KI KARAWANG 1 : CERITA TENTANG SEKOLAH YANG RIMBUN

(juga tentang Orang Tua Wali Murid, Spanduk Selamat Datang, Bapak UPTD dan si Gembala Sapi)

Untuk yang kesekian kalinya saya berhasil lolos seleksi untuk menjadi relawan pengajar di program Kelas Inspirasi.  Mudah-mudahan anda tidak bosan membacanya.  Kali ini saya menjadi relawan di KI Karawang 1.

Bagi yang baru pertama kali mendengar kelas inspirasi, saya ingin jelaskan sedikit tentang program ini.  Ini adalah program sukarela tanpa muatan kepentingan apapun.  Bentuknya berupa gerakan para profesional untuk cuti bersama dan turun mengajar selama satu hari di sekolah-sekolah dasar negeri yang sederhana.  Tujuannya adalah agar anak-anak dapat terinspirasi dari cerita profesi yang diterangkan oleh para relawan tersebut.   Agar mereka dapat termotivasi untuk menggantungkan cita-citanya setinggi mungkin.

Alhamdulillah saya pernah ikut program ini di kota Bogor 2, Depok 2, Bekasi 2, Cilegon 1, Jakarta 4, Serang 1, Bogor 3, Bandung 4,  dan kini Karawang 1.  (angka setelah nama kota itu artinya batch/angkatan)(Jakarta 4 artinya Angkatan ke 4 di kota Jakarta)

Entah mengapa saya tidak pernah bosan mengikuti seleksi untuk menjadi relawan di berbagai kota.  Mungkin karena saya selalu mendapatkan hal-hal baru dari setiap pengalaman mengajar saya di berbagai SD tersebut.

Lalu sekarang ? Cerita apa yang saya dapat dari KI kali ini ?

Ini adalah pengalaman saya ketika mengajar di KI Karawang 1, tanggal 11 April 2016.

Saya mendapat penempatan untuk mengajar di SD Negeri Taman Mekar 4.  Letaknya di Kampung Kereteg, Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

.

1.Rimbun

Ya Rimbun !  Itulah kesan pertama saya.  Mari kita simak foto-foto berikut ini.

Taman Mekar 4(1)

Ada tumbuh pohon besar di tengah lapangan (saya kurang tau namanya, entah beringin atau apa ?) .  Sekeliling sekolah pun penuh pohon-pohon besar. 

kar1

Pepohonan ini membuat suasana sekolah menjadi teduh.  Seperti lokasi wisata hutan buatan (padahal bukan).  Beberapa hari yang lalu, ketika survei ke sekolah ini di sore hari, saya menemui beberapa anak bermain taplak gunung di bawah pohon.  Menyenangkan. Adem.

IMG-20160331-WA0048

.

2.Spanduk Selamat Datang

Ya.  Ini hal yang sangat remeh temeh.  Tetapi boleh percaya boleh tidak, dari sembilan kali pengalaman saya mengikuti program KI, baru kali inilah kami disambut dengan spanduk selamat datang.  Sekali lagi,  ini hal yang sangat sederhana.  Terlihat tak ada artinya.  Hanya selembar spanduk.  Namun bagi kami para relawan, hal ini sangat menyejukkan hati.  Spanduk tersebut menunjukkan ketulusan dan kegembiraan mereka menyambut kami.  Dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kami bahagia dan merasa berarti.

kar2

.

3.  Orang Tua Wali Murid

Ini juga hal yang unik yang baru saya dapatkan di KI Karawang.  Kehadiran orang tua murid.  Ibu Kepala Sekolah dengan cerdasnya mempergunakan kesempatan ini untuk sekalian mengumpulkan orang tua murid agar mereka juga ikut menyaksikan program KI.  Sebuah inisiatif yang patut saya acungi jempol.  Orang tua sengaja beliau undang untuk rapat komite sekolah (sekalian menyaksikan anak-anaknya bergembira bersama kami para relawan).  Tentu saja kami jadi lebih bersemangat.  (Salah seorang rekan kami, relawan yang sudah senior kebetulan ada yang berprofesi sebagai motivator, beliau menjelaskan tentang KI dan memberikan pesan-pesan untuk para orang tua murid)

kar3

Lho memang sebelumnya belum pernah ada di SD lain ?

Belum ! Saya belum pernah mengalami hal seperti ini.  Biasanya beberapa orang tua memang ada yang datang ke sekolah, tetapi itu dalam rangka menjemput anaknya, (terutama anak kelas 1 dan 2).  Dan itu hal yang rutin mereka lakukan setiap hari.

.

4.Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan

Ini adalah nama sebuah jabatan.  Jujur saya tidak tau persis mengenai posisi ini dan apa tugasnya.  Namun demikian jika saya tidak salah interpretasi ini adalah semacam “kepala dinas” pendidikan untuk tingkat kecamatan.  Beliau bertugas untuk memantau, mengevaluasi, membina, mengarahkan seluruh aktifitas pendidikan di tingkat kecamatan Pangkalan.

Ketika kami melaksanakan program KI di SDN Taman Mekar 4, bapak UPTD atau katakanlah pejabat yang berwenang untuk bidang pendidikan, berkenan untuk datang dan meninjau jalannya kegiatan ini.

Apa istimewanya ?

Ini istimewa menurut saya.  Karena selama saya ikut KI di kota-kota sebelumnya, saya tidak pernah menemui satu orang pun pejabat berwenang di bidang pendidikan datang langsung ke tempat kami mengajar.  Baru di KI Karawang ini saya mengalaminya.  Ini sederhana, namun sekali lagi perhatian dari aparat berwenang setempat sungguh membesarkan hati kami.

(Note : Yang saya tau beberapa Walikota, seperti Walikota Bogor dan Walikota Bandung memang menyempatkan diri untuk datang ke beberapa SD, dan meninjau kegiatan ini di wilayah masing-masing)(tapi bukan ke tempat saya mengajar)

Saya didatangi pak UPTD aja bangganya setengah mati, apalagi kalau didatangi Bupati atau Walikota ya ?

.

5. Gembala Sapi

Letak sekolah SDN Taman Mekar 4 ini masuk ke dalam, sekitar setengah kilometer dari jalan utama Teluk Jambe – Pangkalan.  Di kiri kanan jalan, sawah menghampar.  Jalannya sempit.  Beginilah kira-kira penampakannya

kar4

Jam 6 pagi ketika saya sampai di jalan kecil menuju sekolah ini, mobil saya terhadang oleh tiga ekor sapi.  Dua sapi dewasa dan satu sapi yang masih anak-anak.  Mobil saya berhenti, menunggu yang terhormat tuan sapi lewat.  Sapi-sapi ini digiring oleh seorang bapak-bapak berpenampilan sangat sederhana.  Kaus lusuh dan celana pendek.  Beliau tersenyum dan saya pun tersenyum memaklumi.  Namanya juga sapi, pasti jalan semaunya saja.  Bapak itu segera menepikan sapi-sapinya dan mobil saya pun perlahan bisa jalan kembali.  “Punten paakkk …” (begitu saya menyapa bapak gembala itu).  Dan diapun menyahut “Mangga Pak … maap ya Pak”

Ternyata beberapa jam kemudian, saya bertemu kembali dengan Pak Gembala Sapi ini.  Dia sudah berpakaian rapi dan mengenakan batik terbaiknya.  Mau tau dia siapa ? Ternyata Pak Gembala Sapi ini adalah ketua komite sekolah.  Dialah yang memimpin jalannya rapat para orang tua murid.  Kami sempat ngobrol dengan bapak Gembala ini ketika waktu istirahat.

Sekali lagi ini juga pertama kalinya saya temui.  Ketua Komite sekolah datang ke acara Kelas Inspirasi.   Again, hal sederhana, tapi sangat berkesan bagi saya.

Kesungguhan masyarakat kecil untuk sekuat tenaga, memperhatikan pendidikan anak-anaknya.  Demi masa depan mereka.

Jadi demikianlah cerita dari Kelas Inspirasi Karawang kali ini.

Bagi orang lain mungkin terasa biasa saja, tak ada istimewanya.

Namun cobalah sekali-sekali anda ikut Program Kelas Inspirasi, iuran membangun pendidikan untuk anak negeri.  Anda baru bisa merasakan indahnya perasaan yang saya alami hari ini … Senin 11 April 2016, di SD Negeri Taman Mekar 4, KI Karawang 1.

Salam inspirasi

om-trainer1

APRIL MOP : BASI ?

Yes I think so …

Setiap tanggal 1 April (dulu) selalu “diperingati” oleh sementara orang dengan cara menipu, “mengerjai”, berbohong dan sebagainya.  Entah menipu teman, kenalan atau bahkan keluarganya sendiri.  Sampai sekarang saya tidak habis mengerti, mengapa hal ini dikerjakan oleh mereka dengan gegap gempita.  Berlomba-lomba mengarang cerita bombastis untuk mengelabui lingkungan di sekitarnya.  April Mop atau April Fool.

?

Saya juga tidak tau mengapa kok (dulu) hal ini begitu menggejala.  Menurut saya April Mop itu cara bercanda yang amat sangat tidak pada tempatnya.  Menyebar berita bohong yang “kebangetan”.  Mengarang cerita yang demikian dramatisnya dan sebagainya dan sebagainya sehingga membuat orang merasa dibodohi.

Tidak jarang April Mop memakan korban.  Entah karena si korban kaget mendengar berita bohong lalu kena serangan jantung atau karena hal-hal yang lain.  Tidak tertutup kemungkinan pula ada keputusan salah dan tergesa-gesa karena diambil dalam keadaan emosi sehingga (sekali lagi) menimbulkan akibat yang fatal.  Menyesal tidak ada gunanya.  Hubungan keluarga sudah terlanjut retak, hanya gara-gara fitnah berita bohong tersebut.  Efek yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh si pembuat berita bohong konyol itu.

Dan kalau sudah begitu,  si pembuat ulang hanya bisa cengangas-cengenges sambil berkata maap … april mop bro.   “Hah April Mop palalu peyang … !!!”

Mulai saat itu kita semua jadi tidak begitu saja mudah percaya lagi dengan apa yang dia katakan.  Yang rugi sebetulnya ya dia sendiri.  Dia menerima krisis kepercayaan dari lingkungannya.

Namun demikian …

Saya bersyukur.  Trend orang mengarang cerita bohong dan “ngerjain orang” pada tanggal 1 April ini sekarang sudah tidak musim lagi. 

Ya … april mop tidak lagi menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan.  Udah basi … sudah kuno … !

Kalaupun ada satu dua orang yang masih melakukannya, itu pasti karena masa mudanya kurang bahagia, cupu dan ketinggalan zaman … hahaha  (bergayanya telat)

Salam saya

om-trainer1.

.

.

RIO HARYANTO DI AJANG F1

Seperti diketahui bersama, pembalap muda kita Rio Haryanto akan berlaga di GP Australia di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Albert Park, Sabtu 19 Maret 2016.

Ini adalah kali pertama pembalap Indonesia  berlaga di F1.

Menyimak perjuangan Rio Haryanto untuk bisa tampil di ajang F1 ini, saya bisa berkata bahwa anak muda ini telah melalui berbagai macam lika-liku perjalanan yang tidak mudah.  Ada banyak hal yang harus ditangani dan ditanggulangi oleh Rio dan timnya untuk bisa berkiprah di pentas balap paling bergengsi di dunia.

Selain terus mengejar torehan waktu pacu terbaik, Rio dan timnya juga dihadapkan pada masalah pendanaan yang tidak sedikit.  Untunglah Pemerintah melalui Kementrian Pemuda dan Olah Raga menyanggupi untuk membantu mendanai Rio, tentu saja dibantu juga oleh Badan Usaha Milik Negara dan juga pihak-pihak sponsor lainnya.  Impian Rio dan penggemar balap mobil Formula 1 di Indonesia pun akan segera terwujud.

Saya harus jujur pada diri saya sendiri.  Saya sebetulnya kurang setuju dana yang besar itu diberikan untuk pembalap muda Indonesia ini.  Olah raga balap mobil adalah olah raga yang relatif individual / perseorangan.  Penggemar dan pelakunya pun relatif terbatas di negeri ini.  Hal ini bisa dimengerti karena memang olah raga ini memerlukan biaya yang mahal.  Yang tidak semua orang punya uang (sisa) untuk menekuninya.

Saya lebih setuju jika dana besar tersebut dipergunakan untuk olah raga yang relatif lebih massal dan merakyat.  Seperti atletik atau volley ball. (Okelah mungkin untuk sepak bola jangan dulu disebut, sebelum mereka menyelesaikan kisruh di tubuh induk olah raga itu).

Ada banyak hal bisa dilakukan dengan dana sebesar itu.  Bagaimana kita memasyarakatkan kembali ibu dari semua cabang olah-raga yaitu atletik ke sekolah-sekolah SD, SMP, SMA bahkan Universitas ?  Bagaimana menggalakkan volley ball menjadi cabang yang wajib dipunyai oleh setiap desa misalnya ? dan sebagainya dan sebagainya.

Namun keputusan sudah diambil oleh pihak yang berwenang !

Saya sebagai rakyat biasa, seyogyanya akan mendukung kiprah anak muda Bangsa Indonesia untuk berbicara di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia.  Balap Formula 1.

Saya juga harus realistis untuk tidak berharap banyak pada performa Rio Haryanto di ajang ini.  Saya pun berharap agar publik Indonesia tidak menghujat atau berkomentar mencela yang berlebihan jika Rio tidak berhasil naik di podium juara.

Menjadi yang terbaik di tim Manor adalah target yang realistis untuk Rio …

So … Rio Haryanto … berikanlah yang terbaik untuk Indonesia !

merah putih

Salam saya

om-trainer1.

.

.

JAJANAN KAKI LIMA FAVORIT NH18

Ada sebuah tantangan menarik yang dilontarkan oleh Maya Siswadi, seorang bloggerwati yang bermukim di Tangerang Selatan.  Tantangannya sederhana saja, yaitu menceritakan lima jenis jajanan favorit yang kita sukai.

Pada hakikatnya saya bukanlah orang yang menyukai petualangan kuliner.  Setiap kali travelling ke tempat-tempat tertentu baik itu di dalam maupun di luar negeri, teman-teman saya pasti putus asa mengajak saya wisata kuliner, berburu makanan khas setempat.  Dijamin saya tidak akan pernah mau diajak. (Ah percuma ngajak si Nanang, dia mah orangnya gitu … nggak seru !)

Pas berkunjung ke suatu kota tertentu, mau makan ? Yang dicari pasti warteg atau warung Padang.  Kalaupun diajak ke restoran, pesannya pasti standart … nasi goreng ! Minumnya teh panas manis.  Atau kalau di luar negeri, mentok-mentoknya gerai cepat saji pak Ron atau Pak Kolonel.  Selera saya memang sangat konvesional.  (tepatnya menyedihkan !)

Namun demikian jika saya ditanya, adakah jajanan-jajanan favorit yang Om NH senangi ?  Tentu saja ada lah.  Dan karena saya ini orang rumahan, dan baru berkeliaran cari makan ketika saya libur tidak mengajar.  Maka jajanan favorit ini relatif lokasinya yang dekat-dekat rumah saya saja  (di daerah Pondok Cabe, Tangerang Selatan)

Mari saya ajak anda sekalian, mencicipi jajanan-jajanan kesukaan saya.

.

1.Nasi Uduk Nyai
Sebut saja demikian.  Ini adalah nasi uduk paling enak yang pernah saya makan.  Asli Betawi.  Letaknya di depan Masjid Al Ittihad, di Jl. Purnawarman, Ciputat Timur.  Gurihnya pas, pake sambel kacang.  Semurnya nyus,  telor balado dan telor dadarnya “Betawi” banget.  Nyai tidak hanya menjual nasi uduk saja, tetapi juga ketupat sayur dan beberapa penganan tradisional Betawi, seperti gemblong, ketan kelapa, bakwan dan sebagainya.  Tapi yang saya rekomendasikan tetap nasi uduknya.  Kedai Nyai hanya buka pagi hari, biasanya melayani mereka yang berangkat ke kantor atau ke sekolah.  Jam 11 makanan di sana biasanya sudah habis semua.  Apalagi hari Minggu.  Seporsi nasi uduk dengan telur dadar, mihun goreng dan semur tempe harganya Rp.10.000 saja

k51

.

2.Soto Bakso Kumis Pak Solihin (alm)
Atau sekarang namanya berganti menjadi Bakso “Rasa Nyata” (Pa Kumis).  Sesungguhnya ini bakso biasa.  Tapi almarhum Pak Solihin (sang founder) menambahkan asesori soto ke dalamnya.  Ada potongan lumpia, kubis, tomat segar, daging sapi dan kedelai goreng.  Jadilah menu ini dinamakan Soto Bakso.  Rasanya enak.  Baksonya pun lembut.  Cocok untuk selera om-om ompong seperti saya. 

k53
(nggak pake kedele)(udah nggak kuat ngunyahnya)

.

Lapak bakso ini letaknya berada di dalam kompleks perumahan UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Buka dari sekitar jam 9 pagi sampai sekitar jam 8 malam.

Kemasyhuran bakso ini sudah tidak diragukan lagi.  Coba saja tanyakan kepada mereka yang pernah kuliah di UIN Jakarta.  Alumni atau mahasiswa,  baik itu yang baru kuliah tahun kemarin maupun yang sudah lulus 20 tahun yang lalu.  Biasanya mereka akan berkata, bahwa mereka pernah nongkrong di kedai ini.  Ya bakso ini berdiri sudah lama sekali, dan sangat terkenal di kalangan mahasiswa UIN Jakarta. 

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah ngobrol dengan Pak Solihin (beliau masih sehat waktu itu).  Beliau usaha jualan bakso ini diawali dengan jualan pikulan.  Dan kemudian karena kegigihannya dia berhasil menyewa kios.  Usahanya terus berkembang sedikit demi sedikit, sampai akhirnya beliau beserta istrinya bisa menyekolahkan tinggi anak-anaknya dan bahkan menunaikan ibadah haji berkat usahanya ini.  Sekitar tahun 2014 yang lalu Pak Solihin meninggal dunia, menyusul sang istri yang sudah meninggal terlebih dulu.  

Sekarang kios bakso kumis Pak Solihin (i.e Bakso Rasa Nyata) ini diteruskan oleh salah seorang pegawainya.  Meskipun sudah ditinggal sang founder, rasa dari bakso legendaris ini tetap tidak berubah. Soal harga ? Murah pol ! (hawong harga mahasiswa).  Seporsi soto mie bakso hanya Rp. 13.000 saja.

k52

.

3. Bakmi SS

Taglinenya : “Bakmi SS rasa GM”.  Hahaha.  Ciye-ciye-ciye.  Rupanya rasa bisa juga dicopy paste.  Seperti yang sudah anda duga, beberapa menu di Bakmi SS ini merupakan tiruan dari menu bakmi yang terkenal itu.  Setelah saya rasakan, ya memang tidak jauh berbeda.  Yang berbeda hanyalah harganya.  Jauh lebih murah tentu.  Menu favorit saya di sini adalah Bakmi Spesial Pangsit Goreng dan … Nasi Goreng ! (again ?)

Harga Bakmi Spesial Pangsit Goreng hanya sekitar Rp. 18.000 an.  Sementara Nasi Goreng hanya Rp. 21.000 saja

20160313_200311_resized

Bakmi SS ini letaknya ada di sebuah pujasera.  Pusat jajan serba ada.  Buka dari jam 10.00 sampai 24.00 (kalau malam minggu).  Hari biasa hanya sampai jam 22.00  Sejarahnya, pujasera ini terbentuk karena adanya penertiban dan penggusuran lapak-lapak di sepanjang kali Enggram (anak kali Pesanggrahan).  Para pedagang lapak makanan tersebut akhirnya disatukan di sebuah tempat baru yang bernama TKC.  Taman Kuliner Cireundeu.  Letaknya ada di ujung Jl. Purnawarman, dekat kompleks perumahan Mandiri. Cireundeu Tangerang Selatan.  Lebih rapi.  Lebih tertib.  Jika malam minggu ada hiburan live music ala kadarnya.  Cukup membuat gembira pengunjung dan pegawai lapak.

Menurut pendapat saya kondisi mereka kini jauh lebih baik, dibanding ketika mereka masih membuka kedai di pinggir kali.  Pengunjung terlihat lebih ramai dan kebersihan lebih terorganisir dengan baik.  lahan parkirnya pun tidak mengganggu lalu lintas seperti dulu.

20160313_200301_resized

 

4. Sate Ayam Warung Khas Madura

Ini juga makanan standar.  Maksudnya makanan standar kalau Bunda sedang tidak masak di rumah.  Untuk makan malam, saya biasanya akan merapat ke lapak kaki lima yang satu ini.  Warung Khas Madura namanya.  Baik itu nongkrong di tempat, atau bungkus bawa pulang.  Warung K5 ini letaknya di Jl. Cireundeu Raya.  Tepat di seberang resto “warung pizza” berwana merah yang terkenal  itu.  Buka hanya malam hari saja, dari jam 18.30 sampe sate habis.

k54

Yang jualan asli Madura.  Mereka menjual sate ayam, sate kambing dan juga sop kambing.  Bisa pakai nasi, bisa pakai lontong.  Digadopun monggo.

k56

Namanya juga selera konvensional, sejauh ini saya baru merasakan sate ayamnya saja.  Saya belum pernah beli sate kambing dan sop kambingnya.  Harga satu porsi (10 tusuk) dibandrol Rp.17.000 saja.  Kalo tambah lontong jadi Rp.20.000.   Menurut saya ini adalah sate ayam yang paling enak yang ada di sekitar rumah saya.  Apa lagi jika bumbunya ditambah potongan bawang merah mentah.  Hhmmm ! (hah … harum !)

.

5. Sate Padang Ajo Suardi

Saya mulai jatuh cinta pada sate Padang yang satu ini gara-gara si Sulung dirawat di RS Syarif Hidayatullah karena sakit demam berdarah.  Gerai kaki lima sate Padang ini letaknya memang tepat berada di depan rumah sakit tersebut.  Berdekatan pula dengan mesjid Fatullah UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Ketika saya menjaga si Sulung, karena lapar malam-malam saya mencari makan.  Bertemulah saya dengan kaki lima yang satu ini.  Sate ini hanya buka malam hari (19.00 s/d 23.00)

20160314_192905_resized

Entah karena lapar, entah karena lelah, saya merasa sate Padang ini adalah sate Padang yang paling enak yang pernah saya rasakan di Pulau Jawa. (hahaha lebay yak ?)(Sate Padang Mak Syukur Padang Panjang nggak masuk hitungan … karena itu legend …)(tak tertandingi)(hahaha).  Saya koreksi pernyataan saya, ini adalah sate Padang yang paling enak yang ada di dekat rumah saya. :)

20160314_193012_resized

Aroma bumbunya enak sekali.  Kekentalannya pas.  Dagingnya pun relatif empuk dan matang.  Sate Padang ini enaknya memang dimakan selagi panas.  Jika sudah dingin, bumbunya sudah tidak enak lagi.  Harga satu porsi 10 tusuk + 1 ketupat Rp. 17.000

20160314_193241_resized

Jadi demikianlah …

Saya baru saja menceritakan jajanan-jajanan favorit saya.  Kalau mau dipetakan kira-kira letaknya seperti ini …

map

Semuanya berada di seputaran tempat tinggal saya.  Sekali lagi ini karena saya orang rumahan, dan bukan tipe petualang kuliner yang suka berkeliaran ke sana-ke mari mencoba-coba (atau memfoto-foto) berbagai jenis makanan.  Selera saya sangat konvensional.  Tepatnya, benar kata teman saya : “Untuk urusan makan-makan si Nanang mah orangnya gitu … nggak seru !”

Hahaha

Salam saya

om-trainer1

.

.

(harga per 15 Maret 2016)

(seluruh foto adalah milik pribadi @nh18)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Advencious First Giveaway dan JengSri”

KELAS INSPIRASI (2)

Ini adalah tulisan sambungan dari postingan saya yang sebelumnya tentang Kelas Inspirasi

(Kelas Inspirasi adalah program yang digagas oleh Indonesia Mengajar.  Para profesional diundang untuk cuti satu hari dan mengajar di sebuah sekolah dasar secara sukarela.  Mereka akan menjelaskan apa profesinya kepada anak-anak.  Agar anak-anak SD tersebut terinspirasi)

Di tulisan sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai proses awal untuk mengikuti program Kelas Inspirasi (KI).  Yaitu : melihat jadwal, mendaftar dan mengikuti proses seleksi.  Saya terangkan juga di sana, proses seleksi relawan itu perlu dilakukan karena biasanya yang mendaftar banyak, sementara kapasitas terbatas.

Panitia akan mengumumkan hasil seleksi relawan melalui web site atau melalui pemberitahuan ke e mail masing-masing. 

Jika kita dinyatakan tidak lulus seleksi maka jangan kecil hati.  Coba lagi di kota-kota berikutnya !

Jika kita dinyatakan lulus seleksi maka berikut ini adalah proses-proses selanjutnya yang akan kita lalui.

Kita akan dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 10 – 18 orang.  (FYI : banyak atau sedikitnya anggota disesuaikan dengan besar-kecilnya sekolah dasar yang akan dituju).  Masing-masing tim akan didampingi oleh satu orang fasilitator.  Fasilitator tugasnya adalah menjadi penghubung antara panitia KI, pihak sekolah yang dituju dan juga para relawan.  Fasilitator biasanya sudah mempunyai pengalaman mengikuti KI sebelumnya, sehingga dia bisa bertindak sebagai konsultan timnya bilamana diperlukan.

Nah setelah tim terbentuk, proses selanjutnya yang akan kita jalani adalah sebagai berikut

1.Membuat kelompok diskusi

hp

Fasilitator akan membuat group diskusi secara online (biasanya memakai WhatApp).  Ini berguna untuk memudahkan komunikasi antar anggota group, selama masa persiapan.  Forum komunikasi ini sangat penting mengingat domisili para relawan bisa jadi lokasinya berjauhan.  Disiplin untuk selalu memantau forum diskusi ini menjadi hal yang harus diperhatikan oleh para relawan agar tidak ketinggalan berita.

.

2.Memilih ketua tim dan seksi-seksi

org
(hanya contoh)

Untuk memudahkan koordinasi, sebaiknya dipilih ketua tim, sekretaris dan bendahara.  Plus beberapa pic (person in charge) sesuai keperluan.  Biasanya yang diperlukan adalah pic survei, pic acara, pic perlengkapan dan pic konsumsi.  (FYI setiap kelompok akan berbeda-beda cara pengaturannya.  Tidak ada hal yang baku dalam hal ini)

.

3.Survei Sekolah

sd padek1
(SDN Padek 1, KI Serang)

Ini hal yang sangat penting untuk dilakukan.  Relawan diharapkan melakukan survei pendahuluan ke sekolah dasar yang akan dituju.  Melihat situasi dan juga meninjau lokasi.  Naik apa kesana, rute kendaraannya bagaimana dan seterusnya

Saat survey kita juga diharapkan bisa bertemu dengan pihak sekolah untuk menggali informasi yang kita butuhkan.  Informasi yang paling mendasar biasanya adalah data jumlah lokal kelas, jumlah rombongan belajar, dan jumlah murid per kelas.  Setelah itu kita menggali juga informasi mengenai latar belakang siswa, keluarganya, mata pencaharian orang tua dsb. 

Hal ini penting kita ketahui agar kita bisa merancang rencana mengajar dengan baik.  Jangan lupa untuk menanyakan juga jadwal sekolah masuk jam berapa, istirahat jam berapa dan pulang jam berapa.  (note : KI tidak boleh mengubah jadwal keseharian mereka).  Akan bagus juga jika kita sempatkan waktu untuk ngobrol dengan anak-anak di kantin atau di halaman sekolah ketika mereka istirahat.  Anggap saja ini pemanasan untuk lebih mengenal mereka, calon audience kita nanti.

Ada banyak tim yang setelah melakukan survei, sekalian dilanjut dengan rapat atau diskusi untuk membahas langkah-langkah selanjutnya (mumpung ngumpul)(karena biasanya sangat sulit mencari waktu untuk bertemu karena setiap relawan mempunyai kesibukan sendiri-sendiri)

Saya pribadi menganggap survei ini sangat penting.  Hampir di setiap KI yang saya ikuti, saya pasti melakukan survei lokasi terlebih dahulu.

.

4.Rundown acara

Hal selanjutnya yang harus didiskusikan adalah merancang acara.  Untuk mempermudah kami biasa membaginya menjadi tiga bagian besar.  Opening – acara inspirasi – closing

Opening adalah semacam upacara pembukaan di lapangan.  Di acara ini kita akan menjelaskan kepada anak-anak tentang apa itu KI, perkenalan singkat dan juga melakukan sedikit kegiatan “energizing”, penyemangat agar anak-anak lebih antusias mengikuti “pelajaran” hari ini.  Bisa berupa menyanyi, gerak-gerak badan, yel-yel, permainan kecil dan sebagainya.  Tidak perlu lama-lama agar energi tidak terkuras habis disini.

darihp 1 (343)
(contoh jadwal mengajar)

Selanjutnya adalah acara inspirasi.  Acara pokok.  Siapa, mengajar kelas mana, jam ke berapa !  Ini memerlukan pemikiran tersendiri.  Bagaimana mengatur sejumlah inspirator yang ada, dengan waktu yang terbatas serta lokal kelas yang tersedia, sedemikian rupa agar didapat penyebaran yang optimal.  Satu “jam pelajaran” biasanya antara 30-40 menit.  Pembagiannya pun diusahakan seadil mungkin.

Dan terakhir adalah acara penutupan.  Biasanya anak-anak dikumpulkan lagi di lapangan dan kita melakukan ritual untuk penyemangat anak-anak agar termotivasi mengejar cita-citanya.  Bentuknya bisa macam-macam sesuai dengan kreatifitas masing-masing.  Acara penutup ini tidak kalah pentingnya.  Karena kesan pada acara penutupan inilah yang biasanya lebih diingat oleh anak-anak.

.

5. Support

samsung1 (45)
(salah satu materi komunikasi)(SDN Kedung Waringin, KI Bogor #3)

.

Ini adalah prentilan-prentilan yang harus juga kita pikirkan agar proses KI bisa berjalan dengan baik.  Perlengkapan, design materi komunikasi (spanduk ? poster ? vertical banner ? dll), stationery, konsumsi dan sebagainya.

Support tergantung dari rundown acara yang kita kreasikan.  Semakin kompleks bentuk acaranya maka keperluan logistik support juga akan semakin ribet.

Satu yang perlu diingat, jangan sampai kita mengkreasikan acara sedemikian kompleks.  Sedemikian heboh.  Persiapan sedemikian panjang, menguras energi dan waktu, sehingga kita melupakan fokus inti / substansi pokok kelas inspirasi.  Substansi pokok adalah tetap “lesson plan” ataupun rencana pengajaran masing-masing.  Bagaimana caranya menjelaskan profesi masing-masing ke depan anak-anak usia sekolah dasar.  Dari kelas 1 sampai dengan kelas 6

6. Lesson Plan

IMG-20151029-WA0005
(SDN Kedung Waringin, Bogor)(photo by Putri)

Lesson plan atau rencana mengajar adalah inti dari segalanya.  Ini semacam skenario pribadi.  Apa yang akan dilakukan, dikatakan, dipraktekkan, didemokan, diperlihatkan dimainkan di depan kelas, dari menit ke menit.  Perlengkapan apa yang dibutuhkan ? Alat peraga ? Gambar ? Demo ? Games ? dan sebagainya.

Dalam waktu 30 – 40 menit kita harus menerangkan profesi kita kepada anak-anak SD itu.  Siapakah aku ? Apa profesiku ?  Apa yang dilakukan profesiku setiap hari saat bekerja ? Apa peran-manfaat profesiku di masyarakat ? Bagaimana cara menjadi aku ?  Tentu dengan bahasa dan cara yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Dan menurut saya … disinilah seninya.  Disinilah letak menarik dan menantangnya !

Jadi demikianlah, seluruh rangkaian program Kelas Inspirasi mulai dari saat pendaftaran sampai dengan persiapan hari inspirasi.

Sesungguhnya tidak ada hal yang baku, di setiap Kelas Inpirasi yang saya ikuti selalu saja ada hal yang baru yang memperkaya wawasan dan pengalaman saya pribadi.

Semoga saja anak-anak itu bisa menikmati apa yang para relawan berikan pada saat hari Inspirasi.

Mari terus menginspirasi !

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.