Posted in MY FAMILY, PERASAANKU HARI INI, Si Bungsu

BOLONG


.

Kamis, 27 Oktober 2011

Sudah dua hari ini si Mbak pulang kampung
Seperti kondisi yang sudah-sudah …
Ada tugas tambahan yang tidak tertulis untuk si Trainer

Setrika !!!

Malam ini saya melakukan tugas “hot” tersebut
Prioritas pertama adalah baju seragam anak-anak
Baju Putih, Baju Batik, Celana Putih, Celana Abu-abu dan Celana hijau,
Kaos Olah Raga … juga celana training untuk olah raga

Satu, dua, tiga, empat helai pakaian seragam sudah tersetrika
Tiba giliran Celana panjang Training olah raga warna hijau
Ini seragam olah raga milik si Bungsu

Bentangkan …
Rapikan .. dan … mulai menggosok perlahan …

Tapiiii ….
Lho … Aduh … Kok … ???

Sampai dibagian lipatan pangkal paha …
Tepat dibagian vital itu …
Celana training bungsu ku … Bolong  sodara-sodara …
Melihat dari bentuknya ….
Sepertinya ini Bolong yang sudah lama …
Memang tidak besar …
Tapi tidak sepatutnya hal ini kami biarkan.

Aaahhh …

Saya terdiam …
Tidak bisa berkata-kata …
Trenyuh …
Kasihan pada si Bungsu …

Jadi selama ini si Bungsu memakai celana olah raga yang bolong ???

Seketika saya merasa bersalah …
Seharusnya sudah kami belikan yang baru !

Maafkan kami ya Nak … !

.

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

42 thoughts on “BOLONG

  1. ya ampun.. jadi inget. celana anakku juga begitu om…and dia kok ya cuek2 aja. Tiap mau dijahit lupa. giliran mau dipake baru inget….. besok pagi2 tak jahit ah…..makasih sharingnya om, kadang2 kita org tua suka lupa yah krn kesibukan. Begitu mbak nggak ada baru deh ketahuan hal2 begini🙂

  2. Kslau nggak dilihat sendiri emang gitu oom, anak nggak ngomong, mbaknya ya juga diam aja.
    Celana olahraga si bungsu bolong karena kusetrika, setrikanya kepanasan karena disambi nonton TV he..he.., msu beli lagi nggak boleh beli celananya doang, padahal waktu itu sebulan lagi lulusan.
    Akhirnya potongan kain yang ada nama sekolah adek itu dipindahkan ke celana lama smp kakaknya, untung warnanya agak mirip he..he..

  3. Sama Om, anak saya juga begitu, kalau ada celananya yang sobek, tidak mau bilang. Harusnya mereka bilang, nanti kita bantu carikan solusinya……..

  4. waduh om tugas tambahannya berat tuh..”setrika”
    btw om NH kapan nyampai Bintannya?? lewat Batam kah??? terus nginep dimana??
    jawab japri aja yah pak lewat email, tadi saya dah bales email bapak….
    pertanyaannya borongan nieh..:)

  5. Terjadi juga padaku, Om😦 Untunglah pagi-pagi masih sempat menjahitnya. Kok ya si Mbak gak bilang-bilang yah😦

    (seharusnya bukan salah mbak, salah saya sendiri ndak memperhatikan hiks…hiks…)

  6. Keknya memang bayak anak yang cenderung cuek meskipun celananya bolong ya, Om.
    Mungkin pikir mereka, mereka juga pakai celana pendek di dalamnya. Jadi gak bakalan malu-maluin😀

  7. Hahahaha… kalau begitu Om harus belajar njait, lumayan kan Om kalau bisa didaur ulang (tapi si bungsu tetep dibeliikan yang baru, yang jahitan buat cadangan)

  8. Ajib-Fatih seringkali saya dapati seragamnya ada yang rusak, entah kantongnya yang robek, kancingnya yang copot atau juga dengkul celana panjangnya yang bolong. Semua itu terjadi karena memang mereka bergerak terlalu aktif, dan mereka masih belum peduli dengan kerapihan apa lagi menjaga keutuhan pakaian. Setiap kali menggunakan seragam yang “rusak” tersebut, mereka santai saja, seolah tak peduli..

    Mungkin menurut saya, si bungsu hampir sama seperti itu Om..
    Tapi, semoga saja tidak ya, hehe…🙂

    Ayo, lanjut nyetrikanya Om..
    Masih dua keranjang tuh, hahaha…😀

  9. Hehehe.. Si Bungsu yang masih SD, ya, Om. Tenang aja. Itu sudah lumrah dan biasa. Apalagi celana olahraga. Bolong, sobek, bahkan tertambal-tambal. Namanya anak-anak suka lasak dan biasanya memang bagian selangkagan itu yang berkali-kali sobek. Itulah kenapa kita selalu cerewet setiap saat mengingatkan: Bawa pakaian cadangan, ya, Nak. Ya, Naaaak. Ya, Naaaaaaak….. Letakan di locker. Agar nanti kalau di sekolah sobek atau basah akibat kegiatan sekolah maupun bermain bisa punya gantinya. Biar mereka juga bisa lebih tenang dan hepi berprakarya atau bermain, lompat-lompatan dan lari-larian sepuasnya tanpa khawatir akan masuk angin atau malu cuma gara-gara pakaian yang terlampau kotor tanah maupun ketumpahan cat air, basah kuyup, ataupun bau keringat.

  10. Jangan2 si ganteng juga gak sadar bahwa celananya sudah bolong oom. soalnya saya pernah mengalaminya.

    Semoga hari ini oom sudah ngajak si bungsu ke toko untuk beli celana yang tidak pakai bolong.

    Saya jadi teringat ketika kami (1975) ingin membeli jas baru. Seorang teman bilang ” Jas sudah jadi di Ciroyom murah kok, sekitar lima ribuan ” kata sahabat yang arek Subang.
    Karena saya belum tahu Ciroyom maka saya antusias sekali.
    ” Tapi gegernya bolong”, sahut temanku tanpa ekspresi.
    ” Tak jejeg kejlungup koen “, kataku sambil tertawa.
    Gaji kami waktu itu Rp.34 ribuan.

    Salam hangat dari Surabaya

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s