Diposkan pada MY FAMILY, RENUNGAN

TEA FOR FIVE


  

Ini bukan judul lagu Tango.  Bukan “Tea for Two”.  Ini … “TEA for FIVE”.

Ya Teh untuk (ber) lima. 

Sekarang Trainer punya tugas rutin tambahan.  Membuat teh untuk lima orang, setiap jam 3 pagi di kala Sahur tiba.

 

Bunda uplek di dapur belakang, membuat telur dadar, memanaskan rendang kemarin atau memasak sop dan mie Instan.

Sementara Trainer ini sibuk di pantry … menyiapkan Teh untuk Lima orang.  Satu untuk dirinya, satu untuk Bunda dan tiga untuk jagoan-jagoannya.

 

Ada satu syarat …

Harus dengan volume yang pas …

Harus dari mug yang sama besar… 

mempunyai kadar manis yang sama …

berwarna coklat yang setara …

bersuhu hangat yang pas …

agar semua ikhlas …

 

Jika tidak … ?

Maka sahur akan berubah seperti pasar pagi …

Ramai penuh celoteh sana sini …

Ribut pasti …

Ah anak-anak ku itu  

Masalah Teh pun bisa menjadi masalah besar … J

 

Aku harus berlaku ADIL …

dalam membuat Teh sekalipun.

 

 

Hah ini seharusnya pakai tinta Hijau juga …

(dan judulnya adalah ADIL …)

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

17 tanggapan untuk “TEA FOR FIVE

  1. Hehehe …
    Ladies and Gentlemen …
    It’s not about the result …
    It’s all about the process …

    Jam yang hand made jauh lebih mahal dibanding …
    Yang mass product ….

    The process that makes this simple thing a big different …
    (halah …)(ngomong opo trainer iki …)

  2. adil…? ya, itu intinya…
    jadi ortu harus adil, dan itu dimulai dari soal pembagian teh… 🙂
    orang2 yg mampu berbuat adil (al-muqsithin), termasuk golongan orang2 yg dicintai Allah… 🙂

  3. Wah, rajin banget si Bos ini.
    Waktu kecil dulu, tugas membuat teh ini menjadi tugasku, Bos.
    Sambil menemani Mami yang masak dan nguprek di dapur, aku buatin teh manis buat yang lain…
    Kejadian ini sekitar SMP deh…

  4. bagi dunks om……
    gitu dong om, meskipun “ganjen” tetep mo bantuin bundanya nyiapin sahur. kayak suamiku nih om, kebagian bikinin susu kalo aku sedang masak, biar impas sama2 nyari uang sama2 di dapur. gituuh…..hehehehehehe……..

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s