Posted in FIKSI, GUEST WRITER

BAIT DARI BALIK JERUJI BESI


Terdiam..
Merenung…
Bisu…
Hingga Malam mencekam…

Bagaimana harus kukatakan …
Bagaimana harus kuungkapkan…
Berbait-bait tulisan..
Bergentong-gentong air mata..

Penaku sampai sisa sedikit saja …
Namun tak juga itu membuatmu
Hangat memelukku…

Aku hanya seorang
Di pinggir jalan …
Saat itu…

Dan …
Mereka pun datang..
Dengan sirine di kendaraannya yang hitam..

Aku ditarik..
Dipaksa…
Tak peduli
Mereka…
Bagaimana nasib …
Ibu dan adikku…

Dan aku kini …
Mendekam di tahanan anak-anak…
Dingin…
Menggigil tiap malam…

Dengan dakwaan…

Pencurian jam tangan seorang Mahasiswa…

Ku tahu, ku memang salah…

Terpaksa salah …

Puisi ini adalah kiriman Penulis Tamu
Ditulis oleh Putri Amirilis
Seorang Ibu dengan sepasang Putra Putri
Bekerja dan Tinggal di Jakarta

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

49 thoughts on “BAIT DARI BALIK JERUJI BESI

  1. Banyak niat baik namun dilakukan dengan cara yang tidak baik, begitulah yang kerap terjadi di kehidupan nyata. Si kecil ini salah satunya, demi mempertahankan hidup ibu dan adiknya, kejahatanlah yang ia lakukan. Tidak mudah memang menghadapi kerasnya kehidupan, tapi yakinlah bahwa selalu dan terlalu banyak jalan baik yang lebih diridhoi dan akan mendatangkan keberkahan ketimbang melakukan sebuah kejahatan yang bukan saja akan merugikan orang lain tapi sesungguhnya juga akan menyengsarakan diri sendiri di kemudian hari.

    Anak-anak seperti mereka semestinya mendapat perhatian dari pemerintah, namun bukan berarti kita harus menutup mata. Tak harus menunggu pemerintah kalau kita bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka, agar mereka tak perlu merasakan dingin dan mencekamnya tinggal dibalik jeruji

  2. Waahhh.. Ada bloger puitis juga rupanya.
    Senang rasanya kalo ada yang ikut menulis puisi disini, walaupun isi puisinya tak menyiratkan kesenangan.

    Salam.. .

  3. bisa jadi puisi ini tidak nyata
    tapi saya kok yakin pasti ada banyak anak yang mengalami hal ini,
    hidup dalam keterpaksaan berbuat salah,
    mereka juga tau itu salah
    atau pura2 ga tau itu salah? Hmm …

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s