Posted in TRAINER ABG

TERBANG PERTAMA


 

Postingan ini di trigger dari sebuah postingan yang ditulis oleh Uda Vizon berjudul sama : Terbang Pertama.   Uda menulis tentang pengalaman pertamanya Naik Pesawat Terbang.  Saya tertarik menulis hal serupa. 

Bagi sementara orang Pengalaman terbang mungkin hal yang biasa-biasa saja.  Tapi terus terang bagi saya …(juga bagi Uda Vizon), naik pesawat merupakan hal yang sangat istimewa.  Mengingat biaya pesawat waktu itu masih relatif tinggi.  Sementara maskapai penerbangan dengan harga tiket murah belum ada waktu itu.

Jika Uda terbang pertama ketika dia duduk di kelas 2 SD.  Saya baru berkesempatan bepergian dengan menggunakan pesawat terbang, ketika saya mulai bekerja di Perusahaan ini, tahun 1991.

Tentu anda menyangka … wah ini dalam rangka dinas nih pastinya … pasti dibayari perusahaan nih ?

Salah …!!!

Justru saya naik pesawat terbang untuk urusan Pribadi.  Saya masih ingat waktu itu hari Sabtu.  Hari Sabtu saya masuk kerja sampai jam 13.00.  Saya ambil penerbangan jam 15.00.  Saya sampai pinjam uang salah satu teman saya sesama karyawan untuk membeli tiket tersebut.  Saya membeli tiket pesawat Garuda, one way ticket … dari Surabaya (tempat kerja saya waktu itu) … ke Jakarta.

Selama penerbangan yang satu jam sepuluh menit itu … yang saya ingat … saya tidak makan apa-apa … tidak minum apa-apa … tegang sodara-sodara.  Saya pura-pura tidur saja untuk menenangkan hati.  Sambil mencoba untuk fokus pada “urusan saya di Jakarta”.

Wah pasti ini urusan keluarga nih …! Pasti penting nih …! Sampai dibela-belain naik Pesawat.

Wrong … salah lagi …
Ini bukan urusan keluarga.  Saya mengejar waktu, naik pesawat pergi ke Jakarta untuk … Menonton pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta Sabtu malamnya.

Pertunjukan apa sih ? Segitu istimewanya kah ?
Ya … ini pertunjukan istimewa bagi saya.  Ini Pertunjukan menyanyi dan musik mantan murid-murid dan rekan-rekan saya di tempat kerja sebelumnya.  FYI : Sebelum saya bekerja di perusahaan ini, saya sempat bekerja selama 3 tahun di sebuah Yayasan Pendidikan  Musik Vokal terkenal di Jakarta. 

Mereka, sabtu malam itu … mengadakan pertunjukan akbar di Gedung Kesenian Jakarta.  Melibatkan hampir seluruh Murid dan pembina di Yayasan tersebut.  Keterkaitan emosional saya, membawa saya untuk menonton pertunjukan tersebut.  Walaupun saya harus meminjam uang untuk membeli tiket pesawat.

Pertunjukannya berlangsung meriah.  Dan karena banyak panitia yang kenal saya … maka saya bisa bebas masuk gedung kesenian tersebut tanpa membeli karcis.  Bahkan saya bisa masuk sampai ke belakang panggung tempat para pengisi acara mempersiapkan pertunjukannya.

And yes indeed …
Saya senang sekali … karena bisa kangen-kangenan … reunian … dengan mantan murid dan juga teman-teman pembina – asisten pembina – pianis di yayasan musik vokal itu.  Mereka tidak menyangka bahwa saya mau datang jauh-jauh dari Surabaya khusus untuk melihat pertunjukan mereka

Lalu Pulangnya ke Surabaya bagaimana ?

Saya naik kereta api saja sodara-sodara … hehehe
(bisa jebol kantong saya kalau mesti naik pesawat lagi …)

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

40 thoughts on “TERBANG PERTAMA

    1. Mau bilang,
      cihuyyy terbang pertama di IM Blog berbahasa Indonesia

      jangan lupa dipoto..!!! jangan lupa ya, awas..!!!
      bikin postingannya, ditunggu!!!
      beneran ini, serius.

  1. Aku juga terbang pertama kali ngutang, Om…. dan yang mbayarin menolak uang yang akan kukembalikan.., hihi… waktu itu terbang dari Jakarta ke Jogja… rasanya deg-degan juga hihi…

  2. Penerbangan perdana saya baru di tahun 2009, setelah saya bekerja…. Sebelumnya biasa naek kereta… Entah kenapa saya selalu tidur di perjalanan baik penerbangan perdana atau penerbangan berikutnya, baik naek pesawat atau naek bus, untungnya kalau pas dapet giliran mengemudi gak tidur…

  3. waaaahhh anak-anak BV itu pasti senang sekali melihat mas datang ya… sampe dipeluk-peluk ngga?😉

    memang “terbang” adalah pengalaman yang menakutkan. Sesering-seringnya orang terbang pasti ada rasa takutnya kok, bukan hanya mereka yang pertama.

    Yang pasti gara-gara “terbang” juga menyebabkan saya panic syndrome dan cukup lama sembuhnya.

    EM

  4. ahai… keluar juga tulisan ini…🙂
    seperti biasa, Om, ada tiga hal:

    #1. Saya rasa, setiap orang yang mengalami terbang pertama di saat usia sudah dewasa, pasti mengalami ketegangan yang sama. Pikiran kita yang sudah dipenuhi dengan berbagai informasi soal penerbangan telah memaksa kita untuk membenarkan bahwa naik pesawat itu menakutkan. Beda halnya dengan anak kecil, mereka justru tak memikirkan apa-apa, malah kesenangan yang mereka tunjukkan

    #2. Kyai saya dulu pernah bilang: Orang penting adalah yang tahu akan kepentingan. Pengorbanan Om dengan terbang dari Surabaya demi menonton pertunjukkan itu, mungkin bagi sebagian orang adalah sebuah tindakan mubazir, tapi tidak bagi Om; itu adalah hal yang sangat penting. Maka, jika merujuk kepada nasehat Kyai saya tadi, Om adalah orang yang tahu akan kepentingan. Sehingga, sangat pantas jika teman-teman Om di arena pertunjukan itu menyambut dengan gegap gempita, karena bagi mereka, Om adalah orang penting..🙂

    #3. Cerita tentang kepulangan Om kembali ke Surabaya, sepertinya juga menjadi stimulus bagi saya untuk menceritakan perjalanan pulang, sebagai kelanjutan dari postingan “Terbang Pertama”… hahaha… saling menstimulus rupanya kita…😀

  5. terbang pertama saya tahun 2008 Om, tugas kantor😀
    waktu itu sy hendak ditugaskan ke Kendari, sendiri. Oh My, sy minta dispensasi untuk tidak ke Kendari karna sy belum pernah naik pesawat😀.
    Dan kantor rupanya berbaik hati dengan menukar tugas sy menjadi ke Mataram dengan seorang teman dan Bapak Kepala Bidang. Deg2an sih Om, tapi untungnya sy dibarengkan dengan mereka yg sudah terbiasa naik pesawat, jadi ketegangan berkurang. Yang tegang justru Bapak sy di rumah, hehehe…. Kaget juga beliau karna tau-tau sy sudah menghubunginya dan bilang dah sampai bandara Selaparang: “lha…kok cepet temen nduk!”. Hahaha…begitulah pengalaman sy pertama kali terbang..

  6. Wah hebat, Ompakmas rasa setia kawannya besar sekali. Sampe dibela-belain ngutang.

    Kalau pengalaman terbang yg paling tidak menyenangkan bagi saya adalah saat ketinggalan pesawat. Hiks… sampe beberapa kali malah.

    Salam.

  7. Kalo saya ke Yogyakarta….

    Gratis…pake duit negara.

    Selanjutnya menikmati keindahan Nusantara🙂 masih ga modal…

    Tapi tetep saja, ga nyaman alias berasa serem….
    Terakhir pernah ada sikon ga nyaman pas di Bandara Makassar, naek Garuda…

    Sekarang, kalo bisa sih ga usah deh pergi2 yg kudu naek pesawat….seyem…

  8. Hahahahahahha yang penting dan sempet nyicipin rasanya naik pesawat …. btw nikmat mana pak naik pesawat ma kereta …… hihihihihi

    saya sendiri dan tuwir begini cuman ampe bandara to… belum pernah sekalipun jadi penumpangnya hahahhaa

  9. Kalo saya pertama kali terbang bawa keponakan 2,5 th.

    Waduh, pertama: mati pasaran, jadi aku selalu kenceng2 nyebut kata “Tante”,

    kedua: deg degan bawa anak kecil,

    ketiga: saya masih gadis waktu itu (lho, opo hubungane?)

  10. saya tersentuh mas saya tersentuh mas saya tersentuh mas… dg cerita yang seolah2 menceritakan pengalaman saya pribadi. jantung ini mau copot ketika dulu pertama kali terbang, saat mau take off kepala ini empot-empotan dan bertanya-tanya, berhasil terbang nggak ya?
    salam persahablogan

  11. pengalaman Oyen pertama kali naik pesawat, adalah pertama kali ditugasin ke samarinda. Dan ini nyang Oyen lakuin,

    1. nyamper loket/satpam terus langsung bilang, “Pak, ini pertama kali saya naik pesawat, abis ini kemana ya?” dengan pede dan polosnyah😀

    2. Kintilin dan perhatiin orang di depan kita, trus ikutin apa nyang dilakuin, biar gak begitu katrok😛

    3. Nahh, pas ada di ruang tunggu Oyen keliling dan tanyain tuh orang atu2, “mo kemana Pak/Bu?”, ampe nemu orang nyang baik dan setujuan, deketin dan langsung tembak “Wah ke samarinda ya, nanti saya bareng yoaaaaaa”

    dan akhirnya selamat sampai tujuan, dengan kekatrokan nyang diminimalisir:mrgreen:

  12. terbang pertama kali naik pesawat? hm…saat msih kecil…trus nggak pernah naik-naik lagi ampe sekarang…
    biasanya berpergian naik kereta api atau kapal laut aja.

  13. Untungnya saya pertama kali terbang saat masih kecil, jadi setelah besar sudah ga kagok lagi.. malah dulu saat kecil pernah naik pesawat perintis yang duduknya hadap2an seperti di angkot, sekarang malah kepengen tapi belum kesampaian naik pesawat perintis lagi..

  14. pengalaman terbang pertama… stelah masuk perusahaan ini Om, Jkt – Sby, utk training di sana
    perasaan campur aduk, ada tegang, ada senang…
    senang karena akhirnya bisa naik pesawat juga, dan dulu banget waktu kecil, kalo ada pesawat lewat, sering di tunjukkin ama nenek ato ibu.. tuh motor mabur… ngeeennggggg
    atau kalau disuapi dulu, sering ibu kadang menirukan bunyi pesawat, sambil menerbangkan sendok sebelum masuk ke mulut saya he..he…

    salam,

  15. yessy terbang pertama umur 2.5 tahun, om…jadi gak tau rasanya gimana :((

    Yang ingetnya sih, waktu kelas 2 smp, pulkam luburan ke Pekan baru..hehehe🙂 dan itu rasanya, pengen matiiiiii! deg deg an blasssss!

  16. pengalaman naik pesawat sy terjadi tahun 1992, jakarta – banjarmasin.
    waktu itu urusan wawancara kerja. solo – jakarta menggunakan kereta ekonomi, siangnya wawancara. Lulus. 2 hr kemudian harus ke banjarmasin, waktu itu naik merpati (sy nebeng di kosan teman, pastinya saat itu kalang kabut, nyari tiket, bgmn jalan ke bandara, dsb).
    pulangnya? naik kapal laut… banjarmasin – semarang.😀

  17. Saya terbang perdana ke Balikpapan tahun 1975 Oom
    Itu adalah awal karier saya, ditugaskan di luar Pulau Jawa.
    Sejak saat itu penerbangan demi penerbangan saya lakukan hingga ke 5 benua.
    Sekarang lebih suka terbang di atas rel kereta api.
    Bisa jebol kantong saya kalau bergaya dengan terbang-terbang lagi.
    Salam hangat dari BlogCamp

  18. terbang pertama saya tahun 2004, pulang kampung jakarta-makassar, tidak ada rasa deg2an karena saya memang tidak takut ketinggian. satu yg bikin saya merasa aneh, pas turun kok pendengaran saya sedikit terganggu, hehe😀

    omong2 soal musik, sejak jaman dahulu kala saya kepingiiiinn sekali ikut kursus gitar viano dan vocal, tapi sampai sekarang belum kesampaian, semoga kelak bisa tercapai😀

  19. Ping-balik: Padeblogan Kyaine

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s