CARE versus BUSY BODY


(Postingan ini terinspirasi dari cerita Mbak Anna Fardiana di Yogyakarta)
(sebuah cerita sederhana yang menarik … mengenai kehidupan bertetangga di perumahan mereka).

 —

CARE adalah peduli.  Sebuah perilaku positif.  Sebuah sikap yang membuat kita senantiasa berusaha untuk memperhatikan teman – tetangga – keluarga – lingkungan dan sebagainya.  Memperhatikan kebutuhan, perasaan, keinginan dan juga mungkin kesulitan mereka.

Sementara itu BUSY BODY … adalah juga sebuah sikap perilaku manusia.  Namun konotasinya negatif.  Terjemahan dalam bahasa Indonesia gaulnya mungkin yang tepat adalah … Usilan.  Kepingin tau urusan orang … ingin turut campur tangan.  Melanggar privasi dan hak-hak pribadi orang lain. 

Dua kata tersebut memang mempunyai batas perbedaan yang sangat tipis.

Di banyak kesempatan … bahkan ada banyak yang salah tafsir …
Maksud hati kepingin ”PEDULI”  … tetapi pihak lain malah menafsirkan itu sebagai ”USILAN” …
Maksud hati ingin ”mengerti kesulitan seseorang” … namun disisi lain orang suka menganggapnya sebagai … ”mau tau urusan orang”

Jujur saja sodara-sodara …
Jika anda tanya saya … apa sih batasannya ?? …  mana perilaku yang CARE … ?? dan mana yang BUSY BODY …?? 
Saya tidak bisa menjawab secara pasti …

Menurut Trainer …
Ini tergantung dari sistim nilai atau norma sosial yang dianut oleh lawan bicara kita … atau lingkungan disekitar kita.  And yes indeed, satu sama lain seringkali mempunyai parameter dan tolok ukur yang berbeda-beda.  Diperlukan kepekaan dan ”kecerdasan sosial” untuk menangkap sinyal-sinyal tak tertulis ini.  Ada ”jarak sosial” atau “Social Distance” yang berlaku disini.  Contoh ilustrasi yang paling mudah adalah … Orang Australia akan sangat terganggu jika kita menyentuh pundak mereka jika berbicara dengan mereka,  Sementara orang Indonesia … kedekatan fisik itu (kadang) penting.  Berbicara sambil menyentuh lengan teman itu sangatlah biasa … bahkan ini menggambarkan keakraban … (mohon koreksi saya jika saya salah …)

Bagi saya … jika yang bersangkutan meminta pendapat kita, dan mereka tidak keberatan dengan tindakan kita … maka itu CARE adanya …

Sebaliknya jika pihak lain merasa terganggu atau malah merasa tidak nyaman dengan inisiatif kita … maka itu bisa saja disebut sebagai USILAN …

— 

Once again ini definisi pribadi … (dan saya bisa salah …).

Para pembaca punya pendapat lain ?
Mana yang disebut sebagai ”Peduli binti Care” …
Dan mana yang dikategorikan sebagai … ”Usilan bin Busy Body”

.

.

27 thoughts on “CARE versus BUSY BODY

  1. iya juga tuh Om..
    bedanya tipis banget..

    antara peduli dan usil.
    kalo menurut saya peduli itu selalu mengarah ke simpati dan empati. misal tetangga punya masalah.. kita nggak berusaha mengupas secara tuntas. sudah cukup informasi yang kita dapat. mengambil hikmah, dan mendoakan agar masalah itu cepat selesai.

    kalo usil..
    lebih ke wanna know ajaaaa.. dikupas tuntas gitu lah.. udah gitu trus diomongin lagi dan lagi..

    begitu menurut saya ..
    btw, senang bisa memberi inspirasi, secara Om juga salah satu sumber ispirasi saya😉

  2. bedanya tipis sie Om..
    tergantung mood lawan bicara juga..

    contohnya pake diri sendiri aja kali yah Om..
    waktu mau nikah kemaren, waktu awal lamaran obrolan seputar nikah dan temen coba ikut bantuin persiapan nikah berasa careee bgt
    tp begitu deket2 waktu nikah terus tanya2 tentang budget ato rencana2 kedepan berasa dianya usiiiil bgt
    krn waktu tanya budget ato rencana aq kedepan bikin tambah pusing ^^

  3. kalau care mungkin ,pada saat yg tepat saja , jadi harus lihat timingnya juga ya Mas.
    kalau usil sih kayaknya , senangnya mengulang2 perbuatan atau tepatnya perkataan yg jelas2 gak disukai oleh orang yg bersangkutan
    salam

  4. Salam Takzim
    Semoga saya dapat berusaha tetap Care pak, walau kesibukan selalu melanda, tetapi kesibukan saya untuk mencari sesuap nasi kok pak, terimakasih sudah memberikan pencerahannya pak
    Salam Takzim Batavusqu

  5. Emang BeTi (Beda Tipis) itu om, dan dipengaruhi juga oleh latarbelakang budaya dan daerah orang ybs…Tapi emang diperlukan tingkat kehati-hatian yg lebih dalam bertindak supaya tidak salah persepsi…

  6. saya sependapat dengan anna dan inge Om, bedanya antara peduli dan usil memang setipis kulit ari, perlu kehati-hatian dalam mengekspresikan kepedulian kita kepada orang lain, agar jatuhnya tidak menjadi usilan…

    btw, Om sudah makan? jangan telat ya, nanti sakit… emang Om kalau makan dimana? budgetnya berapa? lho…?😉

  7. ‘Rasa’nya kali ya pak. Kalo di-care-in itu rasanya enak… tenang… dan bersyukur. Kalo di-usil-in rasanya biasanya pengen marah… pengen ngomel. Gitu kali ya pak🙂 Salam kenal.

  8. Kayaknya kita harus memperhatikan situasi deh….
    Karena sekarang semakin banyak orang yang menyenangi privacy….dan kita harus menghormati.

    Teman saya, yang telah lebih dari 20 tahun tinggal di kompleks dinas di Jakarta, setelah pensiun rencana mau pindah ke rumah sendiri, yang satu kampung merupakan saudara…di daerahku, biasa satu kampung nyaris punya hubungan keluarga. Dan sejak awal dia mengatakan….”aku nanti kuat nggak ya?”

    Karena di rumah barunya, antar tetangga sangat akrab, tanpa pagar, dan biasa tetangga nyelonong, pinjam garam, mengobrol dsb nya.

  9. Kalo yang saya perhatikan, peduli itu cewek (pake binti) usilan itu cowok (pake bin) hehe…🙂
    Seolah2 ada jenis kelamin aja🙂
    Emang tergantung sama yang menerima perlakuan itu sih, jadinya perlu lihat2 mood juga, karena kadang yang selama ini merupakan perhatian lama2 menjadi usilan karena udah ngebetein🙂

  10. Hahahhaa… Busy Body. Bisa aja om istilahnya. Tapi kalo saya, paling tidak suka dgn org yg usilan. Itu sebabnya saya selalu jaga agar ga ganggu org lain jd saya jg ga diganggu. Dan ya, org kita ini memang hobi deh nunjukin keakraban dgn menyentuh, heran!

  11. saya baru tau klo inggrisnya usilan itu, busy body..🙂

    klo menurut saya sih, kapan orang itu care kapan usilan, rasanya bisa dirasakan sama hati deh… care akan terasa lebih tulus..sementara usilan ? mmm.. yang pasti, biasanya dilakukan sama orang yang hidup dan hatinya ga tenang .. hehhe…

  12. Hmm…..

    Seperti byk orang bilang, semua tergantung niatnya. Tapi ya itu, krn yg namanya NIAT itu kasat mata, jadinya kadang gak jelas Om mana yg berniat CARE dan mana yg niat USILAN…😦

  13. kalo menurut om kan tergantung “nyampe”nya ke orang yg dikomenin ya? kalo saya mungkin lebih kepada niatnya si tukang komen itu,kalo niatnya cuma jelekin ya usil,kalo niatnya baik insya Allah itu care.

    karena menurut saya segala sesuatu yg dari hati akan sampai ke hati pula,jadi gak mungkin yg niat baik dari hati bahasanya sampai mengganggu hati yang lainnya

    salam😀

  14. kalo care ya berusaha membantu apabila diminta dan ketika di tawarkan si mpuhnya mau ditolong

    kalo usilan pengen tau aja deh berapa gaji sebulan, kenapa blom merried, weekend sama siapa aja, ngapain aja…please deh urusin urusan sendiri😛

  15. saya hanya mengutip kalimat terakhir ini:

    Bagi saya … jika yang bersangkutan meminta pendapat kita, dan mereka tidak keberatan dengan tindakan kita … maka itu CARE adanya …

    Sebaliknya jika pihak lain merasa terganggu atau malah merasa tidak nyaman dengan inisiatif kita … maka itu bisa saja disebut sebagai USILAN …

    intinya saya sependapat dengan om NH

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s