Diposkan pada TRAINING

TELFON


 

Stop press … ini tulisan ndak pake di konsep … langsung ditulis di Blog …

 

Pagi ini … jam 9.30 an … aku mendapat telfon …

Dari seseorang … sebut saja X … yang pernah aku ceritakan dalam postingan TRAINEE SAKIT

Dia memohon maaf kepada ku … kalau – kalau ada tindakan dia dulu yang tidak berkenan dihatiku …

Terus terang aku kaget mendapat telfon dari si X ini …

 

Sepertinya …

Teman-temannya … entah bagaimana caranya …

Mungkin menginformasikan Tulisan di Blog ku ini … kepada yang bersangkutan …

Dan bisa jadi mungkin … dia justru di marah-marahi oleh teman-temannya sendiri … (hehehe)

Dan dia dengan sedikit takut-takut khusus menelfon aku untuk meminta maaf

Ah … aku terus terang jadi terharu …

Karena bagaimanapun juga …

Mereka adalah (mantan) trainee-traineeku …

I love them so much …

I just wanna see them “survive” dan menjadi karyawan yang handal di kemudian hari …

Menjadi pribadi yang berkembang dikemudian hari …

Untuk  kebaikannya sendiri …

 

(Yang beginian ini … yang membuat aku tetap betah melakukan pekerjaanku ini … )

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

24 tanggapan untuk “TELFON

  1. Hm…
    Pake mbrebes mili ya, Om? Terus srot-in tissue pake tissue gulung yang biasanya buat ‘itu’ ya, Om?

    Hehe..
    Tapi aku suka banget deh kalau Trainee-mu nyadar. Berhubung banyak mantan trainee-mu yang ngeblog atau pembaca setia blogmu, pasti ini menjadi media yang positif untuk mengetahui bagaimana perilaku mereka di mata seorang trainer… Nah, ini positif banget, Om, supaya mereka tahu gimana perasaanmu dan sekaligus gimana cara untuk memperbaiki yang salah2..

    Uh.. aku ikutan terharu juga! 🙂

  2. Kita memang selalu terharu, dan serta merta memaafkan, jika orang yang menyakiti kita mau minta maaf. Hanya saja, untuk minta maaf itu memang butuh keberanian, juga kerendahan hati. Kerendahan hati mungkin ada, tapi keberanian yang ada kalanya sulit didapat. Oleh karena itu, banyak orang yang sebenarnya sadar telah menyakiti orang lain, tapi lebih memilih ‘lari’ atau menghindar dari orang yang sudah disakitinya (halah, sok teu deh … 😀 )

  3. wah oom.. kalo saya jadi trainee-nya (si X itu), mungkin di dalam hati juga ingin sekali minta maap atas sikap-sikap waktu itu yang sepertinya ogah2an ikutan training, tapi belum tentu saya punya keberanian untuk menelpon sang trainer dan minta maap.. 🙂
    salut sama trainee-nya om..! 😀

  4. Wah…gentle juga traineenya, ya, pak..
    Berani menelpon bapak dan meminta maaf…
    salut, deh..
    terlepas apakah om trainee-nya harus di-dorong dulu atau tidak..he..he..

  5. Yups..akhirnya dia menyadari kekeliruannya selama ini ya om, dan berjiwa besar untuk mengakui dan minta maaf, mudah-mudahan ada hikmahnya ya..tks juga buat seseorang di Tasik yg aku tau pasti effort-nya dalam hal ini.Jangan pernah bosan berbagi ilmu dengan kami ya om..Semangat pagi terus ya om..

  6. Om NH,
    yg jelas aku baca, Adhal juga baca, temenku yg semula aku “curigai” jg baca, beberapa supervisor lain jg baca..

    sangat besar kemungkinan X jg baca…

    salut jg buat dia yg berani minta maaf secara langsung, bukan pakai email atau nulis di blog-nya Om

    sungguh beruntung kami punya trainer kayak Om NH ini

    Yes, I know that you love us…

    smoga harapan om NH bisa terpenuhi, & dapat “tersenyum” melihat kami: (still) trainee-nya Om yg kadang bandel, kadang oon juga he..he..he..

  7. Nah begini ini yg namanya proses pembelajaran … semuanya belajar ya trainer apalagi trainee-nya. Belajar dari pengalaman masing-masing dan juga penagalaman orang lain. Selamat dan salut ya Pak.

  8. Semoga trainee ybs memang berubah menjadi baik untuk seterusnya…siapa tahu dia akan menjadi orang yang bertanggung jawab.

    Jadi ada gunanya ditulis di blog kan pak, apalagi dia mungkin malu dan terbuka hatinya setelah membaca komentar teman-teman…

  9. Om mungkin udah dianggap “Ayah” oleh (mantan) trainee Om ya ..??
    hehee 🙂
    Kali dia baca blog Om tu ..
    Minta maafnya emang gimana, plek sama keluhan Om di posting itu gak ?

  10. Hem, jadi ikutan terharu Om trainer…Saya jadi teringat dentingan piano yang dibawakan oleh David Foster dgn title “Hard to say I’m sorry”…ceileh…so sweet….

    See you Om Trainer 🙂 🙂 🙂

    Best regard,
    Bintang

  11. Alhamdulillah…

    aku tau siapa dia?? TAU BANGETTTTT, Di AREA MANA?? MENGGANTIKAN SAPA?…
    dan denger2 sih sepulang dari training si X masuk rumah sakit lagi lho om.

  12. salut buat mr X yang berani minta maaf dan mengakui kesalahannya.. salut juga buat om trainer yang begitu mencintai pekerjaannya!

  13. Blog ini ampuuuuh !!!
    Hahahahaha 🙂
    jadi ingat waktu saya misu2 karena temen2 sukanya pada to the poit gak pernah nanyain kabar..
    abiis itu semua org jadi perhatian sama say..

    BLOG memang ampuuuh, sakti mandraguna…
    gak perlu marah2in org..
    udh sukses bikin mereka tersindir ahhaha

    Nice Om 🙂

  14. huhuhu….
    duh, pake terharu yaaa…

    berarti si Om sangat mengena di hati para trainee nya…

    btw, Om, aku kalo nulis di blog juga gak pernah pake konsep. nulis ajah…

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s