SANDAL


 

DAN INI ADALAH TENTANG … SANDAL …

 

It’s going to be Duotrick today … (Dua Postingan)

Satu pilihan pembaca … TRAINER SEDIH

dan Satu lagi postingan baru … yang takut basi … tentang SANDAL

 

Minggu, 11 Januari 2009.  Trainer sekeluarga jalan-jalan ke sebuah pusat pertokoan di Cilandak.  Ya Cilandak Kota Persegi itu.  Dilantai 2 ada sebuah Departemen Store … dan disayap kiri pintu masuknya … ada Counter khusus Sandal-sepatu wanita yang cukup luas. 

 

Trainer dengan si Bungsu menunggui Bunda.  Bunda masih sibuk memilih-milih, mematut-matut dan mencoba-coba sandal di counter Sandal dan Sepatu Wanita ini …

Para ABG-ku, si Sulung dan Tengah hilang entah kemana, sibuk sendiri.

 

Aku ajak si bungsu duduk di pojok counter Sandal-sepatu Wanita tersebut.  Disitu ada bangku panjang untuk duduk beristirahat …  Sepertinya memang bangku ini khusus untuk para lelaki yang menunggui perempuan-perempuannya memilih sandal dan/atau sepatu.

 

Tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah sandal putih (hanya sebelah kanan saja) … teronggok sendirian di lantai … Mataku gatal melihat pemandangan itu … Nggak enak kalau melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya … Lalu aku minta si Bungsu untuk mengambilnya … dan meletakkan kembali sandal tersebut di Rak display seperti semula … And Yes … si Bungsu dengan riang ria menjalankan tugas tersebut … meletakkan sandal putih malang itu ke displaynya … mission completed …!!!

 

Tak lama kemudian … aku lihat ada seorang Wanita 30 tahunan yang celingukan … terus melihat kebawah … sepertinya sedang mencari-cari sesuatu … sesekali membungkuk, kadang berlutut melihat ke kolong meja display yang agak rendah itu.

 

Hah … taukah sodara-sodara … dia hanya memakai sandal sebelah kiri saja … rupanya dia sedang mencari-cari sandalnya yang sebelah lagi … yang hilang entah kemana … Upshatiku mulai merasa tak enak … Benar saja … ternyata sandal yang dicari-cari itu adalah … sandal putih sebelah kanan yang tadi di pindahkan si Bungsu dari lantai ke rak display …

 

Rupanya … si ibu ini tadi ketika mencoba-coba sandal … tak sadar dirinya sudah berjalan agak jauh … Anda tau kan … perilaku heboh customer ketika mencoba-coba sandal.  Melepas sendalnya sendiri … coba satu kurang cocok … kesebelahnya … ndak cocok juga … melangkah lagi … liat ada yang bagus … kalap … coba lagi  … eh ada Produk Yongki Komaladi … ambil coba lagi … begitu seterusnya … tak sadar bahwa dia telah meninggalkan sang sandal original miliknya agak jauh … Dan Ketika dia sadar dan kembali ke tempat semula … ternyata sandalnya hilang. (Huahaha maka Panik lah dia … ).  (ini aku sebut “Euphoria Sandal Shop”)

 

Ya … setelah mencari kesana kemari, membungkuk, berlutut dan sebagainya … si Wanita itu berhasil menemukan sandal putih yang dicari-cari … terpajang dengan indahnya di Rak Display !!!

 

Sambil bersungut-sungut akhirnya dia memakai kembali sandal putihnya itu … yang original miliknya itu … Dia celingukan.  Bisa jadi dia mencari tau siapa yang telah tega berbuat ini pada nya …

 

Ups … (Gluk ) …  Aku ajak si Bungsu memalingkan muka pura-pura ndak liat … sambil berbisik lirih …

“Eh Yo … Yo  … hihihihihih lihat deh … ternyata sandal tadi punya Tante itu … !!!  …  Ayah kirain sandal pajangan yang jatoh  …”

 

Dan tau kah sodara-sodara … Yoga pun cuma diam saja tertegun, sedikit cemas, takut … sepertinya dia merasa bersalah.

 

“Yoga ndak salah kok Yo … Ayah yang salah …, Maafin Ayah ya Yo … !

 

(… And dalam hati aku tambah lagi … “Tante itu juga salah … kenapa ninggalin sendalnya begitu saja … udah gitu sendalnya mengkilat lagi, kayak masih baru  …, masih bagus kok mau beli sendal lagi)

 

(Dan … Pembaca pun berujar … Ya suka-suka diaaa lageee … ???”)  J

 

1

v

36 thoughts on “SANDAL

  1. Waduhh…padahal saya selalu mengingatkan anak-anak, kalau coba sepatu, sandal atau apa, dipakai keliling dulu. Si sulung dulu berlarian pakai sepatu barunya, jika enak baru dibeli….

    Berarti saya harus hati-hati nih kalau mencoba sandal atau sepatu….ntar tahu2 ada di rak penjualan lagi…
    (membayangkan diri sendiri yang bingung clingak clinguk cari sandal lama…padahal udah disimpan dengan manis di rak penjualan oleh bapak-bapak, yang maksudnya mau menolong…hiks:P)

  2. hehehehe… cerita seru…
    dan terbukti… manusia banyak tidak tahunya…!

    yang penting udah punya niat baik dan perbuatan baik Oom… istilah kerennya Integritas, Insya Allah mendapatkan balasan atas niat baiknya…

    pelajaran berharga nih…, dan saya ikut belajar…

    -gbaiq-
    [senyum]🙂
    === === ===

  3. wahaha..gini nih kalo mental pramuniaga-nya kenceng.. brasa pengen beberes aja kalo liat ada yang ga di tempatnya, cuma kali ini salah sasaran! hwikikik…

    btw, today ga di-hat trick-in lagi, om?? nangguuuunngg…

  4. waaaaaaaaahhhhhh
    aku kudu hati-hati kalau beli sandal nih…

    eh tapi aku ngga pernah pake sandal kok…
    pake sepatu kets atau sepatu pantofel
    hihihihi

    nice story mas
    salam saya
    EM

  5. wah seandainya saja sandal putih yang di rak di coba oleh ibu2 yang lain pasti tambah lucu hahahaha….. tapi rata2 kalau ibu2 belanja sandal atau sepatu memang lama mutar2nya hahaha…

  6. btw, om..namaku di blogroll knapa dikasi title “pin”, bole tau artinya gaaa??? *penasaran!*😀

    kata si om : mau tawuuu..ajaaah! :))

    nh18 to Gamma
    Hehehe … Memperhatikan juga kamu …
    aku kasih title itu … karena
    ya kamu tau sendirilah … postingan “fenomenal” kamu
    http://gammasinta.wordpress.com/2008/08/09/akhirnya-copot-juga/
    seharusnya “Pen” atau “Plate” …
    tapi aku halusin jadi Pin … biar bagus …
    Kalo Pen atau Plate … ? serem … hehehe
    Thanks Sin …

  7. To Han2 …
    Bukan hanya Ibu-ibu Han …
    Bapak-bapak juga begetoh …
    Malah kalo bapak-bapak lebih aneh dan heboh lagi …
    Ketika bercermin melihat performa sepatu yang akan dipilih …
    Yang dipatut-patutkan dan dirapi-rapikan justru sisiran rambut dan tatanan bajunya … bukan dilihat sepatunya … padahal dia ngacakan dalam rangka nyoba Sepatu … Huahahaha …

    Salam saya

  8. wahahaa..based on that story tho??! ga nyangka si pen yang sukses jadi keyword. kirain apa je.. mana dikasi ‘tanda petik’ lagi, kaya apaaaan gitu..
    oke deh,om..thx for the info. aku ga mati penasaran lagi *lebay*

  9. Pasti cemas banget tu Ibu…

    Di Citos yah…?
    Ah gw mesti hati2 belanja di sana, kalau ada si Om, ntar sendalku yg jadi korban… hihihi

    Om minta maap ga sama si Ibu itu…!
    “Maap bu, saya yang menyimpan ke rak. Soalnya sendal ibu sangat bagus. Pasti mahal deh”
    “Bagus dari Maccau!”

    Huahahaha…!

  10. ooooooommmmmmmm…..wekekekekeeee….ampun dah ommm…baru kali ini tau ada bapak2 sepeduli itu! sayang konteksnya kurang pas…hwakakakakkak….

    tau ga om yang bikin aku ngakak apa? kalimat terakhir om itu loh..benar2 sesuai sama pikiranku! hikikikkkk…!

    ps, om kalo 5 komen berturut2 dapet payung ga om?

    nh18 to Nadine
    Hadiahnya ??
    ini aja deh …
    https://theordinarytrainer.wordpress.com/2008/12/31/the-best-from-my-friends-1/
    Aku tulis tgl 31 Desember 2008
    hehehe … hadiahnya udah datang duluan …

  11. Tergantung niat kok pak, Pak Trainer kan niatnya baik. Itu yang perlu disampaikan pada si bungsu biar si bungsu tidak merasa bersalah dan tidak menyalahkan bapaknya.

  12. Sandal
    Aku mengingatnya saat hanyut terbawa hujan karena di simpan di pinggir teras sekolah saat SD di kampung

    Tapi sandal yang Om ceritakan malah membuat aku tertawa kecil.

    Bisa aja🙂

  13. heheheheh bapaknya nih ya …masa ga bisa ngebedain mana sendal pajangan biasanya bagus ma sandal abis dari jalan becek wakakakakakak

    ***** kaaabuuuuuuuuuuuurrrrrrrr *****

  14. ha..ha..ha…ikut kerasa tersinggung nih pak….para perempuan suka gak rasional memang…coba sandal kok bolak balik..yang tinggi, yang flat tanpa hills,yang tertutup..trus yang terbuka…juga …Warna apa yang belum punya ??
    Waduuuh jadi malu….suami pernah bilang…kaki mu itu sepasang to …kok sandal, dan sepatu satu rak…kapan makainya ??..walupun itu benar, tapi itulah perempuan…he..he..

  15. Hihihi…
    Ini namanya niat baik tak selamanya berujung baik…
    Seperti kisah seorang pria yang menyeberangkan seorang nenek, kemudian sang nenek malah marah-marah, karena ternyata dia baru saja menyeberangi jalan tersebut

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s