ADA APA DENGAN CINTA 2

Akhirnya saya tergelitik juga untuk menulis tentang film AADC 2 yang banyak dibicarakan orang ini.  Sebuah sequel film (film lanjutan) yang jarak pembuatannya dengan AADC 1 sangat jauh sekali, empat belas tahun (AADC 1 dibuat tahun 2002)

Harus diakui, teknik promosi film AADC 2 ini patut diacungi jempol.  Ditambah dukungan sponsor yang melakukan integrated campaign sporadis, membuat film ini semakin meledak.  Ada dua iklan produk sponsor (sebuah platform sosial media dan sebuah produsen air kemasan) yang dibuat khusus dengan setting cerita AADC.  Belum lagi maraknya meme dan berita viral di media online.  (Kamu “Jahap” dkk).  Inisiatif-inisiatif cerdas tersebut, membuat film AADC 2 sampai saat ini konon sudah ditonton oleh lebih dari 2 juta orang (sumber : Tempo Online)

Selain promosi, film ini bisa meledak juga karena adanya “sentimen romantik”.  Sentimen romantik dari mereka-mereka yang empat belas tahun lalu masih berusia SMA, yang heboh menonton film ini bersama teman-teman remajanya.  Kini mereka sudah bukan remaja lagi, mereka ingin menyaksikan seperti apa representasi generasi mereka itu sekarang.

Ya … film ini masih tetap menampilkan pemeran-pemeran yang dulu bermain di AADC 1.  Geng Cinta yang terdiri dari Cinta (Dian Sastro), Carmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Priscillia).  Satu lagi anggota geng mereka, Alya (yang saat AADC 1 dulu diperankan oleh Ladya Cherill) diceritakan telah meninggal dunia.  Sementara itu sang “arjuna dingin”, Rangga tetap diperankan oleh Nicholas Saputra.  Semua diperankan oleh orang yang sama, artis yang sama dengan usia yang empat belas tahun lebih tua.

Saya tidak punya pendidikan dan pengetahuan yang memadai di bidang film-sinematografi dan seni peran, oleh sebab itu kali ini saya tidak akan berkomentar mengenai mutu film, kualitas gambar, editing dan sebagainya.  Itu bukan keahlian saya.

Saya hanya akan memberikan beberapa catatan saja.

1.Persahabatan

aadc2

(sumber : http://aadc2.com/)

Menurut saya AADC 2 ini bukan melulu tentang film percintaan dua orang anak manusia berlainan jenis.  Film ini juga bercerita tentang makna persahabatan yang sejati.  Persahabatan erat empat orang wanita muda yang berawal sejak SMA (yang dulunya berlima itu).  Bagaimana mereka tetap mendukung Carmen yang mencoba berkenalan dengan drugs dan harus mengalami masa rehabilitasi.  Bagaimana mereka memberi dukungan atas keterpurukan Carmen yang ditinggal pasangannya.  Bagaimana mereka sudah saling mengerti sifat satu sama lain.  Bagaimana cerewetnya si cantik Maura yang pembersih, rapi, dan feminin.  Bagaimana “oon”, naif dan lemotnya Milly dan sebagainya.  Dan tentu saja mereka tau persis, bagaimana gundahnya Cinta setelah mengetahui bahwa Rangga saat itu juga sedang berada di Yogya.  Sebuah kebetulan.  Geng Cinta ke Yogya untuk liburan, sementara Rangga ke Yogya untuk menemui ibunya.

.

2.Landmark

aadc3

(sumber : http://aadc2.com/)

Seperti juga halnya film-film box office yang lain, spot-spot tertentu di film ini, scene-scene dan tempat-tempat yang dijadikan setting film ini, sepertinya akan berbondong-bondong dikunjungi masyarakat pecinta film.  (Anda tentu ingat lokasi Pantai Tanjung Tinggi dan sekolah SD Muhamadiyah Gantong di film “Laskar Pelangi”, atau Gunung Semeru di film “5 cm” dan sebagainya)

Sebagian besar lokasi shooting film ini ada di daerah Yogyakarta dan sekitarnya.  Tapi jangan harap anda akan disuguhi pemandangan mainstream seperti Stasiun Tugu, Malioboro, lesehan atau Alun-alun utara.  AADC 2 mengambil tempat shooting yang relatif belum terkenal.

Tempat-tempat seperti Rumah Doa Bukit Rhema yang berbentuk seperti kepala ayam itu, Punthuk Setumbu, tempat ngopi yang pemiliknya doyan bercerita, juga kafe sederhana tempat Rangga dan Cinta bertemu untuk pertama kalinya di Yogya.  Istana Ratu Boko tempat dimana Rangga dan Cinta berbincang akrab.  Belum lagi villa yang dipakai menginap Geng Cinta, pun guest house yang dipakai Rangga.  Saya yakin tempat-tempat tersebut pasti akan dicari oleh masyarakat luas.  Baik travellers sejati maupun mereka yang hanya ikut-ikutan supaya dibilang “kekinian”.

Ada satu lagi tempat yang saya penasaran.  Sengaja saya browsing untuk mencari tau tempat tersebut.  Sebuah tempat pertunjukan yang unik, yang dikunjungi oleh Rangga dan Cinta di malam yang indah itu.  Ternyata tempat tersebut namanya adalah Papermoon Puppet Theatre, di Jalan Langensuryo KT II No 176.  Tempat pertunjukan wayang yang terbuat dari kertas.  Unik.  Saya belum pernah melihatnya.

Semoga film AADC 2 ini bisa memberi berkah bagi mereka-mereka yang berusaha di tempat-tempat tersebut.  Entah industri kuliner, wisata, hiburan maupun industri hospitality dan akomodasi.

.

3.Dian Sastro

aadc1

(sumber : http://aadc2.com/)

Last but not least … Dian Sastro.  The Dian Sastro !

Saya suka sekali melihat aktingnya di sini (di film lain juga sih …)(hehehe)(Yes indeed … I am a very big fan of Dian Sastro)

Dian bisa banget memerankan seseorang wanita dewasa yang bimbang.  Jinak-jinak merpati.  Malu-malu mau.  Penuh konflik di dalam hatinya.  Bagaimana dia memerankan seorang wanita yang sudah menerima lamaran seorang pemuda mapan dan kaya.  Hanya beberapa langkah saja dia akan segera menikah.  Namun dia masih menyimpan cinta sejatinya pada sang Arjuna dingin (yang suka menulis puisi itu)

Lihat bagaimana seolah dia acuh tak acuh dengan kabar Rangga, namun tetap saja ketelepasan penasaran bertanya …”Kamu sudah punya pacar belum ?”

Bagaimana di suatu saat dia menampar keras Rangga, di saat yang lain dia secara spontan mencium Rangga dengan hangat penuh cinta.  Akting Dian keren banget !

(Ya … saya akui ini sangat subyektif)

(Dian mringis pun kamu masih tetap suka kan Om ?)

(Tentu saja … itu eksotis kawan !)

“Kau yang panas di kening, kau yang dingin dikenang”
.
“Apa kabar hari ini?
Lihat tanda tanya itu 
Jurang antara kebodohan dan keinginanku …
Memilikimu sekali lagi”

(Aan Mansyur)

Salam saya
om-trainer1
.
.
.
.

KI KARAWANG 1 : CERITA TENTANG SEKOLAH YANG RIMBUN

(juga tentang Orang Tua Wali Murid, Spanduk Selamat Datang, Bapak UPTD dan si Gembala Sapi)

Untuk yang kesekian kalinya saya berhasil lolos seleksi untuk menjadi relawan pengajar di program Kelas Inspirasi.  Mudah-mudahan anda tidak bosan membacanya.  Kali ini saya menjadi relawan di KI Karawang 1.

Bagi yang baru pertama kali mendengar kelas inspirasi, saya ingin jelaskan sedikit tentang program ini.  Ini adalah program sukarela tanpa muatan kepentingan apapun.  Bentuknya berupa gerakan para profesional untuk cuti bersama dan turun mengajar selama satu hari di sekolah-sekolah dasar negeri yang sederhana.  Tujuannya adalah agar anak-anak dapat terinspirasi dari cerita profesi yang diterangkan oleh para relawan tersebut.   Agar mereka dapat termotivasi untuk menggantungkan cita-citanya setinggi mungkin.

Alhamdulillah saya pernah ikut program ini di kota Bogor 2, Depok 2, Bekasi 2, Cilegon 1, Jakarta 4, Serang 1, Bogor 3, Bandung 4,  dan kini Karawang 1.  (angka setelah nama kota itu artinya batch/angkatan)(Jakarta 4 artinya Angkatan ke 4 di kota Jakarta)

Entah mengapa saya tidak pernah bosan mengikuti seleksi untuk menjadi relawan di berbagai kota.  Mungkin karena saya selalu mendapatkan hal-hal baru dari setiap pengalaman mengajar saya di berbagai SD tersebut.

Lalu sekarang ? Cerita apa yang saya dapat dari KI kali ini ?

Ini adalah pengalaman saya ketika mengajar di KI Karawang 1, tanggal 11 April 2016.

Saya mendapat penempatan untuk mengajar di SD Negeri Taman Mekar 4.  Letaknya di Kampung Kereteg, Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

.

1.Rimbun

Ya Rimbun !  Itulah kesan pertama saya.  Mari kita simak foto-foto berikut ini.

Taman Mekar 4(1)

Ada tumbuh pohon besar di tengah lapangan (saya kurang tau namanya, entah beringin atau apa ?) .  Sekeliling sekolah pun penuh pohon-pohon besar. 

kar1

Pepohonan ini membuat suasana sekolah menjadi teduh.  Seperti lokasi wisata hutan buatan (padahal bukan).  Beberapa hari yang lalu, ketika survei ke sekolah ini di sore hari, saya menemui beberapa anak bermain taplak gunung di bawah pohon.  Menyenangkan. Adem.

IMG-20160331-WA0048

.

2.Spanduk Selamat Datang

Ya.  Ini hal yang sangat remeh temeh.  Tetapi boleh percaya boleh tidak, dari sembilan kali pengalaman saya mengikuti program KI, baru kali inilah kami disambut dengan spanduk selamat datang.  Sekali lagi,  ini hal yang sangat sederhana.  Terlihat tak ada artinya.  Hanya selembar spanduk.  Namun bagi kami para relawan, hal ini sangat menyejukkan hati.  Spanduk tersebut menunjukkan ketulusan dan kegembiraan mereka menyambut kami.  Dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kami bahagia dan merasa berarti.

kar2

.

3.  Orang Tua Wali Murid

Ini juga hal yang unik yang baru saya dapatkan di KI Karawang.  Kehadiran orang tua murid.  Ibu Kepala Sekolah dengan cerdasnya mempergunakan kesempatan ini untuk sekalian mengumpulkan orang tua murid agar mereka juga ikut menyaksikan program KI.  Sebuah inisiatif yang patut saya acungi jempol.  Orang tua sengaja beliau undang untuk rapat komite sekolah (sekalian menyaksikan anak-anaknya bergembira bersama kami para relawan).  Tentu saja kami jadi lebih bersemangat.  (Salah seorang rekan kami, relawan yang sudah senior kebetulan ada yang berprofesi sebagai motivator, beliau menjelaskan tentang KI dan memberikan pesan-pesan untuk para orang tua murid)

kar3

Lho memang sebelumnya belum pernah ada di SD lain ?

Belum ! Saya belum pernah mengalami hal seperti ini.  Biasanya beberapa orang tua memang ada yang datang ke sekolah, tetapi itu dalam rangka menjemput anaknya, (terutama anak kelas 1 dan 2).  Dan itu hal yang rutin mereka lakukan setiap hari.

.

4.Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan

Ini adalah nama sebuah jabatan.  Jujur saya tidak tau persis mengenai posisi ini dan apa tugasnya.  Namun demikian jika saya tidak salah interpretasi ini adalah semacam “kepala dinas” pendidikan untuk tingkat kecamatan.  Beliau bertugas untuk memantau, mengevaluasi, membina, mengarahkan seluruh aktifitas pendidikan di tingkat kecamatan Pangkalan.

Ketika kami melaksanakan program KI di SDN Taman Mekar 4, bapak UPTD atau katakanlah pejabat yang berwenang untuk bidang pendidikan, berkenan untuk datang dan meninjau jalannya kegiatan ini.

Apa istimewanya ?

Ini istimewa menurut saya.  Karena selama saya ikut KI di kota-kota sebelumnya, saya tidak pernah menemui satu orang pun pejabat berwenang di bidang pendidikan datang langsung ke tempat kami mengajar.  Baru di KI Karawang ini saya mengalaminya.  Ini sederhana, namun sekali lagi perhatian dari aparat berwenang setempat sungguh membesarkan hati kami.

(Note : Yang saya tau beberapa Walikota, seperti Walikota Bogor dan Walikota Bandung memang menyempatkan diri untuk datang ke beberapa SD, dan meninjau kegiatan ini di wilayah masing-masing)(tapi bukan ke tempat saya mengajar)

Saya didatangi pak UPTD aja bangganya setengah mati, apalagi kalau didatangi Bupati atau Walikota ya ?

.

5. Gembala Sapi

Letak sekolah SDN Taman Mekar 4 ini masuk ke dalam, sekitar setengah kilometer dari jalan utama Teluk Jambe – Pangkalan.  Di kiri kanan jalan, sawah menghampar.  Jalannya sempit.  Beginilah kira-kira penampakannya

kar4

Jam 6 pagi ketika saya sampai di jalan kecil menuju sekolah ini, mobil saya terhadang oleh tiga ekor sapi.  Dua sapi dewasa dan satu sapi yang masih anak-anak.  Mobil saya berhenti, menunggu yang terhormat tuan sapi lewat.  Sapi-sapi ini digiring oleh seorang bapak-bapak berpenampilan sangat sederhana.  Kaus lusuh dan celana pendek.  Beliau tersenyum dan saya pun tersenyum memaklumi.  Namanya juga sapi, pasti jalan semaunya saja.  Bapak itu segera menepikan sapi-sapinya dan mobil saya pun perlahan bisa jalan kembali.  “Punten paakkk …” (begitu saya menyapa bapak gembala itu).  Dan diapun menyahut “Mangga Pak … maap ya Pak”

Ternyata beberapa jam kemudian, saya bertemu kembali dengan Pak Gembala Sapi ini.  Dia sudah berpakaian rapi dan mengenakan batik terbaiknya.  Mau tau dia siapa ? Ternyata Pak Gembala Sapi ini adalah ketua komite sekolah.  Dialah yang memimpin jalannya rapat para orang tua murid.  Kami sempat ngobrol dengan bapak Gembala ini ketika waktu istirahat.

Sekali lagi ini juga pertama kalinya saya temui.  Ketua Komite sekolah datang ke acara Kelas Inspirasi.   Again, hal sederhana, tapi sangat berkesan bagi saya.

Kesungguhan masyarakat kecil untuk sekuat tenaga, memperhatikan pendidikan anak-anaknya.  Demi masa depan mereka.

Jadi demikianlah cerita dari Kelas Inspirasi Karawang kali ini.

Bagi orang lain mungkin terasa biasa saja, tak ada istimewanya.

Namun cobalah sekali-sekali anda ikut Program Kelas Inspirasi, iuran membangun pendidikan untuk anak negeri.  Anda baru bisa merasakan indahnya perasaan yang saya alami hari ini … Senin 11 April 2016, di SD Negeri Taman Mekar 4, KI Karawang 1.

Salam inspirasi

om-trainer1

APRIL MOP : BASI ?

Yes I think so …

Setiap tanggal 1 April (dulu) selalu “diperingati” oleh sementara orang dengan cara menipu, “mengerjai”, berbohong dan sebagainya.  Entah menipu teman, kenalan atau bahkan keluarganya sendiri.  Sampai sekarang saya tidak habis mengerti, mengapa hal ini dikerjakan oleh mereka dengan gegap gempita.  Berlomba-lomba mengarang cerita bombastis untuk mengelabui lingkungan di sekitarnya.  April Mop atau April Fool.

?

Saya juga tidak tau mengapa kok (dulu) hal ini begitu menggejala.  Menurut saya April Mop itu cara bercanda yang amat sangat tidak pada tempatnya.  Menyebar berita bohong yang “kebangetan”.  Mengarang cerita yang demikian dramatisnya dan sebagainya dan sebagainya sehingga membuat orang merasa dibodohi.

Tidak jarang April Mop memakan korban.  Entah karena si korban kaget mendengar berita bohong lalu kena serangan jantung atau karena hal-hal yang lain.  Tidak tertutup kemungkinan pula ada keputusan salah dan tergesa-gesa karena diambil dalam keadaan emosi sehingga (sekali lagi) menimbulkan akibat yang fatal.  Menyesal tidak ada gunanya.  Hubungan keluarga sudah terlanjut retak, hanya gara-gara fitnah berita bohong tersebut.  Efek yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh si pembuat berita bohong konyol itu.

Dan kalau sudah begitu,  si pembuat ulang hanya bisa cengangas-cengenges sambil berkata maap … april mop bro.   “Hah April Mop palalu peyang … !!!”

Mulai saat itu kita semua jadi tidak begitu saja mudah percaya lagi dengan apa yang dia katakan.  Yang rugi sebetulnya ya dia sendiri.  Dia menerima krisis kepercayaan dari lingkungannya.

Namun demikian …

Saya bersyukur.  Trend orang mengarang cerita bohong dan “ngerjain orang” pada tanggal 1 April ini sekarang sudah tidak musim lagi. 

Ya … april mop tidak lagi menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan.  Udah basi … sudah kuno … !

Kalaupun ada satu dua orang yang masih melakukannya, itu pasti karena masa mudanya kurang bahagia, cupu dan ketinggalan zaman … hahaha  (bergayanya telat)

Salam saya

om-trainer1.

.

.

RIO HARYANTO DI AJANG F1

Seperti diketahui bersama, pembalap muda kita Rio Haryanto akan berlaga di GP Australia di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Albert Park, Sabtu 19 Maret 2016.

Ini adalah kali pertama pembalap Indonesia  berlaga di F1.

Menyimak perjuangan Rio Haryanto untuk bisa tampil di ajang F1 ini, saya bisa berkata bahwa anak muda ini telah melalui berbagai macam lika-liku perjalanan yang tidak mudah.  Ada banyak hal yang harus ditangani dan ditanggulangi oleh Rio dan timnya untuk bisa berkiprah di pentas balap paling bergengsi di dunia.

Selain terus mengejar torehan waktu pacu terbaik, Rio dan timnya juga dihadapkan pada masalah pendanaan yang tidak sedikit.  Untunglah Pemerintah melalui Kementrian Pemuda dan Olah Raga menyanggupi untuk membantu mendanai Rio, tentu saja dibantu juga oleh Badan Usaha Milik Negara dan juga pihak-pihak sponsor lainnya.  Impian Rio dan penggemar balap mobil Formula 1 di Indonesia pun akan segera terwujud.

Saya harus jujur pada diri saya sendiri.  Saya sebetulnya kurang setuju dana yang besar itu diberikan untuk pembalap muda Indonesia ini.  Olah raga balap mobil adalah olah raga yang relatif individual / perseorangan.  Penggemar dan pelakunya pun relatif terbatas di negeri ini.  Hal ini bisa dimengerti karena memang olah raga ini memerlukan biaya yang mahal.  Yang tidak semua orang punya uang (sisa) untuk menekuninya.

Saya lebih setuju jika dana besar tersebut dipergunakan untuk olah raga yang relatif lebih massal dan merakyat.  Seperti atletik atau volley ball. (Okelah mungkin untuk sepak bola jangan dulu disebut, sebelum mereka menyelesaikan kisruh di tubuh induk olah raga itu).

Ada banyak hal bisa dilakukan dengan dana sebesar itu.  Bagaimana kita memasyarakatkan kembali ibu dari semua cabang olah-raga yaitu atletik ke sekolah-sekolah SD, SMP, SMA bahkan Universitas ?  Bagaimana menggalakkan volley ball menjadi cabang yang wajib dipunyai oleh setiap desa misalnya ? dan sebagainya dan sebagainya.

Namun keputusan sudah diambil oleh pihak yang berwenang !

Saya sebagai rakyat biasa, seyogyanya akan mendukung kiprah anak muda Bangsa Indonesia untuk berbicara di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia.  Balap Formula 1.

Saya juga harus realistis untuk tidak berharap banyak pada performa Rio Haryanto di ajang ini.  Saya pun berharap agar publik Indonesia tidak menghujat atau berkomentar mencela yang berlebihan jika Rio tidak berhasil naik di podium juara.

Menjadi yang terbaik di tim Manor adalah target yang realistis untuk Rio …

So … Rio Haryanto … berikanlah yang terbaik untuk Indonesia !

merah putih

Salam saya

om-trainer1.

.

.

JAJANAN KAKI LIMA FAVORIT NH18

Ada sebuah tantangan menarik yang dilontarkan oleh Maya Siswadi, seorang bloggerwati yang bermukim di Tangerang Selatan.  Tantangannya sederhana saja, yaitu menceritakan lima jenis jajanan favorit yang kita sukai.

Pada hakikatnya saya bukanlah orang yang menyukai petualangan kuliner.  Setiap kali travelling ke tempat-tempat tertentu baik itu di dalam maupun di luar negeri, teman-teman saya pasti putus asa mengajak saya wisata kuliner, berburu makanan khas setempat.  Dijamin saya tidak akan pernah mau diajak. (Ah percuma ngajak si Nanang, dia mah orangnya gitu … nggak seru !)

Pas berkunjung ke suatu kota tertentu, mau makan ? Yang dicari pasti warteg atau warung Padang.  Kalaupun diajak ke restoran, pesannya pasti standart … nasi goreng ! Minumnya teh panas manis.  Atau kalau di luar negeri, mentok-mentoknya gerai cepat saji pak Ron atau Pak Kolonel.  Selera saya memang sangat konvesional.  (tepatnya menyedihkan !)

Namun demikian jika saya ditanya, adakah jajanan-jajanan favorit yang Om NH senangi ?  Tentu saja ada lah.  Dan karena saya ini orang rumahan, dan baru berkeliaran cari makan ketika saya libur tidak mengajar.  Maka jajanan favorit ini relatif lokasinya yang dekat-dekat rumah saya saja  (di daerah Pondok Cabe, Tangerang Selatan)

Mari saya ajak anda sekalian, mencicipi jajanan-jajanan kesukaan saya.

.

1.Nasi Uduk Nyai
Sebut saja demikian.  Ini adalah nasi uduk paling enak yang pernah saya makan.  Asli Betawi.  Letaknya di depan Masjid Al Ittihad, di Jl. Purnawarman, Ciputat Timur.  Gurihnya pas, pake sambel kacang.  Semurnya nyus,  telor balado dan telor dadarnya “Betawi” banget.  Nyai tidak hanya menjual nasi uduk saja, tetapi juga ketupat sayur dan beberapa penganan tradisional Betawi, seperti gemblong, ketan kelapa, bakwan dan sebagainya.  Tapi yang saya rekomendasikan tetap nasi uduknya.  Kedai Nyai hanya buka pagi hari, biasanya melayani mereka yang berangkat ke kantor atau ke sekolah.  Jam 11 makanan di sana biasanya sudah habis semua.  Apalagi hari Minggu.  Seporsi nasi uduk dengan telur dadar, mihun goreng dan semur tempe harganya Rp.10.000 saja

k51

.

2.Soto Bakso Kumis Pak Solihin (alm)
Atau sekarang namanya berganti menjadi Bakso “Rasa Nyata” (Pa Kumis).  Sesungguhnya ini bakso biasa.  Tapi almarhum Pak Solihin (sang founder) menambahkan asesori soto ke dalamnya.  Ada potongan lumpia, kubis, tomat segar, daging sapi dan kedelai goreng.  Jadilah menu ini dinamakan Soto Bakso.  Rasanya enak.  Baksonya pun lembut.  Cocok untuk selera om-om ompong seperti saya. 

k53
(nggak pake kedele)(udah nggak kuat ngunyahnya)

.

Lapak bakso ini letaknya berada di dalam kompleks perumahan UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Buka dari sekitar jam 9 pagi sampai sekitar jam 8 malam.

Kemasyhuran bakso ini sudah tidak diragukan lagi.  Coba saja tanyakan kepada mereka yang pernah kuliah di UIN Jakarta.  Alumni atau mahasiswa,  baik itu yang baru kuliah tahun kemarin maupun yang sudah lulus 20 tahun yang lalu.  Biasanya mereka akan berkata, bahwa mereka pernah nongkrong di kedai ini.  Ya bakso ini berdiri sudah lama sekali, dan sangat terkenal di kalangan mahasiswa UIN Jakarta. 

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah ngobrol dengan Pak Solihin (beliau masih sehat waktu itu).  Beliau usaha jualan bakso ini diawali dengan jualan pikulan.  Dan kemudian karena kegigihannya dia berhasil menyewa kios.  Usahanya terus berkembang sedikit demi sedikit, sampai akhirnya beliau beserta istrinya bisa menyekolahkan tinggi anak-anaknya dan bahkan menunaikan ibadah haji berkat usahanya ini.  Sekitar tahun 2014 yang lalu Pak Solihin meninggal dunia, menyusul sang istri yang sudah meninggal terlebih dulu.  

Sekarang kios bakso kumis Pak Solihin (i.e Bakso Rasa Nyata) ini diteruskan oleh salah seorang pegawainya.  Meskipun sudah ditinggal sang founder, rasa dari bakso legendaris ini tetap tidak berubah. Soal harga ? Murah pol ! (hawong harga mahasiswa).  Seporsi soto mie bakso hanya Rp. 13.000 saja.

k52

.

3. Bakmi SS

Taglinenya : “Bakmi SS rasa GM”.  Hahaha.  Ciye-ciye-ciye.  Rupanya rasa bisa juga dicopy paste.  Seperti yang sudah anda duga, beberapa menu di Bakmi SS ini merupakan tiruan dari menu bakmi yang terkenal itu.  Setelah saya rasakan, ya memang tidak jauh berbeda.  Yang berbeda hanyalah harganya.  Jauh lebih murah tentu.  Menu favorit saya di sini adalah Bakmi Spesial Pangsit Goreng dan … Nasi Goreng ! (again ?)

Harga Bakmi Spesial Pangsit Goreng hanya sekitar Rp. 18.000 an.  Sementara Nasi Goreng hanya Rp. 21.000 saja

20160313_200311_resized

Bakmi SS ini letaknya ada di sebuah pujasera.  Pusat jajan serba ada.  Buka dari jam 10.00 sampai 24.00 (kalau malam minggu).  Hari biasa hanya sampai jam 22.00  Sejarahnya, pujasera ini terbentuk karena adanya penertiban dan penggusuran lapak-lapak di sepanjang kali Enggram (anak kali Pesanggrahan).  Para pedagang lapak makanan tersebut akhirnya disatukan di sebuah tempat baru yang bernama TKC.  Taman Kuliner Cireundeu.  Letaknya ada di ujung Jl. Purnawarman, dekat kompleks perumahan Mandiri. Cireundeu Tangerang Selatan.  Lebih rapi.  Lebih tertib.  Jika malam minggu ada hiburan live music ala kadarnya.  Cukup membuat gembira pengunjung dan pegawai lapak.

Menurut pendapat saya kondisi mereka kini jauh lebih baik, dibanding ketika mereka masih membuka kedai di pinggir kali.  Pengunjung terlihat lebih ramai dan kebersihan lebih terorganisir dengan baik.  lahan parkirnya pun tidak mengganggu lalu lintas seperti dulu.

20160313_200301_resized

 

4. Sate Ayam Warung Khas Madura

Ini juga makanan standar.  Maksudnya makanan standar kalau Bunda sedang tidak masak di rumah.  Untuk makan malam, saya biasanya akan merapat ke lapak kaki lima yang satu ini.  Warung Khas Madura namanya.  Baik itu nongkrong di tempat, atau bungkus bawa pulang.  Warung K5 ini letaknya di Jl. Cireundeu Raya.  Tepat di seberang resto “warung pizza” berwana merah yang terkenal  itu.  Buka hanya malam hari saja, dari jam 18.30 sampe sate habis.

k54

Yang jualan asli Madura.  Mereka menjual sate ayam, sate kambing dan juga sop kambing.  Bisa pakai nasi, bisa pakai lontong.  Digadopun monggo.

k56

Namanya juga selera konvensional, sejauh ini saya baru merasakan sate ayamnya saja.  Saya belum pernah beli sate kambing dan sop kambingnya.  Harga satu porsi (10 tusuk) dibandrol Rp.17.000 saja.  Kalo tambah lontong jadi Rp.20.000.   Menurut saya ini adalah sate ayam yang paling enak yang ada di sekitar rumah saya.  Apa lagi jika bumbunya ditambah potongan bawang merah mentah.  Hhmmm ! (hah … harum !)

.

5. Sate Padang Ajo Suardi

Saya mulai jatuh cinta pada sate Padang yang satu ini gara-gara si Sulung dirawat di RS Syarif Hidayatullah karena sakit demam berdarah.  Gerai kaki lima sate Padang ini letaknya memang tepat berada di depan rumah sakit tersebut.  Berdekatan pula dengan mesjid Fatullah UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Ketika saya menjaga si Sulung, karena lapar malam-malam saya mencari makan.  Bertemulah saya dengan kaki lima yang satu ini.  Sate ini hanya buka malam hari (19.00 s/d 23.00)

20160314_192905_resized

Entah karena lapar, entah karena lelah, saya merasa sate Padang ini adalah sate Padang yang paling enak yang pernah saya rasakan di Pulau Jawa. (hahaha lebay yak ?)(Sate Padang Mak Syukur Padang Panjang nggak masuk hitungan … karena itu legend …)(tak tertandingi)(hahaha).  Saya koreksi pernyataan saya, ini adalah sate Padang yang paling enak yang ada di dekat rumah saya. :)

20160314_193012_resized

Aroma bumbunya enak sekali.  Kekentalannya pas.  Dagingnya pun relatif empuk dan matang.  Sate Padang ini enaknya memang dimakan selagi panas.  Jika sudah dingin, bumbunya sudah tidak enak lagi.  Harga satu porsi 10 tusuk + 1 ketupat Rp. 17.000

20160314_193241_resized

Jadi demikianlah …

Saya baru saja menceritakan jajanan-jajanan favorit saya.  Kalau mau dipetakan kira-kira letaknya seperti ini …

map

Semuanya berada di seputaran tempat tinggal saya.  Sekali lagi ini karena saya orang rumahan, dan bukan tipe petualang kuliner yang suka berkeliaran ke sana-ke mari mencoba-coba (atau memfoto-foto) berbagai jenis makanan.  Selera saya sangat konvensional.  Tepatnya, benar kata teman saya : “Untuk urusan makan-makan si Nanang mah orangnya gitu … nggak seru !”

Hahaha

Salam saya

om-trainer1

.

.

(harga per 15 Maret 2016)

(seluruh foto adalah milik pribadi @nh18)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Advencious First Giveaway dan JengSri”