Posted in ARTIKEL

CHERRY

cherry
(sumber : clip-art, MS Powerpoint)

Namanya Cherry.

Nama yang lucu cantik dan imut bukan ?  Ini adalah nama seekor kucing betina yang sekarang kami pelihara. 

Rumah kami itu bagaikan terminal tempat mampirnya para kucing liar mencari makan.  Ada banyak kucing yang datang dan pergi setiap harinya.  Kami memang sengaja menyediakan makanan makanan kucing ala kadarnya, di halaman samping.  Sehingga jika waktu makan tiba, entah breakfast, brunch, lunch ataupun dinner para kucing itu biasanya sudah seliweran di sekitar rumah mencari jatah makanan. 

Mereka semua tidak pernah kami ajak masuk ke dalam rumah.  Mereka semua di luar.  Kalaupun sekali dua ada yang masuk, itu pasti nyelonong, memanfaatkan melengnya si empunya rumah.

Sampai suatu ketika, beberapa bulan yang lalu, salah seorang teman Bunda menawari anak kucing yang (saat itu) baru berusia 3 bulan untuk kami pelihara.  Bentuknya lucu, ekornya panjang, bulunya lebat.  Berwarna abu-abu.  Konon jenisnya adalah kucing Persia Medium.

Cherry, si kucing Persia Medium ini memang lucu.  Tingkahnya menggemaskan.  Sering kami ajak bermain-main dengan pita, bola dan mainan lainnya.

Namun …

Ada satu hal yang sampai sekarang kami sulit mengajarinya.  Yaitu masalah buang air kecil dan buang air besar (toilet training?).  Sebetulnya kami sudah menyediakan bak dengan pasir khusus untuk dia pub atau pis.  Tapi rupanya kucing ini manja.  Suka protes.  Jika baknya sudah ada kotoran,  dia nggak akan mau pub atau pis di situ lagi, sampai kita membersihkannya.  Sehingga jika kita terlambat membersihkan bak pasir tersebut, niscaya dia akan pub dan pis di mana-mana, di tempat yang dia inginkan.  Jika dia berkenan pipis di depan pintu dia akan pipis di sana.  Jika dia sedang berkenan untuk pub di kamar tamu, tak peduli ada badai sekalipun dia akan pub di sana (ya ini lebay, biar keliatan drama)

Dan anda tau kan? pub dan pis kucing itu baunya seperti apa ?

Sehingga jika teman-teman berkenan datang ke rumah, jangan heran kalau ada sedikit aroma-aroma Cherry nya ya … eeehhh maksud saya aroma pub dan pisnya Cherry

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.

Posted in ARTIKEL

KESEMPATAN BERTANYA

(Ini tentang serba-serbi melamar pekerjaan)

Salah satu proses penting dalam seleksi penerimaan pegawai adalah interview atau wawancara.  Proses interview yang baik biasanya selalu diakhiri dengan sesi memberikan kesempatan bagi kandidat calon karyawan untuk menanyakan hal-hal yang ingin dia ketahui.  Agar terjadi komunikasi dua arah yang seimbang (i.e tidak seperti sedang interogasi maling ayam)

Berdasarkan pengalaman saya beberapa tahun menangani proses rekrutmen karyawan di suatu perusahaan multinasional, ada banyak tipe-tipe pertanyaan yang biasanya dilontarkan oleh para kandidat calon karyawan tersebut.

Hal yang biasa ditanyakan mereka di antaranya adalah :

  • Hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan (i.e gaji, benefit, remunerasi, tunjangan kesehatan dan sebagainya)
  • Hal-hal yang berkaitan dengan masa depan, jenjang karier dan pengembangan diri.
  • Menanyakan perkembangan performa perusahaan? omset naik atau turun? Profit perusahaan dsb.
  • Produk/layanan yang dijual apa saja ?
  • dan hal-hal umum lainnya

Namun disamping hal-hal yang umum tersebut, kadang ada satu dua pertanyaan yang sanggup membuat saya tertegun beberapa saat.  Tertegun karena tidak siap ditanya dengan pertanyaan yang “sedemikian rupa”.  Pertanyaan yang ajaib.

Pertanyaan sedemikian rupa seperti apakah ?

Berikut ini adalah beberapa contohnya :

  1. “Pak, … kita nanti boleh milih dapet mobil dinas yang matic nggak ?
    • (belum tentu dapat jatah mobil dinas, tapi dia sudah minta yang macam-macam)
  2. “Pak, … perusahaan ini punya grup Band yang anggotanya karyawan nggak ?
    • (huahahaha … mantan anak Band rupanya !)(ente mau kerja apa mau nge-band?)
  3. “Bulan depan saya mau liburan ke Australia, kalo saya keterima boleh nggak waktu masuknya nanti diundur sampai sekembalinya saya dari sana?
    • (guweh suka gaya eloh, pede abis!)(Ini perusahaan nenek moyangnya)(belum masuk udah ngatur-ngatur)
  4. “Nanti meja kursinya warna apa Pak? Soalnya saya kurang suka warna coklat”
    • (penting banget nggak sih !)(segala warna dibahas)
  5. “Pak, emang si “xxx” yang penyanyi terkenal itu, kerja di sini juga ya ?”
    • (kalo iya kenapa? ente mau poto bareng tiap hari ama dia ?)
  6. “Pak saya boleh bawa ikan cupang saya nggak ?”
    • (aktifis penyayang binatang cyint)

Asik kaaannn pertanyaannya ?

Namun dari sekian banyak pertanyaan “unik” yang pernah disampaikan oleh para calon karyawan itu ada satu pertanyaan yang cukup menyentuh.

“Mohon maaf sekali Pak, nanti gaji saya untuk tiga bulan, bisa dibayar di depan nggak?  Kami sedang butuh biaya untuk mengobati orang tua yang sakit.  Sekali lagi maaf kalau saya lancang Pak”

Jujur untuk pertanyaan yang satu ini saya betul-betul speechless.  Perlu waktu beberapa saat untuk menjawab pertanyaan tersebut.  Walaupun jawabannya sudah jelas tidak bisa, tapi saya harus memilih kata-kata yang tepat untuk menanggapi pertanyaan ini dengan bijak.

Jadi demikianlah …

Sebetulnya tidak ada pertanyaan yang salah, selama itu disampaikan dengan kata-kata yang baik dan cara yang sopan.  Namanya juga nanya kan … ?

Namun ketahuilah, sebetulnya dari isi pertanyaan tersebut, interviewer yang berpengalaman pasti dapat menangkap motivasi bekerja (dan juga prediksi peri laku) dari masing-masing kandidat yang melamar ke perusahaannya.

So …

Hati-hatilah mengajukan pertanyaan !

 

Salam saya

om-trainer1

.

.

.

Posted in THE TRAINER, TRAINING

SIMPLE ICE BREAKING

123

Dear Pembaca semua,

Sudah lama saya tidak menulis tentang aktifitas training and development di blog ini.  Rasanya kangen juga untuk menulis tips-tips atau cerita-cerita menarik di seputaran aktifitas pelatihan dan pengembangan.

Kali ini saya akan membagi sebuah aktifitas selingan sederhana untuk membuat suasana kelas menjadi lebih fun, meriah dan hidup.  Aktifitas ini biasa disebut juga “ice breaking”, pemecah kebekuan

Aktifitas ice breaking yang akan saya bagi kali ini, kita sebut saja “the missing two” (angka dua yang hilang)

Caranya :

Babak Pertama :

  1. Minta audience untuk berdiri berpasangan.  Jika audience ganjil maka mintalah bantuan admin training, petugas hotel, satpam, office boy atau siapa saja yang bersedia, agar jumlah peserta menjadi genap.  (sebisa mungkin bukan anda yang melengkapi menjadi genap)(karena Anda akan fokus memimpin ice breaking ini)
  2. Pasangan tersebut harus berhitung dari satu sampai tiga saja :”satu … dua … tiga … satu … dua … tiga dst dst.  Tek tok-an secara bergantian.
    • A : Satuuuu
    • B : Duaaaa
    • A : Tigaaa
    • B : Satu
    • A : Dua
    • B : Tiga
    • dst … dst
  3. Aktifitas ini dilakukan beberapa kali, namun dengan kecepatan yang ditambah

Babak Ke Dua

  1. Tantangan dipersulit.  Setiap orang yang (seharusnya) mendapat giliran untuk menyebut angka dua.  Tidak boleh menyebut angka dua.  Penyebutan angka dua diganti menjadi sebuah kata tertentu.
  2. Terserah kreatifitas anda untuk mengganti kata tersebut dengan kata apa.  Bisa : “Top”, “Keren”, “Asik”, “Mantap”, “Care”, “Sukses” atau kata-kata lucu lainnya
  3. Dialog akhirnya kurang lebih menjadi seperti ini …
    • A : Satuuuu
    • B : “Haseekk”
    • A : Tigaaa
    • B : Satu
    • A : Haseekk”
    • B : Tiga
    • dst … dst
  4. (Perhatikanlah : biasanya kelas mulai cekikikan)

Babak Ke Tiga :

  1. Tantangan dibuat heboh lagi. 
  2. Setiap orang yang (seharusnya) mendapat giliran untuk menyebut angka dua.  Tidak boleh menyebut angka dua.  Penyebutan angka dua diganti menjadi sebuah gerakan tertentu.
  3. Dan gerakan tersebut harus berganti-ganti.  Berikan mereka kebebasan untuk berkreasi.
  4. Percakapan akan menjadi seperti ini :
    • A : Satuuuu
    • B : (tangan mengepal merdeka)
    • A : Tigaaa
    • B : Satu
    • A : (loncat)
    • B : Tiga
    • A : Satu
    • B : (lidah melet, menjulur keluar)
    • dst … dst
  5. (Lihat bagaimana mereka akan heboh cekakakan saling mentertawakan satu sama lain)

Sangat sederhana bukan ?

Tidak perlu alat apa-apa.  Tidak perlu persiapan yang ribet.  Namun saya sudah membuktikan bahwa aktifitas ini sangat efektif untuk membuat kelas menjadi segar riang, semangat penuh energi.

Ice breaking ini cocok dimainkan kapan saja.  Di pagi hari ketika akan memulai training atau di siang hari setelah istirahat makan siang dan sholat.

Warning : Ice breaking ini sebaiknya dimainkan JANGAN lebih dari 15 menit.

Mengapa ? Karena kalau lebih dari itu, biasanya perserta akan bosan.  Dan akhirnya momentum kelas menjadi anti klimaks.  Lebay dan berlarut-larut.  Tujuan ice breaking untuk membuat peserta training bersemangat menjadi tidak tercapai.

Kunci rahasia ice breaking yang sukses adalah … : “BERHENTILAH … justru ketika suasana kelas sedang heboh-hebohnya” … (biar peserta penasaran dan “kentang”)(hahaha)

Salam saya

om-trainer1

Posted in TRAVELLING

TERMINAL 3 ULTIMATE

22 Agustus 2016

Saya mendapat tugas untuk mengelola sebuah in class training di Makassar, Sulawesi Selatan.  Ketika mendapatkan konfirmasi kode booking pemesanan tiket pesawat, personil travel memberi informasi tambahan pada saya sebagai berikut :

“Pak ini berangkatnya dari Terminal 3 Ultimate ya, bukan dari Terminal 2 F lagi !”

Aahh iya, saya baru ingat, seluruh penerbangan domestik Garuda, kalau tidak salah memang dipindahkan dari terminal 2 F ke terminal 3 Ultimate mulai tanggal 9 Agustus 2016.

Terakhir saya travelling dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, adalah saat saya pergi ke Medan tanggal 2 Agustus yang lalu, waktu itu masih melalui terminal 2 F.  Sehingga perjalanan ke Makassar tanggal 22 Agustus ini akan menjadi kali pertama saya menggunakan Terminal 3 Ultimate. 

Sebetulnya dulu sekali saya pernah beberapa kali ke Terminal 3, yaitu waktu saya traveling dengan Air Asia ke Yogyakarta, dan satu dua kali menjemput istri saya yang pulang dari bepergian.  Tapi itu Terminal 3 biasa, tidak pakai “ultimate”.  Saya baru tau bahwa ternyata ini dua gedung yang berbeda.  Terminal 3 dan Terminal 3 Ultimate.

Sengaja saya berangkat lebih awal dari biasanya, agar saya punya waktu untuk mengenali situasi dan tata letak terminal yang baru tersebut.  Secara sepintas, ketika saya tiba di area keberangkatan, penampakan fisik bangunannya sangat mirip dengan beberapa airport di luar negeri yang pernah saya kunjungi, khususnya airport Hongkong.  Dan waktu masuk ke dalam area check in pun saya melihat lay out ruangan yang kurang lebih sama dengan airport di HK.

Terminal3

Di beberapa sudut masih terlihat pekerja-pekerja yang mengerjakan penyelesaian dan perbaikan gedung.  Kios-kios makanan masih belum lengkap.  ATM pun hanya ada beberapa Bank yang buka.  Lokasinya pun masih terbatas (hanya satu tempat)(?).

Jujur saya kerepotan ketika ternyata paket internet di gadget saya mati, karena saya terlambat membayar abonemen telpon bulanan.  Saya tidak punya phone banking.  Mau ke ATM jauh sekali.  Tanya petugas, mereka bilang ATM di sekitar sini hanya ada di satu tempat saja, yaitu di area check in.  Sementara saya sudah berada di area ruang tunggu boarding pesawat.  Mau balik ke area check in, waktu sudah mepet.  Lagi pula terus terang saya rada kecut membayangkan kembali kerepotan prosedur body scanning yang berlaku saat ini.  (sekarang modelnya semua mesti dilepas)(Jaket, ballpont, kunci, jam tangan bahkan sabuk celana dan safety shoes).  Akhirnya saya baru bisa ke ATM ketika sudah mendarat di tempat tujuan, Airport Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Saat pulang dari Makassar, tanggal 24 Agustus saya pun mendarat di Terminal 3 Ultimate.  Menurut saya area kedatangan ini masih lebih belum siap dibanding area keberangkatan.  Banyak dekorasi yang masih kosong dan satu dua sudut masih bersifat darurat.  Meskipun demikian secara fungsional area kedatangan ini sudah bisa melayani penumpang.  Area pengambilan bagasinya pun sudah baik dan lancar.  WC nya juga cukup bersih.

20160824_115621

Ya, jujur saja Terminal 3 Ultimate ini memang masih belum siap sempurna 100%.  Meskipun demikian saya sangat berharap terminal ini bisa melayani para (calon) penumpang dengan baik.  Fasilitas umum bisa berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya.  Dan kita semua sebagai penumpang, pengantar atau penjemput bisa menjaga terminal tersebut dengan sebaik-baiknya.  Caranya bagaimana ? Sederhana saja, yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan !

Setuju ?

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.

Posted in TRAVELLING

BANDARA KUALANAMU

Bandara Kualanamu adalah bandar udara internasional yang relatif baru di Sumatera Utara.  Bandara ini diresmikan pada tanggal 25 Juli 2013.  Jarak dari Kualanamu ke pusat kota Medan kurang lebih 40 km.  Bandara Kualanamu ini menggantikan bandara Polonia yang sudah relatif tua.

Menurut catatan Wikipedia, Bandara Kualanamu ini adalah bandara terbesar ke dua setelah Soekarno Hatta di Cengkareng.

Ada suatu masa, di mana saya sering bepergian ke Medan.  Tapi itu dulu, ketika bandar udaranya masih di Polonia.  Ketika bandaranya beralih ke Kualanamu saya belum pernah ke Medan lagi.

Sampai akhirnya …

1 Agustus 2016
Saya mendapat tugas untuk mengurus kegiatan training di Medan.  Alhamdulillah saya bisa juga merasakan suasana bandara yang banyak dibicarakan orang ini.  Terutama cerita tentang bagusnya Kereta Api – Railink yang menghubungkan Bandara Kualanamu dengan pusat kota Medan.

Dari awal keberangkatan saya sudah berniat untuk mencoba kehebatan kereta ini.  Akhirnya terlaksana juga.  Saya bisa naik kereta api kebanggaan masyarakat Sumatera Utara ini.

Menurut pengetahuan saya ini adalah kereta api pertama yang memadu moda transportasi udara dan darat.  Kereta api bandara pertama di Indonesia.  Ketika saya naik kereta ini, terasa bukan di Indonesia.  Suasananya mirip di Kuala Lumpur atau Hongkong (yang juga punya kereta api serupa).

Stasiun kereta api tersebut letaknya tepat bersebelahan dengan Bandara.  Kita hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja dengan berjalan kaki untuk menuju stasiun kereta tersebut.

Dan ini adalah pemandangan di Bandara saat turun dari pesawat sampai ke stasiun kereta

20160801_104542

20160803_093722
gantungkan cita-cita setinggi langit … gantungkan koper setinggi langit-langit

BERSIH !  itu kata pertama yang tertancap di benak saya ketika naik kereta api ini.

2016-08-02 20.07.24
koridor platform kereta yang bersih
20160801_110137
tempat bagasi di dalam kereta

Nyaman, tidak berisik.  Jarak Bandara Kualanamu ke Stesen Medan ditempuh hanya dalam waktu 30 – 40 menit saja.

Sampai di stesen Medan (ya mereka menyebut Stasiun itu Stesen) kita juga disuguhi beberapa spot yang bagus dan lucu untuk berpoto-poto.

20160801_115746
stasiun kereta di Medan
ada Philadelphia, ada Gombong

Jujur saya kagum dengan kenyamanan dan kebersihan dari sarana dan prasarana tersebut, bandara, stasiun kereta dan kereta apinya itu sendiri.  Semoga bisa kita pelihara dengan baik aset yang bagus ini.

Maju terus Kualanamu
Maju terus Medan !

Salam saya

om-trainer1