist dah beli DVD-nya, aku dipinjemin ya Bun…😀

  7. Waaaahhh…. jd ga mau nonton Om, Orin jg gampang bgt nangiiiis, malu nanti keluar bioskop hihihi…

    Waktu SMP hampir mau baca novelnya Om, tapi kok ya kenapa ga jadi ya? lupa😦

  8. Aku belum sempat nonton om tapi kalau membaca bukunya sudah ..Buku karangan Buya Hamka ini ga terlalu tebal malah boleh dibilang tipis tapi isinya itu yang sangat dalam dan menyentuh. T_T … wajib nonton neeh🙂

    Taqobalallohu minna wa minkum, maaf lahir dan bathin ya om klo ada kesalahan apapun.

    Salam ^_^

  9. Sepertinya pas banget kalo mengajak ibu saya nonton film ini. Kalau tidak salah, beliau dulu hanya pernah mendengar novel ini didongengkan oleg paman beliau waktu ibu saya masih kecil🙂

  10. wah jadi penasaran pengen nonton filmnya…dulu aku pernah baca novelnya karena waktu sma dsuruh nulis reviewnya…tapi koq udah lupa jalan ceritanya hihihih………

    kalo bunda nangis smpe matanya sembab…sepertinya sy juga akan seperti itu…tp rasa2nya belum bisa nonton di bioskop soale ngga ada yang jaga anak2 hiks……

  11. wah anak dan orangtua nya bisa nonton di beda studio gitu ya, hehe. wah dari cerita pak enha pasti seru nih. wajib nonton kalau gitu ya. kalau nonton dvd nya aja tetep banjir air mata gak tuh ya ?😀

  12. Barusan nonton dan kali ini gak sepakat dgn si Om.
    Selain setting an Padang tahun 20an, tdk ada yg menarik dari film ini.
    Gak semua novel bagus bisa di filmkan dgn hasil yg bagus juga dan film DBLK ini salah satu contoh film adapasi dari novel yg gagal.

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s