CALON PRESIDEN


.

Ini tentang sebuah acara menarik yang dijangkari oleh Najwa Shihab.  Di sebuah televisi swasta.  Bertajuk “Mata Najwa”.

Episode tanggal 21 Agustus 2013 kemarin sangat menarik sekali.  Mata Najwa menghadirkan tiga orang Calon Presiden.  Sebetulnya ini topik yang biasa saja,  kalau saja yang diundang adalah tokoh-tokoh nasional yang sudah lama kita kenal … yang sudah sering disebut-sebut dan digadang-gadang oleh pihak-pihak tertentu.  Yang memang sudah ramai wacana dan berita pencalonan mereka untuk pemilihan presiden tahun 2014 nanti.

Namun acara ini menjadi sangat menarik karena yang diundang oleh Mata Najwa kali ini adalah para individu yang (menurut saya) belum begitu dikenal luas.  ( Kecuali 1 orang pengacara yang mungkin sudah dikenal publik karena statement kicauannya yang kerap kontroversial).  Sedangkan Dua tamu lainnya saya belum mengenal.  Ada yang Direktur perusahaan asuransi ada pula seorang pengusaha.

Ada kesamaan diantara mereka bertiga … mereka secara terbuka … mencalonkan diri menjadi Presiden … Ada yang dari jalur Independent dan ada pula yang baru mulai merintis dengan merapat ke salah satu partai politik.  Mereka pun mengaku sudah mempunyai visi dan misi, juga serangkaian program untuk kemajuan negara tercinta ini jika mereka terpilih nanti.  (bahkan ada yang sudah punya gambaran daftar nama … siapa saja menteri yang akan duduk di kabinetnya).  (Termasuk juga usulan program : umur 16 tahun sudah bisa menyandang gelar S-2)

Saya terkaget-kaget … Betapa beraninya mereka … Karena menurut pendapat saya … (seharusnya) tidak semudah itu menjadi calon Presiden …  Pengalaman sebagai negarawanpun belum punya … Mereka kok nekat … !

Namun kemudian saya sadar … Ini Negara Demokrasi Nang …  Siapa saja berhak mencalonkan diri menjadi calon presiden … !!!  (asalkan sesuai dengan Undang-undang)

(jika pembaca penasaran dengan acara ini … mungkin anda bisa brosang-brosing di yu cup … dengan kata kunci Mata Najwa, tanggal 21 atau 22 Agustus 2013)

Saya harus pujikan bagaimana Najwa melontarkan pertanyaan-pertanyaan cerdas dan tajam tapi tidak nyinyir.  Beberapa kali saya lihat para nara sumber dibuat gelagepan dan kerepotan untuk menjawab pertanyaan Anchor cantik ini.  (Note : BIasanya saya paling benci dengan anchor yang sok tau … nyinyir … arogan … kepo dan sok-sok kritis).  Tapi Najwa ini lain … Najwa ini sangat baik dan cerdas sekali memainkan alur dari pertanyaannya … tanpa ada kesan menghakimi … tonenya tetap terjaga rendah … tidak ngotot … namun … jika nara sumber tidak siap … niscaya dia akan menggali “kuburannya” sendiri …  mati kutu …

Dan saya pun tersenyum membaca kalimat-kalimat penutup acara Mata Najwa 21 Agustus 2013 kemarin …

Bunyinya kurang lebih seperti ini …

… Kita kadang sering lupa,
Demokrasi adalah sejenis pasar pula
Pasar Bebas segala aspirasi …
Sekaligus medan ilusi penobatan diri …

Demokrasi yang bising
Terutama jika menyangkut kuasa yang diperebutkan
Setiap penguasa yang turun tahta, suksesi menjadi minat siapa saja

Mulai capres yang paling pantas …
Hingga para petualang tak jelas …

dst … dst … dst …

(by : Mata Najwa, 21 Agustus 2013)

Beuh … kata-katanya begitu tajam …
(dan celakanya … begitu jujur pula …)

.

SO …

Siapa calon presiden pilihan anda … ???
Siapapun itu … semoga mereka adalah Capres yang Paling Pantas !!!
(dan bukan petualang yang tak jelas)

Atau … jangan-jangan … malah justru Anda sendiri yang ingin mengajukan diri menjadi Calon Presiden ?
.

Salam saya

71071D338183D7765E8404E3E942AEC9

34 thoughts on “CALON PRESIDEN

    1. Setuju, om Nh nyalon yuk
      *eits malah ngajak ke salon hehehe*

      Setuju sama: BIasanya saya paling benci dengan anchor yang sok tau … nyinyir … arogan … kepo dan sok-sok kritis. Sy juga gak suka. Malah dengan anchor yang sok tahu, justru jadi kelihatan bego, kasihan jadinya.

  1. Hebatnya arus teknologi yang dapat mengangkat yang biasa dan seharusnya biasa saja menjadi suatu tali gas untuk memainkan peranannya terkadang akan memberikan suatu sajian diawal garis start. Namun, hal ini tidak dapat sikapi oleh para narasumber yang menggunakan media elektronik dengan forum seperti ini, jadi kelihatan lo-la, lo-lo,,,,, he,,, he,,, he,,,

    Kalau Om NH aja yang jadi Presidennya bagaimana ?

    Salam wisata

  2. sy juga nonton yg tgl 21 itu, dagelan abis hihihi. Tp bukan Najwanya yg dagelan, lho, Om🙂

    Setiap org memang berhak, tp sy rasa kembali lagi ke diri kita. Liat kemampuan diri.

    Sy lupa siapa yg blg, tp baru2 ini sy mendengar di salah satu radio katanya ketika kita memilih pemimpin yang mnrt kita pilihan terbaik jgn lupa apabila org yg kita pilih itu akirnya jd pemimpin, jgn lupa tugas dan tanggung jawab kita selanjutnya sebagai pemilih adlh utk terus mendo’akan supaya yg kita pilih bs menjadi pemimpin yg amanah. Krn yg kita pilih itu juga membutuhkan do’a dr kita🙂

  3. Saya juga nonton acara itu om. Bagus kok acaranya,blak-blakan.
    Dan seperti biasa, pada akhir acara mbak Najwa selalu berpuisi ria.

    Pada hakekatnya, di negara RI sekarang setiap orang boleh mencalonkan diri menjadi presiden sepanjang memenuhi syarat yang telah ditentukan.

    Saran saya kepada siapapun yang”akan” menyalonkan diri sebagai bacapres RI.

    1. Luruskan niat: mencalokan diri sebagai capres untuk ibadah (bukan untuk menyindiri,melawak, membuat sensasi,agar masuk TV, agar heboh,dll)
    2. Ukur diri, Menjadi presiden tidak mudah karena tugasnya berat. Walaupun dalam tugasnya dibantu oleh wapres,para menteri,dll tapi kemampuan individu juga diperlukan.
    3. Kata Jeng Ngatno:” Ojo rumongso biso ning bisoo rumongso”

    Salam hangat dari Surabaya

  4. Saya juga lihat Om. Yang lebih lucu ketika polling di masyarakat sambil disodori surat suara dengan pilihan 3 foto calon tersebut dan disuruh memilih salah satunya. Ternyata dari semuanya gak ada yang milih foto tengah yang bergambar hmm… si pengacara hehe.. Padahal dari semuanya, dia lebih ganteng dan lebih muda lho.. kenapa ya?😀

  5. Najwa memang anchor yang istimewa ya Om, pintar tapi ga keminter heuheu. Siapapun calonnya, semoga Presiden Indonesia kelak membawa Indonesia dalam kebaikan, Aamiin

  6. Saya nonton dari tengah Om, geli dengan 16 tahun sudah bergelar S2. Jujur saja kalau masalah gelar atau sekolah bisa di raih usia kapan pun. tapi yang perlu di mengerti adalah kematangan berpikir. seorang lulusan S2 diharapkan menjadi ahli dibidangnya. lha kalau minim pengalaman kan malah jadi amburadul. digaji rendah bahkan akhirnya diobral (potensi bisa seperti itu).

  7. Oooom, aku gak nonton sih Om…
    dan sebenernya jarang juga nonton acara politik sih Om, suka pusing duluan…hihihi…

    Tapi sama seperti Om, aku juga suka males nonton acara yang host nya ngerasa lebih ngartis daripada nara sumber nya…

    jadi suka ilfil duluan…

  8. Maafkan saya jika agak apatis soal calon presiden ini, Om😦 Menggelikan melihat media membesar-besarkan beberapa orang yang berniat mencalonkan diri. Tapiii yaaahhh….inilah demokrasi yang mentah, belum dewasa.

    Smoga kelak ada calon yang pazz di hati😀

  9. Emang enak kali om jadi Presiden? jadi rame-rame pengen jadi persiden, tapi namanya juga negara demokrasi, silakan mencalonkan diri jadi presiden, pertanyaannya sekarang yakin ada yg memilih? balik bertanya. (Siapa tahu…Najwa butuh penyiar pengganti…eh!)

  10. kalau orang2 nyalonin jokowi, saya malah maunya beliau di tahun 2019 aja. Karena Jakarta masih butuh dia selama 5 tahun ke depan. Kalau capres yg saya mau sih Prabowo aja deh lepas dari masa lalu nya yah….

  11. Hadeuh, hampir saja saya langsung brosang brosing saking penasaran setelah baca postingan Om NH, untung ingat bhw saya belum ninggalin jejak di sini. Hihi. Senyum2 saya oleh gaya tulisan Om NH yang menggelitik, ingin tetap di sini mengulangnya beberapa kali, tapi penasaran untuk membuktikan tebakan saya tentang si calon yang terkenal oleh ‘kicauan’nya itu.

    Sepakat dengan Om, saya juga mendoakan agar ‘Siapapun itu … semoga mereka adalah Capres yang Paling Pantas !!! dan bukan petualang yang tak jelas. Hehe.

  12. Kalau politik dijadikan karir, tentunya akan ada keinginan untuk meningkatkan karir yang didalamnya banyak tujuan pribadi. Tapi kalau niat sejak awalnya adalah pengabdian, semoga presiden yang terpilih kelak memang benar-benar bekerja untuk negara dan bangsa Indonesia.

  13. Saya juga suka nonton Mata Najwa, Om.. Kalimat penutupnya itu lho yang selalu bikin mesem-mesem..🙂

    Siapapun memang berhak untuk menjadi calon presiden di negara ini, namun tidak setiap orang memiliki kecakapan untuk itu. Semoga kita memiliki presiden yang benar-benar baik untuk kemajuan bangsa kita ke depan ya Om..

    Saya gak minat jadi presiden, Om.. Soalnya saya sudah jadi presiden.. Yakni presiden surauinyiak, haha..😀

  14. Sekarang siapapun bisa ‘naik’ ya? Tapi keknya negarawan sejati itu sudah mempersiapkan diri sejak dini untuk jadi pemimpin.
    Sering kali saya ngerasa kasihan sama nara sumber yang kelabakan saat menjawab pertanyaan2 Najwa🙂

  15. waktu itu gak sempat nonton ove, tapi suami simpan videonya… aaashh aku tak sampai hati nontonnya om!!! hahaha
    eh besoknya saya baca twitter Najwa Shihab “Waham; keyakinan kokoh atas realita yg salah. Waham Kebesaran; keyakinan seseorg bhw ia sgt hebat, penting (& pantas nyapres)”
    😀

    salam om

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s