NON PLAYING MEMBER


.

Tentang Team work … working in team …

.
Kamis Malam, 7 July 2011
Ini adalah malam penutupan training … pesertanya para supervisor perusahaan kami yang datang dari seluruh Indonesia.  Ini adalah batch yang ketiga.  Diadakan di suatu hotel di pinggiran luar Jakarta.

Seperti pada Batch yang sudah-sudah … pada malam terakhir ini mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok diharuskan untuk membuat semacam acara kreatifitas.  Bentuknya terserah … boleh sandiwara, sketsa, nyanyi, Jogedan, Lenongan, Ludrukan dan sebagainya.  Kreatifitas mereka ini dikompetisikan.  Akan dinilai siapa yang terbaik.  Team juri terdiri dari para tamu Top Manajemen yang sengaja datang dari Head Office malam itu.

Karena salah satu Top Manajemen ada yang terkena macet di Tol, dan kemungkinan besar akan datang terlambat … maka saya menggantikan posisi beliau sebagai salah satu Tim Juri.

Saya tidak akan menceritakan penampilan mereka satu persatu.  Saya hanya akan mengomentari penampilan dari Satu Team yang kami nyatakan sebagai pemenang Juara Pertama.

Mereka terdiri dari sekitar 11 – 12 orang (saya lupa persisnya)

Mereka menyajikan pertunjukan wayang yang dicampur dengan dance boy band.  Cahaya di ruangan ballroom tersebut sengaja diredupkan … digelapkan.  Dipanggung mereka membentangkan screen besar … yang mungkin mereka ambil dari bahan sprei hotel.  Screen disorot oleh lampu sorot besar … Dan para pemain … dipandu oleh seorang dalang … bermain dibalik layar … membentuk siluet bayang-bayang yang terpantul di Layar (sprei ) putih itu …

Sungguh kreatif mereka …

Lalu hubungannya dengan NON PLAYING MEMBER apa ?
Begini … Ternyata yang naik bermain di atas panggung itu tidak semua anggota.
Ada satu anggota yang tidak bermain sama sekali … !!!

Tentu anda berfikir
aaahhh Dia ini pasti berperan sebagai operator lampu sorot, gun smoke atau operator untuk mengatur musik-musik untuk ilustrasinya …   Tidak sodara-sodara … Dia memang sama sekali tidak bekerja apa-apa.  Tidak mengoperasikan alat apapun … apalagi bermain dalam penampilan tersebut … !!!  (Untuk mengoperasikan alat-alat pendukung pertunjukan itu … kami memang sudah menyewa Event Organizer khusus untuk melakukan ini semua)

Lho … lalu … Dia ngapain ???  Kok enak bener … nggak kerja apa-apa … Team Member macam apa ini ???

Oh jangan salah sodara-sodara …
Dia justru punya peran yang sangat vital menurut saya …
Dia itu berperan sebagai … PENONTON … !!! … Ya … dia menjadi penonton biasa 
Dia duduk bersila … menonton di karpet … dibarisan penonton yang paling depan …

Dialah yang memberikan kode-kode kepada para pemain diatas panggung … juga memberikan tanda-tanda tertentu pada Dalang dari pertunjukan itu … entah bagaimana caranya … 

Dialah yang akan memberikan arahan apakah … sang pemain-pemain yang berperan menjadi wayang itu sudah berdiri ditengah atau belum ? .. Apakah bayangan yang terpantul di Layar (sprei) itu sudah terlihat bagus dan sempurna belum …  ? … Terlalu kekiri … terlalu kekanan … apakah terlalu kedepan … apakah terlalu kebelakang … dan sebagainya …  Dia mewakili pandangan umum audience penonton …  (FYI : Nature dari Pertunjukan macam ini memang memerlukan monitoring yang intens … supaya bayangan siluet tersebut menjadi bagus hasilnya, sesuai harapan)

Perannya simple bukan ???
Kelihatannya memang sederhana … Namun menurut saya … Justru disinilah salah satu kunci penting kesuksesan pementasan Team ini …

Kunci kesuksesan pementasan … yang justru dipegang oleh Non Playing Member …
Anggota Team yang tidak bermain …

SO … team “EVA and THE BRATTS” …  !!!

Saya pujikan Kreatifitas kalian … !!!
Saya pujikan kesolidan Teamwork kalian  … !!!

Salam saya


.

Hampir Lupa …
Sebetulnya ada Dua Orang lagi NON PLAYING MEMBER dari team ini …
Yaitu … Mereka yang berdiri memegangi kedua sisi LAYAR – SCREEN (dari Sprei itu)  …
Sepanjang Pertunjukan …
hahahah !!!

.

62 thoughts on “NON PLAYING MEMBER

  1. Betul Om, perannya kecil tapi sangat strategis. Dan tentunya dia rela tidak ditonton.. Mantap..🙂

    Perusahaan Om hebat ya, punya program seperti ini. Semsetinya di instansi negeri juga mengadakan acara semacam ini, agar keakraban antara karyawan bisa terwujud dan kinerja meningkat. Sayangnya tidak begitu..😦

  2. Maka jadilah sesuatu yang disepelekan orang tapi sangat menentukan.
    Dalam sepakbola ada satu komponen yang tidak dianggap sama sekali oleh seluruh orang yang ada di lapangan. Bukan ukuran lapangan, bukan pemain, bukan wasit, bukan penonton, apalagi penjual minuman. Dia adalah angin, yang mampu menerbangkan bola dan membelokkan bola sehingga sesuai dengan harapan penendang bola

  3. Jangan mengecilkan peran orang lain dalam team, juga jangan minder meskipun peran yang kita berikan terlihat kecil, sebab bukan dari besar kecilnya tapi keikutsertaanya, dan meski kecil sebenarnya melengkapi.

  4. kesimpulannya adalah satu kesuksesan itu merupakan keberhasilan banyak orang yang bekerjasama dalam mewujudkannya dengan mengerjakan pekerjaan sesuai bagian masing2🙂

  5. Sebenarnya istilahnya bukan itu om….dia itu bermain juga tapi punya peran yang sangat berbeda dari pandangan umum. That’s a creativity…..mantaplah……

  6. Keberhasilan sebuah pertunjukan ditentukan oleh semua elemen yang ada di dalam / luar pertunjukan itu.
    Ada yang namanya “Man behind the scene…..”

  7. Bukankah non playing member itu malah yang paling berperan, dia sebagai sutradaranya, dia yang mengarahkan para pemain, dialah salah satu kunci sukses pertunjukan itu. Seperti halnya dirigen musik.

  8. slalu ada org hebat dblakang layar.
    hebat bgt ide mreka, pantas jawara.
    btw, perusahaanx keren bgt pak bs
    ngadain event sprti itu.
    salamaanx keren bgt pak bs
    ngadain event sprti itu.
    salam

  9. butuh banyak orang untuk membuat sebuah pertunjukan berhasil, namun butuh satu orang saja untuk membuat pertunjukan gagal. kebayang gak sih kalau non playing member yang megang sprei itu mogok dan males karena tugas dia cuman megang ujung sprei?

    kan sprei nya gak kewer-kewer…dan yang memberikan kode-kode yang duduk paling depan bisa jadi si floor director [ahahahha, istilahe opo toh sakjane…]

  10. Dulu waktu SMA di kelompok drama kami, ada yang bertugas sebagai JUSIK… juru bisik.. dia pegang naskah keseluruhan dan memantau setiap dialog… tempatnya ada di belakang atau sisi kiri/kana panggung..

    kalau ada pemain yang lupa dialognya, dia akan memberikan “bisikan contekan dialog” yang terlupa itu.. jasanya sangat besar, karena meskipun para pemain sudah hafal dialognya, tapi di saat demam panggung, dialog yang ada mendadak jadi hilang. Jadi Jusik inilah yang berjasa menyelamatkan para aktor…. kalau nggak ada jusik waaahh… bisa mati gaya deh….

    Saya pernah jadi asisten Jusik… sumprit deg-degannya nggak kalah dengan yang di atas panggung… 😀 itu baru asisten doang… hehehehe….

    Namanya kerja team pasti semua bertanggungjawab pada peran masing-masing ya.. salut untuk si non playing member ini Om… 🙂

  11. Dibalik kesuksesan acara ada NPM yang sangat membantu ternyata, so … dalam sebuah tim akan menjadi kurang apabila tidak ada kerjasama didalamnya, maka semua sesuai dengan tugas masing-masing🙂

    Salam Fitri n_n

  12. Yang paling berat ya yang bagian mmemegang layar tadi….

    soalnya gak boleh bergerak sama sekali je…

    Apalagi kalo waktunya lebih dari 30 menit…

    bisa kram ituh…

  13. Wah, non playing membernya ternyata pengarah gaya, ya? Setara sutradara dong. Nah, yang pegang layar itu yang kemeng bin nelangsa pegang perannya. Meski peran sepele tetap sangat menentukan. Lah kalau layar turun ketika sedang melakonkan? Gatot nanti namanya.

  14. Baca sambil ngebyaangin Om….

    Pertunjukan Live kek gini susah lho kalau dia sukses berarti emang team mereka luar biasa…jangankan yang 12 orang kadang 4 orang aja susah kompak….salut dech, Om🙂

    Andai ada rekamannya kan keren tu Om😉

    #selalunyariyanggakada

  15. pelajarannya adalah: jangan meremehkan peran apapun.
    kita semua menjalankan peran kita masing2 dlm hdp ini, terkadang seperti sama sekali tak melakukan apa-apa, tapi tanpa dia, sandiwara hidup kita tak akan berjalan seperti yang diskenariokan.

    #hiyaaaa…ngemeng apa kamu Tik…

    Btw, baru sadar ada header seger-seger😉

  16. kadang kita sering melupakan yang kecil ya pak nh, padahal keberadaannya sangatlah menentukan. kalau dalam permainan sepak bola misalnya, tukang pijat itu sepertinya pekerjaan yang remeh, tapi jangan ditanya, betapa besar fungsi dan keberadaannya.
    eit, lha kok ngomongin bola ya

  17. Team akan berfungsi dengan maksimal apabila setiap pemain baik dia yang ada didepan layar maupun dibelakang layar saling bahu – membahu dalam mencapai satu tujuan yaitu kesuksesan dan kesempurnaan.😄

    Regards,
    Aditya Gunawan

  18. Wah… Peserta yang di batch sebelumnya dilupakan nih, yang Juara I juga.
    Yang pertunjukannya memakai 2 stage (stage depan & belakang).
    Kan ada 1 orang yang ngga ikut maen di pertunjukannya, malah posisinya di samping Operator Sound & Lighting, malah ngga keliatan sama sekali oleh team juri.

    Salam Team MENTALISCA

    1. Hahahaa …
      Ya … saya tentu masih ingat dooonnggg …
      (saya rasa hanya group kalian yang memakain dua panggung seperti itu …)
      (Dan karena itulah kami nyatakan kelian sebagai juaranya waktu itu …)(hahahaha)

      Salam saya Run
      (mangga ne wis musim opo durung ?)

  19. Posting artikel yang cukup energic.
    Sebuah kesuksesan komunal hanya dapat diraih jika kita menjadi “super team”, peran “superman” tidak terlalu signifikan. Hehe…
    Well done!!🙂

  20. itu membuktikan, bahwa dari peran yang kecilpun, bila dijalani dengan ikhlas, akan menghasilkan sesuatu yang besar..🙂

    ini justru pencerahan yang sangat baik buat saya Oom.. trims..

    salam sayang Oom..

  21. iya kdg2 non playing member terkesan seperti orang yg ngga punya peran atau andil, soalnya kalo dibilang teh ebst performance pasti yg disebut yg berperan, pdhl justru andil mereka besar sekali. Salut deh buat mereka, salut juga buat om trainer yg “ngeh” dengan keberadaan mereka🙂

  22. iya kdg2 non playing member terkesan seperti orang yg ngga punya peran atau andil, soalnya kalo dibilang the best performance pasti yg disebut yg berperan, pdhl justru andil mereka besar sekali. Salut deh buat mereka, salut juga buat om trainer yg “ngeh” dengan keberadaan mereka🙂

  23. Penjual bunga di kota Bandung tersebar di berbagai tempat seperti di jalan Wastukencana atau Jalan Pandu tapi hanya satu lokasi yang sudah buka sejak tahun 1947 atau sejak 61 tahun yang lalu yaitu di jalan Karang Anyar. Saya sering ngobrol dengan Abah Uked salah satu sesepuh pedagang di sini yang usia nya sudah menjelang 80 tahun tapi masih tetap sehat dan dia menceritakan love affair-nya dengan bunga…Usaha jualan bunga sudah dilakukan secara turun temurun dan saat ini sudah menginjak ke generasi ketiga. Salah satu keluarganya berkonsentrasi di bagian pembibitan yang berlokasi di Cihideung kawasan Lembang.

  24. mantap benar ulasannya maha guru…….

    2 hari ikuti workshop ideas di salahsatu hotel di medan, sungguh membuka wawasanku bagaimana konsep dan cara terlahirnya Ide

    Startert Ide……

    Thanks my all bos & Special Thanks maha guru_NH

    1. Aaahhhaaa …
      Surprise …
      Awak baru pulang dari medan …
      Sampai jakarta … Buka Blog … dapat pula komen dari Kawan Medan …🙂

      Syukurlah kalau workshopnya berguna

      Salam saya Pak

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s